It Should Be Nine [Part 2]

Title : It Should Be Nine Part 2

Author : Kansa Ahsani Maf’ula
and Alfabeta

Main Cast :
Jessica SNSD
Donghae Super Junior
SNSD Members
Ashley (Kang Seo Young)

Support Cast : SM Town Artist
*****

Jessica mulai melangkah kan kakinya keluar dari bandara. Langkahnya gontai. Memori otaknya serasa berputar. Ia kembali diam terpaku pada tempatnya. Ia berpikir, dahulu banyak sekali fans dan wartawan yang ada disini menunggunya saat pulang atau bahkan saat berangkat. Tak kenal waktu walaupun itu malam hari, mereka tetap menunggunya. Apakah dia rindu keadaan seperti itu? Berbeda dengan sekarang. Tak ada satupun fans atau wartawan yang memotretnya, bahkan orang yang menegurnya pun tak ada. Dia serasa sendiri dan semakin bersalah.
“Aku egois!”

Tes
Tes
Tes

Buliran kristal bening kembali membasahi pipinya yang putih. Bahkan saat ini dia tidak kuat lagi untuk berdiri. Ia jatuh ke lantai. Masih dengan air mata yang terus-menerus mengalir dan semakin deras. Jessica membungkam mulutnya dengan tangan agar isakannya tak terdengar. Walaupun matanya tertutup oleh kacamata, tetap saja aura kesediah tersirat diwajahnya. Melihat kejadian ini, seorang ahjumma mendekatinya perlahan.
“Gwenchana?”
Jessica tersentak kaget. Kemudian menghapus air matanya dan membungkuk 90 derajat dihadapan seorang ahjumma. Jessica tersenyum agar terlihat bahwa dia baik-baik saja, berbeda dengan hatinya yang kini terasa sangat sakit.
“Ne ahjumma” Angguk Jessica pasti.
Bukan tanpa alasan Jessica meninggalkan SNSD dan semuanya disini. 1 alasan yang merubah segalanya.

=Flashback=
[3 years ago]
“YAKK! SICA! Kenapa kau begitu ketus pada kita semua? Heh? Ani, bukan hanya pada kita tapi juga pada fans. Walaupun kau Ice Princess tapi kau tetap harus bisa tersenyum untuk fans. Kau ini kenapa sih?” Bentak Sooyoung pada Jessica. Muka Sooyoung merah menahan amarah yang lebih besar lagi. Jessica hanya menatap Sooyoung sinis. “Kau malah menatap mereka dengan tatapan dingin dan tak bicara sepatah katapun saat mereka menegurmu! Apa maumu Jessica Jung??” Bentak Sooyoung lebih keras lagi. Jessica tersenyum meremehkan.
“Kenapa? Kau tak suka denganku? Aku memang seperti ini, keberatan?” Ujar Jessica dengan tatapan dingin. Ini beda! Beda dari Jessica yang biasa mereka lihat. Sooyoung sudah meremas tangannya kesal. Ingin sekali memukul Jessica kali ini. Namun, dicegah oleh Yoona. “Mau memukulku? Aish! Sudahlah. Aku lelah dengan kalian semua. Jangan ganggu aku” Jessica berlalu pergi menuju kamarnya.

BLAAMM!!

Pintu itu tertutup dengan sangat keras. Sooyoung semakin geram dengan perilaku Jessica. Sudah 3 minggu dia seperti itu. Ice Princess-nya bertambah akut. Namun, kali ini rasanya berbeda. Walaupun ingin sekali memarahinya, tetap ada rasa khawatir pada Jessica. Dia berubah dengan tiba-tiba.
*****

