Part 2 : Friends and Love

Tittle : Friends and Love
Author : Ichen Aoi a.k.a Kim Seoyeon
Song : all song Hey! Say! JUMP (Hey! Say! Best & Hey! Say! 7)
School : Horikoshi Gakuen

—-

(Song   : Ganbaretsugo!)

Pagi ini club basket sudah memulai latihan rutinnya. Hyakka sudah siap dipinggir lapangan dengan team cheersnya. Yuki dan Momo sudah siap melakukan peregangan badan.

“Aish~ Hyakka! Lama sekali sih?” Momo, ketua team cheers mendengus kesal.

“Gomen ne~” Hyakka hanya nyengir. Sementara itu Yuki tampak sibuk dengan cerminnya.

“Apa sih yang kau lakukan sejak tadi?” Momo mengalihkan perhatiannya kearah Yuki.

“Momo~ kau tahu kan kita akan bersorak untuk team basket? Dan disana ada Yabuchi senpai. Aku harus tampil dengan manis” Yuki tersenyum lebar.

Hyakka baru ingat kalau incerannya juga team basket.

“Ya ampun! Kei Inoo senpai!” pekik Hyakka mengundang perhatian sekitarnya, termasuk team basket yang baru saja memasuki lapangan. Kei melambaikan tangannya kearah Hyakka. Nyaris membuat siswi itu meleleh. Yuki mencibir iri sampai ada seseorang yang merangkulnya dari belakang.

“Yang semangat ya cheers”

Yuki sangat mengenali wangi parfum ini. Ya! Kota Yabu, senior idamannya. Yuki langsung menoleh. Ia tersenyum. “Senpai~ tentu saja!”.

Yabu memberinya semangat. Yuki langsung senang bukan main. Hanya Momo yang tampak kesal dengan dua kejadian ini, dia belum memiliki idaman hatinya sendiri.

***

(Song   : Score)

Asrama member Hey! Say! JUMP tepat didekat Johnny’s Entertainment pusat, Tokyo.

“Senpai~”

Seperti biasa, member termuda mereka Ryutaro Morimoto merajuk manja. Ia member termuda tercengeng, teregois dan termanja namun ia tidak mau mengakuinya. Dia selalu beranggapan kalau dia sudah dewasa.

“Ada apa?” Hika tampak sibuk menelepon menager mereka untuk memesan makan siang.

“Aku lapar~” Ryutaro melanjutkan.

Semua member datang keruangan itu. Mereka baru saja pulang sekolah dan masih tampak lelah. Terlalu banyak hal menarik yang tidak terduga hari ini.

“Aku akan check jadwal kita” Yabu kekamarnya untuk melihat daftar kegiatan mereka. Yabu memegang tanggung jawab terbesar dalam group karena dialah yang paling tua disana. Yuto, Chinen dan Yama yang kebetulan sekelas itu sibuk mendiskusikan tugas sekolah mereka. Sedangkan Daiki yang sebenarnya lebih tua satu tahun dari mereka ditempatkan setingkat karena dia murid pindahan, ia ikut bergabung dengan trio tersebut.

“Kei~ computer ku hang” Yuya mengalami sedikit masalah dengan komputernya. Diantara para member Kei Inoo memang yang paling ahli dalam hal komputerisasi.

“Biar aku lihat” ia mengecek computer itu lalu memperbaikinya dalam hitungan menit.

“Arigatou Kei-kun” Yuya tampak bahagia dan melanjutkan tugas-tugas sekolahnya.

Keito dan Hika tiba sambil membawa beberapa cemilan dan jus jeruk.

“Untuk sementara yang ada hanya ini, manager sedang memesan makan siang” Keito meletakkannya diatas meja.

Yama membetulkan posisi duduknya.

“Daiki-kun, aku ingin tanya sesuatu”

“Silahkan saja” jawab Daiki tanpa mengalihkan perhatiannya dari penjelasan Chinen.

“Kau kan sekelas dengan Zura. Bagaimana sikapnya dikelas?”

“Zura?”

