A Story about Love [Part I]

Title               : A Story about Love [Part I]

Author         :  Siska Sri Wulandari

Cast I            : Jinyoung (B1A4)

                    : Shin Ri Young

                    : Gongchan (B1A4)

Cast II          : No Minwo (Boyfriend)

                   : Hwang Sung Young

                   : Jungmin (Boyfriend)

                   : Han Jihye

Cast III       : Onew (Shinee)

                  : Han Hwa Sook

                 : Taemin (Shinee)

 Cinta itu bukan untuk dipendam. Untuk apa membiarkan rasa itu ada jika tidak pernah berani mengungkapkannya. Lebih baik bunuh rasa itu jika tidak punya nyali untuk mengungkapkannya. Jangan biarkan cinta itu yang membunuhmu. Cinta yang tak tersampaikan jauh lebih menyakitkan dibanding cinta yang tak terbalaskan.

***

Di Pemakaman…

*Jinyoung POV*

Kau tahu Jinyoung! Kau adalah manusia paling bodoh di dunia ini. Tidak ada yang bisa menandingi kebodohanmu itu. Aku terduduk. Tiga jam aku terus berdiri menatap pusara yang masih basah tersebut. Seolah berharap apa yang terkubur di dalamnya bisa hidup kembali. Pikiran bodoh, orang yang sudah mati tidak mungkin bisa hidup lagi. Ragamu memang telah terkubur di dalam sana tapi cintaku padamu selamanya tidak akan pernah terkubur.

*END POV*

***

_Flashback_

“Yaa! Apa yang kau lakukan!” Gongchan membentak gadis yang menubruknya tersebut.

“Mianhe, aku tidak sengaja oppa, aku hanya ingin…”

Belum sempat gadis tersebut melanjutkan kata-katanya GongChan memarahinya lagi. “Apa ini? Kenapa ada darah di bajuku?” GongChan melotot sambil membersihkan kemejanya dengan tisu.

Gadis tersebut tersentak. Dirabanya hidungnya. Darah. Aku hanya diam sambil memperhatikan yang dilakukan gadis itu. Ekspresi takutnya tadi berubah menjadi sedih. Ia menangis. Bungkusan yang tadi dibawanya jatuh ke lantai. Kemudian Ia berlari meninggalkan kantin yang telah menjadikan kami pusat perhatian.

“Heyy!! Kau! Gadis kurang ajar!” teriak GongChan.

“Sudahlah, biarkan saja.” Kataku sambil memungut bungkusan gadis tersebut.

“Apa katamu? Biarkan? Kau lihat dia mimisan tepat di atas bajuku.”

“Jangan-jangan dia mimisan karena melihat ketampananmu.” Tambah Baro.

GongChan mendaratkan jitakan ke kepala Baro yang selalu dihiasi topi itu.

“Ini.” Kuserahkan bingkisan gadis tersebut pada GongChan yang masih terus marah-marah.

GongChan mengernyitkan dahinya. “Menjijikkan sekali! Lihat ada darah di bungkusan itu Jinyoung! Ihh, buang-buang.” Dengan jijiknya GongChan menepis bungkusan tersebut dan pergi menuju toilet.

“Hyung, jangan suka memungut barang-barang seperti itu. Pasti sudah banyak kumannya.” Baro bergidik.

*Jinyoung POV*

Gadis itu bernama Shin Ri Young. Adik kelasku dari SMP. Tidak banyak yang aku tahu tentangnya. Yang aku tahu sejak SMP dia tergila-gila pada GongChan. Tapi mengenai darah itu. Apa itu hanya mimisan biasa. Kasihan dia kalau dia tahu pemberiannya dibuang oleh GongChan. Mungkin ada baiknya aku menyimpannya.

*END POV*

NB: Untuk kisah Jinyoung, Ri Young & Gongchan menggunakan alur Flasback.

***

“Sampai kapan kau mau memendamnya?” Jinyoung tiba-tiba muncul.

“Ahh, oppa mengagetkan saja.” Ri Young buru-buru menutup bukunya.

“Sepertinya aku kenal wajah itu.” Jinyoung mengambil foto yang tadi disembunyikan Ri Young di dalam buku.

“Ooh, GongChan.” Seru Jinyoung sambil duduk di depan Ri Young.

“Jangan berteriak seperti itu, ini perpustakaan.” Ri Young panik dengan apa yang telah dilakukan Jinyoung.

“Kenapa panik? Takut ada yang tahu?”

“Tahu apa?” tanya Ri Young sambil berusaha menutupi ekspresi malunya.

“Ekspresimu itu terlalu gampang ditebak. Empat tahun kau menjadi adik kelasku, Lima tahun aku bersahabat dengan GongChan. Apa kau pikir dengan jangka waktu selama itu aku tidak tahu kalau kau mencintainya.”

Ri Young terperangah. Jinyoung hanya senyum-senyum sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jemarinya.

“Kau tahu itu mustahil.” Ri Young berkata lirih.

“Apanya yang mustahil?”

“Oppa tahu kalau aku bukan tipenya. Aku ini hanya gadis biasa sedangkan dia siswa paling terkenal di sekolah bagaimana mungkin dia akan melirik gadis seperti aku.”

“Kau sudah pernah mencobanya?”

Ri Young menggeleng.

“Haa, lantas bagaimana kau bisa yakin kalau belum pernah mencobanya.” Jinyoung tertawa merendahkan.

