My Lovely Teacher (Part VI)


Title     : My Lovely Teacher (Part VI)

Author : Siska Sri Wulandari

Cast       : Myung Soo Infinite

                : Hana

                : Wohyun Infinite

Cameo : Hoya Infinite, Hara, Sung yeol Infinite, Sunggyu Infinite, Ji Eun & Infinite member.

            Waktu menunjukkan tepat pukul 19.00. Myung Soo baru saja menyelesaikan hukumannya. Karena lapar Ia memutuskan untuk pergi membeli makanan di kafe Colombo. Sekedar info kafe ini merupakan kafe dimana Myung Soo dan teman-temannya secara tidak sengaja bertemu dengan Bu Hana yang sedang makan bersama teman-temannya beberapa hari yang lalu.

***

“Hana, tolong belikan makan malam kita di kafe seberang!” perintah Hoya.

“Baiklah, kalian mau pesan apa?” tanya Hana pada teman-temannya yang lain.

Hari ini Hana dan beberapa temannya terpaksa lembur sampai tengah malam untuk mempersiapkan stand mereka. Karena minggu depan akan diadakan bazar besar-besaran di kampus mereka.

            Dengan tergesa-gesa Hana berjalan melewati koridor yang sepi. Karena takut berjalan sendirian Hana semakin mempercepat langkahnya sampai akhirnya Ia sudah sampai di depan kampus. Ia memeriksa dompetnya untuk memastikan apakah tadi ia sudah membawa uang patungan teman-temannya untuk membeli makanan. Karena terlalu serius menghitung uang, tiba-tiba…

“Bruuk.” Hana terjatuh karena menabrak seseorang. Isi dompetnya sampai tercecer kemana-mana.

“Kau!” teriak Myung Soo

Hana tersentak menyadari siapa yang Ia tabrak. “Bagaimana ini? Alasan apa yang harus aku berikan kalau Ia bertanya padaku.”gumam Hana.

Myung Soo memungut sesuatu yang tergeletak di sampingnya. Ia memperhatikan benda itu dengan saksama. Sedangkan Hana masih sibuk mengumpulkan beberapa lembar uangnya yang tercecer.

“Ini KTP mu..?” tanya Myung Soo sambil mengacungkan selembar kartu.

“Iya, terima kas..” kata-kata Hana terputus. Ia baru sadar bahwa identitasnya baru saja terbongkar dihadapan Myung Soo.

“Kenapa kau tidak melanjutkan kata-katamu?, bukankah kita harus selalu mengucapkan terima kasih pada orang yang telah menolong kita?”

Hana masih terdiam. Ia hanya menunduk sambil berharap akan datang sebuah keajaiban yang akan menyelamatkannya.

“Kau masih 18 tahun?” Tanya Myung Soo lagi. Tapi tetap tidak ada tanggapan dari Hana.

“Masih berstatus mahasiswi?” Tanya Myung Soo lagi dengan nada yang lebih dipertekan.

Hana berusaha mengambil KTPnya yang masih dipegang oleh Myung Soo tapi dengan sigap Myung Soo menghindar.

“Bagaimana kalau KTP ini sampai ke tangan kepala sekolah? Pasti kau akan segera dikeluarkan karena penipuan identitas.”

Hana menatap Myung Soo yang masih menunggu jawaban dari mulutnya sambil mempermainkan KTPnya.

“Aku akan menceritakannya setelah membeli makanan untuk teman-temanku.” Akhirnya Hana membuka mulutnya setelah cukup lama bungkam.

“Baik, tapi dalam 10 menit kau tidak kembali lagi kesini maka jangan salahkan aku kalau besok kau dipecat.”

Hana hanya mengangguk lemah. Dengan gontai Hana masuk ke dalam kafe dan segera membeli pesanan teman-temannya.

***

            Myung Soo sedang asyik melahap makanannya sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

“Jadi kau diminta untuk menggantikan kakakmu yang sedang hamil?” tanya Myung Soo dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.

“Iya, perekonomian kami sedang buruk. Ibuku hanya punya sebuah toko bunga kecil yang penghasilannya hanya cukup untuk makan kami sehari-hari, jadi aku terpaksa menggantikan kakakku karena sekolah tidak bisa menerima guru yang sedang hamil.”

“Lantas, bagaimana dengan file-file identitas di lamaranmu?”

