SeoKyu – Angel’s Melody

Title : Angel’s Melody [Oneshoot]
Author : Ichen Aoi a.k.a Kim Seoyeon
Cast :
Cho Kyuhyun (Super Junior), Seo Joo Hyun Seohyun (SNSD)
Choi Sooyoung (SNSD), Choi Siwon (Super Junior)
Song : Can You Smile – Infinite and The Name I Love – Onew SHINee feat. Kim Yun Woo

Setiap hari aku mendengarnya…
Suara nyanyian peri ku yang selalu menemani ku…
Saat semuanya terasa gelap dan aku sendirian…
Suara itu yang menemani ku…


“Ya! Cho Kyuhyun! Berhenti mengerjai ku!”
Yeoja tinggi semampai, berambut panjang agak bergelombang dan dengan kaki yang jenjang itu memandang kesal kearah seorang namja yang sejak tadi berusaha untuk menjegalnya dengan kaki panjangnya.
“Kalau aku tidak mau?”
“Kyuhyun! Aku bisa menjatuhkan semua buku ini! Lebih baik kau membantu ku saja!”
Namja itu tersenyum nakal lalu berjalan menjauhi yeoja cantik itu. Nyatanya dia bukanlah sembarang yeoja, melainkan seorang guru paruh waktu disekolah SMA itu.
“Choi Sooyoung~ berhenti minta bantuan ku”
“Ya! Tidak sopan sekali kau! Aku ini guru mu!!!”
Kyuhyun berhenti lalu menatap yeoja itu dari jarak yang bisa dibilang sangat dekat. Sooyoung menghentikan langkahnya lalu balik menatap Kyuhyun sambil melotot, berusaha membuatnya gemetar dan menuruti perintahnya. Sejujurnya tangannya sudah tidak bisa menahan beban buku – buku pelajar dikelasnya itu.
“Aku sudah bilang, berhenti untuk menjaga jarak dengan ku!”
“Kyuhyun – ssi, itu dulu kan? Sekarang sudah berbeda”
“Berbeda? Semua berbeda karena kau berubah! Sedangkan aku tidak sama sekali!”
Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan cepat. Membuat Sooyoung nyaris memunculkan tanduk kemarahannya, seandainya saja tidak ada buku ditangannya ia pasti sudah berlari mengejar namja itu dan menyeretnya keruang bimbingan konseling.
“CHO KYUHYUN!! BANTU AKU!!”
“TIDAK MAU!!”
“MWO?!”
Kyuhyun menghilang dibelokan koridor. Sooyoung menghela nafas kesal dan lelah. Rupanya tangannya itu sudah tidak bisa menahan beban buku – buku hingga buku itu berserakan dilantai. Seandainya ia tidak ingat kalau ia seorang guru, ingin rasanya ia menangis sekencang – kencangnya. Namun sekarang ini ia hanya bisa menghela nafas sedih.
“Ah… gwaenchana, aku akan membantu mu”
Sooyoung menatap namja yang baru saja membantunya. Dia adalah salah satu rekan kerjanya sekaligus calon tunangannya, Choi Siwon.
“Gomawo oppa”
“Ne. Tampaknya hari mu sedang berat ya?”
“Sepertinya begitu”
Sooyoung tersenyum lembut saat bicara pada Siwon. Ia tidak menyadari kalau Kyuhyun belum sepenuhnya pergi. Namja itu masih ada dibalik kelokan itu dan mengintip pasangan itu dari jauh. Tatapannya berubah dingin. Ia kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
***
Sooyoung datang kekelas Kyuhyun sambil menyapa seluruh isi kelasnya dengan senyuman. Semua langsung memberikan perhatian penuh padanya.
“Annyeonghaseyo~ hari ini songsaenim akan mengenalkan siswi baru pada kalian. Mohon dibantu untuk beradaptasi ya”
Sooyoung mempersilahkan siswi itu masuk. Penampilannya diluar bayangan para siswa dikelas itu. Sama sekali tidak modis dan terkesan sangat kampungan namun juga lugu.
“Annyeonghaseyo~ Seo Joo Hyun imnida. Bagapseumnida. Euhm… Mianhaeyo~ ini pertama kalinya saya tinggal dikota besar seperti Seoul, mohon bantuannya ya”
Yeoja itu membungkukkan badan 90°. Beberapa pelajar dikela itu mulai bisik – bisik. Sooyoung menatap kearah Kyuhyun yang tampak tidak tertarik dan memilih memandang keluar jendela. Sooyoung mendapatkan sebuah ide.
“Park Hyun Ri, kamu bisa pindah dikursi kosong sebelah sana. Dan Seohyun, kamu bisa duduk di belakang namja itu”
Seohyun memandang kearah yang ditunjuk jari lentik songsaenimnya itu. Ia melihat calon teman disampingnya seorang yeoja cantik yang kini melambai padanya dengan senang dan yang didepannya adalah… namja yang tampak dingin dengan memandang keluar jendela. Seolah ia bukanlah seseorang yang pantas diperhatikan oleh namja itu.
Seohyun melangkahkan kakinya sambil tersenyum kearah pelajar yang dilewatinya. Langkahnya terhenti sebentar disamping namja itu, menoleh dengan ragu lalu kembali melanjutkan langkahnya dan duduk dikursi yang dipilihkan untuknya itu.
