You’re My Rival – Last Part

Cast    : Key SHINee, Taemin SHINee, Kim Hyunjae

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi

Keesokkan harinya…

“Hyunjaaaeee~~ lo pikir gue gak liat lo pelukkan sama yeobo gue?!”

Pagi-pagi gini Hye Ri langsung protes habis-habisan karena dia melihat adegan gue dipeluk sama Taemin dibawah tangga kemarin.

“Ehmm…”

“Hyunjae!! Enaknya!! Gue juga mau donk!” kali ini dia pasang ekpresi gemas dan ingin sekali. Gue hanya bisa menatapnya sambil geleng-geleng kepala.

“Annyeonghaseyo~”

Suara Taemin mampir ditelinga kami.

Dengan segera Hye Ri memborbardirnya dengan jutaan pertanyaan.

“Taemin! Lo suka ya sama Hyunjae?”

“Eh? Hye Ri?”

“Udah jujur aja Taemin! Gue ikhlas kok asal lo jaga aja Hyunjae gue ini”

Kali ini Hye Ri nyengir dan telinga gue menangkap ucapan yang tak wajar.

“Hye Ri! Jangan bikin merinding dengan bilang kalau gue itu Hyunjae lo!!”

“Hhee… Mian”

Saat gue mau membalas ucapan Hye Ri, Kibum sudah bicara duluan.

“Kalian yang disana bisa tenang gak? Sebentar lagi jam pelajaran”

Nyyuu~

Gue pikir dia udah berubah, gak tahunya balik lagi kayak kemaren-kemaren. Dengan ogah-ogahan, gue dan Hye Ri kembali ketempat masing-masing dan Taemin melempar senyum kearah kami yang balas cemberut.

***

Jam istirahat…

Hari ini gue mau makan diatap aja. kebetulan hari ini bawa bekal sedangkan Hye Ri sudah kabur kekantin bersama Taemin dan yang lainnya.

“Humph~ sepi~ nyamannya~”

Gue menghirup udara luar dengan peraaan gembira. Namun tampaknya kok ada yang memperhatikan gue sejak tadi ya? Apa mungkin diatap ini ada penunggunya juga?

Dengan perlahan gue coba melirik kebelakang, disana ada Kibum.

“Aish! Dikau lagi!”

Kenapa ya hidup gue gak bisa lepas dari devil satu ini?

“Tumben diatas sini?”

“Gak boleh?”

“Biasa aja tuh!”

Dia duduk didekat bekal makan siang gue. Wah! Pasti ada maunya nih! Curiga mood-on.

“Bawa bekal tiap hari?”

“Gak juga. Kebetulan aja hari ini umma bikin”

“Oh~”

Jawabnya singkat. Gue perlahan duduk untuk menikmati bekal hari ini. Saat gue buka kotak makan, Kibum berdiri dan duduk disamping gue.

“hush! Hush! Gue mau makan!”

“Gue juga mau makan kali!”

Eh? Gue gak lihat dia bawa bekal dan semacamnya. Yang ada ditangannya hanya susu kotak. Kemudian dia mengeluarkan roti dari saku almamaternya.

“Makan siang Cuma pakai roti itu?”

“Ne”

Dia hanya menjawab singkat lalu kembali menikmati rotinya. Kok rasanya jadi kasihan juga ya ngeliat dia Cuma makan siang pake roti? Padahal setau gue dia selalu ada kegiatan usai jam sekolah dan dia gak akan sempat makan lagi.

“Uhm… Kibum…”

Dia hanya menoleh tanpa menjawab.

“Nih tuh makan setengahnya”

Gue mendorong kotak bekal gue kearahnya. Dia menoleh lalu menggeleng.

“Gak usah”

Bisa aja gue langsung diemin dia dan menikmati makanan yang dibuat umma. Tapi entah kenapa gue malahan ngambil sumpit dan menyuruhnya membuka mulut.

