Part 4 : Beautiful Sad Love Story

Tittle : Beautiful Sad Love Story

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi a.k.a Iclarrs Wood

Cast : Super Junior

Lee Dong Hae (Donghae) / Kim Ryeo Wook (Ryeowook) / Cho Kyu Hyun (Kyuhyun) / Kim Jong Woon (Yesung) / Park Jung Soo (Leeteuk) / Choi Si Won (Siwon) / Shin Dong Hae (Shindong) / Kim Hee Chul (Heechul) / Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

Kim Seo Yeon (Ichen) / Park Hyo So (Any) / Shin Chae Kyung (Bella) / Yoon Ji Byung (Dinda) / Yoon Ji Hye (Dheyka) / Song Hye Ra (Dea) / Son So Hye (Piluu) / Song Eun Ri (Dika) / Han Soo Hyun (Wiyan)

Support Cast :

Jung Soo Yeon (Jessica SNSD), Woo Young Jaejoong (Kim Jaejoong DBSK/JYJ), SM Entertainment talent, Han Shi Hye (Ipit) and Kim Hyun Jae (Kak Dea)

Song : Perfection – Super Junior

NB : Kali ini yang tampil adalah lirik Tai Wan Mei (Perfection/Too Perfect)

Jessica menemui Eunhyuk didorm Super Junior. Hankyung mempersilahkan yeoja itu masuk.

“Hyuk Jae~ dongsaeng mu tuh! Jung Sica!” panggil Hankyung kepada Eunhyuk yang sedang berada dilantai atas untuk menghadapi pertandingan PS 3 bersama Kyuhyun dan Kibum.

“Suruh naik aja hyung! lagi seru nih!”

“Sica dengarkan? Silahkan saja” Hankyung tersenyum lalu duduk disofa dan menyalakan tv. Ia melangkahkan kakinya menaiki tangga sampai melihat suasana ribut dan berantakan diatas sana, “Dasar namja!” gumamnya pelan.

“Ada apa Sica?” Eunhyuk mengalihkan perhatiannya dari layar tv 21 inchi itu. Ia meminta Donghae untuk menggantikannya sebentar.

“Masalah Jung Seoyeon” jawab Sica singkat sambil duduk disalah satu sofa panjang yang tersedia disana. Eunhyuk menyodorkan jus jeruk kalengan.

“Doushite?”

“Kenapa kita tidak jelaskan saja alasan kenapa dia harus menikah dengan Wooki oppa?”

“Untuk apa? Ku rasa dia tidak akan peduli, toh dia menyukainya juga kan?”

“”Tapi aku selalu melihatnya bersama Donghae” Jessica tampak bingung.

“Ini amanat dari appa dan eomma. Kita kan tahun ini demi kebaikan mereka berdua”

“Bukankah sama saja kita memaksa mereka?”

“Sica, Seoyeon bukan lagi anak kecil. Dia akan menolak jika memang tidak ingin. Toh kita hanya menuruti ucapan eomma dan appa demi kebaikan mereka”

Sica menghela nafas berat dan mengerti. Sementara Eunhyuk mengusap kepala yeoja itu sambil tersenyum.

“Yakinlah semua akan baik-baik saja Sica. Ini demi dongsaeng kita juga”

***

Ta mi zhu wo shi xian

(Dia mengambil perhatian ku)

Ta mi zhu wo shi xian

(Dia mengambil perhatian ku)

Siwon mengejar Hye Ra. Tampaknya Siwon belum berniat menyerah soal sikap dingin Hyera.

“Mau apa kau mengikuti ku terus huh?!”

Hyera menatap namja dibelakangnya itu dengan kesal. Siwon meraih tangan Hyera dengan tangan kanannya yang kekar. Hyera memandangnya diam. Dia semakin tidak mengerti dengan sikap idola satu itu.

“Hyera, ku mohon… Jangan acuhkan aku seperti ini!”

Siwon menatapnya dalam. Hyera dapat merasakan jantungnya berdetak cepat, tidak menentu. Namun ia tetap dalam pendiriannya, mencintai seorang idola bukanlah hal yang mudah. Terlalu banyak resiko dan dia tidak siap menanggungnya.

“Aku kan sudah bilang kalau aku hanya bersikap biasa saja” keluh Hyera.

“Ani! Kau bersikap dingin hanya kepada ku?” Siwon bersikukuh pada pendapatnya.