“Annyeong~ perkenalkan, aku Yuri”
Yeoja didepan Yuri langsung menoleh kebelakang serong kearah Seohyun.
“Hai! Im Tiffany and that is Jessica”
Ia menunjuk kearah seorang yeoja blonde yang sedang tertidur pulas.
“Ice Princess yang sangat suka tidur! Kenapa bukan Sleeping princess sih?” gerutu Yuri kesal.
Seohyun tersenyum melihat tingkah teman – teman barunya namun disaat yang sama tatapannya tanpa sengaja terarah kepada namja didepannya yang kini sedang menutup matanya sambil menghadap jendela.
*plak!*
“Cho Kyuhyun! Harus ku bilang berapa kali untuk berhenti tidur ditengah jam mata pelajaran ku?” Sooyoung menghadiahi jitakkan kecil dikepala Kyuhyun dengan buku pegangannya. Kyuhyun hanya memandang sekilas lalu mencoba kembali focus pada papan tulis. Dan keributan kecil ini sukses membangunkan Jessica yang langsung berusaha focus pada papan tulis.
***
Jam pulang sekolah telah tiba, Kyuhyun dengan malas melangkahkan kakinya keluar kelas. Sementara pelajar yang lain keluar kelas dengan penuh semangat. Sedangkan dikelas itu masih ada Sooyoung yang sibuk mengoreksi hasil pekerjaan murid – muridnya itu. Seohyun sendiri sedang sibuk mengemasi peralatan sekolahnya.
“Kyuhyun, bisa bantu aku membawa ini nanti?”
“Apa kau masih lama?” Kyuhyun menghentikan langkahnya tepat didepan pintu lalu menoleh kebelakang kearah Sooyoung yang sama sekali tidak mengalihkan perhatiannya dari tumpukkan buku itu. Seohyun tercekat mendengar namja bernama Kyuhyun itu memanggil songsaenimnya tanpa sopan dantun begitu.
“Ku rasa tinggal tiga buku lagi”
“Oh, kenapa tidak minta bantuan pada Siwon – mu itu?”
Sooyoung menghentikan aktifitasnya lalu menatap Kyuhyun dan tersenyum kecil.
“Dia punya banyak kerjaan, kalau kau lupa biar ku ingatkan. Dia guru tetap disini dan tugasnya sangat jauh lebih banyak dan berat”
Kyuhyun menghela nafas berat lalu mendengus kesal.
“Kau tidak ingin membebaninya tapi kau membuat ku merasa terbebani. Jadi? Kau anggap aku ini apa? Pembantu mu?”
Seohyun semakin tidak mengerti akan adegan didepannya itu. Sedangkan baik Sooyoung maupun Kyuhyun sama sekali tidak sadar kalau masih ada Seohyun dikelas itu.
“Cho Kyuhyun, kalau kau keberatan. Aku tidak akan memaksa”
Sooyoung tampaknya tidak marah diperlalukan kasar seperti itu oleh muridnya, dia hanya tersenyum. Seohyun sangat tidak enak melihat kejadian aneh dihadapannya ini. Tanpa sengaja ia mendorong kursinya dan menimbulkan bunyim mendecit yang keras.
Kyuhyun dan Sooyoung menatap kearah Seohyun yang hanya bisa menunduk kaku.
“Ya! Kau! Sejak kapan disana?! Apa kau mau menguping huh?!” Kyuhyun langsung memandang marah kearah Seohyun yang kini menggeleng cemas.
“Diamlah!” Sooyoung membentak Kyuhyun yang langsung diam sambil menatapnya campuran antara marah dan kesal. Sooyoung beralih menatap Seohyun.
“Seohyun – a, tampaknya anak nakal diujung pintu itu tidak berniat membantu ku. Apakah kau bisa membantu ku membawa buku – buku ini? Kita bisa membagi tumpukkan buku ini menjadi dua”
Seohyun tersenyum lalu mengangguk, ia meraih tasnya lalu menghapiri meja guru dan mengambil separuh buku disana lalu Sooyoung melakukan hal yang sama. Seohyun mengekor dibelakang songsaenimnya itu.
“Yeoja babo! Buat apa kau membantu dia!”
“Eh… dia kan songsaenim kita”
Seohyun menatap Kyuhyun tidak percaya lalu mendecak kesal dan mengikuti Sooyoung dari belakang. Kyuhyun mendelik kesal.
“Buat apa aku pedulikan? Sesukanya – lah!”
***
Seohyun memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki, mengingat rumahnya tidak jauh dari sekolah. Hari pertama ini dia pulang lebih sore karena harus membantu Sooyoung untuk merapikan buku – buku diruangannya.
“Ku rasa Sooyoung songsaenim yeoja yang baik dan ramah, kenapa namja aneh itu sepertinya… tidak menyukainya? Ah sudahlah! Itu bukan urusan ku!”
*tes! tes!*
Seohyun merasakan ada tetesan air hujan yang jatuh dan ternyata benar. Dalam sekejab gerimis itu menjadi hujan yang lebat, ia langsung berlari kearah halte terdekat untuk berteduh.
*byur~*
Sebuah sepeda motor sporty lewat dihadapannya dan sukses menciprati seragamnya dengan air lumpur jalanan. Seohyun tercekat. Motor itu berhenti diujung halte lalu memarkirnya, ia menatap si pengendara motor itu. Dan namja itu membuka helmnya.