Daiki tampak sedang berusaha mengingat-ingat nama teman-teman dikelasnya.

“Ah iya! Dizura Hizaki?”

Chinen mulai mengeluh karena penjelasannya dipotong Yama secara bertubi-tubi.

“Kalian bisa gak sih diem sedikit pas kita lagi bahas pelajaran ya jangan bahas masalah lain donk. Kan jadi gak focus”

Daiki dan Yama langsung nyengir sementara Yuto sudah tidak bergabung lagi dengan mereka. Ia sudah asyik main game dengan Keito dan Kei.

Makanan kotak sudah sampai diasrama. Mereka langsung mengambil jatahnya masing-masing. Manager mereka tersenyum penuh arti menanti reaksi anak asuhnya tersebut.

“Wew! Menu hari ini sushi!” teriak Ryutaro senang.

“Aku tahu! Senpai pasti punya maksud” selidik Yabu. Manager mereka mengangguk.

“Hhaa… usai makan siang, kalian harus bersiap untuk tampil ditv dalam rangka promisi single terbaru kalian. Latihan yang serius ya. Hhee…”

Usai mengucapkan hal itu sang manager mengedipkan sebelah matanya lalu keluar ruangan disusul keluhan kesepuluh member JUMP.

***

(Song   : Arigatou – [Sekai No Doko Ni Itemo])

♫ We say! Oh~ Arigatou~

Hey! Sekai wa ichi-ni-san-kyu to na kimi wo nosete

Hey! Sekai no ashita asatte shiasante ni tzukuyo

Vandanegalu wandafuru terenaide Terimakasih (Terimakasih)

So bokura wa ningen Jin- Say! Everyday obrigado

(Dankeschee) Now dandan kanshaga

(Gracias) sekai ni afuredasu come on!♫

Kebetulan siang ini Aoi, Momo, Yuki, Zura, Hyakka dan Ichigo berada dirumah Kazu. Mereka ini berasal dari SMP yang sama, kecuali Zura.

“Ah~ live JUMP!” Kazu langsung duduk dan focus menatap Yuri.

“Ah~ cowok itu lagi!” Aoi menatap Yuto ditv dengan sedikit kesal akibat insiden tadi pagi.

Sementara itu Ichigo bersama fikirannya sendiri dengan Yama dan Zura sibuk menatap Daiki. Sesekali ia melirik kearah Ichigo sambil bertanya-tanya dalam hati, ‘Kenapa sih Daiki selalu saja ingin tahu tentangnya?’.

Sedangkan Hyakka dan Yuki sudah berpelukan sambil meneriaki Kei dan Yabu. Momo hanya merenggut kesal. Bagaimana tidak, semua begitu sibuk dengan member JUMP yang disukainya sedangkan Momo sendiri merasa tidak yakin kalau dia mengejar Keito.

Ditempat lain…

Manager bicara lewat earphone dijeda lirik lagu Arigatou. “JUMP! Lebih semangat”. Dengan segera member JUMP beraksi dengan lebih bersemangat lagi.

♫Arigatou thank you for … sekaiju e-to hagu

Xie xie xie yonsen-nen shake it! (Yeah!) odorous (Oh!)

Exiting! Ispasiba! Spy movie wonderful de

Ano fashion guratto kite mou grazzie grazzie check it out yo

Wow wow wow wow I love you, Arigatou♫

Beberapa saat kemudian acara perform mereka selesai. Daiki mengecek HPnya. Zura mengirimkannya SMS ucapan semangat. Daiki hanya tersenyum lalu memasukkan kembali ke sakunya. Sedangkan Yabu mengirimkan balasan terimakasih pada Yuki yang telah mengirimkan SMS ucapan semangat. Hari itu kegiatan mereka berjalan dengan lancar.

***

(Song   : Bon Bon)

Horikoshi gakuen sport day…

Setiap bulannya sekolah ini selalu mengadakan satu hari dimana dalam seharian itu akan diadakan pertandingan olahraga antar kelas. Kebetulan hari ini kelas satu dan dua yang kebagian jatah berkompetensi.

