Sent Your Wish in 1999 [Part 1]

Tittle : Sent Your Wish in 1999

Author: Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi

Cast :

Kim Taeyeon SNSD

Kim Jong Woon/Yesung Super Junior

Lee Jin Ki/Onew SHINee

Alexander Lee Eusebio/Xander U-Kiss

Kim Jaejoong DBSK/JYJ

Suport Cast :

Lee Sunkyu/Sunny SNSD

Kim Heechul Super Junior

Cheondung /Thunder MBLAQ

Super Junior, SNSD, U-Kiss and SHINee

Song : Man Man Ha Ni (remix) by U-KISS/Gee and Genie by SNSD

NB :

“Menjadi penulis. Itu adalah mimpi ku, harapan teman-teman ku, doa restu orangtua ku dan anugrah dari Allah untuk ku”

Gomawo~ untuk pada readers yang sudah membaca semua isi note gag jelas gue ini. Meski kalian gag RCL atau sejenisnya *emang ada?* tapi dengan kalian membaca semua ff ini dan merasakan getar-getar cinta dari author kurang kerjaan ini, itu adalah sebuah penghargaan yang sangat besar. Buat yang udah RCL, saya, kakak-kakak saya (Eeteuk oppa, Eunhyuk oppa dan Jessica eonni) serta suami dan kekasih hati saya *oek!* (Yuto, Donghae, Ryeowook, Jaejoong, Hongki, Onew, Xander dan Kiseop) serta putra-puta ku tercinta (Taemin dan Dongho) mengucapkan banyak-banyak terimakasih. *ditendang ELF, Cassie, SHAWOL, Primadona and KISSme).
Silahkan baca~ hHee… *kabuuuuuuurrrr*

*pluk!*

Sebuah kartu nama dengan design yang aneh jatuh dihadapan seorang yeoja yang manis. Ia memungut kartu nama yang entah datangnya darimana itu.

“Kartu nama norak dan… aneh?”

Ia membaca tulisan yang terukir tidak jelas itu. Designya yang rumit membuat yeoja itu kesulitan membaca tulisan-tulisan disana.

‘Tell Me Your Wish in Magic Corp!

Sent it in Locker 1999, Jaeju High School

Let’s see! We can make your dream come true’

“Jaeju High School? Itukan… sekolah ku” ia memandang kartu nama itu semakin heran. Namun ia sama sekali tidak membuangnya, ia malah menyimpannya didalam saku kemeja seragam sekolahnya. Lalu pergi naik bus dengan terpaksa karena oppanya sedang malas untuk menjemputnya.

***

Kediaman keluarga Kim…

“Yah!! Oppaaa!!!” yeoja itu langsung membanting tasnya disofa saat mendapati oppa kandungnya tercinta sedang bersantai disana sambil menonton drama yang diperankan olehnya. Namja cantik itu langsung menoleh dan pasang wajah bingung.

“Taeyeon? Kau ini kenapa sih? Pulang-pulang langsung marah-marah pada oppa mu ini”

“Oppa bilang kalau hari ini oppa malas menjemput ku! jahat sekali kau Kim Jaejoong!!”

Dengan segera namja itu menyodorkan coklat mahal bermerk, kesukaan Taeyeon.

“Makanlah, maka kau akan tenang” cengirnya pada saengnya itu.

“Oppa yah! Kau sedang mencoba menyogok ku?” tanya Taeyeon penuh selidik. Jaejoong menggeleng cepat, ia tahu kadar kecurigaan Taeyeon mulai memuncak.

“Aniya saengie~ aku tidak selicik itu. Kebetulan usai mengisi acara diKBS, aku mampir ke minimarket dan membelikan coklat kesukaan mu. Tapi kalau kau tidak mau dan menuduh ku yang bukan-bukan, aku tidak keberatan untuk memakan coklat itu” lirik Jaejoong penuh ancaman. Taeyeon langsung menyembunyikan coklat itu ditasnya dan membawa tas itu keatas, ke kamarnya sambil menjulurkan lidah kearah Jaejoong dengan sedikit kesal.

“Yang penting aku tidak mendengar ocehannya itu. Sudah cukup aku mendapat ceramah dari Siwon tadi pagi. Hufh…” Jaejoong melanjutkan aktifitasnya, menonton tv dan mengamati dirinya sendiri disana.

***

“Sudah coba kesana?”

“Wah~ semua ramalannya tepat!”

“Masa sih? Aku juga mau donk!”

