You’re My Rival – Part 1

Cast     : Key SHINee, Temin SHINee, Hyunjae (onnie yang mesen), and many more

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi

——-

“Menurut mu bagaimana rasanya cinta?”

“Tidak tahu”

“Wahh~ kamu ternyata masih kecil ya?”

“Babo! Kita kan memang masih kecil”

“Hyunjae, usia 6 tahun berarti bukan anak kecil lagi”

“Heh? Lalu? Apa rasanya cinta?”

“Cinta itu seperti permen”

“Eh?? Berarti manis donk?”

“Begitulah”

“Aku ingin coba!”

“Ok! Ambil permen jeruk ini dan ingat aku selalu. Kelak aku akan kembali dan menikahi mu”

“Eh?”

“Aku serius”

Kedua anak kecil itu berpelukkan dibawah pohon maple merah.

*bruk!*

Aish~ lagi-lagi mimpiin hal yang sama dan gak jelas siapa namja kecil itu! Tapi kok dia bisa kenal gue ya?? Bikin penasaran aja dah. Padahal  gue kemaren udah nyari dialbum TK sampai SD dan gak seorang pun yang mirip namja satu itu. Lagian wajahnya aja gak keliatan jelas dimimpi. Hufh~

“Hyuunnjaaeeehyyuunnnn…!! Mau sampai kapan dikamar?! Lihat jam mu!!”

Haduh~ umma ada apa pula ini. Gue kan nyetel jam beker pukul 04.00 biar gak telat sekolah.

“Masih pagi ummaaa!!”

Balas gue dengan suara yang teriakan bakal terdengar sampai sungai Han.

“Apanya yang pagi hyun?? Sudah jam 06.30!!”

“Mwo?!”

Dengan segera tanpa pikir panjang gue bergegas kekamar mandi buat mandi bebek. Cuci muka, gosok gigi dan… selesai! Cuma pagi ini parfumnya lebih banyak aja deh biar wangi~ sapa tau ada namja yang tampannya sekelas sama Ryeowook ngelirik gue. hHaa…

“Umma!! Aku berangkat”

“Hati-hati! Ingat jangan habiskan semua uang saku mu. Ditabung!”

“Ne~ umma”

Yes! Pertanda uang saku hari ini ditambah lagi! hHee… bisa buat beli DVD, VCD nih!

Setelah setengah perjalanan menuju halte gue menjumpai Lee Taemin, temen sekelas yang ramah tamah dan manis sekali juga idola dikelas gue.

“Annyeonghaseyo Taemin” sapa gue dengan riang gembira.

“Annyeonghaseyo~ mau bareng?”

“Boleh nih?”

“Silahkan saja” jawabnya sambil tersenyum dan membuatnya semakin manis!

***

Saat gue buka pintu kelas, udah berasa hawa si iblis Keybum! Alias Kibum yang nama bekennya Key. Kenapa gue bilang dia sekelas dengan iblis?

Karena aura dan hawanya sangat berbeda dibanding manusia biasa. Kalau disebut malaikat gak bisa! Abis dia ini namja yang juteknya setengah mati dan sialnya Cuma sama gue!

Padahal gue brani bersumpah dari lahir sampai sekarang gue gak punya dosa sama dia.

Seperti biasa, dia selalu mendelik kalau gue baru tiba aja dikelas. Males nanggepin! Dari pada bikin emosi plus nambah dosa mending diam, karena diam itu emas kan?

“Pagi Hyunjae”

“Pagi!”

“Aish! Masih pagi udah jutek”

Perkenalkan, yeoja manis ini adalah   Park Hye Ri. Sahabat gue sejak SMP. Dan dia tahu pasti kalau gue bener-bener gak punya kesalahan sama Kibum.

“Biasa! Si Devil itu natap gue sinis banget!”

“Sabar aja Hyun”

“Udah keseringan! Lama-lama gue labrak juga tuh namja!”

“Sabar ya, sabar”

Klo aja Hye Ri gak nyuruh gue sabar itu namja udah gue jadiin sate kali!

