A Story about Love [Part II]

Title                 : A Story about Love [Part II]

Author            : Siska Sri Wulandari

Cast I

: Jinyoung (B1A4)

: Shin Ri Young

: Gongchan (B1A4)

Cast II

: No Minwo (Boyfriend)

: Hwang Sung Young

: Jungmin (Boyfriend)

: Han Jihye

Cast III

: Onew (Shinee)

: Han Hwa Sook

:Taemin (Shinee)

“Tolong jangan beritahu hal ini pada siapa pun.” Mohon Ri Young sambil memegang tangan Jinyoung.

Jinyoung melihat Ri Young dengan tatapan kosong. “Kalau begitu, katakanlah padanya.”

“Aku tidak bisa.” Ri Young menunduk.

Jinyoung menghempaskan tangan Ri Young. “Lantas, kau akan memendamnya sampai kau mati.” Hardik Jinyoung.

“Kenapa dengan mudahnya kau mengatakan tentang kematian? Kau tahu itu sangat menyakitkan.” Ri Young menatap Jinyoung dengan marah.

“Aku bicara fakta! Kau sendiri yang mengatakannya. Meski tetap Tuhan yang menentukan tapi dengan kondisimu ini kau harus berhati-hati dengan waktumu.”

“Kau jahat! Kau jahat sekali! Membicarakan tentang kematian pada seseorang yang hidupnya hanya tinggal hitungan bulan dengan mudahnya. Kau benar-benar tidak berperasaan oppa. Aku tidak menyangka kau bisa sekasar ini.” Ri Young terisak sambil berlari dan memanggil taxi.

“Ahh, kenapa aku berkata sekasar itu padanya. Aku sama sekali tidak bermaksud kasar, aku hanya ingin dia cepat membuka matanya. Tidak mungkin perasaannya pada Gongchan akan terus ia simpan.” Aku menendang tong sampah yang ada di depanku.

***

“Sepertinya kau semakin dekat dengan gadis itu, siapa namanya?” Gongchan duduk di samping sahabatnya tersebut.

“Ri Young. Shin Ri Young.” Jawab Jinyoung sambil merampas colla Gongchan.

“Tapi dia bukan tipemu kan Hyung? Bukankah kau tidak suka gadis cengeng?” Baro menambahkan.

“Menurutmu dia bagaimana?”

“Ya, wajahnya tidak terlalu cantik. Tapi bisa dibilang cukup manis apalagi kalau tersenyum, dia juga..” Baro menghentikan kata-katanya ketika Jinyoung menjitak kepalanya.

“Aku tidak bertanya padamu hamtaro!” hardik Jinyoung. Baro hanya meringis kesakitan.

“Bagaimana Gongchan?” Tanya Jinyoung pada Gongchan yang sangat bahagia di atas penderitaan Baro.

“Menurutku dia tidak terlalu sepadan dengan mu. Tapi kalau kau sudah jatuh cinta padanya ya aku pasti akan dukung.” Gongchan tersenyum sambil menepuk-nepuk punggung Jinyoung.

“Maksudku pendapat pribadimu tentang dia.”

“Bwoo?” apa harus?” Gongchan terlihat bingung.

“Ahh, sudahlah tidak usah dibahas lagi.” Jinyoung melengos kesal.

“Cepat katakan sebelum terlambat. Nanti dia keburu direbut orang lho.” Canda Gongchan.

“Kau tahu siapa yang dia suka? Itu kau! Kau! Kalau kau mau merebut dia silahkan! Justru aku senang! Aku tidak mencintainya. Aku hanya berusaha membantunya untuk bisa menyatakan perasaannya! Kau tahu!” gumam Jinyoung sambil melotot pada Gongchan. Dalam pikiran Jinyoung kata-kata itu sudah ia keluarkan.

“Kenapa kau melotot seperti itu?” Tanya Gongchan dengan nada ketakutan.

Jinyoung menggeleng-gelengkan kepalanya, menepis semua khayalnya tadi. “Ahh, benarkah? Apakah ekspresiku barusan sangat mengerikan?” Jinyoung mengipas-ngipaskan tangannya sambil memandang ke sekitar sedangkan Gongchan hanya kebingungan dengan tingkah aneh sahabatnya itu.