“Oppa kan sahabatnya. Pasti oppa lebih tahu perasaannya!” dengan kesal Ri Young meninggalkan Jinyoung bahkan ia sampai lupa mengambil lagi foto GongChan yang ada di tangan Jinyoung.

“Cinta yang tak tersampaikan jauh lebih menyakitkan dibanding cinta yang tak terbalaskan.” Gumam Jinyoung.

***

Sementara itu di Lapangan basket.

“Tidak, tidak boleh, aku tidak boleh menyukai anak di bawah umur.” Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dengan cepat.

“Masih berusaha untuk menolak pesonanya yha?” goda Jihye sahabatku.

“Aissh, kau ini berisik sekali!”

“Hei Sung Young. Perbedaan umur satu tahun itu tidak masalah.”

Aku memeloti sahabatku itu.

Tiba-tiba.. “Bruukk.” Sebuah bola basket dengan mulusnya mendarat di kepalaku. Aku tidak pingsan hanya saja aku merasa semua orang yang ada di lapangan menjadi bertambah banyak.

“Noona, noona tidak apa-apa.” Seseorang dengan paniknya memanggil-manggil ku.

Ahh, suara itu, suara No Minwo. Siswa kelas X. Aku benci dia memanggilku noona, aku tidak suka dia memanggilku noona. Aku tidak suka! Aku berusaha untuk berdiri dengan masih sempoyongan.

“Kau! Tidak lihat kepalaku benjol!” Aku menunjuk-nunjuk jidadku. “Lapangan seluas ini masih bisa-bisanya mengenai bola di kepalaku, kau sengaja ya!” bentakku sambil terus maju karena dia selalu mundur ketika aku memarahinya.

“Mianhe noona, aku tida sengaja.” Jelas sekali kalau dia menyesal.

“Apa? Noona katamu?” aku membentaknya.

“Lalu apa? Bukankah kau memang noona ku?” tanyanya polos.

“Aissh, pabonya aku kenapa jadi itu yang aku bahas.” Gumamku dalam hati.

“Lupakan, anggap aku tidak pernah bicara seperti itu!” hardikku sambil berkacak pinggang dan meninggalkan lapangan.

“Temanmu itu galak sekali, liat muka adikku sampai merah seperti itu.” Seru Jung Min pada Jihye yang masih melongo.

“Ahh, iya.” Jihye membuang napas.

“Hanya itu responmu?” Jung Min tidak terima dengan jawaban singkat Jihye.

“Lantas aku harus bilang apa?”

“Aishh, Han Jihye!” Jung Min memutar-mutar kepalanya.

“Apa?” Tanya Jihye polos.

“Kau sama mengerikannya dengan sahabatmu itu Hwang Sung Young!” Jung Min menaikkan nada suaranya.

“Dasar aneh!” Jihye merasa kesal dan meninggalkan lapangan.

“Hyung, kalau suka bukan seperti itu caranya.” Minwo mencolekku.

Aku mendelik ke arahnya. “Jangan menasihatiku.” Kata Jung Min sambil melempar handuknya ke kepala Minwo.

“Hyung, kau benar-benar menyebalkan!” Teriak Minwo sambil mengejar Jung Min yang berlari.

***

“Kenapa harus tanda tangannya sih yang kau minta?” Onew berjalan tergesa-gesa sambil mengomel.

“Ayolah, kau kan tahu aku sangat mengidolaknnya.”Hwa sook berusaha mensejajari langkah Onew.

Onew berhenti. Menatap tetangganya itu dengan sinis. Dirampasnya DVD Shinee dari tangan Hwa Sook.

“Ini yang terakhir kalinya.” Onew kembali melanjutkan jalannya.

“Gamsahamnida. Kau memang tetanggaku yang paling baik. Nanti aku akan membuat makan malam untukmu.!” Teriak Hwa Sook sambl melambai-lambaikan tangannya.

“Tidak usah, nanti aku tidur di dorm lagi.” Balas Onew dingin.

*Onew POV*

Kenapa sih dia sangat mengidolakan Taemin. Selalu saja memuja-muja Taemin. Taemin yang imutlah, Taemin yang kerenlah. Selalu Taemin. Tidak pernah sekali pun dia memujiku. Mengatakan “Onew tampan” (ngarep) saja tidak pernah. Jangankan memujiku dengan kata tampan bahkan memuji penampilanku saat manggung pun tidak pernah. Selalu Taemin yang jadi titik fokusnya. Menyebalkan. Padahal aku ini kan tetangganya. Harusnya dia lebih menyukai orang yang sering dia lihat daripada orang yang hanya dia lihat di TV. Ia berjingkrang-jingkrak saat melihat penampilan Taemin pun, Taemin tidak pernah tahu. Coba ia jingkrang-jingkrak saat melihat penampilanku setidaknya aku masih bisa meresponnya. Padahal sudah sedekat ini tapi tetap saja aku tidak bisa mengutarakannya.

*END POV*

***

2 comments

  1. chyshinji · June 25, 2011

    Aigoo,, pada cinta bertepuk sebelah tangan ni, kyaaa Jin Young naksir yeoja yg suka Gongchan?

  2. Kiseopielovers · June 27, 2011

    gongchan-ah…..
    nae yeobo….
    #PLAAK
    hehe^^
    my lovely chingu…this is ddaebak!!!
    kasian dikau dikasarin ama Gongchanieq..
    ntar saya bantuin marahin dy deh

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s