[Jessica Room]
Jessica menghempaskan tubuhnya diranjang. Menatap langit-langit kamarnya. Menghela nafas beratnya. Ia benar-benar menjadi seseorang yang kejam pada teman-temannya sendiri. Itu semua diluar kendali pikirannya. Apakah dia sakit? Mungkin saja itu benar!
“Fany, aku tidur di kamarmu saja. Aku tak mau tidur dengan Ice Princess itu”
“Ne, Soo. Kau bisa tidur denganku”
Samar-samar terdengar percakapan antara Tiffany dan Sooyoung di ruang tamu dorm. Jessica hanya mendungus kesal. Meratapi perlakuannya terhadap Sooyoung teman sekamarnya itu. Membentak, berbicara kasar dan dingin. Itu sebenarnya sudah biasa, tapi kali ini ia merasa sangat berbeda dari hari yang lalu.
“Apakah aku harus menelpon Donghae oppa untuk menemuiku ditaman malam ini?” Jessica memandangi layar ponselnya. Masih ragu untuk menekan tombol hijau dan mendengarkan suara namjachingunya dari line seberang. “Apa salahnya aku coba!” Menekan tombol ‘Panggil’ dengan mantap. Mengatur suaranya agar tak terlihat habis marah. Karena pasti kekasihnya itu tahu bagaimana sikap Jessica biasanya.

‘Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif..’

Tidak aktif. Jessica hanya berdecak kesal. “Kenapa disaat aku membutuhkan kekasihku, dia tidak ada? Ini tidak adil!” Mengumpat kesa

Tok! Tok! Tok!

-Taeyeon POV-
Tok! Tok! Tok!
Aku mengetuk pintu kamar Jessica. Hanya ingin berbincang dengannya. Aku khawatir dengan sikapnya belakangan ini. Aku tahu dia memang sering membentak seperti itu. Tapi, ini rasanya sangat berbeda dengan Jessica yang biasanya. Sedikit aneh. Entahlah perasaan ini benar atau tidak, tapi aku berharap ini hanya perasaan seorang Leader.
“Masuklah” Suara Jessica terdengar menyuruhku masuk. Kubuka pintu kamar Sica..

Cklekk..

Jessica sudah berada pada ranjangnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Aku mulai menghampirinya. “Sica, gwenchana?” Aku bertanya dengan nada sehalus mungkin, agar mood-nya tidak semakin memburuk karena perdebatannya dengan Sooyoung tadi.
“Ne. Ada apa kau kesini? Aku ingin sendiri. Sebaiknya kau pergi Taengo, sebelum aku membentakmu dengan kasar padamu” Ujar Jessica masih dengan nada halus namun.. Dingin. Sebenarnya ada apa dengannya? Kenapa menjadi seperti?
“Arraso. Kalau kau ada masalah ceritalah padaku. Mungkin aku bisa membantumu, Sica. Aku tidur dulu. Jumuseyo..” Jessica hanya mengangguk. Aku mulai beranjak dari kamarnya. Kenapa hati ini tetap tak tenang? Tetap saja khwatir padanya. Aish! Sudahlah, jangan pernah memikirkan hal yang negatif. Sebaiknya aku tidur dan menenangkan pikiranku.
-End POV-
*****

[The Next Day, at SM Entertainment Building]

Jessica hanya berjalan mondar-mandir kesana dan kemari di depan ruang latihan dance f(x). Ragu untuk masuk kedalam. Namun, akhirnya mengetuk pintu itu perlahan. Menunggu pintu itu terbuka. Cklekk.. Pintu itu terbuka. Tampak seseorang keluar dari ruangan yang tak lain adalah Amber, rapper f(x).

“Onnie? Mencari Krystal?” Tanya Amber sambil tersenyum manis pada Jessica. Jessica hanya mengangguk membalas senyuman Amber. Namun senyumannya kali ini sedikit ergghh.. Sinis. “Tapi.. Mianhamnida onnie, kita akan segera comeback dan sangat sibuk. Kita sedang latihan keras hari ini. Onnie bisa menghubungi Krystal lewat telpon. Krystal akan kuberi tahu bahwa onnie ingin dia menghubungi onnie hari ini” Ujar Amber menjelaskan. Jessica hanya menghela nafas dan berlalu meninggalkan Amber yang masih menatapnya.

