Look At Me, I’m Bitte..

Cinta itu ibarat sebuah anak panah

Sekali ia terlepas, ia akan menancap dimana saja..

Tidak ditanganmu atau ditanganku yang mampu mematahkannya,

Dia akan tetap disana, dan waktu tak membuatnya berkarat..

***

KYUHYUN’S POV

“Saranghae..”

Aish, apa yang ku katakan? Babo babo, kenapa dari tadi aku selalu ingin meluapkan perasaanku pada yeoja ini.

“Mwo?” tanyanya tak mengerti, sambil melakukan kebiasaannya ketika sedang tak mengerti akan sesuatu, yaitu mengerutkan dahi dan menaikkan alis sebelahnya.

“Lupakan!” perintahku, lalu memalingkan wajah kearah lain. Tak mau dia melihat perubahan warna wajahku.

“Aish,” desisnya. “Ya sudah aku pulang dulu! Annyeong..” pamitnya.

Aku tak menjawab ucapannya, dan kudengar suara pintu mobil tertutup. Fiuhh.. apa yang aku lakukan sih? Kata itu terus meluncur dari bibirku di hari ini, dan itu adalah kata ke-10 yang aku katakan kepadanya. Walau hanya sebuah bisikan saja!

Apa… aku mulai mencintainya? Kenapa dari tadi aku selalu berfikiran untuk meluapkan perasaanku pada Nara, atas dasar apa aku mencintainya? Aish. Apa cinta itu perlu alasan?

***

NARA’S POV

Hari ini aneh, entah berapa kali dalam hari ini, aku mendengar gumaman dia mengatakan ‘saranghae’ padaku, apa otaknya bermasalah karena akhir-akhir ini dia banyak sekali jadwal? Akhir-akhir ini dia juga amat manja kepadaku, apa dia lupa kalau aku hanya berminat menjadi pacarnya gara-gara tidak bisa mengembalikan PSP yang aku rusak kan dulu, bukan untuk benar-benar jatuh cinta satu sama lain.

“Onnie~ya..” panggil seseorang.

“Mmm?” gumam ku, dia menggelayuti tanganku manja. Sejak saat itu, sejak saat dia terbaring sakit. Aku merasakan kasih sayang yang harus kucurahkan pada dongsaeng tunggalku ini. Aku merasa bersalah karena selama ini selalu bersikap egois pada dia. Hhh, aku memang bukan onnie yang baik. Peranku sebagai onnie sangat buruk.

“Jadi,?” dia bertanya sambil mengedip-ngedipkan mata kirinya.

“Jadi apa?” tanyaku heran.

“Aish, susah sekali berkomunikasi dengan orang yang lemot!” dengusnya. “Ahaha, tapi tak apa.. onnie aku penasaran, akhir-akhir ini onnie dan Kyuhyun oppa lengket sekali.. apa kalian sudah berpacaran secara serius sekarang?”

Aku melotot mendengar ucapan adikku, “Eng.. aku tidak mengerti! Dan, sudah jangan tanyakan hal itu lagi!” tukasku, lalu segera berlalu menuju kamarku.

Kenapa semua orang berfikiran seperti itu sekarang? Apa jelas sekali Kyuhyun menggambarkan perasaannya? Aigo.. jangan berfikir terlalu jauh Nara, setan itu hanya memainkan peran sebagai namja yang berpura-pura menjadi pacarmu demi pengembalian uang PSP. Jadi berhentilah berharap, bukankah kau tahu rasanya dihempaskan kebumi dengan kasar saat kamu sudah melayang diudara? Sakit, sakit sekali rasanya..

***

Aku memandangi Ryeo Min yang sedang asik membungkus sesuatu, wajahnya kelihatan bahagia. Uwoo, apa aku ketinggalan gosip terbaru tentang perasaan sahabatku itu?

“Katakan padaku..” kataku dan berhasil membuat dia mengernyitkan dahi, heran.

“Mwo?”

“Katakan padaku, untuk siapa bungkusan itu..”

“Bukan untuk siapa-siapa” elaknya.

“Aigo,” aku menjitak kecil kepalanya. “Kau lupa sudah berapa lama kita bersahabat? Aku tahu kau sedang mencoba menyembunyikan sesuatu dariku!”

“Ne, ini untuk Ryeowook oppa..”

