03.30 – [One Shoot]

Title     : 03.30 [One Shoot]

Cast     : Dongho U-KISS

You as Me

Eli, Kiseop, Kevin, Soohyun, AJ and Hoon U-KISS

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi

Song    : 0330 by U-KISS

Yo!

Listen up!

This is my tragic story…

Just the break in my heart…

Check it!

Selalu…

Selalu aku minta yang terbaik

Yang terbaik untuk dirimu

Untuk selamanya…

-You pov-

Aku melihatnya. Aku melihatnya terbaring. Ia terbaring disana sambil tersenyum manis sekali seperti malaikat ku. Dialah yang memberikan ku kebahagiaan disisa-sisa waktu ku. Aku ingin dia hidup, untuk menggantikan ku menatap indahnya dunia lewat matanya. Karena dia adalah aku. Aku dan dia satu. Kami selamanya bersama meski aku telah dengan kejam meninggalkannya sendiri terbaring disana.

Aku kenal namja yang duduk didekat jendela sana sambil menatapnya dengan tatapan sedih dan kehilangan. Dia adalah Eli, salah satu hyungnya sekaligus sahabat satu groupnya. Aku yakin kalau dia akan baik-baik saja. Masih banyak orang disekelilingnya yang menyayangi dirinya dan dia harus pulang, kembali kepada mereka.

-end pov-

-Dongho pov-

Ah.. penglihatan ku samar-samar. Rasanya aku tidak pernah kesini deh. Ini dimana ya? Disekelilingku hanya ku temukan pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi seolah menantang keberadaan ku. ku putuskan untuk melangkahkan kaki lebih jauh. Semakin kedalam maka keadaan akan semakin sepi.

Disana ada piano? Bagaimana bisa?

Tampaknya hari sudah siang dan ini sudah pukul 03.30 pm hufh… aku saja masih memakai seragam sekolah. Apa Kiseop hyung dan Hoon hyung tidak mencari-cari ku ya? Aneh sekali sih. Ah.. Piano ini masih bagus, seolah sengaja diletakkan disana. Ah.. biar ku coba saja.

*ting ting ting ting ting*

-end pov-

Daeyoung High School

Dongho melewati lorong sekolah sambil menggesekkan sebatang dahan pohon ketembok. Ia bersenandung pelan.

♫Jiul su eoptan geol You are the only one
Jebal nareul tteonajima♫

Cahaya matahari yang kemerahan masuk lewat kaca-kaca dikoridor itu. Sesekali ia menghela nafas berat. Maklum saja, tugas sekolah hari ini sangat menguras energinya sedangkan dia sendiri sedang tidak enak badan.

*bruk!*

Tiba-tiba saja Hoon dan Kiseop muncul dari belakang dan langsung menabrak bahunya dengan maksud bercanda. Namun kondisi badan yang tidak enak membuat Dongho tersungkur kelantai bersama Hoon dan Kiseop.

“Yah!! Babo!” teriak Dongho kesal sambil mengusap pantatnya yang terhempas cukup keras.

“Jiaahhh!! Ini ide mu!” runtuk Hoon.

“Siapa suruh kau mau!!” balas Kiseop tidak mau kalah.

Hoon menghadiahi Kiseop jitakkan disusul balasannya. Dongho menarik mereka berdua untuk berdiri. “Sudahlahhh~ ayo pulang!!”

Karena Kiseop dan Hoon masih berdebat, terpaksa Dongho menarik kerah almamater mereka berdua yang langsung meringis sambil mengikuti langkah kaki Dongho.

Mereka bertiga pergi ke stasiun untuk menanti kereta dengan merangkul satu sama lain. Sesekali mereka tertawa karena lelucon yang dilontarkan Kiseop dengan asal. Garing sih, tapi karena sikap Kiseop yang terkadang aneh secara otomatis mengundang mereka berdua untuk tertawa.

*ckkiiitttt!!*

Suara mobil rem mendadak berhenti dihadapan mereka bertiga. Kaca depan mobil itu terbuka dan menampakkan sosok tampan kemayu Kevin.

