Monkey D’April (part 1)

Title: Monkey D’April

Title Adapted: One Piece (Monkey D’Luffy)

Creator: Finorita Eka Sari (finorita @twitter) | Nadya Febiriani (nadya940201 @twitter)

Editor: Nadya Febiriani

Cast: Infinite | Choi Aprilia

Do Not Bash and Please Take with Full Credit!

 

Aaa.. hari ini hari sabtu, 9 April, tidak terasa udah lebih dari sebulan aku disini, di korea. Aku rasa baik juga aku disini, tidak ada kemacetan dan polusi, paling penting masyarakatnya sangat menyukai musik. Hari ini aku janji bertemu dengan pamanku, tapi sepertinya aku tidak tau dengan rutenya, yah, akhirnya aku cuma berjalan-jalan melihat gedung-gedung disini.

 

“YA! YA! Ayo cepat masuk ke dalam gedung! Cepat pergi..” aku dengar seorang pria paruh baya meneriaki 7 orang lelaki yang baru saja menyelesaikan fanmeeting mereka. Ternyata pria itu adalah menejer grup tersebut. Dari yang aku dengar dari fans-fans yang berteriak histeris, nama grup tersebut adalah Infinite. Aku hanya memandang dari dalam gedung dan kemudian pergi.

 “Terima kasih semuanyaaa..” mereka membungkuk dihadapan fans dan wartawan kemudian berlalu

(sambil berjalan) Aku memang tidak terlalu tertarik dengan keramaian, apalagi harus berdesak-desakan sendirian. Hmm.. tidak penting memikirkannya.

 ***

“cepat ke ruang ganti dan ganti baju kalian, kalian harus kembali ke perusahaan dan ada acara radio malam ini”, seru menejer itu lagi.

Mereka berlari tapi kemudian, “BRUUKK~~!” Seseorang menabrakku, Sontak saja aku terjatuh, terhempas ke lantai, HP dan buku yang kupegang berserakan di lantai.

“Aaaahh! Ottohke~~ AH!”

Aku, Aprilia, seorang Indonesa berumur 18 tahun yang baru saja lulus SMA, dan sekarang aku menetap di Seoul, Korea, bersama keluaragaku. Ayahku seorang Korea yang bekerja di persahaan perdangan besar di Indonesia, dan dipindahkerjakan kembali di Korea, sehingga kami sekeluarga harus pindah kesini.

 

Hentakan yang kuat tadi membuat tangan dan punggungku terasa sangat sakit, sampai-sampai air mataku hampir saja menetes. Tapi aku berpikir, aku tidak boleh meneteskannya, ini tempat umum.

“uhwoooo..” Seru anggota yang lain seraya berhenti mendadak

“heh? Myungsoo~~”Teriak seseorang yang bermata sipit kaget.

‘YA! Bagaimana kau ini?” tanyaku sambil berteriak.

“HAH apa yang kulakukan?! Astaga, maafkan aku. Aku buru-buru dan tidak melihatmu. Kau tidak apa-apa?” Seru orang yang bernama Myungsoo terbata-bata sambil mengatur napas setelah berlari dengan reaksi wajah panik.

Aku hanya tetap duduk, menggerakkan tanganku, “AH tanganku terkilir. Sepertinya aku tidak bisa berdiri, punggungku juga sakit”, keluhku sambil melirik kearah orang yang menabrakku tadi.

“Sunggyu hyung, bagaimana ini?”, tanya Myungsoo kepada orang bermata sipit tadiyang ternyata bernama Sunggyu.

“kita bantu dia berdiri dulu..” jawab salah satu dari mereka. Tubuhnya tinggi sekali, aku tidak tahu siapa namanya.

“ya.. ya.. aku akan menelepon menejer kita.” Seru salah seorang dari mereka. Yang ini wajahnya tampan.

Mereka membantuku berdiri, “ah ayo berdiri. Hati-hati..” sahut orang yang paling kurus diantara mereka.

Dan mereka mengajakku ke ruang ganti mereka.

***

Woohyun menelepon menejer,

“Ya? Kalian sudah selesai berganti pakaian?”, tanya suara diseberang sana.

“ah.. ya.. belum. Hyung, uuuhh, kami ada masalah, saat kami menuju ruang ganti dengan berlari, L di depan dan menabrak seorang remaja perempuan.” Seru woohyun tergesa-gesa

“aish~ apa dia terluka? Lalu dimana dia sekarang?”

“em.. dia merasakan sakit di punggung dan tangannya. Sepertinya terkilir. Sekarang kami membawanya ke ruang ganti.”