“Mwoya?” hampir saja aku tersedak permen yang sedang kumakan.

“Wae? Apa tidak boleh? Haish, sudah! Iblis sepertimu mana mengerti cinta!”

“Ya ya ya, kau lupa sedang berbicara pada siapa? Apa kau mau identitasmu ketahuan oleh para member Suju?” aku menunjukan seringaian yang biasa aku lihat di wajah si magnae evil itu.

Dia berdecak kesal, “Kau memang sudah benar-benar pantas menjadi istri si setan itu!” tukasnya kesal, “Jika kau memberitahu member yang lain tentang hal ini, kupastikan Kyuhyun oppa akan mengetahui rahasiamu,” dia membalas dengan tatapan licik menghujamku.

Omo.. apa-apaan ini? Seorang Park Ryeo Min berani mengancamku? Sepertinya dia kerasukan setan di sekolahan ini!

***

“Kyu, belanjaanmu sudah terlalu banyak!” kataku memperingati Kyuhyun yang sedang sibuk mencari-cari sayuran.

Tadi, sepulang sekolah dia menjemputku. Aneh sebetulnya, kenapa sekarang dia rajin sekali mengantar jemputku? Apa jadwalnya sedang kosong? Atau perasaannya yang memang sedang baik, apapun itu aku bersyukur. Karena dia mau mengantar dan menjemputku, aku jadi bisa menyimpan sebagian bekalku untuk menonton concert TVXQ.

Dia mengajak ku berbelanja, dan pilihan belanjanya tepat. Di Hyundai departement! Setahuku, ini adalah salah satu aset milik Siwon oppa, aku yakin Kyuhyun memanfaatkan Siwon oppa supaya mendapatkan diskon belanja disini, ck dasar evil!

“Aish diam saja, semua ini sudah ditulis disini tahu!” sungutnya kesal, karena mencari barang yang masih belum ditemukannya juga.

Aku merampas kasar kertas yang sedang dia pegang, “Jadi hari ini jadwal belanjamu? Aigo, aku jadi mengerti kenapa kau menjemputku!” gerutuku kesal, melihat kertas belanjaannya yang sangat….. panjang sekali!

“Bukan seperti itu, ah.. sudahlah! Dijelaskan pun, kau akan tetap memberikan pandangan negatif terhadapku.”

“Aaa, kau benar! Kau memang selalu tampak buruk didepanku! Hahaha” kataku jujur, kulihat dia mendengus kesal mendengar ucapanku.

Baru saja aku berniat melanjutkan ejekanku, sebuah suara membuatku berhenti berbicara.

“Nara? Kau Nara ‘kan?”

Deg!

Dia? Berani-beraninya dia muncul dihadapanku, dan menyapaku!

Aku memalingkan wajah kearah lain, “Kau salah orang!”

“Nara, aku sudah selesai..” suara Kyuhyun mengalihkan isi pikiranku yang kembali memutar memori masa laluku karena melihatnya.

“Kyu kau sudah selesai? Ayo pergi,” ajak ku.

“Nara, kau lupa padaku? Nara, aku tahu kau masih ingat padaku, Nara..”

Aku mendengar orang itu berteriak-teriak memanggilku, semakin aku mendengar suaranya. Semakin keras aku mencengkeram tangan Kyuhyun yang sedang aku genggam. Kenapa dia kembali? Saat aku sudah berhasil menutup lubang yang terus menganga lebar karena ulahnya. Tuhan, kenapa kau begitu tega menuliskan takdir yang membuatku harus kembali lagi melihatnya?

***

KYUHYUN’S POV

“Nara, gwenchanayo?” tanyaku cemas melihat ekspresi Nara yang seperti ini, ini bukan seperti Nara yang aku kenal.

“Gwenchana, kau sudah selesai bukan? Antarkan aku pulang..” perintahnya, membuatku mengangguk saja. Mungkin bukan saat yang tepat untuk menanyakan tentang hal tadi sekarang.

Setelah sampai di parkiran apartemennya, dia keluar begitu saja dari mobilku. Hah, aku menyerah untuk menebak apa yang sedang dipikirkan yeoja babo itu. Aku memutar balik kan mobil lalu pulang ke dorm, mengingat 10 menit lagi aku ada jadwal syuting MV terbaru K.R.Y.