“Mungkin nanti malam aku bisa menemuinya..” Gumam Jessica pelan. Ia terus berjalan menyusuri tempat latihan sunbae dan hoobae-nya.  Ia tersenyum kecil saat dirinya berdiri di depan practice room Super Junior. Pandangannya mengarah pada namja tampan di dalam sana lewat celah pintu yang terbuka. Donghae, ya.. Itu Donghae. Donghae menoleh menatap Jessica, tersenyum kecil kemudian berlalu dari pandangan Jessica.
“Kenapa dia seperti itu? AHHHH!!!” Ucap Jessica dalam hati. Kemudian dia kembali berjalan menuju ruang latihan SNSD. Saat pintu ruang latihan itu terbuka, 8 pasang mata telah memandanginya serius. Namun Jessica tak begitu menganggapnya. “Mian aku telat. Aku dari ruang latihan f(x)” Ucap Jessica dengan tenang dan masih berdiri di ambang pintu.
Sooyoung hanya berdecak kesal mendengar pernyataan Jessica. “Sudahlah, cepat latihan. Aku lelah!” Ujar Sooyoung sambil menatap Jessica sinis. Jessica masuk kedalam ruangan tak memperhatikan pandangan yang tertuju padanya.

-Tiffany POV-
Sica..
Benarkah dia Sica yang kukenal?
Sica kali ini benar-benar aneh. Entah aku merasa ada sesuatu yang mengganjal pada dirinya. Apakah dia sakit? Aku ingin sekali menanyai tentang keadaannya sekarang, tapi aku terlalu takut. Aku takut ia membentakku, aku takut ia memarahiku. Itu terlalu menyakitkan..
“Terserah!” Ujar Jessica dengan sangat dingin.
Aku tahu ia Ice Princess, tapi kali ini aku merasa ada yang beda padanya. Ada yang mengganjal pada sikapnya belakangan ini. Bukan Jessica yang ku kenal. Aish! Aku khawatir dengannya saat ini. Sangat khawatir. Apakah dia baik-baik saja?
“Baiklah kita mlai latihan. Sudah lengkapkan?”
“Ne!”

Kita mulai latihan kali ini. Pandanganku tak lepas dari Sica. Aku melihat raut wajahnya sangat galau. Entah apa yang ia pikirkan, latihanpun ia tak semangat. Pikiranku semakin aneh-aneh saja. Baiklah, Tiffany! Hanya fokus, dan percaya bahwa Jessica baik-baik saja. Dia kuat!
-End POV-
*****

[Jessica’s Room]
Jessica hanya memandangi ponselnya sedari 10 menit tadi. Berharap ada pesan atau panggilan masuk dari Krystal, dongsaeng-nya. Namun, nihil! Yang ia harapkan tak kunjung ada. Dia benar-benar kesal. Ia melemparkan ponselnya di sofa. Merebahkan tubuhnya pada ranjang tidurnya.
“Aku coba saja menghubunginya. Siapa tahu dia lupa? Atau Amber yang lupa memberitahukannya?” Gumam Jessica. Segera mengambil ponsel yang ia buang tadi. Mencari contact name adiknya pada sederet nomor ponsel yang ada. Menekan tombol berwarna hijau saat sudah menemukannya.

Tut~ Tut~ Tut~

Nada tunggu sudah terdengar. Menunggu jawaban dari line seberang. Jessica mengetuk-ngetukkan kakinya pada lantai. Tak sabar seseorang dari seberang mengangkat panggilannya.

“Yeobseyo?”
“Krystal? Ini onnie”
“Ahh.. Ne onnie, waeyo?”
“Kau tidak ingat bahwa aku menunggu telpon darimu. Apa Amber tidak memberitahumu?”
“Oh! Paboya~ Mian onnie, aku yang lupa. Tapi.. Mengapa onnie ingin aku menghubungi onnie? Onnie ingin bicara apa?”
“Temui aku di taman, 10 menit lagi. Akan kuceritakan semua!”
“Ne onnie”

Pik!