“Siwon-ssi~ aku tidak begitu pada mu. Ku mohon jauhi aku”

Hyera melangkahkan kakinya lebih cepat. Kali ini tangan Siwon berhasil meraih tangan Hyera. Yeoja itu diam dan menoleh, dia dapat melihat wajah kecewa seorang Choi Siwon.

“Hyera, tak bisakah sekali saja kau tersenyum untuk ku?”

Siwon tetap memegang tangan Hyera sambil mendekatinya. Hyera mundur beberapa langkah, ia sudah sadar benar kalau para E.L.F dikampusnya itu sudah menatapnya dengan dingin. Seorang Choi Siwon baru saja mendekati salah satu yeoja dikampusnya, bukankah itu hal yang menarik?

“Siwon-ssi~ kau akan membuat ku kesulitan dengan semua sikap mu ini”

Hyera memandang Siwon, memohon pengertiannya. Namja itu belum mau melepaskan pegangannya.

“Siwon~ sekali ini saja… jebal~”

Akhirnya dengan enggan, Siwon melepaskan Hyera yang langsung menjauh darinya.

(Siwon) Zai ai qing li de bao zang bei wo fa xian

(Aku menemukan harta karun didalam cinta)

Ni jiu shi wo xun zhao de xi shi bao bei

(Dan kamu adalah harta karun yang aku cari itu)

Ryeowook sedang bimbang. Eunhyuk sudah menjelaskan semuanya kalau nenek hyungnya yang sedang sakit-sakitan itu sangat ingin melihat si bungsu menikah dengan seorang namja baik yang dapat merawatnya. Maklum saja, Seoyeon adalah kesayangan keluarganya meski bukan hanya dia satu-satunya anak perempuan dikeluarga itu. Namun semua sudah yakin kalau Jessica bisa memilih calon yang baik untuknya. Terlebih lagi orang itu adalah Kim Jaejoong. Ia mencoba untuk menghubungi kenalannya, Kim Hyunjae yang sedang berada disemester empat.

“Annyeonghaseyo Hyunjae? … Aniya, aku sedang bingung… Aku kan sudah bilang soal keinginan Hyukie hyung… Ne~ dia serius… Aku? Aku pikir dongsaengnya itu anak yang menyenangkan lagipula dia sudah akrab dengan seisi komplek SM Ent… Tentu saja, selain karena dia dongsaengnya Hyukie hyung, dia juga anak yang supel… Eh?! Aku mungkin saja menyukainya??? … aku benar-benar tidak tahu… Ok! Akan ku jalani saja … Aku juga heran, aku tidak keberatan sama sekali. Mungkin saja?”

*klik!*

Ryeowook memutus sambungan teleponnya. Ia menarik nafas dalam-dalam. Dia melirik jam yang nampang manis didorm Super Junior. Satu jam lagi… Ya, satu jam lagi Seoyeon pasti datang untuk menemui Jessica dan Eunhyuk.

***

(Kyuhyun): Ni jiu bu duan de zai jiao fan wo shi jie

(Kamu menggemparkan dunia ku)

Lian bing kuai yu jian ni dou ran qi huo yan

(Seketika es akan mencair jika aku bertemu kamu)

Hyoso memasuki dorm practice room’s Super Junior. Sebenarnya sih ini ruang latihan bersama. Jadi kadang-kadang member SNSD suka memakai ruangan ini. Karena ruang latihan bersama ini sangat luas, jadi Super Junior dan SNSD lebih suka disini daripada practice room’s yang ada diasrama mereka. Hyoso memasuki ruangan itu sebagai saudara sepupu Yesung, bukan tunangannya. Kyuhyun menyambutnya dengan tersenyum ramah.

“Hyoso-ssi! Kau datang lagi?”

“Makanan untuk Yesung ya?” Leeteuk membantu Hyoso membawa kotak makanan itu.

“Aniya, aku bawa tiga belas” Hyoso tersenyum sambil melirik sana-sini untuk mencari Yesung. Ia tidak menemui namja itu dimana pun dalan ruangan itu. Kyuhyun yang sejak tadi memandang Hyoso menyadari kalau yeoja itu sedang mencari Yesung, sepupunya.

“Mencari sepupu mu? Dia sedang menjengguk kekasihnya”

“Eh? Kyu oppa…”

Hyoso agak terkejut dengan pernyataan Kyuhyun yang seolah membaca gerak-geriknya. Hyoso jadi merasa sedang diperhatikan dan ini membuatnya sedikit malu. Ia menunduk. Melihat hal ini dan tatapan mencurigakan si maknae evil membuat Eunhyuk, Donghae, Sungmin dan Kangin menemukan mainan baru.

