My Lovely Teacher(Part IV)


Title       : My Lovely Teacher (Part IV)

Author : Siska Sri Wulandari

Cast        : Myung Soo Infinite

                : Hana

                : Wohyun Infinite

Cameo  : Hoya Infinite, Hara, Sung yeol Infinite, Sunggyu Infinite & Infinite member

     Aku benci saat-saat seperti ini. Setiap pulang ke rumah selalu pemandangan sama yang kudapati. Melihat ibu yang selalu meringkuk sendirian di kamarnya seraya menangisi laki-laki tak berhati itu. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi menghiburnya. Aku lelah dengan semua ini. Lelah dengan kehidupan yang selalu tak adil pada diriku. Aku yang dulu selalu dimanja dan tak pernah kekurangan kasih sayang harus pasrah menerima keadaan bahwa DIA telah memilih yang lain. Sejak saat itu pula aku tidak pernah bisa mempercayai orang lain lagi. Hanya pada ibuku seorang aku bisa memberikan senyuman dan kehangatanku. Hanya dia yang bisa kupercaya, hanya dia yang mengerti aku.

     Aku melangkah ke dapur dengan tidak bersemangat. Kubuka tudung saji dan mendapati makanan itu lagi. Makanan kesukaan laki-laki keparat itu. Aku menghempaskan diriku di lantai, menyenderkan tubuhku ke tembok. Kenangan akan masa itu terulang kembali. Dimana dulu semuanya baik-baik saja. Kehidupan yang begitu sempurna. Kami memiliki keluarga kecil yang harmonis. Tidak pernah satu hari pun kami lewati tanpa senyum di bibir kami, namun kini semuanya berbeda. Laki-laki itu menikah dengan wanta lain. Wanita yang lebih kaya dan lebih berkuasa. Mencampakkan kami seperti barang bekas. Aku membencinya tapi tak pernah seutuhnya. Jauh di lubuk hatiku yang paling dalam aku berharap suatu saat nanti aku masih bisa memanggilnya ayah. Aku melangkah menuju kamar ibu. Mengecup keningnya halus sambil membelai rambutnya yang mulai memutih. Ia tak bereaksi. Ku biarkan ia terpulas nyenyak. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke luar.

*aju orae jeon neoreul boatdeon geu neukkimeul gieokhe nan..

neoreul alatdeon nareul alatdeon geu shijeoli saenggakna..

neoreul dalmgo shipdeon eouligo shipdeon ganjeolhaesdeon shiganeul…

nan dashi saenggakhae da jinagan hannat chueok bboningeol. ..

“Haa, siapa yang menelepon malam-malam begini” desisku sambil mencari keberadaan ponselku.

“Hmm.” Hanya suara itu yang aku keluarkan ketika mengangkat telepon.

“Hana!” teriak suara di seberang sana.

“Siapa?” jawabku hampir tak terdengar.

“Hana, Hana, aku Sung Yeol, kau harus segera pergi ke bar di distrik M untuk menjemput siswamu.” Teriak suara di seberang sana dengan panik.

“Haa,” aku terperanjat.

 “Iya, Kim Myung soo, Kim Myung Soo sedang berbuat onar disana”

“Haa?”

“Kau jangan Haa..Haa saja lekaslah kesini, aku tak bisa mengontrolnya lagi.”

“Baiklah” jawabku lalu segera bergegas.

Tanpa berpiir panjang lagi masih lengkap dengan piyamaku aku segera pergi ke tempat kejadian. Sesampainya disana kulihat Pak Sung Yeol yang sedang berdiri sambil mengusap-usap keningnya.

“Pak…”

Pak Sung Yeol berbalik badan dan segera menarikku.

“Lihat, siswamu membuat onar lagi.” Katanya sambil menunjuk-nunjuk Myung Soo yang wajahnya memar-memar.

“Kau menghajarnya?”tanyaku polos.

“Aih, kau sudah gila ya, Dia tadi berkelahi. Aku tidak bisa membawanya pergi karena aku tidak mau menjaminnya kepada pihak bar”

“Kenapa tidak menelepon orang tuanya?”

“Sudah dari tadi aku coba tapi tidak ada yang mengangkatnya.”

“Aku yang akan menjaminnya kalau ia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi” kataku pada manager bar tersebut.

Myung Soo terlihat kaget saat aku berkata seperti itu.

“Tidak usah berlagak sok peduli.” Hardiknya ketus.

“Apa anak seperti dia masih bisa di tolerir? Ini bukan yang pertama aklinya dia membuat keributan. Sebaiknya kita selesaikan masalah ini di kantor polisi.” Jawab manager bar tersebut.