“Hi friends!” sapanya dari dalam mobil.

“Mwo?! Kau rupanya” gerutu Kiseop. Maklum saja, rem-an mendadak Kevin nyaris membuat Kiseop nyusruk ketrotoar yang bisa mengakibatkan wajah tampannya luka-luka.

“Im sorry Kiseop. Hhee.. Aku pinjam ini dari Soohyun” cengir Kevin dari dalam mobil.

“Pantas saja rasanya aku kenal mobil ini” Dongho mengamati setiap senti mobil hitam itu.

“Kenapa tidak pinjam motor Eli saja? Motor merah Eli kan keren!” seru Hoon dengan lugu.

*Pletek! Pletak! Pletak!*

Tiga jitakan dari tiga orang sekaligus mendarat bersamaan dikepala Hoon.

“Kau pikir kita bisa duduk dimana huh?!” seru Kiseop sedikit jengkel.

“Kan bisa boncengan bertiga” seru Hoon sambil mengusap kepalanya yang mungkin jadi benjol tumpuk tiga.

“Lalu? Sisanya di ban?” tanya Dongho kesal dan putus asa.

“Oh iya juga ya. Untung kau jemput kami pakai mobil hHee..”

*gubrak!*

Kiseop dan Dongho langsung melesak masuk ke mobil yang dibawa Kevin. Sementara Hoon masih nyengir menyadari kesalahannya itu.

*Brum! Brum!*

Mobil mulai nge-gas, tanda mau jalan. Namun Hoon dengan lemotnya masih cengar-cengir diluar sambil memegangi kepalanya bingung. Karena kesal, Kiseop turun lalu menarik Hoon masuk kedalam mobil

“Kalau mau nginap dijalanan nanti saja!” serunya sambil mendorong Hoon masuk.

Mereka pun berangkat kembali ke dorm.

-Dongho pov-

Gerimis ya? Hufh… aku tidak tahu harus berteduh dimana. Ini kan alam terbuka. Siapa dia? Seorang yeoja… cantik sekali. Dia menghampiri ku dengan senyumnya. Kenapa rasanya aku mengenalnya bahksan sangat mengenalnya. Namun juga terasa asing. Siapa dia sebenarnya?

“Kau sedang apa? Ku dengar kau pandai bermain piano. Mau ajari aku?”

Yeoja itu tersenyum manis sekali. Menggerakkan hati ku untuk mengajarinya.

*ting ting ting ting*

Jari-jarinya dengan gemulai mengikuti tiap instruksi jari ku. Aku sendiri tidak tahu kami sedang memainkan lagu apa. Jari  ku hanya melakukan hal semaunya,menekan tiap tuts piano dengan piawai seolah dia tahu apa yang ingin ku mainkan. Yeoja itu tersenyum menatap ku.

-end pov-

Eli masih menatap maknae digroupnya yang sedang terbaring, tubuhnya dipenuhi alat-alat bantu kedokteran. Ia menatapnya dengan sangat khawatir, takut kalau-kalau ini terakhir kalinya ia bisa melihat Dongho disana. Tidur sambil tersenyum.

*tok! tok! tok!*

Kiseop, Kevin dan Soohyun datang keruangan itu. Mereka membukakan pintu untuk AJ dan Hoon yang menenteng rangkaian bunga yang diberikan oleh para KISSme dan teman-teman sesame idola lainnya.

“Baiknya aku taruh dimana?” AJ menatap yang lainnya satu per satu.

“Dipojok sana saja” putus Soohyun.

Kiseop menlirik kearah Eli yang tampak hampa, “Bagaimana? Apa sudah ada kemajuan?”

“Masih sama seperti satu bulan yang lalu” jawab Eli hampa.

Kiseop, Hoon, Soohyun, Kevin dan AJ menatap Dongho yang terbaring disana. Namun perlahan keajaiban terjadi, Dongho membuka matanya dan nama pertama yang ia sebutkan adalah nama yeoja itu. Yeoja yang selalu bersamanya, yeoja yang dicintainya.