***

*Jinyoung POV*

Sebenarnya aku tidak akan peduli siapa pun yang menyukai Gongchan. Terlalu banyak gadis yang menyukainya. Wajah yang tampan dan latar belakang keluarga yang terhormat menjadikannya idola sejak masih duduk di bangku SMP. Tapi gadis itu, gadis itu tidak bisa dibiarkan terus-menerus memendam perasaanya. Hidupnya tidak akan lama lagi. Ia mengidap kanker stadium akhir. Dokter memvonis hidupnya hanya tinggal dua bulan lagi. Drama sekali kelihatannya tapi memang begitulah faktanya. Satu-satunya keinginannya hanyalah ingin Gongchan mengetahui perasaannya. Sederhana memang, sesederhana ia menghargai cintanya. Aku bahkan tidak tahu apa alasanku mau repot-repot mengurusnya.

*END POV*

***

“Sung Young! Sung Young!” Teriak Jung Min. Tapi yang dipanggil sama sekali tidak menoleh.

JungMin menepuk pundakku dari belakang. Aku terlonjak kaget dan segera melepaskan headsetku.

“Kau mengagetkan ku saja Jungmin.” Kataku sambil mengelus-elus dadaku. Kulihat laki-laki yang berdiri di sampingnya. Ciih, untuk apa dia tersenyum.

“Benjolnya sudah mengempeskan noona?” Tanya Minwo sambil tersenyum.

“Aigooo! Senyum apa itu! Kenapa dia bisa tersenyum semanis itu.” Gumamku sambil menatapnya dingin.

“Noona masih marah yha?” tanyanya.

Aku mendelik dan bersiap untuk meninggalkan mereka.

“Chakkaman.” Teriak Jung Min.

“Wae?” tanyaku malas.

“Bisa berikan ini pada Jihye?” pinta Jungmin sambil menyodorkan sebuah kotak bekal.

“Hmmb, bekal?” tanyaku.

Jungmin mengangguk bahagia.

“Baiklah.” Jawabku singkat sambil berjalan dan memakai headset ku lagi.

“Hyung, kenapa sih Sung Young noona selalu marah-marah padaku.” Tanya Minwo sambil memperhatikan Sung Young yang berjalan menuju kelasnya sambil sesekali menyapa teman-temannya. Lihat, betapa ramahnya dia tapi kenapa padaku dia selalu marah-marah.” Gerutu Minwo.

“Haha, mungkin wajahmu itu menyebalkan.” Ejek Jungmin.

“Wajah Hyung lebih menyebalkan lagi!” Minwoo tidak mau kalah.

“Jinjaa?” Jungmin mengacak-acak rambut adik laki-lakinya yang hanya terpaut satu tahun dengannya.

*Sung Young POV*

Bagaimana bisa? Bagaimana bisa aku suka dengan No Minwo. Dia satu tahun lebih muda dariku. Aku tidak mau menyukai laki-laki yang lebih muda dari ku. Tidak mau! Memalukan sekali rasanya. Kenapa akhir-akhir ini aku jadi sering bertemu dengannya. Sepertinya dia ada di mana-mana. Kalau sampai aku bertemu dengannya terus bisa-bisa aku gila. Haah, ini lagi. Merepotkan saja si Jungmin itu. Dia yang menyukai Jihye kenapa jadi aku yang repot. Aku menggerutu sambil memandang kotak bekal yang tadi diberikan Jungmin.

*END POV*

“Jungmin memberikan ini untukku?” Tanya Jihye sambil meletakkan tasnya di meja.

Aku hanya mengangguk pelan.

“Aigoo, untuk apa?” protes Jihye.

Aku menjitak kepalanya. “Dia itu suka padamu Jihye, harus berapa kali sih aku mengatakannya padamu.”

“Darimana kau tahu?”

“Dia sendiri yang mengatakannya padaku.” Jawabku malas.

“Aku tidak percaya kalau bukan dia sendiri yang mengatakannya.” Sanggah Jihye.

“Whatever!” kataku kesal. Aku berjalan menuju ke luar kelas untuk membuang sampah makananku. Haa, harusnya aku tidak mematuhi peraturan untuk membuang sampah pada tempatnya. Karena sampah ini aku dipertemukan lagi dengan makhluk imut bernama Minwoo yang paling aku hindari saat ini.

“Noona.” Sapanya.

Aku hanya tersenyum terpaksa.

“Chakkaman.” Minwoo menarik tanganku.

Aku kaget dan segera menghempaskan tangannya.

“Mianhe. Aku hanya ingin bertanya apa aku pernah membuat kesalahan padamu sehingga kau selalu bersikap jutek padaku.” Tanyanya polos sambil meremas jemarinya.

“Ya, Tuhan pertanyaan apa itu? Bisa-bisanya dia berpikir seperti itu. Kesalahanmu adalah kau telah membuatku menyukaimu, menyukaimu!.” Gumamku dalam hati.

“Noona.” Panggilnya karena aku tak kunjung menjawab pertanyaannya.

Tiba-tiba bel berbunyi.

