Without You – Last Part

Tittle    : Without You

Cast     : Kiseop U-Kiss

Ryeowook Super Junior

Kim Seoyeon

Genre  : Romantic – Sad

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi

Song    : As Long As You Love Me and Without You by U-Kiss

Ryeowook, Leeteuk dan Siwon sedang jalan-jalan kesalah satu alfamart cabang milik keluarga Siwon. Mereka akan mengambil beberapa makanan dan cemilan untuk member Super Junior diasrama.

Ryeowook melirik bagian majalah, disana terpampang cover depan U-Kiss. Ryeowook mengambilnya. Dia mengamati foto member U-Kiss dicover majalah Asian Hits volume 14 itu. Tatapannya tertuju pada salah satu member U-Kiss yang kemarin lalu bertemu dengannya didepan apartemen Seoyeon, Kiseop.

“Aku beli Asian Hits ini” Ryeowook membayarnya dikasir. Yeoja penjaga kasir terpesona dengan ketampanan Ryeowook dan meminta tanda tangannya. Ryeowook memberikannya. Lalu ia menyembunyikan majalah itu dibalik jaketnya saat Leeteuk dan Siwon kekasir dengan keranjang belanjaan yang penuh.

“Ku pikir kau kemana. Tak tahunya dikasir!” Leeteuk menggeleng-gelengkan kepalanya sambil  membantu Siwon menurunkan belanjaan dari keranjang.

“Aku hanya sedang tidak bersemangat, hyung” Ryeowook tersenyum.

Tepat saat itu Seoyeon lewat didepan alfamart tersebut. Ryeowook melihatnya.

“Hyung, aku keluar sebentar” Ryeowook langsung berlari.

Siwon dan Leeteuk menatapnya dengan heran.

Didepan apartemen Seoyeon…

“Kim Seoyeon!”

Suara namja memanggilnya dari jauh. Suara yang sudah dia hafal betul. Dan ia tidak mungkin salah.

“Ryeowook oppa?” langkahnya terhenti tanpa menoleh sedikit pun.

Ryeowook langsung memeluknya dari belakang. Seoyeon diam. Tubuhnya kaku seketika. Ryeowook masih memeluknya. Dia dapat merasakan nafas hangat namja itu di tengkuknya. Ia bisa mencium wangi farfum khas yang selalu dipakai Ryeowook. Wangi yang selama ini menemani mimpinya. Rasanya sudah lama sekali dia tidak memcium wangi ini sejak malam itu. Dimana Ryeowook menciumnya tanpa sebab.

Seoyeon menangis lagi. Segala upaya Kiseop menghiburnya kini lebur dalam hitungan detik hanya karena wangi parfum Ryeowook. Hatinya kembali terasa sakit tertusuk-tusuk.

“Oppa~ apa yang kau inginkan dari ku? Jika kau sudah tahu perasaan ku, berhenti buat ku berharap lebih dari ini. Jangan ganggu aku lagi”

Seoyeon memejamkan matanya. Ia tidak ingin melihat wajah namja yang dicintainya itu. Ia sudah lelah tiap kali mencoba melupakannya.

“Biarkan aku begini beberapa menit saja” pinta Ryeowook. Dia dapat merasakan tetesan air mata yeoja yang dipeluknya itu membasahi tangannya. Ia tidak bisa melihat Seoyeon menangis karenanya. Makanya ia tidak membalikkan tubuh yeoja itu.

Sementara itu Kiseop pergi ke apartemen Seoyeon untuk mengembalikan HPnya yang tertinggal. Ia melihat pemandangan itu dalam diam. Ia masih menggenggam HP milik Seoyeon. Kiseop tidak jadi mengembalikannya. Ia menunduk sebentar lalu pergi.

Sementara itu ada wartawan yang tak sengaja melihat pemandangan ini. Dia memotret pemandangan ini dari jauh, tanpa sepengetahuan Ryeowook, Seoyeon dan Kiseop.

***

Terbitnya Asian Hits volume 15 membuat geger SM Entertainment dan NH Media. Bagaimana tidak? Dibagian surat pembaca ada sebuah foto yang cukup mencengangkan. Disitu tampak Ryeowook yang memeluk seorang yeoja dari belakang dan Kiseop yang menatap mereka dari jarak yang cukup dekat. Sudah puluhan telepon masuk ke redaksi Asian Hits untuk mempertanyakan siapakah yeoja tersebut. Namun tak seorang pun yang mengetahuinya. Seoyeon melihat majalah itu ia terkejut karena ternyata saat kejadian itu ada Kiseop. Dengan segera ia bermaksud menghubungi Kiseop.