03.30 pm

Sudah waktunya pelajar Daeyoung High School pulang. Kiseop sedang ada kegiatan klub fotography sedangkan Hoon sibuk dengan klub penelitian alam gaibnya. Sebenarnya sih klub sains, tapi semua lebih suka menyebutnya klub penelitian alam gaib. Mengingat mereka tidak bosan-bosannya meneliti alien dan UFO yang tidak jelas dari mana asalnya itu.

Terpaksa Dongho pulang sendiri. Diluar sana gerimis dan ia tidak membawa payung.

“Ah~ aku tidak akan mati hanya karena dikeroyok segerombolan air kok!” ucapnya pelan. Ia melangkahkan kaki dengan cepat. Cipratan air hujan membasahi ujung celananya. Sepatu putihnya sudah mulai kotor.

*zreessss… zreeessss…*

Hujan deras langsung mengguyur Seoul.

“Arghhh!!” Dongho kini berlari untuk menghindari dirinya yang akan basah kuyup kalau dikeroyok begitu. Ia berteduh dibawah atap sebuah toko yang sedang tutup. Ia mengacak rambut belakangnya agar kering dari tetesan air.

“Hufht..” sesekali ia menghela nafas kesal dan juga bosan. Menunggu dibawah atap karena terjebak hujan adalah sesuatu yang sangat mengesalkan untuknya. Ia memainkan air hujan dengan menadahkan tangannya. Hujan tidak kunjung berhenti, sebaliknya malah semakin deras. Dongho merasakan ada seseorang disampingnya. Ia menoleh dan mendapati seorang yeoja yang berseragam sama dengannya. Yeoja itu sedang menyelipkan rambutnya ditelinga kanannya. Dongho menatapnya sekilas. Yeoja itu menoleh kearahnya dan menatapnya dengan heran. Dongho mengalihkan perhatiannya, ia menatap lurus kedepan. Dongho dapat merasakan detak jantungnya yang semakin kencang dan tidak karuan. Ini pertama kali baginya.

“Ada apa dengan ku sih?” gerutunya pelan.

Ia kembali menatap yeoja disampingnya itu. Ada rintikan air hujan dirambutnya. Dongho makin mengeluh tidak karuan. Ia memeriksa tasnya. Ia ingat kalau AJ menyiapkan handuk kecil ditasnya. Karena seharusnya hari ini adalah jadwal Dongho mengikuti club basket.

“Ini!”

Dongho memberikan handuk kecil itu pada yeoja disampingnya. Yeoja itu mengambilnya dengan ragu namun Dongho tersenyum, meyakinkannya.  Yeoja itu tersenyum.

“Kamsahamnida”

“Ne~”

Sahut Dongho sambil tersipu. Kebetulan saat itu Kiseop dan Hoon lewat dan melihat adegan ini. Mereka menatap Dongho dengan tatapan jail.

“Dongho-yah! Kau ingin menginap disini ditengah hujan?” teriak Kiseop.

Dongho langsung mencari-cari sosok yang berteriak dengan lantang dan membuat jantungnya nyaris lompat dari tulang rusuk yang memenjara jantungnya itu.

“Kau!!” balas Dongho sambil menahan kekesalannya.

“Tunggu saja sampai aku bilang hal ini pada Soohyun hyung!!” sahut Hoon yang hanya mengulang bisikan Kiseop. Dan lagi-lagi Hoon kena jebakan Kiseop. Ia tahu kalau Dongho akan mengejarnya dengan kemarahan luar biasa.

“Yah!! Awas kau ya!!” dengan segera Dongho beranjak dari tempatnya berteduh sambil mengancam Hoon dengan lemparan tasnya yang lumayan keras karena berisi sepatu basket.

“Huaaaaaaaaaaaaaaa…..!! aku hanya mengulang ucapan Kiseop!” seru Hoon panik.

“Aku tidak peduli!” balas Dongho.

Kiseop tertawa terbahak-bahak sampai sebuah hotdog masuk menyumpal mulutnya. Dan ini hasil kerjaan dari Eli yang entah sejak kapan sudah muncul dihadapan mereka.

