Without You – Part 1

Tittle    : Without You

Cast     : Kiseop U-Kiss

Ryeowook Super Junior

Kim Seoyeon

Genre  : Romantic – Sad

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi

Song    : As Long As You Love Me and Without You by U-Kiss

“Aku yakin! Suatu saat nanti aku bisa bersama namja itu!”

Seorang yeoja tampak yakin sambil menatap poster idola didepannya, Ryeowook Super Junior yang terpampang besar didinding kamarnya.

Hari ini adalah hari pertama Seoyeon menjejakkan kakinya di Seoul, ibukota Korea. Kim Seoyeon adalah seorang yeoja asli Indonesia. Ia yeoja yang ditunjuk assosiasi fans Internasional untuk mewakili Indonesia berhubungan dengan para idola diKorea, hal yang dapat membuat dirinya bisa sampai di negeri gingseng ini.

Jadwal pertamanya hari ini adalah pergi kekantor pusat SM Entertainment. Ia diminta mengkonfirmasikan kebenaran soal Super Junior yang akan berkunjung keIndonesia. Ia sedikit minder berdiri didepan bangunan megah itu.

“Omona! Apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar belum mempersiapkan mental ku sama sekali untuk bertemu dengan idola-idola dibawah naungan SM Entertainment”

Seoyeon memegang dadanya. Dapat dirasakan detak jantungnya semakin cepat.

*pluk*

Seseorang menepuk bahunya pelan. Seoyeon terkejut bukan main. Ia menoleh dengan cepat dan mendapati Eunhyuk Super Junior dihadapannya.

“Annyeonghaseyo yeoja” sapa Eunhyuk. Lalu dibelakang namja itu ada Sungmin, Kyuhyun dan Ryeowook. Seoyeon tidak mempercayai apa yang dilihat matanya. Disana ada Kim Ryeowook yang sampai beberapa saat lalu masih menjadi mimpinya dan biasnya. Seoyeon tak hanya mengagumi Ryeowook sebagai seorang idola, tapi lebih dari itu.

“Annyeonghaseyo oppa” balas Seoyeon sopan.

“Kami sudah dengar kalau aka nada orang asing yang datang. Silahkan masuk!” Sungmin mempersilahkan Seoyeon memasuki gedung yang sejak tadi dipandanginya.

Mereka memasuki ruang rapat. Disana sudah ada member Super Junior, DBSK, SHINee dan Girls Generation dengan member lengkap. Seoyeon dapat merasakan kalau jantungnya nyaris copot. Ia menarik nafasnya dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.

“Silahkan duduk” Jessica mempersilahkannya duduk dikursi kosong disampingnya.

“Gomawo” Seoyeon tersenyum gugup.

Matanya langsung mengarah pada Kim Ryeowook. Tatapan sendu dan rindu terpeta jelas disana. Namun tak seorang pun menyadarinya. Karena Seoyeon memang orang asing bagi mereka. Jadi mereka tidak terlalu memperhatikannya.

“Silahkan perkenalkan diri mu pada semua yang ada disini” pinta Leeteuk.

Seoyeon berdiri, ia benar-benar tegang.

“Annyeonghaseyo. Joneun Kim Seoyeon imnida. Indonesiaeseo wasseumnida. Mannaso bangapseumnida” ia membungkukkan badannya 90°.

Semua menyambutnya dengan senyuman.

“Kami dengar kau juga dalam rangka membuat laporan. Benarkah itu?” Heechul angkat bicara tanpa tahu kalau hati Seoyeon saat ini sedang menjerit saking gugupnya.

“Ne~ Asian Hits. Aku membuat laporan perjalanan ku untuk majalah Asian Hits” Seoyeon menjelaskan sedikit detail. Semuanya mengangguk.

Usai dari SM Entertainment dia juga pergi ke JYP Entertainment dan NH Media untuk memperkenalkan dirinya sebagai perwakilan fans Internasional dari Indonesia. Dan mulai hari itulah Seoyeon terlibat dengan para idola papan atas Korea.

***

Tiga hari telah berlalu. Seoyeon juga tidak pernah lupa memberikan laporan perjalanannya di Seoul kepada pihak redaksi Asian Hits. Sudah banyak informasi yang didapatkannya. Dia juga sudah bisa membina hubungan baik dengan para idola Korea. Bahkan dia juga memiliki teman curhat yang baik, Lee Kiseop U-Kiss. Ia sering menceritakan masalahnya di Korea bersama namja itu, termasuk perasaannya pada Ryeowook.

“Kau serius menyukainya?” Kiseop memberikan minuman kaleng pada Seoyeon.

“Aku tidak pernah main-main dengan perasaan ku, oppa”

Yeoja itu memutar-mutar miniman kaleng tersebut.

