It Should Be Nine [Part 1]

Title : It Should Be Nine Part 2

Author : Kansa Ahsani Maf’ula
and Alfabeta

Main Cast :
Jessica SNSD
Donghae Super Junior
SNSD Members
Ashley (Kang Seo Young)

Support Cast : SM Town Artist

Note :
Annyeonghaseyo~
Saya author RaeNa cuma mau bilang, kalau FF ini saya buat berdasarkan ide cerita kakak saya. Dia yang punya cerita, saya yang ngetik ceritanya. Happy reading..
*****

Suara riuh pesawat selalu terdengar di sekitar bandara, diiringi derapan langkah orang lalu lalang kesana dan kemari. Bandara Incheon yang tak pernah sepi. Terlihat seorang yeoja cantik berambut hitam legam bergelombang, berkulit putih. Sungguh cantik. Menggiring koper berwarna pink dengan tangan kirinya. ‘Jessica Jung’, nama yang tertera pada kopernya. Berdiri tegak. Melepas kacamata hitamnya dan tersenyum manis. Mengedarkan pandangan pada seluruh penjuru bandara.

“Aku kembali. Aku kembali lebih cepat, 2 tahun dan bukan 3 tahun. Lama ternyata aku meninggalkan tempat ini. Aku merindukan negara asalku, Korea Selatan” Bergumam pelan. Tanpa ia sadari, air matanya mengalir di pipinya. Tersenyum miris. Mengambil ponsel yang ada pada saku jaketnya. Menatap wallpaper ponselnya, 9 yeoja cantik yang tersenyum manis. Air matanya semakin deras. “Mianhae..” Pelan. Berujar pelan hampir sama seperti bisikan. Suaranya nyaris tak terdengar sama sekali. Ia menghapus air matanya, kembali melangkahkan kakinya. Menelusuri lobi bandara. Matanya menangkap sebuah poster besar, ‘SNSD’ kata yang terlulis disana. Ia mulai menghitung member yang ada diposter itu. Satu, dua, tiga..
“8 member?” Ia kembali menitikkan air matanya, menatap poster jumbo itu dengan tatapan nanar. “Ini memang kenyataannya Sica. Tak ada foto Jessica disitu. Kau sudah meninggalkan mereka. Kenapa kau tak sadar kalau kau yang meninggalkan mereka Sica?” Tangisannya semakin pecah.
“Kenapa unnie menangis?” Tiba-tiba, seorang yeoja menghampirinya. Jessica tersentak kaget. Memakai kembali kacamata hitamnya. Jessica menggeleng cepat. Menatap kembali poster yang ada didepannya. Yeoja itu mengikuti arah pandangan Jessica. “Kita merindukan Jessica Unnie. Member SNSD yang lain berkata bahwa Sica Unnie akan segera kembali bersama SNSD. Dia harus tahu, bahwa SONE menunggunya kembali” Ujar yeoja itu sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Jessica.

“Benarkah kalian menungguku?” Ia memutuskan untuk duduk dibangku bandara. Hanya terdiam tak bergeming. Bergulat dengan perasaan dan pikirannya sendiri.

-Flash Back, 2 Years a go-
“Oppa, apa oppa bahagia dengan hidup oppa sekarang? Menjadi seorang.. ” Jessica menggantungkan kata-katanya, menarik nafas. Gugup, sangat gugup. “..menjadi seorang artis yang otomatis menjadi sorotan publik. Oppa bahagia?” Lanjutnya diiringi kekehan keras dari namjachingunya, Donghae.
Ya! Namjachingu. Lee Donghae member dari Boyband terkenal, Super Junior adalah kekasih dari Jessica Jung. Hubungan mereka menginjak 1 tahun dan yang harus diketahui.. Semua orang tak tahu tentang hubungan cinta antara Jessica dan Donghae. Mereka berdua masih merahasiakannya pada siapapun termasuk keluarga, fans, SM Entertainment selaku management mereka. Bahkan! Member SNSD dan Super Junior tak ada yang tahu, hanya mereka berdua saja.
Donghae manatap Jessica sambil tersenyum, “Tentu saja aku bahagia. Ini adalah impianku dan appa. Walaupun kadang aku merasa jengkel dengan pekerjaan ini, aku akan tetap bertahan. Untuk keluarga, fans dan Super Junior. Kenapa kau bertanya hal konyol seperti itu? Ada masalah?”
‘Banyak oppa! Sangat banyak! Andai oppa tahu itu, aku menderita’ Pikir Jessica dalam hati. Jessica hanya tersenyum. “Aku akan pergi oppa. Oppa bersedia menungguku?” Ujar Jessica pelan. Berhasil membuat Donghae membulatkan matanya tak percaya dengan perkataan Jessica.
“Jangan pernah bercanda Sica. Kau pasti berbohong! Hahaha..” Tertawa keras. Membuat Jessica memasang wajah tersenyum dengan errr.. Terpaksa! Jessica hanya diam memandangi wajah Donghae yang tertawa. Tampan.. Sangat tampan. “Jangan mencoba membuat lelucon, ini sama sekali tidak lucu tau!” Mengapit hidung Jessica gemas. Tawa keras keluar dari mulut mereka berdua. ‘Mian oppa, aku akan tetap pergi. Tunggulah aku’ Gumam Jessica. Ia pendam dalam hati. Hanya ia yang tahu, cukup dirinya saja.
*****

