Monkey D’April (Part 2)

Annyeong cingudeul..

Gomawo udah mau baca fanfic kami yang ceritanya agak absurd ini kekeke

Mian kalo yang part 1 ga begitu rapi. Soalnya author upload dibawah pengaruh ngantuk, jam setengah 2 pagi. Untuk part 2 ini, author coba atur (?) serapi mungkin.

Author ingetin ya, hal-hal yang ada di fanfic ini semua fiktif (kecuali member Infinite-nya) kekeke. So, cekidot! Yeah~ (author jempalitan) *abaikan :’)

***

Title: Monkey D’April

Title Adapted: One Piece (Monkey D’Luffy)

Creator: Finorita Eka Sari (finorita @twitter) | Nadya Febiriani (nadya940201 @twitter)

Editor: Nadya Febiriani

Cast: Infinite | Choi Aprilia

“April, sekali lagi kami minta maaf ya atas kecelakaan tadi.” Kata Sunggyu seraya membungkuk. “sekarang kami harus berlatih, kalau ada apa-apa cari kami saja, barang-barang mu kami letakkan di meja. Sampai jumpaaaa..” lanjut Sunggyu

“ah yaaa. Sampai jumpa. Terima kasih.”

**Keesokan harinya di rumah**

“hah! Dimana HP ku?” teriakku sambil membongkar tas dan buku-buku.

“ah ibuu, apa ibu lihat handphoneku?” Seruku kepada Ibu.

“bagaimana ibu tau? itu kan barang-barang milikmu. Ibu tidak melihatnya, ibu juga tidak pernah membongkar barang-barangmu. Coba ingat-ingat dulu, mungkin terselip atau memang terjatuh disuatu tempat..”, jawab Ibu.

Aku merebahkan badanku di kasur sambil menghela napas, lelah mencari. “Omona! Dimana kalungku? Aaah~ jangan-jangan juga terjatuh. Benar-benar hari sialku.” seruku sambil meraba-raba leher.

Siangnya aku pergi lagi ke Woollim Entertainment mencoba mencari disana. Hampir putus asa aku mencari, baru aku ingat handphoneku tercampak saat aku jatuh. Aku berpikir harus kembali ke gedung itu, saat berjalan keluar, aku melihat L, Sungyeol, dan Dongwoo oppa. Aku menghampiri mereka.

“Apriiiilll.. Annyeong..” seru Sungyeol dan Dongwoo.

“Annyeong.. oppa, apa kalian melihat handphone dan kalung kemaren saat aku jatuh?”

“handphone mu tidak ada? Tapi.. rasanya sudah dimasukkan kedalam tas.” sahut Dongwoo bingung

“heh! Dasar bodoh.” Gumam L. Aku menatapnya tajam.

“eeehh yaa.. hehe Ap.. Apa? Kalung apa? Apr.. April? Heh.. heheh” buru-buru Sungyeol menyamarkan situasi

“L oppa, kau harus ikut aku mencari ke gedung itu lagi! Ayooooo~” kataku sambil menariknya keluar, tanpa berkata apa-apa L hanya pasrah kutarik-tarik.

“hyung, kita harus bilang kepada yang lain. Situasinya sangat gawat!” Sungyeol dan Dongwoo pergi menjumpai member lainnya.

***

“hey lepaskan tanganku! Kenapa kau ini?! Aku tidak mau pergi denganmu! Itu bukan urusanku!”, seru L sambil melepaskan tangannya dari peganganku.

“KAU!! Bagaimana bisa? Aaah aku tidak percaya ini~~ kau, harus bertanggung jawab!” kulantangkan suara untuk mempertegas

“Aku tidak mau!” singkatnya.

“HARUS!”, aku kembali mempertegas sambil melotot.

“Baik. Kalau begitu, cepat lah. Aku tidak punya banyak waktu.”, ujar L akhirnya mengalah.

Tak berapa lama..

“pakai handphone ku, coba telepon.” Katanya sambil menyodorkan handphone nya

*nomor yang anda tuju…..*

“sepertinya handphone ku mati. Bagaimana dengan kalung ituuu?! Hah lelahnya.” Aku menghela napas sambil duduk bersila disudut ruangan

“benar-benar membuang waktu! Aku pergi.” Katanya singkat. Aku segera menarik tangannya, namun malah aku yang tersungkur. Tangan kananku yang terkilir sekali lagi harus terhentak di lantai.

“AAAAWW!” aku menjerit kesakitan sampai aku benar-benar menangis.

“eh? kau ini! Kau tidak apa-apa?” tanyanya terkejut. Aku hanya menundukkan kepala sambil memegang tanganku. “kau menangis? Hey. Kenapa kau menangis? Apa terasa sakit sekali?” tanyanya panik. Aku tetap diam. “HEY!” bentaknya.

“sudah, tidak apa-apa. ayo kita cari lagi.” Jelasku.

“Monyet, hapus air matamu! Kalau orang lihat, mereka akan berpikir sesuatu yang aneh..”

“apa maksudmu dengan monyet?” sahutku kesal.

“ya! Kau selalu, aaaah~ aaaah~ sangat berisik!”, ujarnya sambil menirukan suara “aaaah~”-ku.

Masih sambil duduk, aku melihat sesuatu yang berkilau dekat tempat sampah. “AH~~ Kalungku! Aaaaah~” sahutku girang.

“coba kulihat! Kalung monyet? Hanya untuk ini? Aish~ kau iniii.. heeeeh..”

