My Lovely Teacher (Part VIII)


Title       : My Lovely Teacher (Part VIII)

Author : Siska Sri Wulandari

Cast       : Myung Soo Infinite

               : Hana

               : Wohyun Infinite

Cameo : Hoya Infinite, Hara, Kepala sekolah, Park Hanbul, ibu hana.

Esoknya di SMA Hyundai…

            Pagi-pagi sekali SMA yang biasanya tertib ini sudah geger. Salah satu pemilik saham terbesar di sekolah ini akan datang untuk menindak lanjuti gosip yang beredar antara Hana dan Wohyun. Kedatangan orang tersebut membuat seluruh staff dan guru menjadi khawatir. Hana yang tidak tahu apa-apa mengenai gosip tersebut merasa sangat terkejut karena pagi-pagi di diminta untuk segera menghadap kepala sekolah.

            Hana tampak tegang ketika berada di ruang kepala sekolah. Di ruangan itu hanya ada dia dan kepala sekolah. Sesekali kepala sekolah terlihat mondar-mandir sambil menunggu kedatangan pemilik saham terbesar tersebut. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu yang membuat Hana dan kepala sekolah kaget.

“Masuk!” pinta kepala sekolah sambil menatap Hana.

            Seorang laki-laki dengan perawakan tinggi masuk dan segera duduk di hadapan kepala sekolah. Sementara itu Hana masih menunduk. Tiba-tiba orang tersebut memulai pembicaraan.

“Selamat pagi, Pak kepala sekolah.” Sapa orang tersebut sambil menjabat tangan kepala sekolah.

Hana sedikit memberanikan dirinya untuk mengangkat kepalanya.

“Kau, Bu Hana?” tanyanya yang bernama Park Hanbul sambil menatap Hana yang masih berdiri di pojokan.

Hana hanya mengangguk.

“Sepertinya akan lebih baik kalau kau duduk di sebelahku.”

Maka dengan terpaksa Hana duduk di sebelah Pak Hanbul.

“Apa benar kau berpacaran dengan anakku?”

Hana tersentak. Anak? Apa Wohyun anak pemilik saham terbesar di sekolah ini? Sebelumnya memang kepala sekolah sudah menceritakan kepadanya perihal gosip yang beredar antara dia dan Wohyun, tapi ia sama sekali tidak tahu bahwa Wohyun adalah putra pak Hanbul.

Tiba-tiba kepala sekolah berdehem mengisyaratkan agar Hana menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pak Hanbul.

“Sebenarnya itu hanya salah paham, saya dan Wohyun tidak pernah memiliki hubungan spesial.” Jawab Hana.

“Lantas, bagaimana dengan foto-foto itu?”

Hana terdiam.

“Ehem, aku tahu benar bagaimana sifat anakku. Tapi yang aku sesalkan kau ini kan gurunya bagaimana mungkin seorang guru bisa bertindak seperti itu?”

Kata-kata Pak Hanbul tadi benar-benar menohok hati Hana. Saat ini, ia benar-benar ingin menangis tapi ia menahannya karena itu hanya akan memperkeruh keadaan.

“Saya rasa ini hanya salah paham. Saya mengenal betul bu Hana. Walaupun dia guru baru tapi dia salah satu yang terbaik di sekolah ini. Mungkin foto-foto tersebut merupakan kerjaan iseng seorang siswa.” Bela kepala sekolah.

“Baiklah, buktikan hal itu. Dan jika memang benar seperti itu, segera keluarkan siswa tersebut. Karena selain sudah merusak nama baik Wohyun dan Bu Hana gosip itu juga sudah merusak citra sekolah ini.” Putus Pak Hanbul.

            Mendengar pernyataan Pak hanbul tersebut Hana merasa sangat bahagia. Tapi ia tidak menyangka ada orang yang tega melakukan hal ini terhadap dirinya. Namun tiba-tiba seseorang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ternyata orang itu adalah Wohyun.

“ Aku dan Bu Hana memang berpacaran.” Seru Wohyun.

            Air mata Hana yang tadi tidak jadi menetes dan masih menggantung di pelupuk matanya kini benar-benar tumpah. Kepala sekolah pun tampak bengong dengan kedatangan Wohyun yang tiba-tiba dan berkata seperti itu.

