[Sekuel] My Lovely Teacher (Part1)

Title : [Sekuel] My Lovely Teacher (Part1)

Author : Siska Sri Wulandari

Cast : Myung Soo Infinite

: Hana

: Wohyun Infinite

Cameo : Hoya Infinite, Jiyoung & Infinite member

Nb: cast bisa bertambah kapan saja. Author lagi miskin judul, jadi Cuma nambahin sekuel di depan judul yang pertama. Author butuh bantuan untuk nentuin judul. Yang ada masukan tolong dibantu yaa#Pak Tarno modeon. Gomawo…

Happy Reading ^^

“Kau menepati janjimu.” Kata Myung Soo sambil menghapus air mata Hana.

“Tentu, karena aku bukan penipu.” Jawab Hana sambil tersenyum manis yang membuat Myung Soo tersipu malu.

Myung Soo merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berbentuk hati.

“Cincin ini yang akan menjagamu selama tiga tahun di sana.” Kata Myung Soo sambil menyematkan sebuah cincin di jari manis Hana.

Wajah Hana memerah.

“Izinkan aku mengucapkan satu kata untukmu.” Sambung Myung Soo.

“Apa?” Tanya Hana.

“Sarangheyo.” Myung Soo mengecup kening Hana.

“Nado Saranghae.” Balas Hana. “Kau yakin akan menungguku selama tiga tahun?” Tanya Hana.

“Kau pikir itu waktu yang lama?” sanggah Myung Soo.

Hana tersenyum mendengar ucapan Myung Soo.

Tiba-tiba Hoya berteriak.

“Hana, ayo, sebentar lagi pesawat akan segera berangkat.”

“Ahh, iya sebentar.” Hana menoleh pada Myung Soo.” Benar, kau tidak mau mengantarku ke Bandara?”

Myung Soo mengangguk. ” tiga tahun akan mengajari aku kesabaran.”

“Nee, aku pergi dulu ya.” Hana mengecup pipi Myung Soo dan melambai-lambaikan tangannya.

Ponsel Hana berdering…

“Mungkin di lain pertemuan semuanya akan menjadi lebih baik.” Kata seorang di seberang sana.

“Wohyun.” Hana mengenali suara orang tersebut.

“Saranghae My Lovely Teacher.” Jawab Wohyun sambil terkekeh.

“Ahh, kau ini. Akur-akurlah kau dan Myung Soo ya. Jadilah saudara yang baik untuknya.” Kata Hana sambil mencari-cari sosok Wohyun. Hana melambai-lambaikan tangannya ketika menemukan sosok Wohyun yang sedang berdiri bersandarkan tembok. Wohyun membalas lambaian Hana dan tersenyum manis kemudian menutup teleponnya.

*Hana POV*

Semuanya berakhir bahagia. Aku menemukan cinta sejatiku. Aku beruntung mempunyai sahabat yang begitu setia seperti Hoya. Aku juga beruntung bisa memiliki kekasih seperti Myung Soo. Aku juga bangga punya murid-murid seperti mereka. Ahh, satu lagi, aku juga senang bisa mengenal orang seperti Wohyun. Benar kata Myung Soo tiga tahun bukanlah waktu yang lama. Semoga tiga tahun kemudian aku tidak akan berpisah lagi dengannya.

*END POV*

*Myung Soo POV*

Satu-satunya gadis yang berhasil mencairkan hatiku yang sebeku es hanya Hana. Satu-satunya pula yang mampu menaklukkan playboy seperti Wohyun. Ia pun telah berhasil mengubah kelas XII E. Dia memang malaikat penolong yang sengaja dikirim Tuhan untuk kami semua. Aku yakin tiga tahun bukanlah waktu yang lama untuk menunggunya. Dan aku berjanji tiga tahun ke depan aku akan menjadi laki-laki yang bisa dia banggakan.

*END POV*

*Wohyun POV*

Satu-satunya gadis yang tidak bisa aku taklukkan hanya dia. Tapi satu-satunya gadis yang bisa menaklukkan aku hanya dia. Hana, nama yang indah seindah hati dan wajahnya. Meski aku tidak bisa memilikinya tapi aku lega ia bisa bersama dengan laki-laki yang aku percaya, Myung Soo. Haa, semoga wanita seperti dia belum punah. Jarang sekali menemukan wanita setulus dia.

*END POV*

***

*Hana POV*

Seminggu kemudian…

“Chagiyaaa…” teriak ku dengan semangat.

“Ya Tuhaaan, sudah berapa kali aku katakan, jangan pernah memanggilku dengan panggilan menggelikan seperti itu. Cukup panggil aku oppa.” Protes suara di seberang sana.

