Part 4 : Aurea Love (Lovely OSIS)

Title : Aurea Love
Author : Ichen Aoi
Cast : Lee MyungHae, Park Jiyeon dan Lee Ji Eun
Support Cast : No Minwoo Boyfriend & Choi Min Ki NU’EST
Special Cast : Lee Donghae & Kim Seoyeon
Genre : Friendship, Romance
Sequel of : Dormitory High School and Domus Aurea Romance
Backsound : Electrick Shock – F(x)

==

Hari ini Myunghae memutuskan untuk pulang lebih cepat, ia ingin menyelesaikan semua tugas OSISnya dirumah termasuk tugasnya untuk membuat beberapa lagu dan aransemen musik yang baru untuk drama musikal disekolahnya. Ia menyetir mobilnya dengan agak cepat lalu ia terkejut begitu melihat lampu lalu lintas didepannya menunjukkan warna hijau, dengan segera ia mengeremnya. Dan menimbulkan bunyi decitan yang nyaring beberapa pengendara menatap kearah mobil mewahnya bahkan ada yang jelas – jelas mencibirnya. Myunghae membuka kaca mobilnya lalu melemparkan senyum sebagai permohonan maafnya. Ia sedang tidak dalam keadaan konsentrasi saat ini.
Handphonenya bergetar didalam saku kemejanya, Myunghae langsung merogohnya dengan cepat dan mendapati ada sebuah tanda pesan singkat masuk dan menunjukkan foto salah satu sahabatnya yang paling menyebalkan, Ren.

Hei~~ Myung –aaa~~
Apa kau sudah menyelesaikan lirik dan aransemen musik untuk nanti? Aku akan mengiringi dengan piano dan Minwoo bersama Tao sudah tidak sabar untuk mencari koreografi. Sehun bilang kau tinggal mengiriminya beberapa kunci nada maka ia akan mencarikan suara drum yang pas. Kau bisa mengandalkan kami Myung –a, sebagai permohonan maaf kami karena mungkin telah membuat mu kesal ditengah kesibukan ini. Kami menyayangi mu~~

Mau tidak mau Myunghae tersenyum kecil membaca pesan yang ternyata sangat panjang itu. Lagipula tidak mungkin ia bisa marah dengan keempat teman seperjuangannya itu. Setelah lampu berubah menjadi merah, Myunghae langsung kembali mengendarai mobilnya dengan tenang.

Sulli melirik kedalam toko kosmetik dengan merk terkenal di Seoul. Ia tersenyum ketika mendapai Jiyeon sedang berada disana sambil menyibukkan diri dengan beberapa costumer wanita paruh baya yang tampaknya menyukai keramahan Jiyeon.
Jiyeon melihat Sulli dari ujung matanya lalu melambaikan tangannya dengan cepat dan sebuah senyuman merekah dibibirnya. Costumer itu pun sudah pergi ke kasir untuk membayar semua barang yang mereka beli.

“Jiyeon –a~~ Aku iri dengan seragam mu yang manis~” ucap Sulli sambil melangkahkan kakinya kearah Jiyeon lalu memeluknya dengan erat. Mereka sudah seperti kakak dan adik karena mereka memang teman sejak kecil.
“Tanpa seragam ini pun kau sudah manis, Sulli –a” sanggah Jiyeon sambil menggiring Sulli untuk duduk disalah satu kursi tunggu.
“Aku tidak pernah menemukan gadis seaneh diri mu, Jiyeon –a”
“Kau baru saja mengejek ku, eh?”
“Tidak. Aku memuji mu”

Keduanya saling bertukar pandang lalu tertawa kecil. Kemudian Jiyeon ingat kejadian lalu, soal ia memukuli seorang namja manja yang sangat tampan. Ia memutuskan untuk menceritakannya pada Sulli, bukannya memberikan masukan Sulli malah tertawa terbahak – bahak karena kecerobohan Jiyeon.

“YA!! Kenapa tertawa?”
“Kau lucu!”
“Berhenti menertawai ku, aku kan…”
“Seharusnya kau amati dulu dengan benar baru bertindak”
“Habisnya aku sudah keburu kesal sih”

Sulli masih tertawa sedangkan Jiyeon hanya menatap sahabatnya itu dengan pasrah. Setelah Sulli meredakan ketawanya dengan susah payah, ia teringat sesuatu lalu mengeluarkan sebuah tiket berwarna silver yang tintanya terbuat dari tinta emas. Sungguh merupakan ciri khas Domus Aurea High School, emas dan perak. Ia memberikannya kepada Jiyeon yang balik menatap dengan heran.

“Ini apa?”
“Tiket drama musikal”
“Wow!! Sekolah mu keren sekali”
“Aku kan pernah mengajak mu untuk masuk disana”
“Mianhae, tapi aku lebih tertarik untuk sekolah seni daripada sekolah bisnis”
“Kami memiliki seni juga, Jiyeon –a”
“Tapi tidak terlalu fokus kan?”

