My Butterfly Girl – [One Shoot]

Cast     : Yoona SNSD, Taechyeon 2PM dan Siwon Super Junior

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi

———-

Sudah satu minggu Yoona tinggal bersama para talent SM Ent. Taechyeon tidak membiarkannya sendirian pergi keluar mengingat kondisi tubuhnya yang lemah dan sekarang Yoona sudah kembali sehat.

“Aku akan keluar dari asrama kalian. Gomawo” dia membungkukkan badannya.

“Baiklah, lagipula kau tampak cukup sehat” Leeteuk tersenyum. Disampingnya berdiri Kyuhyun dan Donghae yang sedang berbagi makanan.

Yoona melirik Siwon sebentar. Sedangkan Siwon sendiri sibuk membantu Eunhyuk beres-beres bersama Key. Taechyeon tampak mengkhawatirkannya.

“Kau yakin kalau kau sudah pulih?”

“Tentu saja” jawab Yoona.

Rupanya Siwon sadar kalau ada orang yang memperhatikannya sejak tadi, dia menoleh kearah Yoona lalu tersenyum. Yoona sedikit terkejut namun langsung membalas senyumnya.

Rupanya Taechyeon melihat hal ini, dia menunduk.

“Noona, sebenarnya aku agak penasaran” Key menatap Yoona dengan penuh selidik.

“Mwo?”

“Kenapa noona bisa memar dan pingsan setelah turun dari mobil waktu itu?” Key bertanya dengan polosnya.

Belum sempat Yoona menjawab, Yunho langsung masuk ruangan tersebut dan menarik Yoona keluar. Semua terkejut dengan tindakan leader yang satu ini. Jaejoong dan Ryeowook hanya diam tidak peduli dan melanjutkan main PSP-nya.

“Hyung?” Siwon menatap Yunho dengan bingung.

“Kalian kenapa membawa wanita ini! Dia ini…” Yunho belum sempat melanjutkan kata-katanya namun Jaejoong langsung membekap mulutnya.

“Sstt… Lebih baik OnTaeMinJongKey kembali kekamar untuk belajar, karna ada yang mau hyung-hyung bicarakan” Jaejoong tersenyum kearah para dongsaeng.

“Taappii…” Onew hendak menolak namun Eunhyuk dan Shindong keburu mendorong mereka dengan pelan untuk masuk kamar.

“Kenapa mereka tidak boleh tahu?” Yunho menatap Jaejoong sedikit bingung.

“Mereka belum cukup umur” jawab Jaejoong singkat.

Yang lainnya hanya bisa melongo mengingat usia mereka berlima kan udah 17 tahun sampai 17 tahun keatas.

“Hyung mau bilang apa?” Siwon menatap Yunho.

“Ah~ wanita ini adalah wanita malam” Yunho kembali focus.

“Mwo?” Ryeowook dan Kyuhyun refleks tercengang.

“Darimana hyung tahu?” Changmin menatap dengan heran.

“Aku menemui teman ku disebuah bar dan dibar itu terpampang dia dengan label tarifnya permalam” Yunho menjelaskan dengan singkat, padat dan jelas.

“Tapi itu bukan keinginan ku” Yoona benar-benar terkejut akan hal ini.

“Ne~ hyung! Bisa saja dia dipaksa, kan?” Taechyeon tampak membelanya.

“Aku tidak ingin dia disini!” Yunho mulai mengeluarkan aura leadernya.

“Tapi, bagaimana dengan hyung?” Taechyeon meminta dukungan Leeteuk.

“Mianhe~ tapi aku sependapat dengan Yunho”

Akhirnya telah diputuskan pada hari itu kalau Yoona harus keluar dari asrama mereka.

***

Sudah beberapa hari ini Taechyeon selalu pulang malam bahkan pagi dan semua itu tanpa kabar. Maka, Leeteuk dan Yunho selaku leader senior memutuskan untuk mencari tahu.

“Taechyeon, kemana saja kau sampai larut malam begini? Bukankah semua pekerjaan mu selama satu bulan ini hanya sampai sore saja?” Leeteuk bertanya dengan baik-baik. Leeteuk tidak ingin Yunho yang temperamennya tinggi memulai pembicaraan dengan penuh tuduhan.

“Ehm.. hyung, aku sedang membantu teman ku” Taechyeon tampak kebingungan.

“Ada yang kau sembunyikan?” Yunho menatap dengan penuh curiga.

