Part 4 : Dormitory High School [The Last Story]

Tittle : Dormitory High School : The Last Story
Author: Ichen Aoi a.k.a Kim Seo Yeon
Cast : Donghae Super Junior
Lee Yeon Hee
Eunhyuk Super Junior
Kevin U-Kiss
Key SHINee

Song    :

Perfection and Knock Out Super Junior

Rising Sun by Dong Bang Shin Ki (DBSK)

Guest star : Kim Jonghyun SHINee, Kim Kibum Super Junior

Seisi pelajar di Domus Aurea High School dikumpulkan dihall sekolah. Mereka sedikit bingung karena OSIS sangat jarang menyampaikan pengumuman dengan cara begini kecuali jika ada hal genting atau hal yang sangat penting.

Seisi hall langsung sunyi ketika Donghae, Eunhyuk, Key dan Kevin menaiki panggung.

“Annyeonghaseyo~ maaf membuat kalian semua bingung dengan mengumpulkan kalian disini” Kevin tersenyum membuka pembicaraan.

Hall langsung berdengung. Donghae manatap lurus kedepan, membuat seisi hall kembali diam. Terlihat sekali kalau kekuasaannya adalah hal yang mutlak dipatuhi.

“Saya akan mengumumkan kalau mulai hari ini, anggota OSIS bertambah menjadi 5 orang. Dan inilah anggota baru kami” Eunhyuk mempersilahkan Yeonhee untuk tampil.

Melihat seorang yeoja bergabung dalam OSIS menuai protes. Bagaimana pun juga, yang bisa menjadi anggota OSIS di Domus Aurea High School adalah orang-orang yang memiliki keahlian khusus.

“Diamlah~ kami tidak meminta komentar kalian sama sekali” Key tampak tak senang.

Donghae membentangkan kedua tangannya lalu menatap 1.245 pelajar didepannya.

“Mulai hari ini kepengurusan baru OSIS telah terbentuk. Saya, Lee Donghae sebagai Ketua OSIS. Eunhyuk sebagai wakil ketua OSIS. Kevin sekretaris OSIS. Key adalah bendaharawan OSIS dan Lee Yeonhee mulai hari ini menjabat sebagai seksi umum OSIS yang akan mengurus segala permasalahan kalian. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih”

Donghae dan yang lainnya berbalik dengan penuh wibawa. Yeonhee masih dalam keadaan bingung.

“Donghae!”

Teriakan Jonghyun membuat Donghae dan anggota OSIS lainnya menoleh. Eunhyuk menatap namja itu dengan tatapan meremehkan.

“Yah! Kau sangat tidak  sopan dengan senior mu”

Teguran Eunhyuk membuat Jonghyun tersenyum kesal. Disampingnya telah berdiri sekutu sekaligus teman berandalnya, Kibum.

“Senior? Kalian pikir siapa diri kalian? Dewa?!” balas Jonghyun.

Seisi hall sama sekali tidak meninggalkan tempat itu. Mereka tertarik melihat apa yang sedang terjadi disana. Bagaimana tidak? OSIS Domus Aurea memiliki kedudukan tertinggi kedua setelah kepala sekolah disana.

“Ya dan kau hanyalah seorang hamba. Aku adalah raja kalian dan kalian adalah rakyat ku. jadi berhenti menentang keputusan ku, Kim Jonghyun” Donghae angkat bicara.

Semua ini makin membuat Yeonhee tidak mengerti. Siapa sebenarnya keempat namja dihadapannya itu. Se-spesial apakah mereka hingga mereka dengan sangat berani menyatakan diri sebagai dewa dan raja?

“Sudahlah! Tidak ada gunanya menentang OSIS. Lagipula selama ini keputusan yang mereka ambil selalu tepat dan bagus kok”

Celetuk salah satu penonton disana. Disambut anggukkan yang lainnya. Beberapa dari mereka malah menarik Jonghyun pergi dan meminta OSIS untuk istirahat kembali keruangan mereka. Donghae, Eunhyuk, Key dan Kevin melangkah dengan penuh karisma dan wibawa. Semakin menampakkan kalau mereka itu berbeda dan istimewa. Namun Yeonhee masih tidak mengerti dimana letaknya keistimewaan mereka.

***

Dua bulan kemudian di Ruang OSIS…

“Yeonhee, bagaimana menurut mu?” tanya Kevin sambil tersenyum dengan sangat manis.