“Kyuhyun?”
Seohyun kini tahu siapa namja yang membuatnya kotor seperti sekarang ini. Sejenak Seohyun mengira berhentinya namja itu untuk minta maaf padanya, nyatanya tidak. Ia malah berteduh diujung sisi halte sambil mengibaskan rambutnya yang langsung mencipratkan air – air hujan.
“Kyaaaa… Seohyunnie~”
Seohyun menoleh dan mendapati Sooyoung songsaenimnya sudah berganti pakaian dengan yang lebih santai. Ia berlari menghampiri Seohyun.
“Songsaenim”
“Annyeong! Kalau diluar sekolah, kau bisa memanggil ku eonni. Toh usia kita hanya beda sekitar 3 tahun, ku rasa”
Seohyun mengangguk dengan canggung. Ia dapat melihat Sooyoung lebih basah kuyup darinya. Ia menatap dengan sedikit cemas. Sedangkan Kyuhyun memperhatikan mereka dari sudut matanya.
“Ehm… songsaenim… maksud ku, eonni tidak apa – apa?”
“Eh? Wae?”
“Basah sekali”
“Oh… gwaenchana, nampyeon ku akan membawakan ku baju hangat. Tenang saja!”
“Nampyeon?”
“Yup! Baru calon tunangan ku sih hHe…”
Seohyun mengangguk kecil. Ditengah derasnya hujan seperti ini, tentu saja Kyuhyun tidak bisa mendengar percakapan mereka. Ia sudah tidak tega melihat Sooyoung basah kuyup begitu, maka ia melepas sweaternya. Saat ia hendak menghampiri Sooyoung, seorang namja datang dengan mobilnya dan berhenti tepat didepan kedua yeoja itu.
Seorang namja gagah dan tegap juga tampan keluar dari dalam mobil itu, Choi Siwon. Kyuhyun menghentikan langkahnya. Siwon membawa sebuah mantel berbulu tebal.
“Youngie, kau bisa sakit! Pakai ini! Dan lepas sweater luaran mu. Kaos mu tidak terlalu basahkan?” Siwon memberikan mantel itu. Sooyoung tersenyum lalu menuruti ucapan Siwon. Namja itu mengambil sweater Sooyoung dan memegangnya sedangkan Sooyoung sedang memakai mantel berbulu itu.
Tatapan Siwon beralih kepada Seohyun.
“Kau… siswinya?”
“Euhm… ne”
Sejujurnya Seohyun belum mengenal semua guru disekolahnya. Sooyoung selesai lalu tersenyum dan memperkenalkan Siwon pada Seohyun.
“Seo, dia ini salah satu guru disekolah kita juga. Namanya Choi Siwon”
“Oh! Songsaenim!”
Seohyun langsung menunjukkan rasa hormatnya. Siwon tersenyum kecil lalu merangkul Sooyoung.
“Kau ingin ikut bersama kami? Kami bisa mengantar mu pulang terlebih dahulu” tawar Siwon.
“Gwaenchana. Aku akan menunggu hujan reda saja songsaenim. Terimakasih sebelumnya”
“Kau yakin?” Sooyoung menatapnya dengan lembut.
“Ne!”
Seohyun tersenyum dan mengangguk dengan pasti. Akhirnya Siwon langsung mengajak Sooyoung masuk kedalam mobilnya untuk pulang bersama.
“Serasinya”
“Maksud mu mereka serasi?”
Seohyun terkejut saat mendengar ada suara namja dibelakangnya. Ia menoleh dan mendapati Kyuhyun sedang menatap kearah jalanan dengan tatapan tajam. Seohyun sampai bergidik ngeri. Ia mencoba tenang.
“Ne! Sooyoung songsaenim sangat cantik dan tinggi begitu pula dengan Siwon songsaenim yang tinggi, proposional dan tampan. Bukankah mereka jadi mirip seperti pasangan yang biasa ada didalam lukisan?”
Seohyun tersenyum mengenang kedua guru yang ia putuskan menjadi guru favoritnya itu. Kemudian ia teringat sesuatu.
“Ah! Bukankah Jessica, Yuri dan Tiffany meminta ku untuk pergi bersama mereka!!”
“Untuk apa?”
“Mereka bilang ingin memperkenalkan fashion pada ku”
Jawaban polos Seohyun dinilai Kyuhyun sebagai jawaban kampungan yang bodoh. Bagaimana bisa dizaman sekarang ini ada yeoja kampungan seperti yeoja dihadapannya ini. Ia mengamati yeoja disampingnya itu.
“Sama sekali berbeda dengan Sooyoung, jauh sekali” bisiknya pelan.
Seohyun menatap namja disampingnya itu dengan heran lalu memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu meski ia pun sedikit takut.
“Kyuhyun – ssi, kalau boleh aku tahu. Kenapa kau tampak sangat tidak menyukai songsaenim?”
“Aku? Tidak menyukai si bodoh Sooyoung? Jangan bercanda. Aku hanya kesal padanya”
Seohyun semakin tidak mengerti apa yang terjadi antara temannya itu dengan gurunya.
“Lalu?”
“Aku menyukainya, sangat menyukainya. Hanya saja bukan sebagai guru dan murid. Dia nyaris saja menjadi milik ku seandainya namja bernama Choi Siwon itu tidak datang dan merebut perhatiannya!”
