Beautiful Sad Love Story (Part 10)

Tittle : Beautiful Sad Love Story

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi a.k.a Iclarrs Wood

Cast : Super Junior

Lee Dong Hae (Donghae) / Kim Ryeo Wook (Ryeowook) / Cho Kyu Hyun (Kyuhyun) / Kim Jong Woon (Yesung) / Park Jung Soo (Leeteuk) / Choi Si Won (Siwon) / Shin Dong Hae (Shindong) / Kim Hee Chul (Heechul) / Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

Kim Seo Yeon (Ichen) / Park Hyo So (Any) / Shin Chae Kyung (Bella) / Yoon Ji Byung (Dinda) / Yoon Ji Hye (Dheyka) / Song Hye Ra (Dea) / Son So Hye (Piluu) / Song Eun Ri (Dika) / Han Soo Hyun (Wiyan)


Pernahkah kau merasakan sebuah cinta yang menyakitkan?
Dimasa mencintai seseorang dan ternyata…
Orang itu bersama oranglain didepan mata mu!
Benar-benar didepan mata mu!
Yeah! This is love.

“Bagaimana? Apa kalian sekamar?” Hyera mulai menyelidiki kegiatan Seoyeon setelah sahabatnya itu menjadi seseorang dengan status istri. Bahkan Soohyun dan Chae Kyung pun ingin tahu. Sejak tadi mereka berempat hanya mutar-mutar antara perpustakaan dan lab computer demi menghindati tatapan mendelik mahasiswa yang lain.
“Tentu saja! Apa itu masalah? Kami kan sudah terikat hubungan suami-istri”
Seoyeon memberikan tekanan pada dua kata terakhir. HyeRa dan Chae Kyung menahan nafasnya. Soohyun bergidik ngeri dengan tatapan tidak percaya.
“Jadi kaliannn… melakukannn…”
“Aniyaaaa!!” teriak Seoyeon sebelum Soohyun selesai mengucapkan kalimatnya.
“Lho?” kali ini ketiganya pasang wajah keheranan bukan main.
“Kalian tahu? Kadang kami memang tidur satu kasur. Namun kami tidur kearah yang berlawanan, bahkan kadang oppa tidur disofa”
*pletak!*
Soohyun langsung menghadiahi jitakkan dikepala Seoyeon.
“Yah! Tega sekali kau! Wookie oppa kan suami mu, bukan oppa atau namjachingu-mu!!”
“Aishhh… Tapi aku takut” kali ini Seoyeon pasang wajah memelas dan mohon pengertian dari chingu-nya itu. Hyera memainkan daun yang tadi dipetiknya.
“Aku heran dia tidak melakukannya dengan mu”
“Itu juga jadi sebuah pertanyaan dikepala ku”
Chae Kyung memberi dukungan pada Hyera. Soohyun kini lagi-lagi menatap dengan penuh ketidak-percayaan.
“Tentu saja. Karena aku yang memintanya”
“Memang kau bilang apa?”
“Jika oppa mencintai ku, ku mohon jangan lakukan hal itu dulu sampai aku lulus kuliah”
“Geureyo?”
Seoyeon hanya menjawabnya dengan anggukkan. Yang lain menghela nafas berat dan aneh. Bagaimana bisa mereka tidak melakukkannya selama dua minggu ini?
“Hyera-a! Aku datang menjemput mu”
Kibum datang dengan senyuman cerianya yang biasa seolah telah lupa kejadian dua minggu lalu saat usai pesta pernikahan hyungnya itu. Yeoja yang dijemput tadi langsung pasang wajah terkejut dan bahagia. Ia jadi ingat soal hal yang ingin ia tanyakan pada Seoyeon, soal kelinci.
“Kenapa hanya Kibum oppa yang rutin menjemput Hyera?”
Chae Kyung menghela nafas kecewa. Ia berharap Kyuhyun melakukan hal yang sama kepadanya. Soohyun langsung menyenggol bahu Seoyeon.
“Wae?”
“Mana Hyukie oppa?”
“Minta jemput saja sana dengan Hwa-mu!”
Soohyun langsung menatap Seoyeon dengan aneh dan penuh tanda tanya.
“Wae?” gerutu Seoyeon sambil menatap Soohyun dengan sinis.
“Kau kenapa sih?”