“Apanya?” Yeonhee masih mengecek list-nya. Ia mengerjakan semuanya dengan sempurna dan amat sangat melelahkan untuknya. Dia sampai heran mereka berempat bisa bekerja sekeras itu. Namun mungkin hanya tiga orang saja, kecuali Donghae. Ia tidak memiliki kerjaan lain selain melakukan sesuatu dengan laptopnya.

“Menjadi anggota OSIS?” Key mendelik kearah Kevin dan Yeonhee mencoba menebak apa yang dipikirkan Kevin. Sementara  Kevin mengangguk.

“Oh… bagus juga. tapi aku tidak mengerti kenapa mereka membuat OSIS lebih mulia?”

Donghae mengalihkan perhatian dari laptopnya lalu menatap Yeonhee sambil tersenyum.

“Mudah saja. Karena kami istimewa”

*tok! tok! toktoktoktoktok!*

“Ya ampun ada apa lagi sih?”

Key membuka pintu dengan malas. Terlihat dua orang pelajar terengah-engah dan tampak sangat panik. Mereka langsung menghadap Donghae.

“Ketua! Gedung sekolah, sayap kiri kebakaran dilantai dasar”

“Mwo?!” Yeonhee kini ikutan panik. Namun air muka Eunhyuk, Kevin dan Key masih sama. Mereka masih bergumul dengan pekerjaan masing-masing.

“Kalian sudah coba padamkan?”

Mereka mengangguk sebagai tanda menjawab pertanyaan Donghae.

“Aku mengerti! Kalian kembali membantu yang lain. Susul aku! Eunhyuk, Kevin dan Key segera ke Domus Aurea sayap kiri”

Donghae membuka jendela. Lalu melompat dari sana. Membuat mata Yeonhee melotot saking terkejutnya. Sementara itu yang lainnya langsung mengikuti perintah Donghae. Mereka menyusul Donghae dan tentu saja lewat tangga.

Yeonhee mengintip keluar jendela dan melihat Donghae sedang berlari disana menuju bagian kiri sekolah. Donghae meninggalkan almamaternya. Seperti biasa, ia tidak mengancingkan kemejanya, itulah gaya khas Donghae.

“Ommmmoo~ inikan lantai empat!! Bagaimana bisa?? Ia tidak mati atau sejenisnya!!!”

Ditengah kebingungan Yeonhee rupanya Kevin kembali lalu menarik tangan Yeonhee.

“Kau harus membantu kami. Kau kan OSIS juga!”

Ia menarik Yeonhee keluar ruangan. Mereka bergegas menuju TKP.

Api sudah padam. Semua berkat instruksi Donghae. Para pelajar mengucapka terimakasih terutama club Kimia-Fisika, karena kebakaran ini disebabkan kegagalan tabung reaksi mereka yang meledak.

“Tidak apa-apa” Donghae tersenyum sangat tampan.

Inilah pertama kalinya Yeonhee melihat Donghae tersenyum dengan sangat tulus dan tatapan matanya begitu lembut. Ia memperhatikan sekelilingnya. Pelajar lain sangat menghormati keempat sahabat barunya itu.

Eunhyuk menepuk pelan bahu ketua club itu.

“Sudahlah. Aku tahu kalian akan butuh peralatan baru. Apakah ada yang tersisa?”

“Aniya”

“Kami akan memesan peralatan laboratorium yang lebih bagus untuk mencegah kejadian ini terulang lagi. Jadi kalian tenang saja ya, tetap lanjutkan aktifitas” Eunhyuk meyakinkannya.

Yeonhee sampai tidak percaya kalau si iseng Eunhyuk bisa juga bersikap seperti itu.

Membuat ketua club meneteskan air matanya.

“Ah~ terimakasih. Kalian memang OSIS yang luar biasa. Kami selalu mengagumi kalian”

“Aku sudah membuat list keperluan kalian agar Eunhyuk hyung bisa memesannya. Ini daftar yang baru saja aku buat, apa ada yang masih kurang?” Kevin menunjukkan notenya.

Kali ini Yeonhee dibuat kagum dengan kecepatan berfikir dan menulis Kevin. Ia semakin tidak mengerti, siapa sebenarnya mereka?

