Beautiful Sad Love Story (Part 3)

Tittle    : Beautiful Sad Love Story

Author: Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi a.k.a Iclarrs Wood

Cast     : Super Junior

Lee Dong Hae (Donghae) / Kim Ryeo Wook (Ryeowook) / Cho Kyu Hyun (Kyuhyun) /  Kim Jong Woon (Yesung) / Park Jung Soo (Leeteuk) / Choi Si Won (Siwon) / Shin Dong Hee (Shindong) / Kim Hee Chul (Heechul) / Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

Kim Seo Yeon (Ichen) / Park Hyo So (Any) / Shin Chae Kyung (Bella) / Yoon Ji Byung (Dinda) / Yoon Ji Hye (Dheyka) / Song Hye Ra (Dea) / Son So Hye (Piluu) / Song Eun Ri (Dika) / Han Soo Hyun (Wiyan)

Support Cast :

Jung Soo Yeon (Jessica SNSD), Woo Young Jaejoong (Kim Jaejoong DBSK/JYJ), SM Entertainment talent, Han Shi Hye (Ipit) and Kim Hyun Jae (Kak Dea)

Credit Song : Beautiful – Donghae

Cheoum boatdeon geu moseub kieok haeyo

(Aku berfikir apa kita saling menyukai  saat wal bertemu)
sujubeun miso eosaehan malddu chagabdeon keu so

(Senyum malu mu, kata-kata malu mu, tangan dingin mu)

Hari ini Seoyeon seperti biasa mengantarkan barang-barang Eunhyuk oppa.

“Kau selalu saja membuat ku repot! Belajarlah dari Sica eonni donk oppaa!!” gerutu Seoyeon didalam practice room’s Super Junior saat mendapati kakaknya tercinta sedang asyik main PSP bersama Kyuhyun sang maknae. Eunhyuk menyambut dongsaengnya dengan senyuman sumringahnya.

“Kau kan dongsaeng ku yang baik dan rajin juga penurut!”

“Babo yah!!” dengan segera Seoyeon menghadiahi Eunhyuk sapu tangan bekas lap hingusnya, maklum Korea lagi musim dingin dan Seoyeon tipe yang mudah sekali terkena flu.

“Aish! Dongsaeng babo!”

“Bodo amat dah!” Seoyeon membanting tas yang berisi barang-barang Eunhyuk kelantai. Member Super Junior yang lain hanya tersenyum sambil melihat tingkah kakak beradik itu.

*cklek!*

Pintu terbuka, Donghae masuk dengan tas ransel bawaannya.

“Aku akan menginap di dorm” ucapnya menjawab pertanyaan teman-temannya yang lain. Ia melirik kearah hyungnya yang sibuk berdebat.

“Ah! Kan ada kau!”

“Urusi bawaan mu sendiri donk oppa!! Contoh Hae oppa!!” Seoyeon menunjuk Donghae.

“Tapi aku kan tidak punya waktu”

“Mwwooo?! Main PSP bersama Kyu oppa kau masih bilang tidak punya waktu?!”

“Ya, kalau buat main sih ada”

Kali ini sesuatu dari dalam tas barang Eunhyuk yang diambil Seoyeon asal dan melemparnya kearah Eunhyuk. Tanpa diduga ternyata itu celana dalam berwarna kuning mentereng.

“Yah! Seoyeon!! Aib ku!!”

Serentak seisi ruangan itu tertawa terbahak-bahak. Donghae tampak tersenyum sambil memperhatikan tingkah Seoyeon. Ryeowook mengawasi mereka dari pojok ruangan.

“Kau ini sebagai yeoja kok tidak ada lembut-lembutnya sih?! Sama aja kayak Sica yang juteknya setengah mati! Aih~ dongsaeng-dongsaeng ku… Ryeowook! Kapan kau bisa menikahi si kecil ini huh?!”

Eunhyuk menatap Ryeowook yang tersentak. Seluruh member Super Junior membelalakkan matanya bahkan Seoyeon membuka mulutnya lebar-lebar.

“OPPAAA!! KAU MEMBUAT KU MURKA HUH?!” teriak Seoyeon tepat ditelinga Eunhyuk. Nyaris Seoyeon melemparkan apa pun yang ada didekatnya, namun Donghae langsung memeluknya agar dia tenang.

“Seo-yah! Calm down” Donghae memeluknya, menahan agar Seoyeon tidak melemparkan barang-barang semacam kursi dan sejenisnya. Ryeowook melepaskan Seoyeon dari Donghae.

“Kalian pikir aku mau melempar ini semua pada si babo oppa ini? Aku juga tidak mau kalau Eunhyuk oppa terluka. Aku hanya berencana mau melemparkan semua pakaian dalamnya yang bergambar spongebob ataupun pisang itu!”

*gubrak!*

“Seoyeeeeooonnn!! Kau ini!!!”

Kali ini gentian Eunhyuk yang murka. Ia kesal melihat Seoyeon yang sukses bikin member Super Junior ketawa ngakak sambil berusaha memeriksa bawaan Eunhyuk. Sedangkan namja itu bersusah payah menaham mereka agar tidak mengacak-acak isi tasnya. Ryeowook merangkul Seoyeon yang tertawa puas akan aksinya. Donghae hanya tersenyum menatap mereka semua.

