Without You – Part 2

Tittle    : Without You

Cast     : Kiseop U-Kiss

Ryeowook Super Junior

Kim Seoyeon

Genre  : Romantic – Sad

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi

Song    : As Long As You Love Me and Without You by U-Kiss

Seoyeon bangun tidur dalam keadaan yang kusut akibat semalaman menangis. Ia benar-benar bingung soal perasaan Ryeowook. Ia tidak mengerti kenapa semalam namja tampan itu menciumnya lalu pergi sambil meninggalkan note kalau dia pulang ke asrama. Ryeowook tidak bicara apa pun padanya. Seoyeon semakin menderita atas perasaannya sendiri.

Sementara itu…

Ryeowook masih tidak mengerti akan apa yang dia lakukan semalam di apartemen Seoyeon. Dia mencium bibir yeoja itu saat sedang tertidur. Bukankah itu sama saja dengan mencuri kesempatan disaat seorang yeoja lemah? Dan itu bukanlah perbuatan yang baik. Ryeowook merasa kehilangan kesadarannya malam itu saat memandang wajah Seoyeon. Ia bahkan sama sekali tidak pamit saat pulang.

“Hyung kenapa?” Kyuhyun heran dengan sikap aneh Ryeowook seharian ini. Sudah beberapa kali Ryeowook melakukan kesalahan dalam latihan dan ini sama sekali bukan Ryeowook yang seperti biasanya.

“Aniya”

“Kau kurang sehat?” Sungmin memegang dahi Ryeowook.

“Aku sehat kok!” Ryeowook memilih menjauhi semuanya dulu untuk sementara. Ia tidak ingin dihujani ribuan pertanyaan dari member yang lain, terkecuali Yesung.

“Ada apa Wookie? Kau bisa berbagi cerita dengan ku” Yesung duduk disampingnya.

“Aniya hyung~ aku hanya sedang bingung atas tindakan ku sendiri”

Kali ini Ryeowook menundukkan kepalanya. Yesung menepuk-nepuk bahunya pelan tanpa bertanya apa pun. Dia tahu kalau saengnya ini sedang ingin berfikir sendiri.

“Apa pun yang kau lakukan, aku akan mendukung mu karena aku tahu kau pasti punya alasan yang tepat untuk mu. Jadi tenanglah”

Ryeowook mengangguk lalu memeluk hyungnya itu. Ryeowook adalah saeng kesayangan Donghae terutama Yesung. Jadi tidak heran kalau mereka sampai sedekat ini. Meski mendapatkan dukungan dari hyungnya, Ryeowook tetap bingung akan tindakannya itu.

***

“Mwo?! Dia mencium mu?!”

Kiseop terkejut bukan main saat mendengar curhatan Seoyeon yang tampak kacau diapartemennya. Akhirnya Kiseoplah yang menyiapkan makan siang meski jelas hari sudah sore. Seoyeon belum makan apapun sejak pagi tadi. Ia hanya termenung sambil sesekali menangis. Seoyeon telah dibuat gila oleh perasaannya sendiri.

“Tenanglah, aku tahu dia punya alasan. Mungkin dia menyukai mu juga. Sekarang makanlah” Kiseop menyodorkan sepiring nasi goreng kehadapan Seoyeon.

“Aku tidak mau oppa. Aku sama sekali tidak lapar!”

Seoyeon memalingkan wajahnya. Dia sama sekali tidak ingin makan hari ini. Pikirannya terlalu membebaninya. Hanya ada satu orang dipikirannya saat ini, Ryeowook. Hanya dia.

“Kau bisa sakit!” Kiseop kehabisan kesabaran. Ia tidak bisa melihat  Seoyeon sedih dan hancur seperti itu bahkan sampai tidak ingin makan. Seoyeon yang sedang tidak enak hati tentu saja tidak terima diperlakukan seperti itu. Dia langung berdiri menghadap Kiseop.

“Kiseop oppa! Jangan membentak ku! Kau tidak tahu perasaan ku!Kau bukan aku! Mungkin bagimu semua ini masalah sepele. Tapi tidak untuk ku! Aku sudah terlalu dalam mencintai Ryeowook oppa! Aku sudah tidak bisa kembali lagi! Aku juga tidak ingin terpuruk seperti ini. Tapi ini semua perasaan ku dan ini hak ku! Jadi berhenti bersikap seolah kau mengerti aku! Jangan bertindak seolah kau memahami dan peduli pada ku! Kau hanya kasihan pada ku!”

Perkataan yang tak terkontrol keluar dali mulutnya. Kiseop sangat terkejut, dia tidak pernah menyangka kalau Seoyeon akan bicara seperti itu padanya. Yeoja itu menangis dilantai. Kakinya tidak bisa menopang tubuhnya lagi, ia lelah menangis sejak tadi malam. Kiseop berlutut dihadapan yeoja itu lalu memeluknya.