“Apa maksudmu?” tanya Pak Hanbul

“Aku dan Bu Hana memang berpacaran, jadi foto-foto itu memang fakta dan tidak ada satupun siswa yang harus bertanggung jawab atas foto tersebut.”

            Pak Hanbul tampak bingung. Dia tidak tahu harus percaya pada siapa. Hana tampak memandang kepala sekolah dengan tatapan memelas.

“Aku mencintai Bu Hana. Dia gadis baik-baik. Jadi appa tidak perlu mengkhawatirkannya. Karena kami tidak akan membuat jelek nama sekolah ini.” Sambung Wohyun sambil menatap Hana yang sudah banjir dengan air mata.

“Sebenarnya appa tidak mau repot-repot datang kesini. Tapi karena ini menyangkut dirimu appa terpaksa datang. Tapi karena kau mengatakan dia gadis baik-baik maka rasanya appa tidak perlu khawatir.” Kata Pak Hanbul sambil tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Wohyun. Setelah itu dia mengelus kepala Bu Hana seraya berkata “Aku serahkan putraku kepadamu.” Setelah itu dia berpamitan dan segera pergi. Sedangkan Hana masih terus menangis.

“Hana, benarkah itu?” tanya kepala sekolah.

“Wohyun apa yang kau lakukan. Kenapa kau berbohong kepada Ayahmu.!!” Bentak Hana diiringi dengan air matanya yang kian deras.

Wohyun malah menarik tangan Hana keluar dari ruangan dan membawanya ke taman sekolah. Wohyun berniat untuk mengelap air mata Hana namun Hana menyibakkannya dengan kasar.

“Apa yang kau lakukan? Apa kau pikir ini lucu!!” bentak Hana.

“Aku menyelamatkanmu.” Jawab Wohyun.

“Menyelamatkan katamu? Kau justru menghancurkan hidupku!”

“Kau tahu siapa yang menyebarkan gosip itu? Jiyoung. Salah satu siswimu. Ayahku bukanlah orang yang akan menarik kata-katanya. Kalau dia sampai tahu Jiyoung yang melakukannya tentu Jiyoung akan dikeluarkan. Bukankah kau ingin semua siswa XII E bisa lulus bersama-sama.” Jelas Wohyun.

“Kau bohong. Dari mana kau tahu kalau dia pelakunya.”

“Dia sudah mengakuinya padaku.”

“Tidak, tidak mungkin.” Isak Hana.

Tiba-tiba Wohyun menarik Hana dan menengelamkannya dalam pelukannya. “Aku minta maaf, dia melakukan ini karena dia cemburu. Ini salahku, jadi aku akan bertanggung jawab untuk semuanya.” Seru Wohyun sambil mengelus-elus kepala Hana.

Myung Soo yang secara kebetulan lewat melihat adegan tersebut. Lagi-lagi ia merasa cemburu.(Dasar Myung Soo malang, siapa suruh selalu muncul di saat yang tidak tepat! Sini sama author aja *digebukin inspirit*).

*Myung Soo POV*

            Kenapa aku selalu melihat dia bermesra-mesraan dengan laki-laki lain. Sebenarnya apa hubungannya dengan Wohyun. Lantas bagaimana dengan teman sekampusnya itu. Apa dia memiliki dua kekasih. Apa dia bukan gadis baik-baik. Tapi rasanya tidak mungkin dia seperti itu. Tapi kenapa di seperti itu. Haa, dia benar-benar membuatku gila!!

*END POV*

Di ruangan Hana…

“Namaku sekarang benar-benar buruk, seantero sekolah bergosip tentang aku.” Kata Hana sambil terisak.

“Siapa yang melakukannya padamu, aku akan memberinya pelajaran.” Balas suara di seberang sana dengan sedikit emosi.

“Tidak mungkin, dia adalah…” tiba-tiba Hana menghentikan kalimatnya ketika Myung Soo yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Sambil menghapus air matanya dipipi ia memutuskan pembicaraannya di telepon.”Nanti aku akan meneleponmu lagi Hoya.” Aku menatap Myung Soo yang masih berdiri di hadapanku.

“Kau ingin menghujatku juga?”

“Aku tidak menyangka ternyata kau gadis seperti ini.”

“Apa maksudmu?”

“Siapa yang merupakan selingkuhanmu? Wohyun atau teman sekampusmu itu?”

“Haa?”

“Jangan berpura-pura tidak mengerti.”