“Seoyeon! Tidak ada penolakan! Kau harus menikah dengan Ryeowook. Dan aku tidak bercanda!” ucap Eunhyuk disela-sela kesibukannya bertarung melawan Leeteuk, Kyuhyun, Sungmin dan Kangin yang tampak sangat berniat memeriksa isi tasnya.

“Ah~ selalu seenaknya” keluh Seoyeon.

“Tapi rasanya aku tidak keberatan” ucap Ryeowook pelan namun bisa didengar telinga Seoyeon yang menatapnya dengan tatapan tidak percaya. Donghae masih menatap Seoyeon dan Ryeowook yang terlihat saling memandang satu sama lain.

“Aku sudah terbiasa dengannya. Tapi tidak untuk yang satu ini” gumamnya pelan.

***

haru jongil geudaeui saenggakeuro

(Aku memikirkan mu setiap hari)
amugeotdo halsu ga eobseo (michigesseona)

(Aku tidak dapat melakukan apapun (hampir membuat ku gila))

Seoyeon sudah pulang dan keributan dipractice room’s Super Junior mereda. Namun beberapa dari mereka masih mempertanyakan soal ‘isi tas’ itu. Eunhyuk sampai kesal dibuatnya. Kyuhyun memutuskan untuk mencari udara segar diluar sana.

“Aku keluar sebentar ya”

“Ne” angguk Leeteuk yang kini sibuk bertanding bersama Kibum dan Hankyung.

“PSP mu ku pinjam ya?” Yesung menatap Kyu dengan puppy eyesnya. Meski enggan, terpaksa Kyuhyun mengizinkan barang berharganya itu dipinjamkan ke hyungnya.

“Yes! Aku ikut bertanding” ucap Yesung sedetik kemudian.

 

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan tenang dihalaman komplek dorm SM Entertainment talent. Ia bisa melihat ada member SNSD yang sedang menyiapkan acara mereka sendiri. Dan ada Jonghyun bersama Minho yang baru saja hendak keluar.

“Kalian mau kemana?” sapa Kyuhyun pada dua dongsaengnya itu.

“Beli DVD film buat Onew hyung. Terus persediaan makanan habis, jadi Key minta dibelikan bahan makanan”

“Hyung, kami duluan ya”

“Hati-hati dijalan”

“Ne!” ucap mereka serentak.

*bruk!*

Seorang yeoja jatuh dihadapannya. Ia membersihkan celananya yang dipenuhi pasir. Kyuhyun memperhatikan yeoja itu dengan lekat. Wajahnya asing sekali. Ia bukan member  F(x) apalagi SNSD. Yeoja itu menatap kedepan lalu ia terlihat gugup saat menjumpai wajah tampan Kyuhyun terbingkai dimatanya.

“Mianhe” ucap yeoja itu saat berada sejajar dengan Kyuhyun.

“Tunggu! Kau minta maaf untuk apa?”

“Tidak tahu” jawab yeoja itu dengan lugu.

‘Mungkinkah dia gugup karena melihatku?’, pikir Kyuhyun dalam hati. Kemudian Kyuhyun mendekati yeoja itu dengan perlahan. Lalu menatapnya sambil menunjukkan senyum ramah.

“Apa kau baru pertama kali kesini? Kau tampak asing”

“Ne. Aku disuruh mengantarkan makanan untuk seseorang”

“Siapa?”

“Yesung oppa” jawabnya singkat.

‘Apa mungkin yeoja ini dongsaengnya? Ah! Mungkin saja kan? Sama seperti Seoyeon yang selalu disuruh mengantarkan barang-barang Hyuk hyung’, pikir Kyuhyun lagi.

“Oh… dia ada dipractice room. Biar ku antar kau kesana”

“Gomawo”

Kyuhyun melangkah kembali kedorm untuk mengantarkan yeoja itu kesarang Super Junior. Mereka melangkah dalam kesunyian.

“Mian, bisa aku tahu nama mu?”

“Hyo So imnida” jawabnya singkat. Jelas sekali kalau Hyoso sedang menata kegugupannya.

“Hyoso-ssi, kau tidak perlu sungkan begitu pada ku”

“Mianhe”

Kini mereka sudah tiba didepan practice room’s Super Junior. Kyuhyun mempersilahkannya masuk, namun yeoja itu menggeleng. Ia memilih menunggu diluar dan minta tolong pada Kyu untuk memanggilkan Yesung. Kyuhyun mengangguk. Ia masuk kedalam. Sedangkan Hyoso masih dalam diamnya. Ia terlalu bingung untuk bersikap didepan calon tunangan tak terduganya itu.

“Hyung, ada yang mencari mu diluar”

“Siapa?”

“Katanya namanya Hyoso”

“Oh.. ku pikir pacar mu, si Sohye itu!” celetuk Shindong.

“Hyoso? Saudara mu?” Leeteuk menatap Yesung dengan heran, soalnya dia baru pertama kali mendengar nama itu.

