My Dream Namja, Kyuhyun


Tittle    : My Dream Namja : Part Kyuhyun

Cast     : Cho Kyuhyun Super Junior dan Shin Chae Kyun (Bella)

Author: Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi

Song    : Light It Up – U-Kiss

——

Shin Chae Kyun, remaja energik yang seolah kehidupannya selalu diliputi kebahagiaan. Tak seorang pun yang tahu apa yang ada difikirannya. Tak seorang pun bahkan dirinya sendiri. Hari ini dia jalan-jalan dipinggir Sungai Han, berharap ada sesuatu tak terduga dapat ditemuinya disana. Namja Korea, hanya seorang namja Korea yang dinantikkannya.

Kyuhyun, seorang member Super Junior. Maknae evil yang dipujanya dalam hati. Dia menendang kerikil-kerikil kecil kesungai.

*tuk!*

Batu itu menimpuk seorang namja berkacamata hitam yang ada didepannya.

“Aw!”

Rupanya Chae Kyun belum menyadari akibat dari perbuatannya itu. Ia terus menendang krikil demi krikil sampai namja itu berdiri berhadapan dengannya.

“Hei yeoja!” celetuk sang namja dengan jutek.

“Mwo?” sahut Kyu Rin dengan cueknya.

“Hei yeoja!” sapa si namja sekali lagi dengan juteknya.

Akhirnya Chae Kyun  berhenti dan balas menatap namja didepannya dengan galak.

“Apa mau mu??”

“Aku ingin kau minta maaf”

“Maaf? Untuk apa?? Aku kan tidak punya salah apa-apa pada mu” celetuk Chae Kyun  sambil melangkah pergi menjauhi namja itu, namun namja itu menahan tangannya.

“Kau menendangi krikil yang menghujam ku. kau bilang kalau kau tidak salah?”

Shin Chae Kyun terkejut bukan main. Ia malu sekaligus merasa bersalah. Ia sedang berfikir, meminta maaf atau berlari meninggalkan namja itu karena terlalu malu untuk mengakui kesalahannya.

Namun namja itu terus menahan tangannya.

“Aish~ lepaskan!”

“Minta maaflah, maka akan ku lepaskan”

“Mwo?!”

“Ppali! Aku banyak urusan”

“Mian… Mianhe”

Akhirnya namja itu melepaskan tangannya. Baru beberapa langkah namja itu melangkah dia mendapat telepon dan Chae Kyun  masih menatap namja itu dengan kesal.

“Eeteuk hyung! … Mian … Ne~ … aku akan segera ke dorm”

Setelah namja itu pergi dengan taksi, Chae Kyun malah mengerjapkan matanya dan terus memikirkan pendengarannya tadi.

“Eeteuk hyung?? Apa dia bilang begitu??”

Chae Kyun terus berfikir keras.

“Ah rasanya mustahil. Bisa saja ada ribuan Eeteuk di Korea selain leader Super Junior”

Chae Kyun  melanjutkan perjalanannya menuju apartemen tempatnya menginap.

***

Super Junior Dormitory…

“Kyunie! Kenapa lama sekali?” Eeteuk menyambut dongsaengnya dengan tak sabaran.

“Ada sedikit masalah tadi” jawab Kyuhyun singkat.

Ryeowook, Donghae, Eunhyuk dan Yesung memasuki ruangan itu dan mendengar percakapan antara member Super Junior yang paling tua dan yang paling muda.

“Masalah apa?” Hyuk bertanya dengan penasaran.

“Ah hyung~ tadi seorang yeoja melempari ku dengan kerikil” celetuknya kesal.

“Mwo?! Bagaimana bisa?!” Wook tampak tertarik.

“Dia menendang kerikil dan kerikil itu mental kearah ku”

“Berarti itu bukan salahnya terkecuali kalau memang dia menjadikan mu sasaran” Hae meminum segelas susu yang dibawakan Sungmin.

“Ne~ hyung” jawab Kyu bijaksana. Meski kesal dia tidak bisa semudah itu menghakimi orang. Ya, dia baik dan juga iseng. Ini yang membuat para hyungnya lebih dari sekedar menyayanginya.

***

“Annyeonghaseyo~”

Shin Chae Kyun sangat senang berjumpa dengan teman-temannya walau hanya lewat webcam. Shin Chae Kyun adalah Bella Tenri yang saat ini berada di Korea untuk study tour, setelah dia mengajukkan dirinya kepada Kedutaan Besar Korea di Jakarta untuk mengikuti tour ini.

“Kapan kau pulang?” Dinda bertanya dengan penuh kerinduan.

“Mungkin tak lama lagi. Kalian kangen pada ku?”

“Tentu saja tidak! Aku hanya ingin dengar kabar Ryeowook ku hHaa…”

“Ah~ ichen selalu begitu ya?”