“Habisnya kau ini bagaimana sih?? Hyukie oppa segitu tampan kau masih bilang Hwa tampan?!”
Soohyun langsung membuka mulutnya pertanda heran dan bingung, Seoyeon menandang sahabatnya itu dengan kebingungan yang sama.
“Kalian berdua kenapa sih?”
Chae Kyung melakukan interupsi karena merasa dicuekin.
“Kau pikir Hwa itu siapa?”
“Jung Yong Hwa?”
“Lalu?”
“Kau menyukainya? Kalau kau menyukainya bagaimana dengan oppa ku??”
“Oh.. arraseo!”
Keduanya mengangguk. Chae Kyung makin bingung. “Kalian sedang apa sih?”
“Aku juga jadi tidak mengerti” sahut Seoyeon setelah sadar dari semuanya, Soohyun juga mengangguk pertanda setuju. Chae Kyung memutar bola matanya lalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang tiba-tiba aneh itu.
***
Jibyung melangkahkan kakinya dengan tatapan hampa. Pikirannya sedang tidak berada dalam raganya saat ini. Sesuatu telah mengganggunya. Sebuah masalah yang sampai saat ini ia rahasiakan sendirian.
“Eoddeokajyo?”
Gerutunya tiba-tiba. Sesekali ia memandangi ponselnya, berharap sesuatu muncul dari sana. Namun Iphone itu tidak bergeming, masih sama… sunyi.
♫ Ben pao ying zhe feng lang wu dao … Ba fan nao tuo diao zhi xiang yao zhua zhu zhe yi ke zhe yi miao ♫
Me milik Super Junior M tiba-tiba terngiang dari Iphone-nya. Ia meliriknya dan berharap nama seorang namja muncul disana. Sayangnya yang tertera malahan nama dongsaengnya.
“Annyeong” sapanya lesu. / “Eonni! Wae?”
“Aniya. Wae?” / “Aku pulang telat”
“Oh…” / “Kau terdengar kurang sehat”
“Aku baik-baik saja” / “Eonni yakin?”
“Jihye~” / “Ne. ne. arraseo!”
“Hati-hati dijalan ya” / “Ne. gomawo eonni”
*klik!*
Nihil. Jibyung terlalu kesal hari ini. Ia memutuskan untuk meninggalkan kampusnya lebih cepat.
***
Sohye hari ini diizinkan pulang. Hyunjae dan Yesung membantunya membereskan barang-barang. Sohye tersenyum memlihat tingkah Yesung yang selalu salah dalam mengelompokkan barang-barang milik Sohye dan selalu dihadiahi gerutuan Hyunjae.
“Yah! Dasar namja! Kau sudah terlalu biasa diurusi sih!”
“Mwo?! Aku tida begitu!!” protes Yesung sengit.
“Sudahlah, jangan serepot ini”
“Apa katamu? Apa kau tidak tahu betapa bahagianya aku saat saeng-ku satu-satunya akan kembali bersama ku menjalani kehidupan yang biasa?”
Hyunjae mendelik kearah Sohye yang dilanjutkan dengan senyuman singkat dari Sohye.
“Ne eonni. Arraseo!”
Yesung rupanya sudah menyiapkan taksi dan mereka pun pergi dari rumah sakit itu.
***
Hyoso menelepon beberapa temannya untuk menemaninya jalan-jalan. Namun tak seorang pun yang punya waktu hari itu. Atas permintaannya, Hyoso kini berada disemester 3 dengan melompati tingkat. Dia memang salah satu mahasiswi pintar dikampusnya dulu.
*bruk!*
“Omo!”
Hyoso menabrak seorang yeoja yang tak lain adalah hoobae-nya.
“Mianhe” ia menatap yeoja itu yang balas tersenyum.
“Gwaenchanayo”
Hyoso membantunya berdiri. Ia memperhatikan yeoja itu dari atas sampai bawah. Yeoja dengan wajah ceria berambut pendek sebahu itu tampak memamerkan senyumnya yang mengatakan kalau dia baik-baik saja.
“Aku merasa sangat bersalah. Aku akan mentraktir mu makan”
“Mwo? Aku baik-baik saja kok”
Hyoso memasang wajah memohon. Maka mereka berdua memutuskan untuk pergi kesebuah café didekat kampus.