Sulli menghela nafas. Ia mengerti soal cita – cita Jiyeon. Ia sangat ingin menjadi seorang idola top Korea yang multitalenta. Kemampuannya ber –acting memang tidak perlu diragukan, suaranya juga tidak terlalu buruk, wajah dan bentuk tubuhnya juga sesuai hanya saja ia perlu melatih kemampuan dancenya.

“Kau pasti datang untuk ku kan?”
“Uhmm…”
“Jangan bilang ada latihan lagi!!”
“Ne. Arraseo~”

Sulli meraih tasnya yang tadi ia letakkan diatas meja lalu berdiri dan melirik jam tangannya. Ini sudah waktunya ia pulang untuk mengerjakan semua tugas – tugas sekolahnya. Ia berpamitan pada Jiyeon lalu pergi meninggalkan yeoja itu yang sedang menatap sebuah tiket ditangannya.

Domus Aurea High School Festival
Drama musical “Aurea Love”
Present by OSIS : Lee Myunghae, No Minwoo, Choi Minki, Huang Zi Tao, Oh Sehoon
And all student from Domus Aurea High School
Sponsored by : Domus Aurea Company and partners

Jiyeon menatap sebuah nama dengan penuh rasa tertarik. Lee Myunghae, rasanya ia pernah mendengar nama itu entah dimana. Jiyeon sedang tidak ingin berfikir, ia memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya.

***

Ji Eun memutuskan untuk tinggal di asrama karena kedua orangtuanya saat ini sedang tidak berada di Seoul. Ia tidak ingin tinggal sendirian di rumahnya maka ia memutuskan untuk tinggal di asrama sambil mengerjakan tugas – tugas sekolahnya dengan bantuan buku – buku dari perpustakaan.

Ia masih ingat kejadian tadi siang saat ia bersama ketua OSISnya itu. Baru pertamakali untuknya melihat seorang Lee Myunghae penuh dengan semangat dan antusias. Semua ini karena musik. Rasanya benar dari buku yang pernah ia baca, buku Harry Potter yang bagian pertama saat Prof. Dumbledore bilang kalau Musik adalah hal yang paling magis dari semua yang kita pelajari disini. Benar!
Musik bisa memperngaruhi sikap dan pola pikir manusia. Ji Eun mengerti akan hal itu. Namun ia kembali terpaku pada sebuah nama panggilan yang diberikan Myunghae untuknya.

“IU…” gumam Ji Eun pelan sambil menghela nafas berat dan memutuskan untuk membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur yang empuk dan cukup mewah itu. Meski hanya sebuah asrama sekolah, jangan pikir kalau fasilitasnya seadanya. Malah nyaris menyerupai hotel bintang lima.

Ji Eun membiarkan matanya yang semakin lama semakin berat dan hingga akhirnya terpejam lalu membawanya kedalam balutan mimpi di alam bawah sadarnya.

***

Ini adalah hari libur dalam seminggu. Hari minggu. Dan sepagi ini seisi asrama Domus Aurea High School langsung jeboh dan mulai berlarian ke pintu gerbang untuk melihat siapa yang datang. Anggota OSIS.

“Aku heran kenapa mereka sepopuler ini” keluh Krystal sambil menatap Sulli yang hanya mengangkat bahunya sambil terus menikmati hamburger yang ada ditangannya.

Kalau biasanya pelajar menggunakan seragam dan biasanya OSIS sangat rapi dalam berseragam, pengecualian untuk hari ini. Mereka menggunakan pakaian bebas dan tujuan mereka kesekolah untuk melanjutkan rapat dalam persiapan festival nanti. Untuk masuk kedalam festival itu memang gratis tapi tidak untuk drama musikalnya. Dan ini merupakan festival terbuka pertama yang diadakan dibawah kendali Myunghae dan teman – temannya.

Ji Eun mengawasi dari lantai atas. Ia tidak begitu suka dengan kerumunan. Sedangkan dibawah sana, blitz kamera sudah menghujam kesana kemari seperti segerombolan wartawan yang tengah meliput kedatangan selebriti terkenal.

Minwoo mengenakan kaos berlengan panjang dengan warna abu – abu lengkap dengan luaran yang dilengkapi bulu disekeliling lehernya juga aksesoris gelangnya. Ia tengan duduk, menunggu kedatangan teman – temannya yang lain. Ia sudah terbiasa dengan blitz kamera dan memilih untuk mengabaikannya. Namun dengan gaya berpakaian dan posisinya saat ini, ia benar – benar seperti sedang melakukan pemotretan untuk sampul majalah.

“Minwoo –a!!” teriak Ren dari kejauhan.
Begitu pula dengan Ren yang tampak seperti mau mengambil gambar untuk sebuah sampul majalah. Dalaman berwarna putih dipadukan dengan luaran berwarna cokelat dan berlengan panjang dan tampaknya dalaman jaket cokelat itu terbuat dari sesuatu yang lembut. Rambul blondenya diikat kebelakang dan lengkap dengan sebuah topi lebar hitam ditangan kanannya. Ia tersenyum kearah Minwoo yang membalasnya dengan lambaian tangan.