“Momo-chan!! Hari ini Momo yah, yang mewakili kelas untuk marathon putri” Ichigo Misaki yang belakangan ini lebih suka dipanggil Misa meminta Momo untuk mewakili kelas 2A.

“Yah!!!! Kok gitu??”

“Yang lainnya udah nunjuk Momo sih” Misa nyengir menatap Momo yang memelas.

Seolah tak mau kalah kelas 2B juga berebut memilih calon pelari mereka.

“Zura! Kamu aja deh ya~” pinta Yuki dan Hyakka barengan.

“Heh?! Seenaknya saja! Gak ah! Cuaca lagi panas tak mendukung”

Ia berusaha membantah namun terlambat. Tatapan tajam para siswa 2B menjurus padanya. Mau gak mau dia maju juga kepertandingan.

Sedangkan kelas 2C.

“Siapa yang mau lari?” Tanakabe sang ketua kelas melirik satu per satu siswi dikelasnya.

“Kazune aja~” Aoi langsung menunjuk Kazu sebelum si ketua kelas menjatuhkan pilihannya. Takut-takut kalau dia yang dipilih.

“Boleh deh!” bahkan Kazu yang memang ingin tampil didepan Chinen langsung menyetujuinya. Ia melirik kekelas 2D disana ada trio 2D. Yama, Yuto dan Yuri. Senyuman kembali terulas diwajah Chinen Yuri saat tatapannya bertemu dengan Kazu. Dalam sekejab semangat membakar tubuh Kazu.

“Mari lari sekarang!”

Aoi langsung menarik tangan Kazu.

“Larinya belum mulai woy!”

Kazu hanya bisa nyengir salah tingkah.

Kelas 2D diwakili oleh Shida Mirai, si pemeran Megumi dalam dorama Tantei Gakuen Q.

Dari sekarang masih ada wsktu sekitar satu jam sebelum pertandingan. Semua pelajar berbaur kekantin super mewah. (kantinnya keren boo~)

***

Kantin Horikoshi Gakuen…

Aoi, Kazu, Misa, Momo, Yuki, Hyakka dan Zura duduk disatu meja. Mereka hanya memesan jus mengingat usai dari kantin mereka akan langsung berkompetisi. Kalau makan, bisa-bisa keram perut pas lari.

“Nih data peserta Horikoshi Gakuen Sport Day dari tiap kelas 2”

Misa menyodorkan selembar kertas print-an. Kebetulan dia ini salah satu anggota OSIS yang tidak begitu suka menyibukkan dirinya dengan urusan OSIS. Yuki mengambil kertas itu lalu membacanya keras-keras.

“Daftar pelari putri 2A Momo, kelas 2B Zura, kelas 2C Kazu dan kelas 2D Shida-chan. Terus… eh?? Ada kompetisi makan sushi?!”

Mendengar lomba makan, secara spontan Aoi, Zura, Momo dan Kazu menoleh.

“Kok aku gak tau ya ada lomba makan??” protes Aoi sambil mengacungkan sedotan jus.

“Itu buat penutupan. Bukannya Aoi-chan ikut kategori renang campuran?” Misa menatapnya sambil nyengir berusaha mengalihkan rasa kesal Aoi.

“Gak apa. Usai renang terus makan itu paling mantep!”

“Aku juga ikut! Abis larikan perut kosong” Kazu gak mau ketinggalan bahkan Zura dan Momo sudah nyolong start. Nulis nama mereka didaftar peserta.

Dengan segera mereka berempat masuk dalam daftar peserta lomba makan sushi.

***

(Song   : Kawaii Kimi no Koto da Mono –Chinen solo)

“Setelah terdengar suara gong kalian bisa…”

Kepala sekolah belum menyelesaikan kata-katanya, namun si pemukul gong sudah memukul gong duluan. Karena sudah hafal aba-aba tanda memulai kompetisi. Para pelari langsung pergi melaju dilintasan yang cukup besar itu. Oh ya, mereka bukannya mengelilingi lapangan melainkan mengelilingi komplek sekolah yang amat sangat besar itu. Setiap anggota OSIS sudah bersiap di

“Momo!! Momoyuki!!”