“Bercanda”

“Aku terlanjur menganggapnya serius” canda Chae Kyun.

“Apa kau sudah bertemu dengan Kyu-mu?” tanya Any setelah ingat bahwa tujuannya adalah menemui Kyuhyun Super Junior.

Kali ini tampak Chae Kyun berubah jadi sedikit sedih.

“Sudah tiga minggu disini dan aku belum menemukan namja itu”

“Kau akan bertemu dengannya. Tunggu saja” Piluu berusaha menyemangati.

“Semoga saja begitu” jawab Chae Kyun penuh harap sambil berdoa dalam hati semoga tujuannya tersampaikan.

“Sampaikan salam kami padanya jika kau bertemu dengannya kelak” pinta Dheyka.

Chae Kyun mengangguk dengan semangat.

Akhirnya mereka berbincang-bincang sampai tengah malam.

***

Chae Kyun hari ini memilih menghabiskan waktunya di apartemen untuk browsing mencari tahu dimana keberadaan Super Junior khususnya Kyuhyun. Karena bosan di apartemen akhirnya ia memutuskan untuk pergi mini market.

Bulan itu adalah musim dingin, sehingga ia keluar dengan jaket tebalnya dan sarung tangan yang dirajut oleh ibunya.

Minimarket…

Chae Kyun memilih bahan makanan yang dinilainya baik untuk musim dingin. Sedangkan di saat yang sama, Kyuhyun tengah berada diminimarket tersebut untuk membeli sikat dan pasta gigi yang baru. Karena miliknya yang diasrama sudah dipakai Yesung untuk membersihkan cangkang kura-kura tanpa sepengetahuan Kyu.

“Ah~ perbuatan yesung hyung merepotkan ku saja!” gerutunya.

Saking bersemangatnya, Chae Kyun mendorong troli dengan riang sambil melatunkan lagu No Other yang didengarnya dari I-pod miliknya sendiri. Ia menabrak Kyuhyun.

*bruk!*

Sikat dan pasta gigi ditangan Kyu jatuh.

*tek!*

Sikat giginya terinjak Chae Kyun.

*crot!*

Pasta gigi keluar karena injakkan kaki Chae Kyun yang satunya.

Pramuniaga segera menghampiri mereka. Chae Kyun bingung menatap pemandangan itu. Sementara Kyuhyun tampak siap menerkam yeoja didepannya.

“Mianhe~” ucap Chae Kyun sambil berkali-kali membungkuk kearah pramuniaga dan Kyuhyun, tentu saja dia tidak tahu kalau namja itu adalah Kyuhyun Super Junior. Kalau dia tahu maka dia akan malu dan berlari sekencang-kencangnya untuk menjauh dari namja itu.

Pramuniaga itu membereskan sisa-sisa pasta gigi yang berantakan dilantai.

Kyu menatap yeoja yang berdiri didepannya dengan sedikit gemetaran karna takut.

“Ah~ kau yeoja yang kemarin lagi rupanya!”

Chae Kyun bengong. Dia bingung dengan apa yang dimaksud oleh namja didepannya.

“Kau lupa telah menendang kerikil yang terus terlempar kearah ku?”

Waduh! Namja yang kemaren!, teriak Chae Kyun dalam hati.

“Mianhe~ aku akan mengganti yang tadi dan membelikan mu pasta serta sikat gigi yang sama”

Dengan segera Chae Kyun mengambil barang yang sama dan membayarnya dikasir. Kyuhyun heran karena yeoja didepannya bertindak cukup cepat tanpa menunggu jawabannya.

Hei! Aku ini member Super Junior masa aku dibayarin seorang yeoja sih?, gerutunya dalam hati.

Mereka berdua keluar minimarket. Kyuhyun pergi kearah mobilnya tanpa bicara apa pun. Sementara Chae Kyun memeriksa sakunya dan… tidak ada uang disana, tidak 1 won pun!

Masalahnya apartemennya begitu jauh dari minimarket itu. Diam-diam dia menyesal membelikan namja itu pasta dan sikat gigi jika tahu kalau dia tidak membawa uang lebih.

***

Chae Kyun jalan kaki sambil menggerutu karena I-Podnya kehabisan bateray. Mau tak mau perjalanan panjang itu akan menjadi sangat melelahkan baginya.

Mobil Kyuhyun kebetulan melintas, ia heran melihat yeoja tadi berjalan kaki. Ingin menegur namun masih agak kesal dengan kejadian tadi. Akhirnya ia hanya membuntuti yeoja itu. Makin lama dia makin heran karena yeoja itu tak kunjung sampai ketempat tujuannya.

Chae Kyun lama lama merasa kelelahan dan kakinya tak sanggup melangkah lagi. Ia duduk dipinggir jalan untuk melepaskan kelelahannya sejenak tanpa sadar kalau ada seseorang dari dalam mobil didekatnya sejak tadi mengawasinya.