“Aku bisa saja meninggalkan mu dan meminta mu melupakannya. Nyatanya aku tidak bisa. Aku terlalu peduli pada mu. Mungkin memang benar aku tidak memahami diri mu. Tapi aku serius peduli dan memikirkan perasaan mu. Jadi, jangan bicara seperti itu lagi pada ku”

Kiseop tersenyum menatap Seoyeon yang mengangguk disela-sela tangisannya. Kiseop kembali memeluknya dan membiarkannya menangis sepuasnya.

***

Keesokkan harinya…

Enhyuk dan Donghae meminta Seoyeon mengunjungi asrama Super Junior hari ini. Seoyeon sudah menolaknya belasan kali sampai Donghae bilang kalau Ryeowook tiba-tiba saja sakit.

“Jjinja?”

“Ne~ untuk apa aku berbohong pada mu saengie?” Donghae terdengar pasrah dan sedih.

“Aku kesana!”

Seoyeon membawa jaketnya lalu pergi dengan bus umum untuk pergi keasrama Super Junior.

Asrama Super Junior…

“Kau yakin dia akan datang?” Heechul menatap Donghae dengan sanksi.

“Aku yakin sebentar lagi Seoyeon pasti sampai” Donghae tersenyum menatap member yang lain, minus Ryeowook tentunya. Saat ini namja itu sedang pergi keluar.

*ting tong*

“Itu pasti Seoyeon!” Donghae langsung berlari untuk membuka pintu. Dan benar saja, didepan pintu ada Seoyeon yang tampak sangat khawatir.

“Dimana Ryeowook oppa?” yeoja itu langsung menanyakannya pada semua yang ada disana. Donghae sampai bingung dibuatnya.

“Kau kenapa sih?” Eunhyuk ikutan bingung akan sikap Seoyeon.

“Dimana oppa?! Aku ingin bertemu dengannya! Aku ingin melihat keadaannya”

Kali ini Seoyeon tampak ingin menangis. Dia benar-benar mengkhawatirkan Ryeowook. Donghae mengirimkan SMS kesemua member yang ada disana secara diam-diam. Dan sekarang mereka tahu penyebab kepanikan Seoyeon.

“Kenapa kau se-khawatir itu?” Yesung bertanya dengan keheranan.

“Bagaimana aku tidak khawatir jika Ryeowook oppa dalam keadaan tidak sehat?!”

“Apa kau mencintainya?” Leeteuk langsung bertanya ke pokok  pembicaraan.

Dan pertanyaan yang dilontarkan Leeteuk  itu menghentikan langkah kaki Ryeowook yang baru saja kembali dan berniat bergabung dengan member yang lain.

“Kenapa oppa menanyakan hal seperti itu?” Seoyeon berusaha merubah topik pembicaraan.

“Aniya. Aku hanya membaca sikap mu” Leeteuk menatap yeoja didepannya dengan seksama dan dia sudah menemukan jawabannya. Kesungguhan cinta terpancar jelas disana.

Ryeowook memegangi dadanya yang berdenyut sakit. Ini perasaan yang asing baginya. Dan juga terlarang baginya. Kim Ryeowook sudah memiliki seorang tunangan yang dipilih orang tuanya dan ia tidak akan mungkin menolaknya karena dia mencintai tunangannya itu. Seoyeon menyadari kalau ada yang menguping pembicaraan ini, ia menoleh kebelakang dan disana ada Ryeowook yang berdiri kaku.

“Kalian mempermainkan ku! Kalian membohongi ku! Seharusnya sejak awal aku sudah menyadarinya!” Seoyeon berlari pergi kepintu keluar, ia menabrak Ryeowook dan tidak menucapkan permintaan maaf sama sekali.

Semuanya menatap Ryeowook dan merasa bersalah karena telah menjebak Seoyeon dengan menggunakan namanya sebagai alasan. Sedangkan Ryeowook masih tidak mempercayai kejadian yang baru saja terjadi didepannya. Yeoja itu diam dan tampak bingung saat Leeteuk hyung menyudutkannya, bukankah itu sudah cukup untuk memberikan bukti?

***

Seoyeon menangis sambil berlari, dia tidak akan pulang ke apartemennya untuk malam ini. Hanya satu tempat tujuannya, asrama U-Kiss.

Ketujuh member U-Kiss terkejut mendapati Seoyeon menangis dan tampak sangat marah didepan pintu asrama mereka. Eli mendorongnya masuk. Mereka berjejer disekeliling Seoyeon. Yeoja itu masih menangis, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Tenanglah”

Kiseop memeluknya. Eli menggenggam kedua tangannya sedangkan Xander mengusap kepalanya dengan lembut. Member yang lain hanya diam karena bingung mau berbuat apa sedangkan Kibum sudah menyiapkan minuman.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” Soohyun tampak bingung.