“Tidak sopan!!” bentak Kiseop kesal.

“Siapa suruh kau tertawa seperti orang gila begitu ditengah jalan, kau pikir ini jalanan nenek moyang mu huh?!” Eli balas menatapnya dengan jengkel.

“Kalian ingin ku kunciin diluar agar tidak bisa tidur didrom huh?!” tanya Soohyun jengkel karena sejak tadi mereka hanya saling adu mulut. Mendengar sang leader sekaligus tetua mereka bicara, dengan segera Eli, Kiseop, Dongho dan Hoon masuk kedalam mobil Soohyun.

Keesokkan harinya masih sama. Hujan kembali turun. Dongho berharap dapat berjumpa dengan yeoja itu lagi. Kali ini ia menunggu didepan gerbang sekolah, berharap dia dapat berpapasan disana dan pulang bersamanya. Sudah satu jam Dongho menunggu, yeoja itu masih tak kunjung datang. Ia menyerah dan kecewa.

“Dongho~ kau tidak mau pulang?” tanya AJ lewat handphone.

“Eh?? Mianhe~ aku pulang ke dorm sekarang” Dongho memutuskan sambungan telepon itu lalu berlari dan hujan semakin deras. Lagi-lagi ia berteduh didepan toko kemarin dan berjumpa dengan yeoja yang sama.

“Annyeonghaseyo” sapanya ramah.

Yeoja itu tersenyum sambil mengangguk. Dongho menatap yeoja itu, ia kebasahan.

“Ini!” Dongho menyerahkan sweater putihnya pada yeoja itu lagi.

“Tidak perlu, aku belum mengembalikan handuk mu yang kemarin”

“Gwaenchanayo~”

“Gomawo”

Yeoja itu mengambil sweater putih Dongho dan memakainya.

“Disini dingin sekali, bagaimana kalau kita ke café disebelah sana” usul Dongho. Yeoja itu mengangguk menyetujui usulnya. Senyuman kegembiraan terukir jelas di wajah Dongho.

Practice room’s U-KISS

“Ah~ Dongho bagaimana sih?! Inikan sudah lewat jam latihan!” gerutu Eli.

“Apa sudah ada yang coba untuk menghubunginya?” tanya Soohyun menatap membernya satu per satu. AJ mengangkat tangannya.

“Aku sudah meneleponnya dari satu jam yang lalu”

“Kenapa dia belum pulang ya?” Kevin melirik jamnya yang kini sudah menunjukkan pukul 04.30 pm. Kiseop sudah asyik dengan Iphone dan twitternya.

“Apa perlu kita jemput?” Hoon memberikan usulan sekaligus pertanyaan.

“Dia bilang tidak perlu dijemput” jawab AJ singkat.

“Argh… Padahal besok kita harus live promo 0330” Soohyun tampak khawatir.

“Kenapa tidak mulai saja latihannya?” tanya Kiseop sambil mengalihkan perhatiannya dari Iphone yang masih digenggamnya dengan erat itu.

“Kita tidak bisa mulai tanpa dia” Kevin menghela nafas berat.

Eli beranjak dari duduknya, ia sudah bad-mood dibiarkan menunggu selama ini oleh Dongho.

“Aku keluar sebentar. Ada yang mau ikut?”

“Aku!” AJ berdiri dengan sigap.

“Tolong bawakan laptop itu ya, aku mau melihat-lihat gerakan kita di 0330”

Eli beranjak pergi sambil membawa jaket kecoklatan yang disangkutkan dibahunya. AJ meraih laptop yang dimaksud lalu menyusul Eli.

“Bagaimana ini?” Kevin tampak kebingungan.

“Kita tunggu saja” putus Soohyun.

