Do You Still Love Me? (Part 3)

Tittle : Do You Still Love Me
Author : Kim Seoyeon
Sekuel : This is second from ‘LOVE IN SEOUL’
Cast :
SHINee : Taemin, Minho dan Onew
SNSD : Jessica, Tiffany, Sunny dan Yuri
Super Junior : Kyuhyun

Café…

Rupanya Minho tidak bisa datang dan sebagai gantinya, Kyuhyun lah yang datang.
“Apa yang harus aku lakukan hyung?” Taemin tampak putus asa.
“Bila kau mencintainya. Kau tidak boleh melepaskannya” jawab Kyuhyun penuh keyakinan.
“Ne~ aku tidak yakin kalau aku lebih baik dari Onew”
“Kau ini laki-laki. Kau harus tegas! Tunjukkan kalau kau mencintainya lebih dari siapa pun” Kyuhyun menepuk bahu Taemin pelan.
“Akan ku coba” jawab Taemin singkat dengan ragu.
***
“Sudahlah! Jangan bersikap seperti itu pada ku! aku bukan anak kecil Choi Minho!” Yuri membentak Minho yang memberikannya petuah-petuah sebelum dia pergi untuk show dipusat Korea.
Minho terkejut akan perubahan sikap Yuri akhir-akhir ini yang menjadi sangat menyebalkan. “Kamu kenapa sih? Belakangan ini tidak seperti biasanya”
“Minho! Jangan sok tahu banyak soal aku!” Yuri mengambil tasnya.
“Yuri!! Dengarkan aku!” Minho menarik tangannya.
“Apalagi?! Aduuhhh aku tuh sudah bosan dengan mu!” Yuri menghempaskan genggaman Minho. Minho benar-benar terkejut dan marah.
“Apa maksud mu?!”
“Kau tahu? Kau ini idola. Akan banyak lelaki diluar sana yang lebih dari mu!”
“Yuri…!”
Minho menarik Yuri, memeluknya lalu mencium bibirnya. Yuri berusaha melepaskan dirinya dari Minho. Yuri langsung mendorongnya dengan keras. Minho jatuh dilantai.
“BERHENTI BERSIKAP SEENAKNYA TERHADAP KU!!”
Yuri pun pergi sambil menangis, bukan karena sikap Minho tapi karna kata-katanya yang membuat Minho seperti itu. Minho menyesali perbuatannya.
***
Rumah sakit…
“Annyeonghaseyo”
“Ah… Sunny”
“Dokter” Sunny duduk didepan dokter tersebut. “Bagaimana?” dia menatap dokter dengan cemas.
“Kami belum menemukan hati yang cocok dengan mu”
“Bagaimana keadaan ku dokter?”
“Biar saya periksa sebentar. Mari!”
Dokter tersebut memeriksa kondisi kesehatan Sunny. Dan hasilnya segera keluar.
“Kau harus secepatnya mendapatkan pendonor”
“Jika tidak?”
“Maka usia mu tinggal sebentar lagi. Tapi kami akan mengusahakannya”
“Gamsahamnida. Tolong rahasiakan ini dari tunangan ku”
“Ne~ tapi apa kau yakin?”
“Gwaenchana” ucap Sunny sambil tersenyum.
Sunny keluar dari ruangan dokter menarik nafas dalam-dalam sebentar lalu pergi.
***
Apartemen mewah dipusat Seoul…

Tiffany memandang keluar jendela dengan tatapan yang sedih. Ia bergumam pelan, “Aku tidak pernah menyangka bahwa kau bicara seperti itu pada ku”. Lalu tersenyum pahit.

Kilas balik dua hari yang lalu…
“Kenapa kau ingin bertemu dengan ku? ahh~ Jangan jawab! Aku tau! Kau rindu pada ku kan Taemin?” Tiffany menyambutnya dengan pelukan. Namun Taemin segera menjauhkan diri dari Tiffany.
“Bukan itu! Aku mau kita akhiri semua ini noona. Keluarga ku jauh lebih penting bagi ku”. Baru kali ini ada tatapan ketegasan dari seorang Lee Taemin.
“Kau… tidak mungkin! Kau hanya bergurau untuk menguji ku kan?!” Tiffany tampak kalut.
“Terima kenyataan noona! Istri dan putra ku jauh lebih penting!”
Taemin langsung pergi meninggalkan Tiffany.