Seohyun terkejut dan menatap namja disampingnya itu dengan tidak percaya.
“Kau…”
“Lupakan saja!”
“Apa songsaenim mengetahuinya?”
“Tentu saja Young mengetahuinya dengan pasti!”
Hujan sudah reda. Kyuhyun langsung pergi bersama motornya tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Seohyun yang masih diam terpaku dan berusaha mencerna perasaan aneh teman barunya itu.
***
Sudah satu bulan sejak Seohyun menjadi siswi baru disekolah itu. Fashionnya juga mulai membaik meski tidak sebaik yang lain. Paling tidak ini sudah lumayan berkat ketiga yeoja yang terkenal cantik seantero sekolah itu.
“Seo~ aku kan sudah bilang jangan padukan bawahan ini dengan atasan yang ini!”
Yuri menunjuk kearah baju – baju yang difoto Seohyun diHPnya yang memang masih HP kamera standar. Tiffany dan Jessica sibuk memeriksa penilaian – penilaian Seohyun terhadap fashion.
“Paling tidak kan sudah tidak seburuk yang pertama” Tiffany menenangkan Yuri.
Seohyun hanya tersenyum miris. Jessica memberikannya senyuman sekilas lalu kembali sibuk, kali ini dengan kuku – kukunya yang harus dipedicure.
“Seo… menurut ku Kyuhyun itu cocok sekali dengan mu lho!” sahut Yuri tiba – tiba.
“Dia juga tampan!” lanjut Jessica.
“Apa kau tidak menyukainya? Diakan ada dihadapan mu sehingga kamu bisa melihatnya setiap saat” tanya Tiffany penasaran.
“Kalian ini…” Seohyun berusaha menghindari topic yang belakangan ini sukses membuatnya nyaris tidak bisa tidur semalaman. Bukan karena memikirkan pertanyaan dan godaan dari chingudeulnya itu, tapi memikirkan betapa manisnya namja yang setiap hari duduk dihadapannya itu.
“Kalau menurut kalian begitu, kenapa tidak kalian saja yang menyukainya?”
“No! No! No! I have Lee Donghae oppa” sahut Jessica sambil menggerakkan telunjuknya.
“Yup! I have Yesung oppa” lanjut Yuri.
“And I have Keybum!”
Semua menatap Tiffany lalu Jessica menjitaknya dengan lumayan keras. Membuat Tiffany mengelus kepalanya yang sedikit sakit.
“Bagaimana kau bisa menyukai anak kecil itu?!”
“Tapi aku memang menyukainya sejak lama”
Seohyun sejenak memikirkan siapa kah Keybum itu dan ia mendapatkannya saat seorang hoobae berteriak kencang.
“Keeyyy!!”
Seohyun langsung menatap Tiffany tidak percaya.
“Kau menyukai hoobae kita? Anak kelas 1??”
Tiffany hanya bisa tersenyum kecil. Jessica dan Yuri langsung mendelik kearahnya dan menatap Seohyun untuk tidak menyetujui keputusan aneh Tiffany. Sementara itu Kyuhyun lewat sambil berjalan kencang dan terlihat emosi, ia menabrak Seohyun lalu pergi begitu saja tanpa minta maaf sedikit pun.
Keempat yeoja itu hanya bisa menatap namja aneh itu dengan kesal dan heran.
***
Sampai saat ini Seohyun masih menyimpan rahasia Kyuhyun yang menyukai songsaenim mereka, Choi Sooyoung. Semakin hari ia semakin mengerti kenapa Kyuhyun selalu mengalihkan pandangannya saat yeoja itu mengajar. Begitu pula hari ini.
“Seo, kau bisa pindah ke kursi ku? Kau kan pelajar yang baik pasti kau ingin memperhatikan penjelasan yeoja didepan sana!” Kyuhyun mendelik kearah Sooyoung.
Seohyun tersenyum kecil lalu menggeleng, “Ku rasa kau hanya ingin diperhatikan olehnya dengan cara tanpa memberikan perhatian. Tenang saja, dari sini pun aku bisa mendengarkan penjelasan songsaenim dengan baik”
Ternyata Sooyoung sudah berada disamping mereka, ia mendelik kearah Kyuhyun.
“Cho Kyuhyun! Berhenti mengajak orang lain ngobrol dengan mu dijam pelajaran. Kau tahukan kalau Seohyun adalah siswi baik – baik?”
“Lalu apa urusan mu huh?” Kyuhyun berdiri, menatap yeoja didepannya dengan malas.
“Dia siswi terbaik dikelas ku! Jangan buyarkan konsentrasinya” Sooyoung mempertahannya ketegasannya. Seohyun menatap keduanya bergantian. Seohyun dapat mebaca ekspresi kelelahan dimata keduanya hanya saja Kyuhyun juga menyorotkan kekecewaan.
“Kau cemburu dengan kedekatan kami, songsaenim?” bisik Kyuhyun yang hanya bisa didengar Sooyoung dan Seohyun. Seohyun langsung menggeleng dan berdiri.
“Mianhae… apa aku…”
“Diamlah!” perintah Kyuhyun dengan ketus. Seohyun langsung diam. Kyuhyun pun pergi meninggalkan kelas itu, Seohyun ingin mengejarnya untuk sedikit menasehatinya namun Sooyoung langsung menahannya.