“Ah! HP ku dimana?!” Seoyeon tidak menemukan HPnya dimana pun. Lalu ia meraih telepon dikamar apatermennya itu.

“Annyeonghaseyo oppa? … Mianhae~ kemarin oppa ketempat ku? … Ya, aku sudah lihat. Kenapa tidak menegur kami saja?? … Aku kesana!”

“Aku kesana!” terdengar suara Seoyeon disebrang.

“Jangan! Aku yang kesana. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu. Kau tahukan bagaimana netizen kalau sudah melihat idolanya dengan seorang yeoja tak dikenal. Apalagi kau berpelukan dengan… Ryeowook hyung”

Terdengar sedikit getaran dalam nada suaranya saat menyebutkan nama Ryeowook. Member U-Kiss yang lain sudah mengerti perasaan Kiseop. Mereka hanya bisa memakluminya.

“Kau mau ku antar?” tanya Kibum disela-sela kesibukannya memasak.

“Aniya hyung. Lebih aman menyamar dikerumunan” Kiseop mengambil jaket dan kacamata hitamnya lalu pergi.

“Kau memeluk Seoyeon diluar? Kau sudah gila?!” Heechul menunjuk halaman Asian Hits yang memuat fotonya. Member yang lain diam, mereka tahu tidak ada gunanya membantah Heechul yang sedang marah.

“Aku tidak tahu akan jadi begini hyung” Ryeowook duduk ditengah. Ia dikelilingi member Super Junior. Yesung menariknya berdiri. “Kau harus menemui Seoyeon. Aku yakin, netizen bisa menemukan dirinya dan berbuat apa pun padanya”.

Ryeowook baru menyadari akibat dari perbuatannya. Dia langsung pergike apartemen Seoyeon.

Sudah lebih dari sepuluh kali telepon di apartemennya berdering dan selalu sama. Jika diangkat tidak ada jawaban atau yang keluar hanyalah caci maki yang tak jelas asalnya dari siapa. Seoyeon tahu kalau tanpa adanya kejelasan begini, dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membela dirinya. Dia juga semakin menyadari bahwa dirinya bukan siapa-siapa Kim Ryeowook. Ia mengurung dirinya di apartemen itu sambil  menatap kebawah.

Pemandangan yang aneh. Puluhan netizen berkumpul disana. Mereka mencari jejak siapa yeoja yang dipeluk Ryeowook dan dipandang oleh Kiseop.

“Apa aku harus turun dan bilang maaf pada mereka. Aku tidak akan sanggup hidup begini”

Majalah Asian Hits terbuka dan disana tertera alamat apartemennya. Itu sebabnya para netizen seolah mengepungnya. Meski mereka sendiri belum tahu siapa yeoja itu.

Seoyeon sudah memutuskan apa yang harus dia lakukan dan dia tidak akan diam saja. Dia mengerti perasaan para ELF dan Kiss Me Korea yang saat ini sedang mencari dirinya. Dia turun untuk menghadapi puluahn fans dibawah.

“Annyeonghaseyo~”

Suara lantang Kim Seoyeon membuat kerumunan itu diam.

“Mianhae sebelumnya. Aku tidak ingin kalian berisik dan mengganggu ketenangan penghuni disini. Bisakah kita menyelesaikan masalah ini secepatnya?”

“Siapa kau?” seru salah satu dari gerombolan itu.

“Kim Seoyeon imnida” Seoyeon tersenyum ramah.

“Lalu apa urusan mu dengan kami?”

“Aku minta maaf soal foto yang terpampang di Asian Hits. Itu aku dan oppa-oppa ku. Ryeowook hanya oppa ku saja tidak lebih dari itu” Seoyeon membungkukkan tubuhnya.

Ryeowook dan Kiseop berpapasan didepan apartemen itu. Mereka melihat tindakan Seoyeon yang dinilai sangat berani karena mengakui bahwa yeoja di foto itu adalah dia. Mereka diam.