“Aku meminta temanku yang ahli di bidang IT untuk memanipulasinya.”

“Tapi aku tidak bisa memberikan KTPmu secara cuma-cuma.” Sambung Myung Soo sambil menyeringai.

“Myung Soo, aku mohon. Aku sangat butuh pekerjaan ini.” Pinta Hana dengan memelas.

“Kau harus membuat perjanjian denganku.”

“Perjanjian apa?”

Myung Soo mulai tampak serius dan membetulkan posisi duduknya.

“Kau harus berjanji akan menjadi wali kelas kami sampai kami lulus. Apapun alasannya kau tidak boleh berhenti. Meskipun kau sudah tidak tahan dengan kenakalan kami. Satu lagi kau harus bisa membela kami ketika semua orang memojokkan kami. Intinya kami membutuhkanmu.”

“Hanya itu?” tanya Hana.

“Hanya itu. Kalau kau sampai melanggar janjimu. Maka kau akan segera menjadi pengangguran.

“Baiklah.” Jawab Hana sambil menadahkan tangan kanannya.

“Selama seminggu KTPmu aku tahan. Sebagai jaminan kalau kau tidak akan lari dari janjimu.

“Tapi.”..

“Tidak ada tapi-tapi. Tolong kau bayar semua makananku ya.” Seru Myung Soo seraya bergegas pergi dari Kafe tersebut.

“Dasar sial. Bahkan dalam keadaan seperti ini pun dia masih memanfaatkanku.” Gerutu Hana.

***

“Jadi dia sudah mengetahui identitasmu?” tanya Hoya di dalam mobil.

Aku mengangguk lesu.

“Ya, sudahlah selama ia masih mau merahasiakan identitasmu, itu berarti kau masih di zona aman.” Hibur Hoya sambil menepuk-nepuk pundakku.

“Tapi aku takut aku tidak bisa melakukan yang ia minta. Kau tahu aku juga masih labil seperti ini.” Keluhku lagi.

“Tenang saja, kau pasti bisa.” Jawab Hoya sambil tersenyum. “Kau tidak mau kehilangan pekerjaanmu kan?” sambungnya lagi.

Aku melengos dan menyandarkan diri di jok mobil. Pikiranku benar-benar kacau. Satu masalah belum selesai sudah datang saja masalah yang lain.

***

Kediamam Myung Soo..

            Sebelum masuk ke kamar aku mengunjungi kamar ibuku dulu. Lampu kamarnya masih menyala.

“Ibu belum tidur?” tanyaku sambil membuka sedikit pintu kamar ibu.

“Myung Soo? Kau baru pulang?” tanya ibu dengan suara khawatir.

“Myung Soo, kau jangan terlalu sering pulang larut malam.” Ibu mengelus rambutku lembut sambil mengecup keningku. “Kau minum-minum lagi?”

Aku menggeleng cepat.

Ibu meraih dan memelukku erat.

“Myung Soo, ibu harap kau bisa menghentikan kebiasaan burukmu itu. Jangan menyiksa dirimu sendiri. Ibu tahu kau terluka dan belum siap dengan segala perubahan ini. Tapi kau harus belajar untuk bisa menjalaninya.” Nasihat ibuku panjang lebar sambil melepaskan pelukannya.

Aku hanya diam. Tidak sepatah katapun yang aku keluarkan. Karena aku takut tidak bisa menepatinya.

“Lekaslah istirahat. Kau terlihat sangat lelah.” Sambung ibu lagi.

Aku mengangguk dan segera keluar.

***

Selesai mandi Myung Soo mengeluarkan KTP Hana dari saku seragamnya. Dia membaringakan diri sambil memperhatikan KTP tersebut. “Bahkan dia lebih muda dariku enam bulan. Fotonya lumayan juga.” Gumamku dalam hati sambil senyum-senyum sendiri. Tanpa sadar Myung Soo tertidur sambil memeluk KTP Hana.

***

Keesokan harinya…

            Betapa terkejutnya Hana melihat apa yang ada di atas mejanya. Seikat mawar merah dan sekotak coklat mengisi mejanya. Dengan ragu Hana menganbil sehelai surat yang diselipkan dalam rangkaian mawar tersebut.

“Wohyun.” Baca Hana pelan. Tiba-tiba dari balik pintu orang yang baru saja disebut namanya tersebut sudah muncul.