“Ya, saudara jauh. Aku keluar sebentar ya” Yesung tersenyum menatap yang lain. Semuanya balas mengangguk pelan dan melanjutkan aktifitas masing-masing.

 

Pintu terbuka, Yesung dapat melihat Hyoso menantinya dengan gugup sambil membawa sesuatu ditangan kanannya. Yesung mendekatinya dengan perlahan.

“Kenapa kemari?”

Hyoso terkejut dengan pertanyaan yang tak terduga itu. Ia mendapati Yesung sudah berada disampingnya sambil menatapnya dengan heran.

“Eomma ku meminta aku untuk mengantarkan ini pada mu, oppa”

“Oh…” Yesung mengambilnya. Mereka duduk dikursi depan practice room’s Super Junior.

“Aku minta satu hal pada mu”

“Mwo?”

“Rahasiakan soal pertunangan ini. Kau harus tahu kalau aku sudah memiliki kekasih yang sekarang sedang dirawat dirumah sakit karena ia sakit keras. Semua member Super Junior tahu itu. Jadi aku tidak mau mereka tahu kalau aku malah bertuangan dengan yeoja lain. Ingat! Aku tidak sekejam itu. Aku sudah menolak keinginan eomma namun keputusan eomma terlalu kuat”

Pernyataan kalau Yesung sudah memiliki kekasih seolah menghantarkan es batu dihati Hyoso. Yeoja itu kini tertunduk dalam. Bagaimana bisa tunangannya bicara seperti itu? Bukankah itu sangat menunjukkan kalau Yesung tidak menyukai dan menghargai perasaannya?

“Ne, arraseo. Aku mau pulang. Akan ku sampaikan pada eomma, kalau oppa menyukai masakan eomma. Permisi” Hyoso langsung pamit sambil berusaha menata hatinya yang mulai kacau balau itu. Yesung hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

***

 

Nuneul ddelsu jocha eobseo

(Tak sanggup mengalihkan pandangan ku)
geujeo babocheoreom nege bbajo deuleoga

(Seperti orang bodoh, aku kehilangan diri ku didekat mu)

Sesuai janji, Jihye akan memperkenalkan Jibyung pada Siwon. Dan Siwon sendiri sudah pamit pada member yang lain untuk memenuhi janjinya itu. Siwon memang selalu begitu, memenuhi janjinya dan bahkan terlalu baik. Mereka janjian ditaman dekat komplek asrama SMEnt.

“Siwon oppa!” Jihye melambaikan tangannya saat melihat sosok Siwon.

Siwon balas melambaikan tangannya. Ia menghampiri kedua yeoja itu. Tampak sekali kalau yeoja yang berdiri disamping Jihye menatapnya dengan sangat gugup.

“Oppa! Ini eonni ku yang ku ceritakan itu lho! Dia ini fansnya Super Junior terutama Siwon oppa” ucap Jihye panjang lebar. Wajah Jibyung semakin merona merah. Siwon menatapnya lekat. Jibyung malah bersembunyi dibalik dongsaengnya itu.

“Eonni ngapain sih?! Kalau malu gak usah pake ngumpet segala donk!” gerutu Jihye.

“Kenapa harus malu? Bukankah kau ingin berkenalan dengan ku?” Siwon menunjukkan senyuman yang dapat melelehkan hati yeoja manapun didunia ini.

“Betul itu! Aku mau kekampus ngurus hasil wawancara Super Junior kemarin. Oh ya, Siwon oppa, sampaikan salam ku pada Shindong oppa ya” Jihye melambaikan tangannya sebagai tanda pamitan pulang. Tinggallah Jibyung dan Siwon berdua. Siwon menatap Jibyung sambil tersenyu karena tingkah aneh yeoja itu. Mulai dari celingak-celinguk gak jelas, menggigit bibirnya sendiri, menjentikkan jarinya yang sama sekali tidak berbunyi itu sampai menggeleng sendirian.

“Kau kenapa?” Siwon memutuskan untuk memulai pembicaraan.

“KYAAAA!!” Jibyung terkejutnya bukan main. Membuat Siwon terpaksa menutup telinga.

“Kau kenapa sih?” tanya Siwon lagi dengan bingung.

“Haduh! Siwon oppa, aku benar-benar gugup berdua dengan mu. Ya Tuhan, aku rasanya ingin meleleh dan aku terkejut saat menyadari kalau kau dan aku hanya berdua” celetuk Jibyung berurutan tanpa jeda. Membuat Siwon makin tersenyum lebar.

“Sudahlah… Siwon imnida. Irēmi muôsimnika? ( siapa namamu?)”

“Yoon Ji Byung imnida” kali ini Jibyung mengatur nafasnya yang tersengal karena kegugupannya sendiri itu. Siwon menyentuh kepala Jibyung dan mengusap kepala yeoja itu perlahan.

“Tenanglah. Kau akan baik-baik saja. Tidak perlu segugup itu. Aku berjalan dijalan Tuhan. Jadi aku tidak akan macam-macam terhadap mu. Aku terlalu takut berbuat dosa. Aku tidak ingin Tuhan membenci ku karena itu”

Ucapan Siwon makin membuat Jibyung jatuh cinta.