“Kalian lama sekali sih? Aku sampai harus memberi ikan – ikan ini sarapan”
Tiba – tiba suara Myunghae terdengar. Namja itu ternyata sedang berjongkok dibalik semak – semak didekat kolam ikan untuk memberi ikan itu makanan. Ia berdiri lalu memasukkan tangannya kedalam luarannya. Ia mengenakan kemeja putih dan luaran seperti jas yang dilengkapi dengan penutup kepala. Dan warna luarannya itu berfariasi. Dibagian lengan berwarna abu – abu sedangkan dibagian yang lainnya berwarna hitam. Ia menunjukkan ekspresi kesalnya dengan sedikit membuat kerucut kecil pada bibirnya.

Semua yeoja disekolah itu suah histeris sejak tadi namun tidak seorang pun yang berani menyentuh ketiganya. Mereka punya moto kalau anggota OSIS adalah milik bersama. Aneh memang, namun sedikit menguntungkan. Sulli dan Krystal memandangi ketiganya dengan tatapan kesal.

“Huh! Seenaknya berfashion show disekolah!” keluh Sulli.
“Biarkan saja, asalkan semua tugas selesai dengan baik” putus Krystal lalu ia menatap ponselnya, belum ada tanda – tanda kedatangan yang lain. Ia selalu kesal kalau diadakan rapat diluar jam sekolah, karena ia harus menghubungi semua anggota OSIS dan yang membuat kesal adalah Tao dan Sehun yang selalu bangun kesiangan bahkan kesorean. Meski bisa dimaklumi kalau keduanya adalah member boyband yang sedang naik daun saat ini, tapi ia tidak ingin rapat berjalan setengah – setengah.

***

Ruang rapat…

“Jadi bagaimana?”
“Semua berjalan dengan lancar karena siswi bernama Ji Eun itu!” seru Myunghae dengan penuh semangat. Mendengar nama itu membuat Minwoo mengernyitkan alis matanya sedangkan Ren menatap Myunghae penuh dengan rasa ingin tahu. Belakangan ini Myunghae jadi aneh, kemarin ia menceritakan soal yeoja yang memukulinya dengan high heels sekarang malah menyebut nama Ji Eun. Myunghae tidak pernah suka berurusan dengan yeoja diluar OSIS. Karena tidak ingin menciptakan kecemburuan sosial, sesuai moto ‘OSIS adalah milik bersama’.
“Dia sangat berbakat dalam mencari inspirasi!”
“Kau… menyukainya?” tanya Sehun hati – hati.
Ia dan Tao terlambar nyaris dua jam. Untung saja mood Myunghae selalu bagus kalau soal musik kalau tidak, mungkin keduanya sudah di hukum untuk mencabut rumput dihalaman atau membersihkan toilet namja yang biasanya keruh dan berbau tidak sedap.

“Anieyo, ku rasa dia bisa jadi partner kita. Lagipula kalian tahu kan seperti apa tipe ku?” lanjut Myunghae sambil tertawa kecil.
Sulli langsung memutar bola matanya dengan kesal, “Sempurna seperti eomma –mu itu? Kenapa tidak suruh eomma mu melahirkan yeodongsaeng untuk mu? ku rasa kau bisa kena penyakit sister complex”
Ucapan kesal Sulli langsung mengundang tawa. Myunghae menatap Sulli dengan santai lalu mengangkat sebelah alis matanya dan menatap Sulli dengan pekat.
“Sulli –a, ku rasa kau mendekati seperti eomma ku”

Ucapan Myunghae barusan sukses membuat Sulli tersedak. Ren langsung terawa dengan kencang sambil memegangi perutnya yang terasa keram.
“Hhaaa… Sejak kapan Myunghae jadi seperti ini?”
“Sejak bergaul dengan kalian, ku rasa” sahut Krystal kesal.

Myunghae langsung kembali menatap anggotanya dengan tajam dan membuat semuanya diam membisu. Myunghae langsung meminta Ren membagikan berkas yang dibawanya sejak tadi. Ren langsung mengoper kertas itu kepada semua anggota OSIS, mereka membacanya dengan seksama.

“Jadi, bagaimana?”
“Seperti biasa, kau selalu sempurna dalam mengambil keputusan”
“Ada pertanyaam?”
“Tidak ada, ini sudah sangat jelas”
Myunghae menatap keluar jendela, pandangannya menerawang ke langit biru. Ia tersenyum kecil sambil bergumam pelan.

“Semoga semuanya berjalan dengan baik”

TBC

About these ads

8 thoughts on “Part 4 : Aurea Love (Lovely OSIS)

  1. D’tunggu next part’x. . . Bnyakin part Jiyeon donk thor. . .
    Mga aja Jiyeon nnti ma Myunghae. . .
    Jgn lma2 ya publish’x. . .

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s