“Huhh… jauh sekali sih!!” gerutunya sambil (lagi-lagi) menendang baku kerikil.

“Kayaknya yeoja itu memang hobi menendang kerikil” tanpa sadar ia tersenyum.

Chae Kyun melanjutkan acara jalan kakinya. Kyuhyun masih mengikutinya dari belakang.

*bruk!*

Chae Kyun terjatuh. Ia sangat kelelahan, kakinya tak lagi sanggup menopang tubuhnya. Kyuhyun langsung keluar dari mobilnya.

“Ah~ tampaknya aku akan bermalam diluar malam ini. Aku tak sanggup lagi berjalan ke apartemen” keluhan Chae Kyun rupanya didengar oleh Kyuhyun.

Yeoja itu pingsan, Kyuhyun mengangkatnya dan memasukkan yeoja itu kedalam mobilnya.

“Sekarang aku harus bawa dia kemana? Aih! Babonya!” keluh Kyuhyun yang belum memutuskan kemana dia akan pergi bersama yeoja yang kelelahan disampingnya.

Kyuhyun berfikir sejenak lalu ia memutuskan untuk memeriksa saku celana yeoja disampinya itu. Sebuah kartu yang merupakan kunci masuk apartemen dan disana tertera alamat apartemen tersebut.

Akhirnya Kyu memutuskan untuk membawa Chae Kyun keapartemennya.

***

Kyu menggendong yeoja itu dengan hati-hati agar tidak ada orang yang melihatnya mengotong seorang yeoja malam-malam begini, kalau ketahuan bisa gawat bagi karir dan yeoja itu. Maklum bagaimana pun dia adalah seorang idola.

*bruk!*

Kyu meletakkan yeoja itu ditempat tidurnya. Ia pergi kedapur dan membuatkan bubur hangat. Tentu saja dia mempelajari hal ini dari hyungnya, Ryeowook. Kyu mencicipi bubur buatannya sendiri.

“Lumayan, meski tidak seenak buatan hyung”

Kyu membawanya keluar dan mendapati Chae Kyun muntah-muntah dilantai. Yeoja itu menoleh lalu tersenyum tidak jelas, “Tampaknya aku sakit. Ya! Mana mungkin ada namja semirip itu dengan Kyu oppa. Hufh… aku masuk angin berat sampai bisa berhalusinasi. Daebak!”

Kemudian dia tertidur. Kyu agak jijik melihat muntahan dilantai. Ahli bersih-bersih adalah Eunhyuk hyung, apakah aku harus mengundangnya?, pikir Kyu dalam hati.

“Hyunngg… ku mohon bantu aku! … ah~ seorang yeoja muntah didepan ku dan aku tidak bisa membersihkannya … tolong aku … ah~ baiklah … ne~ gwaenchana”

*klik*

Eunhyuk tidak bisa datang karena terlalu sibuk besama dengan Eeteuk dan Shindong membereskan masalah Yesung yang baru saja bertengkar kecil dengan Sungmin.

Terpaksa ia membersihkannya sendiri sambil menutup hidungnya dengan handuk kecil. Usai bersih-bersih ia menyuapi yeoja setengah sadar dengan bubur hangat itu.

“Semoga masuk angin mu baikkan” doanya tulus.

Yeoja disampingnya masih tertidur karena lelah dan sakit. Kyu tidak bisa kembali ke dorm, ia terlalu khawatir meninggalkan orang yang sakit. Akhirnya malam itu dia menginap.

***

Keesokkan paginya…

“Kepala ku sakit” Chae Kyun bangun sambil mengeluh lalu melihat sekelilingnya dan mendapati sebuah tumpukkan besar disofanya.

“Aku tidak pernah ingat meletakkan bedcover disana” ucap Chae Kyun bingung.

Lalu ia mendapati mangkuk bubur diatas meja samping tempat tidurnya.

“Bahkan aku tidak ingat malam-malam memasak ini. Aneh sekali”

Namun ia tidak pikir panjang, dengan segera ia pergi kekamar mandi lalu mandi. Ia kembali dengan kaos dan celana yang santai yang sedikit diatas lutut. Penampilan yang menurutnya berantakkan dan tidak akan pernah ia biarkan seorang namja mana pun melihatnya dalam keadaan seperti itu.

—-

Kyuhyun bangun. Ia mendengar suara shower dikamar mandi dan melirih kearah tempat tidur.

“Yeoja itu sudah bangun rupanya. Aku masih lelah. Lebih baik aku tidur dulu sebentar sebelum meminjam kamar mandinya”

Kyuhyun lagi-lagi menyelimuti seluruh tubuhnya dengan bedcover.

Beberapa saat kemudian…

“Bahkan aku tidak ingat malam-malam memasak ini. Aneh sekali”

Suara yeoja itu membangunkannya. Ia duduk, berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih berpencar. Aku masih mengantuk dan dia terlalu berisik, keluh Kyu dalam hati.