L memalingkan badannya dan mulai mencari, *Monyet? Benar-benar seperti dia. Kebetulan sekali. Heh..*

Aku hanya terdiam melihatnya, *meskipun L merasa kesal, tapi ternyata dia benar-benar bertanggung jawab, dia tetap membantuku mencari. Rasanya tidak enak seperti ini, dia kan selebritis, pasti sangat sibuk. Apa yang kulakukan? Aaah~* aku menoleh melihat kalungku. *tapi, monyet? Hem! Kekeke apa ini kebetulan?!!*

Saat sedang mencari lagi, “TAAAKK~!” seperti suara benda jatuh.

“apa ini?” kata L sambil merogoh kebawah sofa. “hey monyet, ini handphone mu?”

“Iya benar! Waaah~” seruku senang. “tapi tidak bisa hidup, sepertinya rusak.”

“sudah ketemu, jadi bukan urusanku lagi. Aku pergi..” balasnya lalu pergi

“tapi ini rusak.. kau harus memperbaikinya..!” teriakku. Tapi L tidak menggubrisnya, dan terus pergi. Aku mencoba mengejar dibelakangnya.

***

Didekat pintu keluar, member Infinite yang lain baru saja datang. Melihat L keluar, “L, bagaimana dia?” tanya Sunggyu

“siapa? Monyet itu? Aku tidak peduli!” jawabnya ketus sambil terus berjalan mendekati member lain dan terus berlalu. Aku yang sudah lelah mengejarnya, berhenti di depan member lain.

“apa? hyung, Monyet, disini? Ottohke..” kaget Sungyeol bertanya pada Hoya

“bagaimana? Bagaimana monyet ada disini?” gumam Sungjong, Woohyun langsung membungkam mulutnya.

“eeeh heheee, April, barang-barangmu sudah ketemu?” tanya Woohyun

“ya. Sudah. Aaah~ Tapi sepertinya handphoneku rusak, aku harus pergi ke counter. Mianhe oppadeul.. sampai jumpa.. terima kasih..” aku melambaikan tangan sambil terus masuk ke dalam taxi.

***

Pukul 7 pm, Keluar dari counter HP..

“haaah untung saja bisa diperbaiki dengan cepat.” Aku menghela napas sambil melihat langit yang cerah. *tiiit.. tiiit..* “wah sms dari siapa ini?”

From: 999

Nomor anda telah dihubungi oleh +761333****** pada tanggal 4 April pukul 15.45 PM.

“ini pasti nomor L oppa. Yaa..” aku mulai berpikir akan mengerjainya saat sampai di rumah.

Di Dorm Infinite..

“Annyeonghaseo..”

“Annyeong.. L oppa~~~ kau ingat denganku? Aku fans mu! Kita pernah berjumpa sebelumnya.”

“siapa kau? …… aaah, kau bercanda? Tentu. Aku ingat suaramu, monyet.. Darimana kau dapat nomorku? ….. aigo! yaa, pantas saja, kenapa tadi aku meminjamkan handphoneku?!”

“Daebak! L oppa sangat pintar~~! Cepat sekali oppa sadar.. dan, berhentilah memanggilku dengan monyet.” seru April. “aku tidak bodoh sepertimu..”

“Ada apa kau meneleponku?” tanya L ketus.

“jangan banyak bertanya, besok aku tunggu oppa di cafe perusahaan. Ok”

“Tidak mau!” jawab L tegas.

“sampai jumpa besok oppa..”

*tuut.. tuut..*

“aah~ anak ini, benar-benaaar…..” keluh L menggelengkan kepala sambil melihat layar teleponnya.

“Yang barusan itu, April?” Sunggyu tiba-tiba datang mengagetkan, L hanya mengangguk.

*** Woollim Entertainment keesokan harinya***

“Annyeoghaseyo oppadeul..” kataku sambil membungkuk

“eee Apriiiilll.. Annyeong..” jawab Infinite bersama

“L oppa, aku sudah menunggumu di cafe begitu lama, kenapa kau tidak datang?”

“di cafe?”, “benarkah?” seru Sungyeol dan Woohyun, L hanya diam, memalingkan muka sambil menggaruk kepalanya.

“oh, oppa, kalian akan pergi kemana?” tanyaku.

“aah~ tidak ada jadwal hari ini, kami akan pulang dan bersantai.. kau April?” jawab Sunggyu lalu balik bertanya.

“Geudae? Aah~ tidak ada yang akan kulakukan, bagaimana kalau aku ikut dengan oppa? Aku hanya ingin melihat saja.”

“hyung, bagaimana?” tanya Hoya kepada Sunggyu yang sedang berpikir.

“hyuuuung, ayolaaaah..” rengek Sungjong sambil menarik-narik tangan Sunggyu. Semua member memasang wajah berharap didepan Sunggyu, terkecuali L.

“haaa~ baiklah..” jawab Sunggyu. Member lain langsung tersenyum lebar, lalu mereka segera pergi menuju mobil. Dan hanya L yang memasang wajah seperti habis dipukuli.

“masalah apa lagi yag akan diberikannyaaaa? HAAAH~!” gumam L seraya tertegun melihat April yang cepat akrab dengan member lain. “buuk.. buuk..” Sunggyu hanya bisa tersenyum dan menepuk punggung L.

“tenang sajaa.. ayooo!” seru Suggyu mengajak L pergi.

“Aaaaaaaaaaaargh~” keluh L pasrah.

***

“yaa.. kita sampai..”

“jadi ini dorm kalian? Tidak terlalu besar, tapi aku suka tempat ini.. oooo..”, komentarku.

To Be Continue…

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s