Sent Your Wish in 1999 [Part 2]

Tittle : Sent Your Wish in 1999

Author: Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi

Cast :
Kim Taeyeon SNSD
Kim Jong Woon/Yesung Super Junior
Lee Jin Ki/Onew SHINee
Alexander Lee Eusebio/Xander U-Kiss
Kim Jaejoong DBSK/JYJ

Suport Cast :
Lee Sunkyu/Sunny SNSD
Kim Heechul Super Junior
Cheondung /Thunder MBLAQ
Super Junior, SNSD, U-Kiss and SHINee
—-
Hari ini Sunny main kerumah Taeyeon dengan alasan belajar bersama. Semua menyambut yeoja imut itu dengan hangat namun tidak dengan Taeyeon yang malah tampak malas sekali menemui sahabatnya itu. Dia tahu kalau tujuan utama Sunny adalah oppa-nya yang maha rese dan mengesalkan itu.

“Sunnyyy… Kenapa sih harus pakai acara kesini segala?” keluhnya sambil menghempaskan dirinya disofa, disamping Sunny. Yeoja imut itu sibuk melirik kesana-kemari mencari sosok Jaejoong yang menjadi alasan utamanya berkunjung hari itu.

“Mana Jae-oppa?”

“Mwoo?? Kau memanggilnya seolah dia sesuatu mu saja!”

Taeyeon menyalakan tv dan langsung menayangkan acara live wawancara DBSK. Sudah jelas sekali disana langsung terpampang wajah si Jaejoong dan para member yang lainnya termasuk Yoochun sangsaenim. Taeyeon terbelalak melihat gurunya ternyata seumuran dengan kakaknya sendiri.

“Heh?? Itukan Yoochun sangsaenim! Kenapa bisa jadi member DBSK?”

Sunny langsung menyemburkan air minum yang sedang diteguknya dengan amat sangat terkejut. Ia menarik bahu Taeyeon agar menatapnya.

“Hey baboya! Bagaimana bisa kau baru mengetahui hal ini sekarang huh?!”

“Aku kan tidak pernah menonton acara tv yang ada si jail itu. Aku malas melihatnya ditv sedangkan setiap hari aku harus melihat wajah menjengkelkan itu dirumah”

“Kau ini! Kalau aku jadi kau, aku akan sangat bersyukur memiliki oppa setampan dia!”

Sunny langsung focus kembali ke tv sedangkan Taeyeon menggerutu tidak jelas sambil menatap tv rumahnya dengan jengkel.

***

Aku ingin kalian meramalkan masa depan ku dengan Jaejoong oppa _Lee SunKyu_

Sunny melipat kertas itu lalu memasukkannya kedalam sebuah amplop. Ia menatap locker 1999 dengan sedikit tegang lalu memasukkannya lewat lubang panjang kecil disana. Locker itu selalu terkunci rapat. Kemudian entah kapan surat itu akan diambil. Karena mereka tahu locker itu sudah menjadi kosong saat menjelang pagi. Tapi tak seorang pun yang tahu siapa yang dengan rajin mengambil surat-surat itu lalu mengirimnya ke Magic Corp.

Sunny melangkahkan kakinya dengan ringan dan bersenandung riang.

*bruk!*

Ia menabrak Kim Jong Woon, senior super misterius disekolahnya. Sunny tampak memucat dan kakinya lemas sehingga ia tidak bisa lari menghindari seniornya itu.

“Mi… Mian… Mianhae” serunya terbata-bata.

Jong Woon menatapnya dengan kesal. Namun ia tidak bicara apapun sampai Taeyeon datang dan membantu Sunny berdiri. “Kau tidak apa-apa Sunny?” tanya Taeyeon dengan khawatir dan mendelik kearah Jong Woon. Sunny mengangguk dengan lemas.

“Kau tidak macam-macam dengan teman ku kan, oppa?!” serbu Taeyeon tanpa pandang bulu.

