SeoKyu – My Beautiful Dream [One Shoot]

Cast :
Kyuhyun ‘Super Junior’
Seohyun ‘SNSD’
and other

Length :
One shoot

Author :
Shin Rae Na (Kansa Ahsani Maf’ula)

Song :
In My Dream by Super Junior

Point Of View :
Cho Kyuhyun

NB :
Terinspirasi dari In My Dream, tapi ada sedikit perubahan. Karena kalau sama, hasilnya sedikit. Tidak apa-apa kan readers?
Kkkkkk~
Mian kalau kurang mengesankan juga. Semoga para readers tersayang meninggalkan jejak disini *Amiiinnnnnnn….*
RCL please..
*****
“Oppa..”

Suara lembut itu menghampiriku kembali. Suara orang yang kucintai. Orang yang selama 1 tahun ini ku rindukan. Seohyun, dialah orangnya. Dia menghampiriku sekarang. Dia membelai lembut pipiku. Aku merasakan air mataku mengalir.

“Oppa.. Kenapa menangis? Aku disini oppa~”

“Seohyun, ku mohon jangan pernah tinggalkan aku lagi. Kau tahu, aku sangat mencintaimu. Kau tahu kan?”

Kali ini aku benar-benar tidak bisa menahan air mataku untuk keluar. Aku memeluk erat Seohyunku itu. Dia menangis. Dia menangis sangat keras. Tubuhku bergetar mendengarnya menangis.

“Waeyo Seohyun?”

“Mianhamnida oppa..”

*****
*kring! kring!*

Benar! Aku bermimpi tentang Seohyun kembali. Sudah 1 tahun Seohyun pergi meninggalkanku. Sudah 1 tahun aku merindukannya. Sekarang, aku hanya bisa bertemu dengannya dalam mimpiku. Selalu sama! Bantalku basah karena air mataku yang terus mengalir. Saat aku bermimpi, aku rasa aku tak ingin bangun. Aku hanya ingin terus tidur dan bertemu dengan Seohyun. Aku tak ingin melepaskannya untuk kedua kalinya. My love~

“Aissh~ Cho Kyuhyun! Cepatlah bangun, ini sudah pukul 6 pagi. Kau akan terlambat!”

“Ne hyung~”

Siapa lagi kalau bukan Ryeowook hyung? Orang yang merawatku semenjak kedua orang tuaku pergi. Hanya Ryeowook hyung yang menemaniku dan menyemangatiku untuk hidup. 1 tahun lalu Seohyun pergi, aku hampa. Namun masih ada orang tuaku yang menyemangatiku. 4 bulan setelah itu, kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan pesawat. Lantas, apa alasanku untuk hidup? Nothing~ Namun, setelah aku hidup bersama Ryeowook hyung, aku mulai berpikir siapa yang akan memakan masakan Ryeowook hyung? Siapa yang akan bermain game bersama dengannya? Siapa yang akan menjahili tetangga bersama dengannya? Demi Seohyun dan kedua orang tuaku juga Wookie hyungku yang menginginkanku untuk terus hidup, aku akan terus disini hingga aku bertemu dengan Seohyun, Appa dan Umma nanti~
*****
Di meja makan..

“Hyung, bolehkah aku bercerita tentang sesuatu?” Tanyaku pada Ryeowook hyung yang sedang sibuk menata makanan di meja makan

“Ne. Mwoya?” Tanya Ryeowook hyung santai

“Apakah aku merepotkan hyung? Ini adalah apartemenmu hyung. Kau membiayai hidup sendiri. Aku hanya menumpang disini. Apakah aku merepotkan?” Tanyaku sambil menunduk

Seketika Ryeowook menatapku lekat, “YAH! KAU CHO KYUHYUN adalah adik angkatku. Aku sudah menanggapmu sebagai dongsaengku. Arraseo? Jangan berbicara seperti itu”

“Jinjja hyung? Aku senang hyung. Karena hyung tidak merasa terbebani” Ujarku

“Ne. Baiklah, sekarang makanlah dan cepat bersiap-siap. Kita akan berangkat ke kampus bersama” Ujar Ryeowook hyung sembari duduk di kursi sampingku

“Ne hyung~” Aku mengangguk

Aku dan Ryeowook meneruskan makan kami. Setelah sarapan pagi, aku dan Ryeowook hyung berangkat kuliah. Kebetulan kita kuliah di satu universitas yang sama.
*****
Sesampaiku di kampus..

