BALAE!! [Part 1/?]

Author : Rhie

CAST :

  • Kim Kibum
  • Kim Rae-Mi
  • Another cast

Genre : Ilusion, Mystery, Love, Fanfiction, Tragedy.

Recommended song :

  • I hope – F.T Island

Credit lyric :

Source :

***

Haruga jinago handari jinado
Neoaege yeolraki ojireul anhatseo
Nunmuri heuleo gasumi apa
Aniya jamshibbunya
Anilgeoya anilgeoya
Anilgeoya narul dallaejima
Niga ddeonan bin jariman keojyeoga

Neorul dashi bwado neon neon nae sarang
Subaekbeon bwado nan nan nae sarang
Haneuri maetjeojun neon nae sarang
Niga hamshigireul ilreul geot bbuniya
Dashi saranghaedo neoman baerae
Doraoolgeoya doraoolgeoya
Niga eobnun nanun eobseunikka

Nal saranghanda haenohko
Dodaechae eodiro ddeonangeoya narul beorigo
Jameun nae du songgajido uri yaksogkkajido
Na beorigo kkaebeorigo eoddeohkae ddeona

Kkumilgeoya kkumilgeoya
Kkumilgeoya narul sokijima
Naman honja namgyeojinkae seoreoweo

Neorul dashi bwado neon neon nae sarang
Subaekbeon bwado nan nan nae sarang
Haneuri maejeojun neon nae sarang
Niga jamshi gireul ilreul geotbbuniya
Dashi taeonado neoman barae
Dashi saranghaedo neoman barae
Doraoolgeoya doraoolgeoya
Niga eobnun nanun eobseunikka

Ee modeunkae akmongilgeora nan saenggakhaetseo
Ah~ jebal ee kkumeseo kkaegiman barae

Oneuri jinago naeil ddo nun ddeumyun
Ee modeunkae hyeonshiri anin kkumigil barae oh
Modeunkae hyeonshilboda deo
Rieolhaetdeon kkumiyeotgil nanun barae neol barae
Ajikdo neoreul wonhae

Dashi dorabwado neon neon nae sarang
Sucheonbeonbwado nan nan ni sarang
Haneuli heorakhan neon nae sarang
Urin jamshi meoreojyetodeon geot bbuniya
Dareul yeojarul bwado neoman barae
Dareun saranghaedo neoman barae
Doraoolgeoya doraoolgeoya naegae eobnun neonun eobseunikka

(Yes Lets Go) maeilbam gidohae nae haengbokanin beulhaeng
Neoreul wihae naega anindareul sarang mothakae
Nan neo animyun andwi
Nae shimjangi neol malhae
Nan byeonhameobseo dashi taeonado neoman barae
Dashi taeonado neoman barae
Dashi saranghaedo neoman barae
Doraoolgeoya doraoolgeoya
Niga eobnun nanun eobseunikka

***

RAE MI’S POV

Menunggu.. sebuah kata yang paling dibenci setiap insan manusia. Menunggu yang didefinisikan kata membosankan atau menjenuhkan. Benar adanya, kata itu memang pantas sebagai pelengkap dari kata menunggu. Apa ini adalah bukti pengorbanan cinta? Entahlah.. Bahkan.. dengan bodohnya aku menunggu seseorang selama 10 tahun lamanya. Kalian boleh menuduhku sebagai gadis bodoh yang berfikiran pendek, tapi.. akankah kalian menuduhku seperti itu jika aku mengatakan alasan yang sebenarnya? Aku rasa tidak. Aku hanya bisa berharap, bahwa aku masih bisa bernafas dengan benar, walau tanpa ada dia disisiku. Dan.. sepertinya, definisi cinta itu terlalu sederhana untuk sebuah penantian panjangku. Rasanya, paru-paruku sudah tidak bisa lagi mengompres oksigen yang masuk ke rongga dadaku dengan benar, karena oksigen pribadiku pergi. Dan.. apakah aku bisa bertahan lebih lama? Demi dia.. kupastikan semua hal yang tak mungkin menjadi kenyataan, walau harus tertatih menahan sakit, aku pastikan aku akan datang ke taman untuk menunggunya menepati janjinya kepadaku!