Jong Woon tersenyum sedikit meremehkan, “Kau pikir aku kurang kerjaan sampai harus melakukan hal yang aneh pada teman mu ini huh?” dia berlalu sambil melambaikan tangannya yang disambut tatapan marah Taeyeon.

“Awas saja kau nanti! Suatu saat nanti aku akan pegang kelemahan mu Jong Woon oppa” ucap Taeyeon pelan namun Sunny masih dapat mendengarnya. Ia menatap sahabatnya itu dengan tatapan putus asa dan tidak percaya.

***

Jam makan siang telah tiba, seperti biasa Taeyeon selalu membawa bekal yang disiapkan eommanya atau oppanya itu. Sunny pun selalu dibawakan bekal oleh Taeyeon. Orangtuanya menganggap Sunny adalah saudara Taeyeon karena mereka sangat dekat dan akrab.

“Ini untuk mu! Pagi ini eomma menyiapkan bekal dan Jae-oppa yang menatanya dikotak bekal” Taeyeon menyodorkan satu kotak bekal berwarna pink pada Sunny yang menyambutnya dengan tatapan dan ekspresi riang gembira.

“Yah! Ini dari eomma dan appa??? Huuuaaa… aku merasa sudah direstui dan dinantikan”

*pluk!*

Jitakan Taeyeon mendarat dikepala Sunny yang langsung meringis dan mengusap-usap kepalanya itu dengan tatapan nanar. Disaat yang kurang kondusif ini Jin Ki datang dengan banyak makanan Korea dinampannya yang baru saja ia beli dikantin. Oh ya, meski pun membawa bekal, seluruh pelajar Jaeju High School harus memakan bekalnya dikantin, agar kelas tetap terjaga kebersihannya.

“Anyyeonghaseyo noona neomu yeppo~”

*plak!*

Kali ini sebuah tissue melayang kewajah Jin Ki yang tak lain dan tak bukan adalah hasil dari bidikan Taeyeon yang menatapnya dengan sangar.

“Jangan ganggu acara makan kami! Arraseo??”

“Haduuhh~ Taeyeon-ssi, bisakah kau bersikap amat sangat ramah pada ku?”

“Aniyo!”

“Terserahlah” Jin Ki pasrah namun tetap duduk dihadapan kedua yeoja yang mulai menatapnya dengan tatapan tidak percaya kenapa-namja-yang-baru-saja-ditolak-kehadirannya-itu-masih saja duduk bertengger manis dihadapan mereka sambil nyengir-nyengir gaje pula.

“Yah! Kenapa kau masih duduk disini huh?” Sunny menunjukkan ekspresi siap santapnya.

“Aku kan…”

Jong Woon datang menghampiri mereka bertiga. Hal ini membuat Sunny dan Taeyeon menahan nafas dan pasang tatapan nanar.

“Jangan-jangan ini karena kelakuan kita tadi?” bisik Sunny pada Taeyeon.

“Memangnya akan segawat ini ya jika berurusan dengannya?” tanya Taeyeon balik.

Sunny mengangguk dengan ekspresi ketakutan-setengah-mati-nya. Alih-alih menatap dua yeoja yang sudah pasang wajah memelas dan miris itu, Jong Woon malah menoleh kearah Jin Ki. Ia menarik nafas perlahan saat melihat dongsaeng-nya itu sibuk melahap ayam goreng sambil nyengir kearahnya.

“Kau ini kenapa sih Jin Ki?” Jong Woon sudah mengeluarkan suaranya.

“Menikmati makanan nomor satu terenak dan paling bergizi se-dunia. Hyung kan tahu karena hal itu aku jadi kekurangan makan yang berarti aku kekurangan gizi hingga otak ku mulai lelah bicara dengan mereka yang selalu mampir dilantai 10. Hyung mau?”

Jin Ki malah menyodorkan sepotong paha ayam dihadapan Jong Woon. Namja itu malah geleng-geleng putus asa melihat tingkah dongsaengnya itu.