“Biarkan saja, kadang dia memang harus sendiri untuk bisa berfikir jernih”
Seohyun mengerti lalu mengangguk pelan dan kembali duduk. Tatapannya masih tertuju pada pintu kelas begitu pula dengan Sooyoung.
***
Jam pulang sekolah…
Cuaca siang ini buruk, bahkan tampaknya hujan deras akan mengguyur kota. Seohyun sedang berfikir untuk mempertimbangkan apakah ia akan pulang sekarang atau nanti. Ada dua resiko yaitu kehujanan atau kemalaman.
*brak!*
Suara keras bantingan pintu terdengar begitu kencang. Seohyun dapat melihat pintu ruang guru terbuka lebar. Kyuhyun keluar dengan pipinya yang memerah. Beberapa saat Seohyun masih bingung apa yang dilakukan namja itu diruang guru sampai ia melihat Sooyoung keluar sambil menangis dan berteriak – teriak emosi.
“Sudah ku bilang! Jangan campuri kehidupan ku lagi! Kita sudah selesai sejak dulu ohh… tidak! Bahkan kita belum memulai apa – apa jadi berhenti mencampuri urusan ku! Aku juga ingin bahagia Cho Kyuhyun… Lepaskan aku… Jebal…”
“Selalu kata – kata klise… kau tidak pernah berubah. Kau meminta ku menunggu mu, aku sudah melakukannya tapi kau tidak menepatinya! Pagi tadi aku lihat kalian berciuman dikoridor! Apa kau tahu rasanya? Sakit sekali!”
“Harus berapa kali aku bilang kalau dia itu calon epndamping hidup ku! Aku ingin masa depan ku jelas!”
“Jadi? Karena status pelajar ku? Aku bisa bekerja nanti untuk kita!”
“Cho Kyuhyun… jebal…”
Sooyoung berbalik lalu menutup pintu ruangannya. Kyuhyun berjalan kearah Seohyun yang kebingungan, ia tidak ingin disangka menguping pembicaraan orang. Sayangnya, Kyuhyun sudah lebih dulu melihatnya.
“Seo…hyun…?”
“A-aku tidak men-mendengar ap-apa kok!”
Kyuhyun tersenyum kecil lalu berdiri dihadapan yeoja itu dan menepuk pelan bahunya.
“Tenanglah, aku sedang tidak menuduh mu. Lagipula itu wajar, Sooyoung berteriak terlalu kencang. Jangan kamu, kalau ada orang diseberang sana pasti bisa mendengarnya juga”
Tanpa sadar Seohyun menghela nafas lega yang membuat Kyuhyun memandangnya lalu lagi – lagi tersenyum. Seohyun pun memberanikan diri untuk menatap namja disampingnya.
“Cuaca buruk sekali”
“Mungkin langit merasakan kesedihan mu, Kyuhyun – ssi”
“Mana mungkin ada yang seperti itu?”
“Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan”
Kyuhyun pun memutuskan untuk segera pulang namun ia kembali menoleh kearah Seohyun.
“Seo, aku akan mengantarkan mu pulang”
“Eh? Tidak perlu, aku bisa sendiri”
“Sudahlah! Ikut saja! Aku juga ingin sedikit… bercerita, mungkin”
Mendengar permintaan dan permasalahan Kyuhyun membuat Seohyun akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran antaran pulang itu.
***
“Kyaaaaaaa!! Cho Kyuhyun!! Ini terlalu kencaannggg!”
Seohyun sangat shock saat Kyuhyun menggas motornya dengan sangat kencang. Namja itu tidak mendengar suara Seohyun dan tidak merasakan kuatnya pelukkan Seohyun ditubuhnya. Pikirannya sedang tidak disana. Ia masih mengingat jelas kejadian – kejadian yang membuat hatinya sakit belakangan ini. Wajah Sooyoung dan Siwon terus berlari – larian didalam pikirannya. Ia semakin emosi dan ia semakin mengencangkan laju motor sportnya itu. Ia tida menyadari kalau didepannya ada truk pengangkut barang yang tengah menyeberang itu.
“CHO KYUHYUUUUNNN!!! LIHAT KEDEPAAANNN!! KYAAAAAAAA!!!”
*Brak! Brak! Brak!*
Keduanya terpental dari motor besar itu. Darah segar mengalir disana sini begitu juga dengan cipratan darah. Kini Kyuhyun dalam keadaaan sangat parah sedangkan Seohyun sudah tidak sadarkan diri lagi.
“Seo…hyun…” Kyuhyun berusaha meraih Seohyun yang sudah bermandikan darah disampingnya. Namun ia tidak bisa, karena ia langsung hilang kesadaran.
***
-Kyuhyun POV-
Alunan suara indah itu terus terdengar. Sejak tadi terus berulang – ulang. Itu lagu yang ku kenal aku tahu lagu itu, tapi… yang menyanyikannya kenapa suara seorang yeoja? Suara itu begitu lembut dan hangat. Rasanya aku mengenalnya, tapi aku tidak tahu suara siapa itu.
Apakah itu Sooyoung?
Rasanya tidak mungkin. Sangat tidak mungkin ia bernyanyi untuk ku. Namun bisa saja kan kalau dia yang bernyanyi untuk ku? Namun bagaimana kalau semua ini untuk Siwon? Aku melangkahkan kaki ku menuju kearah cahaya. Suara itu semakin terasa dekat.