“Kyu, aku nanti ada sedikit urusan dengan panitia penyelenggara perpisahan. Kau bisa pulang dulu atau bisa menungguku. Hubungi aku nanti, annyeong~” Pamit Ryeowook hyung padaku dan berlalu meninggalkanku.

“Ne hyung” Jawabku tersenyum

Aku berjalan ke kelasku. Berjalan sambil menangis. Lorong ini adalah lorong dimana Seohyun menungguku. Lorong dimana tempat Seohyun menjitak kepalaku karena telat menemuinya. Lorong dimana aku dan dia pertama kali bertemu. Aku terdiam sejenak. Ku pandangi tulisan yang ada disana, ‘SeoKyu Forever’ itulah kata-kata yang terpampang jelas di tembok. Aku ingat. Itu tulisan Seohyun saat hubungan kita baru 1 bulan berjalan. Namun, takdir itu berkata lain. Seohyun pergi meninggalkanku. Aku terus berjalan. Aku tidak membelok ke arah kelasku. Aku terus berlari menuju ruang praktek musik. Aku berjalan pelan menghampiri piano. Aku ingat lagi, saat aku bermain piano bersamanya dan juga bernyanyi bersamanya. Aku mengirimkan pesan pada Ryeowook hyung.

To : Wookie hyung

Hyung, aku ada di ruang praktek musik. Ku tunggu kau disana..

From : Kyuhyun

Kututup flip ponselku. Kumasukkan kedalam saku dan aku mulai menyentuh piano itu. Ku bentuk nada yang seseuai dengan lagu yang akan kunyanyikan untuk.. Seohyunku.

Geunyuhga doraoneyo, mianhadago haneyo

Iksookhaeddhun geuriwoon geu songillo uhroommanjyuhyo

Nal boneun ansseuruhn noongil, deugo shipduhn geu moksori

Dajunghage ujen woolji mallaneyo

Nuhi nae poome aneumyuhn sarajyuh buhrigo

Noonmoori helleuh begaereul juhkshimyuhn

Nan geujeya jamesuh ggaeuhyo

Achimeun neul iruhke.. My love~

Yuhngwuhnhi idaero jamdeulgil baraedo

Yuhjunhi geunyuhro ggaeuhnado..

Dashineun kkomkkoji ahnkreul baraedo,

Oneuldo geunyuhro naneun jami deul sooga issuh~

Aku mulai menangis. Aku benar-benar tak ingin jauh dari Seohyun. Orang yang kucintai selama ini. Bahkan, sampai sekarang tak ada yang bisa menggantikan Seohyun di hatiku. Aku lelah. Aku lelah menangis. Ku putuskan untuk memejamkan mataku dan bertemu dengan Seohyun. Semoga aku bisa memeluknya lagi. Semoga aku bisa menyentuhnya lagi. Lelapkan tidurku Tuhan.. Jangan bangunkan aku. Jangan bangunkan aku untuk selamanya~
*****
“Oppa..”

Suara Seohyun. Dia ada disini. Kubuka pelan mataku, perlahan aku melihat seorang yang kucintai. Dia tersenyum. Sangat manis sekali. Ku peluk tubuhnya. Aku ingin sekali menangis karena memeluknya sangat dingin. Badannya dingin.

“Seo~ aku merindukanmu. Berjanjilah kau akan selalu disampingku”

“Oppa, kau masih memilikki seorang kakak yang menyayangimu. Dia masih ingin kau ada di sampingnya. Aku tak mungkin membawamu pergi sekarang”

“Tapi..”

“Oppa, percayalah padaku. Aku akan menunggumu disini oppa..”

“Saranghaeyo Seohyun~”

“Nado saranghaeyo oppa..”

“Aku berharap, aku terus tidur selamanya. Aku terus bersamamu. Aku tidak ingin bangun!”