“Eli! Itukan Dongho!” tunjuk AJ saat melihat sosok Dongho dari kejauhan didekat jendela café. Eli menoleh kearah yang ditunjuk  AJ. Disana Dongho bersama seorang yeoja. Tampak sekali kalau Dongho salah tingkah, sedangkan yeoja disampingnya sedang menikmati coklat hangat. Eli melirik kepojok ruangan, disana ada sepasang sepatu milik Dongho yang tampak sedang dikeringkan dan anehnya disana tidak ada sepatu si yeoja tersebut.

Dongho tersenyum salah tingkah sambil menatap kedepan. Ia sama sekali tidak sadar kalau Eli dan AJ memperhatikan tingkahnya itu dibelakang. Eli mencoba menelepon Dongho.

“Dongho, kau dimana?” / “Aku? Ehm..”

“Dimana?” / “Aku disekolah”

“Kenapa lama sekali?” / “Ada pelajaran tambahan”

“Apa kau lupa kalau hari ini jadwal kita latihan?” / “Ah! Ya aku.. ehm…”

“Waeyo?” / “Mianhe hyung, guru pembimbingku baru saja masuk kelas, sampai nanti”

Dongho langsung memutus hubungan telepon itu. Eli menatapnya dengan kesal, AJ menepuk bahu Eli pelan. Ia menenangkan Eli agar tidak terbawa emosi. Dongho masih belum sadar, ia mengukir lambang hati dijendela yang ditutup uap hujan. Yeoja disampingnya menoleh dan melirik sekilas, Dongho yang gugup langsung menghapus lambang itu hanya dalam satu kali usapan tangannya.

“Apa kau bisa main piano?” tanya yeoja itu penuh minat.

“Ne. kau mau ku ajari? Besok ya, sepulang sekolah. Bagaimana?” tawar Dongho semangat.

“Boleh? Dengan senang hati aku akan menunggu mu!” yeoja itu tersenyum senang membuat Dongho makin bahagia. Ini adalah langkah awalnya mendekati yeoja itu.

Eli mendorong kursinya keras lalu keluar café. AJ menyusulnya. Dongho menoleh untuk melihat sumber suara keributan itu, sayangnya baik Eli dan AJ sudah tidak berada disana.

03.00 pm

Dongho langsung menunggu yeoja itu didepan gerbang. Dan ternyata dia sudah berada disana.

“Kita akan kemana?”

“Dorm ku. Dilantai atas dorm ada piano” jawab Dongho sambil menggandeng tangan yeoja itu. Sementara yeoja itu mengikutinya dengan langkah riang.

03.30 pm

Jadwal latihan U-KISS lagi-lagi terbengkalai karena Dongho terlalu sibuk dengan yeoja itu. Mereka sudah hampir setengah jam disana. Kiseop menemani Soohyun untuk melihat keatas. Ternyata Dongho masih tertawa bersama yeoja itu.

“Dongho, latihan!” seru Soohyun.

Dongho menoleh dan menatap Soohyun dengan yeoja itu bergantian.

“Eh.. hyung, sebentar lagi ya”

“Tapi yang lain sudah menunggu” Kiseop menjelaskan.

“Ku mohonn, sebentar lagi kami selesai kok” Dongho langsung beralih kembali pada piano dan yeoja yang duduk disampingnya itu.

Soohyun tampak marah. Ia membalikkan tubuhnya dengan kesal. Tatapan matanya tersirat sekali kalau ia sedang marah. Sementara itu Kiseop berdiri didepan pintu itu sebentar sambil menatap Dongho dan yeoja-nya itu yang tampak sedang asyik dengan dunia mereka sendiri. Ia memendam kekesalannya lalu pergi menyusul Soohyun.

03.30 pm

Hari ini masih sama. Dongho masih mengajari yeoja-nya itu berlatih piano. Seluruh member U-KISS sedang tidak ada didorm. Mereka sedang memiliki kesibukan masing-masing kecuali Hoon. Namja itu sedang asyik membaca bukunya.

“Ehm.. Dongho, mala mini kita latihan”

“…”

Tak ada jawaban, karena Dongho terlalu sibuk menikmati masa-masa bersamanya dengan yeoja yang bahkan namanya saja ia tidak tahu itu.

