My Lovely Teacher (Part X/a)


Title       : My Lovely Teacher (Part X/a)

Author : Siska Sri Wulandari

Cast       : Myung Soo Infinite

             : Hana

             : Wohyun Infinite

Cameo : Hoya Infinite, Hara, Jiyoung & Infinite member

“Kau tahu siapa gadis yang dia maksud?” Tanya Wohyun.

Aku menggeleng tanpa sedikitpun menoleh.

Tiba-tiba Wohyun menggenggam tanganku.

“Jangan lepaskan, kalau kau ingin tahu jawabannya.” Bisik Wohyun di telingaku.

Aku berusaha untuk melepaskan genggamannya, tapi Wohyun malah semakin erat menggenggamnya dan membuatku pasrah.

Myung Soo menyanyikan lagu Bang Toyib eh maksudnya Voice of My Heart (By Infinite)

majubogo haryodon geu mal

chama haji mot hetdon geu mal

na jonhajido mothan che tto ttona

i jarie honja dugo ttonagane

jikyobol su bakke nan

tto chamabol su bakke na

i goseso nol gidaryo

aswiumman namgin che no morojindedo

du nuneul gameun che marhe

na sori opsi bullobonda

geude jigeum giokhamyo bullobonda geude

ijeuryogo noryokhedo geude

ne mam gatji aneun-gol almyonsodo

marhejuji mothetdon geu mal saranghe

chama neji mothetdon geumal

na jonhajido mothan che tto ttona

i jarie honja dugo morojine

gidaril su bakke nan

nun gamabol su bakke na

i goseso na momchososo

aswiumman namgin che no morojindedo

du soneul moeun che marhe

na sori opsi bullobonda

geude jigeum giokhamyo bullobonda geude

biuryogo noryokhedo geude

nemam yogi opneun-gol almyonsodo bullobonda

maeumeuro malhebonda

geude jigeum hoksirado doraolkka nege

ne mam gatji an-getjiman

geude doraondamyon

hoksirado majuchilkkabwa

[rap]

na oneuldo

deullijido aneul moksori wichijyo

deureulli opneunde gyesokheso bureujyo

tongbin gongchege sso neryogatdon

uriye iyagi

geudega jjijojyoso honja namge dwesso

geudega opneun jibesoneun hal ildo opso

nan balsso da ijosseul geudereul algie

ne bang ane itneun geude honjadeureul

esso tto jiwoyo

maeumeuro malhebonda

geude jigeum hoksirado doraolkka nege

ne mam gatji an-getjiman

geude doraondamyon

hoksirado majuchilkkabwa

gidaryo

hoksirado majuchilkkabwa gidaryo

Selesai bernyanyi Myung Soo mendatangi tempatku dan kini berdiri tepat dihadapanku. “Ahh, apa itu air mata? Dia menangis? Menangis untuk apa?” Semua orang melihat kearah kami. Sepertinya mereka penasaran apa yang akan dilakukan Myung Soo selanjutnya. Sedangkan aku sendiri masih bingung harus melakukan apa, aku bahkan sampai tidak sadar bahwa aku dan Wohyun masih berpegangan tangan. Aku melirik Wohyun. “Haa, apa-apaan ekspresi Wohyun itu. Kenapa ia terlihat sedih. Arghh, apa ini!” Batinku.

“Sampai kapan kau mau menyakitiku terus Hana?” Myung Soo membuka mulutnya. Matanya merah.

Aku menunduk. Ternyata aku salah selama ini telah meragukan perasaannya. Tapi, aku sama sekali tidak punya perasaan padanya. Perhatian yang selama ini aku berikan hanya sebatas bentuk kepedulianku saja sebagai wali kelasnya tidak lebih dari itu.

“Aku minta maaf Myung Soo.”kataku sambil melepaskan genggaman Wohyun.

“Kau lebih memilih dia?” Tanya Myung Soo sambil menunjuk Wohyun.

Aku menggeleng. “Aku tidak memilih siapapun.” Air mataku tumpah. Aku tidak tahu kenapa ada perasaan ngilu ketika aku mengatakan itu.