“Kau darimana saja, Kyu? Kau pergi tanpa pamit pada siapapun!” celoteh Teukie hyung saat aku sudah sampai dorm.

“Aku pergi belanja, bukankah hari ini jadwal pergi belanja ku?”

“Mwo? Tumben kau pergi tanpa dipaksa terlebih dulu?”

“Hyung, aku lelah. Lebih baik kita mengobrol nanti!” kataku acuh, lalu berlalu ke kamar untuk mempersiapkan persiapan syuting MV.

NORMAL’S POV

“Wokkie~a” panggil Eunhyuk pada Ryeowook.

“Ne, hyung. Wae?”

“Ini, aku menemukan ini didepan pintu dorm.” Euhnyuk memberikan bungkusan pada Ryeowook.

“Dari siapa, hyung?”

Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya, “Mollaseo. Buka saja, mungkin ada kartu ucapan didalamnya. Wokkie~a kau pergi belanja hari ini? Ssh, syukurlah. Hari ini ‘kan jadwal belanjanya si magnae setan itu, pasti akan susah untuk menyuruhnya pergi!”

“Eh? Aku tidak pergi belanja hari ini hyung, aku sibuk latihan!”

“Lalu siapa yang berbelanja?” tanya Eunhyuk heran.

“Kyuhyun,” seru Teukie dari ruang tengah.

“MWO?!” Eunhyuk dan Wokkie membulatkan matanya, “Kyuhyun pergi belanja?”

“Mm, aneh memang!”

“Ne..”

***

NARA’S POV

Aish, melihat wajahnya membuat hari-hariku kembali ke neraka seperti dulu! Susah payah aku melupakan hal itu, lalu dengan seenaknya dia kembali dan mengatakan hal yang membuat memori dulu kembali berputar-putar di kepalaku. Namja sialan!!

Aku membuka pintu kamar, dan duduk diruang tengah. Kalau tidak salah, hari ini ada jadwal perform TVXQ di Music Bank, aku tidak berniat menonton secara langsung. Maka aku putuskan menonton di tv saja. Perasaanku belum pulih sepenuhnya.

“Nara?”

“Min Ho oppa?” kataku heran seraya menghapus airmataku.

“Kau menangis?”

“Ani, aku terharu mendengar lagu baru TVXQ” kataku berbohong.

“Oh, mau membantuku?”

“Untuk?”

“Membuat kejutan untuk onniemu,”

Aku memandang penuh tanya Min Ho oppa, lalu dengan baiknya dia menceritakan semua hal yang akan dia lakukan.

“Ne, arraseo. Baiklah, aku akan membantumu oppa.”

Dia tersenyum bahagia, “Kau memang dongsaeng yang paling baik.” Katanya sambil mengacak-ngacak lembut rambutku.

“Ne ne, aku memang baik!”

“Ya sudah, aku pergi dulu. Annyeong!”

“Ne, hat- oppa!! Bagaimana caranya kau masuk, huh?” teriak ku keras, aku baru sadar bagaimana dia bisa Minho oppa masuk ke apartemen sedangkan pintu utama apartemen aku kunci?

Tidak ada jawaban.

“Aish, OPPA!! KAU BUKAN TUYUL ‘KAN?”

***

Aku menunggu Kyuhyun menjemputku, tadi dia menyuruhku pergi ke taman karena ada sesuatu hal yang ingin dia bicarakan. Baru aku tahu iblis itu bisa serius juga!

“Waeyo?” aku langsung memberi dia pertanyaan ketika dia membukakan pintu mobilnya.

“Ikut sajalah,”

Di sepanjalan perjalanan kami hanya diam, aku masih belum bisa berfikiran secara sehat. Masih memikirkan namja yang muncul tiba-tiba di depanku beberapa waktu yang lalu.

“Kita harus bicara.” katanya.

“Bukankah kita sudah bicara sejak tadi?” kataku heran.

“Aku.. aku mencintaimu.”

KYUHYUN’S POV

Baru saja, aku meneleponnya. Menyuruhnya pergi ke taman, karena aku ingin membicarakan sesuatu yang penting, menurutku. Oke, siap atau tidak aku harus mengatakan hal ini kepadanya, karena aku rasa. Semakin aku memendamnya, semakin aku merasakan sakit dan takut kehilangan. Sudah waktunya, aku memberitahukannya hal yang akhir-akhir ini menggangguku.