***

KIBUM’S POV

Memberi harapan kepada seseorang. Sebuah kesalahan fatal yang kulakukan di masa lalu. Harusnya aku tidak sebodoh itu, mengucapkan sebuah janji dengan mudahnya. Memang gampang jika orang yang kuberi janji itu mudah untuk melupakan sesuatu, atau setidaknya dia mulai membenciku karena tak kunjung menepati janji. Tapi.. akan sangat sulit, ketika aku berjanji kepada orang yang percaya padaku sepenuhnya. Hingga kini, aku menyesal karena belum bisa menepati janjiku. Dan.. hanya dapat percaya bahwa Tuhan punya jalan bagiku, agar bisa menepati janjiku.

***

RAE MI’S POV

A day passed and a month passed

but I did not hear  you.

My tears fall and my heart burns.

This is not it, it’s only temporary.

This is not gonna be it, this is not gonna be it.

This is not gonna be it. Don’t try to cheer me up.

The empty space you left only gets bigger.

Aku hanya memandang kaku sebuah kalung berliontin hati yang sedang ku genggam. Memandang dan berfikiran bodoh pada sang empu yang memberiku kalung ini. Apa.. dia sudah lupa denganku? Juga dengan janjinya? Apa.. dia sudah dengan sepenuhnya menghapus namaku dari ingatannya? Keraguan itu selalu muncul setiap kali aku mencoba untuk melupakannya. Namun, bukannya mendapatkan sedikit ruang memori yang bebas dari bayang-bayangnya, aku malah semakin merasakan sakit yang amat dalam karena begitu merindukannya. Sebuah keraguan yang selalu ku tepis, karena aku percaya padanya.

Kutaruh kalung itu dengan hati-hati, seakan-akan kalung itu adalah benda yang mudah pecah. Padahal, kalung itu terbuat dari besi yang mungkin kokoh. Selalu kusimpan dengan baik kalung itu di laci mejaku, dan kubersihkan setiap harinya, seolah-olah benda itu adalah benda kuno yang sangat berharga bagiku. Ah.. tidak, kalung itu tidak hanya berharga, tapi istimewa. Karena hanya kalung itulah benda yang dia berikan kepadaku.

Kulirik jam tanganku, jam 4 sore. Aku langsung bergegas mengambil syal-ku tatkala aku mengingat kembali kata-kata yang dia ucapkan 10 tahun yang lalu.

FLASHBACK

“Saengil chukhae hamnida..” Eomma memberiku kecupan hangat di pipi dan kado yang sangat besar.

Hari ini, tepat di hari ini adalah hari ulang tahun yang ke-10 ku. Eomma menyelenggarakan acara yang sangat meriah, mengingat aku adalah anak tunggal. Semua temanku hadir, namun.. orang yang kutunggu-tunggu tak kunjung menampakkan dirinya. Apa.. dia lupa pada hari istimewa-ku? Buru-buru aku tepis pemikiran itu, tidak mungkin dia melupakannya.

Aku mendesah kecewa, sampai pesta berakhir dia belum juga memberiku ucapan selamat, apalagi sebuah kado. Aku memasuki ruang tamu dengan muka yang menunduk. Tiba-tiba, kudengar ada derap langkah di belakangku.

“Mi~ya.. saengil chukhae hamnida..”

Mi~ya? Itu adalah panggilan khusus darinya untukku.

“Bummie? Kau datang? Aku kira kau lupa..” ledekku dengan muka yang di marah-marahkan.

“Mianhae.. dari pagi aku mencari kado yang tepat untukmu, tapi.. tak ada satupun barang yang cocok denganmu. Aku ingin memberi sebuah barang yang tidak mudah rusak atau habis dimakan waktu, jadi.. mianhae, aku telat datang karena terus mencari, dan baru menemukannya tadi.”

