My Lovely Teacher(Part III)


Title          : My Lovely Teacher (Part III)

Author    : Siska Sri Wulandari

Cast          : Myung Soo Infinite, Hana & Wohyun Infinite.

Cameo    : Hoya Infinite, Hara, Sung yeol Infinite & Infinite Member

*Wohyun POV*

Siapa guru cantik itu? Mengapa Ia begitu mempesona. Sepertinya aku mulai tertarik padanya. Pasti akan lebih menarik kalau aku mendekatinya. Aku suka sekali ekspresinya ketika sedang marah. Haha, tapi apa dia benar-benar guru. Mengapa ia terlihat masih sepeti anak SMA? Siapapun dia yang jelas aku sangat tertarik padanya. Aku harus bisa membuatnya takluk kepadaku. Ngomong-ngomong tamparannya tadi lumayan juga.

*END POV*

Kediaman Hana…

“Hana, bangun, sudah siang kau bisa terlambat bekerja.” Ibuku membangunkanku sambil menarik selimutku.

“Aku tidak mau masuk” jawabku malas sambil menarik lagi selimutku.

“Apa ada masalah di hari pertamamu semalam?”

“Tentu, tentu saja. Bukan hanya semalam tapi sampai seterusnya akan tetap bermasalah.”

“Kau hanya butuh adaptasi”

“Bukan adaptasi tapi terapi. Hari pertama semalam cukup menyadarkanku untuk segera berhenti.”

“Kita sudah pernah membicarakan ini sebelumnya kan.” Kata ibuku pelan sambil mengelus lembut kepalaku.

“Ya, baiklah bu, baik.” Jawabku sedikit kesal sambil melempar bantalku kelantai.

SMA Hyundai…

Wohyun sedang berdiri di samping pos satpam sambil terus celingak-celinguk.

“Sedang menunggu siapa tuan?” Tanya satpam sekolah

“Teman.” Jawab Wohyun singkat.

Bel  masuk berbunyi dan membuat Wohyun terpaksa mengakhiri penantiannya.

“Apa Ia datang terlambat?” gumam Wohyun.

*Hana POV*

Untung saja satpam masih mengizinkan aku untuk masuk. Kalau tidak aku pasti harus berurusan dengan kepala sekolah. Hari ini aku ada jadwal di kelas XII A. Bagaimana ya murid-muridnya? Aku dengar itu merupakan kelas unggulan pasti murid-muridnya akan jauh lebih mudah diatur. Akhirnya aku sampai di depan kelas XII A. Betapa terkejutnya aku ketika melihat sesosok siswa yang paling tidak ingin aku temui. Siswa yang kemarin mencium seorang siswi di koridor dan memperlakukan aku dengan tidak sopan. Aku lihat dia terus memandangku tanpa sedikitpin berkedip. Apa ada yang salah dengan penampilanku sehingga ia terus memperhatikanku.

*END POV*

*Wohyun POV*

Jodoh memang tidak kemana. Pada akhirnya dia sendiri yang datang kepadaku.Kekeke~ Hana, nama yang indah, memang pantas disandingkan dengan gadis secantik dan seanggun dia. Rasanya aku benar-benar ingin mengenalnya lebih jauh. Berapapun usianya aku tidak peduli karena pesonanya mampu menutupi itu.

*END POV*

“Bagaimana? Kelas XII A jauh lebih baikkan daripada XII E?” Tanya pak Sung yeol kepadaku.

“Ya, sedikit lebih baik,” jawabku singkat sambil melahap makan siangku.

“Sedikit katamu?” Tanya Bu Gyuri lagi

“Mungkin aku hanya perlu beradaptasi.” Jawabku lagi

“Kau benar, kau memang hanya perlu beradaptasi. Oh ya bagaimana siswa yang bernama Wohyun?” Tanya pak Sung yeol lagi

“Uhuk..Uhuk.” aku tersedak dan berusaha mencari air minumku.

“Dia tidak menggodamu kan?” sambungnya lagi

“Dia adalah siswa tertampan di sekolah ini, banyak sekali wanita yang tergila-gila padanya termasuk guru disini.” Celetuk bu Gyuri.

Aku membelalakkan mataku.

“Dia contohnya” tunjuk pak Sung yeol pada seorang guru di meja seberang.

“Kudengar mereka pernah menjalani hubungan spesial selama beberapa bulan.” Sambungnya lagi.

Mendengar itu semua membuatku semakin sulit untuk menelan makan siangku. Aku hanya bisa menelan ludah mendengar kisah siswa kurang ajar itu yang akhirnya kuketahui bernama Wohyun.

Ponselku berdering tanda ada sms masuk, ternyata dari Hoya. Hoya adalah teman sekampusku yang juga merupakan teman baikku.

“Nanti datanglah lebih awal, ada beberapa hal yang harus di diskusikan untuk tugas kita”

“baik ” jawabku singkat.