“Ceritakan saja pada kami” Kevin menatapnya dengan sendu, dia sangat lembut dan sulit baginya menghadapi kenyataan kalau ada seorang yeoja menangis didepannya. Kiseop memutuskan untuk membawa Seoyeon kekamarnya.

“Mianhae hyung~ aku akan bicara empat mata dikamar bersamanya”

Semua mengangguk meski ada perasaan was-was dalam hati.

“Kendalikan diri mu” Kibum mengingatkan.

“Gwaenchana. Aku hanya akan mendengarkan ceritanya saja” Kiseop tersenyum.

***

Seoyeon menceritakan semuanya pada Kiseop sambil sesenggukkan. Ia tidak bisa menerima kenyataan kalau dirinya dibohongi seperti itu.

“Sudahlah. Tenang ya. Paling tidak, dengan begini Ryeowook hyung tahu soal perasaan mu”

“Tapi tidak begini caranya, oppa~”

Kiseop menghebuskan nafas dalam-dalam sebelum bertanya pada Seoyeon.

“Apa kau masih mencintainya?”

“Ne oppa. Aku tidak mungkin bisa melupakannya. Dia yang pertama bagi ku. Aku merasakan sesuatu yang lain. Sebuah kebahagiaan meski hanya memandangnya saja sudah cukup bagi ku. Apa aku terlalu bodoh hingga aku rela tersakiti begini?”

Seoyeon benar-benar terluka. Kiseop memeluknya. Ia berharap dapat meringankan kesedihan yeoja itu. Seperti biasa, member U-Kiss yang lain mengintai dibalik pintu yang memang tidak dikunci oleh Kiseop.

“Ku rasa Kiseop menyukainya” Eli menjauhi tempat itu disusul yang lain.

“Ku rasa begitu” Dongho pun kembali bersantai disofa.

Dua jam kemudian Seoyeon dan Kiseop keluar. Seoyeon sekarang tampak sedikit tenang.

“Hei! Bagaimana? Sudah tenang?” Xander meletakkan delapan pudding diatas meja.

“Ne oppa. Kamsahamnida” Seoyeon tersenyum membuat semuanya ikut tersenyum.

“Ah~ Kiseop memang sangat pandai menghibur diri mu ya?” Kibum menyiapkan jus mangga.

“Apa sih hyung?” Kiseop berusaha mengalihkan pembicaraan. Dia takut sebentar lagi akan menuju topic soal perasaannya pada Seoyeon.

“Ne! Kiseop oppa sangat baik hati dan dia selalu membuat ku nyaman” Seoyeon menikmati pudding bersama dengan Dongho. Mereka berdua memang lebih mirip kakak adik, apalagi Dongho sangat manja dan sedikit egois.

Semua member U-Kiss melirik kearah Kiseop yang kini sibuk menutupi wajahnya yang memerah. Mereka semua tersenyum sambil mengangkat bahu.

*tok! Tok!*

Xander membuka pintu dan manager mereka masuk sambil membawa tujuh buah majalah Asian Hits. Ia membagikannya kepada masing-masing member.

“Ini hasil wawancara kemarin. Oh ya, jadwal kalian hari ini kosong. Jadi silahkan beristirahat. Aku akan kembali kekantor pusat” usai bicara seperti itu sang manager langsung meninggalkan mereka lagi.

“Wah~ sudah dicetak!” Eli membuka majalah didepannya.

“U-Kiss 27 halaman!” Xander tampak kagum.

“Disini aku sangat manly. Senangnya” Kevin memuji foto profilnya sendiri.

“Jangan berisik aku mau baca” Dongho masih dalam posisi malas-malasan.

Kibum dan Soohyun masih melakukan pekerjaan mereka. Kiseop membaca majalah itu berdua dengan Seoyeon.

“Aku suka sekali majalah ini, ada banyak halaman tentang kalian” Seoyeon tersenyum pada Kiseop. Namja disampingnya itu mengalihkan pandangannya kearah Seoyeon sambil membetulkan rambut panjang gadis itu.

“Kau tampak berantakan sekali”

“Ah? Oppa~ biarkan saja! Oh ya aku mau kembali ke apartemen. Aku harus beres-beres. Nanti aku kembali lagi kesini” Seoyeon berpamitan dengan semua member U-Kiss.

“Hati-hati ya” Kiseop mencium keningnya. Seoyeon tersenyum sambil mengangguk dan dia pulang ke apartemennya sendiri.

***

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s