—-

“Aku akan mulai dari tumpukkan bedcover disofa”

Chae Kyun menoleh kearah sofa dan mendapati seorang namja dengan wajah bangun tidur yang tampak sekali kalau nyawanya masih berceceran terlebih lagi namja itu sangat mirip dengan Kyuhyun Super Junior, biasnya.

Chae Kyun mengerjapkan matanya berusaha meyakinkan pandangannya. Sosok itu tidak hilang, padahal ia ilusi, keluh Chae Kyun. Kali ini dia mengucek matanya dan sosok itu masih disana. Kemudian ia menyadari penampilannya dan…

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!! Jangan lihat!!”

Mata Kyuhyun segar seketika mendengar teriakan itu. Dia heran padahal jelas yeoja didepannya memakai pakaian lengkap. Lalu? Kenapa dia berteriak sehisteris itu??

Dengan segera Chae Kyun meraih selimut dan menyelimuti tubuhnya.

“Jangan lihat!!”

“Apanya?” tanya Kyu heran.

“Aku masih berantakan!” teriak Chae Kyun.

“Mwo?” Kyu makin heran.

Dia rapi kok, pikir Kyuhyun bingung. Lalu Kyu memutuskan untuk tidak memusingkan masalah itu.

“Boleh aku pinjam kamar mandi mu?”

“Silahkan saja!”

Kyuhyun mengangkat bahu lalu masuk kamar mandi.

—-

“Ya Tuhan! Dia mirip dengan oppa! Mirip sekali!” Chae Kyun mengganti pakaiannya secepat kilat. Sebelum sang namja keluar dari kamar mandi.

Kemudian namja itu keluar dengan pakaian yang sama namun jelas dia usai mandi, kerena rambutnya basah.

“Boleh aku pinjam hairdryer mu?” tanya namja itu lagi.

“Silahkan saja”

Kyuhyun memperhatikkan yeoja itu sekali lagi.

“Kau ganti pakaian?”

“…”

“Lebih bagus yang tadi, menurut ku”

Kyuhyun mengangkat bahu. Chae Kyun melihat pakaiannya dan… Omo! Inikan pakaianyang hangus terbakar setrika kemarin! Babo! Chae Kyun langsung masuk kekamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan yang tadi.

Kyuhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, “Ajaib! Dia sampai tidak sadar apa yang dipakainya”. Lalu mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.

Usai semua kecanggungan…

“Kau siapa?” Chae Kyun memutuskan untuk bertanya pada namja asing itu.

“Cho Kyuhyun”

“Jangan bercanda hanya karena kau sangat mirip dengan oppa ku itu”

“Oppa mu?”

“Ya, dia bias ku di Super Junior”

“Oh, gomawo~”

“Heh?”

Chae Kyun makin bingung. Ia menatap namja didepannya yang sejak tadi memandang berkeliling ruangan itu. Banyak poster Super Junior khususnya Kyuhyun dan juga poster SHINee disana.

“Aku benar-benar bias mu rupanya” kali ini Kyu tersenyum.

“Maksud mu?” Chae Kyung berdoa agar kali ini tebakkannya salah.

Semuga dia bukan Cho Kyuhyun Super Junior.

“Aku sudah bilang pada mu kan? Aku Kyuhyun”

“Heh?!”

“Apa buktinya?”

“Sebentar lagi bukti berjalan datang”

Sebenarnya subuh tadi sebelum Chae Kyun bangun, Siwon menelponnya dan menanyakan kabar  Kyu. Kyu sendiri bilang membutuhkan makanan. Maka pagi ini Siwon akan datang membawakan makanan bersama member yang lain.

***

*ting tong!*

“Ku rasa buktinya sudah tiba” lagi-lagi Kyu tersenyum.

“Annyeonghaseyo” sapa Eunhyuk dengan ceria dan langsung memeluk saengnya itu.

“Hyungie~ lepaskan!” pinta Kyuhyun dengan sedikit kesal.

“Kyunie~ kami mengkhawatirkan mu semalaman” Sungmin mengusap kepala Kyu.

Semuanya masku dan memberi salam pada Chae Kyun yang terdiam membeku. Mimisan lalu pingsan lagi. Lagi-lagi Kyu menggendongnya keatas kasur.

“Kau tidak berbuat yang aneh-aneh kan Kyu?” Eeteuk tampak khawatir.

“Tentu saja hyung!” Kyu langsung membuka perbekalan yang dibawakan untuknya.

“Dia sampai mimisan begini melihat kita” Yesung tampak menahan tawanya.

“Maklum saja, kita ini kan permata” sahut Donghae dengan percaya diri.

Semuanya mengagguk setuju.

***

Chae Kyun masih heran, bingung, malu dan takut karena semua member Super Junior masih berada dikediamannya. Kepalanya jadi pusing tak karuan. Bagaimana tidak?