“Kibum, buka mulut mu!”

“Eh?”

“Ppali!”

Dia membuka mulutnya dan gue menyuapinya bekal yang gue bawa dengan sumpit. Lalu gue makan dengan sendok dan menyuapinya lagi dengan sumpit. Begitu seterusnya sampai bekal gue habis. Dan dia sama sekali tidak membantah semua kata-kata gue.

Entahlah, rasanya ada yang aneh  dengan semua ini.

***

Jam pulang sekolah…

Ah~ hujan turun deras sekali dan gue gak bawa payung. Payung diloker rusak pula. Tampaknya hujan ini akan lama berhenti. Terus gue begimana pulangnya? Terpaksa menunggu hujan berenti.

“Belum pulang?”

Sapa Kibum yang buat gue nengok kanan-kiri depan-belakang mengira ada orang lain selain gue. Dan nihil! Emang Cuma ad ague sama dia. Masa iya sih dia nanyain angin?

Tapi kok tumbenan ya?

“Gak usah seheran itu juga kali!” gerutunya.

“Eh? Mianhe~ abis gak biasa-biasanya aja lo negur gue”

Dia diam. Hening beberapa saat sampai terdengar suara langkah kaki dari dalam. Ada Taemin yang rupanya baru mau pulang juga.

“Eh? Kibum? Hyunje? Kalian sedang apa?”

“Tidak ada” jawab Kibum singkat.

“Sudah sore, Hyunjae mau pulang bareng?” tawar Taemin.

“Tidak perlu! Gue….”

“Eh? Serius? Boleh? Ok deh!”

Sahut gue ceria tanpa mendengar suara Kibum yang teredam suara derasnya hujan. Dengan segera Taemin membuka payungnya dan menggenggam tangan gue.

“Kami duluan ya” pamit Taemin pada Kibum.

Gue hanya bisa menikmati sore indah romantis yang lagi-lagi bersama Taemin. Apa dia jodoh gue ya?

***

Apartemen Kibum…

“Selalu saja berbuat kesalahan”

Dia menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengambil toples permen jeruk diatas meja dan memakannya satu buah. Dia melirik keluar jendela. Lalu tertunduk dalam diam.

Apartemen itu tampak sepi. Hanya ada sebuah kasur dan sebuah sofa panjang dengan mejanya, juga masing-masing satu peralatan masak.

Ya.

Dia hanya tinggal sendirian disana. Orang tuanya ada di Amerika. Dia memilih tinggal sendirian di Korea karena ada sesuatu yang belum ia selesaikan.

Kibum terus bertarung dalam fikirannya sendiri kemudian lambat laun dia terlelap.

***

“SERIUS?! Jangan bercanda deh Hyunjae! Gak lucu!”

“gue serius kok Hye Ri!”

“Wew! Berarti Taemin suka sama lo!”

Kata-kata itu terdengar oleh Kibum. Dia masih sama, hanya diam.

“Ssstt! Jangan keras-keras donk ngomongnya!”

“Mianhe~” sahut Hye Ri sambil cekikikan.

Seperti biasa, sahabat gue ini suka sekali menggoda gue. Seolah hidupnya emang didedikasikan Cuma buat ngeledekin hidup gue.

“Annyeonghaseyo yeoja~” Taemin menyapa kami lagi.

Gara-gara pendapat Hye Ri, hari ini gue sukses nervous ngeliat Taemin.

“Aish~ namjachingunya sudah tiba. Baiklah selamat berduaan. Yang akur ya”

Hye Ri meninggalkan gue bersama Taemin.

“Hye Ri kenapa?”

Pertanyaan Taemin hanya gue tanggepin dengan mengangkat bahu.

Kibum mendekati kami dan kali ini tidak dengan kemarahan yang menjadi cirri khasnya.

“Taemin, gue mau diskusi sama lo soal maple yang kemaren”

“Eh? Baiklah!”