Masa sekarang…
“Kau benar-benar meninggalkan ku sendirian. Aku terlalu babo untuk menyadari bahwa aku sudah tak pantass mencintai mu lagi. Menyedihkan… Mianhe~ Sebenarnya aku menyukai Jin Ki oppa. Tapi dia mencintai istri mu. Apa aku begitu tidak pantas dicintai siapa pun?” Tiffany meneteskan air matanya sambil menatap langit.
***
Café…
Hari ini Jessica mengajak Onew untuk bertemu.
“Annyeonghaseyo… aku tahu semua ini akan terjadi kau akan bercerai dengannya kan?” Onew menyambutnya dengan ekspresi bahagia. Dia tidak menyadari kalau Jessica hamper saja menangis mendengarnya.
“Ne~ aku sudah minta dia menceraikan ku” sahut Jessica dengan pelan.
“Kau tidak usah sesedih itu. Bukankah kita bisa bersama?” Onew menggenggam tangan Jessica. Sedangkan Jessica menarik tangannya sendiri. Onew sedikit terkejut namun dapat menguasai diri.
“Lee Jin Ki dengarkan aku baik-baik! Berhenti bicara semau mu!!” Jessica membentaknya didepan umum dan hal itu cukup membuat Onew diam.
“Dengar! Aku menceraikan dia bukan karna kamu! Tapi demi kebahagiannya. Aku tahu dia mencintai Tiffany. Aku kesini ingin mengucapkan salam perpisahan pada mu. Ingat satu hal aku tidak pernah menyukai mu seujung kuku pun. Jadi berhenti mengejar ku!! Aku lelah! Aku akan pergi membawa Aiden Lee pada ku. Aku mungkin akan merasa sakit hidup tanpa Lee Taemin, tapi aku bisa berjuang hidup bila ada putra ku disisi ku. Gamsahamnida.”
Jessica mengambil tasnya meletakkan uang lembaran untuk membayar minumannya lalu pergi. Rupanya Onew tidak semudah itu menyerah, dia mengejarnya lalu memeluknya dari belakang.
“Jangan pergi… Ku mohon…”
“Lepaskan aku sekarang juga Jin Ki!!”
Setelah berhasil lepas dari Onew, dia menyetop taksi lalu pergi. Onew hanya menatapnya dengan kesedihan yang mendalam.
***
Kediaman Minho…

Yuri merapikan barang-barangnya kedalam koper. Saat itu Minho tidak ada dirumah.

-Yuri POV-
Aku harus cepat pergi dari sini sebelum dia datang. Atau aku sama sekali tidak bisa keluar dari rumah ini untuk meninggalkannya. Aku takkan sanggup.

Dia memasukkan satu buah bingkai foto dirinya dan Minho. Tak lupa ia merapikan kamar tidur itu. Ia menangis pelan. “Mianhe~ semua demi keutuhan keluarga mu”. Akhirnya Yuri pergi tanpa sepengetahuan Minho.
***
Kediaman Kyuhyun…

-Sunny POV-
Aku harus merapikan semuanya sebelum oppa pulang. Sehingga akan enak dilihat. Aku akan menyambutnya dengan sangat senang hati.

Sunny bersenandung pelan, “♫pyeongbeomhan saenghware neon mutyeobeoryeonni ije geuman kkaeeona Neon naui Superstar, shining star, superstar.♫”
Sesuatu menetes dilantai. Sunny mengelap hidungnya.
“Ah… berdarah lagi”. Dengan segera dia mencuci mukanya diwestafel kamar mandi.
“Annyeonghaseyo” terdengar suara Kyuhyun dari luar.
“Sunny… Sunny… aku bawakan makan siang untuk kita” Kyuhyun meletakkannnya diruang makan.
“Ne~ oppa… aku akan segera kesana” Sunny menatap wajahnya yang memucat dicermin.
Lalu dia keruang makan. Disana sudah ada Kyuhyun yang menyiapkan makan siang.
“Sunny, dangsin-eun gwaenchanayo?” Kyuhyun langsung menghampiri Sunny dan memeriksa suhu tubuh gadis itu.
“Ne~ gwaenchana oppa” Sunny tersenyum berusaha meyakinkan.
“Lalu, kenapa wajah mu pucat?”
“Mungkin kecapekkan. Apa oppa tidak lihat seisi rumah ini bersih?? Aku merapikannya seharian ini” Sunny tersenyum lagi.
“Kalau begitu kau harus istirahat” Kyuhyun menggendongnya kekamar. Lalu kembali kedapur untuk membawakan makanan.
“Tetap diam di kamar sampai kau sehat. Mengerti? Makanlah ini” Kyuhyun membelai rambut gadisnya itu lalu mengecup keningnya sambil tersenyum.
“Ne~ oppa”