“Makanya kesana aja. Selain itu peramalnya tampan-tampan lho!”

“Wah~ aku jadi sangat ingin kesana”

Bisik-bisik terus menjalar dipelosok Jaeju High School. Taeyeon terus melanjutkan langkahnya hingga menemukan kelasnya sendiri. Ia duduk dikursinya dan seperti biasa, Sunny langsung menghampirinya dengan riang.

“Taeyeooonn~ kau… humphhh…”

Taeyeon langsung membekap mulut Sunny sebelum yeoja itu berkoar-koar ceria lebih banyak. Sunny mengelap bibirnya usai Taeyeon melepaskan dirinya.

“Tangan mu bau amis ikan”

“Mwo?? Jjinja?”

“Ne~”

Taeyeon langsung menciumi tangannya dan ia tidak mencium bau apapun sedetik kemudian dia menyadari kalau Sunny baru saja mengerjainya karena kini yeoja itu sedang tertawa keras. Taeyeon langsung mengejarnya.

“Yah! Aku tidak akan memaafkan mu!!”

“Hhaa… Mianhae~… hHaa…”

*bruk!*

Taeyeon langsung tersungkur dilantai saat seseorang menabraknya. Sunny berhenti berlari lalu membantu sahabatnya itu berdiri. Taeyeon merapikan pakaiannya.

“Lain kali kalau jalan harap gunakan mata mu untuk melihat. Dan jangan lari-lari seperti anak kecil disepanjang koridor sekolah”

Seorang namja dengan wajah serius langsung menegurnya dengan dingin. Ia tampak keren dalam seragamnya yang berantakan dan earphone terpasang ditelinga sebelah kanannya. Ia mengunyah sesuatu yang tampak seperti permen karet.

“Kim Jong Woon?!” Sunny menatap namja itu dengan tidak percaya. Lalu menarik Taeyeon pergi sebelum ada kejadian yang tidak menyenangkan terjadi. Taeyeon melepaskan dirinya dari tarikan Sunny.

“Ada apa sih?”

“Dia itu Kim Jong Woon oppa!”

“Aku tahu! Lalu ada apa dengannya?”

“Kau ini bagaimana sih? Dia itu kan terkenal memiliki aura mistis yang berbeda”

“Jangan bercanda! Mana ada orang seperti itu?”

“Ya amppuuunnn~ kau belum benar-benar merasakan saat bicara dengannya. Seolah ada roh jahat yang siap menerkam mu!” Sunny duduk dikursi depan kelas. Taeyeon menatapnya dengan penuh tanda tanya dan berusaha mencerna kalimat Sunny.

“Maksud mu?”

“Taeyeoonn~ masa kau tidak tahu soal gossip yang beredar itu sih?”

Sunny menatap Taeyeon dengan tatapan heran. Ia menatap seolah sahabatnya itu berasal dari luar planet bumi lalu menggeleng dengan ekspresi tidak percaya.

“Apaan sih?” Taeyeon yang benar-benar tidak tahu apa-apa itu memasang wajah innocentnya.

“Dengarkan baik-baik. Menurut gossip yang beredar, Jong Woon oppa itu menuntut ilmu hitam!”

“MWWWOOO BLACK MAG…humph..”

“Ssssttt! Jangan teriak-teriak donk!”

*ting tong ting tong*

Bel masuk jam pelajaran terakhir sudah berbunyi. Sunny dan Taeyeon pun kembali kekelas dan mendapati Lee Jin Ki telah duduk dikelas mereka padahal tadi pagi ia sama sekali tidak ada dikelas. Sunny langsung mendekatinya dengan penuh tanda tanya.

“Jin Ki? Sejak kapan kau…”

“Aku ada urusan. Jadi aku baru kembali kekelas”

Jin Ki tersenyum dengan amat sangat manis membuat Sunny diam terpukau. Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap sahabatnya itu. Namun Jin Ki langsung beralih ke Taeyeon.

“Taeyeon, apa kau mendapat kartu nama Magic Corp?”

“Ma.. Magic Corp?”

Jin Ki mengangguk. Taeyeon berusaha mengingat-ingat kata-kata yang tak asing itu dan ia langsung merogoh sakunya kemudian mendapati kartu nama aneh kemarin.

“Ini?”

“Ne~ kau belum coba kesana?”

“Kemana? Magic Corp?”