“baik. Bergegaslah. Jangan sampai wartawan dan fans melihat kalian. Aku segera menuju kesana.”

***

Aku tidak tahu siapa mereka, tapi mereka yang melakukan pers conference tadi, dan aku berpikir pasti mereka selebritis Korea. Aku hanya duduk di sofa di ruang ganti mereka. Orang yang kalau tidak salah bernama Sunggyu menghampiriku. “Hei, kau tidak apa-apa?”, tanyanya.

“Ne? Ya. Aku tidak apa-apa.” Jawabku sambil tersenyum.

“hey benar kau tidak apa-apa?” bentak Myungsoo dengan tatapan sinis. “kau saja tidak bisa berdiri sendiri, dan tanganmu terkilir, bagaimana kau bisa bilang tidak apa-apa? Kau ini…”

“L, tenanglah.. hey ayo kita ke Rumah Sakit, agar kau bisa diperiksa dan diobati.” Potong salah satu dari mereka yang beralis tebal.

“Tidak. Aku tidak perlu ke Rumah Sakit, aku rasa sebentar lagi aku bisa berdiri sendiri. Dan kau.. kenapa kau malah memarahiku? Kau yang menabrakku, harusnya aku yang marah padamu! Kau ini benar-benar.. aish~”

“ok. Maafkan aku..” Serunya sinis sambil berlalu di depanku dan duduk dengan hati dongkol. Suasana menjadi hening dan tegang. Tiba-tiba seseorang dengan buru-buru menggedor pintu dan masuk sambil berteriak, “Anak-anak, bagaimana? Bagaimana? Bagaimana situasinya? Apa yang terjadi? Jelaskan padaku! Hah hah ayo kita pergi ke rumah sakit!” Serunya menggebu-gebu. Dalam pikiranku, orang ini benar-benar mengerikan, seperti sedang mengikuti babak rebutan di lomba cerdas cermat.

“Ahaha hyung, tenanglah. Kondisinya tidak seperti yang ada di dalam bayanganmu. Kau terlalu berlebihan. Dia bilang sudah tidak apa-apa, tidak perlu ke rumah sakit.” jawab salah satu dari mereka yang bertubuh paling kekar menenangkan. Si Jangkung mengahampiri dan merangkul bahunya. “heh? Haaah haaah.. baiklah. Pasti raut wajahku sangat menakutkan tadi. Haha” sahutnya.

“hyung terlihat seperti orang bodoh.” ujar si Kurus singkat.

“bodoh.” “ya. Bodoh.” Gumam beberapa anggota.

“apa kau selalu bersikap seperti itu?” mereka menatapku dengan hening.

“ah, aku rasa memang selalu seperti itu” jawabku sambil tersenyum polos.

“ahahahahahaha~~” semua tertawa. Ya, berarti benar seperti yang kukatakan, mereka semuapun memang merasa seperti itu.

“eh, benar kau tidak perlu ke rumah sakit?” tanya Si Tampan.  Aku mengangguk. “Baiklah. Kau mau pulang atau kesuatu tempat? Biar kami antarkan.” Kata menejer tadi kepadaku.

“eh, ya, aku harus pergi ke Perusahaan Woollim Entertainment, tapi sepertinya aku tidak pasti dengan rutenya.” Jawabku.

“oh? Untuk apa kau pergi kesana?” tanya Myungsoo yang tadi dipanggil L oleh salah seorang temannya.

“aku rasa itu bukan urusanmu!” jawabku sinis

“Woollim Entertainment? Waaaa~ kebetulan sekali..” seru Si Jangkung girang.

“kenapa? Kalian mau kesana juga?” tanyaku heran.

“tentu saja. Woollim Entertainment adalah perusahaan kami bernaung” jelas Sunggyu.

“wah aku rasa kalian mengenal paman ku.”

“pamanmu?” “pamanmu?” tanya mereka.

“paman?” Si Kekar terlihat paling kebingungan.

“YAA! Tuan Lee Suk Hyo.” Kataku singkat.

“aaaa kami kenal.. ya.. ya..” seru Si Alis Tebal.

“yaa. Beliau salah satu guru musik dan guru vokal kami.” jelas Si Tampan.

“kami juga bisa dibilang dekat dengan beliau.” Si Jangkung manambahkan.

“aaah begituu..uh, aku tidak tau siapa kalian. Tapi perkenalkan, namaku Choi Aprilia”

“Nama apa itu? Kau memakai nama bulan untuk namamu? Apa kau benar orang Korea?” remeh L.