“Ne, kwenchanayo~ mana kadonya?” tagihku.

“Chankkaman,”

Dia merogoh saku kantong celananya, dan.. mengeluarkan kalung berliontin hati yang sangat indah.

“Mianhae, aku tidak membungkusnya. Uang yang harusnya kubelikan kertas kado, habis kujadikan ongkos bis.”

“Kwenchana. Aigo.. indah sekali, Bummie~ya”

Dia tersenyum, senyum malaikat yang tentu saja membuat hatiku berdetak lebih cepat.

“Ah.. ini kado ulang tahun, dan juga kado perpisahan..” ujarnya, ada nada sedih ketika dia mengucapkan hal itu.

“Perpisahan?” ulangku tak percaya.

“Nde, eomma ingin aku ikut pindah ke Amerika. Sae-Hee sudah pergi duluan bersama appa.”

“Kau bercanda kan, Bummie~ya?”

Dia menggaruk kepalanya, “Aku juga berharap demikian. Tapi.. aku serius!” tegasnya.

Seketika, tubuhku ambruk kelantai, tak punya cukup tenaga untuk sekedar berdiri dengan benar. Dia akan ke Amerika? Lalu.. apa dia akan kembali?

“Kapan kau kembali?” tanyaku dengan posisi menunduk, menahan airmataku.

“Mollayo~ aku harap secepatnya,”

Aku terisak, menahan tangis. Apa.. ada yang lebih menyakitkan daripada ditinggalkan?

“Lalu, apa yang harus kulakukan selama kau tak ada?”

“Jalani hidupmu dengan baik Mi~ya, kau selalu serampangan. Cobalah untuk tidak serampangan, dan.. aku janji aku akan kembali demi kau.”

“Kau akan kembali? Bagaimana aku bisa percaya bahwa kau akan kembali?” tuntutku, menatapnya dengan wajah yang pasti terlihat frustasi.

“Dengar, tunggu aku di taman tempat biasa kau dan aku bermain, aku akan datang saat musim favoritmu tiba. Dan.. jangan khawatir, aku tidak akan melupakanmu. Karena, aku memakai ini”

Dia menunjukan kalung yang sama sepertiku namun liontin-nya berbentuk bulat, dan.. ada namaku yang tertera disana.

“Aku janji, aku tidak akan melepaskannya. Atau bahkan membuang kalung ini, asalkan kau juga melakukan hal yang sama sepertiku. Ingat pesanku, tunggu aku disana.”

“Yaksokhae?” kataku, sambil menengadahkan jari kelingking-ku ke arahnya.

“Yaksok! Saranghae,” ucapnya, lalu menautkan jari kelingking-nya di kelingking-ku.

“Bummie~ya, ppalliwa!” suara yang ku kenal seperti suara eomma Kibum memanggil.

Kibum tersenyum, dan memelukku dalam hitungan detik. Berat, berat sekali rasanya untuk melepaskannya pergi. Aku sangat berharap, bahwa ini adalah sebuah mimpi. Dan, ketika aku bangun, aku akan bersumpah untuk melupakan mimpi ini.

This must be a dream, this must be a dream.

This must be a dream, don’t fool me.

I hate how I’m left alone.

I thought all of this was a nightmare.

Ah~ I just want to wake up from this dream.

 

When I open my eyes tomorrow

I hope everything is nothing but a dream oh

I hope everything is nothing more than a realistic dream.

I hope for you.

I still want you.

FLASHBACK END

Aku menunggu dengan hati gelisah ketika aku sudah berhasil sampai di taman. Ini musim gugur, dan ini adalah musim favoritku. Walau udaranya bisa membuat orang-orang menjadi sakit. Namun, aku pikir musim ini adalah musim yang paling baik dari musim-musim yang lainnya. Apalagi, jika aku berada di Jepang, aku pasti bisa melihat bunga sakura berguguran di musim ini.