“Ani, tapi menitipkan permohonan mu dilocker. Semua yeoja menginginkannya. Jika beruntung tidak mengantri lama, kau bisa diundang dan permasalahan mu akan segera diselesaikan” Jin Ki mengedipkan sebelah matanya pada Taeyeon membuat yeoja itupasang wajah jengkel.

“Aku malas berhubungan dengan magic dan ramalan”

“Tapi ramalannya akurat lho!” seru Tiffany, salah satu siswi dikelas itu.

“Kau yakin?” tanya Sunny dengan tatapan penuh selidik.

“Yup! Aku sudah mencobanya. Dan semua yang diramalkan mereka sangat tepat! Oh ya, aku kesana duluan ya. Aku hanya ingin bilang itu pada kalian. Dan satu lagi! Aku suka trio peramal disana. Selain tampan mereka juga menyenangkan” ucap Tiffany setengah berbisik lalu pergi kesisi ruang kelas yang lain.

“Trio?”

“Masa kau tidak tau sih?? Mereka-kan sedang sangat terkenal dikalangan siswi SMA” Jin Ki membetulkan posisi duduknya agar bisa menghadap kedua yeoja itu.

“Jangan-jangan yang kemarin diceritakan teman ku! humph… kalau tidak salah namanya Yesung, Xander dan… O… O… O siapa ya?” Sunny menatap Jin Ki dan Taeyeon berharap ada salah satu dari mereka yang menjawab pertanyaannya itu.

“Ck! Onew! Bagaimana kau bisa melupakan namja berkarisma itu huh?” Jin Ki tampak sedikit kesal. Sunny tersenyum dengan merasa bersalah.

“Aku kan tidak pernah mengenal mereka” keluh Sunny kemudian.

“Makanya kirimkan permintaan mu dilocker 1999” Jin Ki melanjutkan aksinya yang lebih terkesan sedang promosi itu. Tentu saja hal itu membuat Taeyeon jengkel setengah mati.

“Hey Lee Jin Ki! Kau dibayar berapa sih sampai rela promosi perusahaan gak jelas itu?”

“Aku kan hanya me-nya-ran-kan saja”

Saat Taeyeon siap membalas ucapan Jin Ki, Yoochun sangsaenim datang. Terpaksa Taeyeon menyimpan ucapannya dalam hati sambil ngedumel gak jelas.

***

Seperti biasa, sebelum pulang kerumah Taeyeon selalu mampir ke Miracle Park. Disana ia hanya sekedar duduk-duduk dikursi taman sambil memperhatikan orang-orang yang lalu lalang. Dia langsung cemberut saat melihat kursi taman favoritenya sedang ditempati seorang namja yang tertidur lelap dengan wajah ditutup buku.

Taeyeon mendekatinya dan membaca judul yang tertera dicover buku itu.

“Make Your Wish Become True With ‘Adabrakedabra’?” Taeyeon membaca judul buku yang bererot panjangnya bukan main itu.

“Kenapa sih disekelilingku selalu bertebaran kata-kata magic? Apa ramalan dan sejenisnya sedang ngetrend? Payah sekali mereka itu, percaya dengan omong kosong orang-orang nyentrik”

*srek*

Namja itu ternyata sudah bangun sejak tadi. Tepatnya saat Taeyeon sedang membaca judul buku yang dilanjutkan dengan gerutuannya. Poni panjangnya menutupi sebelah matanya. Kemudian namja itu membetulkan poninya itu agar dia bisa memandang yeoja yang menganggu tidurnya dengan keluhan-keluhannya itu.

“Hei!” sapanya kemudian. Membuat Taeyeon sedikit bingung dan malu atas ucapannya yang sangat panjang lebar tadi. Seperti bisa membaca pikiran Taeyeon, namja itu melemparkan sebuah senyuman yang membuat wajahnya jadi lucu dan ramah.

“Duduklah! Aku tahu ini tempat mu dank au meminta ku untuk pergi. Tapi bolehkah aku duduk disini untuk beberapa menit lagi? Akhirnya aku diizinkan menghirup udara segar dan aku benar-benar ingin menikmatinya. Bolehkan?”

Tatapan namja itu sedikit memelas. Taeyeon duduk lalu menatapnya dengan sedikit heran. ‘Bagaimana dia bisa tahu pikiran ku?’, tanya Taeyeon dalam hati. Lalu lagi-lagi senyuman terukir diwajah namja itu dan menjawab pertanyaan hati Taeyeon.

