Beautiful Sad Love Story (Part 8)

Tittle : Beautiful Sad Love Story

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi a.k.a Iclarrs Wood

Cast : Super Junior

Lee Dong Hae (Donghae) / Kim Ryeo Wook (Ryeowook) / Cho Kyu Hyun (Kyuhyun) / Kim Jong Woon (Yesung) / Park Jung Soo (Leeteuk) / Choi Si Won (Siwon) / Shin Dong Hae (Shindong) / Kim Hee Chul (Heechul) / Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

Kim Seo Yeon (Ichen) / Park Hyo So (Any) / Shin Chae Kyung (Bella) / Yoon Ji Byung (Dinda) / Yoon Ji Hye (Dheyka) / Song Hye Ra (Dea) / Son So Hye (Piluu) / Song Eun Ri (Dika) / Han Soo Hyun (Wiyan)

Support Cast :

Jung Soo Yeon (Jessica SNSD), Woo Young Jaejoong (Kim Jaejoong DBSK/JYJ), SM Entertainment talent, Han Shi Hye (Ipit) and Kim Hyun Jae (Kak Dea)

Song : Bonamana – Super Junior

 

Sebuah papan pengumuman besar terpampang dibildboard didepan gedung pusat SM Entertainment. Sebuah pengumuman pernikahan antara ethernal maknae Super Junior dengan yeoja-dongsaeng salah satu member Super Junior. Acaranya akan berlangsung dua hari lagi dari sekarang, para netizen menatapnya dengan setengah tidak percaya.

“Bagaimana bisa Wookie oppa menikah??”
“Ah rasanya sulit dipercaya!”
“Ku dengar ini keputusan dari Eunhyuk oppa”
“Jadi, dia dongsaengnya Eunhyuk oppa?”
“Dan kau tahu tidak? Ternyata Jessica adalah dongsaengnya Hyuk oppa!”
“Lalu siapa yang dinikahkan dengan Wookie oppa? Jessica?”
“Anni, tapi si bungsu”

Bisik-bisik terus menjalar keseluruh pelosok Korea. Terutama kota Seoul. Mereka mempertanyakan wajah yeoja beruntung yang akan dinikahkan dengan member Super Junior itu. Namun semuanya dirahasiakan sampai hari H.
***
[Siwon] Neon alkkamalkka alkkamalkka
(Kamu tahu atau tidak kamu tahu atau tidak)
Neomu yebbeun mina
(Wanita yang sangat cantik)
Nal michyeottdago malhaedo
(Jika saat kamu bilang aku gila, aku masih menyukai mu)
Nan niga johda mina
(Wanita cantik)

Siwon berkeliling kampusnya untuk membantu Seoyeon menyebarkan surat undangannya.
“Oppa, mianhe~ karena telah merepotkan mu”
“Gwaenchana, kau ini sudah seperti dongsaeng ku sendiri”
Beberapa dari ELF di Jeonju University menatap Seoyeon sinis bahkan ada yang terang-terangan nyaris ingin mem-bullynya. Namun tak jarang juga yang malah memberikannya selamat.
“Kau tidak pergi untuk mempersiapkan gaun dan sebagainya?”
Siwon menatap Seoyeon dengan heran.
“Seharusnya memang begitu, tapi aku tidak ingin merepotkan oppa”
Sedetik kemudian Seoyeon melihat kalau teman kampusnya, Hyera lewat dengan segera ia berlari cepat mengejar Hyera disusul oleh tatapan heran Siwon.
“Hyera!! Kau bantu aku!!”
“Mwo?? Bantu apa??”
“Sebarkan ini!”
Seoyeon langsung meletakkan setumpuk surat undangan ditangan Hyera. Kemudian Siwon muncul dari belokkan dan menghampiri kedua yeoja itu. Seoyeon langsung menjabat tangan Siwon dengan cepat.
“Oppa, ini! Hyera adalah partner baru oppa. Gomawo~ anyyeong”
Seoyeon langsung melesat hilang meninggalkan Hyera dan Siwon yang kini saling tatapan dengan gugup dan salah tingkah. Siwon mencoba untuk membuka pembicaraan demi mengusir suasana kaku itu.
“Wae??”
“Eh??”
“Waeyo??”
“Anni oppa”
Mereka sama sekali tidak beranjak dari tempat masing-masing. Sampai hujan kemudian menetes dengan deras. Siwon langsung menggenggam tangan Hyera dan menariknya memasuki areal dalam kampus.
“Apa pakaian mu basah?”
“Anni oppa, tapi surat undangannya?”
Mereka langsung sibuk mengecek setumpuk surat undangan itu yang untungnya baik-baik saja. Kemudian menghela nafas lega. Lalu mereka mulai membagi-bagikannya keseluruh pelosok Jeonju University.
“Semua ini siapa yang buat?”
“Kartunya?”
“Ne~”
“Soo Man songsaenim”
“Eh?? Seluruh SM Ent tahu?”
“Tentu saja”
Pembicaraan datar itu lama kelamaan terasa hambar dan asing. Undangan ditangan sudah habis, namun lagi-lagi kesunyian menerpa mereka. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Mereka hanya berjalan bersama sambil diam. Sampai sebuah sapaan riang mampir.
“Song Hye Ra!!!”
Ternyata ia adalah Kibum Super Junior yang sedang berkunjung ke kampus.
“Oppa??” Hyera langsung tersenyum riang menyambutnya.
Siwon tersentak dan sangat terkejut melihat perubahan sikap Hyera dalam sekejab. Kibum memeluk Hyera sambil mengusap kepala yeoja itu. Dan ajaibnya, Hyera sama sekali tidak marah ataupun menolak seperti yang ia lakukan terhadap Siwon selama ini.
“Kibum-ssi?”
“Siwon hyung!! wah!! Kebetulan sekali!!”
Kedua namja itu langsung saling berjabatan tangan, Kibum masih merangkul Hyera.
“Kalian saling kenal?” Siwon bertanya dengan sedikit bingung.
“Ne, dia ini dulunya tetangga ku. keluarga kami juga sudah sangat dekat kok hyung” jelas Kibum. Dalam sekejab Siwon seperti tahu kalau ia kehilangan tempatnya untuk berada disisi seorang Song Hye Ra. Ia tersenyum miris.
“Hyung, aku dan Hyera pulang nanti harus mampir ke toko kue. Ahjumma, mamanya Hyera, memesan kue kesukaannya dan ahjumma meminta ku untuk mengambilkannya. Jadi sampaikan pada member yang lain kalau aku pulang telat” jelas Kibum.
Siwon mengangguk pelan. Lalu Hyera mengajak Kibum meninggalkan tempat itu. Siwon hanya bisa menatap punggung mereka berdua. Sesuatu membuat jantungnya terasa sakit. Namun ia hanya diam.
***
[Heechul] Nuga jeonhaejweo
(Seseorang beritahu dia)
MY BABY, TO MY BABY
Naega yeogi ittdago marya
(Itu aku berakhir disini)
Kidarinda marya
(Aku menunggu sekarang)
(BABY, YOU TURN IT UP NOW)