“Oppa, kau taat sekali ya?”

“Aku hidup karena Tuhan. Sudah sepantasnya aku bersikap taat mematuhi segalanya”

Siwon tersenyum lagi. Jibyung mulai teriak lagi, namun kali ini ia berteriak didalam hatinya. Ya, dalam pandangan pertama. Seorang Choi Siwon berhasil menawan hatinya. Dan kini mereka bertemu secara nyata. Bukankah itu sebuah anugrah? Jibyung mulai tenang, ia menunjukka senyum terbaiknya.

“Gomawo oppa” serunya lembut membuat Siwon menyambutnya sambil mengangguk.

***

pyeongsaengeul hamkeh balmachueo naga

(Aku ingin berjalan bersama mu sepanjang hidup ku)
naega jikyeojulke saranghaeyo oh love

(Aku akan melindungi mu, aku mencintai mu, oh cinta)

Sohye menatap keluar jendela ruang rawatnya. Ia termenung untuk beberapasa saat. Memikirkan masa depannya, cintanya, Yesung dan eonninya.

“Apa aku akan menyusul appa dan eomma?” bisiknya pelan.

Dia begini sejak kelas satu SMA. Kondisi tubuhnya terus menurun. Makin lama semakin lemah. Hingga akhirnya ia terpaksa home schooling dan Hyunn Jae eonni terus-terusan membiayainya. Ia tidak tega dengan eonninya yang kelelahan mengurus perusahaan keluarga juga dirinya. Namun ia tidak bisa mengakhiri semuanya, ia masih ingin hidup bersama Yesung dan eonninya.

Ia menatap ke sofa panjang disampingnya. Disana tubuh eonninya masih berselimutkan kain yang dibawanya dari rumah.

“Aku tidak bisa melihat eonni terus begini” bisiknya pelan. Air matanya jatuh perlahan dipipinya. Ia menarik selimut rumah sakit dan menutupi wajahnya. Ia yakin matanya kini sembap. Ia sama sekali tidak ingin eonninya tahu kalau dia menangis. Ia tidak akan tega melihat eonninya ikutan bersedih. Sohye berdiri, ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Tubuhnya masih lemah.

*pluk!*

Sohye jatuh. Dan Yesung tiba-tiba saja sudah menyangga tubuhnya.

“Sohye, harus ku bilang berapa kali agar kau hati-hati?” Yesung menatapnya dengan penuh kesedihan. Sohye diam. Ia ingin menangis namun tidak bisa.

“Mianhe…”

“Diamlah. Biar aku menggendong mu ketempat tidur”

Yesung mengangkat tubuh yeoja-chingunya itu. Jelas sekali kalau matanya memerah menahan tangisnya. Yesung sudah seringkali menangis dalam hatinya, saat mengingat dan mengkhawatirnya keadaan Sohye yang makin lama makin memburuk saja.

“Oppa.. aku tidak ingin melihat mu bersedih seperti itu”

“Kalau begitu berhentilah melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu sendiri!”

Ucapan keras Yesung membuat Hyun Jae bangun dari tidurnya.

“Yesung oppa?” serunya pelan sambil berusaha mengumpulkan sisa-sisa nyawa kesadarannya dialam mimpi sana. Yesung menoleh lalu tersenyum kecil.

“Semua baik-baik saja. Kau bisa istirahat Hyun Jae, aku akan menggantikan mu menjaga Sohye. Kau bisa pergi kerja ke kantor mu”

“Gomawo oppa, aku tidak ingin karyawan ku terlantar”

Hyun Jae merapikan barang-barangnya. Lalu pamitan kepada dongsaengnya serta Yesung.

“Eonni hati-hati dijalan ya” Sohye tersenyum untuk menunjukkan kalau dirinya baik-baik saja. Hyun Jae mengangguk sambil balas tersenyum. Ia khawatir, namun ia percaya kalau Dongsaengnya akan baik-baik saja jika sudah berada disisi Yesung.

“Nanti Eonni kesini lagi ya. Sampai nanti”

Pintu tertutup. Tinggal Sohye dan Yesung disana. Yesung menatap yeoja-chingunya dengan penuh selidik dan lekat, seolah-olah ia akan menyerang setiap perubahan yang terjadi. Hal itu membuat Sohye geli.

“Hhhaa… Oppa! Kau fikir aku akan mengeluarkan aura aneh?”

“Ah.. senadainya saja penyakit itu berbentuk. Saat ia keluar dari tubuhmu, aku akan langsung membunuhnya tanpa ampun dan belas kasih”

“Hhaa… Oppaa~ kau pikir aku ini kerasukan ya?”

“Yaaa… paling tidak aku bisa menjaga dan menyembuhkan mu”

“Kamsahamnida”

Sohye tersenyum menatap namja-chingunya yang selalu setia menghiburnya itu. Yesung malah kelihatan salah tingkah diperhatikan begitu.

“Kau ini sedang apa si Sohye?”

“Menatap mu”

“Kalau begitu berhentilah. Tatapan mu bisa membakar ku” gerutu Yesung.

