My Lovely Teacher (Part V)


Title     : My Lovely Teacher (Part V)

Author : Siska Sri Wulandari

Cast       : Myung Soo Infinite

                : Hana

                : Wohyun Infinite

Cameo : Hoya Infinite, Hara, Sung yeol Infinite, Sunggyu Infinite & Infinite member

            Sunggyu terlihat sedang sibuk dengan ponselnya. Bahkan sangking sibuknya Ia sampai tidak menyadari kedatanganku.

“Ehem.” tegurku

Dia menatapku kaget lalu memberikanku jalan untuk duduk di sebelahnya.

“Kau berkelahi lagi?” tanyanya sambil tetap fokus pada ponselnya.

“Hmmb.” Jawabku singkat.

“Haa, akhirnya aku berbaikan juga dengan pacarku”. seru sunggyu bahagia sambil menghempaskan tubuhnya di kursi dan meletakkan tangannya di belakang kepalanya.

            Tiba-tiba terdengar suara keributan di luar. Myung Soo dan Sunggyu langsung beranjak keluar. Di sana para siswa sudah berkerumun. Karena penasaran Myung Soo dan Sunggyu mempercepat langkah mereka.

“Kau tidak bisa memutuskan aku Wohyun!” teriak seorang gadis sambil berlinang air mata.

“Aku sudah tidak menyayangimu lagi.” Jawab Wohyun dengan santainya.

“Semudah itukah?”

“Sudah kubilang jangan terlalu mencintaiku, aku ini tipe laki-laki yang mudah jatuh cinta. Bagiku kau sudah tidak menarik lagi. Aku bosan padamu yang seperti anak-anak. Carilah laki-laki lain yang bisa menerimamu apa adanya.” Jawab Wohyun lagi dengan nada sama sekali tidak merasa besalah.

“Dia benar-benar playboy sejati.” Celetuk Sunggyu sambil menyikut lenganku.

“Laki-laki tidak bertanggung jawab. Dia tidak ada bedanya dengan ayahnya.” Jawabku.

“Bukankah lebih tepatnya ayahmu?” canda Sunggyu.

Aku menatap Sunggyu tajam.

“Oh, maaf aku salah bicara, hehe…” serunya sambil merangkulku.

Aku melepaskan rangkulannya dengan kasar dan beranjak masuk ke kelas.

“Myung Soo, tunggu. Jangan ngambek seperti itu.! Myung Soo!” Teriak Sunggyu. Namun aku tidak menggubrisnya.

Di ruang kepala sekolah..

“Saya sudah tidak bisa mentolerir ini lagi. Sepertinya dia harus dikeluarkan.” Seru Kepala Sekolah dengan nada meninggi.

“Pak, saya mohon berikan dia kesempatan. Sebentar lagi siswa kelas XII akan menghadapi ujian akhir, izinkan dia untuk tetap berada di sini pak.” Mohon bu Hana.

“Ciih, dia selalu saja sok pahlawan”. Gumamku dalam hati.

“Bu, ini sudah yang kesekian kalinya dia mencoreng nama baik sekolah ini. Saya tidak bisa membiarkan dia terus-terusan mempermalukan sekolah ini.”

“Tapi, saya ingin seluruh siswa saya lulus bersama-sama.”

“Haha, kau bercanda. Tidak ada harapan untuk sekumpulan pecundang seperti mereka. Saya yakin satu persatu dari mereka akan keluar dari sekolah ini. Kau tahu sudah tiga murid yang dikeluakan dari kelas itu. Mereka itu tidak bermasa depan. Jadi kau tidak usah berharap terlalu banyak pada mereka.”