♫ naega saranghaetdeon geu ireum
bulleoboryeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon
geu ireum ijen jeogeonoko na ulmeogyeo
nae ane sumgo sipeojyeo♫

Sosok yeoja itu semakin terlihat, rasanya aku mengenalnya. Sangat mengenalnya. Yeoja itu menoleh dan tersenyum. Rambut lurus panjang itu… wajah itu…
“Kyuhyun – ssi”
Siapa lagi yang memanggil ku seformal itu selain dia, Seo Joo Hyun.
“Seohyun, sedang apa kau disini?”
“Aku? Kenapa bertanya? Bukankah kau sudah tahu jawaban ku?”
“Maksud mu?”
Yeoja itu tersenyum melihat kebingungan ku. Aku baru menyadarinya. Dia memiliki hati yang lembut dan dia memang tidak secantik Sooyoung, tapi dia begitu manis dan menenangkan. Ada apa dengan ku? Kenapa aku mulai berfikiran yang aneh – aneh tentangnya?

♫neol saeanghal subakke eobseotdeon
geu nareul ijen arajwoyo
irul su eomneun sarangdo saranginika♫

Suaranya sangat lembut aku menyukainya. Menyukai suara yang membuat ku tenang dan hangat. Kenapa aku baru menyadari kalau ada yeoja secantik dan selembut dia?
Bukankah dia selalu bersama ku dan menangkan ku?
“Seo… aku…”
“Kyuhyun – ssi, pulanglah… mereka semua merindukan mu. Sangat merindukan mu”
“Seo, maksudnya? Apa maksudnya?”
Dia tidak menjawab pertanyaan ku. Dia hanya tersenyum lalu pergi begitu saja.
-end pov-

Mesin pendeteksi detak jantung kini kembali menampilkan garis – garis tak beraturan yang tinggi. Kyuhyun membuka matanya dengan perlahan. Ia bisa melihat keluarganya disana bersama teman – teman baiknya. Dia sama sekali tidak menjumpai Seohyun disana. Meski ia bisa melihat ada Sooyoung didekatnya namun rasanya ada yang aneh. Hatinya terus mencari Seohyun.
“Dimana Seo?” itulah kalimat pertama yang keluar dari mulutnya.
“Seohyun baik – baik saja. Tenanglah” Sooyoung berusaha membuat Kyuhyun tenang. Disampingnya berdiri Siwon yang ikut merasa prihatin.
“Beritahu aku! Dimana Seohyun?!”
Kyuhyun langsung mencoba berdiri. Dengan segera orangtuanya menahan termasuk Siwon. Sooyoung kebingungan, dia harus bilang apa atas keadaan Seohyun sekarang.
“LEPASKAN! DIMANA SEO JOO HYUN?! BERITAHU AKU!!”
Kyuhyun langsung bangkit dan ia mencoba berdiri sambil berpegangan pada tempat tidur rawatnya itu. Siwon yang tadi mencegahnya malah membantunya berdiri.
“Aku rasa lebih baik jika dia mengetahui keadaan yeoja itu”
Siwon pun membantu Kyuhyun keluar dari ruangannya itu.
“Tapi setelah satu bulan dia koma, dia baru sadar sekarang! Kondisinya masih lemah” Sooyoung menangis lagi. Namun Siwon tetap membawa Kyuhyun menuju ruang tempat Seohyun dirawat.
***
Kyuhyun mengetahui keadaan Seohyun yang dalam kondisi kritis dan koma. Hal ini membuatnya merasa bersalah dan kehilangan. Dan kini sudah memasuki bulan ketiga. Seohyun belum juga terlihat ada tanda – tanda kemajuan. Kyuhyun pun setiap hari mengunjunginya kerumah sakit dan membawa buket – buket bunga yang terus menumpuk dan jika layu akan segera ia ganti dengan yang baru.
Hari ini pun begitu, ia membuka tirai jendela dan cahaya matahari langsung masuk kedalam ruangan itu. Wajah Seohyun kini bermandikan cahaya matahari, Kyuhyun menatapnya sambil tersenyum lalu ia sibuk menaruh buket bunga yang hari ini baru ia beli lagi. Saat ia kembali menatap Seohyun, tangan yeoja itu bergerak.
“Seohyun? Kau sadar? Ini aku! Aku, Cho Kyuhyun”
Namun yeoja itu tidak kunjung membuka matanya, namun Kyuhyun bisa melihat ada air mata menetes dipipinya dan jatuh kebantal. Kyuhyun mengapus air mata yeoja itu lalu berbisik pelan.
“Seohyun, mianhae… kau tahu? Setelah hari ku tanpa mu, aku mulai merindukan mu”
Tidak ada reaksi dari Seohyun namun lagi – lagi ada air mata disana.
“Seohyun… uljima… aku ingin kau kembali untuk bersama ku, hanya itu”
Kyuhyun mengecup kening Seohyun dengan lembut. Seorang suster masuk.
“Mian, jam besuk sudah selesai. Biarkan pasien istirahat”
“Arraseo. Tolong jaga dia baik – baik” Kyuhyun meminta suster itu dengan ramah.
“Ne. Aku akan menjaga yeojachingu mu ini”
Belum sempat Kyuhyun menyangkal ucapan suster itu, pintu ruang rawat sudah tertutup. Kyuhyun berfikir sejenak lalu tersenyum kecil.
“Tidak masalah, aku baru saja berfikiran saat dia sadar nanti aku akan memintanya mejadi yeojachingu ku”. Kyuhyun pun melangkah pergi dengan riang.
***
Kyuhyun memandang keluar jendela dari kamarnya. Ia beberapa kali tersenyum tipis. Ada sesuatu yang membuatnya merasa terdorong untuk melihat kebawah sana. Sesosok yeoja melambaikan tangan dibawah sana sambil tersenyum. Kyuhyun terperanjat melihat Seohyun disana. Ia langsung berlari turun diam – diam untuk tidak membangunkan hyung – hyung’nya yang super rebut itu.
“Seohyun! Sedang apa kau malam – malam begini keluar? Bagaimana keadaan mu? Bukankah seharusnya kau dirumah sakit?”
“Wahh… Kau kecewa aku sudah sembuh dan berada disini?”
Kyuhyun menggelengkan kepalanya kuat lalu sedikit gugup, Seohyun tertawa kecil.
“Sore tadi aku sudah diizinkan keluar dan suster bilang kau selalu datang keruang rawat ku membawakan bunga – bunga indah yang berjejer disana”
Kyuhyun gugup dan ia memegangi leher belakangnya dengan canggung. Kemudian Kyuhyun teringat suatu tempat yang ingin ia kunjungi bersama Seohyun, memang bukan tempat khusus yang sepi. Namsan Tower. Tempat tinggi dimana ia bisa melihat semuanya dari atas sana.
Kyuhyun mengambil kunci mobil Leeteuk diam – diam lalu membawa Seohyun bersamanya.