At SM Entertainment Building..
“Hari ini aku harus segera pamit. Harus!” Gumam Jessica pelan. Jessica berjalan menyusuri bangunan SM Entertainment. Hingga ia sampai pada ruangan Lee Soo Man, pemilik SM Entertainment. Tok! Tok! Jesscia mengetuk pintu itu pelan.
“Siapa?”
“Ini Jessica, ahjussi”
“Masuklah..”
Jessica mulai melangkah masuk. Ditatapnya sang ahjussi yang tersenyum padanya. Lee Soo Man menyuruh Jessica agar duduk dikursi yang ada didepannya. Jessica menggangguk. Jessica menarik nafas dan mulai menceritakan masalahnya kali ini. Ingin pergi, yaa.. Itu saja!
“Ahjussi, saya lelah. Saya ingin berhenti menjadi member dari SNSD, saya ingin menjadi Jessica Jung bukan Jessica SNSD. Saya merasa jenuh dengan semuanya ahjussi. Ahjussi bisa pecat saya sekarang atau saya akan segera mengurus surat keluar dari sini. Saya hanya ingin berhenti ahjussi..” Walaupun sedikit gugup ia memberanikan dirinya untuk berbicara pada Chairman atau Ketua SM Entertainment. Lee Soo Man hanya mengangguk mengerti.
“Aku tahu masalahmu ingin pergi. Managermu sudah menceritakan masalahmu akhir-akhir ini. Aku akan memberikanmu libur. Kau harus pergi ke University of Boston Theatre Design and Production, kau akan di trainning disana. Kau bisa memperdalam kemampuan dance, menyanyi, akting dan yang lainnya” Ujar Lee Soo Man dengan santai. Jessica masih menimbang sesuatu. Ia bingung. Terima atau tidak? Jujur, ia sangat menyayangi SNSD. Tapi kali ini dia sakit, dia lelah sekali.
“Tapi.. Saya ingin pergi meninggalkan semuanya. Saya tidak ingin kembali lagi” Pelan. Menunduk, tak berani mengangkat wajahnya menatap Lee Soo Man. Mendengar pernyataan Jessica, Lee Soo Man hanya terkekeh pelan.
“Kau pasti akan kembali, dan kau harus kembali. SNSD membutuhkanmu. Mereka menyayangimu dan aku tahu kau juga menyayangi mereka. Berjanjilah kau akan kembali dan tampil dipanggung bersama member SNSD yang lainnya” Akhirnya Jessica hanya mengangguk. Air matanya menetes. “Sudah, jangan menangis lagi. Kau bisa ambil barang-barangmu. Aku akan hubungi Jinyoung managermu untuk mengantarkanmu ke bandara. Dan satu lagi, jangan pernah ceritakan pada siapapun tentang kepergianmu ini” Kembali mengangguk, tak membuka mulutnya. Tak mengucap satu katapun. Hanya diam, dan menurut. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia berat. Berat meninggalkan keluarga, SNSD, Korea dan seluruh orang yang dicintainya. Tapi, ego dan rasa jenuhnya berhasil mengalahkan perasaan itu. Ia tetap akan pergi.
“Mianhae chingudeul.. Mianhae..” Terisak pelan. Menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Berjalan gontai menuju dorm SNSD.

Ckleekk..