People say I’m crazy and that I am blind

Risking it all in a glance

And how you got me blind is still a mystery

I can’t get you out of my head

Don’t care what is written in your history

“Waeyo?” tanyanya langsung begitu mendorongnya masuk ke mobil.

“Ikut sajalah,” ucapku lalu mulai mengendarai mobil.

Sebenarnya, aku tidak tahu akan kemana. Aku tidak punya tujuan, karena tujuan utamaku sekarang adalah mengungkapkan perasaan, masa bodoh dengan perasaannya. Yang penting aku bisa hidup tenang setelah mengungkapkan hal ini, aku harap.

Aku memutar-mutar bola mata, dan merasakan degup kencang nadiku. Aish, Cho Kyuhyun kau hanya akn mengungkapkan perasaan kepada seorang gadis, bukan mau tampil dihadapan ribuan E.L.F seperti biasanya.

“Kita harus bicara,” kataku memecah keheningan yang sedari tadi menyelimuti.

“Bukankah kita sudah bicara sejak tadi?” katanya heran.

“Aku.. aku mencintaimu.” Akhirnya kata itu keluar juga, terimakasih Tuhan kau masih memberiku hidup.

NORMAL’S POV

“Mengapa kau begitu mudah berkata cinta? Aku penasaran apa definisi cinta untukmu. Kelihatannya kau sangat mudah sekali mengungkapkan cinta?” tanya NaRa pada Kyuhyun.

“Definisi cinta bagiku, adalah.. seperti sebuah game!” ujar Kyuhyun seraya bersandar pada penyangga kursi. “Ah lalu, bagaimana denganmu?” lanjutnya.

“Cinta itu sulit, aku tidak percaya cinta sejak saat itu!” kata NaRa lalu memandang Kyuhyun.

“Sejak saat itu? Maksudmu?” tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Sejak saat itu, sejak dimana aku selalu merasa frustasi dengan semuanya. Ketika cintaku malah membuatku sengsara.”

Kyuhyun hanya diam, tak mau mengusik perasaan yang sedang dirasakan oleh orang yang dicintainya itu.

“Kau tak akan pernah tahu dan tak akan merasakan bagaimana sakitnya di.. dikhianati lalu dicampakkan.” Nara sedikit terisak karena menahan tangis, “Aku tidak percaya cinta, cinta itu menyakitkan. Cinta itu hanya sebuah kepalsuan! Cinta itu hanya sebuah kejahatan yang dilandasi kepalsuan bernama kasih sayang!”

“Sssh.. uljima Nara-ya.”

“Kau, atas dasar apa kau mengaku mencintaiku? Bukankah sudah jelas jika aku hanya dipaksa menjalankan misi sebagai pacarmu untuk mengembalikan PSP?”

“A-aaku..” Kyuhyun terdiam, dia tak punya jawaban atas pertanyaan Nara. “Aku tidak punya alasan untuk mencintaimu, rasa itu tumbuh bukan atas kemauanku! Jika aku memang bisa mengatur perasaan, aku juga akan berharap agar aku tidak jatuh cinta kepadamu! Yeoja yang memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan criteria idealku,”

Cinta bukanlah kata-kata.

Tetapi, segumpal keinginan diberi

Pada hati yang memerlukan..

Nara menangis, menangis keras setelah mendengar ucapan Kyuhyun.

“Aish, sudahlah~ uljima! Lebih baik kita pergi sekarang!” kata Kyuhyun mengakhiri ucapannya lalu melajukan kencang mobilnya.

***

NARA’S POV

Aish, Cho Kyuhyun babo! Kenapa kau membuatku menangis? Kenapa kau mengatakan mencintaiku! Babo babo, andai saja mata hatiku tidak tertutup oleh ketakutan sakit hati untuk yang kedua kalinya, aku akan mengatakan bahwa aku juga mencintaimu. Yah, aku rasa aku mulai mencintaimu karena kesetananmu!

Dia menghentikan mobilnya di sebuah mall, mall? Lagi-lagi mall? Setelah dia membuatku menangis karena terharu akan ucapannya, kini dia mengajakku ke mall? Aigo. Dimana letak otaknya sih?

“Kenapa mengajakku ke mall?”

Dia memeletkan matanya, “Bisa tidak untuk sekali saja. Kau tidak bertanya ‘kenapa’ kepadaku? Aku bosan mendengarkannya!”