“Iya. Kau bahkan tidak tahu kami. Kau tidak punya TV ya? Eh? Hahahaha” gurau Si Tampan.

“eeeeh heeeeyyy, kalian iniiiii… benar begitu April? Hahaha maaf.” tambah Sunggyu malu

“Ibuku yang memberikan nama itu, ayahku seorang Korea, ibuku seorang Indonesia, selama ini aku tinggal dan besar di Indonesia. Maaf kalau aku tidak tau kalian hehehe”

“hahaha begitu.. oh ya, hello, kami adalah Infinite, senang berkenalan denganmu.” Mereka  pun memperkenalkan diri mereka satu persatu.

*Infinite adalah Boy Band Korea yang sedang naik daun, terdiri dari Kim Sunggyu sebagai Leader, L (Kim Myungsoo), Si Tampan yang bernama Nam Woohyun, Si Jangkung yang bernama Lee Sungyeol, Si Alis Tebal yang bernama Hoya, Si Kekar yang bernama Jang Dongwoo, dan Si Kurus yang bernama Lee Sungjong yang merupakan maknae.*

Tanpa membuang waktu, mereka segera berganti baju, dan kami bergegas menuju ke Woollim Entertainment, karena aku tak bisa berjalan sendiri, mereka harus membantu memapahku.

“L, kau yang memapahnya ke dalam mobil.” Seru Sunggyu. Tanpa menjawab, ekspresi angker wajahnya bak rumah tak berpenghuni seperti mengatakan “AKU? AKU SENDIRI? AKU TIDAK MAU! KENAPA AKU?”.

“baiklah, kau dan Sungyeol.” Lanjut Sunggyu, hanya dengan melihat ekspresinya Sunggyu mengerti.

“eh? Aku?” Sungyeol kaget.

“Iya. Kau Sungyeol. Kenapa?” sahut Woohyun.

“em.. Baik..” jawabnya. “mungkin aku bisa melakukannya sendiri..” gumam Sungyeol berharap, membuat yang lain tertawa.

Serambi berjalan menuju mobil, “April, ceritakan tentang dirimu.” Tanya Dongwoo

*** Di mobil ***

“kau 18 tahun?” Dongwoo kaget.

“Ahaha cepat sekali!” seru Hoya.

“Umurnya lebih muda dariku! Wehehee~” sahut Sungjong heboh.

“Memangnya aku terlihat tua?!!” balasku sambil tertawa.

“Jadi bagaimana keadaan di Indonesia?” tanya Sunggyu

“Ya. Aku tinggal di Ibukota, Jakarta, yang bisa dilihat setiap hari dijalanan hanya kemacetan yang panjaaaaaaang~~ sekali”

“ooh.. benarkah? lalu apa yang akan kau lakukan disini?” lanjut sunggyu.

“aku tidak tau. mungkin aku akan kuliah. Ehehehe.”

***

“Woohyun oppa, L oppa sangat aneh. Apa dia selalu tidak bicara?” bisikku.

“L, April bertanya padaku apa kau selalu tidak berbicara?! Kekeke..” tanya Woohyun sambil terkekeh.

“aku memperlakukan orang lain dengan aneh. Ccceeehh~”, jawab L.

“tidak apa-apa, karena kalian belum saling kenal. Selalu seperti ini disaat pertama.” Kata Sunggyu

“saat kau sudah mengenalnya, dia bisa menjadi seru bahkan sangat menakutkan” lanjut woohyun

“geudae? Aaah~ Johayo.. Kekekeke”

*** Woollim Entertainment***

Di ruangan pak Lee Suk hyo..

“April, sekali lagi kami minta maaf ya atas kecelakaan tadi.” Kata Sunggyu seraya membungkuk. “sekarang kami harus berlatih, kalau ada apa-apa cari kami saja, barang-barang mu kami letakkan di meja. Sampai jumpaaaa..” lanjut Sunggyu

“ah yaaa. Sampai jumpa. Terima kasih.”

**Keesokan harinya di rumah**

“hah! Dimana HP ku?” teriakku sambil membongkar tas dan buku-buku.

To Bo Continue…

***

Annyeonghaseyo cingudeul..

akirnya fanfic yang sudah disusun sejak awal bulan Mei ini terbit di pasaran (boong -__-), meskipun baru part 1.

bisa author cerita sedikit, fanfic ini merupakan kerjasama antara author dan Nadya Febiriani.

ini merupakan pengalaman pertama buat fanfic, tapi semoga yang baca pada suka. dan author tunggu masukan dan komen (yang bagus) dari cingudeul semua🙂 gomawo..

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s