Jessica membuka pintu itu pelan. Ia tak punya tenaga. Untunglah, dorm ini sedang sepi. Ia tersenyum miris, mulai berjalan menuju kamarnya. Hanya sebuah note yang tertinggal di pintu kamarnya. Ia tahu bahwa itu adalah tulisan Taeyeon,

‘Kita pergi sebentar. Yuri, Fany dan Sunny ada acara di luar. Yoona, Seohyun dan Hyeyeon sedang berbelanja. Sedangkan aku dan Sooyoung ada meeting di SM. Sebenarnya aku ingin mengajakmu, tapi sudah terlambat. Makanlah makanan di meja..’

“Gomawo..” Lirihnya. Air matanya mulai menetes satu per satu ke lantai. Jessica berjalan menuju kamarnya. Ia terdiam sejenak. “Akankah aku merindukan tempat ini?” Tersenyum masam, mengambil kopernya dan peralatannya untuk menyamar. Memasukkan 1 foto yang terhiasi bingkai cantik ke dalam kopernya. Fotonya bersama 8 saudaranya. Saudara? Ya, bisa dibilang seperti itu. Mereka sudah bersama selama hampir 4 tahun, seperti saudara angkat yang saling menyayangi. Anggap saja seperti itu. Jessica mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Jessica mengambil bulpen dan menulis pada kertas putih. Sebuah surat? Molla..
Jessica melipat kertas surat itu dan ia masukkan pada amplop, tersenyum tipis dan memasukkan amplop itu pada tasnya. Jessica mengambil ponselnya. Menekan nomor telpon pada ponselnya. Manager oppa, begitulah nama yang tertulis pada layar itu.
*****

Jessica melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil van berwarna silver itu. Jessica diam tak berbicara. Sang manager hanya menghela nafas dan mulai melajukan mobil van itu, menuju bandara. Jessica benar-benar akan pergi. Jessica menatap keluar jendela.
“Manager oppa, berhenti sebentar! Aku akan kembali. Ada sesuatu yang kelupaan” Jessica membuka pintu dan segera berlari. Tak menghiraukan teriak sang managernya untuk segera kembali masuk kedalam mobil. Jinyoung -sang manager- mencoba mengikuti Jessica. Tapi.. Percuma, Jessica sudah tak terlihat lagi
“Tsk! Anak itu. Akan ku tunggu” Kembali masuk kedalam mobil. Tunggu saja sampai Jessica kembali.

Di tempat lain, Jessica terus berlari. Jalanan sepi tak ada paparazzi, dan ia juga sudah menyamar dengan sempurna. Tak ada satupun yang mengenalinya. Jessica terus berlari hingga ia sampai disebuah taman. Taman tempat ia bertemu dengan Donghae tadi pagi. Merogoh ponselnya pada saku kanan jaketnya, menekan nomor seseorang.

Tut~ Tut~ Tut~

“Yeoboseyo?”
“Donghae oppa, apa oppa bisa menemuiku ditaman biasanya?”
“Eoh? Ne. Mumpung semua member sedang sibuk dengan kerjaan masing-masing. Wait me chagi..”
“Ne oppa”

Pik!
Jessica memasukkan kembali ponselnya pada saku jaketnya. Ia menunggu di bangku taman. Mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru. Tersenyum kecil saat lengan seseorang memeluk pundaknya. Donghae, ia sudah datang. Donghae duduk disebelah kekasihnya.
“Ada apa chagi? Merindukanku eoh?” Menggoda Jessica sambil tersenyum manis. Menatap wajah Jessica, ddengan cepat Jessica menggeleng. Membuat Donghae manautkan alisnya dan berdecak kesal, memasang wajah cemberut. “Lalu?” Singkat. Gelengan Jessica berhasil membuat Donghae bad mood hari ini.
“Bisa peluk aku oppa? 1 menit saja” Lirih. Donghae hanya tersenyum. Satu detik kemudian ia mengangguk cepat. Donghae merengkuh tubuh Jessica kedalam pelukannya. Hangat. Tak terasa air mata Jessica mentes perlahan. Ia mendongak keatas. Menatap wajah tampan Donghae dari bawah. Tampan! Perlahan Jessica melepaskan pelukkannya. “Oppa, tutup matamu. Aku ingin memberimu sesuatu” Donghae menatap Jessica bingung. Namun ia menuruti perintah Jessica. Donghae menutup matanya perlahan. Jessica tersenyum kembali, meletakkan kotak kecil tadi disamping Donghae. Berdiri dan mulai beranjak dari tempat Donghae. Menatap wajah Donghae. “Saranghae oppa, chu~” Mengecup pipi Donghae sekilas, membuat Donghae tersenyum geli. Jessica beranjak pergi. “Buka matamu oppa!!” Berteriak, berlari menjauh dari Donghae.
“Sica ka–” Menghentikan kata-katanya saat tak ada satupun orang disekitarnya. Menatap kotak kecil disamping kanannya. Beserta surat dengan amplop berwarna putih. “Kejutan apa heh?” Terkekeh geli. Mengambil amplop dan kotak kecil itu. Pertama, ia buka kotak kecil biru itu. Sebuah kalung.. Ikan? Donghae hanya tertawa. Ia langsung memakai kalung itu pada lehernya. Pemberian pacar, apapun akan ia pakai. Tangannya mulai membuka amplop putih itu. Ditariknya kertas dari dalam sana.