Lo semua pasti bakalan bersikap sama kayak gue kalau lo ada diposisi yang sama kayak gue. Dijutekin namja cerdas yang tampan tanpa tahu kesalahan lo dimana.

“Hyunjae, boleh liat peer lo gak?”

Nah klo namja tambun ini namanya Shindong yang punya hobi tidur. Otomatis semua peer dia lupakan kalau sudah tidur.

“Liat aja sama si devil sana!”

“Kibum? Gak ah~ males mintanya, lagi dikerumunin yeoja-yeoja sekelas. Lo gak ikutan?”

Tanyanya sambil terkekeh meledek gue yang emang kontra banget sama Kibum.

“Males! Lo aja sana!”

Kebetulan gue duduk didekat jendela, jadi bisa melihat pemandangan dilapangan sana. Ah~ para senior lagi olahraga. Uhm… hari ini hari apa ya?

Eh? Senin?! Jin Ki oppa jam olahraga hari ini! Berarti dilapangan ituu…

*sibuk mencari sosok yang dicari*

Mata bertumpu pada seorang namja super tampan, Jin Ki.

“Hieee~ JinKi oppa memang selalu tampan!”

Saat gue sedang asyik-asyiknya menonton jam olahraga senior, Kibum mengadakan interupsi.

“Awas! Jendelanya mau gue tutup. Silau!”

“Eh? Tapi kan…”

Belum sempat gue melaksanakan penolakan, Kibum langsung menarik gorden dan menutupi jendela. Akhirnya gue gak bisa liat Jin Ki oppa lagi. Menyebalkan!

“Lain kali belajar yang focus! Jangan ngelirik namja-namja terus” lanjutnya.

Mwo? Sejak kapan dia tau dan bisa mengatur kegiatan gue dikelas ini?? Terserah gue dong mau ngapa-ngapain! Mata mat a gue! Masa iya mata gue sama kayak mata dia!!

Babo!!

“Ne~ Kibum~”

Hufh… hawa indah yang baru saja terasa tiba-tiba jadi surem lagi gara-gara omelan si Kibum.

*tuk tuk!*

Siapa lagi nowel-nowel pundak gue??

“Mwo?!” tanya gue dengan galak tanpa melirik siapa yang nyolek terlebih dahulu.

DOWENG!!

Ternyata si Taemin!! Namja imut idola itu!

“Hyunjae, nitip ini sebentar ya?”

“Ne~. mau kemana emangnya?”

“Perpustakaan”

Yup! Lee Taemin. Idola kelas karena manis dan baik terus idola guru karena dia ini cerdas! Next? How about Key Kim Kibum??

Dia juga idola!! Dia idola! Dia bahkan lebih dari sekedar idola!

Why?

Dia ini cerdas dan perfect dalam berbagai bidang. Mulai dari mata pelajaran sampai olahraga de el el. Bahkan dia pandai dalam bidang wanita, seperti memasak juga menjahit. Ya! Dia ini idola guru, siswa, siswi, bahkan ibu-ibu rumah tangga yang menginginkan namja ini menjadi menantu mereka!!

Bullshit dengan semua itu!

Dia hanya bertindak jutek dan kasar juga tajam hanya pada gue! HANYA PADA GUE! Ok! Cukup! Habis kesabaran gue!

“Hyunjae mau kemana??”

“Buat perhitungan sama namja  devil!”

“Mwo?! Serius??”

“Ne~!”

“Waduh! Jangan! Jangan! Nanti lo diapa-apain sama dia!”

“Aish! Hye Ri dukung gue sedikit donk. Jangan malah ditakut-takutin begini”

Keluh gue. Jujur aja gue antara siap dan gak siap labrak tuh evil. Masalahnya gue belum pernah lupa kesan pertama gue liat dia, namja tampan mempesona.

NAMJA TAMPAN DAN BAIK HATI!!

Ternyata dia sekeji ini sama gue?

Ahh~ siapa sangka semua jadi begini?

*bletak!*

Sebuah buku mendarat sukses dikepala gue. Dan siapa pelakunya?