“Aku benar-benar minta maaf atas kejadian itu. Semua yang kalian lihat tidak seperti yang kalian bayangkan. Aku ini hanya…”

*pluk! Pluk! Pluk!*

Telur-telur busuk, tepung terigu dan air kotor langsung menghujani Seoyeon. Ia tidak melawan, ia hanya diam. Seoyeon tahu kalau itu bukan salah mereka. Mereka hanya mencintai idola mereka, sama sepertinya. Beberapa dari fans itu mendorongnya ke tengah lalu beramai-ramai mengguyurnya dengan lumpur.

Ryeowook dan Kiseop terkejut. Mereka langsung menyeruak dikerumunan tersebut.

“HENTIKAN!” Ryeowook berteriak cukup keras sehingga membuat fans-fans itu terkejut. Kiseop langsung membuka jaketnya dan memakaikannya ke Seoyeon.

“Apa yang kalian lakukan?!” Kiseop membantu Seoyeon berdiri.

Semuanya diam. Seoyeon bahkan tidak menangis sama sekali. Dia hanya tampak lelah.

“Memangnya siapa yeoja itu sampai kalian mau berbuat begini padanya?” teriak salah satu dari fans itu yang langsung disetujui oleh yang lainnya.

“Kenapa Ryeowook oppa memeluknya?! Kenapa?!” salah satu dari kerumunan yeoja itu tampak tidak menerima semuanya. Semua terdiam menanti jawaban Ryeowook.

“Karena dia… gadis spesial untuk ku” Ryeowook menatap Seoyeon yang kotor dan dalam pelukan Kiseop. Tentu saja kerumunan itu tidak percaya begitu saja.

“Kalian perlu bukti?! Biar ku buktikan!” Ryeowook sudah kehabisan akal untuk melindungi Seoyeon. Kiseop mundur. Ryeowook merobek kaosnya lalu mengelap wajah Seoyeon yang kotor dan menciumnya lagi. Sama seperti saat pertama kali ia mencium yeoja itu. Terasa basah karena ada air mata disana. Kiseop memalingkan wajahnya.

Member Super Junior dan U-Kiss melihat semua ini. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau Ryeowook akan melakukan hal seperti ini didepan fans yang mengamuk. Namun rupanya hal ini cukup ampuh, buktinya saja kerumunan bubar.

Seoyeon tidak bisa menolak bukan karena ia ingin, ia kehabisan tenaganya. Ia sudah lelah dengan semua ini. Dia sama sekali tidak ingin membela dirinya lagi. Percuma, dia akan tetap salah dimata semuanya.

Eunhyuk langsung mendorong Ryeowook dengan kasar. Yesung memegang bahu Ryeowook agar dia tidak jatuh ketanah yang berlumuran lumpur kotor. Sungmin memegangi Seoyeon agar tidak jatuh karena sentakan itu.

“Kim Ryeowook kau sudah gila!! Bisa-bisanya kau melakukan hal ini didepan para fans yang sedang mengamuk!! Terlebih lagi kau sudah memiliki seorang tunangan!”

Eunhyuk sudah kehilangan kesabarannya. Seoyeon terkejut. Ia seolah kembali menemukan kekuatannya. Ia langsung mendekati Ryeowook.

“Apa maksudnya semua ini oppa?! Beritahu aku!! Kau mempermainkan aku?! Padahal kau tahu perasaan ku!! Kau jahat! Kau tidak pernah peduli dan mengerti perasaan ku!”

Ryeowookn diam menatap yeoja didepannya. Ini pertama kali baginya melihat Seoyeon tampak begitu terluka. Sungmin tahu kalau Seoyeon akan marah pada semua member Super Junior. Ia melepasnya karena Seoyeon menghentakkan tangan Sungmin. Kiseop langsung memegang bahu Seoyeon, berusaha mengontrolnya.

“Biarkan aku bicara oppa, ku mohon” Seoyeon menatap Kiseop. Namja itu mengangguk lalu mengenggam tangan Seoyeon, berharap ia bisa memberi kekuatan bagi yeoja itu.

“Aku yakin, kalian semua tahu kalau Wookie oppa sudah memiliki tunangan. Kalian tahu perasaan ku, tapi kalian membiarkan ku. Ryeowook oppa, kenapa kau terus mencium ku seolah aku ini berarti bagi mu! Aku sadar sepenuhnya kalau aku bukan siapa-siapa untuk mu! Berhenti buat aku berharap. Sekeras apa pun aku berusaha untuk berusaha disisi mu dan mengalihkan perhatian mu, kau takkan pernah bisa mencintai ku. Karena kau sudah memiliki seorang tunangan. Dan kau menyembunyikannya dari aku!!! Jadi kalian senang melihat aku hancur seperti ini?! Kalian puas?!”