“Kau lihat Seo? Bukankah Seoul itu luas dan indah?”
Kyuhyun berdiri dibelakang Seohyun yang menatap keindahaan dibawahnya sambil tersenyum kecil. Kyuhyun memegang kedua bahu Seohyun lalu memutar tubuh yeoja itu agar berhadapan dengannya.
“Wae?” Seohyun tampak kebingungan.
“Seo Joo Hyun, maukah kau… menjadi yeojachingu ku?”
Seohyun tercengang, ia menatap kedua bola mata Kyuhyun. Tidak ada sinar iseng – nya yang biasa, yang ada hanyalah ketulusan dan keseriusan.
“Seohyun, aku mengerti. Selama ini aku terlalu mencintai Sooyoung dan membuat mu kesulitan. Tapi bisakah kau pertimbangkan perasaan ku?”
Kyuhyun berusaha meyakinkan Seohyun. Namun yeoja itu sama sekali tidak menjawab, hanya ada air mata disana. Kyuhyun heran.
“Seo.. apa aku salah bicara?”
Seohyun menggeleng lalu tersenyum disela – sela isakannya. Kyuhyun khawatir, mengingat Seohyun baru saja sembuh hari ini.
“Kau baik – baik saja kan?”
“Ne. Aku baik – baik saja selama aku ada dihati mu”
Jawaban Seohyun membuat Kyuhyun terkejut. Ia diam dan memandang Seohyun dengan lekat lalu sedetik kemudian ia meraih yeoja itu dan memeluknya erat. Seohyun sendiri semakin menangis didalam pelukkan Kyuhyun.
“Sudahlah, aku tidak mau hari pertama jadian kita ini kau hiasi dengan air mata”
“Kyu, aku hanya takut kalau aku terlambat mengatakan kalau aku menyukai mu sejak lama. Sejak pertama kali aku datang dikelas itu dan melihat mu”
Kyuhyun tersenyum lalu membelai lembut rambut panjang Seohyun yang terurai itu.
“Seohyun, selamanya bersama ku. Itu yang ingin ku pinta dari mu”
“Aku akan selalu bersama mu didalam hati mu, Kyu”
Bisik Seohyun pelan tanpa bisa didengar oleh Kyuhyun. Ia pun membiarkan dirinya didalam pelukkan Kyuhyun dan menemukan ketenangan disana.

Sementara itu…
*tuuuuuuuuutt tttttttuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttt*
Mesin itu mulai tidak stabil dan menandakan garis lurus – lurus. Suster itu langsung mememcet bel panggil darurat sehingga dokter dan beberapa suster lain masuk kedalam ruang rawat itu. Pasien itu masih dalam keadaan koma namun semua bisa melihat ada air mata disana.
“Suster! Alat pacu jantung! Cepat!!”
Suster itu langsung mengambil alat pacu jantung. Sementara suster yang lain langsung mengabari keluarga pasien tersebut. Beberapa menit kemudian orang tuanya datang. Dan langsung diminta menunggu didepan ruang rawat pasien.
“Bagaimana keadaan putri saya?!” wanita paruh baya itu langsung memborbardir suster.
“Kami sedang berusaha, mohon ditunggu” jawab suster itu dengan ramah.
Dan didalam ruangan itu para semuanya sedang berusaha untuk mencegah hal yang terburuk namun sayangnya Tuhan berkehendak lain.
*tttttuuuuuuuuutttttttttttttttt____*
Akhirnya yeoja itu menghembuskan nafas terakhirnya dengan air mata namun wajahnya tersenyum manis, melukiskan kecantikannya. Seohyun pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan indah.
***
Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan berat kekamar mendiang Seohyun. Orangtua yeoja itu meminta Kyuhyun melihat kamar putri mereka itu walau hanya sebentar saja.
Sebuah foto terpajang dimeja belajar Seohyun, rupanya itu foto Kyuhyun saat dirinya sedang tertidur dikelas.
“Aku bahkan tidak menyadari kalau kau mengambil gambar memalukan seperti ini”
Ia mengangkat figura itu dan sebuah kertas kecil jatuh dari dalamnya. Kyuhyun mengambil dan membukanya, air matanya menetes dan membasahi kertas kecil itu.