“Argh, kau benar-benar menyebalkan. Tidak ada romantis-romantisnya.” Kataku kesal.

“Jangan marah-marah, nanti kau bertambah jelek.” Ejek Myung Soo.

“Ciih, memangnya kau tahu bagaimana ekspresiku saat ini?”

“Pasti sangat jelek.”

“Kau benar-benar menyebalkan!!!”

“Meski kita berada di benua yang berbeda aku tetap selalu bisa mengetahui apa yang sedang kau lakukan dan pikirkan. Bahkan aku bisa merasakan detak jantungmu yang berdebar-debar saat mendengar suaraku. Ekspresi kesepianmu saat mendapati aku tidak ada di sisimu dan ekspresi bahagiamu saat bisa mendengar suaraku. Aku tahu semua itu, aku tahu, karena aku juga merasakannya. Perasaan kita sama.”

“…”

“Hana?”

“Myung Soo…” kataku pelan karena syok seorang Myung Soo bisa mengatakan hal seperti itu padaku.

“tambahkan embel-embel oppa. Aku yakin sekarang wajahmu sedang bersemu merah. Haha. Aku romantiskan?” goda Myung Soo yang sadar bahwa aku benar-benar terkejut akan kata-katanya barusan.

“Berhenti memuji dirimu sendiri, dasar jelek!” kilahku sambil meraba-raba wajahku yang aku rasa memang telah memerah.

“Myung Soo oppa!” protes Myung Soo lagi.

“Ya, Ya, Myung Soo oppa jelek!” ejekku.

“Tanganku sudah gatal ingin menjitak kepalamu!” Myung Soo pura-pura marah.

“Hahaha, jitak saja kalau kau bisa. Eh, bagaimana? Kau mau lanjut ke Universitas mana?”

“Universitas? Aku akan bekerja dulu. Umma tidak akan mampu membiayai kuliahku.” Jawab Myung Soo santai.

Aku sedikit merasa syok dengan jawabannya barusan. “Kenapa tidak kuliah sambil bekerja?” tanyaku lagi.

“Aku lelah berpikir terus. Ingin istirahat dulu.” Jawab Myung Soo dengan nada bercanda.

“Aigoo!! Memangnya kau pernah berpikir?” ejekku.

“Tentu saja, memikirkanmu juga menggunakan otak kan?”

“Cih, sejak kapan kau jadi genit seperti ini?”

“Ommo! Aku tidak romantis salah, aku romantis juga salah. Kau benar-benar menyebalkan.”

“Tapi terdengar aneh ketika kau mengucapkan kata-kata seperti tadi.” Jawabku polos.

“Ya! Hana! Kau…”

“HaHaHa..”

“Bla-Bla…”

“Bla-Bla..”

*END POV*

***

*Wohyun POV*

“Inggris, California, Australia, Italia, Indonesia(?) [#numpang ngeksis dikit.Hehehe] terserah kau pilih yang mana saja.” Kata appaku sambil meletekkan beberapa brosur Universitas di meja.

“Kenapa tidak memasukkan Seoul di dalam pilihannya.” Protesku.

“Kualitas di luar Negeri lebih baik.”

“Baiklah, kalau begitu aku pilih Universitas Seoul.”

“Kenapa tetap memilih Seoul?” appa sedikit sebal mendengar keputusanku.

“Apa appa benar-benar ingin membuangku? Menendangku jauh-jauh dari tempat kelahiranku sendiri?”

“Ehh, bukan itu maksud appa. Appa hanya ingin yang terbaik untukmu.” Appa tampak tergagap menjawab pertanyaan jebakanku barusan. Aku sengaja melontarkan pertanyaan seperti itu hanya untuk menggertaknya.

“Kalau begitu aku akan tetap berkuliah di Universitas Seoul.” Kataku sambil mengecup kening appa yang masih terbengong mendengar jawabanku barusan dan keluar dari kamarku.

*End POV*

***

Hoya menghitung jumlah pengunjung yang ada di depannya.

“Phuuh, masih lima orang lagi.” Desis Hoya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Seorang gadis yang berada di depannya, menyibak-nyibakkan rambutnya yang tergerai ala iklan shampoo gitu (sarap) sehingga menusuk-nusuk mata Hoya.

*Hoya POV*

“Phuuh, masih lima orang lagi.” Desis ku sambil menggaruk-garuk kepala.

Seorang gadis yang berada di depanku menyibak-nyibakkan rambutnya yang tergerai sehingga menusuk-nusuk mataku.