“Aniya~… bukan seperti itu. Maafkan kami” Kyuhyun tampak merasa bersalah.

“Ya, kami menyayangi mu. Tidak mungkin kami sekejam itu pada mu, Seoyeon” Leeteuk berusaha menyakinkan.

“Omong kosong!! Aku malah merasa berterima kasih pada Asian Hits dengan kasus itu! Kalau tidak, aku tidak akan pernah mendapatkan kepastian dari Ryeowook oppa dan kalian akan terus membohongi ku. Aku benar-benar lelah dan merasa menderita. Kalian tidak pernah peduli akan hal itu. Tidak sedikit pun”

“Justru karena kami peduli pada mu, kami tidak ingin menyakiti mu setelah tahu perasaan mu yang sebenarnya pada Ryeowook” Siwon mencoba meyakinkan Seoyeon.

“Kalian salah! Kalian salah! Kalian malah membuat ku menderita. Ryeowook oppa, anggap saja aku ini fans mu dan kita tidak pernah saling mengenal satu sama lain”

Seoyeon sangat hancur hanya Kiseop yang saat ini bisa dijadikan sandaran olehnya. Semua member U-Kiss membantu Seoyeon dan Kiseop masuk ke apartemen Seoyeon.

Ryeowook langsung berlari tanpa sempat dicegah siapa pun, ia menarik Seoyeon kedalam pelukkannya. “Kim Seoyeon jangan tinggalkan aku seperti ini”.

Seoyeon berusaha melepaskannya. “Oppa! Lepaskan aku!”

Ryeowook memeluknya makin erat. “Mianhae~ aku tidak tahu kalau semua ini akan menyakitimu. Sangat membuat mu menderita. Aku memang memiliki tunangan dan aku mencintainya. Namun kau juga seseorang yang berharga buat ku. Jangan marah pada ku”.

Kiseop melepaskan pelukkan Ryeowook, “Hyung, lepaskan Seoyeon. Dia sudah tidak ingin bersama mu lagi. Jadi tinggalkan dia. Biarkan dia bahagia dengan kehidupannya sendiri”.

Yesung dan Donghae menahan Ryeowook agar tidak bertindak lebih jauh. Sedangkan meber U-Kiss membawa Seoyeon masuk. Terpaksa member Super Junior membius Ryeowook untuk membawanya kembali keasrama.

***

Keesokkan harinya…

“Kau yakin akan pulang hari ini?” Eli bersama member U-Kiss yang lain mengantar Seoyeon ke bandara. Yeoja itu memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Ia ingin kehidupan yang tenang. Kehidupan yang terbebas dari perasaannya yang tersakiti.

“Ne oppa. Jangan lupakan aku dan hubungi aku terus ya” Seoyeon menatap mereka satu per satu. Tatapannya terhenti karena disana kurang satu orang, Lee Kiseop.

“Dimana Kiseop oppa?”

“Entahlah. Dia tidak ada sejak tadi pagi” Xander mengangkat bahu.

Seoyeon berubah sedih. Ia akan meninggalkan Korea yang berarti dia akan meninggalkan member U-Kiss yang sudah menjadi sahabatnya selama di Korea. Ia juga akan meninggalkan member Super Junior yang sudah menjadi kakak-kakaknya. Tidak seorang pun dari member Super Junior yang mengetahui kepergiannya ini.

Asrama Super Junior.

“Dia akan pulang ke Indonesia!” Kiseop membawa kabar yang membuat member Super Junior tercengang. Karena Seoyeon sama sekali tidak bicara apa pun pada mereka sejak hari itu. Ryeowook menatapnya tidak percaya, “Kau bercanda?”.

“Aku tidak bercanda hyung. Ia tidak akan kembali lagi ke Korea” Kiseop memberikan sebuah diary milik Seoyeon yang sengaja dititipkan padanya.

“Dia menitipkan ini pada ku. Aku tidak tahu apa isinya”

Ryeowook menerimanya lalu meletakkannya diatas meja. Ia ingat ini hari apa, hari ulang tahun Seoyeon. Hari yang nyaris terlupakan olehnya. Ia menyesal karena kemarin ia telah memberikan kado yang menyakitkan.