“Aish! Kyuhyunie~ jangan coba-coba menggoda wanita dengan senyum evil mu”

“Betul kata Kangin hyung!” seru Donghae penuh semangat.

“Rasanya aku sangat ingin melihat wajah manis Kyu-Kyu kita ini memerah karena malu”

Sungmin merangkul Kyuhyun yang kini tampak seperti kepiting rebus. Pintu menjeblak terbuka dan Ryeowook masuk dengan bingung melihat keributan itu.

“Wookie! Sini! Biarkan mereka main-main dengan Kyu” Hankyung memberikan tempat duduk untuk Ryeowook yang tampaknya mulai mengerti karena ada yeoja disana, dihadapan Kyuhyun.

Hyoso makin menunduk. Ia merasakan wajahnya panas karena menahan malu. Jujur saja, ia memang seorang E.L.F namun ia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan mereka dalam keadaan seperti ini. Leeteuk jadi kasihan melihat Hyoso. Ia meminta mereka semua berhenti untuk mengganggu Kyuhyun.

“Ah! Hyung gak asyik nih!” keluh Eunhyuk sambil menangkap pisang yang dilemparkan Heechul, ia baru saja kembali dari dorm untuk mencari cemilan.

“Bukannya begitu, kan kasihan sepupunya Yesung ini!” Leeteuk mencoba menjelaskan.

“Kalau Kyu?” tanya Donghae penuh harap.

Leeteuk berfikir untuk beberapa saat, “Kalau maknae evil kita ini sih terserah mau kalian apakan. Aku sih tidak peduli asal dia kembali dalam keadaan 100% utuh! Hhaa…”

Kyuhyun shock mendengar keputusan leader tersebut. Dan ini berarti kalau dia dalam keadaan bahaya. Dengan segera ia menari Hyoso untuk keluar menghindari orang-orang iseng itu, namun Eunhyuk dan Sungmin sudah mengantisipassinya. Mereka menarik kaki Kyuhyun yang otomatis membuatnya terjatuh.

Hening…

Mata semua member melotot saat melihat ternyata Kyuhyun jatuh tepat diatas Hyoso dan dalam keadaan mencium bibir yeoja itu secara tidak sengaja. Kyuhyun langsung berdiri dan membantu Hyoso berdiri, wajah keduanya memerah.

“Mianhe~ aku benar-benar harus segera pulang” Hyoso langsung membuka pintu dengan gugup. Seluruh member Super Junior masih tercengang menatap Kyuhyun.

“Kau tidak mengejarnya Kyu?” tanya Hankyung. Kyuhyun hanya diam, tubuhnya nyaris meleleh. Sungmin menepuk bahu dongsaeng kesayangannya itu.

“Sudahlah~ jangan melting begitu ah!”

“Hyung, kau membuat ku semakin malu tahu!” gerutu Kyuhyun kesal. Ia langsung menarik Kibum yang asyik dengan PSPnya. Kibum tentu saja menolak ditarik-tarik begitu.

“Ada apa sih Kyu?!”

“Hyung~ ku mohon temani aku main PSP didorm saja”

Kyuhyun pasang puppy eyes yang langsung bikin Kibum rela ngikutin dongsaengnya itu kedorm. Disusul tawa member Super Junior yang lain.

***

Tai guo xin ji bu dui,yong li ai hui sui

(Ini tidak benar menjadi gawat dan jika kamu menekan terlalu keras cinta akan patah)

Tai guo huan man bu dui, wo sui zhe jin huo tui

(Ini tidak benar menjadi lambat, aku kembali dengan hati ku)

Seoyeon memasuki areal komplek dorm artis SME. Ia melihat seorang yeoja dengan wajah memerah keluar dari practice room’s bersama yang terletak dilantai dasar Super Junior dorm. Yeoha itu tidak sengaja menyenggol bahunya.

“Mianhe” serunya sambil membungkukkan badan berkali-kali.

“Gwaenchanayo~” sahut Seoyeon riang. ‘Tampaknya aku punya teman baru’, pikirnya.

“Ah… Gomawo”

“Ne. Habis dari sarang penyamun?” tanya Seoyeon sambil terkekeh.

“Eh?” yeoja didepannya menatap tidak mengerti.