“…”

Dia diam tanpa jawaban. Dia tersenyum padaku. Dia memegang tanganku erat.

“Apakah aku harus berjanji padamu oppa? Aku berjanji akan menunggumu disini. Sekarang, kembalilah oppa”

“Seo~ jangan pergi jagiya.. Jebal jagiya”
*****
“Kyu! Bangunlah~”

Aku terbangun. Ternyata Ryeowook hyung sudah ada di hadapanku. Dia memandangiku karena air mataku mengalir. Dia terheran padaku. Kemudian dia duduk disebelahku.

“Kyu, setiap kau bangun dari tidurmu kenapa kau selalu menangis seperti itu? Apa kau bermimpi buruk?”

Ryeowook hyung tampak khawatir denganku. Dia tampak sangat sedih melihatku seperti ini. Paboya!

“Ani hyung. Aku tidak bermimpi apapun. Mungkin itu sudah kebiasaanku terbangun dengan banyak tetesan air mata”

“Jinjja? Arraseo~ ayo kita pulang”

“Kajja hyung!”

Aku berlari sambil menggandeng Ryeowook hyung keluar dari ruang praktek musik. Aku terus berlari hingga sampai di gerbang masuk universitas. Ryeowook hyung tampak terengah-engah begitu juga denganku. Kau sangat kekanakan Kyuhyun! Kkkkkk~

“YAH! Kyu, kau membuatku haus siang ini. Kenapa berlari seperti orang kesetanan?”

“Mianhae hyung~ aku hanya ingin segera pulang dan tidur agar aku bisa bertemu dengan Seohyun”

Aku tahu, ini hanyalah khayalanku. Yang membuatku semakin jatuh cinta adalah arwah Seohyun. Tapi, hanya itu yang dapat membuat hatiku tenang. Walaupun Seohyun hanyalah hayalan yang tak mungkin bisa terwujud, aku tetap bahagia. Aku tetap bahagia karena aku masih mencintainya begitu sebaliknya. Seohyun masih mencintaiku. Buktinya, dia pernah berkata bahwa dia masih menungguku disana. Aku memang sudah gila karena Seohyun.

Tanpa kusadari aku sudah sampai di rumah. Aku sibuk bertengkar dengan pikiranku sendiri. Aku memasukki kamarku. Memandangi foto Seohyun yang tersenyum manis yang menempel di dinding. Ku pandangi foto itu dalam. Aku duduk di pinggiran ranjang. Memori otakku berputar. Seakan memutar kembali film masa lalu. Tiba-tiba pikiranku berhenti pada kejadian saat kematian Seohyun. Seohyun meninggal tepat di depan mataku.

> FLASHBACK

1 tahun lalu, pasca kematian Seohyun di rumahku..

*tok! tok! tok!*

“Oppa~ aku datang”

Suara itu! Suara orang yang paling cantik sedunia. Suara orang yang kucintai. Ya! Dia adalah kekasihku, Seohyun namanya. Hari ini, dia berjanji akan datang ke rumahku karena dia sedang bosan di rumah. Aku ingin menjemputnya, tapi dia tak mau. Dan sekarang dia sudah datang.

“Ne, jagiya~”

*kreekkk*

“Oppa..”

Tunggu dulu. Kenapa dia memelukku? Dia menangis. Seohyunku sedih? Ada apa dengannya? Apakah dia sakit? Semua pertanyaan berkeliling di kepalaku. Tangisannya sangat keras. Ada apa dengan Seohyunku?

“Seo~ waeyo?”

“Oppa.. Apa oppa menyayangiku?”

“Seohyun-ah~ waeyo? Tentu jagiya, tentu aku menyayangimu. Ani.. Tapi mencintaimu”

“Selamanya?”

“Ne”

Apa-apaan ini? Kenapa dia bertanya tentang hal yang sudah tentu ada buktinya. Jelas aku mencintainya untuk selamanya. Hari ini Seohyun tampak aneh sekali. Ada apa dengannya?

“Waeyo Seohyun? Kenapa kau bertanya tentang hal yang sudah pasti seperti itu?”

“Aniyo oppa..”