“Aku penasaran, bodoh!” ucapku lalu menendang kasar tulang keringnya.

“Yak, ratu iblis! Appoyo!” ringisnya.

Dan.. akhirnya kami kembali menjadi diri kami masing-masing, kembali ke image evil yang didiri kami.

***

Aish, ingin sekali rasanya aku menjambak hingga rontok rambutnya itu setelah melihat apa yang dia lakukan terhdapku, CHO KYUHYUN setan!! Pantas saat dia menarik tanganku ke sebuah salon kecantikan aku merasa sangat tidak nyaman. Ternyata dia me-make over-ku, omo~ Tuhan. Apa yang sedang aku pakai? Gaun?? Hah, aku bisa mual melihat bayangan wajahku sendiri di cermin.

“Kyu!!” bentak ku saat aku baru saja keluar dari kamar ganti, dia mnenyuruhku mencoba beberapa gaun.

Dia menatapku, lama. Lalu memalingkan wajahnya kearah lain, “Wae?”

“Aish babo! Kenapa kau memalingkan wajah? Dandanannya pasti aneh ya? Aigo aigo.. apa yang aku bilang, aku memang tidak cocok dirias!”

“Ani,” dia menatapku, “Kau sangat cantik! Dan aku takut, aku semakin jatuh cinta jika menatapmu terus!”

Mwo? Cantik? Aku palingkan wajahku kearah lain, ck. Iblis satu ini benar-benar bisa membuat orang lain tersipu malu.

“Sebenarnya kita akan kemana?” tanyaku heran, begitu melihat dia juga mengganti pakaiannya dengan sebuah setelan tuxedo bewarna putih.

“Kita harus keacara pernikahan Kibum hyung..”

“Kibum oppa? Menikah?”

“Nde,”

“Kenapa tiba-tiba?” tanyaku skeptis.

“Omona~ lagi-lagi kau bertanya kenapa!” sungutnya sebal.

***

Aku memandang kagum wajah pasangan wanita Kibum oppa, yang aku tahu bernama Cho Rae Mi. Kyuhyun bilang onnie itu adalah sepupunya, aku tak habis pikir ternyata Kibum oppa dan Rae Mi onnie sudah berpacaran sekitar 2 tahun. Aish, bahkan aku tidak tahu sama sekali kalau selama ini Kibum oppa sudah punya pacar, Babo gateun!

“Oppa-ah chukhae..” kataku.

“Heh noona, jaga hyung tertampanku! Awas kalau kau menularkan penyakit pemarahmu padanya, aku tak segan-segan mengusulkan surat perceraian pada Kibum hyung nanti!” kata Kyuhyun pada noona-nya itu.

“Babo Kyuhyun!! Awas kalau kau berani melakukannya! Aku jamin masa hidup PSP mu tak akan berlangsung lama!” sungut agashi itu sambil memukul pelan lengan Kyuhyun.

***

One day in your life
Suatu hari nanti
You’ll remember the love you found here
Kau ‘kan teringat cinta yang kau temukan di sini
You’ll remember me somehow
Kau ‘kan teringat padaku
Though you don’t need me now
Meski kini kau tak membutuhkanku
I will stay in your heart
Aku akan tetap ada di hatimu
And when things fall apart
Dan saat segalanya tak sesuai harapan
You’ll remember one day . . .
Kau kan mengingatku suatu hari nanti …

“Boleh aku jujur tentang suatu hal?” ucapku saat kami duduk di depan balkon, kami masih ada di pesta pernikahan Kibum oppa.

“Tentang?”

“Hal yang tadi kau ungkapkan padaku, ada beberapa hal yang perlu kau tahu!”

Dia tersenyum, menampilkan senyum yang tak pernah aku lihat selama ini. Dan entah kenapa, senyum itu terlihat.. mempesona?

“Kau tahu namja yang kemarin memanggilku di mall saat kita sedang berbelanja?”

“Ne.. siapa dia?”

“Dia mantanku, ani. Tepatnya pacar pertamaku, mungkin juga cinta pertamaku. Aku jatuh cinta pada dia saat aku masih duduk di bangku secondary school, dia adalah namja yang cuek, dingin. Kepribadiannya tidak terlalu jauh denganmu.”