Hufh… Kibum baru aja menyelamatkan gue. Dengan refleks gue nyengir kearah Kibum sebagai tanda terimakasih. Namun kibum hanya balas tersenyum kecil.

Hufh..

Tunggu dulu?! TERSENYUM kecil!! Kok bisa??

Aihhh~~ rasanya ada yang gak normal dengan dunia gue belakangan ini!!

***

Pertanyaan gue terjawab seminggu kemudian.

“Lo selalu bertanya kenapa gue berubah kan?”

“Ne~ jadi cepat beritahu!”

“Hyunjae~ kau melupakkan ku. benar-benar melupakkan janji ku”

Eh?? Bahasa Kibum hari ini berubah dan jadi jauh lebih romantis.

“Kibum?”

Dia meletakkan kepalanya dipunggung gue. Gue hanya bisa diam.

“Hyunjae~ kau benar-benar melupakkannya. Padahal aku mencari mu untuk menepati janji ku itu. Tak ku sangka jadi begini”

Eh? Gue semakin gak ngerti deh!

“Kibum… janji apa?”

“Ah~ percuma jika ku bilang. Kau takkan percaya”

Kali ini dia duduk disamping gue dan mengambil sesuatu dari kantongnya. Dia mengeluarkan beberapa permen jeruk. Dan permen itu…

“Kibum! Sejak kapan kau suka permen itu?”

“Ini? Sejak kecil”

“Bisa aku lihat?”

“Silahkan saja”

Kibum memberikan permen itu. Lalu gue mengeluarkan bungkus permen dari dompet dan sama persis! Benar-benar sama!

“Kibum… kau…”

“Humph?” tanyanya sambil terus menghisap permen.

Tidak mungkin! Tidak mungkin namja itu Kibum. Tampaknya Kibum bisa membaca pikiran gue saat ini.

“Peremen ini selalu ku bawa sejak kecil. Menjadi favorit ku. karena hany ini yang bisa mengingatkan ku pada yeoja kecil waktu itu”

“Eh?”

“Ya, aku memberitahukannya tentang apa rasa cinta”

“Kibum…”

“Setelah aku menemukannya lagi, dia malah melupakkan semuanya dan bersama namja populer paling imut disekolah. Agak menyedihkan memang”

“Kibum…”

“Janji ku yang susah payah ku jaga dihancurkan olehnya”

“Kibum…”

“Agak sakit sih! Tapi mau bagaimana lagi. Aku tidak akan menikahi gadis yang tidak mencintaiku. Karena itu bukan kebahagiaan melainkan malapetaka bagi dia yang ku cintai. Sh~ Hyunjae, sudah ya. Lupakkan saja semuanya. Anggap saja tak pernaha da janji seperti itu. Kau bebas bersama Taemin mu”

Kibum pergi tanpa memberikan kesempatan untuk gue bicara sedikit pun. Dia seolah tidak mau lagi emndengar segala macam penjelasan gue lagi. Terasa menyedihkan dan menyakitkan. Tanpa sadar gue menangis diatas atap sekolah.

Sementara itu…

Kibum menutup pintu tangga atas yang menghubungkan dengan atap itu secara perlahan. Ia bersandar sejenak lalu mengusap wajahnya dengan tangannya. Mengambil dua permen yang tersisa dan menginjaknya. Kemudian dia menarik nafas dalam-dalam. Lalu kembali melangkah menuruni tangga demi tangga.

***

Sudah tiga hari ini Kibum menghindari gue. Dan sudah tiga hari pula gue mencoba menyapanya. Hye Ri sampai terheran-heran karena gue lebih focus pada Kibum dibanding Taemin.

“Kibum!! Kim Kibum!!”

Semakin gue panggil maka akan semakin cepat langkahnya.

“Key Kibummm!! Tunggu!!”