Memutuskan sambungan telponnya. Bergegas mengambil jaket dan kacamata hitam. Tak lupa membawa topi untuk penyamaran yang lebih sempurna. Berkaca sebentar, ‘Perfect!’ gumamnya pelan. Mengambil ponsel dan pergi meninggalkan kamarnya. Tampak Hyeyeon dan Seohyun yang sedang menonton televisi.

“Aku pergi sebentar” Ucap Jessica singkat dan sudah menghilang dari ambang pintu dorm. Wajah Seohyun sangat khawatir dengan onnie-nya yang satu itu. Ingin melangkah namun tangannya sudah dicekal dulu oleh Hyoyeon. Menatap Seohyun seakan memberi isyarat, ‘Dia baik-baik saja’.
*****

Jessica dalam perjalanan menuju taman kota dengan menggunakan jasa Taxi. Selama perjalanan, entah mengapa hatinya gundah. Ia benar-benar tidak tenang. Setelah ia sampai ditaman dan memberi ongkos pada supir taxi, Jessica langsung duduk dibangku taman. Menunggu adiknya datang untuk menemuinya. Walaupun sudah 15 menit Jessica menunggu, Krystal belum juga ketahuan batang hidungnya.

Drrtt~ Drrrttt~

Ponsel Jessica bergetar singkat. Menandakan ada pesan masuk. Segera ia merogoh saku jaketnya dan membaca pesan itu.  Raut wajahnya berubah menjadi kusut. Jessica menunduk, menekuk wajahnya kecewa bercampur kesal.

To : My Sister, Sica Onnie
Onnie, mian aku tidak bis menemuimu ditaman hari ini. Ada rapat mendadak mengenai comeback f(x) bulan ini. Gwenchana onnie? Jeongmal mianhe..
Love you onnie~

“Aish!! Benar-benar menyebalkan hari ini. Aku mengutuk hari ini!” Teriak Jessica lantang. Dia tidak takut pada semua orang yang menatapnya aneh. Biarkan saja! Toh, inikan taman belakang SM Entertainment. Lagipula, hari ini memang sangat menyebalkan baginya. Tak ada satupun orang yang menayakan keadaannya hari ini, tak ada yang khawatirkah denganya? Menyebalkan!!

Drtt~ Drrtt~ Drrttt~ Drrtt~

Pnsel Jessica kembali berbunyi. Kini ada panggilan masuk untuknya. Mengangkat ponselnya malas. Menatap sekilas layar berkedip itu. Segera menekan tombol berwarna hijau dan menempelkan gadget tipis itu kedekat telinganya.

“CHAGIYYAA!!”
“AISH!! Pelankan suaramu oppa, kalau aku tuli bagaimana? He?”
“Hehehe, mian chagiya.. Aku senang sekali akhirnya aku bisa menghubungimu. Sekarang kau dimana?”
“Aku di taman. Waeyo?”
“Aigoo~ Jangan dingin seperti itu chagi.. Aku akan menemuimu disana. Tunggu aku!”

Pik!

Sambungan telpon itu terputus. Jessica hanya menatap layar ponsel itu.
“Bisakah kau tidak tersenyum? Aku lemah karena senyumanmu oppa..” Gumam Jessica. Tanpa ia sadari seseorang sudah berdiri dibelakangnya. Orang itu tersenyum. Mengendap-endap, berusaha tak mengusik Jessica.
“Mwo? Aku belum mendengarnya baby..” Ujar seseorang di belakang Jessica manja. Jessica menoleh kebelakang. Menatap namja itu dengan terkejut. Menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “Waeyo? Kenapa kau menutupi wajahmu my princess?” Sedikit menggoda Jessica.
“YA! Lee Donghae! Aku tidak menyukaimu, aku membencimu. Sudahlah, lupakan yang aku katakan tadi. Anggap saja aku tidak pernah mengatakannya” Ujar Jessica dengan nada datar. Menatap tajam pada Donghae yang hanya terkikik geli. “Jangan tertawa op–”

“CHAGI!”