“Kazuuunee~~”

“Zura-chaaaannn!!”

“Shida Miraii~”

“bla.. bla… bla…”

Ke-10 pelari putri itu sudah keluar gerbang sekolah. Mari kita lihat satu per satu maincast kita J dikompetisi lari ini.

Kazune berjuang sekuat tenaga bagaimana pun kemenangan kelas ditentukan olehnya.

“Hiyaaa~~ lelaahhh~”

Pelari yang lain masih tertinggal dibelakang. Kazu terus melanjutkan acara larinya saat melihat Momo kini sudah hampir mensejajarinya.

“Kazuuuchan~”

“Momo!! Kawaii~”

Kali ini Kazu usaha untuk mengalihkan perhatian Momo yang amat sangat menyukai sesuatu yang manis. Kazu menunjuk kesamping Momo. Otomatis ia menghentikan larinya tanpa menyadari Kazu yang mempercepat larinya.

Bukannya menemukan hal yang kawaii ia malah menemukan seorang kakek tua dengan gigi ompong didepan wajahnya. Otomatis Momo shock dengan wajah close up didepannya itu. Ia langsung jatuh di trotoar.

Ia berteriak dengan sangat kencang.

“Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!! Hantuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!”

Kazu cekikikan sendiri. Ia tidak menyadari kalau Zura sudah didepannya menyiapkan kejutan. Yang Kazu lihat hanyalah ia dihalangi Zura untuk meraih kemenangan.

“Zura-chan!”

“Hmph?”

Kazu menoleh kearah lain, mencari sesuatu untuk menjebak Zura. Namun sayangnya Zura lebih dulu beraksi. Ia mengeluarkan cicak hidup dari sakunya.

“Btw, Kazu tau ini gak?”

Ia menunjukkan secara tiba-tiba didepan Kazu membuat siswi itu terkejut dan mundur beberapa langkah. Namun ia kembali menguasai dirinya. Zura heran.

“Kok gak lari mundur?”

“Jebakan kan? hHaa.. gak mempan, sini aku pegang cicaknya”

Rupanya ide jail Kazu muncul seketika. Setelah ia mendapatkan ciccak tersebut. Kazu langsung menarik kerah seragam olahraga milik Zura dan memasukkan cicak itu. Otomatis Zura berhenti lalu sibuk mengeluarkan si cicak sambil teriak-teriak.

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaa!! Kazzuuuuuuuuuuuuuuuu!!”

Kazu sudah melihat gerbang kemenangan saking senangnya dan merasa akan menang ia tidak menyadari tiang listrik didepannya. Ia malah sibuk memikirkan cara untuk menyingkirkan Shida Mirai dari lintasan. Tiba-tiba saja…

*buk!*

Kazu menghantam tiang listrik. Dikepalanya muncul bintang tujuh dengan burung dan ayam-ayaman. Kazu pingsan seketika dan dibawa guru olahraga ke UKS. Maka lomba lari pagi itu dimenangkan oleh Shida Mirai wakil kelas 2D.

***

“Semuanya gara-gara Kazu!!”

Momo dan Zura tiada hentinya mengadakan protes.

“Sudahlah~ tapi kalian lucu lho!” Yuki menahan tawanya.

Aoi, Misa dan Hyakka tidak bisa berkata-kata karena menahan tawa mereka saat melihat kondisi wajah Kazu saat ini.

“Kazu mirip panda” celetuk Aoi disela-sela tawa yang ditahannya demi menghargai teman.

“Pipi kanan mu bengkak sebelah” Hyakka membentuk bulatan dengan jarinya diudara.

“Tapi kasihan hidungnya berdarah” Misa melihat sisi prihatinnya.

Karena penasaran akhirnya Kazu meminta cermin pada Yuki yang memang selalu siap sedia. Ia memberikannya pada Kazu kemudian….