Member Super Junior tidak seperti yang dia bayangkan selama ini, ramah, pendiam dan sopan. Ya! Ke-13 member itu menganggap apartemen ini kediaman mereka juga.

Ada yang masak, sibuk bermain, merawat kura-kura (Yesung membawa serta kura-kuranya), merapikan rambut, menonton setiap infotaiment yang ada Super Juniornya. Bahkan ada yang dengan seenaknya browsing internet.

“Mereka begitu merepotkan! Membuat semuanya berantakkan!” gerutu  Chae Kyun yang hanya bisa diam sambil menonton kegiatan mereka masing-masing. Ia menatap poster yang kini sudah lengkap dengan tanda tangan.

“Omo! Sejak kapan mereka membuatnya!!” keluh Chae Kyung. Karena mereka menanda tanganinya diwajah masing-masing dalam poster itu.

Eunhyuk duduk disampingnya, “Tenang saja. Nanti aku yang akan merapikan semua ini”

Chae Kyun tersentak.

Wajahnya memerah.

“Hei! Hyung! Bereskan semua ini!” Kyuhyun  baru saja kembali dari minimarket untuk membeli minuman bersama Siwon.

Semua menoleh dan menatap Chae Kyun lalu dengan segera membereskan semuanya. Dan apartemen kembali seperti sedia kala.

“Ah~ mianhe~ hyung ku memang cepat menyesuaikan diri” Kyu langsung mendekati yeoja itu. Chae Kyun hanya mengangguk bingung.

“Siapa nama mu?”

“Chae Kyun. Shin Chae Kyun”

Rupanya member yang lain langsung mengamati mereka berdua sambil tersenyum penuh arti.

“Kyu kami sudah dewasa” celetuk Heechul.

Semua mengangguk setuju. Kyu langsung menarik Chae Kyung kebalkon dan mengunciny agar para hyungnya tidak menguping atau iseng memperhatikkan mereka berdua.

“Disini lebih tenang”

“Eh~” Chae Kyun bingung.

“Gomawo karena telah menjadikan ku bias mu”

“Ne~”

“Kenapa? Masih tidak percaya aku Kyu… ehm… Kyu mu?”

“Oppa~” kali ini Chae Kyun benar-benar memerah.

Kyuhyun tersenyum dengan sangat manis lalu memeluk Chae Kyun.

“Sudahlah~ jangan terus segan seperti itu. Kau tampak lucu dan bisa membuat ku tertawa”

“Berhenti bicara hal yang mebuat ku semakin malu”

Keluh Chae Kyung dalam pelukkan Kyuhyun.

“Hhaa… baiklah. Hari ini aku harus kembali ke dorm. Banyak pekerjaan. Kalau sudah selesai aku akan kembali lagi kesini”

Kyuhyun dan Chae Kyun kembali bergabung dengan member yang lain. Semua member Super Junior pamitan untuk kembali ke dorm.

Chae Kyun terpaku diatas kasurnya, “Aih~ semuanya menjadi kenyataan!!”

***

Hari ini Chae Kyun menyiapkan sebuah kado. Hari ini Kamis, tepat tanggal 2 Februari ini Cho Kyuhyung ultah. Chae Kyun ingin memberikan kado yang mungkin sederhana dibandingkan kado yang diberikan idol KPop lainnya kepada Kyuhyun.

Ia lagi-lagi webcam-an dengan teman-temannya diJakarta.

“Seriua?”

“Masa bohong sih!”

“Wahhh~ titip salam buat Wookie oppa sama Hae oppa!” teriak Ichen bersemangat.

“Dari yeoja manis ini buat Eeteuk oppa sama Siwon oppa!” lanjut Dinda.

“Dari aku buat Yesung sama Sungmin oppa” Piluu gak mau ketinggalan.

“Yesung sama Kyuhyun oppa donk. Salam dari ku” tambah Any.

Chae Kyun pusing setengah mati udah mikirin masalah kado sekarang malah acara titip-titip salam.

“Dheyka gak sekalian?”

“Buat Yesung ya” sahutnya dengan semangat.

“Terus intinya aku harus kasih kado apaan nih??” mulai kesal.

“Oh iya! Apa aja sesuai kata hati kamu donk. Kan hanya kamu yang tahu apa yang mungkin pas untuknya. Dia kan bias mu” jawab Dinda bijaksana.

Chae Kyun mengangguk pelan.

“Kapan pulang?” Any bertanya dengan penasaran.

“Seharusnya hari ini. Tapi aku sudah minta agar besok pulangnya. Jadi besok subuh-subuh aku sudah dalam penerbangan kembali ke Jakarta” jawab Chae Kyun dengan agak berat, semua mengangguk mengerti apa sebabnya.

