Part 1 :: LOVE IN HEAVEN


LOVE IN HEAVEN



Kenapa dalam kehidupan ku harus ada kisah seperti ini?
Kenapa aku harus memilih dua orang yang berarti?
Demi Tuhan…
Aku tidak pernah ingin memilih
Tapi hati ku hanya satu
Dan itu sudah ku tetapkan hanya untuk satu orang saja

Title : Love In Heaven
Author : Ichen Aoi / Kim Seoyeon
Cast : You, Kim Jaejoong and Shim Changmin
Genre : Romantic, Angst
Rating : General
Song : Friends Love – U-KISS

Hari ini adalah hari pertama seorang Shim Changmin dan eommanya di Korea. Mereka tinggal di desa pinggir pantai bersama harabojinya yang entah kenapa terasa sangat dingin dan terkesan tidak mempedulikannya. Beliau adalah seorang nelayan handal disana.
“Eomma, apa haraboji tidak menyukai ku?” tanya Changmin sore itu.
Eommanya mengusap kepala Changmin dengan lembut.
“Haraboji sangat menyayangi mu dengan caranya. Arraseo?”
Changmin mengangguk dengan pasti. Eommanya tersenyum lalu pergi ke dapur. Changmin mengamati sekelilingnya, ia melihat anak – anak sebayanya tengah bermain diluar sana.
“Eomma, aku pergi kepantai dulu ya!”
“Ne! changmin jangan pulang malam – malam ya!”
“Arraseo eomma!”
Sahut Changmin dengan semangat ’45. Ia langsung berlari keluar rumah menuju pesisir pantai di sore itu.

Matahari sudah turun dengan perlahan dan meninggalkan jejak cahaya oranyenya. Changmin masih asyik bermain dengan ombak dan pasir pantai sambil menatap lurus kea rah samudra lepas.
“Hufht… Andai saja appa ikut bersama kami. Andai saja appa tidak mengkhianati eomma” lirihnya pelan. Changmin kembali mengedarkan pandangannya dan mendapati seseorang didekat sana tengah mengukir sesuatu diatas pasir pantai.
Rasa ingin tahu Changmin mendorongnya untuk mendekati namja yang usianya tampak tidak terpaut jauh itu. Ia memandang sesuatu yang sedang dilakukan namja itu. Sebuah tulisan dengan kata – kata yang puitis. Changmin memandangnya dengan heran dan membacanya berulang – ulang, berusaha memahami arti dari tulisan – tulisan itu.
Namja itu mengangkat wajahnya saat ia merasa ada yang sedang memperhatikannya. Ia berdiri lalu menatap Changmin dengan senyuman hangatnya. Changmin menatapnya dengan heran, baru sekali ini ada orang yang tidak dikenal tersenyum dengan cara seperti itu kepadanya.
“Annyeong, apa kau anak baru disini? Rasanya aku baru sekali ini melihat mu” sapa anak itu dengan lembut. Changmin hanya mengangguk sambil tersenyum kaku.
“Aku Jaejoong” Jaejoong mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
“Uhm.. Changmin..” jawab Changmin ragu – ragu.
Karena Changmin mengangkat tangannya terlalu lama maka Jaejoong meraih tangannya sambil tersenyum tipis.
“Kenapa ragu?”
“Kata eomma ku, aku tidak boleh bicara dengan orang asing”
Jaejoong mengangguk sebagai tanda mengerti. Lalu ia diam sejenak untuk memikirkan sesuatu dan ia kembali tersenyum.
“Kalau begitu, agar kau boleh bicara dengan ku bagaimana kalau kita berteman saja?”
Sebuah senyuman tergambar diwajah Changmin, ia mengangguk dengan pasti. Jaejoong pun melepaskan ganggamannya lalu menatap langit dan tersenyum sebentar. Changmin mengikuti arah pandangan Jaejoong lalu menatap teman barunya itu dengan heran.
“Apa kau menyukai sesuatu?”
“Aku? Entahlah, ku rasa tidak ada hal yang khusus” Changmin melirik sekilas namun Jaejoong masih saja menatap langit dengan tatapan yang sulit ditebak.
“Kau menyukai langit ya?”
“Apa kau percaya kalau orang yang sudah meninggal itu bisa mengawasi kita dari langit?”
“Mollayo~”
Jaejoong pun beralih menatap teman barunya itu dengan menunjukkan senyum hangatnya lagi. Changmin masih sama, membalasnya dengan tatapan heran.
“Apa kita berteman?” tanya Jaejoong lagi.
“Ne. Kita berteman!” Changmin lagi – lagi mengangguk yakin.
“Gomawo. Besok akan ku tunjukkan sesuatu dirumah ku. Ku harap kita bisa bertemu ditempat ini lagi besok pagi”
“Tentu saja!”
“Hari sudah hampir larut, sebaiknya kita pulang” ajak Jaejoong.
Keduanya pun pergi meninggalkan pinggiran pantai tersebut.
**
Sudah sau minggu lebih Changmin tinggal di Korea, hari ini adalah hari pertamanya sekolah di SMP negeri. Ia melangkahkan kakinya dengan riang menuju sekolah barunya. Bangunan berlantai 3 dan memiliki lapangan yang cukup luas. Semua pelajar memakai seragam yang sama dengannya, ia tersenyum menatap kehidupan barunya.
Saat sedang asyik menatap berkeliling sambil melangkah mundur untuk menikmati oemandangan dihadapannya. Changmin terantuk batu dan terjatuh. Ia mengusap belakang tubuhnya yang sempat terhempas cukup kencang, tadi.
“Gwanchana?”
Seseorang menjulurkan tangannya untuk membantu Changmin berdiri. Ia menyambutnya dan namja itu memandangnya dengan senyuma khasnya.
“Changmin? Kau sekolah disini?”
Changmin menatap namja yang menolongnya, lalu kebahagiaan tergambar jelas dari matanya yang berbinar – binar.
“Jaejoong?”
“Hhaa… Kau tahu? Aku pelajar kelas 3 disini. Kau?”
“Aku kelas satu” sahut Changmin.
Mereka berdua melangkah bersama memasuki gedung itu.
“Kau dua tahun lebih muda dari ku?”
“Ne. Seharusnya aku memanggil mu hyung”
Jaejoong tertawa mendengar ucapan polos Changmin.
“Kau boleh memanggil ku hyung, kalau begitu”
“Hhaa… Hyung, ternyata kau sunbae ku”
Mereka oun tiba didepan tangga. Jaejoong menunjukkan jalan untuk Changmin agar bisa pergi ke kelasnya dan mereka berpisah dilantai 2. Karena kelas Jaejoong ada dilantai 3.
***

3 comments

  1. annisa · October 18, 2011

    aaahhh jd kangen sm dbsk ber 5 lagi😦

  2. cassiopeiay · May 31, 2012

    yg part ini masih biasa, pengen lgsg konflik wkwkwk

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s