“Aku bisa mengetahuinya karena aku menerapkan sesuatu yang disebut magic. Aku sangat suka meramal. Apa kau ingin ku ramal?” tanyanya lagi. Kali ini Taeyeon jadi sedikit ngeri. Lalu ia menggeleng dengan cepat dan berusaha tidak bicara apapun dalam hati dan pikirannya.

♫Neo wanjeon jjajeung na hanabakkeh nan mollatjanah..

Eonjengan ddokgatchi danghae, I’ll bet..

Saranggatgo jangnanhaneun neo sarangeul neomu shwipgeh haneun neo..

Eejen dwehsseo yeowoogatteun Girl♫

Namja itu cemberut sambil mengeluarkan HPnya yang sibuk bernyanyi Man Man Ha Ni milik U-KISS. Ia menatap nama yang tertera lalu tampak panik sekaligus bosan.

“Annyeong~ King? Kau mau marah dan ngedumel lagi karena aku tidak ada diruangan ku? … Ne arraseo~ … Aku tidak mungkin kabur dari pekerjaan ku…Aku tidak mau jadi Astro Prince kok, jadi bebaskan aku… Ne~ aku tahu kau yang berkuasa disana… Kenapa kau tidak pilih Yesung dan Onew saja, jangan bawa-bawa aku! … Sssttt! Jangan mulai lagi marah-marah ditelinga ku! … Aku akan kembali, ok!”

Namja itu berdiri sambil pasang wajah kesal, kecewa dan malas. Taeyeon masih memperhatikannya dengan bingung. Namja itu tersenyum lalu menoleh.

“Oh ya, perkenalkan nama ku Alexander Lee Eusebio. Karena kau tidak suka magic, jadi kau pasti tidak mengenal ku. kapan-kapan mampirlah kekantor ku, aku akan meramal mu tanpa bayaran. Sampai nanti~”

Namja itu pergi, Taeyeon menatapnya dengan jengkel dan penuh tanda tanya.

“Namja yang aneh! Dia memperkenalkan dirinya tapi tidak menanyai nama ku. Ah sudahlah!”

*tin tin tin tin*

Suara klakson mobil hitam mejeng didepan Taeyeon. Ia sangat mengenal pemilik mobil itu. Lalu sang penyetir membuka kaca mobil itu separuh.

“Hei Taeyeon! Kau minta ku jemput tapi kau tidak segera naik. Apa kau mau ku tinggal huh?” seru Jaejoong dari dalam mobil membuat Taeyeon pasang wajah cemberut lalu masuk kemobil dengan sedikit menggerutu.

“Kemarin malas jemput, sekalinya jemput malah bikin bête”

“Apa katamu huh?” Jaejoong menyalakan mobilnya lagi.

“Aniya oppa” geleng Taeyeon sambil menjejalkan telinganya dengan headset. Mobil itu pun berlalu menuju kediaman keluarga Kim. Sementara itu…

“Babo! Aku kan belum tahu nama yeoja itu?” Xander berbalik dan tidak mendapati yeoja tadi dikursinya. Ia mengangkat bahu lalu segera berlari mencari mobilnya untuk menuju Magic Corp, “Kyaaaaaa!! Aku tidak mau mendengar gerutuan si King Kong itu!!”

***

Magic Corp…

Lantai 11…

Yesung tampak muram diruangannya itu. Sesekali ia memainkan kartu-kartu tarot didepannya. Sedangkan ia terus berusaha memasang senyum kepada para pelanggan yang entah kenapa mayoritas yeoja semua itu.

“Jika kau optimis, maka kau akan berhasil. Jadi percayalah pada ku. kau tahukan kalau kami selalu tepat?” senyumnya pada seorang yeoja yang sedang diramal olehnya.

“Gomawo oppa~. Aku permisi dulu ya” ia pergi meninggalkan Yesung sambil memberikan sebuah bingkisan yang berisi bekal makanan. Yesung menyambutnya sambil tersenyum. Pintu kembali terbuka, Yesung sudah siap dengan senyumnya kemudian cemberut saat melihat siapa yang datang. Seorang namja dengan jubah khas penguasa lantai 12 dan batu sapphire menghiasi mahkota kecilnya.

“Kau! Ku pikir pelanggan” gerutu Yesung.

“Waeyo? Kau tidak suka melihat ku?” Xander tersenyum sambil memasang wajah lucunya.

“Aku heran, penguasa dilantai 12 bisa ya keluar-keluar berkeliaran kesana kemari. Apakah si Astro King lantai 13 itu tidak memakan mu?”