“Aku mencintainya, lebih dari apapun. Aku memberikan semua demi dia, karena aku merasa dan aku yakin dia adalah orang yang dikirim Tuhan untuk menjadi pendampingku, tapi tak lama sejak aku dan dia berpacaran, mimpi buruk itu datang. Dia berselingkuh dengan temanku sendiri, dan lebih sakitnya lagi, dia tak mengakui hubungan ini!” aku menghela nafas pendek, lalu melanjutkan kembali ucapanku.

“Sejak saat itu, aku merasa benci. Benci pada diriku sendiri, yang terlalu percaya pada kata-kata manis seorang namja. Dia juga membuatku mati rasa, berbulan-bulan aku mencoba mengembalikan hatiku seperti semula, menjalani kehidupan seperti seorang Nara yang belum mengenalnya. Dan itu berhasil, walau masih ada dampaknya. Yaitu aku tidak pernah lagi merasakan apa itu cinta, aku merasa mati rasa, dan yang kurasakan adalah benci jika seseorang mengumbar kata cinta untukku. Lalu..” aku ragu untuk melanjutkan ucapanku, tapi dia menatapku penuh tanya berharap lanjutan cerita ini.

“Lalu apa?”

“Lalu, aku membencimu. Karena kepribadianmu yang amat mirip dengannya, mianhae!”

Dia terlihat kecewa, namun masih tetap menunjukkan senyumannya yang membuat hatiku sedikit nyaman berada disampingnya.

“Semua itu perlu proses, dan waktu.. aku rasa tidak akan secepat itu untuk mencintai seseorang, tapi.. aku mohon, belajarlah untuk mencintaiku, maka aku akan berusaha untuk memberimu alasan mengapa aku mencintaimu” katanya, dan berhasil membuatku membelalakkan mata tak percaya.

“Tapi, aku tak yakin aku bisa.. karena selama ini, jika aku berusaha mencintai seseorang, aku akan teringat padanya. Dan pada akhirnya, aku mencintai dia atas dasar apa yang ada pada orang itu sama dengan apa yang ada pada cinta pertamaku. Aku tak bisa melakukannya, aku terlalu mencintainya, dan tak bisa berhenti menatapnya.”

“Itu semua karena kau mengizinkan dia terus ada dipikiranmu, bagaimana jika aku yang menggantikan dia di pikiranmu, izinkan aku. Maka kau bisa melupakannya.” Selanya.

“Tapi-”

“Cobalah untuk menatapku, aku akan memberimu waktu untuk belajar menatapku atas dasar apa adanya diriku, bukan karena namja itu..” katanya tulus, “Aku akan membuatmu terpesona kepadaku, aku akan menunggumu.” Lanjutnya.

***

Wherever you go, whatever you do
Kemanapun kau pergi, apapun yang kau lakukan
I will be right here waiting for you
Aku akan tetap di sini menantimu
Whatever it takes or how my heart breaks
Apapun yang harus kulakukan atau betapapun hancurnya hatiku
I will be right here waiting for you
Aku akan tetap di sini menantimu


TBC

AUTHOR : RHIE

Mian Jelek, ^^

tapi tetep comment, ya ^^

maaf juga, banyak kata-kata yang salah atau typos. ^^

7 comments

  1. apriany arioka · May 26, 2011

    yeay aku berkunjung kesini ^^, adakah author ato admin yang mengenaliku? hohoho..

    aaa~ aku bingung sih pas diawal jalan ceritanya jadi aku percepat deh bacanya ampe bawah.. hehe. bagus2 ayo semangat! hwaiting🙂

    • idolfanfiction · May 26, 2011

      Aissshhh… Annyyyy!!
      Mampir + comment juga dikau!
      hHee… ff yang dinote itu akan segera berakhir dan pindah kesini.

      -ichen-

    • idolfanfiction · June 1, 2011

      ahahah, mianhamnida itu tulisanku.. dan itu afterstorynya jadi pasti agak bingung kalau belum baca yg full version nya🙂
      ne , gomawo ^^
      nanti aku post lanjutannya *bow*
      -rhie-

  2. NurulJ2R · November 29, 2011

    keren..😀

  3. Min sung gi · December 31, 2011

    Nice ff^^

  4. Min sung gi · December 31, 2011

    Nice ff:)

  5. Min sung gi · December 31, 2011

    Nice:)

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s