“Cepat habiskan makanan mu. Kau tahukan kalau Astro King bisa menelan kita hidup-hidup jika kita tidak segera kesana memenuhi panggilannya? Jadi cepatlah! Aku akan menunggu mu…” Jong Woon diam sesaat melirik dua yeoja dihadapannya yang sejak tadi menatapnya dengan tatapan anak-tikus yang siap dilahap kucing buas.

“Disini saja” Jong Woon langsung duduk disamping Jin Ki tepatnya dihadapan Taeyeon. Ia beralih mengamati ekspresi keddua yeoja itu.

“Kalian kenapa memandangi ku dengan tatapan seperti itu? Tenang saja aku tidak akan membunuh kalian jika bukan dalam keadaan yang terdesak. Kebetulan hari ini aku sedang tidak mood untuk melakukan hal sesadis itu. Jadi, aku tidak akan memutilasi kalian dan menjadikan kalian daging-danging cincang” meskipun ucapannya begitu tapi yang keluar dari ekpresinya adalah tatapan tajam dan aura berbeda yang kontan keluar dari dirinya.

“M… Mwo… Mwo?” Sunny terbata-bata sambil bangkit dari duduknya dan menarik Taeyeon pergi dengan kecepatan tinggi. Jin Ki langsung tertawa dan tawanya membahana keseisi kantin dan membuat Jong Woon terpaksa membekap mulutnya dengan telapak tangannya. Sebenarnya penghuni kantin ingin menimpuki Jin Ki dengan garpu jika seandainya saja disana tidak ada si Jong Woon aura mistis bersamanya.

“Hyung, ucapanmu taid keterlaluan! Bagaimana bisa kau mendapati seorang kekasih huh?”

Mata Jin Ki berair akibat tawanya yang sulit distopnya tadi sehingga membuat Jong Woon harus menjejalkan segelas jus jeruk ketenggorokkannya hingga ia tersedak dna berhenti tertawa.

“Sudahlah~ cepat habiskan makanan mu itu. Atau kau mau ayam goreng mu itu ku berikan pada Hanbum, kucing tetangga lantai 13?” ancaman Jong Woon berhasil membungkam mulut Jin Ki yang tadi siap-siap meledek hyungnya itu, lagi.

“Aniya hyung~ aku tidak mau ayam goreng ku menjadi santapan kucing milik Kim Heechul hyung! Aku belum siap menghadapi kenyataan pahit akan takdir ayam goreng yang seharusnya ku nikmati dengan perlahan ini….” kata-kata Jin Ki terputusa saat melihat tatapan siap membunuh milik Jong Woon yang membuatnya makan dalam diam.

***

Xander kali ini keluar dari Magic Corp untuk menikmati udara segar. Ia telah diberi izin oleh penghuni lantai 13 itu. Ia menelusuri pinggiran Sungai Han berharap mendapati jejak-jejak menyenangkan yang bisa membuatnya mengetahui apa tujuannya bergabung dengan perusahaan yang seolah mengekang kebebasannya itu.

“Dasar Astro King gila! Dia ini menganggap ku pajangan atau apa sih? Masa aku tidak diizinkan kemana-mana tanpa sepengetahuan dia?! Aku juga heran sih, kenapa dia tidak pernah keluar dan sama sekali tidak pernah menunjukkan wajahnya itu. Dia itu namja yang aneh sekali. Bahkan aku saja belum pernah melihatnya padahal kan aku tinggal naik satu lantai saja” gerutuan Xander rupanya didengar oleh Yesung dan Onew yang kebetulan lewat untuk pergi ke Magic Corp.

“Yesung hyung? Onew?” Xander melirik jam tangannya. “Lho? Bagaimana bisa kalian berkeliaran dijam sekolah begini? Apakah Jaeju High School itu sudah tidak waras hingga membiarkan dua pelajarnya berkeliaran disini?”.

Yesung pasang wajah suram sedangkan Onew masih sama, dengan ekspresi cerianya yang amat sangat aneh itu.

“Kau lupa siapa pemiliknya? Si Astro King psyco itu! Dia meminta kami pergi ke Magic Corp sedangkan kau berkeliaran tidak jelas disini” keluh Yesung sambil menendang kerikil-kerikil jalanan yang terpelanting kemana-mana itu.