Sohye makin tersenyum iseng. Dalam sekejab ia lupa akan kesedihannya itu. Yesung dibuatnya kerepotan karena salah tingkah.

“Sohyee~”

“Humpnh?”

Sohye terus menatap Yesung lekat-lekat. Akhirnya Yesung mengecup kening Sohye. Membuat yeoja itu terdiam. Yesung menunjukkan senyuman kemenangannya.

“Sohye, aku bisa menundukkan mu hanya dalam satu kali”

Sohye langsung tersipu malu. Wajahnya panas dan memerah.

***

Coz you are so beautiful
nal sumsuiga haneun ne ibseul saranghandanmal oh

(Biarkan hembusan nafas ku menawan bibir mu,

katakan ini ungkapan aku ‘mencintai mu’ oh)

Coz you are so beautiful
nae geoteman meomulreo (keudae namanui)

(Hanya diam disamping ku (kamu hanya milikku))
My beautiful , my beautiful oh-oh

Jeonju Art University…

Song Hye Ra, mahasiswi semester satu disana tengah berjalan menyusuri tiap koridor kampusnya. Ia memutuskan untuk keperpustakaan kampus siang ini. Ada mata kuliah yang belum ia mengerti.

Sementara itu Siwon yang berada diperpustakaan untuk mengejar ketertinggalan mata kuliahnya sibuk mengotak atik  Iphone-nya. Ia sedang mencari update-an sub mata kuliah yang dilewatkannya. Jadi saat ini ia sedang membuka web Jeonju Art University. Ia melangkahkan kakinya untuk mencari beberapa buku yang dibutuhkannya.

*pluk!*

Tangannya bersentuhan dengan seorang yeoja saat hendak mengambil buku yang diperlukannya. Kulitnya halus sekali, membuat hati Siwon berdesir pelan.

“Hye Ra?” sapanya pelan begitu melihat siapa sosok yeoja itu.

“Siwon oppa” Hye Ra menatapnya dalam diam.

Hye Ra bukanlah seorang yeoja yang biasa. Ia tidak begitu mengenal Super Junior sedangkan seluruh yeoja dipelosok dunia tengah dilanda deman Super Junior. Bahkan ia sampai-sampai bersikap biasa saja pada seorang Choi Siwon sedangkan jutaan yeoja diluar sana bersedia menanti namja satu itu.

“Mianhe.. oppa bisa ambil buku itu. Aku akan mencari yang lain, permisi”

Saat Hye Ra melangkahkan kakinya untuk pergi. Diluar dugaan, tangan Siwon secara refleks menahannya. Ada sesuatu didalam pikirannya yang bisa memerintah tangannya bergerak secepat itu.

“Kenapa kau bersikap sedingin itu pada ku?” Siwon berhenti mencari buku. Perhatiannya tertancap pada sosok yeoja didepannya itu. Sementara itu Hye Ra mengalihkan perhatiannya. Ia masih bingung akan semua ini. Bagaimana bisa sesosok idola begitu memperhatikannya?

“Sikap ku? Ani. Aku tidak dingin. Aku hanya bersikap biasa saja. Mian, jika membuat oppa terganggu” Hye Ra masih mengalihkan perhatiannya.

Siwon menyentuh wajah itu agar yeoja itu bicara sambil menatapnya. Kini Hye Ra dapat melihat mata jernih milik Siwon. Ia mengerjapkan matanya berusaha menata hatinya yang mulai tidak karuan itu.

“Hyera, kau lebih ceria bersama orang lain dibanding bersama ku. Apa aku mempunyai salah kepada mu? Maafkan aku kalau begitu”

Hyera kini menatap kedua bola mata itu dalam-dalam sambil menghembuskan nafas berat.

“Bukan begitu oppa. Kau dan aku tidak saling mengenal. Dan kau berada didunia yang berbeda dengan kami. Dunia mu terlalu berkilau untuk ku. Oppa, tolong lepaskan tangan ku”

Siwon melepaskan genggamannya. Hyera menatap Siwon sejenak lalu pergi. Siwon hanya bisa menatap kepergian yeoja itu. Ia menatap punggung yeoja itu sampai menghilang dari pandangannya. Siwon memegang dadanya sendiri, jantungnya sakit saat Hyera mengatakan kalau mereka berada didunia yang berbeda. Apakah itu berarti kalau Hyera tidak menyukai Siwon karena dia seorang idola?

***

Shigani heulreoddo naiga deuleodo

(Baiknya jika wantu berhenti seperti ini, baik jika kita tumbuh tua)
saranghae saranghae kamsahae kamsahae

(aku mencintai mu, aku mencintai mu, terimakasih, terimakasih)

Shin Chae Kyung siang ini sengaja melewati komplek dorm talent SMEnt. Sebenarnya ia ingin sekali mampir hanya sekedar untuk melihat wajah Kyuhyun, biasnya tercinta. Namun ia sama sekali tidak mempunyai keberanian.

Ia sempat melihat kalau Kyuhyun keluar, dan Chae Kyung menantinya didepan gerbang. Sayangnya, Kyuhyun kembali karena tampaknya ia sedang mengantar seorang yeoja kedalam dorm. Dan Chae Kyung yakin kalau yeoja itu bukanlah salah satu dari talent SMEnt. Chae Kyung menghela nafas kecewa. Ia berdiri didepan gerbang tersebut.