“Aku sudah selesai membuat anggaran biaya. Aku akan minta pihak bank membayar keperluan pembelian peralatan lab” Key terus mengotak-atik netbook berukuran 5 inci yang selalu dibawa-bawanya kemana-mana.

“Donghae, aku sudah mememesan barang-barang yang diperlukan lab, mereka akan tiba besok pagi. Jadi kalian semua bisa tenang”

Eunhyuk memberitahu yang lain.

“Kerja bagus!” ucap Donghae sambil tersenyum lagi. Eunhyuk mengacak rambut Donghae.

“Kerja mu juga selalu bagus”

“Iya! Hyung saaangat pandai mengatur segala hal” puji Kevin sambil tersenyum imut sekali.

“Hyung memang sosok ketua yang bagus!” Key tersenyum memandang Donghae. Yeonhee tampak sangat bingung namun Donghae langsung merangkulnya dan mengajak semua kembali keruangan OSIS.

***

Yeonhee meminta agar Donghae dan Eunhyuk pergi belajar dikelas yang seharusnya. Mereka berdua menyetujuinya.

“Lagipula ini cara yang bagus agar kita bisa lebih mengenal warga disekolah kita”

Dan akhirnya untuk pertamakalinya dalam tahun ini Donghae dan Eunhyuk duduk manis dikelas mereka mendengar penjelasan guru satu hari sebelum ujian akhir kelas tiga, besok. Biasanya mereka berdua hanya muncul saat ujian . hal ini membuat pengajar di Domus Aurea sedikit gugup.

“Sudahlah~ kami juga pelajar disini kan?” ucap Eunhyuk sambil tersenyum, memperlihatkan deretan gigi putih ratanya. Donghae hanya sibuk membuka-buka buku mata pelajarannya sendiri. Sang pengajar hanya mengangguk dengan gugup.

Jam istirahat…

Kali ini Yeonhee mengajak semua anggota OSIS kekantin sekolah. Membuat pelajar seisi Doumus Aurea High School tercengang.

“Sesekali makanlah makanan kantin” celetuk Yeonhee. Key dan Kevin menatap kagum pada Yeonhee, karena yeoja itu berhasil mengeluarkan singa dari kandangnya.

“Kau hebat!”  bisik Key pada Yeonhee.

“Butuh sedikit tenaga dan penjelasan panjang lebar” balas Yeonhee.

Donghae dan Eunhyuk memperhatikan menu dikantin lalu memilih salah satu menu termahal yang dinilai berkualitas oleh mereka. Sedangkan Yeonhee dan Kevin tidak bisa makan dengan tenang jika pelajar lain terus menatap mereka berlima dengan takjub.

“Kok rasanya tindakan ku salah ya?” bisik Yeonhee.

“Aku tidak bisa makan dibawah tatapan mereka” Kevin pasang tampang memelas.

Seorang pelajar menghampiri Kevin.

“Kevin! Kau sudah selesai makan? Bisa bantu club tenis? Kami kekurangan orang”

Kevin mempercepat makannya. Ia tersenyum lalu ikut pelajar tadi. “Aku duluan ya”.

Yeonhee mendekatkan dirinya pada Key.

“Memangnya Kevin bisa olahraga?”

Key tertawa pelan, “Kau ini! Kevin itu bisa segala macam olahraga. Dia itu juara olimpiade semua cabang yang ia ikuti”. Kali ini Key geleng-geleng kepala melihat keterkejutan diwajah Yeonhee.

Kali ini seorang siswa mengantarkan sebuah berita dari surat yang dipegangnya.

“Eunhyuk! Sekolah yang kemarin memukuli tiga pelajar sekolah kita menuliskan surat permohonan maafnya. Dan mereka tidak akan menuntut mu atas perkelahian yang lalu. Dan 10 orang diantara mereka masuk rumah sakit, tapi mereka mengakui kalau itu semua kesalahan mereka” jelasnya panjang lebar.

Eunhyuk tersenyum, “Kan sudah ku bilang. Mereka tidak akan berani menuntut”.

Yeonhee bingung ia meminta penjelasan Key (lagi).

“Kau ini lemot ya?? Hyung kemarin bertarung sendirian melawan 20 pelajar sekolah tetangga. Sebenarnya mereka menjebak hyung. Akibatnya 10 orang masuk rumah sakit” Key terus melanjutkan acara makan siangnya.