Dia melepaskan pelukkanya. Raut wajahnya tampak sedih dan dia terlihat.. pucat! Ya, pucat. Bahkan sangat pucat. Apakah dia sakit? Mollayo~

“Gwenchana Seohyun-ah?”

Dia meengangguk pelan dan memelukku sekali lagi. Masih dalam keadaan menangis. Namun kali ini aku merasa tubuhnya melemah. Dia tampak sudah tak kuat berdiri lagi.

*bruk!*

Benar dia terjatuh kelantai. Dia masih melingkarkan lengannya di leherku.

“Mianhe oppa~ aku tak bisa menemanimu lagi. Mianhe..”

Dia memejamkan matanya perlahan dan tak bersuara lagi. Aku menggoyangkan badannya, berharap dia masih ada dan tersenyum padaku. Namun, NIHIL! Seohyun tak bergerak. Denyut nadinya pun tak terasa detakannya. Aku menangis. Aku menangis sangat keras. Aku baru sadar. Dia kemari ingin berpamitan denganku sebelum dia benar-benar pergi meninggalkanku. Dia membawa kertas diagnosa dokter yang menyatakan bahwa dia mempunyai penyakit kanker otak yang sudah akut. Kenapa dia tak bercerita padaku? Seohyun-ah~ betapa bodohnya namja di depanmu ini.

“Paboya~”

Masih kupeluk jasadnya. Aku masih tak rela melepaskannya. Aku masih ingin melihat senyum manjanya padaku, aku masih ingin menikmati sentuhan tangan lembutnya, aku masih ingin mendengarnya tertawa, aku masih ingin dia ada disisiku untuk selamanya..

> END FLASHBACK

Ku rebahkan badanku di kasur. Aku mengerjapkan mataku yang basah karena air mata. Aku menangis mengingat kejadian itu. Kejadian dimana diriku merasa sangat bodoh. Bodoh karena tak mengetahui apa yang dirasakan oleh kekasihku sendiri. Seo, kalau nanti aku tertidur kembali dan bertemu denganmu, aku tidak akan mau terbangun dari mimpiku itu. Aku akan terus menemanimu. Haaaahhh…!! Aku mengacak rambutku frustasi. Rasanya aku sudah ingin menyusulnya sekarang.

“Kyu, gwenchana?”

Tiba-tiba Ryeowook hyung datang. Sontak aku terbangun. Ku hapus air mataku. Ryeowook hyung menghampiriku dengan raut wajah yang sangat cemas. Apa karena melihatku?

“Gwenchana?” Ryeowook hyung bertanya sekali lagi padaku. Aku hanya menjawab dengan sebuah anggukan yang lemas.

“Ne hyung. Aku baik-baik saja. Aku hanya teringat.. Ah! Sudahlah, aku tak mau mengingatnya lagi. Aku semakin mengharapkannya kembali” Jawabku sembari menundukkan kepalaku. Aku tak ingin memperlihatkan wajahku yang sangat cengeng ini pada Hyungku.

“Seo?”

Sontak aku mengangkat wajahku. Menatap hyungku. Apakah dia bisa membaca pikiranku? Begitukah? Ahh! Molla..

“Seperti itulah hyung..” Aku mencoba mengelak. Aku harus mencari topik lain untuk dibicarakan. “Hyung, aku ingin ke toko buku. Bolehkah?”

“Pasti. Hati-hati Kyu..” Ujarnya menatap lekat padaku. Aku mengangguk, mengambil jaketku dan keluar rumah menuju toko buku. Ku hirup udara luar. Err.. Sangat sejuk! Ku mulai berjalan menyusuri trotoar Kota Seoul yang tak pernah sepi. Setelah sampai di tempat yang ku tuju, tanpa pikir panjang aku masuk dan memilih beberapa buku. Namun, aku melihat seseorang yang sangat familiar di benakku. Ya! Dia SEOHYUN!

“Seo?”

Sepatah kata yang keluar dari mulutku. Aku memandang yeoja di depanku dengan lekat. Dia tersenyum. Tuhan, jangan bangunkan aku sekarang. Aku tak ingin bangun. Aku masih ingin bersama Seohyun. Bersama orang yang kucintai itu.