“Tapi aku senang kok sejenak bebas dari jam sekolah” Onew mengembangkan senyuman yang tuampuan dan manisnya minta ampum seribu ampun itu! Yesung mendelik kesal.

“Itu karena pada dasarnya kau sudah cerdas! Jadi jangan samakan aku dengan mu”

Ucapan Yesung mengundang tawa Xander yang terbahak-bahak sambil memegangi perutnya itu. Onew dan Yesung menatapnya bingung.

“Itu kan secara tidak langsung hyung mengaku kalau hyung lebih babo dari anak kecil ini!” ia menunjuk kearah Onew yang langsung pasang wajah sumringah minta ampun karena berhasil membuat hyungnya mengakui kehebatan otak segitiga bermudanya, otak mematikan dengan kecerdasan ruaar biasa maksudnya. Hheee… *asyiknya memuji suami sendiri! Wkwkwk*.

“Apa maksud perkataan mu Xander dan apa maksud senyuman mu itu Onew?????”

Tatapan membunuh sukses membuat Xander dan Onew lari tuntang lantung menghindari kejaran Yesung yang membabi buta itu.

Sementara itu si Astro Pro lantai 13 mendesah cemas dan bingung sambil berbisik pelan, lebih kepada dirinya sendiri.

“Kemana ketiga manusia babo itu?! Berkeliaran tidak jelas lagi, sepertinya”

***

Sunny eberjalan dengan was-was menuju locker 1999. Ia melihat secarik kertas selebaran yang tertempel disana. Memberitahukan urutan kedatangan para pelanggan ke Magic Corp. ia mencari namanya kesana kemari dan ternyata namanya ‘Lee SunKyu’ ada diurutan ke-125. Itu berarti ia akan sangat lama sekali untuk menanti jawaban para Astro untuk meramal masa depannya dengan Jaejoong oppa. Ia mendengus kesal dan sedih. Saat menoleh kebelakang dengan seketika ia terkejut mendapati Taeyeon yang menatapnya penuh selidik.

“Yah! Sedang apa kau didepan locker penipu itu?”

Sunny tahu pasti kalau ia bilang pada Taeyeon soal keinginannya untuk diramalkan bersama oppa kandung sahabatnya itu, ia pasti akan kena ceramahan yang pastinya bisa lebih panjang dari pada ceramahan Siwon, salah satu talent SM Ent yang kebetulan dikenalnya lewat cerita-cerita Jaejoong. Ya, Sunny terbiasa dengan semua cerita Jaejoong tiap ia pergi kerumahnya. Alih-alih kesal karena cerita Jaejoong yang amat sangat panjang lebar, ia malah menikmati saat-saat itu. Dimana ia bisa menatap wajah Jae-oppa dan mendengar suara seksinya itu *mian readers, daku tak kuasa untuk tidak memuji suami-suami ku Hhee…*

“Aniya~ aku hanya sedang iseng saja membaca nama-nama ini” tunjuk Sunny pada selebaran disana. “Ternyata ada juga pelajar dari sekolah lain”. Ia tersenyum menatap Taeyeon yang pasang wajah curiga kemudian ia membawa Taeyeon pergi dari sana sebelum sahabatnya itu tahu kalau namanya tertera juga disana.

“Sudahlah~ ayo pulang! Tapi ketoko es krim dulu ya?”

“Ok! Tapi kau temani aku juga ketoko coklat ya, Sunny?”

“Beres!”

Mereka melangkah keluar gerbang sekolah. Tanpa menyadari ada seorang namja yang mengawasi mereka dengan degupan jantung yang kencang.

“Nyaris saja aku ketahuan!” ternyata dia adalah Lee Jin Ki alias Onew. Kemudian membuka resleting tasnya dan membuka locker 1999 sambil memasukkan surat-surat yang bejubel ketasnya dan tak lupa mengerutu pelan, “Kenapa tidak Yesung hyung saja yang ambil sih!”