*tuk tuk*

Seseorang mencolek bahunya. Chae Kyung menoleh dan secara refleks ia berteriak tepat didepan wajah tampan namja tersebut.

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Humph…”

Dengan segera namja itu membungkam mulut Chae Kyung dengan telapak tangannya.

“Sstt… Nanti aku disangka ngapa-ngapain kamu tahu!” celetuk namja itu dengan kesal.

“Opppaaaaa~” keluh Chae Kyung dengan nada malu dan gembira karena yang sekarang berada dihadapannya adalah Kyuhyun.

“Kau kannn… humph… Shin Chae Kyung? Mahasiswi yang kemarin kan?”

Chae Kyung mengangguk dengan semangat karena Kyuhyun masih mengingatnya. ‘Bayangkan! Seorang maknae Super Junior masih mengenal aku yang hanya beberapa jam bicara dengan mereka!!’, teriak Chae Kyung dalam hati.

“Yup! Tepat sekali! Ternyata ingatan oppa sangat bagus ya?”

Chae Kyung nyengir gembiranya setengah mati. Sebaliknya dengan Kyuhyun yang mendengus kesal dan sedikit tersinggung.

“Kau ini bagaimana sih?! Aku kan pernah menang olimpiade matematika. Masa ingatan ku buruk? Huh!”

Chae Kyung tersenyum melihat gerutuan dan wajah cemberut Kyuhyun.

“Oppa~ Mianhe~” serunya sambil masang puppy eyes didepan Kyuhyun, membuat namja itu tertawa seketika.

“hHaa… dasar! Chaekyung!!”

“Waw! Oppa tertawa karena aku?!” seru Chae Kyung bangga.

Kyuhyun dengan lugunya mengangguk sambil mengacak rambut sebahu yeoja didepannya itu, “Hhaa… tentu saja karena kamu! Kau pikir siapa lagi huh?!”

“Oppa, bisakah kau tersenyum hanya karena aku?” bisiknya pelan. Bahkan Kyuhyun pun nyaris tidak mendengarnya. Membuat namja itu memasang wajah heran.

“Kau bicara apa? Kenapa pelan sekali? Aku jadi tidak bisa mendengar mu”

Kyuhyun membuka sebelah earphone yang sejak tadi dipakainya ditelinga kanan untuk mendengarkan lagu Super Junior. Chae Kyung langsung menggeleng cepat.

“Ani! Aku hanya sedang mengeluh kalau siang ini aku lapar”

“Jjinja?”

“Ne oppa~”

Kyuhyun masih menatap Chae Kyung dengan curiga. Yeoja itu langsung mendorong Kyuhyun memasuki areal komplek.

“Sudah ah! Aku lapar! Aku mau mampir makan dulu diluar sana”

“Kenapa tidak makan bersama saja di dorm?” tawar Kyuhyun.

“Mwwooo?” Chae Kyung pasang wajah shock tidak percaya dengan pendengarannya.

“Kebetulan tadi saudaranya Yesung hyung bawa makanan”

Kyuhyun meyakinkan Chae Kyung lebih lanjut soal tawarannya. Akhirnya Kyuhyun mendorong Chae Kyung memasuki arael komplek.

“Kyu! Apa itu yeoja-chingu baru mu?” ledek Sooyoung saat mereka kebetulan lewat.

“Aniya~ dia ini teman baru ku” sahut Kyuhyun dengan senyuman manisnya *bukan senyum evilnya lho!*. Chae Kyung langsung gugupnya minta ampun saat melihat member SNSD sedang berbincang-bincang ditaman bersama member SHINee dan DBSK.

“Kyu, jangan macem-macem lho!” kali ini Yoochun yang mengedip iseng.

“Aniiii… hyung!! Aku hanya mengajaknya makan siang kok” gerutu Kyuhyun yang langsung menarik tangan Chae Kyung agar mereka cepat-cepat melewati gerombolan tersebut. Chae Kyung sendiri sibuk menata detak jantungnya yang mulai tidak karuan.

***

ddaeroneun datugo

(kadang-kadang, saat ada perselisihan)
geudaeyege nunmuleuljugo ibeul machumeo

(Aku akan menangis sambil mencium bibir mu)

Hari ini terjadi sedikit masalah pada Song Eun Ri. Sahabatnya tega merebut kekasihnya. Ia memang tidak menangis karena itu. Tapi yang ia sesalkan mengapa orang itu harus sahabatnya sendiri. Eun Ri pergi ke Bonamana Mall, ia belum sempat main disana karena namja cantik kemarin rupanya terlalu pandai dan bermain sangat lama hingga membuatnya bosan menunggu.

Kebetulan mesin DDR hari ini kosong. Ia langsung menekan-nekan papan sentuh dikakinya. Ia menatap daftar music disana.