To : My Fishy Oppa
Oppa..
Mianhae..
Setelah oppa membaca pesan ini, aku mohon oppa jangan pernah membenciku. Oppa harus percaya padaku. Aku sangat mencintaimu oppa..
Oppa, alasanku mengajukan pertanyaan konyol tadi pagi adalah karena aku ingin pergi. Masalahku sangat banyak oppa. Tapi aku tak ingin menceritakan pada oppa. Bukannya aku tak sayang padamu oppa, tapi aku tak mau membebani dirimu dengan masalahku. Aku ingin oppa fokus pada comeback Super Junior minggu ini. Mian oppa, aku tidak bisa berbicara langsung pada oppa. Aku terlalu taku oppa marah, aku sakit kalau oppa membentakku meskipun aku ini ‘Ice Princess’. Oppa, aku pergi sekolah ke Boston selama 3 tahun. Entahlah, berdasarkan alasan apa Soo Man ahjussi menyuruhku kesana. Aku akan mencoba menenangkan pikiranku dari masalah-masalah yang menjeratku di Seoul.
Ehm..
Oppa, apakah oppa menungguku selama 3 tahun kedepan? Akankah oppa tetap mencintaiku dalam jangka waktu 3 tahun lagi?
Kumohon oppa jangan membenciku. Yah?
Oh ya! Oppa, kekasihmu yang cantik ini mengganti nomor ponsel. Aku akan menghubungimu nanti. Oppa bisa memarahiku, tapi jangan membentakku keras-keras oppa. Karena itu membuat telingaku sakit dan bisa-bisa gendang telingaku pecah. Kekeke~
Sudah oppa, sampai disini suratku. Tetaplah menunggu kekasihmu ini, oppa pasti akan merindukanku!
Saranghae oppa~~~~
From : Sica ‘Ice’ Princess

“Tsk! Babo, kenapa tak pernah bercerita padaku? Tak percaya padaku?” Kembali memasukkan surat itu pada amplop putih. Memasukkanya pada saku celana jeans-nya. Tersenyum kecil, “Aku akan menunggumu. Walaupun berat hidup tanpamu selama 3 tahun. Huhhh.. Rasanya aku ingin menangis. Sifat sensitif ku mengusik. Kau harus bertanggung jawab Jessica Jung!”

Drrtt.. Drrttt.. Drrttt..

Ponsel Donghae bergetar lama. Panggilan masuk nomor baru. Donghae mendekatkan gadget tipis itu pada telinga kanannya.

“Yeoboseyo? Nuguseyo?”<
"OPPA!!"
"Sica?"
"Ne. Oppa, mian ak–"
"Nappeun yeoja! Kau jahat sekali tak memberitahuku"
"Mian oppa, aku takut oppa tidak konsen pada Super Junior apabila kuceritakan masalah ini"
"Huhh, kau meninggalkanku. Ani.. Bukan hanya aku! Tapi juga SNSD, fansmu, keluargamu, sunbaemu, hoobaemu, dan semuanya"
"Terserah oppa mau memaafkanku atau tidk, yang penting aku sudah minta maaf"
"YAK! Kenapa jadi kau yang memojokkanku, seharusnya aku yang marah padamu. Bukan sebaliknya"
"Tapi oppa tidak mendengarkan permintaan maafku. Ya sudah.. Terserah oppa saja!"
"Ne.. Ne.. Aku memaafkanmu. Berjanjilah kalau kau akan cepat kembali"
"Ne ikan, aku akan kembali. Sudahlah.. Bye!"
Pik!