Mereka semua bergegas ke bandara.

***

Seoyeon akan segera pergi menuju pesawat. Karena jam penerbangannya sudah tiba. Kiseop dan member Super Junior tiba.

“Pergilah hyung, berikan sesuatu untuknya meski hanya dengan kehadiran mu” Kiseop tersenyum. Hatinya sakit, namun ia tetap memilih kebahagiaan untuk Seoyeon. Ryeowook berlari mengejar Seoyeon.

“Kim Seoyeon!”

Suara khas Ryeowook menyapa telinganya. Seoyeon merasa kalau dirinya sedang berhalusinasi karena merindukan namja itu. Ia tetap melangkah sampai Ryeowook meraih tangannya dan membuatnya menoleh.

“Seoyeon mianhae~… aku telah memberikan kado yang menyakitkan menjelang malam ulang tahun mu. Ini! Aku sudah menyiapkan ini tiga hari sebelumnya. Aku ingin memberikannya hari ini”

Ryeowook memasangkan cincin itu kejari manis Seoyeon. Yeoja itu lagi-lagi menangis. Ia sudah berusaha melupakannya namun tidak bisa. Ryeowook memeluknya sebentar.

Sementara itu…

“Kau tidak akan memberikan hadiah mu?” Eli menatap Kiseop.

“Aniya. Hadiah yang berarti hanya ada satu” Kiseop tersenyum samar.

“Kau benar-benar mencintainya. Dan kau sangat baik” Yesung menjabat tangan Kiseop disusul oleh member yang lainnya.

“Gomawo” Kiseop tersenyum sambil memandang pahit kearah Seoyeon dan Ryeowook yang masih berpelukan disana. Atau terlihat seperti berpelukan. Ryeowook memasangkan sebuah kalung dileher Seoyeon.

“Ini dari Kiseop. Dia yang memberitahu ku atas kepergian mu. Meski berat mengakuinya, tapi ku rasa dia sangat menyayangi dan mencintai mu” Ryeowook mengacak rambut panjang Seoyeon. Seoyeon menatap kalung itu lalu menatap Ryeowook kemudian kearah Kiseop yang sedang bersalaman dengan para member Super Junior.

“Oppa, berikan surat ini padanya. Dan oppa, kau harus ingat satu hal. Aku akan tetap mencintai mu. Kau orang yang sangat berharga dihati ku. tidak peduli siapa diri mu. Meski kau melupakan ku, namun perasaan ku tetap sama. Selamat tinggal”

Seoyeon melepaskan genggaman Ryeowook yang menatapnya dengan hampa. Ryeowook tidak pernah menyangka kalau kepergian Seoyeon akan sangat menyakitkan baginya. Dadanya lagi-lagi berdenyut nyeri. Perasaan yang sudah dia tahan sampai akhir. Kenyataan bahwa dia sebenarnya juga sangat mencintai Kim Seoyeon. Kenyataan yang tidak akan pernah berani ia ungkapkan. Ryeowook kembali dan memberikan surat Seoyeon pada Kiseop. Namja itu membacanya lalu meneteskan air mata. Ia tahu sejak awal kalau dia sudah tidak bisa memenangkan hati seorang Kim Seoyeon.

Dear Kiseopie oppa~

Oppa… terimakasih karena telah mendukung ku dan terus berada disisi ku.

Oppa… terimakasih telah menjadi penopang kekuatan ku.

Aku juga minta maaf pada mu atas semua sikap ku yang selalu merepotkan hari mu.

Maafkan aku yang selalu menutup mata dan hati ku dari perasaan mu.

Bukannya aku tidak menyukai mu dan tidak mencintai mu, malah sebaliknya, aku sangat menyukai mu dan menyayangi mu namun tidak bisa mencintai mu.

Andaikan kau-lah yang ku kenal pertama kali, mungkin aku bisa mencintai mu sama seperti aku mencintai Ryeowook oppa. Bahkan mungkin lebih dari itu karena kau benar-benar selalu ada disetiap waktu ku.

Oppa, mianhae~

-Kim Seoyeon-

—END—

One comment

  1. maria asti · April 4, 2013

    Hmmmmmmmm,
    Bagus jalan ceritanya,🙂
    walaupun endingnya gimna gitu,😛

    Ditunggu karya” lainnya,🙂

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s