Hyunjae hari ini izin pulang lebih cepat dengan alasan tidak enak badan. Meski sesungguhnya ia sedang meminta Ryeowook datang ke Sungai Han.
“Oppa~ ppali…”
Bisiknya pelan pada riak-riak air sungai didepannya sambil menatap dirinya yang terpantul di air sungai yang mengalir itu. Ia sudah menunggu disana selama setengah jam, dia sengaja melakukan itu untuk mempersiapkan semua kata-kata yang akan ia pertanyakan pada Ryeowook nanti.
“Hyunnnjaaeee…”
Teriakan khas cempreng seorang namja menyadarkannya. Hyunjae menoleh kearah suara itu dan mendapati Ryeowook sedang berlari-lari kecil dengan jaket dan topi bundarnya. Wajahnya tampak kelelahan namun seperti biasa, senyuman selalu terlukis disana.
“Oppa!! Ku pikir kau sibuk dan tidak akan datang”
Yeoja itu menyambutnya sambil berdiri dan merapikan lipatan-lipatan rok pendeknya.
“Masih berpakaian kantor? Bertemu dijam kantor?” Ryeowook bertanya dengan nada keheranan. Hyunjae hanya tersenyum tipis.
“Wae?? Kenapa ingin bicara dengan ku? apa kau kangen pada ku?”
Lagi-lagi Ryeowook mencoba mencairkan suasana dengan lelucon yang ia buat sendiri itu. Melihat kondisi Ryeowook yang tidak serius ini membuat Hyunjae berdecak kesal.
“Ck! Oppa!!”
“Ne, ne… waeyo??”
Mereka jongkok dipinggiran sungai Han.
“Aku dengar dari teman kantor ku soal billboard didepan Kantor Pusat SMEnt”
“Oh… Comeback stage-nya Soshi yang RDR Japan ver??”
“Eh??” kali ini Hyunjae yang dibuat bingung.
Maklum saja, didepan gedung SMEnt emang banyak iklan talent + iklan acara SMEnt untuk satu minggu atau satu bulan kedepan. Jadi wajar saja kalau Ryeowook sampai lupa.
“Annii~ bukan itu!! Itu lho! Acara yang akan dilaksanakan 2 hari lagi. Bahkan masuk dalam list acara penting SME”
Karena Hyunjae tidak menanyakan secara jelas, maka Ryeowook dengan susah payah mencari disela-sela ingatannya soal kejadian yang akan berlangsung 2 hari lagi. PERNIKAHAN!!, teriak Ryeowook dalam hati.
“Maksud mu… Pernikahan itu ya?” tanya Ryeowook ragu-ragu.
“Ne! itu beneran??”
“Tentu saja. Kau kan sudah lihat acara itu masuk list acara SME. Mianhe~ aku baru akan memberikan undangan padamu sore ini. Aku tidak bermaksud untuk tidak mengundang mu, bagaimana pun juga ini-kan acara ku dan kamu itu teman ku”
Ryeowook mencoba menjelaskannya dengan susah payah. Hyunjae menarik nafas berat, dan Ryeowook semakin tidak mengerti. Kemudian ia mendengar kalau Hyunjae bergumam pelan.
“Apa semua itu harus?”
***
[Kyuhyun] Neon katabuta katabuta
(Kamu tidak bicara terus terang, berterus terang)
Mal jom haera mina
(Bicara padaku wanita cantik)
Ni maeumeul kajyeottdamyeon keunyang Naneun salmui WINNER
(Jika aku memperoleh hati mu kemudian itu hanya kemenangan hidup ku)