“Bukankah itu memang tugas sekolah? Mendidik siswanya yang tidak bermasa depan menjadi memiliki masa depan. Kalau pihak sekolah hanya mau mendidik siswa yang sejak awal memang berpotensi, apa gunanya sekolah ada. Aku maklumi saja jika siswa-siswa di kelasku tidak mau menuruti peraturan sekolah ini. Kalian mendiskriminasikan mereka. Memperlakukan mereka secara tidak adil. Mereka berhak mendapatkan perlakuan yang sama dengan siswa lain. Orang tua mereka menyekolahkan mereka agar mereka memiliki masa depan tapi nyatanya perlakuan seperti ini yang mereka dapat. Semua orang punya alasan berbuat kesalahan. Dan setiap yang bersalah berhak mendapatkan kesempatan.” Serangku bertubi-tubi pada kepala sekolah. Aku sudah muak dengan semua ini. Mereka selalu saja menghina siswa-siswaku. Bagaimanapun aku tidak bisa menerimanya.

Kepala Sekolah menarik napas panjang dan membetulkan posisi duduknya sambil menatapku ia berkata “Ya, kau benar aku bahkan hampir lupa tujuan aku disini. Kau hebat, kau mampu mengurus mereka. Aku serahakan semuanya padamu. Tapi ingat ini kesempatan terakhir.”

“Baik pak, terima kasih banyak.” Seruku bahagia sambil menyalaminya berulang-ulang.

*Myung Soo POV*

            Tumben aku bisa mengontrol emosiku. Aku bahkan malu mengakui bahwa aku kagum pada bu Hana. Dia selalu membela aku mati-matian. Padahal dia baru mengenalku beberapa minggu tapi dia seolah mengerti penderitaan yang aku alami. Aku akui dia memang tulus. Kami tidak pernah mendapatkan wali kelas sehebat dia sebelumnya. Jujur aku suka saat dia tersenyum. Melihatnya tersenyum membuatku juga ikut tersenyum. Haa, pikiran macam apa ini.

*END POV*

“Aku sudah tidak sanggup lagi.” Gumamku dalam hati. “Tengah malam harus terjaga dan dengan masih lengkap mengenakan piyama aku pergi ke sebuah bar. Aku bahkan tidak pernah ke bar sebelumnya. Mengurusi sorang anak laki-laki yang bahkan seumuran denganku seolah aku adalah pengasuhnya.Haa, mataku… kumohon jangan tertutup sebelum jam pelajaran usai”. Tiba-tiba tangan yang kugunakan untuk menopang daguku goyah. Aku mengedarkan pandanganku ke seantero kelas memastikan tidak ada yang melihat kejadian tadi. Semua siswa terlihat sedang berkonsentrasi dengan tugas yang kuberikan. Reputasi kelas unggulan seperti XII A memang berbeda. Tunggu, tidak semua siswa. Ada seorang siswa yang menatapku. Lagi-lagi bocah itu. Aku langsung memalingkan wajahku keluar jendela. Kudapati Myung Soo yang sedang sibuk dengan peralatan kebunnya di luar sana. Selama sebulan Ia kuhukum untuk membersihkan taman sekolah.

“Minumlah ini, ibu tampak lelah.” Wohyun sudah berada tepat di hadapanku sambil menyodorkan sebotol air mineral..

“Ti..tidak usah, aku baik-baik saja.” Jawabku terbata-bata. Entah kenapa setiap di dekat bocah ini auranya sedikit berbeda. Secara kulit dia memang terlihat lebih baik dari Myung Soo tapi secara isi aku rasa dia jauh lebih berbahaya dari Myung Soo.

“Matamu sangat sayu, ibu pasti kurang tidurkan?” Ia menatap keluar jendela sambil tersenyum simpul.”Apa karena mengurusi siswa bermasalah itu?” sambung Wohyun.

“Wohyun kembalilah ke tempat dudukmu, kembali kerjakan tugas yang ibu berikan.”

“Apa  aku harus membuat masalah seperti Myung Soo agar bisa mendapatkan perhatianmu?”

Aku menatapnya. Tiba-tiba aku teringat akan perkataan Bu Gyuri tempo hari di kantin. “Dia adalah siswa tertampan di sekolah ini.” Sekarang aku baru sadar bahwa dia memang sangat tampan. Ya, ampun, apa yang barusan aku pikirkan.>_<

“Jadi, apa yang harus ibu lakukan?”