Dia tidak menoleh sama sekali. Karena terlalu focus mengejarnya, gue sampai gak memperhatikan langkah gue saat menaiki tangga. Dan gue terpeleset lagi, kali ini benar-benar tidak ada yang membantu.

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!”

Rupanya teriakan panjang itu berhasil mengundang perhatian Kibum. Ia mendapati yeoja tercintanya tergeletak didasar tangga dengan luka didahinya akibat benturan. Kibum langsung berlari turun.

“Hyunjae! Hyunjae! Ku mohon sadarlah! Hyunjae!”

Kbum langsung membawa yeoja itu ke ruang kesehatan.

***

Kibum merawatnya dengan baik.

“Dia hanya pingsan dan luka ringan karena dia jatuh tidak terlalu tinggi. Calm down Kibum”

Ucap dokter penjaga dengan senyum. Kemudian ia kembali melakukan aktifitasnya dan meninggalkan Kibum. Kibum menatap wajah yeoja didepannya dengan cemas yang berangsur berkurang.

***

Beberapa saat kemudian…

“Eh? Kibum?”

“Kau sudah sadar rupanya”

Gue mengatur posisi duduk.

“Minum ini agar kondisi mu lebih membaik”

Dia menyerahkan obat dan gue meminumnya dengan patuh. Namja ini tampak sangat perhatian dan sama seperti kesan awal berjumpa dengannya, tampan dan mempesona.

“Kau demam ya?”

“Ne~ tampaknya begitu. Kepala ku cukup berat”

“Berbaringlah”

“Tidak mau! Kepala ku bisa tambah pusing”

“Menurutlah Hyunjae~”

“Kali ini aku tidak mau!”

“Kau mengecewakan ku lagi”

“Kenapa bicara begitu?”

“Sudahlah lupakkan saja!”

Kibum pergi dan menyiapkan es kecil dan membungkusnya dengan handuk kecil untuk mengompres ku.

“Berbaringlah, aku akan mengompres mu”

“Tidak mau berbaring!”

“Hyunie~”

“Mwo?”

“Kau mau apa?”

“Apakah kau marah padaku?”

“Tidak”

“Lalu kenapa menghindari ku?”

“Aku kesal pada mu”

Hhee… kesal tanda cinta kan ya?

“Diamlah, kau mau apa Hyunie?”

“Aku mau demam ku turun  hingga aku tidak pusing dan bisa pulang tepat waktu”

“Kau sungguh-sungguh ingin demam mu turun secara instan?”

“Ne!”

*cup*

HEH??

Kibum mencium bibir gue!! Dapat gue rasakan kalau wajah gue jadi merah padam.

“Kim Keybum! Apa yang kau lakukkan?”

“Memindahkan demam mu. Oaring-orang bilang kalau demam dan flu bisa dipindah dengan cara berciuman”

“Babo! Kau salah?”

“Heh?”

“Temperatur tubuh ku semakin naik, Kibum~”

Keluh ku. wajah Kibum langsung memerah, begitu pula aku. Dia langsung memelukku dengan malu. Yah saking groginya suhu tubuh langsung naik dan semakin panas. Gue rasa ini lah awal dimulainya kembali kisah cinta indah bersama Keybum ku tercinta.

Sementara itu didepan pintu…

“Ah~ sudah ku duga Kibum menyukainya. Semoga kalian bahagia” Taemin tersenyum lalu meletakkan rangkaian bunga didepan pintu. Dan pergi.

—END—

3 comments

  1. siryeo · December 13, 2011

    yah…
    Tae bwa bunga buat apa?
    Aturan sampe nikah dong…
    Bikin sequel.a ya^^

  2. m4ciel · July 18, 2012

    hah??
    cepet banget thor???
    udah end??
    coba panjangin dkiiit laaa.. hehe:D
    ywdah lh..~.~
    ttep..nice story thor^^

  3. rha777 · June 18, 2013

    Nice..:D
    Key keren..
    G lpa sma janjinya..

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s