“Tidak ada hyung” Taechyeon berusaha meyakinkan.

Heechul masuk sambil membawa beberapa lembar kertas yang berisi jadwal kegiatan Taechyeon dan 2PM.

“Ini sudah ku dapatkan apa yang kau minta, Yunho” Heechul memberikannya pada Yunho.

“Hyung?” Taechyeon kali ini tampak panik.

“Aku akan mengurung mu selama satu minggu ini dikamar!” Yunho langsung menyuruh agar Shindong dan Siwon membawa Taechyeon kekamar yang terpisah.

“Hyungie~”

*brak!*

Pintu ditutup dan dikunci dari luar. “Siwon!” teriak Taechyeon. Rupanya Siwon tidak tega untuk mengurung namja satu itu.

“Ne?”

“Aku menemui gadis itu. Dia dalam bahaya. Jaga dia selama satu minggu ini untuk ku”

“Kenapa aku?”

“Karna aku tahu hanya kau yang sedikit peduli dengannya”

“Apa kau menyukainya?”

“Aku tidak tahu. Siwon, jaga dia untuk ku”

“Baiklah”

“Gomawo”

Siwon meninggalkan tempat itu. Taechyeon menyalakan lampu kamar itu. Dia duduk dikasurnya. Taechyeon menyalakan AC kamar itu lalu ia tidur sambil memikirkan gadis itu, Yoona.

***

Yoona terkejut karna kedatangan Siwon di apartemennya.

“Kenapa kau yang datang?” Yoona menatap Siwon dengan penuh kekaguman.

“Apa yang kau lakukan kepada Taechyeon?” Siwon malah balik bertanya.

Yoona mempersilahkannya duduk. “Tidak ada. Kami hanya teman. Dia selalu menemani ku dan membantu ku dari kejaran pria-pria diluar sana” Yoona meletakkan dua cangkir kopi diatas meja.

“Kau merasa terlindungi?” Siwon menatapnya dingin.

“Sejujurnya iya. Tapi aku tidak ingin dia kerepotan” Yoona menatap namja didepannya dengan penuh perhatian. Bagaimana pun juga Siwon-lah yang disukainya sejak awal dia terdampar diasrama para namja tampan itu.

“Kau membuatnya menderita. Hyung kami mengurungnya selama satu minggu setelah tau dia selalu pulang larut malam karna menemui mu”

“Aku tidak pernah meminta. Tapi dia yang selalu hadir disamping ku. Hanya dia yang mempedulikan keadaan ku dan menerima ku” Yoona mulai berkaca-kaca.

“Kau tidak pikirkan dia, Yoona. Kau hanya memikirkan keamanan mu bukan perasaannya” Siwon masih menatapnya dingin.

“Kau mau tahu alasan dia melindungi ku?” Yoona kali ini menahan tangisnya.

“Ne~” jawab Siwon singkat.

“Aku mengandung seorang bayi” Yoona menatap namja didepannya dengan sendu. Ia hanya ingin merahasiakan smeua ini dari Siwon. Tapi apa yang terjadi? Dia tidak ingin terjadi kesalahpahaman.

“AAH!! Apa dia anak Taechyeon?” Siwon tersentak.

“Tentu saja bukan. Aku bahkan tidak tahu ayahnya siapa. Taechyeon tidak pernah lebih dari sekedar memelukku. Hanya itu.”

“Kau telah membuatnya merasa bertanggung jawab!” Siwon berdiri. Tampak sekali kalau saat ini Siwon marah. Yoona benar-benar ingin kalau Siwon yang peduli padanya, bukan Taechyeon.

“Oppa~” Yoona memeluk Siwon dari belakang.

“Lepaskan aku!” Siwon menatap Yoona penuh dengan kebencian. Yoona hanya bisa menangis.

***

Siwon mengunjungi kamar pengasingan Taechyeon.

“Babo! Apa yang kau lakukan?” Siwon langsung menghakimi Taechyeon.

“Dia tidak bersalah” Taechyeon tampak putus asa.

“Kalau hyung bisa tahu. Kau bisa dihukum untuk seumur hidup mu!”

“Rahasiakan ini”

“Ahh~ Kau… ah sudahlah! Tak ada gunanya aku menasehati mu. Tapi dia bukan anak mu!”

“Tapi aku mencintai ibunya!”

“Taechyeon! Kau buta karna wanita itu”

“Jangan bicara seolah dia bukan wanita baik-baik”

“Nyatanya begitu!”

