My Lovely Teacher (Part I)


Title          : My Lovely Teacher (Part I)

Author    : Siska Sri Wulandari

Cast          : Myung Soo Infinite, Hana & Wohyun Infinite.

Cameo    : Hoya Infinite & Hara

“Apa?” aku setengah menjerit setelah mendengar cerita kakakku Hara.

“Jangan membuat keributan di pagi buta seperti ini Hana”, serunya sambil melepaskan tangannya yang tadi digunakannya untuk membungkam mulutku.

“Bagaimana kalau ibu tahu?”

“Ibu sudah tahu.”

“Haah!!” aku berteriak semakin histeris.”Bagaimana bisa ibu membiarkanmu tetap hidup?”

Jitakan Hara segera mendarat di kepalaku.

“Pabo, semua keluarga sudah menyetujui hubungan kami. Jadi hanya tinggal menunggu saat yang tepat untuk menentukan hari baik.”

“Tapi itu tetap saja merupakan aib kan.”

“Aib kalau tidak ada yang mau mengakuinya.” Jawab kakakku sambil mengelus-elus perutnya.

“Ya, terserah apa katamu sajalah, tapi yang jelas aku tidak mau mengikuti ide konyolmu itu.” Kataku sambil bangkit dari tempat tidur dan membuka jendela kamar. Sinar mentari langsung menyerbu masuk ke dalam yang membuatku harus memicingkan mata. Aku mendongakkan kepala keluar jendela. Memandang sekeliling sambil kemudian menghela nafas.

“Kau tidak bisa menolaknya.” Kata kakakku lagi.

“Kau yang melakukannya, jadi kau yang harus bertanggung jawab.”

“Lantas kita mau makan pakai apa? Siapa yang akan membayar uang kuliahmu? Kau pikir toko bunga itu bisa mencukupi semua kebutuhan kita?” nada bicara kakakku meninggi.

“Sejak awal kau yang membuat kesalahan, tapi kenapa kau melimpahkan semuanya kepadaku seolah-olah akulah yang harus bertanggung jawab!” jawabku tak kalah ketusnya. Tiba-tiba air mataku menetes. Aku membalikkan tubuhku. Menatapnya yang masih duduk di pinggir tempat tidur dengan dingin.

“Kalau ayah masih ada, dia tidak akan membiarkan hal ini terjadi”. Aku menatap perutnya dengan tatapan nanar dan melangkah keluar. Sesampainya di ambang pintu aku menghentikan langkahku “Kalau kau pikir ini adalah persoalan yang mudah, seharusnya kau mampu mengatasinya.” Kemudian aku membanting pintu dan meninggalkannya.

* Hana POV*

Apa-apaan dia. Menyuruhku untuk menggantikan dia. Memangnya dia pikir itu mudah. Aku ini masih mahasiswi jurusan sastra Inggris semester satu. Umurku bahkan sama dengan siswa SMA kelas tiga karena aku penah lompat kelas satu tahun pada saat aku masih kelas satu SMA. Pagi-pagi sudah membuat orang kesal. “Bruuk” Karena asik mengomel aku sampai lupa menginjak anak tangga terakhir yang membuatku sukses tersungkur. Aku meringis kesakitan. Ibu berdiri tepat dihadapanku dengan berkacak pinggang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

*END POV*

“Hana…Hana, ini sudah yang kesekian kalinya kau jatuh di tangga rumahmu sendiri. Kau seperti baru tinggal disini beberapa hari saja” keluh ibuku sambil berjalan menuju dapur.

Aku mengikuti langkah ibu dan duduk di meja makan. Keadaan hening. Ibu sibuk mencuci piring dan aku sibuk dengan pikiranku sendiri yang tak karuan. Tiba-tiba ibu berdehem.