“Mwo? Apa maksudnya?” Jessica mengerutkan alisnya. Menatap Donghae bingung. Entahlah, tiba-tiba menyela perkataan Jessica dengan ucapan ‘CHAGI’ yang keluar dari mulut Donghae. “Kenapa tiba-tiba menyela perkataanku? Eum?”

“Panggil aku chagi Sica~ aku ingin kau memanggilku seperti itu. Ne?” Memperlihatkan angel smile-nya pada Jessica. Dan hal itu membuat Jessica menggeleng keras.

“NO!! Aku tidak mau melakukannya. Sungguh, itu menggelikan” Terus menggelengkan kepalanya. Donghae hanya menatap Jessica dengan sedikit.. kecewa!

“Terserah..” Ujar Donghae lirih. Jessica menoleh pada Donghae disampingnya. Diam. Mereka berdua hanya diam. “Kenapa kau menatapku seperti itu? Ada yang salah padaku?”

“Mian oppa.. Oh! Aniyo! Mian.. eum.. chagiya.. Aishh!!!” Kembali menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Malu. Sungguh malu. Terlebih saat Donghae sedikit terkikik geli pada ucapan Jessica barusan. “Berhentilah tertawa, atau kupukul kau oppa!”

“Aigoo~ ternyata Ice Princess-ku ini bisa mengatakannya dengan sangat lembut. Hahahaha~” Melebarkan tawanya. Tuk! Donghae mendapatkan jitakan tepat dikepalanya. Hanya meringis kesakitan. “Kau lebih imut bila memanggilku chagiya, hehehe..” Tersenyum tipis. Sedangkan Jessica hanya merengut kesal pada Donghae.

“AHH!! Aniyoo~~ That’s not my style oppa!” Meninggikan nada suaranya. Benar-benar kesal dengan Donghae. Tapi.. Dia juga mencintai namja ikan itu, Lee Donghae. “Oppa, sedang tidak ada jadwal kah? Biasanya banyak sekali tuh jadwal manggung. Tumben..”

“Apakah istirahat tidak boleh? Super Junior sedang mempersiapkan comeback. Lagipula member lain juga sedang ada di dorm. Mereka sangat ramai sekali. Kau tahu kan bagaimana kelakuan member Super Junior? Super Junior itu anak-anak didikan SM yang autis!” Ujar Donghae. Jessica hanya tertawa pelan. Menutup mulutnya dengan tangan kanannya. “Wae? Kenapa kau tertawa?” Tanya Donghae penasaran. Memandangi Jessica yang masih tertawa.

“Aniya oppa.. Hanya saja, kau kan juga member Super Junior. Itu berarti kau juga autis kan? Kau mengatakan Super Junior anak-anak yang autis. Itu termasuk dirimu oppa! Hihihi..” Tertawa geli. Donghae hanya memanyunkan bibirnya kesal. “Aku bercanda oppa! Hahaha..” Jessica menutup mulutnya dengan tangan. Donghae semakin kesal dengan sikap yeojachingu-nya itu.

Drrttt~ Drrrtttt~ Drrtt~

“Oh! Sica, aku mengangkat panggilan ini dulu. Dari manager hyung. Chakkaman..” Ujar Donghae sambil menggenggam ponsel ditangan kirinya. Sebagai balasannya, Jessica hanya mengangguk mengerti. Donghae meninggalkan Jessica, berdiri 3 meter dari Jessica.