“Ups! Super Junior maksudku”

“Ne. Bagaimana kau bisa tahu?”

“Aku sering kesini untuk mengunjungi oppa dan eonni ku”

“Apa mereka bekerja disini?” yeoja itu tampak tertarik.

“Tentu saja! Siapa nama mu? Kita bisa berteman dan mungkin akan bertemu lagi”

“Park Hyo So. Kau?”

“Jung Seo Yeon”

Dari kejauhan Jessica melambai kearah Seoyeon. Hyoso melihat hal itu, namun belum sempat ia bertanya. Seoyeon langsung membungkuk sebentar dan berlari memeluk Jessica dan tampak sekali mereka sangat akrab. Bahkan sesekali Jessica menjitaknya pelan sambil tertawa. Hyoso tertegus sejenak, “Siapa dia? Dan siapa kakaknya?”

***

(Donghae) : Oh Tai wan mei, ni yan li wo chu xian

(Oh terlalu sempurna, aku muncul dimatamu)

Oh bu rang shui, ti wo zai ni shen bian woo~

(Aku tidak akan biarkan oranglain tetap dengan mu kecuali aku woo~)

Jessica mengantar Seoyeon hanya sampai depan pintu dorm Super Junior.

“Hati-hati ya! Kau ingatkan? Disana amat sangat berbahaya” Jessica menatap adiknya.

“Tenang saja eonni~ kalau semuanya selevel Hyukie hyung mah mudah saja. Kan ada Siwon oppa yang baik hati dan Kangin oppa yang kuat dan hebat!” Seoyeon meninju udara.

“Masalahnya si baik hati masih dikampus” Jessica semakin tidak tega membiarkan dongsaengnya itu masuk ke dorm ke-13 namja yang mayoritas berotak evil itu.

“Eonni~ aku kan sering kesini~”

“Tetap saja aku khawatir, kecuali jika kau ketempatnya SHINee. Toh mereka juga masih anak-anak”

*buk!*

Bantal sofa mendarat dikepala Jessica hasil bidikkan Eunhyuk yang kebetulan keluar dari practice room. Ia menatap dongsaengnya itu dengan kesal.

“Kau ini! Kenapa bicara yang menyeramkan begitu sih?”

“Aku kan hanya menjaga si bungsu ini!” gerutu Jessica sambil melempar kembali bantal tersebut. Dan ternyata meleset dan mengenai Donghae yang baru saja keluar. Ia terhuyung dan dibelakangnya ada Ryeowook yang langsung menyangganya.

“Sudah sana temui Jaejoong hyung yang sejak tadi mencari mu!”

Eunhyuk kembali kedalam dan Jessica pergi. Sekarang tinggal Donghae dan Ryeowook yang masih dalam keadaan Ryeowook memeluk Donghae dari belakang agar namja itu tidak terhempas kelantai. Seoyeon bengong seketika.

“Kalian sedang apa??”

Menyadari hal yang membuat Seoyeon bengong, Ryeowook langsung melepas Donghae.

“Tadi lemparan bantal Jessica menghantam wajah ku” seru Donghae membela diri. Seoyeon langsung tertawa, ia memegangi perutnya yang jadi sakit karena habis makan dikampus tadi.

“Aku percaya Hae oppa dan Wookie oppa kok. Soalnya Hae oppa hanya mau dengan Hyuk oppa kan? Dan Wookie oppa hanya mau dengan Sungie oppa”

“MWO?!” teriak Ryeowook dan Donghae bersamaan.

“Jadi kau pikir kami seperti itu?!” ucap mereka lagi-lagi bersamaan.

Seoyeon menatap mereka serius, “Ku rasa, aku harus bilang SooMan ahjussi untuk mengganti couple di Super Junior!” kilatan mata isengnya mulai keluar. Ia memasuki ruangan tempat berkumpul member Suju, minus Siwon, Kyu dan Kibum.

“Jangaaaaaaaaann Seoyeeoooonn!!” teriak kedua namja itu sambil menyusulnya kedalam.

(Zhoumi): Ni de mei yan, ni de ce lian ,ni de jing jian ,ni de wu mei

(Alis dan mata mu, wajah sampingmu, leher mu, daya pesona mu)

Ni de yi qie,cong tou dao wei , wo yi lun xian

(Kamu segalanya dari kepala hingga kaki, aku telah jatuh cinta padamu)

Hari ini Ji Byung menyempatkan diri untuk mampir ke Jeonju University. Ia ingin memberikan Ji Hye kunci rumah. Karena mala mini dia akan menginap dirumah temannya dan ia tidak ingin dongsaengnya itu tidak bisa masuk rumah dah harus terlantar dijalanan hanya karenanya. Ji Byung adalah mahasiswi semester dua di NeungGok University.