***

Sudah satu minggu berlalu, dan nama Lee Sunkyu kini naik jadi urutan ke-50.

“Hufh masih lama ya? Padahalkan aku hanya ingin tahu bagaimana masa depan ku dengan Jae-oppa. Hanya itu saja kok, tidak lebih”

Ia menarik nafasnya dalam dan nafasnya itu nyaris terhenti saat menjumpai sahabatnya, Kim Taeyeon sedang menatapnya terperangah dan berusaha mencerna kalimat yang masuk menelusup ketelinganya yang semula dia pikir salah dengar itu.

“Kau… Lee SunKyu kau baru saja meminta pembual melihat masa depan mu dengan oppa ku?? yah! Kau ini sudah berapa kali harus ku beritahu sih kalau Magic Corp dan peramalnya adalah…”

“Pembual?”

Ucapan Taeyeon terputus saat melihat siapa yang datang. Jong Woon, senior beraura aneh di Jaeju High School. Seperti biasa juga, disampingnya ada Jin Ki yang entah kenapa betah dan tahan berlama-lama disamping manusia misterius itu.

“Annyeonghaseyo~” sapa Jin Ki sambil melambai dan menunjukkan senyuman khasnya yang menawan itu. Sunny dan Taeyeon membalas lambaian Jin Ki yang disambut kerutan alis Jong Woon lalu melirik kebelakangnya dan ternyata Jin Ki sudah bertengger manis dibelakangnya itu. Ia kembali mendelik tajam pada Taeyeon.

“Bisa kau hentikan soal menyebut mereka itu pembual. Setidaknya tidak kau ucapkan didepan ku ataupun didekat ku dalam jarak pendengaran ku”

“Mwo?! Kau pikir kau ini siapa huh?! Oppa?! Berhenti bersikap sok senior dan menindas yang lain dengan aura aneh mu itu!”

Taeyeon menatapnya dengan keji. Diluar dugaan, Jong Woon malah mendesah nafas panjang.

“Rupanya Kim Jae hyung, tidak mengajari mu tatakrama ya?”

“Apa maksud mu dengan Kim Jae hyung?! jangan panggil oppa-ku seolah kau mengenalnya”

Taeyeon dapat merasakan kalau tanduknya keluar tanpa diminta. Jong Woon mendelik dan memasang wajah tanpa ekspresinya yang biasa.

“Semua yang kau sebut pembual itu dapat melihat dan mendengarkan sesuatu yang tersembunyi meski hal itu jauh didasar hati dan pikiran mu. Jin Ki! Kita pergi sekarang!”

Jong Woon berjalan dengan cepat melewati Taeyeon dan Sunny. Semantara itu Jin Ki mengekor dibelakang Jong Woon sambil membuat ekspresi tatapan yang seolah bicara ku-mohon-maafkan-hyung-dia-memang-begitu. Lalu berlalu bersama hyungnya itu.

“Apa-apaan namja aneh itu!” gerutu Taeyeon yang disambut anggukkan Sunny.

“Kau juga! seenaknya saja percaya pada hal-hal begitu. Kalau kau mau pergi ke Magic Corp, jangan sekali-kali kau ajak aku!”

Taeyeon pergi meninggalkan Sunny yang masih terbenging ria. “Yah!” teriaknya kemudian saat tahu dia ditinggal begitu saja oleh Taeyeon dan berlari untuk menyusul sahabatnya itu.

***

Deg! Deg! Deg!

Suara degupan jantung maha dashyat itu adalah milik Sunny yang saat ini sedang melangkahkan kakinya dengan gemetar. Ia memilih peramal dilantai 11 yang terkenal kalem, mungkin ia akan merasa tenang jika orang kalem dan pendiam yang meramalnya, bukan namja periang dilantai 10 ataupun peramal yang suka bercanda dilantai 12, sedangkan sakunya tidak mampu membayar peramal dilantai 13.