*buk!*

Satu pukulan mendarat diwajah Siwon. Taechyeon terengah dan masih mengepalkan tangannya. Siwon terkejut, dia menatap temannya dengan tidak percaya. Namun Taechyeon langsung memegang ke dua bahu Siwon dan tertunduk.

“Mian… Mianhe. Tolong jangan beritahu hyung. Kau mohon jaga mereka untuk ku”

“Taechyeon, kau serius dengannya?”

“Ne~”

“Baiklah. Semua ini demi persahabatan, persaudaraan kita. Aku akan melakukannya untuk mu”

Hari itu Siwon pun berjanji pada Taechyeon untuk menjaga Yoona dan anak yang dikandungnya.

***

Sudah satu bulan ini Siwon rutin berkunjung ke apartemen Yoona. Dan kini kehamilannya sudah kelihatan dari tubuhnya. Sementara itu Taechyeon masih dalam pengawasan sehingga dia tidak bisa menemui Yoona.

“Jangan terlalu lelah” Siwon membereskan bekas makan siang itu.

“Kau baik sekali” Yoona tersenyum manis.

“Karna aku memang orang baik” jawab Siwon singkat sambil tersenyum.

Yoona tertawa pelan, “Aku bahagia karna orang yang ku cintai berada disisi ku”.

“Mwo?” Siwon merasa kalau pendengarannya salah tangkap.

Yoona yang kelepasan bicara langsung meralatnya, “Ya, anak ku. aku bahagia dia ada disisi ku”

Siwon mengangguk setuju, “Kau benar”

Yoona mengambilkan lap tangan untuk membersihkan tangan Siwon yang basah.

“Kau lelah?”

“Tentu saja. Biarkan aku berbaring sebentar” Siwon merebahkan tubuhnya disofa dan tanpa sadar ia langsung tertidur. Yoona masih sibuk memeriksa persediaan makanannya untuk beberapa hari kedepan.

“Oppa~ aku rasa aku harus keluar untuk membeli telur”

Yoona menghampiri Siwon. Rupanya dia tertidur lelap. Yoona duduk didekat sofa itu dan menatap wajah Siwon dengan penuh cinta.

“Oppa~ saranghaeyo”

Yoona pun mencium bibir Siwon yang tertidur. Dan Siwon sebenarnya tersadar namun dia cukup terkejut sehingga dia tidak membuka matanya.

***

“Hyung, kapan hukuman ku selesai?”

Taechyeon menanyakan hal ini pada Leeteuk dan Yunho.

“Ku rasa kau sudah bebas mulai besok” jawab Leeteuk sambil tersenyum ramah. Yunho hendak membantahnya namun Jaejoong datang dan langsung meliriknya dengan penuh permohonan. Bagaimana pun juga semuanya mengharapkan kebebasan Taechyeon. Kan kasihan kalau dia terus-terusan dihukum.

“AH! Gomawo hyung” Taechyeon tersenyum bahagia. Dia memeluk Leeteuk dan Yunho bergantian. Rupanya yang lain menguping pembicaraan itu dan begitu mendengar kabar bahagia tersebut mereka langsung bersorak dan memeluk Taechyeon.

“Gomawo~” Taechyeon ikut bahagia atas keadaan ini.

***

“Aku akan menikahi mu” Taechyeon menyatakannya dengan penuh keyegasan dan keberanian. Yoona terkejut mendengarnya. “Oppa? Tapi …” dia benar-benar tidak bisa menikah dengan orang yang hanya dia anggap sebagai seorang kakak saja.

*BRAK!*

Pintu terjeblak terbuka. Tampak Yunho yang sedang mencengkeram kerah baju Siwon. Dibelakangnya ada Leeteuk, Eunhyuk, Onew, Shindong, Kyuhyun, Jaejoong, Donghae dan Ryeowook.

“Hyung?! Choi Siwon?!” Taechyeon terkejut.

“Oppa!” Yoona ikutan terkejut.

“Hebat sekali kalian menyembunyikan hal ini dari kami! Bahkan Siwon bersedia membantu kalian!” Yunho membentak Taechyeon dan Yoona. Siwon terhempas dilantai.

“Aku ingin kau kembali ke asrama. Sekarang!” perintah Leeteuk.

“Tapi hyung, aku serius dengannya” Taechyeon kini memohon.

“Tidak bisa! Siwon, kau akan ku maafkan kalau kau membawa Taechyeon pulang bersama yang lain” Yunho menatap penuh ancaman.