Hoon menunjukkan wajah kesal dan kecewanya. Ia bersandar pada tembok didekat jendela sambil menatap Dongho lekat-lekat.

“Kau mengabaikan kami hanya karena seorang yeoja” kelunya.

Hari libur sekolah ini dimanfaatkan member U-KISS untuk latihan bersama. Karena selama ini latihan mereka terus tertunda akibat kesibukan Dongho. Namun siang ini mereka sedang bersantai diruang depan practice room untuk membahas masalah comeback dengan format baru U-KISS.

Soohyun dan Kevin duduk didekat jendela. Soohyun sedang memandang keluar sedangkan Kevin sedang menghafalkan setiap gerakan dengan membayangkannya sambil mendengarkan lagu 0330 yang merupakan hits single terbaru mereka. Sementara itu AJ sedang sibuk mengecek cyworld fans U-KISS dengan laptop dihadapannya dan segelas cangkir kopi disamping kirinya, ia menopang dagunya. Sementara itu Kiseop sedang memainkan botol colanya sambil sesekali meneguk isinya. Eli sendiri duduk diatas meja dekat pintu  dan memegang dokumen berwarna merah, sambil menatap Dongho kesal. Sementara Hoon sedang sibuk dengan handphonenya. Semua sedang menunggu Dongho yang sibuk menelepon yeoja-nya itu. Ia tampak asyik sambil sesekali tertawa dan ini berlangsung cukup lama. Kiseop sampai menghela nafas kesal dan mendelik kearahnya. Kevin mulai bosan menunggu Dongho, ia melepaskan earphone ditelinga kanannya. Eli mulai kehilangan kesabaran, ia membanting dokumen merah itu kemeja. AJ melihat kearah Eli dengan pasrah, ia tahu kalau Eli sedang marah. Kevin menahan Eli agar ia tidak melakukan hal yang kasar terhadap Dongho. Namun Eli saat ini sedang berada dalam puncak kesabarannya. Eli menepis tangan Kevin dengan kasar. Kevin diam.

Eli membuka pintu itu lalu menghampiri Dongho, membalikkan tubuh dongsaengnya itu sambil menghempaskan telepon dari tangan Dongho.

“Kau kenapa sih?!” teriak Dongho kesal.

“Dongho! Kau sudah gila! Kau gila!” teriak Eli tidak sabaran.

“Gila?! Apa maksud mu huh?!” balas Dongho sambil mendorong tubuh Kiseop yang tadi mencoba menenangkannya.

“Yeoja itu sudah meninggal!! Dan kau?! Kau selalu beranggapan dia masih ada! Kau bermain dengan imajinasi mu sendiri Shin Dongho!!” Eli mengguncang tubuh Dongho dengan keras.

Dongho tampak sedih dan shock. Ia berusaha mengingat-ingat lagi hari-harinya sebelum ini. Dimulai dari Café. Ya, Dongho memang melihat yeoja itu namun tidak dengan Eli dan AJ. Mereka menatap kesal karena sikap Dongho itu seolah ada seseorang disampingnya, padahal jelas sekali kalau ia sedang sendirian. Lalu saat Eli membuat keributan, Dongho sadar dari kebodohannya, ia menunduk kecewa karena yeoja itu tidak ada disampingnya. Kemudian saat main piano sendirian dilantai atas. Kiseop dan Soohyun nyaris dibuatnya kesal. Karena dongho terus-terusan memainkan piano dengan semangat seolah-olah ada seseorang yang memperhatikannya duduk disampingnya. Dan saat pintu terbanting menutup, lagi-lagi Dongho menatap hampa disampingnya tidak ada siapapun kecuali kursi kosong.

Dan kemudian masih sama, saat Kevin sedang menunggunya sambil duduk dijendela. Dongho seolah bersama seseorang. Dan saat Kevin melangkah pergi, langkah kakinya menyadarkan Dongho kalau yeoja itu tidak ada disisinya.