“Ibu suka?” tanyanya girang.

“Apa maksudmu dengan memberikan ibu ini?”

“Memangnya tidak boleh ya memberikan hadiah pada orang yang kita sukai?” tanyanya sambil duduk di atas meja.

“Kau memberikan pada orang yang salah.”

“Tidak, aku memberikan pada orang yang tepat.”

“Wohyun, kau sadar apa yang saat ini sedang kau lakukan?”

“Memangnya salah ya kalau siswa menyukai gurunya?”

“Tentu saja. Dan kau jangan pernah berpikir ibu sama dengan wanita-wanita lain yang bisa kau permainkan.” Jawabku ketus.

“Apakah aku serendah itu dimata ibu? Sejak awal aku sadar ibu adalah wanita baik-baik. Tapi aku tidak menyangka ibu menilaiku seperti itu.” Wohyun berdiri “Kalau ibu tidak suka, ibu bisa membuangnya.” Sambung Wohyun sambil menatap barang-barang pemberiannya.

Sedikit ada penyesalan dibenakku. “Apa aku terlalu kasar padanya” gumamku dalam hati.

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang dari tadi terus mengawasi gerak-gerik mereka dari balik pintu.

***

*Myung Soo POV*

            Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya saat ini sedang aku alami. Kenapa setiap melihatnya aku selalu merasa bahagia. Ketika bersamanya aku juga selalu merasa nyaman. Meski selama ini aku terlihat cuek dan berpura-pura tidak menyadari kebaikannya padaku sebenarnya aku merasa sangat bahagia ketika dia selalu membelaku. Apa jangan-jangan aku telah jatuh cinta.

*END POV*

“Myung soo, Myung Soo, kau sudah gila ya?” tanya Sunggyu sambil menyikutku dan membuyarkan lamunanku.

“Aish, Kau ini bicara apa sih?”

“Haa, aku tahu kau pasti sedang jatuh cinta kan?” goda Sunggyu

“Apa-apaan sih kau ini.”

“Sudahlah mengaku saja. Siapa?siapa gadis yang berhasil mencairkan hatimu yang seperti es itu?”

“Aku semakin tidak mengerti apa yang kau bicarakan.”

“Kim Myung Soo, aku ini sudah mengenalmu cukup lama. Tidak ada gunanya kalau kau berusaha menutupinya dariku.”

“Sudahlah, untuk apa membahas hal seperti itu.”

“Kau ini!” Sunggyu merasa kesal dengan jawaban sahabatnya itu.

“Hmmb, saat pertama kali kau menyadari bahwa kau jatuh cinta pada Ji Eun apa yang kau rasakan?” sambung Myung Soo lagi.

“Ternyata, sahabatku ini memang benar-benar sedang jatuh cinta rupanya.”

“Eh, kau salah paham.” Elak Myung Soo.

“Sudahlah, Sunggyu merangkul Myung Soo. “Aku tahu apa yang saat ini sedang kau rasakan. Pasti setiap melihat gadis itu jantungmu akan berdebar-debar. Setiap melihat senyum gadis itu kau juga pasti akan ikut tersenyum.Haa, wajahmu memerah!” teriak Sunggyu yang sontak membuat seisi kelas melihat ke arah kami.

“Sunggyu, pelankan suaramu.”

“Siapa?Siapa gadis malang itu?”

“Apa maksudmu dengan kata malang” tanya Myung Soo kesal.

“Tidak aku hanya bercanda. Siapa gadis tersebut?” tanyanya lagi.

“Belum saatnya kau tahu.”

Sunggyu menjitak kepalaku.”Sejak kapan kau mulai main rahasia-rahasiaan terhadapku?”

Myung Soo hanya meringis kesakitan mendapat jitakan dari sahabatnya itu.

***

TBC…

Semoga para readers nggak bosen yha baca FF aku yg makin hari makin aneh..

Haha..

Kritik & Sarannya sangat diharapkan J

4 comments

  1. siryeo · December 11, 2011

    aku ga tau mau komen apa #bingung

  2. Min sung gi · December 31, 2011

    Nice

  3. kyuwonhae · August 6, 2012

    aiiisshhh…. Gaswat klo hana smpai d pcat😦 , smga aj myung soo tdk m’bngkar identtas hana🙂

  4. Barom yu · December 31, 2014

    Ciee ada yang jatuh cintong hehehe

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s