“Ne hyung” Siwon berdiri.

Mereka langsung memaksa Taechyeon pulang. Sedangkan Leeteuk, Yunho dan Jaejoong masih ditempat. Leeteuk maju beberapa langkah dia tersenyum sebentar.

“Aku mengerti keadaan mu, tapi jangan hancurkan masa depan Taechyeon”

Yunho menatap Yoona dengan jijik. “Jangan pernah dekati Taechyeon ataupun Siwon lagi. Mereka berada dibawah pengawasan kami, kau tidak bisa memanfaatkan mereka lebih dari ini”

Leeteuk dan Yunho keluar. Jaejoong tersenyum kearah Yoona, “Bersabarlah. Maafkan mereka. Mereka terlalu menyayangi adik-adiknya. Mereka leader yang baikkan?”.

Usai berkata seperti itu Jaejoong pergi. Yoona duduk dilantai, dia menangis.

***

“Kau harus memilih! Kami atau wanita itu?!” bentak Yunho pada Taechyeon.

Seisi penghuni asrama melihat kejadian ini. Mereka berkumpul lengkap diruangan itu. Nickhun bersama member 2PM yang lainnya hanya diam. Bagaimana pun juga Leeteuk dan Yunho adalah seorang leader senior yang harus mereka hormati.

“Hyung?” Onew menatap Yunho untuk meluluhkan kekerasan hatinya.

“Tidak bisa! Dia harus belajar memprioritaskan apa yang baik untuk dirinya” Yunho tetap masih bersikeras. Yoochun, Junsu dan Eunhyuk sedang sibuk menenangkan Taemin yang tampak ingin menangis.

“Hyung… aku….” Hati dan fikirannya berperang dalam dirinya. Taechyeon kaku, tidak bisa mengambil keputusan. Bagaimana pun juga semua orang diasrama ini sudah dia anggap sebagai keluarganya sendiri.

“Aku tidak meminta kebimbangan mu!” bentak Yunho. Jaejoong langsung maju dan meletakkan tangannya dibahu Yunho, “Kau bisa tenang sedikit gak sih?”.

♫Mae il bam hot summer party, hey neowana gati Uriui kkeuteopneun passion ja moduda action♫

HP Taechyeon berdering, Chansung mengambilnya dari atas meja dan memberikannya pada yang punya.

“Annyeonghaseyo… Yoona? Ah! … bertahanlah, aku akan kesana”

Usai bicara ditelepon, Taechyeon langsung mengambil jaketnya.

“Sekali kau keluar dari asrama ini demi wanita itu, kau takkan bisa kembali lagi” Yoochun berkata pelan untuk mewakili Yunho.

Chansung dan Eunhyuk menahan Taechyeon, “Kalau begitu jangan pergi”.

“Tidak bisa. Aku harus pergi. Mianhe hyung” Taechyeon meninggalkan mereka. Mereka sama sekali tidak menyadari kalau Siwon sudah tidak ada disana sejak tadi.

***

Siwon menggendong Yoona yang mengalami pendarahan.

“Oppa~”

“Tenanglah. Kau akan baik-baik saja”

Siwon memasukkannya kedalam taksi yang akan membawa mereka kerumah sakit terdekat.

Sementara itu  Taechyeon memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak tahu kalau Siwon sudah tiba lebih dulu daripada dia.

Rumah sakit…

“Dia baik-baik saja. Tapi bayinya tidak terselamatkan”

“Dia akan sedih jika mengetahuinya. Apa aku boleh masuk?”

“Silahkan”

Dokter meninggalkan Siwon dan Yoona. Dia tampak berbaring lemah dikasur. “Aku tahu, aku kehilangan bayi ku” ucap Yoona pelan saat melihat kehadiran Siwon.

“Kau bisa memilikinya lagi. Asalkan kau hidup dengan sehat” Siwon tersenyum menenangkan.

Yoona duduk dan Siwon membantunya. Yoona menatap namja yang ia cintai kini tengah berada didepannya dan memberinya semangat.

“Oppa~ peluk aku” pinta Yoona.

Siwon pun memeluknya. Rupanya tak sampai situ, Yoona mencium bibir Siwon. Dan Taechyeon rupanya saat itu berada didepan pintu. Ia melihat semuanya. Dia terpukul namun hanya bisa diam.

***

Taechyeon berusaha melupakkan apa yang dia lihat. Namun  rupanya ia tidak bisa. Satu minggu berlalu sejak kejadian itu.