Musim gugur ini, adalah musim ke-10. Aku sudah menunggu di taman ini selama 10 tahun pada tiap jam 4 sore hingga 6 sore di musim gugur. Menunggu seseorang yang berjanji kepadaku. Dan, aku harap, sewaktu-waktu dia akan muncul dari pintu datang taman, dan menghampiriku. Meski, aku tidak tahu, kapan hal itu akan terwujud.

Kukeluarkan kamera-ku dari dalam tas. Menunggu 2 jam itu membosankan, namun, entah mengapa aku terus-menerus datang kesini. Bodoh memang, tapi.. ya seperti inilah caraku, caraku berkorban demi cintaku.

Ku shoot beberapa pemandangan yang menurutku menarik, dari hasil setiap jepretan kamera yang aku ambil disini, selalu aku simpan baik-baik di kamarku. Dan.. aku rasa, jepretan kamera-ku kali ini adalah foto yang sekian ribunya aku ambil untuk mengisi waktu luangku ketika aku menunggu Kibum datang ke taman ini.

KIBUM’S POV

Even when I see other girls, I only want you

Even if I love another, I only want you

You will come back, you will to come back

because without me, there is no you.

Aku lirik kalender tanggal di handphone-ku dengan gamang. Ini musim gugur, dan ini musim favoritnya. Aku harap dia melupakan janjiku. Dan.. tidak berfikiran bodoh bahwa aku akan benar-benar datang ke taman itu. Tidak, tidak.. jangan pikir aku adalah seorang pengecut yang hanya bisa mengubar janji. Aku ingin, ingin sekali menemuinya, dan bahkan menjadikannya pengisi hatiku. Tapi.. tidak untuk sekarang, dia tidak boleh mengetahui tentangku untuk saat ini.

Aish, padahal aku sudah pulang ke Seoul semenjak 5 tahun yang lalu. Tapi.. bagaiman bisa aku muncul di hadapannya dengan keadaan seperti ini? Aku pasti membuatnya ketakutan.

Baiklah, mungkin lebih baik agar aku menceritakan hal yang menimpaku, sebelum aku berhasil bertemu dengan Rae-Mi. Aku menjadi vampire. Seorang vampire yang dikutuk. Apa aku dikutuk? Mungkin, aku digigit oleh seorang wanita tua yang sudah menjadi vampire. Dan.. otomatis di darahku juga mengalir darah vampire. Aku bisa kembali lagi menjadi manusia, jika aku sudah berhasil menemukan tujuan hidupku. Dan, tentu saja, aku belum bisa menemukan tujuan dari hidupku, karena memang aku sendiri tidak tahu.

Aku terus mencari tahu, dan mencari mangsa karena aku akan kelaparan jika tidak menghisap darah. Aku ingin segera menuntaskan pekerjaanku sebagai vampire dan kembali ke kehidupan normalku, kehidupan manusia. Rasanya menyesakkan dan menjenuhkan hidup tanpa sebuah rengekan dari orang yang kusayang, Kim Rae-Mi.

Aku ingin bertemu dengannya, demi Rae-Mi untuk beberapa menit aku harus bisa menahan keterbutuhanku aku akan setitik darah yang biasa aku hisap dari manusia. Bahkan, dengan mencium bau manusia saja aku sudah kehilangan kontrol. Aku akan berusaha menahan hasratku untuk tidak menghisap darah siapapun demi melihatnya, demi memastikan bahwa Rae-Mi ku baik-baik saja.

Aku tatap taman yang ada didepanku. Sedetik yang lalu, aku masih ada dikamarku. Namun karena kekuatan vampire-ku, aku bisa berada di taman ini dalam detingan detik. Aku menghembuskan nafas dengan setengah hati. Oke, hanya masuk, dan kalau ternyata dia ada, aku akan melihatnya sekilas, kemudian pergi. Begitu saja. Jangan sampai dia menyadari bahwa aku ini Kim Kibum. Bukankah wajahku sekarang telah berubah banyak? Kami juga sudah 10 tahun tidak bertemu, pasti dia sudah lupa dengan wajahku.