MWO?!

LAGI-LAGI DIA!!

“Kim Kibum!! Bisa gak sih lo gak ganggu ketenangan gue sehari aja?!”

Seperti biasa, dia hanya diam tanpa ekspresi apapun jika memandang gue.

“Berisik!”

Ucapnya sambil berlalu kembali ke tempat duduknya. Park Hye Ri langsung mendekatkan kursinya ke samping gue.

“Hyunjae, gue rasa dia suka kali sama lo. Makanya rese begitu!”

“Mwo?! Gue bukannya jadi suka sama dia tapi benci setengah mati!”

Cukup! Cukup sampai disini kesabaran gue sama namja satu itu. Maka gue putuskan untuk melabraknya usai jam sekolah hari ini.

***

Jam pulang sekolah…

Ini saatnya gue melancarkan aksi!

*bruk!*

Babo! Lagi-lagi gue nabrak dia! Atau sebaliknya dia nabrak gue!

“Kib…”

“Sssttt, gue buru-buru nih Hyunjae. Misi ya~”

Lho??

Lho??

Lho kok??

Kok tumben dia nyebut nama gue dengan pelan? Biasanyakan kalau bicara sama gue dia selalu teriak-teriak seolah-olah didunia ini Cuma gue seorang, manusia yang selalu salah.

*tuk tuk*

Hye Ri menyadarkan gue dari rasa heran yang menyerang.

“Gue liat itu tadi lho!” matanya berkedip sebelah tanda menggoda gue.

“Rese ah! Gue bingung nih!”

“Bener kan, dia suka sama lo! ♪Joahe~ My Hyunjae~♪”

Dasar Hye Ri kurang kerjaan, malah nyanyi-nyanyi gak jelas dikoridor.

“Hye Rii~~ coba aja nyanyi satu kali lagi!! Gak akan gue kasih ampun!”

“Mwo?? Hontou ni?”

Lagi-lagi aksen sok Jepangnya keluar.

“Hyee Riii~~”

Akhirnya terjadilah aksi kejar-kejaran sepanjang koridor sekolah. Kali ini ditangga. Sumpah! Ni anak larinya kenceng bener ya?? Ckckckck…

Namun gue salah menginjakkan kaki ditangga. Dannn…

*pluk!*

Ya Tuhan, gue belum siap patah tulang de el el nih.

“Hyunjae? Dangsineun  gwaencanayo?”

Suara lembut itu tak salah lagi! Milik Taemin. Dengan segera gue membuka mata dan mendapati kalau gue jatuh diatas tubuh namja imut itu. Ini sih bukan gue yang patah tulang, tapi Taemin yang patah rusuk!! Omo!!

“Taemin!!”

Dengan segera gue berdiri kemudian membantunya lalu sibuk memperhatikan kondisi namja ini dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Gwaenchana” ucapnya sambil tersenyum.

“Eh?? Really?”

“Yup! Jangan cemas ya”

Kali ini dia meraih kepala gue dan memeluk gue, dibawah tangga. Bagi gue hal ini sangat romantis.

Sementara itu diatas tangga ternyata ada Kibum yang baru kembali dari ruang guru. Dia hanya diam menatap pemandangan dibawah sana. Lalu kembali untuk memutar melewati tangga yang lain.

***

4 comments

  1. Carol-Lyna Wind · December 11, 2011

    permisiii .. kog sepii ya?
    woii ga liat apa ada ff menarik disinii ??

    saya suka ff ini😀

  2. siryeo · December 13, 2011

    kibum cwo kecil yg dimimpi?
    Jutek.a key berarti bentuk sayang dan perhatian.a… Lol

  3. m4ciel · July 18, 2012

    annyeong..
    q reader baru (nyasar)(?)
    nyari ff laen pi mlah nyasar(?) ksni..
    hehe
    pi sya nggak nysel kok nyasar ksni..
    nice story thor^^

  4. rha777 · June 18, 2013

    Jiahaha..
    Great ff..:D

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s