Pak Hanbul berdiri dari duduknya dan menghampiri kami.

“Myung Soo tolong jangan ganggu hubungan anakku.” Katanya sambil menarik kasar lengan Myung Soo.

Myung Soo menghempaskan tangan Pak Hanbul dengan kasar.

“Anak? Apa kau tidak mengangggap aku anak? Jelas-jelas akulah darah dagingmu!” Jawab Myung Soo ketus.

Aku kaget, semua orang kaget.

“Jaga ucapanmu!” hardik Pak Hanbul sambil bersiap melayangkan tamparannya ke pipi Myung Soo.

“Appa!” teriak Wohyun sambil berdiri dari duduknya.

“Wohyun? Kau membelanya?” Tanya Pak Hanbul sinis.

“Dia tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu.” Jawab Wohyun.

“Ciih! Aku tidak butuh pembelaan dari orang sepertimu.” Cibir Myung Soo.

“Dasar bocah tidak tahu diuntung!” marah Pak Hanbul dan kembali berusaha untuk menampar Myung Soo.

Kali ini aku yang menghentikannya. Sebelum sempat tangan Pak Hanbul mendarat di pipi Myung Soo, aku segera berdiri menghalanginya yang membuat pergerakan Pak Hanbul jadi terhenti.

“Jangan bertindak kasar padanya.” Kataku.

“Apa-apaan ini? Apa kau telah mencuci otak putraku dan Hana agar mendukungmu?”

“Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu.” Bantah Myung Soo.

Aku menarik tangan Myung Soo untuk meninggalkan tempat itu. Tangannya dingin dan gemetaran. Aku yakin ia pasti sangat syok. Kami berhenti di sebuah pohon pinus.

“kau dan Wohyun bersaudara?” tanyaku pada Myung Soo.

“Ayahku menceraikan ibuku demi menikahi ibu Wohyun.” Jawab Myung Soo pelan. Suaranya bergetar. Ia berusaha untuk menahan tangisnya.

“Menangislah jika itu membuatmu lebih baik.” Kataku lembut.

Myung Soo menatapku dan kemudian memelukku erat.Aku membiarkannya memelukku karena saat ini dia sangat butuh tempat untuk bisa bersandar dan membagi sedikit perihnya. Aku pun mengelus-elus kepalanya lembut.

*Hana POV*

Aku tidak pernah merasa nyaman jika di dekat Myung Soo. Tapi entah kenapa aku selalu ingin membelanya, membantunya dan melindunginya. Aku ikut terluka ketika melihat dia menangis. Aku tidak tahu perasaan macam apa itu. Mungkin aku hanya menganggapnya tak lebih dari seseorang yang memang harus dilindungi. Aku mengerti sekarang kenapa ia begitu dingin pada semua orang. Aku tahu sakit memang rasanya dikhianati oleh orang yang kita sayangi. Aku tidak pernah dikhianati tapi aku tahu benar bagaimana pedihnya ditinggal oleh sosok seorang ayah.

*END POV*

Di tempat Wohyun…

“Wohyun, kenapa kau membiarkan Hana dan Myung Soo?” Tanya Pak Hanbul yang begitu kaget atas apa yang baru saja dilakukan oleh Hana.

“Aku tidak berhak melarang mereka.” Jawab Wohyun sambil menundukkan kepalanya.

“Wae? Kau adalah kekasihnya.”

Wohyun menggeleng.”Mianhe appa, aku berbohong.” Jawab Wohyun.

“Apa?” teriak Pak Hanbul.

“Jadi ini semua hanya sandiwara? Appa benar-benar tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiranmu sehinga terbesit melakukan sandiwara macam ini, Wohyun!” marah Pak Hanbul. Ooh, ini pasti ada hubungannya dengan gossip itu kan!” sambung Pak Hanbul lagi.

“Appa, kumohon lupakan masalah itu.” Mohon Wohyun dengan memelas.

“Kau! Membuatku malu! Aku akan menyelesaikan masalah ini tanpa bekas!” bentak Pak Hanbul sambil meningggalkan pesta.