“Kau semester berapa?” Hyoso mencoba untu akrab.
Yeoja dihadapannya sibuk melahap kimbap. “Aku baru semester satu. Bagaimana dengan mu?”
“Aku disemester tiga”
Ucapan Hyoso nyaris membuat yeoja itu tersedak. Hyoso memberikannya minuman.
“Gomawo~ mianheyo~ aku tidak tahu kalau aku harus memanggil mu eonni”
“Gwaenchana”
Hyoso melanjutkan makannya. Yeoja itu masih menatap Hyoso dengan segan.
“Mianhe, bisa aku tahu nama eonni?”
“Hyoso. Park Hyo So. Kamu?”
“Shin Chae Kyung”
Hyoso melirik jam tangannya, lalu beralih kepada Chae Kyung.
“Chae Kyung, aku harus pulang duluan. Semua makanan ini sudah dibayar, jadi nikmatilah dengan tenang. Aku duluan ya”
“Ne eonni, kamsahamnida”
“Cheon”
Hyoso pergi. Chae Kyung menatap makanannya dengan sedikit miris. “Bagaimana bisa aku tidak mengenali sunbae-ku sendiri??” gerutunya pelan.
***
Seoyeon pulang dengan langkah riangnya yang biasa. Ia belum tahu kalau Ryeowook sudah tiba dirumah sejak tadi dan menunggunya. Ia melepas luarannya sambil bersenandung dan bergaya ala Jessica, eonninya tersayang. Ia menaruh sepatu ketsnya dirak dekat tangga masuk. Ryeowook tersenyum memperhatikan yeoja itu.
“Kau masih seperti anak kecil ya?”
“Yah!! Oppa! Kau mengejutkan ku!!”
Nyaris saja Seoyeon menghadiahi suaminya itu sepatu kets saking terkejutnya. Untung saja ia mengenali suara khas merdu cempreng itu.
“Saking asyiknya bernyanyi kau bahkan tidak sadar aku disini sejak tadi”
“Hhee… Mianhe”
Seoyeon melangkah menuju dapur dan melirik semua makanan yang sudah tersaji dengan rapi. ‘Bagaimana bisa? Aku bahkan baru pulang?’ Seoyeon heran.
“Aku memasaknya karena kau lama sekali”
Ryeowook menjawab semuanya. Seoyeon mengangguk pelan. Lalu menatap Ryeowook dengan heran. Bukankah seharusnya ia bekerja bukannya bersantai dirumah seperti ini?
“Oppa, bukankah seharusnya oppa bersama SJ?”
“Aku pulang lebih cepat chagi. Aku ingin mengajak mu jalan-jalan”
Seoyeon menatapnya dengan keheranan dua kali lipat.
“Eh??”
“Ikut sajalah~”
Ryeowook mendorong bahu Seoyeon menuju keluar rumah lalu mengunci pintunya. Seoyeon hanya mengikutinya dengan kebingungan.
***
Soohyun mengemut lollipopnya dengan berjalan tanpa tujuan. Langkah kakinya tiba-tiba saja membawanya kedepan gedung SM Entertainment. Ia tersadar akibat teriakan fans didepan gedung. Banyak poster dan karton dengan berbagai macam tulisan, mulai dari fans DBSK si Cassiopeia, Super Junior dengan EverLasting Friends-nya, SHINee World, SONE, Traxian sampai Aff(x)tion. Soohyun bergidik ngeri. Ia melanjutkan jalannya menuju kearah toko sepatu.
*klining klining*
Lonceng berdenting saat Soohyun masuk. Ia memilih-milih high heels yang dirasa cocok untuknya. Ia meminta seorang pramuniaga untuk mencarikan sepatu keluaran terbaru. Tepat saat itu seorang namja menarik ujung bajunya, tanpa menoleh kearahnya.
“Mianhe, bisa bantu aku memasang tali sepatu ini? Aku rasanya tidak mengerti”
Soohyun melirik, mencari pramuniaga toko. Sayangnya semua sibuk dan ia tidak tega membuat namja itu merasa bersalah karena Soohyun bukanlah si pramuniaga. Ia berjongkok lalu mencoba memasang talinya. Namja itu menatapnya dengan heran.
“Kau tidak pakai seragam pramuniaga seperti yang lainnya?”
Soohyun telah selesai memasang talinya, ia menjawab sambil tersenyum.
“Aku bukan pramuniaga disini. Aku pengunjung”
Namja itu melepas kacamata hitamnya lalu menunduk berkali-kali. Soohyun merasa penglihatannya salah saat itu. Namun ia semakin yakin saat yeoja disampingnya tiba-tiba memekik menyebutkan nama namja itu.
“Jung Yong Hwa oppa!”
Namja itu kebingungan, ia hanya membalasnya dengan tersenyum. Tanpa sengaja ia memegang pergelangan tangan Soohyun. Namun karena terlalu banyak BOICE saat itu, ia langsung berlari dan melepaskan Soohyun.
“Omo!” tangannya kesakitan. Suasana menjadi sepi seketika. Soohyun membawa sepatunya lalu membayarnya dikasir dan pulang.
***
Hyunjae masih tidak percaya dengan siapa yang menculiknya malam itu.