“Mwooo??! Sendirian?!” Yeonhee nyaris tersedak.

“Eunhyuk itu ahli beladiri di Korea” lanjt Donghae sambil tersenyum. Yeonhee nyaris saja kehilangan keseimbangan. Ia tidak menyangka kalau mereka benar-benar bukan orang biasa.

Satu hal yang belum ditemukan yaitu kehebatan dari seorang Kibum Key. Sedangkan Key sendiri sedang pergi menghadap guru. Yeonhee melanjutkan perjalanan bersama Donghae. Sedangkan Eunhyuk sudah pergi untuk menjengguk ke 10 korban pemukulannya.

“Lalu keistimewaan Key?” Yeonhee bertanya pada Donghae yang sibuk meminum cola kalengan yang ia peroleh dari salah satu perlajar dikantin tadi.

“Kau bisa melihat papan nilai kelas dua. Disana” Donghae menunjuk kearah kerumunan. Yeonhee segera bergabung dengan kerumunan itu sedangkan Donghae memilih menunggunya sambil bersandar pada jendela.

Yeonhee dengan susah payah menyeruak dikerumunan. Ia melihat daftar nilai disana. Oh ya, satu informasi lagi. Dipapan pengumuman nilai Domus Aurea High School tidak menyertakan nilai melainkan persentase. Untuk rincian nilai, pelajar bisa melihatnya diwebsite sekolah.

Daftar nilai pelajar tingkat dua Domus Aurea High School :

  1. Kim Kibum                 : 100%
  2. Woo Seung Hyun       :  93%
  3. Lee Yeon Hee             :  90%

“Mwoo?? Aku diurutan ketiga??” Yeonhee belum menyadari siapa diposisi pertama karena ia sibuk melihat nilainya sendiri. “Lalu siapa yang pertamanya sih??” Yeonhee menatap nama yang ada dibagian paling atas. “Key 100%!” Yeonhee langsung menghampiri Donghae denganc cepat.

“Oppa!! Apa-apaan nilainya Key itu?!”

“Dia pelajar dengan otak paling sempurna disini. Bahkan aku dan Eunhyuk hanya mampu mencapai nilai presentase 98%. Meski kami berada diurutan pertama dalam angkatan kami”

Penjelasan Donghae makin membuat Yeonhee tercengang.

“Kalian~ ahhh~ aku tidak tahu! Rasanya aku ingin mengundurkan diri saja!”

“Yeonhee, kau juga spesial kok. Kau satu-satunya siswi disekolah ini. Bukankah itu menakjubkan?” Donghae tersenyum bijaksana. Yeonhee hanya bisa diam. Sekamin lama ia semakin tidak bisa menolak aura seorang Donghae. Aura yang sangat kuat dan berwibawa.

***

Saat menjelang sore, semua kembali kearama.

Yeonhee masih sedikit lemas mengetahui kenyataan kalau keempat teman satu organisasinya bukanlah orang biasa. Namun masih ada yang belum ia mengerti, kenapa anggota OSIS hanya ada empat orang, ia tidak menghitung dirinya sendiri karena Yeonhee merasa tidak berbuat apa-apa meski ia seorang anggota OSIS.

“Annyeonghaseyo”

“Annyeong”

“Yeonhee ssi”

Yeonhee terus melemparkan senyumnya kesegala arah. Semenjak menjadi seorang bagian organisasi sekolah itu ia selalu disapa ramah dengan pelajar yang lainnya. Sangat berbeda dari sebelumnya, bahkan ia dianggap tidak ada.

Yeonhee menyipakan makan malam untuknya sendiri sambil membaca-baca buku pelajarannya. Sambil sesekali melihat tv dikamarnya. Daalam salah satu acara itu ia melihat liputan sebuah sekolah SMA yang sedang mengadakan festival tahunan. Muncul sebuah ide dalam benaknya.

*tok! tok! tok!*

Yeonhee membuka pintu dengan waspada. Ia masih sedikit trauma atas kejadian yang lalu.

“Taddaaa~” seru Eunhyuk dan Kevin berbarengan didepan pintu. Key dan Donghae hanya tersenyum . Yeonhee tersenyum lega.

“Ku pikir siapa! Dasar kalian ini!” gerutu Yeonhee sambil mempersilahkan mereka masuk.