Semua tamu masih mengerumuni Wohyun. Jung Min dan Hara terlihat kecewa akan kekacauan yang terjadi di pernikahan mereka. Ibu hana meminta para tamu agar kembali untuk menikmati acara dan kemudian mengajak Wohyun untuk ke belakang.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya ibu Hana lembut.

“Nee.” Jawab Wohyun pelan.

“Sebaiknya kau segera pulang dan beristirahatlah.”

Wohyun menuruti saran ibu Hana setelah berpamitan.

***

*Myung Soo POV*

Ternyata aku salah. Perhatian yang selama ini dia berikan padaku hanya sebatas rasa kasihan. Seharusnya aku menyadarinya sejak awal. Gadis seperti dia tidak akan mungkin tertarik pada laki-laki seperti aku. Dia terlalu sempurna bagi orang sepertiku. Cinta itu memang menyakitkan. Karena dia aku berani untuk jatuh cinta tapi karena dia pula aku paham akan satu hal, cinta itu hanya untuk orang-orang terpilih.

*END POV*

***

Malamnya…

“Berhenti melindungiku karena itu hanya akan semakin menghancurkanku.” Myung Soo melepaskan pelukannya.

Aku diam. Mencoba mencari titik kesalahanku sehingga bisa memberikan harapan padanya.

“Mungkin kau tidak pernah sadar perhatian dan kebaikan yang selama ini kau lakukan padaku menumbuhkan rasa itu di dalam hatiku.” Sambung Myung Soo.

“Aku minta maaf, tapi aku hanya berusaha untuk melakukan apa yang seharusnya aku lakukan.” Jawabku. Aku tidak berani menatapnya.

“Terima kasih. Mulai sekarang berhenti melindungiku.” Myung Soo berjalan mundur dan kemudian membalikkan tubuhnya. Bayangannya semakin lama semakin menjauh dan akhirnya hilang.

Kilas balik akan kejadian tadi sore membuat Hana menghela napasnya untuk yang kesekian kalinya.

“Aaah.. Kenapa hidupku selalu dipenuhi masalah. Pertama aku harus menjadi seorang Guru. Menghadapi siswa-siswa bermasalah yang bahkan seumuran denganku. Mengenal Myung Soo, Wohyun, bahkan sampai digosipkan berpacaran dengan Wohyun. Sekarang cinta? Aku bahkan sama sekali tidak pernah memikirkan cinta. Bagiku pendidikan dan keluargaku adalah segalanya. Appa, andai kau masih ada pasti kau akan membantuku.” Gumamku sambil memandangi foto Appa yang digantung di dinding kamarku.

***

“Bagaimana pun juga aku harus menyingkirkan Bu Hana. Tidak peduli meski dia adalah wali kelasku. Aku sangat membencinya. Sangat!” Jiyoung mengacak-acak isi meja belajarnya.

Sepulang sekolah Jiyoung sengaja mengikuti Hana untuk mencari informasi yang bisa menjatuhkan Hana. Jiyoung kaget ketika Hana masuk ke Universitas Seoul.

“Apa yang dilakukannya di sana?” gumam Jiyoung sambil turun dari taksi. Setelah merasa aman Jiyoung menuju ke pos satpam.

“Selamat sore. Bolehkah saya bertanya?”

Laki-laki separuh baya yang sedang makan itu menghentikan makannya dan terpogoh-pogoh membersihkan tangannya.

“Iya, ada yang bisa saya bantu?” tanyanya.

“Saya ingin bertanya siapa yang tadi baru saja masuk?”

Satpam tersebut terlihat bingung.

“Tadi saya bertemu dengannya di kafe dan dia menjatuhkan ponselnya jadi saya mau mengembalikannya.” Bohongku agar bisa membuat satpam tersebut percaya.

“Oh begitu. Dia adalah Hana. Mahasiswi sastra Inggris semester satu. Berikan saja ponselnya padaku agar aku yang mengembalikannya.”

“Haaa, mahasiswi semester satu. Apa aku tidak salah dengar?” gumamku.

“Bapak yakin dia adalah mahasiswi semester satu?”