“Baiklah! Manfaatkan waktu mu sebaik mungkin” Ichen tersenyum bersama teman-temannya yang lain diseberang sana. Chae Kyun meneteskan air matanya.

***

Kue dan sebuah kado sudah rapi diatas meja. Sekarang tinggal mencari tahu dimana jadwal Super Junior hari ini. Acara M-Net.

Dengan segera mala mini dia bergegas kesana.

Sesampainya disana…

Suasana sangat ramai. Banyak ELF dan crew yang tampak bersiap-siap menyambut hari itu.

Chae Kyun berdiri disalah satu sisi ruangan itu. Ia menghitung detik. Tepat 5 detik lagi biasnya akan berulang tahun. Namun ia tidak bisa mendekat dan tidak bisa menghubunginya. Mereka tidak sempat bertukar nomor HP.

5….

4…

3..

2.

1!

Semua berhamburan kesetting distudio itu. Acara ini live. Semua terharu bahkan dapat dilihat kalau Kyuhyun menangis saking terharunya. Begitu juga Chae Kyun yang tersenyum sambil meneteskan air matanya.

“Kau memang seorang idola. Disekeliling mu banyak yang mendukung mu. Ku harap kau takkan pernah melupakkan ku”

Chae Kyun menjauhi tempat itu. Ia berjalan menuju backstage dan memutuskan untuk meletakkan kue buatannya dank ado itu didepan ruang ganti Super Junior.

***

Rupanya malam itu Kyuhyun dan talent juga crew  SM Entertainment langsung pergi merayakannya diasrama Super Junior  tanpa kembali ke backstage. Kyu tidak melihat apa yang menantinya didepan ruang ganti. Tidak malam itu.

“Kau tidak menghubunginya?” tanya Eeteuk.

“Siapa hyung?”

“Chae Kyun, itu maksud mu kan hyung?” Ryeowook menanggapi.

Eeteuk mengangguk.

“Aku tidak memiliki nomor kontaknya. Aku akan mengunjunginya besok. Kalian membuat ku lelah sekaligus bahagia” Kyuhyun menatap member TVXQ, SNSD, Super Junior, SHINee dan para crew dengan penuh rasa syukur.

“Ah~ benarkah itu hyung?” tanya Minho sambil bergurau.

“Tentu saja!”

Semuanya tertawa.

Ya semuanya tertawa tanpa menyadari diseberang sana ada air mata yang mengalir karena tidak sanggup untuk menghadapi perpisahan.

Chae Kyun sibuk mengemasi barang-barangnya.

“Semoga dia melihatnya dan cepat datang” bisik Chae Kyung pelan.

Ia terus menunggu sambil menatap jam dimejanya. Dia terus menantikkan biasnya itu. Berkali-kali ia menatap poster Kyuhyun yang satu-satunya masih ia temple diruangan itu. Hingga akhirnya ia tertidur.

***

Kyuhyun tak bisa tidur. Padahal dia sangat lelah. Kini sudah menjelang  pagi. Matanya tak juga terpejam.

“Andai aku bisa menghubunginya” Kyuhyun memandangi i-phonenya.

Rupanya malam itu Sungmin belum juga tidur.

“Kau memikirkan yeoja itu?”

“Hyung? Belum tidur?”

“Jawab saja Kyu”

“Ne~”

“Kenapa kau tidak menemuinya?”

“Ah~ masih terlalu pagi”

“Kau benar! Aku sampai lupa”

“Hyung kenapa?”

“Tidak. Perasaan ku mengatakan kau harus pergi sekarang sampai-sampai aku lupa kalau ini masih sangat dini hari untuk berkunjung keapartemen seorang yeoja”

“Hhaa… kau begitu mempedulikan ku”

“Tentu saja. Karena kau ini saeng kesayangan ku”

“Gomawo hyung~”

“Ne”

Kyuhyun masih terus berfikir dan mempertimbangkan ucapan hyungnya untuk menemui yeoja itu sekarang juga. Padahal ia berencana akan mengajak yeoja itu jalan-jalan dihari ulang tahunnya. Namun ia sangat lelah, mungkin pagi ini ia baru akan pergi.

—-

Chae Kyun keluar dari apartemennya bersama barang-barang bawaannya. Ia akan pulang hari ini. Agak berat memang, dia menatap apartemen itu sekali lagi.

“…aku akan kembali lagi kesini”

Kata-kata terakhir Kyu masih terngiang ditelinganya.

“Apa mungkin ia benar-benar akan kembali untuk bertemu dengan ku?”

Chae Kyun mendorong kopernya memasuki taksi. Ia masih dalam keadaan bimbang. Namun taksi itu sudah jalan menuju Incheon.

—-

Rasanya baru 15 menit matanya terpejam, Kyu langsung dibangunkan dengan paksa oleh hyung ke-12 hyungnya.

“Hey! Aku masih sangat lelah dan mengantuk!”