 

♫[RYEOWOOK] Neane narul jugyo kuthkaji sawo igyo
Knock out
[KIBUM] Jo unmyongun bandushi je galgirul gaji
Knock out
[KIBUM] Piharyohedo jolde soyong obji
Knock out
[KIBUM] Badaduryo you can’t do this fight because
[KANGIN] Negeson gunyoga gidehalge objanha♫

 

Dengan segera lagu Twins (Knock Out) milik Super Junior terdengar nyaring dari mesin DDR tersebut. Eunri menggerakkan kakinya dengan sangat piawai dan cepat sekali. Tampak sekali kalau dia mahir dalam hal ini. Tak ada satu orang pun yang tahu apa yang sedang dipikirkannya, ia dance bukan karena sedang semangat tapi ia sedang melampiaskan kekesalan hatinya.

Sementara itu, si namja cantik itu rupanya sudah tiba dan melihat Eunri bermain dengan sangat semangat. Ia tersenyum kecil, “Hebat juga ya yeoja itu!”

Ia mendekati mesin DDR saat lagu sedang berganti. Ia ingin menepuk bahu yeoja energik itu, namun ia mengurungkan niatnya saat melihat yeoja itu menunduk dari dekat. Sesuatu menetes dipapan DDR. Ia menangis.

“Waeyo?” namja itu memutuskan untuk menenangkannya.

Eunri menoleh lalu melihat namja cantik bermasker kemarin, “Kau… yang kemarin?”

“Ne~. Waeyo? Kau terlihat bersemangat tapi kau menangis dalam waktu yang bersamaan”

Eunri tersenyum sambil menghapus air matanya.

“Aku baik-baik saja”

“Kau pasti ada masalah. Aku sering melihatmu bermain di Twins Mall. Aku tahu Bonamana Mall ada DDR karena aku pernah mendengar mu ingin mencoba mesin DDR disini. Dan ini pertamakali bagi ku melihat mu bermain sambil menangis”

Eunri terdiam karena perkataan namja itu. Ia tidak menyangka kalau ada namja yang sering memperhatikannya seperti itu.

“Oh ya, Heechul imnida”

“Song Eun Ri imnida. Rasanya aku pernah mendengar nama Heechul?”

“Hhaa… Kau bukan orang pertama yang bilang begitu! Aku ELF. Dan kau tahukan manusia kedua tertua di group Super Junior?”

“Ah!! Kim Heechul oppa!! Aku suka dia! Nama mu mirip sekali dengannya” seru Eunri panjang lebar membuat namja itu tersenyum dibalik maskernya.

“Anggap saja aku ini fansnya juga”

“Baiklah!”

“Kau kuliah?”

“Ya, baru semester satu sih” sahut Eunri riang.

“Lalu, apa masalah mu itu…”

Heechul terdiam saat melihat ada air mata mengalir dipipi yeoja itu. Ia menghapusnya dengan jari-jarinya yang lentik kemudian memeluk yeoja itu dan membiarkannya menangis dalam pelukkannya.

***

Namaneui geunyeo modeun geoljulge

(Aku akan memberikan dia segalanya)
yeongwonhui nan neoruel saranghae oh

(Aku akan mencintai kamu selamanya oh)

Yoon Ji Hye sedang mengumpulkan tugas-tugasnya. Ia sedang bosan sambil memandangi Iphonenya dengan bingung. Nama Shin Dong Hee terukir disana.

“Hufh.. Apa baiknya aku menelepon Shindong oppa ya? Aih~ dia imut sekali sih!”

Tanpa sengaja ia menekan tombol ‘OK’ dan panggilan keluar sedang tersambung.

“Aiihhh!! Baboya!!” teriaknya serba salah dan bingung.

Dan parahnya lagi, ternyata ia berada dalam sambungan layanan 3G.

 

Super Junior Dorm..

“Hyung, ada telepon” Ryeowook memberikan Iphone Shindong yang sedang berada ditangannya. “Dari siapa?” tanya Shindong tanpa mengalihkan perhatiannya dari PSP.

“Yoon Ji Hye”

“Ohh… mahasiswi kemarin. Dia meminta ku jadi oppanya. Angkat sajalah!”

Ryeowook mengangguk, menatuhi perintah hyungnya itu.

*klik*

“Annyeonghaseyo~” sapa Ryeowook kepada orang diseberang sana.

 

-Jihye POV-

Aish!! Baboya! Kenapa aku tekan segala sih!!

“Annyeonghaseyo”

Tuh kaaannn~ lho?? Ryeowook oppa? Aku tidak pernah ingat kalau dia semanis ini.

-end POV-

 

“Annn.. Annyeong oppa”

“Mianhe, Shindong hyung sedang tanding PSP”

“Gwaenchanayo”

“Ada keperluan apa?”

“Aniya~ aku hanya… ehm…”

“Sudahlah. Bicara apa saja kalau begitu. Sayangkan pulsa mu keluar” ucap Ryeowook sambil tersenyum. Jihye dapat merasakan sesuatu yang tidak beres didadanya. Jantungnya berdetak maha cepat. Dan ini pertamakali untuknya.

“Aku… Ah… apa kalian sudah makan?”