Sejak menjadi guru di sini aku terpaksa mengorbankan kuliahku. Untuk sementara aku mengambil kelas sore. Untung Hoya mau menemaniku juga. Hehe, dia memang sahabat yang paling bisa diandalkan.

Aku melangkah terburu-buru melewati koridor. Aku tidak boleh datang terlambat ke kampus. Aku segera mengendarai mobilku laju. Akhirnya aku sampai juga di kampus. Aku dan teman sekelompokku yang lain langsung mendiskusikan tugas kami. Setiap berkumpul dengan teman-temanku aku selalu merasa penatku hilang. Mereka adalah obat terbaik untuk mengatasi stresku saat ini. Usai kuliah kami memutuskan untuk makan di sebuah kafe di depan kampus. Ketika sedang asik mengobrol tiba-tiba tiga orang laki-laki yang tak asing lagi lagiku berdiri di depan meja kami. Oh God mereka adalah Myung Soo dkk. Bagaimana ini, bagaimana ini. Apa yang harus kulakukan. Hoya, di mana Hoya? Ya ampun kenapa di saat genting seperti ini dia tidak ada. Aku masih terus membeku hingga akhirnya Myung Soo berbicara.

“Kau Guru yang gaul juga rupanya”

Sontak  Myung Soo dkk menjadi pusat perhatian teman-temanku ketika dia mengatakan hal itu.

“Kau mengenalnya?” Tanya Dong Woo.

Aku hanya nyengir tanpa tahu harus melakukan apa.

Aku berdiri dan menarik Myung Soo keluar kafe.

“Apa yang kalian lakukan disini?” tanyaku sambil menyapu bersih penampilan mereka.

“Tidak perlu kami jawab pun pasti kau sudah tahukan.” Jawab Myung Soo dingin

“Kalian manggung disini?”

“Menurutmu?” Aish, makhluk tengil bernama Myung Soo ini benar-benar menyebalkan.

“Kau sendiri? Mengapa nongkrong di tempat seperti ini. Ini adalah angkringan anak muda, orang tua sepertimu tidak seharusnya berada disini.

Sunjong dan Sunggyu terlihat menahan tawa mereka.

“Apa aku terlihat begitu tua?” tanyaku menyindirnya.

“Tentu.” Jawab Myung Soo datar.

“Baiklah, kalau besok sampai ada diantara kalian yang ketiduran di kelas atau tidak berkonsentari karena kelelahan, maka aku tidak segan-segan melarang kalian untuk berhenti.”

“Memangnya kau siapa?” Tanya Myung Soo ketus sambil mendekatkan wajahnya padaku.

“Apa kau pikir kau punya hak untuk itu?” sambungnya lagi.

“Myung Soo sudahlah jangan mencari masalah dengan wali kelas bisa-bisa kita terlibat masalah.” Sunjong menarik Myung Soo untuk pergi.

Setelah berpamitan(kecuali Myung Soo) mereka segera pergi meninggalkanku.

“Anak bernama Myung Soo itu benar-benar perlu diberi pelajaran” gumamku dalam hati.

*Myung Soo POV*

Aku jadi curiga dengan wali kelas menyebalkan itu. Dia tidak terlihat seperti guru-guru pada kebanyakan. Meskipun usianya masih terbilang cukup muda tapi dia terlalu gaul untuk bisa nongkrong di tempat seperti ini. Orang seperti dia seharusnya lebih senang menghabiskan malam-malamnya bereunian dengan teman lama sambil minum soju. Teman-temanya pun terlihat masih seperti mahasiswa semester pertama. Haa, untuk apa aku berpikir sejauh itu. Aku tidak peduli apapun dia.~

*END POV*

11 comments

  1. EunJoe · April 29, 2011

    Lanjutkan sis!! Haha~

  2. idolfanfiction · May 22, 2011

    Gomawo Nad…
    rjin” berknjung ke blog ini yha ^^

  3. siryeo · December 11, 2011

    myungsoo kya.a pinter tuh…
    Bukti.a curiga sama hana…

  4. trya001 · May 3, 2012

    aq lbih suka myungsoo ktimbang woohyun hehehe #pisss
    soal’y myungsoo lebih kereen ketimbang wohyun🙂

  5. calliezzta · June 6, 2012

    yah, part.a kependekan🙂

  6. kyuwonhae · August 6, 2012

    lanjutt thorr , mkin seru aj ne crta😀

  7. Restu Zenny Alvionita · March 11, 2013

    seruu… hampir mau ktauan deh,,haha

  8. jjlovekyu · April 15, 2013

    hana ,ibu-ibu gaul ? AHAHAHA😄

    ada2 aja Myungsoo

  9. Shinji · November 27, 2013

    Lanjut

  10. Barom yu · December 31, 2014

    penasaran lanjutan nya? apa nanti akan ada cinta segitiga huhuhu

  11. parkjaein · May 14, 2015

    Kyaaa uda tbc lagi😦 bgus critanya bikin penasaran hehe next part ea

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s