Hari ini akan diadakan pertemuan antara keluarga Yesung dan Hyoso untuk membahas masalah kelanjutan pertunangan mereka itu. Hyoso memang tampil sangat cantik dengan gaun pinknya dan ia selalu tersenyum berbeda dengan Yesung yang tampak setengah hati berada ditengah-tengah acara keluarga itu.
“Eomma dengar kalau Ryeo akan melangsungkan pernikahan?”
Eommanya Yesung sedang mengklarifikasikan masalah ini kepada Yesung.
“Ne. Wae?”
“Kami berfikiran bagaimana kalau kalian juga menyusul? Mungkin satu minggu usai acara itu” usul eommanya Hyoso.
“Kami ini kan baru berstatus ‘calon tunangan’?” protes Yesung. Ia mendelik kearah Hyoso sekilas untuk mencari dukungan atas penolakkannya. Sayangnya, yeoja itu hanya dia menikmati makanan didepannya. Sekilas memang tampak begitu, namun ia sedang memasuki pikiran terdalamnya soal dinginnya Yesung dan kebaikkan Kyuhyun. Mereka berdua sangat bertolak belakang. Sedangkan Hyoso sendiri sedang mempertanyakan hatinya.
“Kalau kalian tidak mau langsung menikah, tidak masalah. Kalian bisa bertunangan dulu meski sebenarnya eomma kurang setuju. Jadi banyak biaya nantinya” lanjut eommanya Yesung yang langsung diamini eommanya Hyoso dan kedua bapak-bapak yang duduk disamping mereka yang tak lain adalah suaminya.
“Eommaaaa~ ini terlalu cepat!” Yesung sudah kehilangan selera makannya.
“Cepat darimana?? Bahkan si Ryeowook yang jauh lebih muda dari kamu itu akan menikah kok! Coba lihat? Darimana cepatnya? Toh usia mu sudah mencukupi”
“Tapikan Hyoso baru semester satu!!” lagi-lagi Yesung protes.
Ia heran kenapa Hyoso tampaknya tidak peduli bahkan tidak merespon sama sekali.
“Hyoso??” tegur eommanya Hyoso membuat namja itu tersadar dari lamunannya.
“Mwo eomma??”
“Mulai minggu depan kau kuliah di Jeonju University biar lebih dekat dengan Kantor Pusat SME. Appa sudah mengurus semua berkas pindahan mu”
“Ne eomma”
Akhirnya Hyoso hanya bisa menerima hal itu dengan berlapang dada sedangkan Yesung makin mendelik kearahnya dengan kesal.
***
[Yesung] I sesangui ichiran ichiran
(Dunia ini masuk akal, masuk akal)
Yongki ittneun jareul ddara
(Ikuti satu keberanian)
Na gateun nom marya
(Seseorang seperti ku, kamu tahu)

“Annyeonghaseyo Soohyun-ah! … Aku sangat butuh bantuan mu … Ne. untuk acara dongsaengku itu … Ne. Jas? Ahh.. Aku tidak bisa memilih!! … Bantu aku … Ok! Anyyeong”
*klik!*
Eunhyuk memutus sambungan teleponnya. Ia keluar kantor pusat sambil tersenyum lebar lalu melirik billboard yang tak lain dan tak bukan adalah kerjaan namja satu ini. Sesekali ia menatap dengan riang sambil mengeluh sendiri, “Aku akan kehilangan saeng ku!! Omo!!”.
Sementara itu ratusan fans sudah memadati jalanan dihadapannya tepat didepan gerbang. Eunhyuk langsung mengurungkan niat untuk pergi lewat jalur depan, dia memilih pintu belakang.
“Chukkae hyung” sapa Taemin.
“Gomawo” Eunhyuk semakin menyunggingkan senyum lebarnya. Rencananya untuk memiliki dua dongsaeng imut telah tercapai, sungguh obsesi yang sedikit aneh.
“Chukkae oppa” kali ini datang dari Hyoyeon.
Melihat Dance Queen didepannya membuat dia tersenyum lebar mengingat yeo-saengnya.
“Gomawo Hyo. Dimana Sica??”
“Tuh!” tunjuk Hyoyeon kearah Jessica yang tampak merapikan rambut barbienya, warna rambutnya seperti Barbie. Eunhyuk langsung menepuk bahu Jessica, yeoja itu nyaris tersungkur dari tangga.
“Oppa!!”
“Hhee… Aku mau keluar dengan Soohyun”
“Soo?? Soohyun??”
“Yup! Anyyeong~ hari ini pulang kerumah ya, tolong siapkan makanan super lezat bersama Seoyeon nanti. Aku akan pulang dengan perut lapar”
“Terserah saja”
Eunhyuk melangkah dengan riang. Bukan hanya karena pernikahan itu saja, tapi ia akan bertemu dengan Soohyun. Yeoja yang entah kenapa membuatnya jadi setengah aneh begitu.

[Sungmin] Keunyeoneun kangjeok
(Ia salah satu yang sulit)
Kkeuddeok eobtda
(Tidak saat bergerak)
Bbijjuk bbijjuk bbijjuk