"Dasar, tak pernah membicarakannya denganku. Aku tahu apa yang terjadi padamu Sica, tapi setidaknya beritahu aku langsung. Nappeun yeoja! Huh.." Donghae mulai beranjak dari tempatnya, ia pergi meninggalkan taman sambil terus menggenggam surat Jessica.
*****

At Street..
"Manager oppa, bisa temani saya mengambil pakaian di rumah?  Saya juga ingin beramitan dengan kedua orang tua dan juga adik saya" Ujar Jessica. Sang manager hanya mengangguk, menciptakan senyuman manis Jessica. "Saya tidak akan memberi tahu kemana saya pergi" Lanjutnya. Sang manager tersenyum kecil dan melanjutkan konsentrasi pada jalanan yang ramai.
Jessica turun dari mobil van, masih menggunakan penyamaran lengkap. Ia mengambil koper dari bagasi belakang, berjalan waspada menuju rumahnya. Sepi. Hanya percikan air dan suara yang berasal dari dapur. Jessica mulai berjalan masuk kedalam rumah.
"Annyeonghaseyo. Umma~" Ujar Jessica sambil melepas sepatunya. Jessica berjalan menuju dapur. Hanya sang umma yang sedang sibuk mencuci piring. "Umma.." Panggil Jessica lembut. Sang umma menoleh, beliau tersenyum.
"Aish! Mianne, umma tak mendengar kau sudah datang. Suara air ini bising. Kau sudah makan, Sica?" Sang umma terus menerus tersenyum. Membuat mata Jessica berkaca-kaca. Jessica membalas senyuman sang umma dengan senyuman hambar.
"Dimana appa dan Krystal?" Jessica mengambil buah apel di meja makan. Mengupasnya pelan. "Apa Krystal tidak pulang umma? Dia sibuk dengan F(x)?" Tanya Jessica kembali. Sang umma menghampiri Jessica, membawakan lemon tea di hadapan Jessica.
"Appamu sedang ada urusan diluar, dan Krystal.. Dia akan ada comeback. Apa kau tidak tahu? Dia sibuk sekali belakangan ini, jarang pulang ke rumah" Jelas sang umma panjang lebar. Jessica hanya mangut-mangut. Jessica menatap jam dinding. Ia terperanjat, dan bergegas masuk kedalam kamarnya.
"Wae Sica?"
"Eum, Sica mengambil baju Sica umma. Sica ingin tidur di dorm eum.. Sica sedang eum.. Latihan keras! Ne.. SNSD banyak tugas ne.." Gugup. Berbohong pada sang umma tentang kedatangannya ke rumah dan ia akan meninggalkan Korea untuk 3 tahun. Berat memang, namun.. Tekadnya sudah bulat. Apapun yang terjadi ia harus benar-benar pergi. Sebelum hatinya benar-benar buruk. "Umma, aku kembali dulu. Umma, i love you! Annyeonghaseyo.." Mengecup pipi sang umma singkat, Jessica mulai berjalan menuju mobil van. Sesekali ia menoleh kearah rumahnya. Akankah ia rindu dengan keluarganya? Tentu. Tanpa Jessica sadari, air matanya mulai menetes kembali. Hatinya semakin tak beraturan. Ternyum hambar meninggalkan rumahnya.
Sang manager hanya memandangi Jessica yang menulis surat sambil menangis. Sudah selama 10 menit semenjak pergi dari rumahnya, ia terus menulis dan menangis. Terdengar isakan-isakan tangis dari mulutnya. Sang manager hanya diam, terus berkonsentrasi pada jalanan.
*****

At Incheon Airport..
Jessica menggiring kopernya menuju bandara. Sang manager mengikutinya dari belakang. Dengan penyamaran lengkap Jessica menyerahkan surat-surat untuk penerbangannya. 20 menit lagi, ia akan benar-benar pergi dari Korea. Ia akan pergi meninggalkan SNSD, 8 saudaranya yang tak tahu kemana ia akan pergi. Sang manager menyerahkan tisu untuk membersihkan air matanya yang belu kering. Selama perjalanan kemari, hanya diiringi oleh isak tangis Jessica. Jessica mengangguk dan tersenyum tipis.