“Jihye!” panggilnya saat melihat Jihye sedang bersama teman kampusnya, Han Shi Hye.

“Eonni?? Waeyo?? Kenapa bisa disini?” Jihye menghampiri kakaknya dengan heran.

“Aku ingin memberikan kunci rumah pada mu. Appa dan eomma kan masih dirumah saudara di Jeju. Dan mala mini aku akan menginap dirumah teman ku untuk mengerjakan tugas” jelas Jibyung dengan singkat dan padat.

“Jibyung eonni, ku dengar bias eonni adalah Siwon oppa” Shihye menegur Jibyung yang langsung tersenyum sambil mengangguk dengan semangat.

“Asal enni tahu saja, diakan mahasiswa semester dua. Satu tingkat dengan eonni” Shihye menjelaskannya sambil menatap berkeliling mencari sosok Siwon.

“Lhooo??? Tapikan…” Jibyung bingung dibuatnya.

“Tentu saja, dia menunda karena pekerjaannya. Jadi, jangan berfikiran kalau dia babo atau sejenisnya” tuntut Jihye. Jibyung mengangguk kecil.

“Aku masih ada jam kuliah nih eon, sampai nanti” Jihye pamitan pada eonninya. Dibalas lambaian tangan oleh Jibyung. Shihye dan Jihye hilang dari pandangan.

Jibyung melangkahkan kakinya menuju gerbang depan. Seseorang menghentikan langkahnya. Ia menatap sosok yang tengan bersandar ditembok dekat gerbang Jeonju University, seorang namja yang sedang menelepon.

“Arraseo~!! Aku akan mampir ke alfamart terdekat… Ne~ aku mau yang gratis saja. Aku sedang tidak bawa uang… Ok! Tunggu saja didorm”

Namja itu merasa ada yang sedang memperhatikannya. Ia menoleh dan mengenali sosok yeoja yang berdiri tidak jauh dari tempatnya sekarang ini.

“Jibyung-ah! Sedang apa di Jeonju??” Siwon berjalan mendekati Jibyung yang sedang sibuk mengatur nafasnya, takut-takut kalau dia langsung pingsan karena sesak nafas saking groginya-kan bisa malu banget.

“Mengantarkan kunci rumah untuk Jihye” sahut Jibyung dengan agak grogi.

“Kau kuliah dimana?” Siwon mengajak Jibyung keluar gerbang.

“NeungGok University, aku semester dua” jawab Jibyung sambil berusaha mengimbangi langkah Siwon yang lebar-lebar karena kaki panjangnya itu.

“Wah!! Hebat juga kau bisa berada dikampus ketat itu. Kalau aku, mungkin tidak akan tahan dan sudah dikeluarkan karena pekerjaan ku yang menuntut lebih” Siwon tersenyum.

Aura ke-pangeran-an Siwon keluar. Jibyung makin grogi dibuatnya. Siwon mengeluarkan Iphone-nya yang berdering nyaring.

“Ne~ jemputan? Untukku? Tumben sekali… Oh diMnet? Baiklah~”

Siwon menaruh Iphone-nya kembali kedalam saku celananya lalu menoleh kearah Jibyung yang sejak tadi diam memperhatikannya.

“Jibyung-ah, aku dijemput van Suju. Apa kau mau ikut saja dengan ku ke Mnet? Akan ada banyak member Super Junior disana” tawar Siwon.

“Boleh?” tanya Jibyung ragu-ragu.

“Tentu saja!” Siwon tersenyum dengan penuh keyakinan. Namun sedetik kemudian ia ingat janjinya untuk tidak berlama-lama di Jeonju University.

“Mianhe~ mungkin lain kali saja. Teman ku meminta ku menemaninya keluar” Jibyung pasang wajah antara kecewa, bingung dan ingin ikut Siwon. Namja itu tersenyum dengan sangat manis.

“Baiklah, biar aku antar. Mari tunggu van datang sebentar lagi ya” ajak Siwon dan Jibyung mengangguk setuju selain dapat tumpangan gratis, dia juga jadi punya alasan berlama-lama dengan seorang Siwon.

***

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s