Perfection Collection.
Eunhyuk dan Soohyun sudah hampir satu jam berada disana namun mereka belum menemukan pakaian yang pas untuk Eunhyuk dan Soohyun nyaris kehilangan kesabarannya karena terlalu lelah memilih dan menyarankan sana-sini.
“Opppaaaaaaaaa!! Kau lama sekali sih?!” gerutu Soohyun.
“Sebentar lagi… jebal…”
“Sebentar lagi mu itu akan berubah jadi satu jam!”
Eunhyuk memegang kedua bahu Soohyun dengan senyuman yang biasa ia pakai untuk menaklukan jutaan yeoja diluar sana, berharap Soohyun akan luluh. Sayangnya rasa lelah telah mengalahkan daya tarik seorang Eunhyuk Super Junior.
“Berhenti tersenyum seperti itu didepan ku, oppa!”
“Aish! Pesona ku!!”
*pluk!*
Soohyun langsung menutupi wajah Eunhyuk dengan kemeja berwarna putih dengan jas hitam bermotif. “Cob asana!” perintah Soohyun. Akhirnya Eunhyuk berjalan lunglai sambil sedikit manyun karena merasa pesonanya baru saja ditolak seorang yeoja.
Sementara itu, kenyataannya adalah wajah Soohyun sekarang jadi sangat merah seperti kepiting rebus yang rasanya enak itu hanya saja sulit untuk mengupas cangkangnya *ada yang pernah makan?? Enak ya! Tapi lama-lama bikin enek *plak!**.
Beberapa menit kemudian Eunhyuk keluar dengan pesonanya yang entah kenapa jadi dua kali lipat begitu. Soohyun berusaha mengatasi hatinya yang mulai tak karuan dan jantungnya yang sedang melompat setengah-setengah itu.
“Bagaimana??”
“Nice!”
Soohyun memberikan two tumbs up. Eunhyuk yang tadinya pasang wajah malas langsung tersenyum sumringah. Lalu menarik Soohyun kedalam pelukkannya secara tiba-tiba.
“Pilihlah gaun yang sepadan dengan pakaian ku ini. Aku akan menjemputmu dalam acara nanti” bisik Eunhyuk tepat ditelinga Soohyun. Yeoja itu kini benar-benar memerah.
Wajah kemenangan langsung mampir diwajah tampan Eunhyuk.
“Akhirnya kau terperangkap pesona ku Hhee…”
“Oppaa~” keluh Soohyun.
Dengan segera yeoja itu pergi mencari gaun yang sepadan dengan setelan Eunhyuk. Wajahnya masih sama, memerah dengan aura kebahagiaan dan bunga bertebaran disana-sini.
***
[Wook + Min] Nan eoddeokhalkka eoddeokhalkka
(Apa yang harus aku lakukan yang harus aku laukan)
Keunyeo mani nae gwansimin GIRL GIRL GIRL
(Aku hanya tertarik padanya)

Ryeowook masih memikirkan pertanyaan Hyunjae yang terlontar secara tiba-tiba tadi siang. Dan sore ini ia sedang berada dipusat komplek SM Ent bersama member group yang lainnya tak hanya ada Super Junior bahkan DBSK, SNSD, SHINee dan F(x) berkumpul disana, kecuali Yesung yang masih memilih pakaian di Perfection Collection untuk dia dan yeoja-chingunya itu.
“Kenapa diam saja?? Bukankah lusa adalah hari bahagia mu?” Donghae tiba-tiba muncul disampingnya, padahal sedetik lalu ia masih tertawa diujung sana bersama Eunhyuk dan Kyuhyun yang sedang mencari celah mengata-ngatai namja-dongsaengnya yang tak lain adalah kelima member SHINee. OnJongKeyMinTae memang selalu menjadi bulan-bulanan disaat berkumpul seperti ini. Member SNSD dan F(x) memutuskan untuk kembali keasrama mempersiapkan gaun-gaun mereka. Maklum saja, wanita memang sedikit ribet.
“Hyung… aku…”
“Kau tidak yakin? Atau tidak suka?”
“Anniya~ sebaliknya, aku malah berfikiran mungkin menyenangkan hidup bersama yeoja ceria seperti dia”
“Annyeonghaseyo chingudeul saranghaeyo~”
Baru tadi dibicarakan Seoyeon sudah tiba dengan senyuman yang biasa, style serba biru-hitam yang selalu mendominasi penampilannya. Warna kesukaannya adalah biru disusul hitam baru merah dan pink, itu juga agak maksa gara-gara dia seorang Cassie juga SONE. Semua melirik kearahnya dengan heran, bingung dan terkejut.
“Kau! Selalu saja heboh!” keluh Eunhyuk.
Bukannya menanggapi oppa-nya itu, ia malah berlarian kearah member SHINee dan memeluk oppa-oppanya itu satu per satu. Dengan segera member Super Junior melongo sedangkan member DBSK hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala *masa geleng-geleng kaki?*
“Kok??” Eunhyuk makin terheran-heran.
“Siapa ya??”
“Aku kan oppa mu Seonie??”
“Eh?? Seingat ku, oppa ku itu tuampuaaann seperti Minho SHINee oppa dan manis sekali seperti Jae oppa. Dan kau??”
*bletak!*
Dengan segera sebuah jitakkan melayang dikepalanya. Seoyeon tidak mau kalah, ia mendelik dengan dingin dan heran seolah tatapannya mengatakan siapa-sih-orang-iseng-ini?-mengganggu-saja. Eunhyuk melongo dan sedikit shock.
“Kau… tidak kecelakaan kan?”
“Oppa baboya!”
Yang lain hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka berdua. Seoyeon langsung duduk disamping Ryeowook dan ia meminta agar mereka bicara berdua saja. Ryeowook langsung mengajaknya ke dorm yang kebetulan sedang sepi dan hanya ada Kibum yang sedang tidur.
“Wae?”
“Oppa, jika oppa keberatan tolak saja”
“Eh??”
“Aku tahu kalau Jihye tampaknya menyukai oppa”
Seoyeon berusaha mempertahankan senyumannya yang malah terlihat aneh itu. Ryeowook menatap yeoja disampingnya itu dengan sangat lekat. Berusaha menggali perasaannya dan berusaha meyakinkan hatinya. Ia masih ingat saat pertamakali yeoja itu diperkenalkan didorm, ia nyaris jatuh karena tersandung kakinya sendiri hanya karena saat itu mereka berkenalan. Ia juga masih ingat wajah memerah yeoja itu tiap menatapnya dan semua rasa kecanggungan itu. Namun ia tidak begitu terhadap Donghae, malahan mereka terlihat sangat dekat dan saling mengenal satu sama lainnya. Tentu saja, Donghae sering mampir kerumah Eunhyuk.
“Apa kau tidak keberatan menikah dengan ku? Lalu bagaimana dengan Donghae hyung?”
“Oppa orang kesekian yang bertanya seperti itu setelah teman-teman kampus dan member DBSK juga SHINee” Seoyeon tersenyum pasrah mengingat pertanyaan-pertanyaan yang sama terus meluncur hari itu.
“Mianhe”
“Gwaenchana. Kami memang terlihat sangat dekat, aku tidak menyangkal itu. Dia oppa kedua ku setelah Hyukie oppa”
“Oh…”
“Kalau oppa merasa keberatan dengan kami. Gwaenchana, oppa bisa menolak pernikahan ini atau tetap melaksanakannya dengan syarat aku menjauhi Hae oppa”
“Kau akan tertekan dan terluka, Seonie”
“Ne. Tapi aku akan tetap melakukannya agar membuat oppa tenang”
“Tidak perlu. Aku mengerti kalian”
“Gomawo”
Senyuman berbeda muncul diwajah Seoyeon, bukan lagi senyuman isengnya yang biasa. Ryeowook pun telah menetapkan keputusannya. Keputusan besar dalam hidupnya, menikahi yeoja yang bersamanya saat ini.
“Ne”
*cup!*
Ia mengecup bibir Seoyeon sebentar. Yeoja itu sedikit shock dan mengerjapkan matanya beberapa kali saking bingungnya. Ryeowook sampai tertawa dengan reaksi aneh itu dan langsung memeluknya. Sementara Seoyeon dapat merasakan kalau pipinya panas memerah.
***
[All] BOUNCE TO YOU BOUNCE TO YOU
Nae kaseumeun neol
(Hati ku untuk mu)
Hyanghae jabhil sudo eobseul mankkeum ddwigo ittneungeol
(Itu (hati) berlari seperti tidak bisa aku tangkap lagi)
BREAK IT DOWN TO YOU, DOWN TO YOU
Nae kaseumi neo Neol katji mothandamyeon meomchul georanda
( Jika hati ku tidak bisa mendapatkan mu aku akan berhenti)
(Nal barabwara) / (Lihat aku)
Bolkkamalkka bolkkamalkka bolkkamalkka
(Akan aku lihat atau tidak 3x)
Na gateun namja / (Lelaki seperti ku)
Bonchemanche bonchemanche bonchemanche
(Seperti jika aku melihat itu atau tidak 3x)
Doraseo bwado / (Ketika aku jatuh)
Bogobwado bogobwado bogobwado / (dan melihat lagi 3x)
Na bakke eobtda / (Aku hanya satu)
Bonamana bonamana bonamana / (Lebih jelas (lihatnya) 3x)
(BABY YOU TURN IT UP NOW)