“Aku percaya itu. Maksud ku apakah kau benar-benar yakin?”

“Ne oppa~ aku yakin sekali!”

Seoyeon tampak putus asa dengan pertanyaan yang sama terus terlontar dari mulut Kiseop.

“Baiklah. Terserah mu sajalah Yeonie”

Kiseop jadi pasrah. Toh berapa kali pun dia menanyakan hal itu, yang terlontar dari mulut Seoyeon tetap sama. Dia yakin dan serius menyukai Ryeowook sebagai seorang kekasih bukannya sebagai idola.

“Mau kemana?”

Seoyeon heran karena Kiseop beranjak dari duduknya.

“Asrama. Kau mau mampir? Kebetulan saat ini hanya ada Dongho dan Eli, yang lain edang mengisi program tv. Mereka berdua sedang libur” Kiseop menawarkan Seoyeon untuk mengunjungi asrama U-Kiss.

“Ok! Aku ikut!” dengan segera Seoyeon menjajari langkah Kiseop.

***

“Aku yakin kalau hyung biasnya!” Kyuhyun berusaha meyakinkan Ryeowook.

“Ah~ jangan bercanda! Seoyeon dan aku hanya pasangan oppa-saeng”

Tiga hari cukup membuat Ryeowook terbiasa dengan ocehan ceria dan sikap aktif Seoyeon yang selalu berkunjung ketempat latihan Super Junior sambil membawakan berbagai macam cemilan yang didiskon langsung dari alfamart milik Siwon. Karena itu mereka menganggap pelajar SMA itu adalah dongsaengnya.

“Tapi ku rasa dia menganggap mu tidak seperti itu” Lee Teuk memasuki ruang ganti usai  menghadiri salah satu program televisi swasta.

“Dia memang menyukai ku sebagai oppa-nya, hyung” Ryeowook merapikan tataan rambutnya dibantu oleh Yesung yang mengolesi sebuah gel rambut.

“Yah terserah mu sajalah” Leeteuk membersihkan wajahnya dari make up.

Sementara itu Ryeowook memikirkan kata-kata member Super Junior yang lain tentang perasaan dongsaengnya padanya. Apakah itu benar atau hanya dugaan saja.

***

“Ayo! Ayo jalan!” Kibum memasuki ruang tengah dan mendapati Dongho, Eli, Kiseop dan Seoyeon sedang menikmati makan malam.

“Kemana hyung?” tanya Kiseop dengan sedikit enggan. Dia sedang sangat ingin bermalas-malas dirumah. Begitu juga dengan Dongho dan Eli yang memilih bermain dengan Choco, anjing milik Dongho.

“Wawancara untuk majalah Asian Hits” Xander yang menjawabnya sambil mengambil makanan dari mangkuk Kiseop.

“Hyungie~!” Kiseop mengambil kembali mangkuknya dari sergapan hyungnya.

“Lalu aku bagaimana?” Seoyeon sama sekali belum ingin pulang keapartemennya. Dia tinggal sendiri disana dan saat ini dia butuh teman untuk berbagi. Ia ingin mencurahkan semua perasaannya yang tidak akan pernah tersampaikan kepada Ryeowook, kakak angkat kesayangannya semenjak ia mengunjungi para idola Korea. Mungkin itu yang orang-orang tahu, tapi Seoyeon memiliki perasaan yang lain, ia sangat ingin oppa-nya tersayang itu menjadi namjachingunya meski kemungkinannnya hanyalah 1% dari 100%. Menyedihkan memang jika mencintai seorang idola yang sudah pasti tidak akan bisa dimiliki.

“Kau bisa ikut kami” usul Soohyun.

“Mwo?? Apa boleh?”

“Eh? Tentu saja dongsaeng~”  Eli memeluk Seoyeon dari belakang.

Lalu siapa sih yang tidak mau dipeluk namja setampan itu? Tentu saja tidak ada. Termasuk Seoyeon yang membiarkan dirinya dipeluk begitu. Karena memang pikirannya sedang tidak ada ditubuhnya melainkan terbang ketempat Ryeowook.

Xander dan Eli membawa Seoyeon ke mobil mereka meski sudah penuh, sebagai gantinya Kibum mengalah ikut mobil yang membawa Kevin, Dongho dan Soohyun.

***

Karena sudah malam, Kiseop memutuskan untuk mengantarkan Seoyeon pulang ke apartemennya. Tepat disaat yang sama Ryeowook datang untuk mengantarkan makanan yang sengaja dibeli untuk dongsaengnya itu. Dan dia sudah menunggu didepan pintu apartemen Seoyeon sejak satu jam yang lalu.

“Oppa?” Seoyeon menatap namja itu dengan bingung.

