My Lovely Teacher (Part XI [End] )

Title     : My Lovely Teacher (Part XI [End] )

Author : Siska Sri Wulandari

Cast     : Myung Soo Infinite

            : Hana

            : Wohyun Infinite

Cameo : Hoya Infinite, Hara, Jiyoung & Infinite member

Anyeong…Anyeong…Anyeong (Upin-Ipin mode on). Coba bayangin Upin-ipin ngomong Anyeong pake logat melayunya itu #Plaak (Authot sarap)*abaikan.

Pasti ada yang joget-joget pas baca judul FF ini. Mungkin ada yang sampe buat sukuran bareng anak yatim karena akhirnya FF ini ditamatkan dengan segera.

Readers: Akhirnya nyadar juga tuh author kalo FF nya bkin kita stress…

Author : Nangis di pojokan bareng semua cast MLT

Cast MLT…

Sung Yeol : Ini pasti karena bukan aku main castnya makanya ratingnya rendah.

Myung Soo : Kepedean banget sih #natap Sung Yeol dengan tatapan mautnya(Lho??)

Dong Woo : Kalian sadar nggak sih selama berpuluh-puluh part (lebay), aku Cuma ngomong satu kalimat di satu part # Nangis sambil narek-narek rambut author.

Sunggyu :Ommo, aku bahkan nggak merasakan kehadiranmu #digantung Dong Woo.

Read More

My Lovely Teacher (Part X/b)

Title     : My Lovely Teacher (Part X/b)

Author : Siska Sri Wulandari

Cast     : Myung Soo Infinite

            : Hana

            : Wohyun Infinite

Cameo : Hoya Infinite, Hara, Jiyoung & Infinite member

Annyeong…

Aku kembali lagi dengan FF aku yang kayaknya mau ngalahin episodenya Cinya Fitri #Plaak, korban sinetron alay Indonesia. Semoga para readers nggak bosen ya dengan FF gaje ini.. Oke Cekidot… 🙂

Hari ini adalah hari pertama di musim dingin. Salju sudah menyelimuti seisi Seoul. Setiap kali aku berbicara selalu keluar uap dari dalam mulutku. Hari ini juga merupakan hari kedua aku tidak bertegur sapa dengan Myung Soo. Bahkan saat di dalam kelas pun ia terlihat seperti tidak menyadari keberadaanku. Hari ini badanku terasa seperti membeku mungkin pertanda aku akan terserang flu.

Sesampainya di sekolah…

            Semua siswa dikumpulkan di aula sekolah karena hari ini ada pidato dari kepala sekolah. Aku duduk di kursi paling depan bersama dengan para guru dan staff yang lainnya. Setelah kepala sekolah menyudahi pidatonya Jiyoung mengangkat tangannya dan meminta izin untuk berbicara di podium.

“Selamat pagi Pak Kepala sekolah, Bapak dan Ibu guru yang saya hormati juga teman-teman yang saya sayangi.”

Firasatku tidak enak. “Apa ini ada hubungannya denganku?” gumamku dalam hati.

“Hari ini, saya akan mengungkapkan identitas yang sebenarnya dari seseorang yang yang selama ini kita anggap sebagai panutan. Yaitu Bu Hana.” Kata Jiyoung sambil melihatku sinis.

Read More