“Terimalah pemberianku ini.” Jawabnya sambil tersenyum.Ehem, manis.

Aku mengambil minuman pemberiannya tapi tiba-tiba tangannya menahan tanganku. Aku segera menarik tanganku.

“Sekarang cepat kembali ke tempat dudukmu!” Perintahku ketus.

Dia hanya melenggang santai sambil mengdipkan mata padaku. Huwaa, apa-apaan dia itu. Bagaimanapun aku masih normal. Kalau begini caranya aku bisa-bisa benar-benar tergoda terhadap bocah tengil itu.

*Wohyun POV*

Kenapa tadi wajahnya memerah. Apa Ia mulai suka padaku. Haa, memang seharusnya begitu. Tidak mungkin ada yang bisa menolak pesonaku. Tapi kenapa Ia bisa terlihat begitu lelah seperti itu. Memangnya apa yang dilakukan oleh Myung Soo. Aku jad kasihan padanya, gadis secantik dia harus mengurusi anak bermasalah itu.

*END POV*

“Sunggyu, lemparkan airnya.” Teriakku pada Sunggyu.

“Ini!” teriaknya sambil melemparkan sebotol minuman mineral padaku.

Tiba-tiba seorang gadis datang dan menghampiri Sunggyu yang sedang duduk di bawah pohon.

“Ji Eun!” seru Sunggyu bahagia sambil membawa gadis itu kehadapanku.

“Myung Soo, kenalkan ini pacarku, Ji Eun.”

Gadis itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum, aku menatapnya sekilas kemudian melanjutkan minumku. Sunggyu meraih tangan gadis itu.

“Dia memang aneh.” Cibir Sunggyu sambil menatapku kesal.

“Oh, ya Myung Soo aku pulang duluan ya, aku sudah janji akan mengajak Ji Eun nonton.”

“Pergilah!” jawabku datar.

“Kau memang temanku yang paliiing pengertian.” Teriak Sunggyu sambil menciumku.

“Hey, apa-apan kau!” teriakku.

Aku pun melanjutkan membersihkan rumput-rumput di kebun sekolah. Tiba-tiba entah kenapa tiba-tiba muncul di pikiranku bagaimana saat pertama kali aku bertemu dengan bu Hana. Pertemuan yang cukup lucu dan sukses membuatku tersenyum-senyum sendiri. Perasaan apa ini? Kenapa aku begitu bahagia ketika membayangkan dia. Tidak, aku tidak boleh yang berpikiran macam-macam…

TBC..

Bagaimana kisah selanjutnya?*teriak-teriak pake toak…

Apakah Myung Soo mulai menyukai Bu Hana….

& apakah Bu Hana mulai tergoda dengan Wohyun..

Tunggu part selanjutnya yha..*promosi mode on*

Comment pliss🙂

6 comments

  1. Kiseopielovers · May 8, 2011

    waaa….keren!!
    maaf yg kmrn blm komen.wp eror mlulu.
    hehe…
    keren nih FF.
    Bu Hana ama Woohyun aja.

  2. siryeo · December 11, 2011

    myungsoo mulai jatuh cinta…
    Bakal saingan sama wooyoung…
    Jangan mau kalah myungsoo

  3. kyuwonhae · August 6, 2012

    lanjuttt thoorrr🙂
    oowhh… Jd myung soo sma wohyun itu sdra tiri kan😮

  4. Amel Lee · August 18, 2013

    Asik myung soo udah mulai mesem mesem nih sama hana kkkkkk~ itu si woohyun benar benar playboy sejati .. ckck

  5. Barom yu · December 31, 2014

    Myungsoo sama bu hana aja hahaha
    wohyun playboy, ngeri nya nnti di campakkin lagi bu hana nya -___-
    Kerennn bu hana bisa ngalahin kepala sekolah pas debattt!! daebakk

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s