“Seoyeon, ku pikir kau didalam” Ryeowook membetulkan poni panjangnya sambil tersenyum kearah Seoyeon, tentu saja hal ini membuatnya dua kali lipat lebih tampan dari biasanya. Kiseop menatap Ryeowook dan Seoyeon bergantian. Ia tahu kalau yeoja disampingnya ini sangat mencintai namja tersebut.

“Apa kau perlu ku temani Seoyeon?”

Dia agak khawatir soal perasaan Seoyeon dan menawarkan diri untuk menemaninya. Ryeowook menyadari kehadiran Kiseop.

“Ah! Kiseop U-Kiss?”

“Ne hyung!”

“Senang bertemu dengan mu”

“Gomawo”

Seoyeon menyadari suasana yang mulai tidak enak itu.

“Kiseop oppa, terimakasih sudah mengantar ku pulang”

Kiseop mengerti maksud Seoyeon yang memintanya pulang keasrama. Namja itu mengangguk lalu mencium kening Seoyeon dan pamit pergi kepada Ryeowook. Sekarang tinggal Seoyeon yang dalam kecanggungan menghadapi Ryeowook.

“Oppa, ada perlu apa?”

“Aku mengantarkan makanan ini untuk mu. Yang ini cemilan dari Siwon hyung” namja itu mengeluarkan berbagai bungkusan makanan dari tasnya. Seoyeon mengambilnya dengan susah payah karena yang dibawa Ryeowook sangat banyak.

“Biar ku bantu membawanya masuk”

“Gomawo”

Keduanya memasukkan makanan itu kedalam kulkas. Seoyeon benar-benar gugup dan bingung, sebentar-sebentar ia menatap Ryeowook yang sedang sibuk mengatur tata letak makanan dikulkasnya. Akhirnya pekerjaan mereka selesai dan kini keduanya memutuskan untuk menonton televisi diruang depan.

“Tadi habis darimana?”

“Asrama member U-Kiss” Seoyeon membenamkan dirinya didalam selimut sambil tiduran disofa sementara Ryeowook duduk dilantai.

“Lalu kau diantar Kiseop pulang?”

“Ne oppa. Dia mengantar ku karena sekalian lewat” Seoyeon dapat melihat belakang kepala Ryeowook. Rambut yang tertata rapi. Ingin rasanya dia membelai rambut namja didepannya itu. Namun ia takut jika ia melakukannya akan membuat Ryeowook marah padanya.

“Sekalian lewat? Memang kalian habis darimana?”

“Aku diajak Xander oppa dan Eli oppa untuk menemani mereka wawancara untuk majalah Asian Hits. Pulangnya kebetulan lewat didekat sini, jadi Kiseop oppa mengatar ku. waeyo?”

“Aniya”

“…”

Mereka terdiam beberapa saat. Sebenarnya ada alasan lain yang membuat Ryeowook mengunjungi dongsaengnya itu. Ia kepikiran kata-kata member Super Junior yang lain soal perasaan Seoyeon padanya. Dan ia ingin memastikannya. Suasana yang begitu kaku itu membuat Seoyeon bimbang dan menangis tanpa suara, ia tidak ingin menganggu Ryeowook. Yeoja itu memejamkan matanya, ia berusaha untuk bersikap biasa.

“Seoyeon, sebenarnya ada yang mengganggu pikiran ku dan aku ingin bertanya padamu. Namun sebelumnya aku ingin tahu, apa hubungan mu dengan Kiseop?”

“…”

Tak ada jawaban. Seoyeon bukannya terlelap namun dia sedang menangis dalam diam. Jika ia bicara maka Ryeowook dapat mengetahui kalau dia sedang menangis. Maka ia memutuskan untuk diam sambil memejamkan matanya. Dapat ia rasakan kalau Ryeowook menatapnya. Ya, Ryeowook memang menatap yeoja yang dia pikir sedang tertidur.

“Sudah tidur rupanya. Apa dia mimpi buruk? Ia tidur sambil menangis begini”

Ryeowook menarik selimut itu agar menutupi seluruh tubuh Seoyeon lalu mengelap air mata Seoyeon dengan jarinya. Ia dapat merasakan kalau jarinya menyentuh sesuatu yang halus. Dan malam ini dia menyadari sesuatu bahwa dongsaengnya itu merupakan yeoja yang manis. Tatapannya tertuju pada bibir mungil Seoyeon. Entah atas dasar dorongan apa, Ryeowook menciumnya lembut. Seoyeon terkejut namun ia tidak berani membuka matanya. Lalu Ryeowook beranjak dari duduknya dan mematikan lampu, ia meninggalkan note diatas meja.

***

2 comments

  1. kiseopielovers · April 22, 2011

    so sweet..
    my Kiseop

  2. idolfanfiction · May 22, 2011

    ^^

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s