Chae Kyung hari ini kedatangan saudara sepupunya, Lee Kiseop. Lee Kiseop adalah seorang mahasiswa kedokteran di Seoul University, ibaratnya nih UI-nya Indonesia atau Tokyo Daigokku-nya Jepang.
“Oppa??”
“Sudah pulang rupanya”
“Mana eomma?”
“Ahjumma sedang keluar membeli bahan-bahan untuk makan malam”
“Kapan tiba dirumah?”
“Dua jam yang lalu”
Chae Kyung duduk disofa tepat disamping Kiseop.
“Oppa, menurut mu aku bagusnya pakai gaun apa?”
“Kau ini! Tanyakan kabar ku donk baru bertanya yang macem-macem”
“Oppa, mepet nih buat lusa” rengek Chae Kyung.
Wajar saja kalau Chae Kyung sedikit manja dengannya, sejak kecil Kiseop memang selalu menomor satu kan segala macam kebutuhan sepupunya itu.
“It’s Ok! Pink. Bukankah kamu suka pink??”
“Aish!! Ne! tidak terpikirkan oleh ku!! Lalu? Gaun yang mana ya oppa?”
“Yang kau pakai saat pesta ulangtahun ku awal tahun lalu”
“Wow!! Tidak salah aku minta saran pada oppa”
“Tentu saja! Kau lupa apa julukan ku??”
“Charismatic Perfect”
“Bagus kalau kau ingat itu Hhaa…”
Chae Kyung langsung menghadiahi Kiseop sebuah pelukan singkat dan langsung berlari menuju kamarnya dilantaia atas.
*brak!*
Ia menutup pintu kamarnya dengan bersemangat sampai bunyinya terdengar kebawah,
“Shin Chae Kyung!! Jangan rusak pintunya!!” teriak Kiseop.
Chae Kyung hanya tersenyum kecil. Ia berjanji dalam hati akan membuat seorang Kyuhyun terpukau pada penampilannya lusa nanti. ‘Lihat saja oppa! Aku akan berjuang mati-matian untuk mu’, ucapnya dalam hati dengan penuh semangat.
Lalu ia membongkar isi lemarinya dan menggenakan gaun pink dengan tali spagetty itu. Ia tersenyum sekilas menatap dirinya didepan cermin. Namun senyuman itu langsung menghilang saat mengingat entah kenapa Kyuhyun selalu menghilang jika sedang bersamanya. Seolah ada seseorang yang sedang ia kejar. Ia melirik Iphonenya yang tergeletak diatas meja belajarnya lalu mencoba menghubungi Kyuhyun. Nada sibuk menggantung diponselnya. Ia semakin bimbang.
Ia memutuskan untuk memngirimkan pesan singkat saja.