“Argh! Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk”

Kazu shock lalu pingsan lagi. Bagaimana tidak? Coba bayangkan pipi kanannya bengkak sebelah, ada lingkaran biru panda dimatanya dan hidungnya memerah seperti badut. Lalu kenapa bisa sampai pingsan? Itu pertanda kalau keadaannya yang gak banget ini, saat pingsan dilapangan dilihat oleh Chinen Yuri, incerannya dari kelas satu. Pertandingan-pertandingan selanjutnya berlangsung. Kazu yang awalnya memilih mendekam diUKS akhirnya keluar untuk melihat acara saking bosannya diruangan itu. Ia mengenakan masker dan penutup mata bajak laut. Semakin membuat wajahnya tampak lucu. Bahkan Aoi sampai keram perut dibuatnya. Misa berkali-kali menahan muntah karena kebanyakan tertawa. Sedangkan Yuki harus bolak-balik kamar mandi karena kebanyakan ketawa membuat mulutnya kering dan butuh minum terus menerus.

Karena kondisi yang tidak memungkinkan itu, Kazu tidak bisa maju dibabak penutupan. Lomba makan sushi. Dalam lomba terakhir ini ada satu hal yang membuat seisi sekolah tecengang. Zura tidak hentinya minta tambah sushi. Bahkan Aoi dan Momo yang Cuma niat numpang makan doank dibuat tercengang. Termasuk Yamada Ryosuke yang sedikit shock melihat cewek incerannya bersikap langka begitu.

Hari itu pun berlangsung dengan melelahkan namun penuh keceriaan. J

***

(Song   : Trust – L’Arc~En~Ciel)

Jam pulang sudah lewat beberapa jam yang lalu. Namun Aoi masih menetap dikelasnya. Ia sedang membuat sesuatu diatas kertas putih. Kebetulan Yuto lewat dengan stylenya yang bisa. Headset menggantung dilehernya. Ia melirik kekertas yang sejak tadi ditekuni Aoi, sendirian.

Aoi belum menyadari kehadiran Yuto karena terlalu serius menggambar. Ia sedang membuat sketsa sekolahnya dalam suasana Sport Day.

“Wow!”

Teriakan Yuto yang tiba-tiba membuat Aoi terkejut lalu tidak sengaja menyenggol palet tinta yang langsung mengguyur kertas gambarnya. Aoi menatapnya murka.

“Kau lagi?!”

“Ah!”

Yuto berusaha membersihkan kertas gambar itu namun ia malah membuat tinta makin beleber kemana-mana. Bahkan seragamnya sendiri.

“Gomen~”

“Kau itu selalu saja membuat ku sial begini!!”

“Gomen ne~ aku tidak sengaja dan tidak menduga kalau kamu bisa sangat terkejut”

“Lupakan saja!”

“Aku…”

Yuto belum selesai dengan kata-katanya Aoi langsung berdiri mengambil tasnya lalu menjaga jarak dengan tangannya.

“Ingat! Mulai saat ini jangan berada didekat ku kurang dari radius satu meter. Ingat itu baik-baik Yuto Nakajima!”

“Soal i-pod…”

“Titip dengan siapa saja. Kau bisa menyerahkannya pada Chinen dan minta ia memberikannya pada Kazu lalu aku akan menerimanya dari Kazu. Kemudian masalah diantara kita selesai!”

Aoi langsung keluar kelas itu dan meninggalkan Yuto yang masih terkejut. Ia memandang kertas diatas meja itu lalu mengambilnya. Dan ia melihat sesuatu dilantai. Kertas pemberitahuan lomba gambar dan temanya ‘sekolah ku’ deadline-nya hari ini pukul 16.00 sekitar satu jam dari sekarang. Kini Yuto tahu kenapa tadi Aoi tampak marah dan kecewa.

Sedangkan Aoi menahan air matanya. Ia menyenderkan tubuhnya pada sisi tembok koridor sekolah itu. Namun sayang usahanya sia-sia karena air matanya malah mengalir deras. Ada sesuatu dalam lomba gambar itu. Sesuatu yang selama ini coba ia sembunyikan sendirian.

***

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s