“Ommo! Mataku. Astaga gadis ini benar-benar gila, memangnya dia pikir dia sedang menjadi bintang iklan shampoo apa!” Gerutuku dan kuputuskan untuk menegurnya. Aku pun menepuk pundaknya.

“Mianhee, nona. Bisakah kau berhenti mengibas-ngibaskan rambutmu? Rambutmu menusuk mataku.” Kataku sambil menunjuk mataku yang mulai berair.

Aigoo, bukannya menjawab pertanyaanku dia malah menatapku dengan tatapan aneh. Aku rasa dia benar-benar gila. Aku pun menggoyang-goyangkan tanganku di hadapannya dan akhirnya dia bereaksi.

“Mianhee, Mian, aku tidak sengaja.” Ia merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah botol kecil yang aku rasa adalah obat mata. Tiba-tiba gadis itu memegang pipiku dan bermaksud meneteskan obat mata tersebut. Terang saja aku syok.

“Heekh? Kau mau apa?” tanya ku kaget sambil mundur beberapa langkah.

“Matamu merah, harus segera diobati.” Katanya yang tetap berusaha menggapai mataku.

“Ahh, tidak usah. Aku baik-baik saja.” Jawabku sedikit histeris sambil keluar dari antrian dan menuju meja kasir yang lain, meskipun antriannya lebih panjang.

“Dia benar-benar tidak waras. Phuuh, yeoja gila.” Gerutuku lagi.

*END POV*

*Yeoja “aneh” POV*

“Mianhee, nona. Bisakah kau berhenti mengibas-ngibaskan rambutmu? Rambutmu menusuk mataku.” Kata namja yang tadi menepuk pundakku sambil menunjuk matanya yang berair.

Ommo, Ommo, Ommo! Dia benar-benar tampan. Bahkan lebih tampan dari Wohyun. Astaga dia benar-benar menggemaskan. Tanpa sadar aku terus memperhatikannya, sampai akhirnya dia menggoyang-goyangkan tangannya di hadapanku dan aku pun tersadar dari hipnotis ketampanannya.

“Mianhee, Mian, aku tidak sengaja.” aku merogoh tasku dan mengeluarkan obat mata. Aku pun memegang pipinya dan bermaksud meneteskan obat mata tersebut yang sepertinya membuatnya syok.

“Heekh? Kau mau apa?” tanyanya kaget sambil mundur beberapa langkah.

“Matamu merah, harus segera diobati.” Kataku yang tetap berusaha menggapai matanya.

“Ahh, tidak usah. Aku baik-baik saja.” Jawabnya sedikit histeris sambil keluar dari antrian dan menuju meja kasir yang lain, meskipun antriannya lebih panjang.

“Pasti dia menganggapku aneh. Aigoo, dia benar-benar tampan”. Gumamku sambil berusaha mencari keberadaan namja tampan itu.

*END POV*

TBC…

Aneh, garing, gaje…? Semoga kalian masih kuat dan sanggup untuk membaca FF geje bin garing ini…

Kira-kira bagaimana hubungan Hana dan Myung Soo. Apakah akan berjalan lancar. Long Distance Relationship? (Jadi inget film Kambing Jantan) Sanggup kah mereka menjalaninya?

Bagaimana nasib Wohyun yang akan memulai kehidupan baru sebagai seorang mahasiswa? Apakah ia akan menemukan pengganti Hana?

Yeoja aneh? Siapa itu? Cast lama atau baru? Kita liat aja di Part II#sok misterius.

Nanti bakalan ada beberapa pemain baru yang tak terduga. Mau tahu, mau tahu, mau tahu?#nodong readers pake permen(?)

Annyeong ^^

4 comments

  1. nina_shawol · October 4, 2011

    jadi wohyun naksir hana yaa dulunya….??

    lanjut thor…!!^^
    oenni tunggu…

  2. kyuwonhae · August 6, 2012

    waaahh…. Bkin pnsran aj neh thoorr🙂
    Lanjuttt😀

  3. myungeun alonee · May 6, 2013

    ngakak eon yang pas indonesia numpang dikit-_-bisa banget buatnya, baru baca padahal udah lama ngeshare. seeganya biar eonni tau kalo aku baca->reader pea=„

  4. Amel Lee · August 18, 2013

    Ngakak pas author sedikit curcol diatas tentang kekurangan judul eh pak tarno mode on -____-” *apa dah*
    apaan lagi tuh, indonesia ikut ambil bagian… bikin ngakak aja nih authornya kkkkkk~ *guling guling*
    eh itu lagi apaan “yeoja ‘aneh’ pov” ceritanya misterius misterius gitu ya thor -.- siapa tuh yeoja “aneh” ? penasaran.

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s