“Wahh~ kau membuat makan malam!” Kevin dan Eunhyuk langsung merebut makanan yang disiapkan Yeonhee.”Yah! kalian ini!” gerutu Yeonhee kesal.

“Biar aku yang akan menyiapkan makan malam” Key mengambil alih dapur.

Donghae sejak tadi tersenyum memperhatikan mereka berempat. Ia menatap sekeliling ruangan itu. Benar-benar ruangan yang menunjukkan kalau pemiliknya adalah seorang yeoja.

“Ada keperluan apa kesini?” Yeonhee bertanya pada ke-empat namja itu sambil menyiapkan peralatan makan.

“Hanya ingin berkunjung” jawab Donghae singkat.

“Tidak juga, ku pikir kau merindukannya” celetuk Eunhyuk disambut cengiran Kevin.

“Me-merindukan siapa?” kali ini Yeonhee tampak gugup.

“Lee Yeon Hee” celetuk Key.

Donghae menatap ke-tiga namja itu dengan tatapan sedikit mengancam namun Eunhyuk malah tertawa terbahak-bahak.

“Hhaaa… ini pertama kalinya aku melihat seorang Aiden Lee gugup! Padahal aku sudah belasan tahun bersahabat dengannya”

Ucapan Eunhyuk membuat Yeonhee memperhatikan Donghae. Namja itu memalingkan perhatiannya. Wajahnya memang tidak merah namun sedikit pucat. Hal ini membuat Yeonhee tersenyum. Dan ia jadi ingat soal idenya.

“Oh ya, bagaimana kalau kita mengadakan festival terbuka untuk menarik perhatian pelajar putri. Bukankah itu cara yang ampuh? Sambil memperkenalkan Domus Aurea High School” usul Yeonhee mengundang perhatian anggota OSIS yang lain.

“Kau benar! Bagaimana Donghae?” Eunhyuk menatap Donghae dengan tatapan mohon persentujuan. Ia sangat ingin melihat para siswi berkeliaran disekolah mereka itu.

“Hyung! Ku rasa itu ide bagus” Kevin ikut nimbrung sambil membawa hasil masakan Key dibantu oleh Yeonhee.

“Bermanfaat juga sebagai iklan secara tidak langsung. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk mengadakan iklan dimedia cetak dan televisi” lagi-lagi Key mengeluarkan kemampuan hitung-menghitungnya.

“Baiklah. Kita bisa certak brosur dan poster lalu minta pada pelajar disini untuk menyebarkannya” Donghae menyetujuinya disambut teriakan bahagia yang lain dan mereka saling berpelukan bersama. Donghae cukup menikmati semua ini. Ia suka berada disekeliling sahabat-sahabatnya itu, membuat dia tidak merasa kesepian. Dia adalah anak tunggal yang berarti satu-satunya pewaris kekayaan Domus Aurea Commpany. Ia sadar benar, suatu saat ia akan kehilangan kebebasannya. Ia tidak akan bisa bermain-main seperti ini lagi.

Ia tidak akan menjumpai tawa, senyuman dan teriakan Eunhyuk, Kevin, Key dan Yeonhee. Suatu saat ia akan benar-benar sendirian didalam ruangannya yang megah sedangkan ia belum siap menghadapi semua itu.

***

“Perhatian! Mulai hari ini saya harap kita semua bisa fous untuk persiapan festival terbuka Domus Aurea High School. Untuk itu saya beritahukan kalau selama dua hari kedepan semua mata pelajaran dan kegiatan club ditiadakan. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih” suara Eunhyuk menggema diseantero sekolah.

Seperti biasanya juga, kecepatan kerja OSIS selalu memukau. Dalam waktu dua hari berita soal festival di Domus Aurea High School sudah menyebar keseantro Seoul dan sekitarnya. Bahkan perusahaan relasi dengan senang hati membuat iklan untuk Domus Aurea High School.

“Kalian ini siapa sih?” Yeonhee masih menggerutu sejak tadi. Campuran bangga dan bingung.

“Kami ini kan sahabat mu” jawab Eunhyuk singkat.

Sementara itu Kevin dan Key sedang asyik membantu pelajar lain dalam menyiapkan stand-dtand maupun panggung dan dekorasi lainnya. Mereka berdua memang sangat aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.