“Tapi kau harus lihat ini!” Hankyung menarik tangan Kyu.

“Nanti saja hyungie~”

“Waduh! Susah sekali membangunkannya!” gerutu Kibum.

“Izinkan aku lewat” Eunhyuk dan Yesung tiba dengan membawa ember.

Semuanya memberikan jalan.

“Kau akan membasahi ruangan ini!” ucap Eeteuk kesal.

“Ah~ nanti aku akan minta pengurus untuk membereskannya” Eunhyuk diam-diam juga enggan merapikan keributan itu.

“Cukup guyur wajahnya saja dengan air setengah gayung” usul Heechul.

Semua menyetujuinya.

*byur!*

“Hyyyuunngggiieeee!! Kenapa mengguyur ku?” Kyuhyun bangun dengan terkejut.

“Akhirnya evil bangun juga” Yesung mendengus nafas lega.

“Ini!” Donghae memberikan barang temuan didepan ruang ganti yang diantar crew.

Kyuhyun memandangi kotak itu dengan heran.

“Kan bisa nanti membukanya”

“Tadinya sih maunya begitu. Tapi buka kotak kue itu!” Siwon menunjuk kotak yang satunya.

Kyuhyun membuka kotak itu dan disana bertuliskan…

Saengil Chukkae My Bias, Chae Kyun

Kyu menatap hyungnya satu persatu.

“Kami pikir itu penting” Shindong menjelaskan.

Semua mengagguk setuju.

Kyu membuka kotak yang satunya. Dan disana ada kaos, juga kumpulan foto dirinya dan Chae Kyun yang diambil malam kemarin saat mereka diapartemen.

Kyu membuka surat itu lalu terdiam…

Semua keheranan, Eunhyuk mengambilnya dan membacakannya. Usai itu semua menatap  Kyuhyun. Kyu langsung mengambil jaketnya dan pergi sambil membawa surat itu bersamanya.

—-

“Dia takkan datang. Takkan pernah. Dia sibuk. Dia bukan siapa-siapa ku”

Chae Kyun menangis diam-diam sambil menunggu am keberangkatannya sebentar lagi.

“Kyu oppa~”

Dia masih berharap sambil menatap pintu keberangkatan, mencari tanda-tanda kehadiran Kyuhyun, biasnya yang selama ini hanya dalam mimpinya dan kini menjadi nyata.

Pengeras suara berbunyi.

“Perhatian, kepada seluruh penumpang dengan penerbangan nomor xxx menuju ke Jakarta, Indonesia harap segera memasuki pesawat. Karena sebentar lagi akan lepas landas”

Chae Kyun melangkah dengan berat.

—-

Kyuhyun menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia teringat setiap perjumpaannya dengan Chae Kyun. Air matanya mengalir perlahan. Kyu bukanlah namja yang cengeng, dia akan menangis jika ada sesuatu yang menurutnya berharga.

Apakah tanpa sadar Kyu menjadikan Chae Kyun menjadi seorang yeoja yang berharga?

—-

“Aku tidak bisa menunggu lagi”

Akhirnya Chae Kyun memutuskan untuk meninggalkan Korea. Ia berada dilapangan terbang melangkah menuju pesawat didepannya.

Kyuhyun baru tiba di Incheon.

Ia langsung berlari secepat yang ia bisa. Ia bertanya pada penjaga tiket. Ia tidak peduli dengan pekikkan yeoja disekelilingnya yang mulai menyadari kehadiran Kyuhyun si idola. Ia terus melewati segala macam bentuk kekaguman.

“Kyuhyun oppa”

“Oppa!”

“Cute! Oppa!”

Ia tidak sempat membalas segala macam bentuk pujian. Kyu melihat kebawah, disana ada yeoja yang dia kenal, Chae Kyun dengan dress pinknya dan sebuah koper besar.

“Sial!”

Dia langsung berniat menerobos masuk. Namun dia tidak diizinkan masuk kekawasan itu tanpa tiket penerbangan.

“Tapi aku Kyuhyun!”

“Mianhe~ kami tahu. Tapi tetap tidak bisa sudah jadi peraturan dari sana”

“Tapi aku mau menemui yeoja ku!”

“Mianhe~ kami tetap tidak bisa”

Security membawanya menjauh dari tempat itu. Kyu menatap pesawat yang sudah lepas landas itu membumbung di angkasa. Kyuhyun diam lalu duduk dilantai bandara dan menangis menyesali keterlambatannya.

—-

Kyuhyun membuka surat yang dia simpan disakunya sambil menangis dan teus bersimpuh dilantai.

Dear Kyu oppa~

Gomawo~

Kau telah menerima ku meski hanya sebatas fans. Aku sangat berterimakasih padamu.

Kau tidak membenci ku meski dua kali aku lakukan kesalahan padamu.

Kau merawat ku meski hari itu aku merepotkan mu.