“Kau kembali? Benar-benar kembali padaku?”

Dia terdiam. Sedetik kemudian ia menangis. Aku terkejut. Aku ingin menghapus air matanya. Namun, tanganku di tepis begitu saja olehnya. Setelah itu dia berlari keluar toko. Aku mengikutinya dari belakang. Aku tak memandang orang sekitarku. Tanpa kusadari..

*brrrraaakkk!*

Orang-orang menghampiriku dan menolongku. Aku memandang Seohyun di seberang. Dia tampak menjauh.

TES!

TES!

TES!

Air mataku tak tertahan. Bukan karena luka hasil dari tabrakan tadi. Tapi karena.. SEOHYUN! Dia pergi tanpa menoleh padaku. “Seohyun..” Sebuah nama yang sangat ku cintai. Setelah itu entah apa yang terjadi padaku. Semua gelap!
*****
“Oppa..”

Suara yang selalu membuat malamku berwarna, suara yang selalu membuatku tersenyum, dia kembali.. Seohyun, kau kembali baby?

“Seo..” Panggilku pelan. Dia menghampiriku dan memelukku hangat. Terasa ada air yang membasahi bahuku. Seo menangis? Wae?

“Wae baby? Kenapa kau menangis? Aku disini. Aku tak akan meninggalkanmu baby.. Jeongmalyo~”

HENING

Tak ada kata apapun yang keluar dari mulut Seohyun. Sepatah katapun! Hanya terdengar isakan tangisnya yang semakin menjadi saat tanganku mengelus kepalanya sayang. Dia mengeratkan pelukkannya padaku. Seakan dia tak ingin melepaskanku.

“Oppa, kau harus pulang. Ryeowook oppa mencemaskanmu. Kau harus bangun oppa, ppali!” Dia mengeluarkan suaranya pelan. Hampir tak terdengar. Namun, indera pendengarku cukup bisa mendengar suara indahnya itu. “Ayo oppa, pergilah! Aku pasti menunggumu. Hari ini bukan waktu yang tepat untuk kau menemaniku disini. Ayo oppa pergilah..”

TES

TES

TES

Air mataku tak bisa kutahan. Dia menungguku? Jinjja? Saranghae Seohyun.. Jeongmal saranghaeyo~
*****
“Kyu.. Kyu..” Panggil seseorang yang sudah pasti itu adalah Ryeowook hyung. Omo! Bukankah tadi aku bertemu dengan Seohyun? Mimpi lagikah diriku? Aiissh..

“Kyu, syukurlah kau sudah sadar dari komamu. Merasa baikkan?” Tanya kembali. Aku mengangguk. Namun aku masih bingung. Ku pandang Ryeowook hyung. Seakan mataku berkata, ‘Aku koma? Berapa lama?’. Dan Ryeowook hyung seperti tahu bahasa mataku padanya.

“Ne. Kau koma selama 3 jam lalu. Kau tertabrak mobil di jalan saat kau pergi ke toko buku. Kau tidak ingat?” Cemasnya padaku. Aku terdiam. Aku ingat! Aku ingat kenapa aku ada di sini. Ini rumah sakit! Tadi aku mengejar Seohyun. Aku tak memperhatikan jalan dan.. Aku tertabrak. Aku sadar, yang ku kejar bukanlah Seohyun tapi adalah arwahnya. Huhh.. Aku akan turuti perkataanmu. Toh, kau menungguku kan? Saranghae..
*****
Aku bermimpi indah. Sangat indah, sehingga membuatku tak ingin bangun..

Aku bermimpi cinta. Cinta yang sangat suci, sampai aku tak mau melepaskannya..

Dia, hanya dia yang mampu membuatku gila

Hanya dia yang mampu membuatku menangis tak berdaya

Dan hanya dia yang dapat membuatku merasakan bahwa aku adalah orang berharga

Walapun aku berharap tak bermimpi kembali, tapi aku ingin tidur selamanya seperti ini. Karena hanya dengan ini aku mampu melihatmu tersenyum bahagia dan tulus padaku. Hanya dengan ini aku dapat merasakan pelukkan hangat darimu. Dan hanya dengan ini aku…aku…aku bisa merasakan kau masih ada untukku. Ada untuk menjaga dan mencintaiku selalu.