“Sebaiknya kita juga membantu” ajak Eunhyuk pada Donghae sambil membalas lambaian salah satu siswa yang sedang bergumul membuat dekorasi stand bazaar.

“Akan mencari konsumsi buat kalian semua dan aku akan membuat kue dalam jumlah sangat banyak. Jadi aku akan pinjam ruang club memasak” Yeonhee pergi.

Donghae dan Eunhyuk turut serta membantu yang lainnya. Ini adalah festival pertama Domus Aurea High School yang dibuat terbuka untuk umum. Sehingga antusias elajarnya sangat terlihat penuh semangat. Mereka akan mengubah image sekolah khusus putra itu menjadi sekolah umum.

***

Hari H, Festival Terbuka Domus Aurea High School…

Donghae mengajak Yeonhee jalan-jalan melihat seisi Domus Aurea. Terlihat jelas sekali kalau mereka semua menikmatinya.

“Ketua, kapan kita buka acaranya? Pengunjung sudah bersiap didepan gerbang” salah satu dari mereka mendekati Donghae dengan penuh semangat.

“Tenang saja. OSIS akan segera bersiap-siap” jawabnya sambil tersenyum manis.

Terlihat dari kejauhan lambaian Eunhyuk dan Key. Donghae dan Yeonhee menghampiri mereka menuju depan gerbang untuk membuka acara sekaligus penyambutan, namun ada yang kurang.

“Dimana Kevin??” tanya Yeonhee.

Sedetik kemudian dia sedang berlari sambil berteriak, dibelakangnya banyak siswa yang mengejarnya sambil membawa peralatan make up dan gaun perempuan.

“Aku tidak maaauuuu!!!” teriaknya berkali-kali.

Donghae, Eunhyuk, Key dan Yeonhee tertawa.

“Mianhae~ kapan kami diizinkan masuk?” interupsi salah satu pengunjung diluar gerbang.

“Ah mian~ kami akan segera mulai” Yeonhee tersenyum ramah.

Donghae berdiri paling depan didekat gerbang. Dibelakangnya berderet empat orang anggota OSIS lalu dibelakang mereka berderet pelajar Domus Aurea. Pintu gerbang terbuka. Donghae mengucapkan kata sambutannya.

“Selamat datang di Domus Aurea High School. Nikamtilah festival terbuka kami. Saya Lee Donghae sebagai ketua OSIS Domus Aurea High School mewakili semua pelajar disini mengucapkan terimakasih atas kunjungan kalian. Silahkan”

Berakhirnya sambutan Donghae disambut tepukan tangan lalu para pengunjung masuk kearea sekolah. Bahkan banyak siswi yang minta foto bersama dengan anggota OSIS namja. Yeonhee hanya tersenyum memperhatikan mereka semua.

“Kenapa sendirian?” tegur Minho, ia teman SMP Yeonhee.

“Minho ssi!! Sudah lama sekali kita tidak bertemu!” seru Yeonhee bahagia sambil memeluk Minho. Mereka berdua mengelilingi stand-stand.

“Yeonhee?” Donghae muncul secara tiba-tiba dibelakang mereka.

“Oppa~ perkenalkan, dia teman SMP ku. namanya…”

Yeonhee belum sempat menyelesaikan ucapannya namun Donghae langsung memotongnya.

“Saya Donghae. Mianhae, saya harus membawa Yeonhee pergi”

Ia langsung menarik Yeonhee pergi. Minho hanya tersenyum sambil mengangkat bahu.

“Oppa~ ada apa?”

“Aniya~ ah sudahlah! Kau bisa berkeliling dengan Kevin dan Key”

Donghae malah meninggalkan Yeonhee bersama dua namja cantik itu.

“Hyung kenapa?” tanya Kevin pada Yeonhee yang disambut gelengan kepala.

Lagi-lagi segerombolan siswa memburu Kevin.

“Kevin! Ayo coba pakai ini, kami sudah membuatnya susah payah untuk mu”

“Aku tidak maaauuuuuuuuuu!! Key tolong aku!!” teriak Kevin sambil berlindung dibelakang Key. Yeonhe memperhatikan mereka dengan seksama.

“Ku rasa kalian memang cocok jadi pasangan” celetuknya. Dan ini memberikan ide bagi semua pelajar yang sejak tadi memburu Kevin. Mereka bubar untuk sesaat lalu kembali membawa pakaian pangeran.