Kau membuat ku tersenyum meski aku tahu hari itu kau sangat lelah.

Kau memelukku meski kau tahu mungkin akan ada yang tidak suka.

Terimakasih karena telah mengizinkan ku untuk menjadikan mu bias ku.

Gomawo oppa~

-Shin Chae Kyun-

—-

Member Super Junior datang untuk menjemput Kyuhyun. Mereka terkejut mendapati maknae mereka yang bersimpuh dilantai bandara.

“Hyung, baru kali ini dia tampak hancur” Ryeowook meyeka air matanya sendiri.

“Rasanya aku tidak tahan melihatnya seperti itu” Donghae membuka kacamata hitamnya.

“Aku tidak suka pemandangan memilukan seperti ini” Sungmin menunduk.

“Aku akan bicara pada Kyu” Eeteuk mengambil keputusan.

“Jangan hyung. Kita lihat dulu sebentar lagi” cegah Siwon.

“Aku setuju!” Heechul angkat bicara.

“Maksud kalian?” Eeteuk sama sekali tidak mengerti.

“Diam dan lihatlah hyung” pinta Kibum.

—-

Kau pikir aku ini siapa? Aku terus memikirkan mu dan kau mendengar isi hati ku yang mengagumi mu, ucap Chae Kyun dalam hati. Ia menangis melihat adegan didepannya.

Kyuhyun yang bersimpuh dilantai bandara.

Ia melangkah mendekatinya. Semua member Super Junior menoleh kearahnya seolah memohon agar Chae Kyun dapat mengembalikan maknae mereka seperti sedia kala. Maknae iseng yang ceria dan baik hati meski sedikit jutek. Bukan saeng mereka yang rapuh seperti itu.

“Aku tahu, kau pasti datang”

Kyu langsung menoleh begitu mendengar suara Chae Kyun. Ia menatap siluet yeoja dihadapannya dengan bimbang.

“Apa itu sungguh kau?”

Kyu tampak masih tidak percaya. Ia terus menatapnya menanti kepastian.

“Ne oppa~ ini aku”

Kyu langsung berdiri dan memeluk yeoja itu. Kyu langsung memeluknya seolah tak ingin melepaskannya lagi.

“Kenapa kau meninggalkan ku? aku sudah berjanji akan kembali menemui mu”

“Oppa~ aku harus pulang”

“Tapi…”

“Oppa~ dengar aku baik-baik. Aku memiliki keluarga dan teman-teman aku harus kembali pada mereka. Oppa seorang idola aku yakin oppa bisa memiliki yang lebih dari diri ku”

Lalu lagi-lagi ada pengumumang penerbangan selanjutnya. Penerbangan menuju Indonesia.

Chae Kyun sudah membeli satu tiket lain yang ia beli sendiri. Jika ia pergi dengan tiket yang diberikan Kedubes padanya mungkin ia sudah tidak diKorea saat ini.

“Sekarang biarkan aku pergi” Chae Kyun berpamitan pada Kyuhyun.

“Kyunnie, kau adalah teman terbaik ku. ya. Teman terbaik yang berarti meski hanya beberapa jam saja aku menemui mu. Kau begitu berkesan” Kyuhyun tersenyum.

“Gomawo oppa~”

Chae Kyun pun pergi dengan penerbangan selanjutnya. Kyuhyun menatap pesawat yang perlahan hilang diangkasa. Semua member Super Junior menghiburnya.

Sementara itu dipesawat Chae Kyun menangis, “Meski hanya teman, aku bahagia oppa!”

–END–

7 comments

  1. NurulJ2R · November 30, 2011

    keren😀

  2. Min sung gi · December 31, 2011

    Knpa hrus pisah??:'(
    padahal aq kra bkal jdian:(
    ahh..author emg daebak bkin org nangis..
    Nice ff.
    Terus berkarya.^^

  3. UniKyu · June 11, 2012

    hmm.. good~
    kirain endingnya jadian.. bakal nangis darah tuh si sparkyu all over the world.. trmasuk aku.. kekekeke~ :p
    tpi bagus – bagusss…. aku suka isi suratnya..🙂

  4. arvina ELFishy · July 26, 2012

    aduh miimpi ya… Mimpi tp brharap bgt aq sm donghae oppa bs knalan sprt itu. Huaa… Donghae oppa masuk islam lah…aamiin

  5. VavaIsElf_07 · January 4, 2013

    keren!! :’)

  6. lee vue 신 리 · June 15, 2013

    Cerita yang menarik .. simple ,, ringan n tidak berbelit-belit ..
    Good job author .. ^^
    Wait u next story .. fighting author ..

  7. Park Nahun · September 28, 2014

    Oh my god.. Aku tak tahu seperti apa perasaan kyuhyun.? Masa hanya teman yg berkesan tp segitunya.. Ampuuuunnn.. Aku pngn kayak gitu …

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s