“Sudah ya, aku masuk ke kelas dulu.” Kataku sambil berlari kecil masuk ke dalam kelas.

“Tapi…” Minwoo memanggilku. “Haah, kenapa tidak menjawab pertanyaanku dulu sih.” Gerutu Minwoo sambil melirik ke dalam kelas.

***.

Apa-apaan ini. Dorm baru aku tinggal satu hari keadaannya sudah menggenaskan seperti ini. Bantal sofa bertebaran dimana-mana. Sampah berserakan di atas meja. Majalah-majalah dan DVD berserakan di lantai.

“Aish, apa yang dilakukan anak-anak ini.” Gerutuku.

“Taemin,Taemin.” Aku menggoyang-goyangkan kaki magnae shinee ini dengan kasar. Tapi dia masih tidak bereaksi juga. “Dasar kerbau!” batinku.

Aku berjalan menuju kamar member yang lain. Benar, mereka masih sangat setia di atas kasur mereka. Dengan terpaksa aku membereskan dorm yang sudah seperti kapal pecah itu. Setengah jam kemudian barulah para member sadar akan kedatanganku T_T

“Penyusup! Penyusup! Teriak Taemin sambil berdiri seperti orang kesetanan.

“Ada apa Taemin?” Minho datang terpogoh-pogoh diikuti dengan member yang lain.

“Lihat, ada penyusup masuk ke dorm kita. Dia telah mencuri DVD kita, majalah kita dan barang-barang yang lain.” Taemin histeris sambil menunjuk-nunjuk tempat barang tersebut sebelumnya berserakan.

Aku menjitak kepalanya. “Mana ada penyusup yang membersihkan ruangan.” Kataku sinis.

“Hyung? Sejak kapan kau pulang? Kenapa tidak membangunkan aku.” Kata Taemin sambil merapikan selimutnya.

“Aigoo, sudah setengah jam yang lalu aku sampai di sini. Aku juga sudah mati-matian membangunkan kalian. Tapi kalian masih sibuk dengan alam kalian masing-masing.” Protes Onew.

“Alam kami? memangnya kami alien.” Key duduk di sofa sambil menghidupkan televisi.

“Tanda tangani ini.” Perintahku pada Taemin sambil menyodorkan DVD Hwa Sook tadi.

“Untuk tetanggamu lagi yha hyung?” Tanya Taemin sambil mengambil DVD tersebut.

“Hmmb.” Aku mengangguk.

“Sepertinya dia tergila-gila sekali padamu Taemin.” Celetuk Jonghyun.

“Dia hanya sekedar ngefans saja.” Protesku.

“Jangan-jangan dia psikopat!” Jonghyun menebak-nebak.

“Sembarangan. Dia normal. Hanya kadar sukanya pada Taemin memang sedikit berlebihan.” Kataku.

“Benar itu, bilang saja Hyung cemburu padaku karena tidak ada yang pernah meminta tanda tanganmu kan?” ejek Taemin sambil memeletkan lidahnya.

Johyun segera melempar Taemin dengan bantal sofa yang dipegangnya.

“Jangan membuat dorm ini berantakan lagi!” teriak Onew.

Minhoo dan Key pun langsung tertawa terbahak-bahak melihat kedua hyung dan dongsaengnya itu dimarahi oleh Onew.

***

*Onew POV*

Sebenarnya aku tidak suka Hwa Sook begitu mengidolakan Taemin. Yaa, aku akui aku menyukai tetanggaku tersebut. Kepribadiannya yang begitu ceria dan selalu tersenyum pada semua orang membuatku tidak bisa berhenti memikirkannya. Aku ingin sekali menyatakan perasaanku padanya. Padahal tanpa harus aku nyatakan pun aku sudah tahu apa jawabannya. Ia pasti akan menolakku. Menolakku mentah-mentah karena yang ada di pikirannya itu hanya Taemin, Taemin dan Taemin. Sedikit pun  tidak ada celah bagiku untuk menyempil di pikirannya. Cinta seperti ini benar-benar merepotkan.

*END POV*

“Hyung, kenalkan aku dengan gadis itu.”pinta Taemin tiba-tiba.

Aku terkejut mendengarnya. Semua member pun terdiam mendengar permintaan Taemin. Aku berusaha semampuku untuk menutupi kecemburuan di wajahku.

***

One comment

  1. chyshinji · June 25, 2011

    Hwaaa… Sun Young lucu bgt… Suka ama Minwoo tp ngejutekin Minwoo… Hahaha,, ketawa pas nyeritain couple ini… Aigoo, Onyu sabar yaa,, hwaa Taem ga peka…

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s