“Haha, tentu saja, dia adalah murid akselerasi makanya masih terlihat sangat muda untuk menjadi seorang mahasiswi.”

“Ahh, begitu yha, baiklah saya rasa biar saya saja yang mengembalikan ponselnya sendiri. Kira-kira jam berapa dia selesai kuliah?”

“Biasanya jam 8 malam.”

“Terima kasih banyak, saya permisi dulu.” Pamitku sambil melemparkannya senyum palsu.

*Jiyoung POV*

Mahasiswi semester satu? Jadi selama ini dia telah menipu kami semua. Tapi bagaimana bisa? Aku harus bisa menemukan bukti-bukti yang kuat agar dia bisa dikeluarkan dari sekolah. Dasar penipu. Dari luar dia selalu memberikan kesan bahwa dia adalah gadis baik-baik. Tapi nyatanya apa? Selain gadis penggoda ternyata dia juga seorang penipu ulung. Akan aku buat dia menyesal karena telah berurusan denganku.

*END POV*

***

Di Lab Bahasa Universitas Seoul…

“Hana, belajarlah untuk membuka hatimu.” Kata Hoya sambil duduk di sampingku.

“Hoya, aku bahkan tidak mengerti dengan perasaanku sendiri.” Jawabku sambil menutup buku ku.

“Kau yakin itu hanya perasaan kasihan?” Tanya Hoya lagi sambil merapatkan kursinya dengan mejaku.

Aku menatap Hoya. “Tidak semudah itu jatuh cinta.”

“Berhentilah untuk membatasi dirimu sendiri Hana. Kau sudah dewasa saatnya kau menerima laki-laki dalam hidupmu. Kau juga butuh seseorang yang akan selalu menjaga dan melindungimu. Sudah berapa banyak laki-laki yang kau tolak? Kau bilang kau tidak menyukai mereka atau apalah. Bukan kau yang tidak menyukai mereka tapi kau yang tidak mencoba untuk menyukai mereka!” Hoya membentakku. Seisi kelas melihat kami.

“Aku…” Lagi-lagi aku hampir menangis tapi aku tahan sebisa mungkin.

“Dia laki-laki yang baik. Dia begitu tulus padamu.” Hoya melembutkan suaranya. “Aku melakukan ini karena kau adalah sahabatku. Aku tidak ingin melihat kau terus-menerus tersiksa seperti ini. Kalau kau bisa menjaga dirimu kau tidak akan seperti Hara. Kau dan Hara berbeda. Jadi buang jauh-jauh bayangan buruk tentang masa lalu Hara. Kau sahabat terbaikku. Mungkin aku memang bisa selalu menjagamu tapi kau juga butuh seorang pendamping hidup.”

Aku menangis. Benar apa yang dikatakan Hoya. Aku harus mulai membuka hatiku. Selama ini aku terlalu membatasi diriku. Karena aku hanya ingin fokus pada pendidikanku dan tidak ingin nasibku sama dengan Hara. Tapi yang dikatakan Hoya benar. Aku dan Hara berbeda. Mungkin sudah saatnya aku belajar mengenal apa itu cinta. Hoya mengelap air mataku lembut dan mengangkat daguku. “Mulailah membuka hatimu. Kau bisa memulainya dari Myung Soo.” Kata Hoya lembut sambil tersenyum.

***

“Hanaa..” teriak Pak Sung Yeol sambil berlari-lari mengejarku.

Aku menoleh ke belakang dan menghentikan langkahku.

“Ada apa?” tanyaku sambil tersenyum.

“Lihat, lihat ini!” teriak pak Sung Yeol berapi-api sambil mengipas-ngipaskan beberapa helai kertas yang dipegangnya ke hadapanku.

“Apa itu?”

“Selama bertahun-tahun aku mengajar di sini dan menjadi guru sejarah baru kali ini kelas XII E lulus semua dalam ujian mereka.” Pak Sung Yeol terlihat sangat bersemangat.

“Haa, benarkah?” tanyaku sumringah sambil mengambil kertas ujian tersebut dari tangannya.