“Key! Pakai ini berpasangan dengan Kevin” teriak salah satu dari mereka.

“MWO?!” teriak kedua namja cantik itu bersamaan. Namun kali ini mereka tidak bisa mengelak. Yeonhee nyaris tertawa melihat pasangan pangeran dan putri itu.

“Apa yang kalian lakukan? Dimana Key dan Kevin” Eunhyuk datang tanpa menyadari sepasang orang didepannya.

“Hyung! Ini kami” ucap Key dengan sedikit kesal.

“Kevin! Kau… cantik sekali dan kau? Key? Ya ampun! Serasi! Aku harus beriitahu Donghae” Eunhyuk langsung berlari mencari Donghae. Yeonhee masih tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit karena kebanyakan tertawa.

Donghae dan Eunhyuk kembali. Bahkan banyak pengunjung yang mengabadikan foto pasangan itu dan beberapa dari mereka minta foto bersama.

“Key~ aku mau masa depan ku” keluh Kevin.

“Sudahlah terima saja jika masa depan mu harus dengan ku” jawab Key singkat.

Yeonhee langsung tertawa bersama yang lainnya. Donghae menoleh kearah Yeonhee. Ia tersenyum melihat yeoja itu tertawa dengan bahagia.

Ia menarik tangan Yeonhee dan membiarkan yeoja itu bersandar didadanya yang bidang. Yeonhee diam, ia gugup dan terkejut.

“Neoman barabondago naega jikyo julkkeyo (Hanya kamu satu yang akan ku lihat, aku akan melindungi mu)”

Ucapan Donghae membuat Yeonhee menatapnya dalam. Mereka belum menyadari kalau sekarang suasana benar-benar sunyi. Sampai Eunhyuk menepuk bahu Donghae pelan.

“Hei teman, bukankah kau baru saja menyatakan perasaan mu pada Yeonhee”

Donghae diam. Ia menatap Eunhyuk sejenak lalu menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Ia tampak gugup.

“Waeyo, hyung?” tanya Key memancing.

“Eh…” baru kali ini seorang Donghae kehilangan kata-katanya.

“Aku mau tahu, kenapa anggota OSIS hanya kalian?” Yeonhee mengadakan interuspi saking gugupnya. Semua tersenyum menatap Yeonhee termasuk pelajar disana.

“Karena OSIS adalah orang istimewa”

“Dan hanya mereka berempat yang istimewa”

“Dan kami yang memilihnya”

Pelajar disana tersenyum satu per satu. Pada dasarnya sekolah itu menetapkan system demokrasi untuk memilih pemimpin mereka sendiri. Hanya orang yang dianggap layak yang bisa menduduki kursi tertinggi, bukan hanya karena Donghae pewaris tunggal.

“Sebenarnya anggota OSIS selain kami ada sekitar 21 orang. Mereka adalah ketua kelas dikelasnya masing-masing” jawab Donghae singkat.

“Tapi kenapa kalian mengurusnya hanya berempat?” Yeonhee masih bingung.

“Siapa bilang? Surat-surat masuk itu awalnya ditampung oleh ketua kelas baru sampai ketangan kami” Kevin menjelaskan sambil tersenyum, membuatnya terlihat lebih cantik.

“Untuk pemberian barang-barang yang diperlukan kami menyuruh ketua kelas itu yang memberikannya langsung pada tiap anggota dikelasnya” Eunhyuk juga ikut tersenyum.

“Kami ini hanya sebagai pusat saja” Key sibuk melepas pakaian ribetnya.

Untuk pertama kalinya Yeonhee tahu mengapa OSIS sangat mutlak disana. Karena itu semua pilihan mereka sendiri. Ia kagum, sekolah yang isinya namja semua itu dapat mengatur manajemen sekolah sampai sedemikian rupa.

Salju pertama muncul dalam festival itu.

“Lihat! Indahnya” seru Kevin dengan senang sambil memeluk Key.

Eunhyuk menadahkan tangannya untuk menyentuh salju-salju itu. Beberapa sisiwi SMP menghampiri mereka berempat, tentu saja pakaian Kevin dan Key sudah kembali normal sehingga mereka bisa menemukan kembali kewibawaannya.

“Oppa, eonni~ apa kami boleh mendaftar disini tahun ini?”