To : Evil Kyu
Oppa, sampai ketemu lusa nanti. Ku harap oppa bisa meluangkan waktu bersama ku nanti di acara itu.  Anyyeong…

Ia menghembuskan nafas lega lalu memandang langit yang sedang cerah itu.
***
[Donghae] Mweol salkka salkka salkka salkka Neoreul wihan sonmul
(Apa dapat aku beli beli beli beli hadiah untuk mu)
OH michigettda Saenggakman haedo joha halni moseub
(OH Aku bisa gila saat aku berfikir kamu akan suka itu)

Yesung membawa sebuah tas karton dari Perfection Collection, butik langganan anak-anak SMEnt *jangan-jangan lagu Perfection terinspirasi dari sini ya? *plak!* orang nama butiknya aja ngambil dari lagu ini wkwkwk*. Ia memasuki lift rumah sakit menuju lantai 6, tempat Sohye dirawat.
*cklek!*
Yesung membuka pintu ruang rawat itu dan mendapati Hyunjae sedang menyuapi Sohye bubur hangat.
“Annyeong” sapanya sambil meletakkan tas belanjaan itu dimeja terdekat.
“Oppa!!”
“Sohye, bagaimana keadaan mu hari ini?”
“Baiiikk sekali. Tadinya sih biasa saja, tapi karena oppa datang aku jadi semakin baik”
Hyunjae langsung pasang wajah cemberut mendengar dongsaengnya bicara begitu.
“Jadi kedatangan ku biasa saja ya?”
“Anni eonni~ hHee…” Sohye langsung memberikan senyumannya itu untuk Hyunjae.
“Kedatangan dan kehadiran ku selalu jadi yang special dan dinantika” celoteh Yesung panjang lebar yang langsung dihadiahi lemparan kerupuk dari mangkok bubur yang dipegangnya.
“Hhaa…”
Sohye tertawa kecil. Hyunjae dan Yesung saling pandang lalu melemparkan senyuman satu sama lain.
“Apa yang oppa bawa?” tunjuk Hyunjae pada tas yang tadi ditaro Yesung dimeja.
“Itu gaun buat Sohye. Aku sudah minta izin dokter untuk membawanya keluar lusa nanti”
“Kemana?” Sohye mengatur posisi duduknya agar nyaman sambil dibantu eonninya itu.
“Pernikahan Ryeowook” jawab Yesung singkat.
Iphone hitam Hyunjae berdering, rupanya panggilan untuk kekantor demi menandatangani beberapa surat dan berkas-berkas penting. Ia pamitan pada Sohye dan Yesung. Keduanya langsung melanjutkan pembicaraan.
“Apa aku bisa hadir dihari bahagia itu?”
“Tentu saja. Kau tidak perlu khawatir. Aku akan terus menjaga mu sebaik mungkin”
“Jjinja?”
“Yagsog (janji)”
Yesung mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Sohye. Yeoja itu tersenyum pelan. Dadanya sakit lagi. Namun ia tidak akan membicarakan hal ini pada Yesung, karena namjachingunya itu sedang bahagia menghadapi kenyataan akan mengajak Sohye keluar rumah sakit.
“Oh ya, apa kau suka gaun ini?”
Yesung membuka kotak didalam tas itu dan mengeluarkan isinya, sebuah gaun berwarna putih dengan detail perak disetiap tepid an pitanya.
“Yeppeo”
“Kau menyukainya?”
“Tentu saja oppa! Ini cantik dan indah sekali”
Sohye memegang gaun berbahan terbaik yang dimiliki Korea itu. Air mata kebahagiaannya mengalir tanpa diminta.
***
[Kyuhyun] LISTEN GIRL [Donghae] Johahae / (Aku menyukai mu)
[Kyuhyun] BABY GIRL [Yesung] Saranghae / (Aku mencintai mu)
[Kyuhyun] Namani neoreul wihan namja / (Hanya aku lelaki untuk mu)
[Yesung] Deureojweo bwa neoreul hyanghan gobaek
(Dengarkan pengakuan ku untuk mu)

Jibyung meminta Siwon untuk menemaninya hari ini mencari gaun, make up dan berbagai aksesoris lainnya untuk acara lusa nanti. Dan Siwon sebagai sosok yang baik sudah pasti tidak menolaknya. Selain taat beragama, dia juga sangat baik terhadap siapa saja dan kapan saja.
“Oppa, bagaimana dengan yang ini? Matching tidak dengan gaun yang tadi?”
Jibyung memperlihatkan seperangkat aksesoris yang terlihat mewah dan lucu-lucu itu.
“Jibyung-ah, gaun mu kan warnanya ke-emas-emasan. Mungkin kau bisa memakai yang ini”
Siwon menunjuk sebuah hiasan kepala berwarna emas dan berkilau.
“Begitukah?”
“Ne”
Siwon meyakinkan Jibyung dengan senyumannya. Jibyung sejenak terhanyut dalam senyuman itu namun ia kembali menguasai dirinya. Ia tidak ingin lompat-lompat didalam mall sambil memeluk Siwon yang sedang dalam penyamaran itu. Bisa-bisa ia dicincang pada ELF terdekat.
“Oh ya, Jibyung-ah. Temani aku makan di fastfood terdekat ya. Aku rasa lambung ku sudah demo minta diisi” Siwon tersenyum menatap Jibyung yang sejak tadi bergandengan dengannya. Jibyung mengangguk pelan sambil menunjukkan senyuman termanis yang ia punya. Siwon mengusap kepalanya dengan lembut.
Mereka pergi kefastfood terdekat lalu memesan makanan dan minuman. Mereka berdua makan dalam diam. Menurut Siwon, itu adalah cara yang tepat untuk menunjukkan pada Tuhan kalau ia bersyukur dengan rezeki hari itu. Sebutir nasi menempel disudut bibir Jibyung dan hal ini membuat Siwon tersenyum simpul. Ia tidak bicara apa pun tapi langsung membersihkannya dengan jarinya.
Jibyung sedikit tersentak lalu memandang Siwon yang balas menatapnya sambil tersenyum. Tepat saat itu naluri Siwon mengatakan kalau ada seseorang dibelakang Jibyung yang sedang ia nantikan untuk bersamanya. Benar saja, Hyera lewat begitu saja dikejauhan sana. Siwon diam sejenak memperhatikan sosok yang sedang sendirian itu.
“Jibyung-ah, aku kekamar mandi sebentar”
Jibyung mengangguk pelan. Siwon langsung mengejar sosok itu. Hyera masuk sebuah toko perhiasan sebentar bercengkrama dengan sipenjaga toko lalu keluar. Belum sempat Siwon mensejajari langkah Hyera, Kibum datang menghampiri yeoja itu. Siwon pun mengurungkan niatnya dan kembali menemui Jibyung yang menatapnya dengan heran.