“Kau mencintainya juga kan?” tanya Taechyeon tiba-tiba. Dia dan Siwon kini berada disebuah café yang dekat dari rumah sakit.

“Dia? Siapa maksud mu?” Siwon sibuk mengaduk kopinya.

“Yoona”

“Tidak. Kenapa kau berfikiran begitu? Bukankah dia milik mu?” Siwon masih menjawab dengan cuek. Taechyeon menatap Siwon dengan kesal.

“Kau fikir aku tidak melihatnya saat kalian bermesraan dikamar rumah sakit”

Siwon langsung member perhatian pada Taechyeon. Dia tersenyum sekilas.

“Bukan aku yang menyukainya. Tapi dia yang menyukai ku”

“Kau tidak menolaknya”

“Dia sedang tertekan. Aku tidak berani membuatnya bertambah sedih”

Siwon menjelaskan alasannya. Rupanya Taechyeon pun mulai luluh dan percaya. Ia memutuskan tidak akan mempermasalahkan hal ini lagi.

“Jika kau serius menyukainya, buatlah dia suka pada mu. Kau tidak ingin pengorbaan mu meninggalkan kami sia-sia kan?” usai berkata seperti itu Siwon langsung pergi.

Dia pergi ketempat dimana Yoona memintanya datang. Dan tentu saja, Taechyeon tidak mengetahui semua ini.

***

Taman…

“Akhirnya oppa datang juga” Yoona hendak memeluk Siwon namun Siwon segera mencegahnya.

“Hentikan! Kau harus tahu kalau Taechyeon mencintai mu”.

Siwon duduk dikursi taman itu.

“Tapi aku menyukai mu. Aku tahu kau juga menyukai ku” Yoona meminta penjelasan pada Siwon.

“Sayangnya tidak begitu”

“Oppa?”

“Aku ingin kau membuka hati mu untuk Taechyeon, bukan untukku”

Siwon mengambil ponselnya lalu menghubungi Taechyeon dan memintanya untuk segera datang ketaman itu. Ketiganya sudah saling behadapan ditaman.

“Aku ingin kau dan Taechyeon tahu kalau aku sama sekali tidak pernah menyukai mu, Yoona”

“Tapi kau tidak menolak ciuman itu!”

“Aku hanya ingin memberikan mu kebahagiaan. Hanya itu”

Taechyeon masih diam.

“Mianhe~ Aku sudah memiliki gadis yang ku suka” Siwon melanjutkan kata-katanya.

“Oppa! Aku tidak mencintai Taechyeon oppa” Yoona terus meyakinkan Siwon.

“Kau anggap aku ini siapa mu?” Taechyeon menatap dengan tidak percaya.

“Kakak ku. Hanya itu” jawab Yoona singkat sambil tertunduk.

Siwon menepuk bahu Taechyeon, “Kau sudah dengarkan? Kau bisa kembali tinggal bersama kami”.

“Apa semua ini karna hyung?” Taechyeon menatap Siwon dengan tidak percaya.

“Bukan. Aku hanya ingin menunjukkan pada mu kalau semua pengorbanan mu sia-sia” Siwon beranjak pergi. Taechyeon diam sebentar, dia menatap Yoona yang menangis tanpa suara.

“Aku tidak bisa meninggalkan Yoona sendirian” jawab Taechyeon singkat.

“Baiklah selamat tinggal Taechyeon. Hyung tidak akam memaafkan mu dan memberikan mu kesempatan ketiga” Siwon tersenyum kecil karna bangga akan sikap Taechyeon namun ia menyembunyikan kesalutannya itu. Siwon juga memiliki gadis yang dicintainya. Yang dia tinggalkan karna ketidak beraniannya dalam mengambil keputusan, Tiffany.

“Aku akan merawatnya”

“Berjuanglah”

Akhirnya Taechyeon tidak pernah lagi kembali keasrama. Tak ada yang bisa memaafkannya karna menikahi seorang mantan wanita malam.

–END–

4 comments

  1. 13elieve · May 29, 2011

    waw so sweeett.. aq kira bakalan ma siwon…😀

  2. MJ · March 2, 2013

    Wah……..Siwon ama Fany…
    Taec ama Yoon…..
    Kayaknya perlu sequel deh….

  3. arahajeng · December 28, 2013

    Ohh ini YoonTaec ya….
    Kirain ff nya Yoonwon..

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s