Saranghae..

THE END

22 comments

  1. yunaloveshi · July 23, 2011

    woahhhh…..
    So Sad…… sampe nangis bacanya….hiks….hiks….hiks….

    kyuhyun kasian di tinggal seohyun……

    kyuhyun juga romantis banget…………………..

    author…..jjang…..
    sering-sering buat FF seokyu yahh…..

    • ahzania · August 2, 2011

      hehehe..
      gamsahamnida chingu!
      saya juga bingung ching, saya adiskah??
      pasti!
      ff SeoKyu masih dlam proses..

  2. Nilam · July 29, 2011

    Oh chingu…. Kenapa ga hepi…๐Ÿ˜ฅ
    kasian kyu nangis terus๐Ÿ˜ฅ
    kukira bakal nyusul seo๐Ÿ™„

    • ahzania · August 2, 2011

      hbis sesuain lgunya dgn critany..
      gag kuat klo kduany gag ada..
      hehehe..

  3. Agnantha · July 30, 2011

    sedih bner nih ff..
    ngebayangin kalo ada di posisi kyu. Abis ditinggalin pacar, ditinggalin orangtua..
    :””((((

    overall, nice ff chingu!!๐Ÿ˜„

    • ahzania · August 2, 2011

      smoga gag terjadi sma kta smua chingu!
      gamsahamnida..

  4. tti-o-ppi · July 31, 2011

    hiks..
    nangis bacanya..

    • ahzania · August 2, 2011

      udah chingu..
      jgan nngis..
      smile..

  5. ahzania · August 2, 2011

    gamsahamnida udh mau bca chingudeul..
    *trharu*

  6. kyuwon · November 14, 2011

    hiks…hiks..๐Ÿ˜ฅ
    lengkap banget penderitaan kyu,,, tp untung da hyung wookie,,
    g bisa ngebayngin klo stiap bangun tidur mata jadi berat karna bis nangis, truz pas bangun keinget ma mimpi yg tadi pasti jadi nangis lagi deh…๐Ÿ˜ฅ

    seokyu forever

    • ahzania · November 14, 2011

      bkin sedih yah chingu?
      kekeke~ mianhae..
      aku gag bkalan setega itu sma Kyuhyun. ksihan dya..๐Ÿ˜€

    • ahzania · November 14, 2011

      mianhae bkin sediihh..๐Ÿ˜€
      aku juga gag bakalan setega itu sma Kyuhyun. ksihan~
      gomawo udh mw bca^^

  7. Evahyun · January 1, 2012

    Ommoooooo..
    Kyuppaaa..
    Tidur aja selamanya biar ketemu Seohyunnie teruus.
    Huehehehehe

  8. Yoorin matsu · January 29, 2012

    Sedih ceritanya T_T
    kenapa seonya mati?? tapi keren ko chingu. top deh ^^

  9. estherinochi511 · November 30, 2012

    Sedih bacanya thor T.T author nyentuh bgt kata-katanyaa

  10. lee princess bbuing · December 2, 2012

    speechless.. sedih bangeeett..

  11. ChoSeoHyun · January 11, 2013

    huaa sedih ffnya
    kyu brharap bgt buat trus brsma seo
    gk ngebayangi klo ada di posisi kyu
    nice ff

  12. silvy · March 15, 2013

    huuaaaa. .
    akku sampe nangizz bacana. .
    to twiitt banedt. . ๐Ÿ˜ฅ

  13. nadannelda · March 16, 2013

    aisshhh cerita yang menyayat hati..
    bagus thor bagusss๐Ÿ™‚

  14. Park Ra · June 18, 2013

    Woaw. . .co cweat banget sih, . .kyuhyun oppa yg sabar ya. . .
    Daebak cingu. . . ,

  15. salma wires4ever fpd · February 28, 2014

    kasihan kyuhyun appa q,ditinggal seohyun eomma,,, hiks hiks,

  16. XH CUAP CUAP · March 8, 2014

    Ah bagus. Menydhkan. Bcanya smbl nangis.

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s