[Ryeowook] Naemamui SAY
(Katakan untuk hati ku)
Aeman taewooji malgo jebal
(Berhenti membuat ku khawatir dan tolong)
Kkeudeok kkeudeok kkeudeok
(mengangguk 3x)
I noryeok jeongdomyeon narado guhae
(Jika ini sungguh kerja keras sekalipun aku akan simpan orang itu)
Kiteuk kiteuk, kiteuk
(Mengagumkan 3x)
Nan eoddeok harago eoddeok harago
(Apa yang sebaiknya ku lakukan 2x)
Keunyeomani nae jeonbuin GIRL GIRL GIRL
(Dia segalanya untuk ku)

***
[Leeteuk] Nan deudyeo michilgeoya
(Akhirnya aku menjadi gila)
Pokbalhae beorin geoya
(Aku hampir meledak)
[Heechul] Deo mot chamgesseo Keunyeo manui milgo dangkiki
(Aku tidak bisa menangani ini terlalu jauh tekanan dan daya tariknya)

Hyera meminta Jihye untuk menemaninya mencari aksesoris yang pas dengan gaunnya hari ini. Sayangnya Jihye sedang sibuk mengatur persiapan pernikahan itu bersama Shindong. Akhirnya dengan terpaksa ia jalan sendirian.
Ia melewati sebuah fastfood lalu menelepon orang yang mungkin bisa menemaninya saat ini, Kim Kibum Super Junior.
“Annyeong oppa… Bisa temani aku belanja hari ini? … Ne. Genie Town Square… Gomawo oppa … Ne. Akan ku tunggu”
Hyera menutup ponselnya lalu ia melangkah kesebuah toko perhiasan. Ia memutuskan untuk memesan sebuah cincin terlebih dahulu sambil menanti Kibum.
“Annyeonghaseyo” sapa yeoja si penjaga toko.
“Annyeong”
“Ada yang bisa saya bantu?”
“Ne. Aku mau memesan cincin dengan permata kecil sapphire blue”
“Baiklah akan kami buatkan”
“Kapan bisa selesai?”
“Mungkin lusa”
“Tapi saya butuh lusa”
“Bagaimana kalau besok malam?”
“Ok! Gomawo”
“Kamsahamnida. Silahkan isi form pemesanan ini dulu”
Usai melakukan transaksi itu ia keluar toko dan lansung menjumpai sosok yang dikenalnya, Kim Kibum. Sebuah senyuman kebahagiaan langsung terukir jelas diwajahnya.
***

[Eunhyuk] OH jinjja michilgeoya
(OH aku benar-benar menjadi gila)
Nuga jom mallyeobwa bwa
(Seseorang bawa aku kembali)
[Siwon] Ireohke himdeul keoran geol Nuga malhaesseo yaji
(Seseorang beritahu aku kalau ini sangat berat)

Jihye sibuk mengecek perlengkapan-perlengkapan yang akan dibutuhkan untuk lusa nanti sesekali ia memberikan tanda centang pada daftar yang dibawa-bawanya sejak tadi. Seoyeon duduk tak jauh dari sana bersama Donghae dan Onew. Mereka tampak mendiskusikan sesuatu yang menyenangkan karena sesekali tawa mereka meledak. Ryeowook datang dan bergabung. Ia merangkul Seoyeon yang tampaknya jadi sedikit salah-tingkah itu. Jihye menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan.
“Yoon Ji Hye? Gwaenchanayo?”
“Ne. Wae oppa?”
Yang menyapanya ini adalah Key alian Kim Kibum-nya SHINee. Namja itu duduk disampingnya sambil menatap kearah yang sama dengan tatapan Jihye.
“Ada apa dengan mereka?”
“Anni oppa”
Key adalah bias no.1 nya di SHINee. Sampai saat ini dia masih merasa aneh karena bisa kenal dan berada ditengah-tengah kumpulan idola ini. Semuanya karena majalah kampus yang memintanya mewawancarai Super Junior yang tengah naik daun itu dan kenyataan kalau teman kampusnya adalah dongsaeng seorang Lee Hyuk Jae Super Junior.
“Aku tahu pasti ada sesuatu yang kau sembunyikan”
“Oppa~ jangan mulai sok tahu seperti itu” Jihye tersenyum kecil.
“Aku ini lumayan bisa menebak hati seorang yeoja. Belajar dari noona-noona disana itu” Key menunjuk segerombolan member SNSD yang meributkan soal perpaduan warna-warna.
“Key!! Bantu aku!!” Yuri tampak sangat kesulitan.
Key pamit pada Jihye untuk membantu noonanya itu. Jihye kembali sendirian disudut sana. Seoyeon menyadarinya, ia mencolek pelan bahu Ryeowook.
“Oppa, bisa kau temani Jihye? Aku tidak akan keberatan dan curiga apalagi marah”
“Hajiman…”
“Oppa, dengarkan ini baik-baik ya. Tapi sebelumnya mian kalau suara ku pas-pasan atau fals. Ehm!” Donghae, Onew dan Ryeowook menatap Seoyeon dengan penuh tanda tanya.
“Oh! Oh! Oh! Oh! Oppareul saranghae ah! Ah! Ah! Ah! Manhi manhihae… argh oppa~”
Dia malah jadi malu sendiri karena tiba-tiba saja semua orang menatapnya. Ryeowook memeluknya sambil tertawa. Member SNSD mulai menggerubunginya.
“Sudah sana!!” pinta Seoyeon masih dengan tertunduk.
“Hae hyung, aku titip dia”
Donghae mengangguk sambil membantu Seoyeon terlepas dari godaan sana-sini.