Rasanya, kepalaku sedikit pusing karena menahan hasrat. Disini banyak sekali manusia, dan baunya sangat menggodaku. Aish, rasanya pasti akan enak sekali untuk menghisap darah mereka satu-satu. Namun, langsung kutepis pikiran itu ketika mataku terfokus pada seorang yeoja yang sedang men-shoot pemandangan dengan kameranya. Dia.. bukankah dia? Dan bahkan seharusnya dia tidak boleh tampak secantik itu di mataku. Aku selalu mengingat wajahnya setiap hari, memastikan bahwa aku tidak melupakannya. Dan walaupun wajahnya telah berubah banyak seperti sekarang, aku tetap saja akan mengenalinya. Dari jarak yang cukup jauh ini aku bahkan sekilas bisa melihat kalung yang dipakainya. Aish, ternyata dia benar-benar mempercayai janjiku. Janji anak kecil berumur 10 tahun. Astaga, aku ingin sekali memeluknya, menghempaskan seluruh kerinduan yang terkadang membuatku gila dan berakhir pada kemarahan ketika aku mencari mangsa.

Gadis itu, apakah dia selalu datang kesini? Apa dia selalu datang di tiap musim gugur selama 10 tahun ini? Jika jawabannya iya, maka bunuhlah aku karena sudah menyiksanya! Aku sudah memikirkannya selama bertahun-tahun. Dan kepalaku mulai sakit karena memikirkannya selama 5 tahun terakhir saat aku akhirnya menjadi vampire di usia-ku yang ke 17 tahun itu. Aku berjanji untuk menemui gadis itu… cinta pertamaku… gadis yang kuinginkan memakai nama keluargaku di depan namanya. Tapi dengan keadaanku yang seperti ini, aku tidak bisa berharap terlalu banyak.

Every night, I pray, not for my happiness but for misfortune

For your sake, not for me, so I can’t love another

You are the only one for me,

You are my heart’s one desire.

I’m not going to change. Even if I’m born again, I only want you.

Even if I’m born again, I only want you.

Even if I love again, I only want you

You will come back, you will come back.

Because without you, there is no me.

Aku ingin, saat kami bertemu aku bisa menepati janjiku. Janji dan keinginanku untuk menjadikan dia milikku selama-lamanya. Tapi.. aku rasa, untuk sekarang ini itu hanya sebuah harapan kosong. Dan, yang kuinginkan saat ini adalah merasakan bahwa perasaan cintaku kepadanya pupus terkikis bersama waktu panjang yang sudah kulalui dan aku akan meninggalkannya dengan perasaan yang tenang. Atau bahkan.. berharap bahwa dia lupa sepenuhnya atau tidak datang ke taman ini. Dan berharap, bahwa janji yang pernah kuucapkan dulu adalah sebuah hembusan nafas kosong yang tak berarti di telinganya. Aku tidak mau bersikap egois karena mengingikannya berada di sisiku dengan kehidupanku yang sangat berbahaya baginya. Belum lagi dengan hasratku yang besar setiap kali aku mencium bau darah manusia, yang mungkin saja membuatnya merasakan sakit untuk yang kedua kalinya, setelah aku menyakitinya dengan sudah membiarkan dia menungguku terlalu lama. Aku hanya ingin menjadi pria biasa di hadapannya. Pria yang sampai mati akan berada disisinya demi menebus kesalahanku di masa lalu.

Rasanya tubuhku melemas seketika, ketika tahu bahwa dia masih percaya padaku. Ketakutan-ketakutan tadi langsung melandaku seperti air tsunami yang berhasil meluluhlantahkan semua hal yang dia lewati. Aku selama ini tidak pernah mencoba untuk mengingikan sesuatu, hanya dua hal yang aku inginkan saat ini. Kembali menjadi manusia, dan.. menginginkannya, menginginkan gadisku, Kim Rae-Mi.