“Sudah. Baru saja saudara Yesung hyung mengantarkan kami makanan, tapi kami tidak akan menolak kalau kau mau membawakannya untuk kami” kali ini senyuman lebih lebar terukir diwajah namja itu. *puasti tuampuan!!*

“Eh?? Nanti deh oppa”

“Hhaa.. Aku hanya bercanda kok Jihye”

“Tapi aku terlanjur menganggapnya serius”

“Mwo? Hhaa.. mianhe~”

Jihye dapat merasakan sesuatu bergetar dihatinya. Mungkinkah selama ini yang ia sukai bukan sosok manis dan lucu Shindong melainkan sosok manis seorang Ryeowook?

***

Coz you are so beautiful
keudae ibsureun naman baragi

(Aku ingin bibir mu hanya milik ku)
Coz you are so beautiful
ddak jabeun duson itjianheulge oh

(Aku tidak akan pernah pergi menggenggam tangan mu erat)

Super Junior dorm…

“Hyung, kalau si bawel nanti mampir. Bilang saja aku mau menemui kenalan ku” Eunhyuk mengemasi barang bawaannya untuk dipindahkan kedalam kamarnya.

“Yeoja?” tanya Donghae sambil tersenyum.

“Kau cemburu?” Eunhyuk mengedipkan sebelah matanya. Membuat Sungmin dan Kibum mencibir dibelakangnya.

“Hhaa… Aku juga masih normal tau! Lebih baik dengan dongsaengmu!”

“Awas ya kalau kau naksir si bawel! Aku menyerahlan dia pada Ryeowook yang pandai masak dan lembut. Biar mereka kolaborasi didapur. Bukan orang iseng macam kamu” celetuk Eunhyuk. Leeteuk yang tadi diajak ngobrol sama Eunhyuk merasa diinterupsi Donghae.

“Yah! Bukankah tadi kau menitip pesan pada ku?”

“Mian hyung. Semua salah Donghae!”

“Kenapa jadi aku sih?!” protes Donghae.

“Sudahlah sana! Aku butuh ketenangan” Kangin mendorong Eunhyuk keluar practice room.

“Mengusir ku seenak jidat!” gerutu Eunhyuk.

 

Miracle Park…

Han Soo Hyun, yeoja semester satu itu sedang menunggu seseorang lebih dari setengah jam yang lalu. Ia janjian bertemu dengan Lee Hyuk Jae, teman twitternya yang dari fotonya sih tampan dan mirip idola.

“Lama sekali sih!” gerutu Soohyun sambil memandangi jam tangannya.

Akhirnya namja yang ia tunggu-tunggu datang juga sambil melirik sana-sini.

“Kau… Soohyun?”

“Ne. kau Hyuk Jae?”

“Panggil saja Eunhyuk”

“Kenapa memakai masker segala?”

Soohyun heran melihat namja didepannya bermasker ria. Memang sih sedang musim dingin, tapi kan tidak sopan diawal perjumpaan sudah begitu.

“Aihh~ kau belum sadar ya kalau aku ini Eunhyuk, lead dance Super Junior”

“Ohh… Aku pernah dengar soal Super Junior, tapi aku lebih suka CN Blue, disana ada biasku Jung Yong Hwa” sahutnya santai. Bola mata Eunhyuk nyaris copot mendengar pernyataan yeoja cantik didepannya itu.

“Mworagooo?! ‘PERNAH DENGAR’?! Kau ini bagaimana sih?! Aku itu Eunhyuk Super Junior!!” teriakan frustasi Eunhyuk sukses membuat yeoja disekelilingnya menatapnya tajam lalu sedetik kemudian…

 

“Kyaaaaaaaaaaaaaa…!! Eunhyuk oppa!!

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaa!! Eunhyuk Super Junior”

 

Terpaksa Eunhyuk menarik Soohyun secepat kilat untuk menghindari kerumuman masa itu. Akhirnya mereka sampai ketempat yang lumayan sepi. Soohyun dan Eunhyuk mengatur nafasnya dengan perlahan.

“Oppa~ kau… ini… hosh… hosh… siapa sih?” Soohyun mengatur nafasnya dengan susah payah. Eunhyuk menguncang tubuh Soohyun dengan putus asa.

“Aku ini Eunhyuk Super Junior. Ku rasa kau harus mencarinya diinternet saja”

Eunhyuk yang putus asa itu sangat malas untuk menjelaskan siapa sebenarnya dirinya dan Super Junior. Soohyun hanya menatapnya dengan wajah innocent.

“Sudahlah! Kau akan tahu nanti. Aku harus kembali kedorm. Aku tidak mau dikejar ELF seperti tadi lagi. Oh ya, aku akan mengirimi mu nomor handphone ku dimessage twitter. Sampai nanti”

Demi menghindari kejaran fans lebih lanjut, Eunhyuk memutuskan untuk kembali kedorm dengan menutup wajahnya tak hanya dengan masker tapi kali ini ia meminjam topi Soohyun.

“Aku pinjam topi mu ya?”

“Ne oppa, dipertemuan berikutnya jangan lupa kembalikan”

“Baiklah~”

Eunhyuk pamit pergi. Sementara itu Soohyun menatapnya dengan sedikit bingung kemudian  melangkahkan kakinya dengan riang menuju apartemennya.

***

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s