“Annyeong”
“Oppa?”
Jihye menatap Ryeowook dengan heran.
“Wae?”
“Mwo?”
“Kenapa memasang wajah seperti itu?”
“Anni. Aku hanya…
“Kau lelah?”
“Anniya~ aku sedang memikirkan sesuatu”
“Apa itu?”
“Sudahlah lupakan saja”
Jihye semakin salah tingkah karena kini Ryeowook duduk disampingnya dan melemparkan senyuman manisnya itu.
‘Ya Tuhan, selamatkan hati ku dari semua ini’, bisik Jihye dalam hati.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah terlibat dalam obrolan yang seru sambil sesekali tertawa dan saling melempar senyum. Seoyeon memperhatikan dari jauh.
***
[Ryeowook] TRUE TRUE
Nae kamjeongeun kal gosi eobseo
(Aku tidak punya perasaan dimanapun lalu pergi)
Nege matchweo beoringeol neon jal aljanni
((Kamu tahu dengan baik aku menaruhnya (perasaan) untuk mu)

[Kyuhyun] HOW TO KEEP LOVING YOU
Naega jinjja nege jalhalge
(Aku sungguh akan lakukan yang terbaik untuk mu)
Idaero nal sseokhyeo dujima
(Jangan buat aku membusuk disini)

Heechul bersikeras kalau Eunri harus mencoca d-a-n-c-e bukan hanya sekedar mencoba mesin visualisasi nyata yang biasa mereka lalukan selama ini.
“Anniya~”
“Eunri-ya”
“Heechul oppa!!”
Mereka sejak setengah jam yang lalu tidak ada satu pun yang mau mengalah. Heechul sampai lelah karena berdebat terus sejak tadi. Akhirnya ia mendorong Eunri ke practice room dance yang tersedia di Bonamana Mall.
“I cant do it!!” teriak Eunri yang memaksakan diri untuk keluar.
“No!! you can!” balas Heechul dengan bahasa Inggris yang pas-pasan dan ala kadarnya.
“Oppa~ jebal…”
Eunri mencoba memasang wajah memelasnya.
“Anniya!”
“Oppa~”
“Waeyo?”
Eunri diam lalu duduk ditengah ruangan itu dengan sedikit memelas dan malas. Ia lebih suka berada diatas lantai dance DDR bukan diruangan yang sekelilingnya ditempeli cermin sebesar tembok itu. Membuat kepalanya pusing karena dirinya memantul dimana-mana.
“Ah! Kepala ku sakit!” Eunri mencoba untuk mencari alasan.
Sayangnya Heechul tidak pandang bulu. Ia langsung mengajak Eunri untuk pemanasan dan mengetes kelunturan tubhnya terlebih dahulu. Ternyata Eunri lumayan juga. Heechul langsung mengetesnya dengan music-music yang menjadi playlist di DDR. Dan Eunri mengikutinya sesuai tubuhnya. Gerakkannya bebas. Ia tidak pernah merasa sebebas ini dalan dance. Ia tersenyum sekilas lalu tersenyum menatap Heechul.
“Ternyata sangat menyenangkan”
“Jjinja?”
“Ne”
“Kan sejak tadi sudah ku bilang, kau saja ngotot tidak percaya”
“Mianhe oppa”
Eunri memasang senyumnya hal ini membuat Heechul ingin memeluknya. Tanpa diduga Heechul menarik tubuh mungil yeoja itu kedalam pelukkannya.
“Oppa…?”
“…”
Tidak ada jawaban.
Mungkinkah sesuatu dalam dirinya dapat menarik perhatian seorang Kim Heechul, Cinderella dan putri Super Junior? Namun sesuatu dalam pikiran Eunri membuatnya sedikit tertekan. Temannya Kim Heechul atau biasnya Kim Ryeowook yang akan segera menikah? Bahkan ia belum bisa memutuskan yang mana.

[Yesung] Kidarinda miina / (Aku menunggu untuk mu gadis cantik)
[Shindong] HOPE YOU’LL STEP TO ME, STEP TO ME
[Yesung] Saranghanda miina / (Aku mencintai mu gadis cantik)
[Shindong] BRING IT, SIGN TO ME, SIGN TO ME
HA HA HA HA HA HA HA HA HA
[Yesung] Keunyeoga imi nal barabol Junbi ga doae isseottnabwa
(Aku menebak dia sudah siap siap untuk melihat ku)
***

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s