“Aku sama sekali tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan. Kalau tidak ada lagi yang mau kau sampaikan, keluarlah, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu.” Kataku ketus.

“Kau tahu apa yang saat ini aku rasakan?”

“Aku semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraanmu?”

“Aku sakit melihat kau dan dia, aku sakit melihat apa yang tadi kalian lakukan. Pernahkah kau menyadarinya?” teriak Myung Soo sambil meninggalkanku dan membanting pintu dengan keras.

*Hana POV*

Ada apa dengan anak itu. Sakit? Apa maksudnya sakit. Aku, dia, kalian, siapa yang sebenarnya dia maksud?. Haah, kenapa semua orang di sekolah ini membuatku gila. Harusnya aku yang berteriak kalau aku sakit. Aku tidak tahu bagaimana caranya bertahan menghadapi masalah ini. Kini semua orang mengangap bahwa aku dan Wohyun memang berpacaran.Grrr!!!

*END POV*

            Myung Soo berjalan tergesa-gesa menuju kelas XII A. Sesampainya di sana ia berteriak memanggil nama Wohyun. Wohyun yang kala itu sedang membahas soal dengan teman sebangkunya terkejut dengan teriakan Myung Soo. Melihat kedatangan Myung Soo, beberapa siswa memandangnya dengan tatapan meremehkan. Banyak pula yang mencibir. Karena para siswa XII A paling tidak suka bergaul dengan siswa XII E karena reputasi mereka sebagai kelas kumpulan siswa bermasalah terutama Myung Soo. Wohyun menatap Myung Soo dengan sinis.

“Ikut aku!” bentak Myung Soo. Wohyun pun mengikuti langkah Myung Soo. Myung Soo membawa mereka ke atap sekolah.

“Apakah kau memang berpacaran dengan Bu Hana?” tanya Myung Soo.

Namun Wohyun hanya diam sambil menatap langit.

“Wohyun!”

“Bwo?! Apa harus aku menjawab pertanyaan seperti itu?”

“Kau hanya mempermainkan dia kan?”

Wohyun tersinyum simpul sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

“kau cemburu?” tanya Wohyun yang membuat Myung Soo kehilangan kata-kata. Wohyun menatap Myung Soo.

“Jangan sampai aku merebut orang yang kau sayangi untuk yang kedua kalinya.” Sambung Wohyun sambil mendorong Myung Soo dengan bahunya dan pergi.

Myung Soo terdiam. Ia berpikir bahwa yang dikatakan Wohyun itu memang benar. Tidak mungkin ia membiarkam Wohyun merebut orang yang dicintainya untuk yang kedua kalinya. Dua tahun yang lalu, Ayahya meninggalkan dia dan ibunya demi wanita lain. Wanita tersebut adalah ibu Wohyun. Wanita yang lebih berkuasa dan bisa menjamin kehidupan mewah pada ayahnya. Meninggalkan dia dan ibunya dengan keji. Menyisakan luka dan dendam yang begitu mendalam. Kini keluarga itu pun akan merebut kebahagiaannya lagi. “Tidak akan aku biarkan laki-laki brengsek itu merebut Hana.”  Gumam Myung Soo sambil mengepalkan kedua tangannya.

 

Kediaman keluarga Kim (aka Hana)…

Hara, kakak Hana masih terus mengelus-elus punggung Hana yang tersungkur di atas sofa sambil menangis.

“Gosip itu akan menghilang seiring berjalannya waktu.” Kata ibu Hana sambil meletakkan teh yang dia buatkan untuk Hana di atas meja.

“Tapi semua orang sekarang membenciku. Menghujatku karena berpacaran dengan Wohyun padahal aku sama sekali tidak mempunyai hubungan apa-apa dengannya.” Jawab Hana sambil tetap menenggelamkan kepalanya di dalam bantal.

“Ini semua kan juga demi siswimu. Itulah guru, seorang guru harus bisa berkorban demi siswanya.” Seru ibu sambil mengelus kepala putrinya itu.”

“Salahmu juga menggoda Wohyun.” Canda kakakku.

“Aku tidak menggodanya!” bantah Hana sambil melemparkan bantal kepada Hara dan tepat sasaran.

“Ting Tong..” Bel rumah Hana berbunyi. Ibu segera membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Hoya. Hoya membawa sekantong penuh es krim yang dia beli khusus untuk Hana. Ia tahu kebiasaan sahabatnya itu kalau sedang sedih.