-Jessica POV-

Huuhh~

Setidaknya masih ada orang yang menemaniku saat aku sendirian seperti ini. Aku bahkan hampir lupa kalau aku mempunyai namjachingu. Aku terlalu memikirkan anak-anak SNSD yang marah padaku. Apa aku keterlaluan pada mereka? Aigoo~ Aku tak bisa mengendalikan emosiku belakangan ini. Semakin lepas kontrol saja. Kulihat Donghae oppa selesai menerima panggilan. Ia berjalan menghampiriku kembali. Aku hanya tersenyum tipis.

“Sica, aku harus kembali ke dorm. Bagaimana?”

“Eoh? Haruskah?”

“Ne. Manager hyung memanggilku untuk mendiskusikan comeback kita. Entahlah, sekarang masalah apa lagi. Gwenchanayo?”

“Ne”

“Aku akan menelponmu nanti malam. Annyeong chagiya..”

“Eum”

Donghae oppa tersenyum padaku. Beranjak pergi meninggalkanku. Aku hanya bisa memandang punggungnya yang semakin menjauh, dan akhirnya menghilang dari pandanganku. Sendiri lagi. Kenapa belakangan ini aku merasa asing dengan keadaan Seoul yah? Apakah aku terlalu lelah? Molla. Yang penting, Donghae oppa berjanji akan menghubungiku nanti. Sebaiknya aku kembali ke dorm. Disini sudah sangat dingin.
-End POV-

[SNSD Dorm]
Semua member SNSD sedang berkumpul di ruang santai dorm. Jessica membuka pintu dorm. Semua member SNSD memandangnya. Jessica tak menghiraukan tatapan member SNSD lainnya. Dia hanya terus berjalan ke kamarnya. Beristirahat lebih baik. Setidaknya melepas penat masalahnya walaupun hanya sebentar.
“Sambil menunggu Donghae oppa menghubungiku, lebih baik aku tidur dulu” Gumam Jessica. Mulai memejamkan matanya dengan perlahan. Terlelap sebentar, masalah akan lebih ringan bila kita membuka mata.

[Sedangkan, diluar kamar Jessica]
“Sebenarnya Sica darimana Taeng? Kau tahu?” Tanya Yuri dengan nada khawatir. Memang, belakangan ini Jessica jarang berbicara. Dia bahkan lebih ‘beku’ dari sebelumnya. “Aku khawatir padanya. Dia terlihat tidak baik-baik saja..” Tambah Yuri.
“Aku rasa, dia bisa menjadikan dirinya baik-baik saja. Dia yeoja yang kuat. Kalian tahu itu kan?” Taeyeon mencoba meyakinkan member lain. Semua mengangguk. Jessica memang yeoja yang kuat. Dia pasti bisa menyelesaikan hal yang menurutnya kurang dengan tangannya sendiri.
“Dia sangat menyebalkan! Dia marah-marah sesuka hatinya. Memang dia yang berkuasa disini? Dasar Ice Princess!” Ujar Sooyoung kesal.
“Sooyoung! Jangan seperti itu. Mungkin Jessica sedang emosi pada saat itu” Bela Sunny. Sunny menyenggol pundak Sooyoung.
“Aish.. Sudahlah! Aku malas bertengkar” Ujar Sooyoung akhirnya. Sunny hanya berdecak kesal dengan perilaku Sooyoung. Semua menyadari, kalau Jessica memang sedikit berubah belakangan ini. Ada yang berbeda.
*****

[The Next Day]

Jessica merentangkan tangannya keatas. Sudah pagi. Jessica segera teringat dengan ponselnya. Ia sambar ponselnya di meja riasnya.

“Eoh? Tak ada pesan atau panggilan tak terjawab satupun? Donghae oppa lupa dengan janjinya? Walaupun aku tertidur, saat mendengar dering ponsel ini pun pasti aku akan terbangun” Sedikit gurat kecewa terpancar pada wajah Jessica. Tak lama kemudian ponselnya bergetar singkat. Tanda ada pesan masuk pada ponselnya.