"Manager oppa, aku ingin menitipkan sesuatau" Lirih Jessica. Suaranya masih terdengar parau. Sang manager mengangguk dan duduk disampin Jessica. "Oppa, ini surat untuk ke-8 member SNSD dan juga adikku, Krystal. Aku mohon oppa memberikan surat-surat ini pada mereka semua. Walaupun aku tak sempat pamit lagsung, kuharap dengan surat ini mereka pasti bisa mengerti. Aku tidak memberitahukan keberadaan ku sekarang dan nanti. Saat aku pulang, aku berharap mereka masih mau menerimaku dan masih menganggapku saudara"

Tes!
Tes!
Tes!

Aliran air mata Jessica semakin deras. Sang manager menepuk kepala Jessica pelan. "Jaga dirimu baik-baik, akan kuberikan surat-surat ini pada mereka. Sebentar lagi pesawatmu akan lepas landas. Setelah kau lulus kembalilah, karena SNSD mempunyai 9 member. Tanpamu, merek abukan SNSD. Pergilah dan cepat kembali" Jessica mengagguk, mulai meninggalkan sang manager.
"Goodbye SNSD.." Ujar Jessica lirih disela-sela isakannya. Jessica terus berjalan, dan pergi meninggalkan Korea.
*****

The Next Day..
SM Entertainment menggelar Pers Conference di gedung management. Semua anggota SM Family berkumpul menyimak konferensi pers kali ini. Tempat duduk untuk member SNSD masih kosong. Mereka semua belum datang. Jinyoung -manager SNSD- berusaha menghubungi Taeyeon sang leader. 5 menit acara ini akan dimulai.
"Yeoboseyo?"
"Taeyeon! Cepatlah.."
"Ne oppa, Sica belum ada"
"Kemari dengan member yang ada saja. Semua sudah menunggu"
"Arraseo oppa"

Jinyoung memutuskan telponnya. Dia kembali duduk pada bangkunya yang sudah disediakan. Tak lama kemudian SNSD telah datang dan duduk di tempat mereka masing-masing. Taeyeon menhampiri Jinyoung. Ia duduk di bangku kosong sebelah Jinyoung.

"Sebenarnya ada apa? Kenapa ada pertemuan mendadak seperti ini? Tidak biasanya manager oppa membiarkan kami pergi tanpa satu member yang tidak ada. Aneh sekali.." Ujar Taeyeon. Jinyoung hanya menunduk. Dia tidak berani menatap Taeyeon yang kini meminta penjelasan. Jinyoung hanya menggeleng lesu. Sebentar lagi mereka akan tahu. Mereka akan mengerti kenapa hari ini terasa begitu aneh.

"Baiklah.. Kalian pasti bingung dengan diadakan konferensi pers yang mendadak seperti ini. Saya, selaku direktur SM Entertainment akan mengemumumkan satu hal penting pada semua awak SM Family dan para hadirin disini" Lee Soo Man menarik nafasnya, semoga hari ini bisa lancar. Walaupun ia tahu akan ada isak tangis nantinya. Ia sudah siap mendengar keluhan-keluhan nanti. "Apakah kalian merasa ada yang kurang?"
"Jessica tidak ada ahjusshi. Dari kemarin malam dia sudah tidak ada di kamarnya. Saya kira dia sedang ada acara. Tapi, pagi ini dia belum pulang" Jelas Tiffany dengan nada khawatir. Tentu saja, salah satu saudarinya tidak pulang dari malam kemarin, bagaimana dia bisa tenang saja? Sungguh, hatinya sangat khawatir. Lee Soo Man tersenyum dengan terpaksa.
"Ya. Karena Jessica kita ada disini. Karena Jessica kita mengadakan konferensi pers ini. Sebelum aku bercerita, aku hanya ingin berkata.. Percayalah pada Jessica." Semua yang ada di dalam ruangan itu hanya bingung dengan perkataan Lee Soo Man. Member SNSD saling memandang. Mreka uga tak tahu apapun. "Jessica telah pergi. Dia pergi untuk 3 tahun kedepan. Tapi.. Dia berjanji akan kembali kemari, kembali bersama kalian lagi" Semua member SNSD terkejut. Mencoba mencerna kata-kata ahjusshi mereka. "Ada sebuah pesan untuk kalian semua, dari Jessica" Sebuah cahanya dari proyektor memantul pada dinding. Terlihat seorang yeoja yang tengah dibicarakan tersenyum. Sebuah video perpisahan.