-Sunny POV-
Dia benar-benar membuat ku merasa nyaman dan bahagia disisinya. Kyu oppa~ andai aku bisa selamanya menemani mu. Aku pasti akan sangat bahagia. Bahagiaaa sekali.

-Kyuhyun POV-
Wajahnya memucat. Aku jadi teringat pada Seohyun-ku dulu. Aku takut kehilangan orang yang ku cintai untu kedua kalinya. Jika dia meninggalkan ku sama seperti Seohyun, mungkin sudah tidak ada alasan lagi aku hidup didunia ini. Aku akan menjaganya sebisa mungkin.
“Tidurlah”
“Aku bisa gendut oppa! Usai makan lalu tidur?!”
“Tidak akan! Kau ingin sehat kan?”
“Ne~ karna aku ingin disisi oppa selamanya”
“Baagus! Kalau begitu menurutlah dan jadi anak yang baik”
“Heh?!”
“Ppali!”
“Ne~ oppa!”
Rupanya cukup sulit membuat dia tidur. Aku akan membuatnya tidur dengan ehm… aku tidak tahu apa yang bisa membuatnya tidur.
“Oppa? Bisa nyanyikan nina bobo?”
“Heh??”
“Aku tidak akan tidur kalau begitu”
“Baiklah, dengarkan dan diam lalu segera tidur”
“Gomawo”
Akhirnya aku harus menyanyikan lagu anak kecil hanya untuk membuatnya tidur.

-Sunny POV-
Oppa gomawo~ biarkan aku tidur bersama mu seperti ini sambil mendengar suara mu walau hanya 10 menit. Biarkan ini menjadi 10 menit ku yang paling berharga dalam hidup ku.
***
“Yurrriiii!! Noonnaaa!! Noonnaa!!”
Minho mencari berkeliling rumah namun dia tidak mendapati Yuri. Minho segera memeriksa lemari dan tak ada satu pun pakaiannya disana.
“Dia pergi! Aku harus mencarinya!”
Minho langsung keluar rumah dan memacu kecepatan mobilnya untuk mencari Yuri.
***
“Sunny!! Aku berangkat sekarang” Kyuhyun memberitahu Sunny yang sedang berada didapur. “Ne~ oppa!! Tunggu sarapannya?” Sunny keluar dengan terburu-buru.
“Tidak usah. Nanti aku sarapan dikantor” Kyuhyun memakai dasinya.
Sunny melihat kalau dasi itu tidak rapi dan merapikan dasi Kyuhyun, “Nanti oppa bisa sakit”.
“Kau sudah seperti istri ku. Aku senang kau disini dan mustahil aku akan sakit jika ka uterus-terusan mengkhawtirkan ku” Kyuhyun tersenyum menggoda.
Sunny bersemu, “Berisik! Sudah sana jalan!”.
Kyuhyun mengecup keningnya lalu pergi.
“Dasar!”
Sunny menggerutu pelan namun dia tersenyum bahagia.
***

3 comments

  1. ardilla safitri · June 18, 2011

    admin,. lnjutin lgi dong part berikutnya,.. gg sabar mau baca cerita selanjutnya nihh,,.!

  2. Gorjesspazzer world's · April 22, 2012

    Wahh …
    Ternyata fany Onnie suka sama sii dubu yya ??
    Aaaa Yuri Onnie ..
    Kok pergi siih ?
    Sunny Onnie kenapa ??
    Jangan tinggalin kyuppa lagii dong Onnie ..
    Kasihan dia …

  3. Baek Lina · April 9, 2013

    Aduh, kasihan kyuhyun… masa mau dtnggl mati lg mj pacrx… sapa lg yg gantiin kl’ sunny mati jg?

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s