“Eomma, kapan aku kembali menjadi manusia?” tanyaku pada wanita tua yang dulu menggigitku, dia kujadikan eomma kedua setelah eomma-ku yang ada di dunia manusia. Omona, aku merindukan keluarga besar dan nyataku.

“Ketika kau berhasil menemukan tujuan hidupmu..”

“Kapan itu terjadi?

“Entahlah, setiap vampire mempunyai tujuan hidup yang berbeda-beda, dan tentu saja waktu yang berbeda-beda untuk memikirkan apa tujuan dari hidupnya”

“Apa.. eomma sudah menemukan tujuan hidup eomma?”

“Sedikit lagi, hanya tinggal menemukannya.”

***

RAE MI’S POV

You said you love me

and where did you leave abandoning me?

My two hands that you held and our promise

how could you leave throwing me away and breaking it?

Merindukan seseorang setengah mati, rasanya mengerikan. Seolah-olah aku sedang tercekik sesuatu hingga sangat sulit bernafas. Kibum tidak datang di hari pertama musim gugur atau hingga hari yang bahkan aku sudah lupa untuk sekedar menghitung. Yang kutahu, ini tahun ke-10 dan ini musim gugur. Tapi, dia bahkan belum mengirim sebuah surat/e-mail sekalipun.

Yang aku dapati setiap aku sedang mengatur angle yang tepat untuk men-take pemandangan disekitar sini adalah seorang namja tampan yang mempunyai aura yang aneh. Aura dingin dan kelam dari namja itu. Aura dimana siapapun akan berpikir berpuluh-puluh kali untuk mendekatinya. Sorot matanya, walaupun aku belum pernah melihatnya dari dekat, tapi sorot matanya terlalu tajam, seperti ingin membunuh.

Aku tidak tahu apa alasannya, karena dia selalu duduk di bangku yang bersebrangan dariku. Dan.. aku rasa, dia seperti seseorang yang menahan hasrat ketika ada orang yang lewat di depannya. Apa.. dia merasa jijik terhadap manusia? Hah? Memangnya dia bukan manusia?

Dia selalu asik mendengarkan musik, tanpa menatap kearahku sama sekali. Padahal seharusnya dia juga sadar bahwa aku dan dia sudah sering berjumpa selama 1 minggu berturut-turut dan selalu duduk di kursi yang bersebrangan darinya. Sejak hari pertama, yang aku lakukan selama menunggu Kibum datang adalah menjadikannya pusat objek kamera-ku. Seolah-olah aku juga ingin menjadikannya koleksi foto seperti gambar-gambar yang sudah aku ambil sebelum dia sering mampir ke taman ini. Aku bahkan sering menahan nafas, tatkala kepala dan kakinya bergerak mengikuti irama musik yang ia dengarkan. Apa aku yang salah, atau aku mabuk, atau.. apapun itu. Aku rasa, dari hari ke hari, ketampanannya bertambah, dan itu semakin membuatku bersemangat menjadikannya pusat objek. Dia menarik karena selama ini hampir tak ada satu katapun yang ia ucapkan kepada orang-orang yang ada di taman ini. Lalu apa alasannya datang kesini? Sedangkan yang aku tahu, dia seperti seseorang yang sedang menunggu. Namun, tak pernah aku dapati orang yang dia tunggu itu.

Sesaat aku merasa aneh menjalar di seluruh saraf otakku, tentu saja. Bagaimana bisa aku menatap namja selain Kibum? Sedangkan, yang aku tahu selama ini hampir tidak ada namja yang bisa mengubah haluan-ku dari dunia yang penuh bayang-bayang Kibum. Tapi.. namja ini berhasil membuatku berputar haluan. Dan, tanpa sadar, alasanku datang ke taman ini bertambah, yaitu untuk melihatnya. Melihat bagaimana tubuhnya bergerak mengikuti irama musik.

***

TBC🙂

2 comments

  1. Hyo In · June 2, 2011

    wah keren thor…
    part selanjutnya jgn lama lama y….

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s