Yesung melepas jubahnya. Satu hal yang harus kalian ketahui, gedung 13 lantai itu hanya memiliki 12 peramal yang dimulai dari lantai 2. Setiap peramal memiliki ciri khas masing-masing. Dan yang memakai jubah adalah peramal kelas atas yang dimulai dari peramal lantai 10 keatas. Semakin tinggi peramal yang kau butuhkan maka semakin besar bayaran yang kau keluarkan. Dan satu hal lagi, kau tidak akan pernah menjumpai peramal dilantai 13 jika kau tidak membayar dengan jutaan won atau masalah mu benar-benar serius. Peramal dilantai 13 memiliki kekuasaan tertinggi di Magic Corp karena kemampuanya dianggap lebih dari yang lain. Dan dia adalah pendiri Magic Corp serta pemilik Jaeju High School, itulah sebabnya permintaan kalian harus dipost di locker 1999 yang terletak dipintu masuk sebelah kiri sekolah terbut. Selain itu, mereka juga menggunakan cadar samar yang hanya memperlihatkan wajah mereka dengan samar-samar. Meskipun begitu aura ketampanan tetap aja memancar dari namja-namja itu.

“Aku tidak peduli dengannya. Dia tidak punya wewenang atas diri ku kok” Xander tertawa kecil menatap Yesung.

*cklek*

Lagi-lagi pintu terbuka. Dan lagi-lagi namja berjubah masuk keruangan itu. Dia adalah Onew yang berada dilantai 10 sekaligus yang termuda diantara para namja berjubah khusus itu.

“Hyung~ aku bosan dibawah!” keluhnya tanpa pikir panjang sambil memeriksa bungkusan milik Yesung dan mendapati makanan disana. Onew memili keahlian meramal dengan tali dan sejenisnya. Ia langsung duduk diatas sofa empuk sambil menikmati makanan tersebut.

“Hey Onew!! Itukan makanan dari pelanggan ku, untuk ku! kenapa kau makan?” gerutu Yesung sambil merebut makanan itu lagi.

“Hyung~ aku lapar~ mereka hanya mengirimi ku benda-benda yang jelas tidak bisa ku makan” sahut Onew sambil memasang puppy eyes-nya. Berharap Yesung luluh dan memberikannya makanan itu. Xander langsung melemparkan sebungkus roti padanya.

“Makan itu! Aku tidak mau penguasa lantai 10 mati kelaparan”

Onew nyengir lalu merobek bungkusnya dan memakannya dengan lahap sekali. Kali ini ia merebut jus jeruk kotakkan milik Yesung dan langsung menyedotnya habis. Membuat Yesung menahan kesal sedangkan Xander hanya menggeleng melihat sikap mereka itu.

Pengeras suara secara tiba-tiba bergema dilantai 11.

“Perhatian, saya harap peramal dilantai 10 dan 12 kembali keruangannya. Saya tidak mengizinkan kalian berkeliaran dijam kerja. Terimakasih!”

“Yah!! Dasar Astro King babo! Aku kan juga mau istirahat” keluh Xander yang langsung pergi kembali kelantai 12. Onew cemberut lagi, “Apa King tidak tahu aku kelaparan?” keluhnya sambil beranjak pergi meninggalkan lantai 11. Yesung memandangi ruangannya yang semula amat sangat rapi menjadi sedikit berantakan.

“Ini sebabnya aku tidak ingin kalian mampir kesini! Aku jadi harus beberes kan? Dasar!”

Yesung langsung membereskan letak bantalan sofa dan bekas makan Onew yang ditinggalkan begtu saja juga keset pintu yang tadi digeser kaki Xander saat mengelap sepatunya untuk masuk keruangan itu.

***

4 comments

  1. ffimagination · July 30, 2011

    Ff ea bgus chingu,,lanjut ya jngan nanggung //maksa/plakkk//

  2. deandreart · August 8, 2011

    *Bayangin yesung pake jubah* *bayangin yesung jadi peramal* AAAAAAAA~
    *peluk* #PLAKK!

  3. na · April 1, 2012

    kayaknya pernah baca komik yg kalo gak salah sama ceritanya . Judulnya locker . Ada tim peneduh hati kayak gitu deh

    • idolfanfiction · April 2, 2012

      Ne, adaptasi dari komik Locker 1999 karya Oda Aya. Tokoh utamanya Aki. Ini digabung sama Magic Tower Pass dari Oda Aya juga namun dengan berbagai perubahan.

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s