“Tentu saja! Domus Aurea High School selalu terbuka untuk siapa saja” jawab Yeonhee dengan sangat riang. Disamping kiri kanannya ada Donghae, Eunhyuk, Kevin dan Key.

“Apa kami bisa foto bersama OSIS tahun ini?”

“Silahkan saja”

“Gomawo eonni, oppa”

*cklik*

***

Satu hari menjelang pesta kelulusan kelas 3. Dan pada akhirnya Kevin dan Key naik kekelas 3. Mereka berdua sudah kembali kekelas masing-masing sejak Yeonhee tahu kalau Kevin adalah seorang namja. Yeonhee sendiri kini duduk dikelas 2. Donghae mengajaknya pergi kekomplek belakang sekolah, disamping asrama ada sebuah pohon besar yang telah berdiri disana selama bertahun-tahun lamanya.

“Kenapa oppa mengajak ku kesini?”

“Yeonhee, aku akan segera lulus. Berarti kita akan berpisah”

“Aku tahu itu”

“Ada satu hal yang harus kau ketahui sebelum aku benar-benar bebas dari sekolah ini”

“Mwo?”

“Saranghaeyo~”

Salju pertama dibulan itu turun dengan perlahan. Yeonhee masih terpaku.

“Oppa…”

Donghae memeluk Yeonhee. Seragam musim dingin mereka sedikit melambai karena tiupan angin. Mereka tidak menyadari kalau Kevin, Key dan Eunhyuk menguping sejak tadi. Ketiganya saling berpelukan erat.

“Aish! Kenapa kalian memelukku?” protes Kevin.

“Karena diantara kami hanya kau yang feminine dan menyerupai wanita” Key pasang tampang innocent disambut anggukan Eunhyuk.

“Yah! Seenaknya saja ya!!” Kevin langsung mengadakan protes dan melepaskan mereka berdua kemudian berlari kedalam gedung sekolah Domus Aurea High School. Key dan Eunhyu takut ketahuan Donghae dan Yeonhee, mereka ikut lari menyusul Kevin.

Dan tahun inilah awal dimulainya kehidupan Domus Aurea High School sebagai sekolah umum. Dan sebuah legenda sekolah tercipta dimana sekolah itu kedatangan seorang siswi satu-satunya yang menjelma menjadi putri sebuah kerajaan Boys Kingdom. Donghae pun diberikan kebebasan. Ia mewarisi segalanya namun ia bisa menyisihkan waktunya untuk mengunjungi Yeonhee, Key dan Kevin. Sementara itu, Eunhyuk mengurus kantor pusat kedua milik Domus Aurea High School. Satu hal yang perlu kalian ketahui, Eunhyuk adalah sepupu jauh Donghae.

-END-

Mianhae~ lagi-lagi muncul ff gak jelas hHaaa…

Maklum saja~ author cepet bosenan dan terus-terusan pingin buat cerita baru J

Sejujurnya author cemburu berat Yeonhee deket-deket Donghae oppa!! Hue… andai maincastnya diri ku. Pasti ada adegan kissu kissu wkwkwk…

See you all… ^^

8 comments

  1. sung ji soo · July 14, 2011

    nasib kevin gimana ??

    • idolfanfiction · August 3, 2011

      Aku juga gag tahu nasib kevin..
      Hanya Tuhan yang tahu
      #plak! ;p

  2. nhunun chagiya kimkibum suju · July 19, 2011

    wahhhhh.. End’a keren bangetdd !!!
    Emang, auth0r’a daebak sangatddlah🙂

  3. mutkyu · March 8, 2012

    hyaa~~
    ending.a keren ><
    hmm.. legenda sekolah yg dimana disana hanya ad seorang siswi,, ak emang suka cerita ginian,, wkt tu jg pernah nemu komik yg tema.a gini maka.a jd suka cerita kayak gini..
    author, ni gak ad sequel.a kah?? sequel dong thor, jebal #puppy eyes

  4. Lola · August 12, 2012

    Huaaa keren keren crita’a🙂
    Daebak thor !

    oh ya jdul sequel’a apa thor ?

    • idolfanfiction · August 12, 2012

      sequel ke-2 Domus Aurea Romance
      sequel ke-3 Aurea Love

      • Lola · August 12, 2012

        Oke deh , Gomawoyo thor🙂
        trs berkarya ya , Fighting !

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s