Yang terakhir, ia seolah bicara dengan seseorang diseberang sana. Namun kenyataannya, ia sedang tidak bicara dengan siapapun. Ia hanya berharap nomor yang dihubunginya itu adalah nomor yeoja yang dicintainya itu. Ternyata nihil, semua usahanya sia-sia. Yeoja itu tidak akan pernah lagi kembali kedalam dunia dan kehidupannya.

AJ menyentuh bahunya, “Sudahlah~ biarkan dia pergi”

Dongho dapat merasakan air matanya jatuh. Ia sudah gila dalam cintanya yang ternyata telah hilang itu. Eli mendekati Dongho sambil tersenyum. Sementara itu member yang lain memandang mereka dengan tatapan kesedihan.

“Dongho, sudahlah~ kau masih memiliki kami didunia ini”

“Kau pikir sikap mu ini bisa membuatnya bahagia? Kau sama sekali tidak melepaskannya” Kevin tersenyum sambil menepuk bahu Dongho pelan.

Soohyun mengusap kepala Dongho, “Sudahlah~ jangan menghukum dirimu sendiri seperti ini. Biarkan semuanya berlalu. Aku yakin, dia menginginkan mu hidup”

“Kau tahu? Dia pergi demi kamu agar kamu bisa tetap hidup disini” Hoon memberikan tepukan pelan dibahu kanan Dongho.

Dongho menghapus air matanya lalu tersenyum menatap hyung-hyungnya itu.

“Kalian benar. Aku masih punya kalian” serunya.

Kemudian semua member memeluk Dongho.

“Ingatlah! Kau ini maknae yang sangat kami sayangi dan yang paling manja!” Soohyun mengusap kepala Dongho dengan penuh kasih sayang, seolah Dongho memang adik kandungnya sendiri. Dongho tersenyum lalu menatap langit dengan perasaan yang tenang.

-You pov-

Akhirnya dia menyadari kalau aku sudah tidak ada. Kalian benar, aku memilih pergi demi dia. Aku tidak ingin hidupku merepotkannya. Aku terlalu mencintainya. Sangat mencintainya. Shin Dongho, mereka benar. Aku disini hanya ingin melihat mu tersenyum kembali dan bisa menerima semua kenyataan yang ada. Tetaplah seperti itu, hiduplah bahagia dan raihlah masa depan mu meski tanpa aku. Kau tahu? Meskipun sekarang kita didunia yang berbeda, selamanya aku mencintai mu. Jadi, ku mohon gantikan aku melihat dunia. Cahaya itu datang. Aku akan pergi besama cahaya itu. Terimakasih telah mencintai ku dan mengisi hati ku, Shin Dongho.

-end pov-

Secercah cahaya terang tiba-tiba melesat dalam ruangan itu. Ketujuh member U-KISS menutup matanya karena silau.

“Ah! Matahari masih kuat rupanya” keluh Kiseop.

“Jam berapa ini?” tanya Soohyun kemudian.

“03.30 pm” AJ melirik jam tangannya.

“Wah~ sudah sore ya!!” Kevin meregangkan tubuhnya yang mulai lelah dan mengantuk.

“Aku jadi ingin istirahat saja” Eli malah menghenyakkan dirinya dikursi.

Dongho langsung menyeretnya keluar. “Mari latihan dengan semangat!” teriak Dongho yang langsung membuat member lain terdiam. Dongho menatap mereka heran satu per satu. Lalu sedetik kemudian mereka tertawa bersama-sama membuat Dongho pasang ekspresi lebih bingung lagi.

“Kau sudah sadar dan kembali ke bumi rupanya!” ledek Eli sambil mengacak rambut Dongho.

Kemudian mereka pun pergi berlatih dipractice room’s U-KISS lantai atas.

–03.30 END–

2 comments

  1. Diah EverLasting Friend · July 28, 2012

    Kyaa.. Pertamanya aku ga ngerti.. Terus lama2 baru ngerti..
    Keren FF ny eonni😀
    aku belum baca yg jaejoong oppa😄 malah nyasar ke U-Kiss😄

  2. SinyoungersBana Elf · November 21, 2012

    Daebak, keren… feelnya dapet bgt…

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s