“Annyeonghaseyo~” sapanya saat membuka pintu dan mendapati seorang namja berjubah dan karisma peramalnya mencuat dan berkilauan kemana-mana. Tampaknya namja itu sedikit tersentak lalu sedetik kemudian kembali kedalam ekspresi datarnya yang tersembunyi dibalik cadar tipi situ.

“Lee SunKyu, menurut surat mu kau minta kami meramal mu dengan seseorang bernama Jaejoong kan? Cepat kemari dan pilih tiga kartu yang tersebar didepan mu”

“Ne!” dengan segara Sunny memilih kartu-kartu didepannya dan diam-diam berusaha menatap menembus cadar tipi situ. Karena rasanya ia pernah mendengar suara itu tapi entah dimana. Ia memberikan tiga kartu yang dipilihnya itu kepada siperamal.

“Ah~ aku sudah membaca ketiga kartu ini. Kau bisa bahagia bersamanya kalau kau rela jika dia menomor duakan mu. Karena kelak akan terjadi hal yang sangat mengejutkan pada orang yang paling ia sayangi. Dan dia akan mencurahkan segala perhatian serta nyawanya untuk orang itu dibandingkan dirimu. Semuanya terserah mu mau pilih yang mana, aku hanya menatap kedepan saja. Silahkan~ pelanggan lain sedang menungguku”

Sunny cemberut lalu keluar ruangan sambil memikirkan kata-kata permal itu. Namun ia baru menyadari sesuatu hal yang mengganjal disana. Benar sekali! Suara itu amat sangat tidak asing untuknya. Kata-kata tajam itu juga sangat familiar ditelinganya. Tapi, siapakah dibalik jubah itu?

***

(Song : Not Young – U-KISS)

Taeyeon terpaksa pulang sendiri karena Sunny bilang akan mampir ke Magic Corp sedangkan oppanya sedang ada acara tv. Jika Taeyeon bersikeras minta jemput maka ia harus menunggu sampai sore. Kali ini ia memutuskan untuk pergi (lagi) kepinggiran sungai Han untuk mencaari pelukis jalanan yang mungkin saja tertarik untuk memberikannya lukisan secara gratis. Ia juga tertarik untuk sekedar membeli balon dan kembang gula disana.

“YAH!! Kau yeoja yang berseragam disana!”

Teriakan seseorang membuat Taeyeon menoleh dan ia mendapati namja yang kemarinan itu tidur dikursi langganannya. Namja itu berlari kearahnya dan pasang wajah sumringahnya bukan main.

“Yah!! Yeoja-ssi neomu yeppo~ aku mencari mu kemarin. Kau kan sudah tahu kalau nama ku itu Alexander Lee Eusebio. Dan siapa nama mu?” ia bicara dengan sangat lancar namun kemudian terengah-engah dan sibuk mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal.

“Taeyeon. Kim Taeyeon”

“Kim Taeyeon? Kok rasanya aku pernah dengar ya?”

Xander berusaha mengingat-ingat siapa gerangan yang sudah membuat nama yeoja didepannya itu terasa familiar, namun ia tetap tidak menemukannya.

“Jjinja?”

“Aniyo~ mungkin aku salah”

Taeyeon mengangguk pelan sambil mencari-cari pelukis baik hati. Xander menatapnya dengan lembut lalu tersenyum manis.

“Kau mirip yeoja-dongsaengku. Manis dan cantik” Xander menyadari tatapan curiga Xander dan langsung melanjutkan ucapannya, “Hei! Aku tidak punya maksud yang aneh-aneh, aku hanya sedang merindukan dongsaengku itu”

Kemudian Taeyeon mengangguk dan tersenyum. Xander tiba-tiba saja menunduk. Ia teringat kembali akan adik angkat yang sangat disayanginya itu. Dan itulah yang menjadi alasan dia berada di Magic Corp sampai saat ini.

***

2 comments

  1. ffimagination · August 5, 2011

    Lnjut chingu

  2. deandreart · August 8, 2011

    Huhuhu~ yesungie-oppa~ walaupun tatapannya serem kenapa tetep aja sukaa bangett~ kkk~

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s