“Ibu tahu ini sulit untukmu, tapi hanya itu satu-satunya cara untuk bisa menyelamatkan perekonomian kita.” Kata ibu datar sambil tetap dengan kegiatan mencucinya. Aku menatap punggungnya yang semakin renta. Meski tidak melihat wajahnya saat Ia mengatakan hal itu, tapi aku tahu dari nada bicaranya ia juga menyesal dengan segala keputusan ini. Pada dasarnya bukan hanya aku yang terluka ketika keputusan ini sudah tidak bisa diubah lagi. Baik aku, ibu dan juga kakak sama-sama merasakan kepahitan yang mendalam. Tapi tetap saja porsi kepahitanku yang paling banyak. Dan mulai besok ketika aku membuka mata aku akan memulai kehidupan dengan KEBOHONGAN yang aku sendiri tidak tahu kapan bisa dihentikan.

SMA Hyundai…

Aku keluar dari mobil ragu. Aku memperhatikan sekelilingku dengan saksama. Penuh dengan siswa-siswi berseragam. Harusnya aku juga masih berada di sekolah seperti ini. Dan kini aku memang berada di sekolah seperti ini tapi bukan sebagai pelajar tapi sebagai pengajar. Aku mengacak-ngacak rambutku sambil terus ngedumel. Tiba-tiba seorang laki-laki setengah baya berseragam satpam mendekatiku. Sepertinya dia adalah satpam sekolah ini. Ya, jelaslah memangnya satpam manalagi. Sepertinya aku mulai gila.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya padaku

Aku membungkuk dan melontarkan senyum paksaan kepadanya. “Aku Guru baru disini, bisa beri tahu aku dimana ruang kepala sekolah?”

Satpam itu memperhatikanku dari ujung kaki sampai ujung kepala. Aku sudah bisa membaca pikirannya. Ia pasti tidak menyangka kalau aku adalah Guru. Jangankan dia, aku saja tidak percaya dengan profesiku sekarang. Kemudian aku berdehem. Dia sedikit kaget. “Baiklah, saya akan mengantarkan Anda Buk”.

“What? Buk? Apa aku memang terlihat sangat tua? Aku meraba wajahku. Dan menatap satpam yang sudah mendahuluiku di depan dengan tatapan sedih. Aku bergumam pelan “Aku ini masih 18 tahun!Aku ini masih 18 tahun!.” Naas memang nasibku. Di sepanjang koridor banyak siswa yang memperhatikanku. Tak jarang ada beberapa siswa yang mengedipkan  matanya kepadaku. Aku segera memalingkan wajah ” sekolah ini terlalu banyak debu sehinga banyak siswanya yang kelilipan!” dengusku kesal. Kali ini aku benar-benar ingin berteriak “AKU INI LEBIH TUA DARI KALIAN, JADI HARGAI AKU SEBAGAI WANITA!”.

Setelah mengucapkan terima kasih, aku mengetuk pintu ruangan kepala sekolah. “Masuk”, kata seseorang dari dalam.Aku meraih gagang pintu dan hendak membuka pintu tapi tertahan. Aku menarik nafas dan kemudian membuangnya.”Semuanya pasti akan baik-baik saja” kataku dalam hati mencoba untuk menghibur diriku sendiri. Kulihat laki-laki bulat, eh maksudku laki-laki berisi berkacamata sedang duduk sambil bekerja dengan laptopnya. Melihat aku masuk dia langsung berhenti bekerja dan mempersilahkan aku duduk. Ia sangat menyambut kedatanganku seolah-olah aku memang orang yang selama ini dia cari-cari.

“Saya sudah membaca riwayat hidup Anda dan semua file-file lamaran Anda. Maka dengan segala pertimbangannya selain menjadi guru Bahasa Inggris, Anda juga akan menjadi wali kelas XII E.”

Seketika aku membeku. Itu artinya aku juga harus menjadi ibu kedua bagi siswa XII E. “Oh, God, I really 18 years old!

Kepala sekolah mengantarkanku ke kelas XII E. Ketika kami masuk keadaan kelas tiba-tiba menjadi hening. Aku hanya terperangah melihat isi kelas tersebut, begitu berantakan dan auranya sangat tidak nyaman. Badan mereka bahkan dua kali lebih besar daripada aku. “Kelas ini isinya adalah kumpulan siswa-siswa bermasalah di sekolah ini” bisik kepala sekolah. Sekarang aku mengerti, kenapa aku begitu disambut baik oleh kepala sekolah yang sepintas terlihat seperti Doraemon ini. Tentu saja, aku yakin tidak ada satu Guru pun yang mau menjadi wali kelas yang isi murid-muridnya adalah orang-orang bermasalah seperi mereka. Hatiku bertambah galau ketika dia menyebut kata “Kumpulan”.