“Ya sudah, kita ke kantor polisi sekarang saja.” sambung Myung Soo sambil memegang pelipisnya yang berdarah.

“Kim Myung Soo, tutup mulutmu!”teriakku.

“Untuk apa?” balasnya

Terlihat pak Sung Yeol yang semakin Gerang dengan sikap Myung Soo.

“Apa yang akan kau lakukan? Membantuku keluar dari masalah ini? Haa!”

“Aku tidak mengerti jalan pikiranmu.”

“Tidak usah berpura-pura peduli padaku.Kau sama saja dengannya!” tunjuk Myung Soo kepada Pak Sung Yeol, “Dia,dia dan dia!” teriaknya lagi sambil menunjuk orang-orang yang ada di sana. Tidak ada satupun yang bisa kupercaya!”

“Kau mungkin tidak percaya padaku, tapi aku percaya padamu. Berhentilah memberontak maka semuanya akan baik-baik saja” jawabku sedikit melembutkan suaraku.

Akhirnya Myung Soo tidak bisa lagi berkata apa-apa. Akupun menyelesaikan masalahnya dengan pemilik bar. Pak Sung Yeol memutuskan untuk segera pulang dan memintaku untuk mengantarkan Myung Soo pulang.

            Aku mencari-cari kotak P3K di mobilku. Setelah kutemukan aku menyuruh Myung Soo untuk mendekatkan wajahnya kearahku untuk membersihkan lukanya. Tapi lagi-lagi dia memberontak

“Tidak mau, antarkan aku pulang saja.” Katanya kasar

“Kau ini, bisa tidak menuruti perintahku sekali saja. Jika lukamu dibiarkan tanpa dibersihkan bisa terjadi infeksi.”

“Lalu? Apa pedulimu? Yang infeksi kan aku.” Jawabnya lagi

“Aishh, kau ini benar-benar keras kepala ya” seruku sambil menarikt wajahnya agar lebih dekat denganku dengan paksa dan mengobati lukanya.

*Myung Soo POV”

            Apa yang dilakuan guru bawel ini? Selama ini aku sering berkelahi. Aku sering luka-luka tapi selalu ibuku yang mengobatinya. Tidak pernah ada yang mengobatiku selain ibu. Dia wanita pertama yang yang mengobati lukaku selain ibuku. Kenapa aku sedikit merasa senang ya? Selama ini tidak pernah ada yang mempedulikanku. Tapi dia, dia sepertinya sangat tulus.

*END POV*

 

“Sudah selesai” kataku sambil tersenyum padanya.

“Antarkan aku pulang.”

“Terima kasih.”

“Apa harus?” tanyanya kesal

“Tentu saja, kau harus berterima kasih pada orang yang menolongmu.”

“Kau yang memaksa untuk mengobatiku.” Jawabnya dingin

“Yaa!! Kau benar-benar menyebalkan, cepat beri tahu alamatmu, aku muak bersamamu terus!” erangku sambil menghidupkan mobilku.

“Apa kau pikir aku senang bersamamu.” Jawabnya lagi

Aku hanya bisa menatapnya kesal yang memandang lurus ke depan tanpa mempedulikan aku yang sedang mencak-mencak.

Kediaman Myung Soo…

“Terima kasih,” katanya pelan seraya turun dari dalam mobil.

“Besok kau masih harus berurusan lagi denganku” seruku padanya, namun seperti biasa dia hanya menatapku dingin tanpa memberikan respon apa-apa.

“Lama-lama aku bisa struk menghadapi makhluk seperti dia setiap hari.” Gumamku dalam hati.

5 comments

  1. siryeo · December 11, 2011

    bukan.a tulisan.a itu “stroke” kalau struk kaya bon dong…

  2. Joonisa · December 30, 2011

    aigoo.. aku juga bisa stroke kalo liatin myung soo tiap hari XDXD..
    lanjut numpang bacanya yah ^^

  3. trya001 · May 3, 2012

    ninggalin jjak dulu ya . mo lngsng capcus k part brikut’y😀

  4. kyuwonhae · August 6, 2012

    ksian myu soo oppa😦 , spa yg myung soo mskud m’rbut appa y dri sisi eomma y ?? Aku jd tkut klo itu d tjukan kpda eomma y hana😮 , smga gak😦
    Kreenn …

  5. Barom yu · December 31, 2014

    Sabar hana.. nama nya juga anak pembuat onar hehehe nnti lama kelamaan juga luluh*cielahh*

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s