From : Donghae Sunbae
Mianhae chagii~
Kemarin rapatnya sampai lembur. Aku tidak bisa menghubungimu.
Aku sedang focus untuk comeback. Dan sebelum kita tidak bisa bertemu, bisakah kau pergi ke taman belakang SM?
Aku tunggu kau disana baby..
*with love, Donghae

To : Donghae Sunbae
Baiklah aku kesana..

Jessica berjalan keluar dari dorm. Hanya memakai jaket berkerudung dan kaca mata hitam. Berjaga-jaga bila ada wartawan disana. Segera memanggil taxi, menuju gedung SM Entertainment. Ketika sudah sampai, Jessica langsung ke taman belakang SME. Memang sepi, karena bangunan ini sudah tak terpakai lagi. Tampak seorang namja duduk dikursi putih tulang, dibawah pohon rindang.
“Oppa..” Panggil Jessica. Namja itu, Donghae dia menoleh. Tersenyum pada Jessica. Menepuk tempat disebelahnya, memberi tanda pada Jessica untuk duduk disebelahnya. Jessica menurut, ia duduk disebelah Donghae.
“Sica, sebentar lagi aku sibuk. Ottokhae? Aku tidak ingin jauh darimu. Aku pasti akan merindukanmu!” Gurat kecewa tampak jelas pada wajah tampan Donghae. Jessica hanya tesenyum tipis. Ia menarik tangan Donghae. Mengecupnya singkat.
“Oppa, kau harus berjuang. Super Junior harus menerima banyak award oppa. Menangkan semua award yang ada. Hehehe~” Terkekeh pelan. Donghae menarik tangan Jessica yang masih menggenggam tangannya erat. Hingga jarak antara wajah mereka sudah semakin dekat. Hanya beberapa senti. “O.. Opp.. Oppaa..”
“Kalau begitu cium aku, supaya aku semangat. Ppali!” Donghae menunjuk bibirnya. Jessica menggeleng. Ia mengalihkan pandangannya dari Donghae. “Ayolaahh..” Pinta Donghae memelas. Jessica menghela nafas beratnya.

“Baiklah, tutup matamu oppa” Ujar Jessica. Donghae menutup matanya. Tersenyum tipis. Jessica memajukan wajahnya pada Donghae.

1

2

3

“DONGHAE-AH!!” Panggil seseorang dari dalam gedung SME. Buru-buru Jessica dan Donghae melepaskan tautan tangan mereka. Untung saja Jessica tertutup pohon besar. Dari arah namja tadi tak pasti terlihat.
“Waeyo Hyuk?” Sedikit berteriak. Jarak antara mereka sedikit jauh. Masih was-was dengan keadaan sekitar.
“Latihan pabo! Ppali~~” Jawab Eunhyuk dengan berteriak juga. Donghae hanya mengangguk.
“Aku akan segera kesana, nanti ku susul. Pergilah dulu” Ujar Donghae. Eunhyuk menurut, pergi meninggalkan Donghae. “Chagi, aku harus latihan. Pertemuan kita hanya 10 menit. Tidak memuaskan. Chagi.. Aku pasti merindukanmu~~” Manja Donghae pada Jessica. Meraih kembali tangan Jessica. Meletakkannya pada dada bidangnya. “Kau harus menjaga hati ini selama aku jarang disisimu. Berjanjilah!”
“Ne oppa~~ Aku berjanji” Ujar Jessica sambil tersenyum. Sangat cantik. Donghae ikut tersenyum. “Sudahlah.. Sekarang pergi! Mereka pasti menunggumu oppa. Pplai~” Jessica menggoyangkan tangannya yang masih betah di genggam Donghae.
“Arraseo~ Annyeong chagii..” Donghae beranjak pergi meinggalkan Jessica. Namun tiba-tiba Jessica menggenggam kembali tangan Donghae. “Waeyo chagi?” Tanya Donghae penasaran.