“Semua siswa mendapat nilai di atas tujuh. Ini merupakan kemajuan yang luar biasa. Biasanya paling tinggi mereka hanya mendapatkan angka lima. Dan yang lebih mengejutkannya lagi. Myung Soo mendapatkan nilai tertinggi. Dia dapat seratus.” Pak Sung Yeol jingkrak-jingkrak kegirangan. “Kau memang luar biasa. Kau satu-satunya guru yang bisa memotivasi mereka.” Seru pak Sung Yeol lagi sambil mengguncang-guncang tubuhku.

“Aah, ini pasti akan jadi kabar bahagia untuk mereka semua.” Seruku bahagia.

Kami pun berjalan beriringan menuju kantor.

“Hana, apa benar kau berpacaran dengan Wohyun?” Tanya pak Sung Yeol tiba-tiba.

“Aku mohon jangan bahas masalah itu lagi ya.” Jawabku lirih.

“Ahh, maaf, tidak seharusnya aku menanyakan masalah pribadi semacam itu.” Sung Yeol berusaha mencairkan suasana.

Aku melihat Myung Soo berjalan melewati kami. Aku tersenyum padanya. Tapi kenapa Ia malah berpura-pura tidak melihatku. Apa dia benar-benar ingin menghapusku dari kehidupannya. “Mulailah membuka hatimu. Kau bisa memulainya dari Myung Soo.” Kata-kata Hoya tiba-tiba terngiang-ngiang. “Ketika seseorang yang telah mengetuk pintu hatiku telah menutup pintu hatinya apa aku harus tetap membuka pintu hatiku atau tetap membiarkannya tertutup selamanya.” Kataku pelan.

“Kau bicara apa?” Tanya Pak Sung Yeol.

“Aah tidak, aku tidak bicara apa pun.” Kataku gugup.

“Haa, mungkin aku yang salah dengar.” Jawabnya sambil memukul-mukul pundakku.

***

TRANSLATION Voice of My Heart ^^

The words I wanted to say in front of you

the words I couldn’t say

Without the chance to say them

you left me alone in this place

All I can do is watch, all I can do is hold on,

and wait for you here

You’ve gotten farther away leaving only regrets,

say it with both eyes closed

I call out without sound,

I call out remembering you

I try forgetting you,

knowing you don’t share my feelings

The words I couldn’t say to you…I love you.

The words I couldn’t bring myself to say

Without the chance to say them

you’re leaving me alone here

and going farther away

All I can do is wait, all I can do is close my eyes,

and I’m stopped here

You’ve gotten farther away leaving only regrets,

say it with both your hands together

I call out without sound

I call out remembering you

I try to empty myself of you,

knowing your mind isn’t here

I say it with my mind,

thinking that maybe you’ll come back to me

You don’t share my feelings,

but if you came back I might run into you

(rap) I yell out again today

knowing that my voice won’t be heard

You won’t hear me, but I keep calling

Our story, written on an empty notebook

I’ve become alone after you ripped it apart

In a house without you, there’s nothing to do

I know that you’ll already have forgotten about me

I try to erase traces of you in my room

I say it with my mind,

thinking that maybe you’ll come back to me

You don’t share my feelings,

but if you came back I might run into you

I wait…

I wait thinking that I may run into you..

TBC…

Gomawo ^^

5 comments

  1. chyshinji · June 7, 2011

    Aigoo, Myung Soo ditolaaaaak,, patah hati dia… Cup cup #elus elus pala Myung Soo… Hana, tegany dirimu, nyadarny udah telat… Itu Jiyoung pake acara mo balas dendam sgla, matilah Hana kalo ketauan identitasny…

  2. siryeo · December 11, 2011

    ayo myungsoo, keep fighting…

  3. kyuwonhae · August 6, 2012

    ottoke klo jiyoung smpai tw , idnttas hana😦 . Smga aj gak🙂

  4. Barom yu · December 31, 2014

    cup..cupp…cuppp beb sama aku aja yuk*gandeng myungsoo. Hana lambatt bangett nyadarin perasaan nya -____-
    Semoga hana gak di pecattt tamatlah riwayat hana kalo identitas nya ke bongkar

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s