“Hana, kau baik-baik saja?” sapa Hoya sambil terkekeh melihat rambut Hana yang berantakan. Hana hanya diam dan matanya mengikuti gerak gerik Hoya yang duduk di sebelahnya.

“Ini, aku bawakan es krim untukmu.” Seru Hoya sambil menyodorkan kantong plastik yang dia bawa.

Hana mengambilnya dan mulai membuka sebuah es krim dan memakannya.

“Mudah sekali menghiburmu!” sindir Hara sambil meninggalkan Hana dan Hoya berdua saja.

Hoya yang tergiur karena kelahapan Hana mencoba untuk mencomot es krim Hana tapi Hana segera menepisnya dan membuat Hoya memanyunkan bibirnya.

Sementara itu di kediaman Wohyun…

Keluarga kecil itu sedang berkumpul di ruang keluarga sambil membicarakan hubungan Wohyun dan Hana. Selama ini Wohyun selalu membawa kekasih- kekasih terdahulunya ke rumahnya sehingga hampir semua kekasih Wohyun di kenal oleh ayah dan ibunya. Selama ini ayah Wohyun juga tahi bahwa Wohyun hanya berpacaran untuk bersenang-senang. Makanya ia begitu bahagia saat ia tahu bahwa akhrirnya Wohyun memilih gadis baik-baik untuk menjadi kekasihnya. Selama perbincangan itu Wohyun hanya menjawab ala kadarnya. Ia tidak tahu harus menanggapi dengan cara seperti apa. Di sisi lain ia senang Hana diterima baik oleh ayahnya namun di sisi lain Ia juga merasa sangat bersalah karena dia Hana jadi terlibat masalah seperti ini.

*Wohyun POV*

Awalnya aku memang hanya ingin bermain-main dengan bu Hana. Tapi setelah aku tahu bahwa dia adalah gadis baik-baik aku menjadi enggan untuk menggodantya. Perasaanku menjadi sangat gelisah ketika melihat dia menangis. Selama ini ia selalu terlihat ceria dan kuat tapi sekarang ia terlihat begitu rapuh. Aku berjanji bahwa aku akan selalu membelanya ketika ada yang menghujatnya. Ini bukan salahnya.

*END POV*

***

TBC….

Bingung mau dilanjuti kayak mana lagi..

Moga Part yang ini nggak membosankan ya..

Gomawo🙂

Kritik & sarannya yha di comment….

12 comments

  1. chyshinji · May 20, 2011

    Eheheh,, makin rumit ajaaa… Aigo, Hana sabar ya… Trus Myung So hwaiting, ayo rebut Hana dari Wo Hyun, kekeke, oia mian ya admin, baru komen di part ini, abis biasany OL hp doank, trus jg emang baru tau blog ini,🙂

    • idolfanfiction · May 21, 2011

      Iya gag apa-apa🙂
      Terimakasih juga udah menyempatkan diri buat comment dan baca🙂

  2. chyshinji · May 21, 2011

    Aigoo, komenku gag masuk masuk, ffny kerenn,, hana sabar yak, trus Myung Soo hwaiting!! Rebut hana dari Wohyun, kekeke

    • idolfanfiction · May 21, 2011

      Emang nih agak error kali ya🙂
      Tapi udah masuk kok🙂

  3. chyshinji · May 21, 2011

    Hana sabar yak!! Trus Myung Soo hwaiting!! Aq mendukungmu, kekeke

    • idolfanfiction · May 21, 2011

      Dukung author sama adminnya juga ya biar bisa berkarya terus🙂

  4. chyshinji · May 21, 2011

    Kereenn!! Hana sabar yak!! Myung Soo, aq mendukungmu!!

  5. chyshinji · May 21, 2011

    Ne, hwaiting yak buat admin and authornya^^

  6. idolfanfiction · May 22, 2011

    Gomawo🙂
    rajin-rajin ke blog ini yha *promosi mode on* ^^
    *siska*

  7. kiseopielovers · May 22, 2011

    whoa….keren keren
    Hana sabar ya..

  8. idolfanfiction · May 22, 2011

    Gomawo ^^
    *Siska*

  9. siryeo · December 11, 2011

    bahkan seorang wooyoung udah mau insyaf…
    Hoya suka sama hana ga sih?

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s