Cho Kyuhyun,
Ku harap kau mengetahui hal ini
Entah butuh berapa lama
Tidak peduli berapa detik, menit, jam dan hari yang telah ku habiskan hanya untuk memikirkan mu dan diam – diam tersenyum karena mu
Tidak peduli meski berapa kali aku melihat tatapan cinta mu pada songsaenim
Tidak peduli berapa tahun ku habiskan untuk menunggu mu menoleh pada ku
Aku tidak peduli apa pun selama kau masih bersama ku
Sejauh apa pun hati mu, hati ku tetap milik mu…

-SeoJooHyun-

Lutut Kyuhyun terasa lemas hingga tidak lagi sanggup menopang tubuhnya. Namja itu duduk dilantai sambil menangis. Ia menyesali semuanya, semua yang telah menyebabkan kisahnya usai seperti ini.
“Seohyun… seandainya saja hari itu aku tidak mengantar mu pulang. Seandainya saja hari itu aku tidak memikirkan orang lain. Semuanya tidak akan pernah berakhir begini. Seohyun, kenapa kau harus meninggalkan ku disaat aku memilih untuk bersama mu?”
Namun kenyataan tidak akan pernah berubah dan penyesalannya tidak akan membuahkan apa – apa. Kyuhyun pun masih memilih untuk didalam ruangan rapi serba hijau dan dipenuhi hiasan keroro itu. Dan semuanya yang telah pergi tidak akan kembali lagi.
—END—
Author selalu gak enak badan belakangan ini…
Setiap minum obat selalu ada efek samping yang menyebabkan ngantuk minta ampun
Mana sekarang libur Cuma hari minggu, jalan pulang macet sangat!

Jadi mohon dimaklumi ya kalo kualitas cerita ff’nya menurun…

Sampai jumpa lagi~ ^^

19 comments

  1. eylnie · August 21, 2011

    ff nyah bagus…
    tapi sad ending ya…sayang banget seonya meninggal gtuh…

  2. salma · September 2, 2011

    chingu ff daebak…
    tapi kok sad ending…
    bsk” bikin seokyu lagi ya…
    tapi yg heppy end njih…

  3. kyuwon · October 27, 2011

    wah,,,, ff’y ,,, bikon lagi dong tapi jangan sad ending y,,,,#maksa author heheheheh

    di tunggu ff yg laen’y….

  4. GameAh · November 14, 2011

    hihihihihihihi~ aku suka SeoKyu😀 tapi kok sedih sih?😦 jangan sad dong endingnya~

  5. syifabob · November 19, 2011

    sedih …..
    Sampe nangis yah….

    Nah trus yang di namsan tower ma kyu, tuh kyu lg mimpi ???

    Kenapa seohyunnya ga hidup lg ja tp dgn nama yg lain trus akhirnya hidup bahagia bareng kyu…..
    Heheehehe

  6. zumishinigami · November 19, 2011

    astajim….. sediih bgt… adu2 sampe berkaca2…
    daebak chingu..

  7. indah seokyu lover forever · December 4, 2011

    Yah,, sad end..😦

  8. My Bias is Sooyoung and Kyuhyun,I'm not KNIGHT but I'm WIRES :D · April 25, 2012

    seomma meninggal? hueeeeeeeeee kasihan nnti kyuppa sendirian T-T

  9. WIREs (SeoKyu SHIPPER) 최 안나 · May 13, 2012

    hiks , seomma meninggal T^T kasihan kyuppa

  10. aku anaknnya haesica adeknya yoona sepupunya kyuhyun adeknya seohyun · June 11, 2012

    huaaa .. endingnya ssedihh
    eonniee😦😥

  11. 명고 자 · July 27, 2012

    sedihhhhhh…. kenapa hrus mati seonya???
    buat seokyu lagi dunggg
    penasaran neyyy

  12. Stef SeoKyu 4ever · October 2, 2012

    hwaaaa…..saya nangis bacanya…
    bener2 bikin nyesek… sad ending…
    hikz…

  13. miss hyun · January 28, 2013

    chingu, ceritanya nyesek bgt,kyu terlambat bgt nyadarin perasaaannya.

  14. snsdthebest · February 27, 2013

    daebak ff nya eonni d^^b
    tp sad ending T^T
    nnti bikin ff seokyu lg ya eonn, tp yg happy ending ^^
    seokyu jjang !!!

  15. CherryRosemary_SONE · April 21, 2013

    Indah sekali..
    Aku suka bgt ni ff, jarang ada ff yg kubaca sad ending..
    Huahh, aku nangis..
    Author tanggung jawab!

    Eh y,saya reader baru di sni..
    Na eui ireumeun, Kris ibnida!
    #jeo neun yeoja ibnida
    bangapsebnida!

  16. Ulfa SeoKyu · July 21, 2013

    air mataku sampe ngalir, sedih banget

  17. kim youngna · July 11, 2014

    Ya ampuun sad bangeet.. aku selalu gak tahan pengen nangis kalo baca ff seokyu yg sad ending..

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s