“Selamat pagi anak-anak, perkenalkan ini adalah bu Kim Hana. Dia adalah guru Bahasa Inggris yang baru dan juga merangkap wali kelas kalian yang baru.”.

Murid-murid tersebut hanya diam tanpa reaksi sambil menatapku dingin. Aku hanya bisa tersenyum pahit. Aku terus menatap kepala sekolah yang berjalan meninggalkan kelas sampai Ia benar-benar menghilang. Aku mengarahkan pandanganku kearah para siswa. Tapi tidak ada yang mempedulikan aku. Seolah-olah aku ini tidak ada dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ada yang sedang tidur, bermain ponsel, membaca komik, bergosip, saling mengganggu teman dan kegiatan aneh lainnya. Bahkan aku sampai lupa kalau sekarang aku sedang berada di sekolah.

TBC…

Semoga para readers tidak kecewa dengan FFku yang gaje ini… Dan mohon comment & supportnya ya. Kritikan kalian semua sangat membantu. Gomawo🙂

19 comments

  1. Kiseopielovers · April 26, 2011

    keren!aku suka kalo castnya Infinite.aplg kalo U-KISS ato Suju.ddaebak!!

  2. Asian Idol Fanfiction · April 26, 2011

    Inspirit yha..?

  3. ahmad fahwazi · April 26, 2011

    nice,,,good stories……….lanjutkan,,,,,,bakat mu

  4. Kiseopielovers · May 1, 2011

    hehe^^
    iya.

  5. Asian Idol Fanfiction · May 2, 2011

    Semoga ttp setia ngikutn FFnya yha..
    Hhe..
    & S’moga critanya nggak bosenin..🙂

  6. siryeo · December 11, 2011

    umur 18 tahun udah jadi ibu kedua…
    Jadi, hara yang harusnya ngajarkan?

  7. Yeni · December 23, 2011

    Keren bgt ni ff

  8. Joonisa · December 30, 2011

    kyaaa nemu lagi ff infinite lalala😀 ..
    kebetulan aku inspirit, masih newbie sih.. tapi ga masalah kan hehehe,,
    aku lanjut part selanjtnya yah .. penasaran ^^

  9. calliezzta · June 6, 2012

    keren. aq suka cerita.a
    ><

    yg jdi guru muda bngt yah. wkwkw
    lanjut ke part selanjut.a

  10. kyuwonhae · August 6, 2012

    annnyeonghaseo , miati imnida reader bru dsni🙂 . Bangapta
    Mwooo ?? Gak bsa ngbyangin 18 thn udh jd gru😮 + jd sli klas yg mrid2 y sngat m’nybalkan😦 .
    Kreeen thorr, lanjutt bca😀

  11. fitri indriyani · October 5, 2012

    aq g ngerti part ini, jd hana itu nyamar atw gmana?..next part

  12. kimisaranghae · December 14, 2012

    like it
    lanjut bac dulu

  13. jjlovekyu · April 15, 2013

    waah seru nih kayak nya🙂

    suka sama karakter hana

  14. iza_putri · May 26, 2013

    keren.. gak nyangka umur 18 thun udh jadi guru dan wali kelas.. nice😄

  15. Jung rae_kyo · July 13, 2013

    LoL,murid2 hana trouble maker semua.

  16. Amel Lee · August 18, 2013

    Ommo… gak bisa bayangin hana yang umurnya masih beuhhh~ 18 th jadi guru, keren thor😉
    nice fanfic ^_~

  17. Shinji · November 27, 2013

    Annyeong ,,,,reader bru
    slm knal

  18. Barom yu · December 31, 2014

    Yang sabar yaa hana, udah pagi2 di bikin kesel+jatoh di tambah harus jd ibu ke 2 bagi murid2 bandel huhuhu

  19. parkjaein · May 14, 2015

    annyeong😀 wow ide ff nya keren penasaran ama jalan critanya hehe umur 18 tahun uda jadi guru wow hebat bget, tpi koq bisa ya ????

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s