'Annyeonghaseyo.. Jessica imnida. Kalian pasti tahu siapa aku. Ya! Ice Princess Jessica. Aku merekam video ini sesaat sebelum aku pergi. Kalian semua pasti bingung dengan keadaan ini. Aku pergi tak akan lama, hanya 3 tahun. Kalian harus percaya bahwa aku akan kembali. Untuk saudariku di SNSD, aku berharap kalian akan menjadi lebih baik dengan tiadanya aku selama 3 tahun ini. Setelah aku kembali, aku akan memeluk kalian satu persatu dan berucap selamat. Kalian adalah saudaraku, aku menyayangi kalian semua. Untuk Krystal dongsaengku dan smua member f(x), aku harap kalian bisa menjaga Krystal adikku. Ingatkan dia untuk menjaga kesehatannya. Krystal, mianhae.. Aku tidak bisa berbicara langsung. Aku terlalu takut mnatapmu. Aku sangat-sangat menyangimu, I love you my sister. Dan untuk TVXQ Subaenim, TRAX Sunbaenim, Super Junior Sunbaenim, hoobaeku SHINee, dan semuanya.. Aku juga menyayangi kalian. Kalian harus terus maju dan sukses! Aku disini berdo'a untuk kalian semua. SM Town Family, aku pasti merindukan kalian. Nanti saat aku kembali, aku akan menjadi Jessica yang lebih bak lagi. Jangan pernah lupakan Jessica, ok? Aku menyayangi kalian..'
-Flashback End-

Air mata Jessica yang menggenang di pelupuk matanya kini mengalir deras dipipinya. Ia terus bergulat dengan pikiran bodohnya yang muncul 2 tahun lalu. Ia benar-benar menyesal dan merasa egois. Ia tak pernah memikirkan bagaimana SNSD tanpanya, ia benar-benar rindu semua yang ada di Korea

-Jessica POV-
Mianhae..
Mianhae..
Jeongmal , chingudeul..
Entah berapa ribu kata maaf yang aku lontarkan. Entah berapa liter air mata yang aku keluarkan. Namun, itu tak seberapa dengan apa yang kalian rasakan. Aku memang Jessica yang egois. Aku memang Jessica yang tak tahu diri. Aku pergi meninggalkan kalian dan membuat kalian bersedih. Sungguh, aku tak tahu apabila akhirnya seperti ini. Kalian ber-8 adalah teman yang paling baik, yang pernah kumilikki. Andaikan kalian tahu, aku sangat menyesal meninggalkan kalian…
Apakah aku masih sahabat kalian?
Apakah aku masih menjadi anggota SNSD?
Apakah kalian membenciku?
Aku benar-benar minta maaf, aku bodoh! Aku meninggalkan Korea tanpa sepengetahuan kalian. Aku benar-benar merasa menyesal. Aku sekarang kembali, aku akan menebus semua kesalahanku. Kumohon ijinkan aku bersama kalian kembali. Kini aku sudah berubah, aku bukan Jessica yang egois lagi. I'm back!
-End Jessica POV-

~~~~~~~~~~~~
To Be Continue

*******
Mianhae kalo ada salah kata chingudeul..
Saya pamit dlu~~
annyeong~~

6 comments

  1. Liah icesica4ever · August 14, 2011

    Hiks..trharu!
    Chingu Q msiH pnsaran alasan sica pergi??
    Krain ni ff oneshoot, hehe,
    ok lnjut y??

    • ahzania · August 15, 2011

      d part 2-ny itu mnceritakan ttg alasan napa sica pergi..
      tnggu ajja!

  2. kikicutezzz · August 19, 2011

    hai^^//
    Kiki imnida…
    Reader baru.
    Mau izin baca” di blog.🙂

  3. tifanny sutanto · May 16, 2012

    ɑ̇к̲̣ȗ bca ni ff hmpir nangis
    Kog jessica kluar dri SNSD😥

  4. rida apriyani · May 19, 2013

    hwaaaaaaaa T.T kenapa jessica pergi ??
    ff’a bikin aku nangis thor sedih banget bagus cerita’a thor

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s