“Ohh.. Aniyo! Kau bisa pergi sekarang oppa. Fighting!!” Jessica melepaskan genggaman tangannya pada Donghae. Menyemangati Donghae. Donghae membalasnya dengan tersenyum manis. Berlalu. Donghae sudah menghilang dari pandangan Jessica.

“Kini aku sudah sendiri. Yah.. Semua sibuk dengan kegiatan mereka sendiri. Aku sekarang sakit. Aku butuh tempat yang bisa menghilangkan kesedihanku. Dan itu semua sudah kuputuskan. Aku harus berhenti menjadi Jessica SNSD. Aku sudah lelah. Mianhae.. Chingudeul, oppadeul, saengdeul, semuanya! Aku harus pergi. Tapi percayalah.. Aku selalu ada dihati kalian. Good bye~” Jessica menundukkan kepalanya. Ia terus menatap foto yang ia genggam sekarang. Foto semua orang yang ia sayangi. Keluarga, teman, adik-kakaknya, semuanya.

Tes

Tes

Tes

Tetesan air mata kini berubah menjadi lautan air mata. Jessica semakin terisak. Suaranya terdengar parau dan menyedihkan. Jessica segera bangkit. Memakai kaca mata hitamnya dan pergi dari tempat itu. Ia butuh managernya sekarang.
=Flashback End=

“Hiks.. Mianhae~ Aku terlalu egois. Hiks.. Aku hanya memikirkan diriku sendiri tanpa memikirkan perasaan kalian. Mianhae.. Aku hanya memikirkan diriku yang merasa sendiri dan akhirnya pergi dari takdirku. Seharusnya.. hiks.. aku disini bersama kalian. Mianhae~ hikss..” Jessica masih terus terisak. Kakinya sudah tidak kuat berdiri lagi. Ia terjatuh dilantai. Kakinya sudah lemas. “Aku bodoh! Tak pernah memikirkan kalian. Mianhae~” Isakannya sudah mulai mereda. Walaupun hatinya masih sakit, dia harus bisa. Dia harus kuat kembali ke Seoul lagi. Kembali bersama temannya yang sudah lama tak ia temui. Mungkinkah.. Mreka masih mau menerimanya? Entahlah~

To Be Continued

——————————-

Otte?

Bagus?

Maaf kalau ada salah ketik. Biasa manusia. Keep RCL, okayyy??

9 comments

  1. Liah icesica4ever · August 19, 2011

    Bagus3x,
    oh jdi alsannya sica krna dia ngrasa sndri??
    Tpi msa s’simple itu mslhnya s?*reader cerewet.
    Chingu harus Lnjut y??

    • ahzania · September 23, 2011

      ne chingu~
      ada alasan lain, tpii blum d sbut.
      lnjut kok chingu.. tpii msih agak lama..
      heheh~😀

  2. kikicutezzz · August 19, 2011

    Hoeee~
    Ceritanya bagus,nih^^d
    Tapi,tapi…
    Kok nggak ada lanjutannya?Ø.Ø
    *puppy eyes*

  3. Ichen Aoi · August 20, 2011

    Saeenggg…
    ! Like it!! muahHaa…
    HAE-SICA!!

    • ahzania · September 23, 2011

      haahaha..
      onnie emng Hae-Sica shipper~😀

  4. ichha · November 19, 2011

    kereNN
    ouhh, tpi kasiann sica semua yg dia syanginn sibukk ..
    lnjutt chingu ..

  5. rida apriyani · May 19, 2013

    cerita’a bagus chingu ~
    tapi kenapa jessica ngerasa kesepian dia kan bisa gabung sama mamber snsd yg lain apa jessica emang lagi kesel ???

  6. vankaka · November 2, 2014

    ff ini beneran terjadi, author bisa meramal ya, haha
    Sedih banget, masih gk rela ini-,-
    next next next!!

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s