-flashback-
Hyunjae mendapati dirinya berada ditempat yang asing. Ia menegakkan tubuhnya, gaunnya telah berganti menjadi baju terusan. Ia melangkah keluar kamar lalu terkejut melihat pemandangan didepannya. Ada Taecyeon dan Nickhun yang sedang merapikan barang-barang yang berserakkan disana-sini. Dalam seketika ia panic, ia berusaha mengingat kejadian malam itu. Kedua namja itu menoleh karena grasak-grusuk Hyunjae.
“Yeoja yang semalam kau baawa sudah bangun tuh!” tunjuk Nickhun.
“Eh? Oh… tidak usah sepanik itu. Yeoja yang menggantikan pakaianmu, aku membawa pramuniaga ditoko pakaian yang kau kenakan itu kesini dan memintanya menggantikan semua itu. Gaun mu ada dipojok sana. Kau demam, jadi kau tidak sadarkan diri”
Penjelasan Taecyeon menjawab segalanya. Nickhun berdiri menaruh barang yang dipegangnya kepojok ruangan lalu menggerutu pelan.
“Bagaimana bisa Chansung membuat semua ini berserakan?? Aisshhh…”
Hyunjae semakin meneliti nama-nama dan wajah yang tak asing itu.
“2PM?” bisiknya pelan. Taecyeon mengangguk sambil tersenyum lalu mengambil tasnya.
“Kami ada kegiatan diluar dan harus menyusul yang lain. Apa kau mau ku antar pulang terlebih dahulu?”
Sebenarnya tawaran Taecyeon tidak akan ia lewatkan begitu saja seandainya namja itu tidak bilang kalau ia sedang ada kegiatan dengan katalain s – i – b – u – k.
“Tidak perlu, aku akan pulang sendiri. Kamsahamnida”
Mereka pun keluar dan pergi ketempat tujuan masing-masing.
-flashback end-

“Terlalu banyak kebetulan dalam hidup ku” putusnya kemudian lalu sibuk kembali dengan pekerjaannya sambil memikirkan soal makanan yang akan dia bawa nanti, karena Sohye sekarang sudah kembali tinggal bersamanya.
***
Hyera menatap isi koleksi VCD di mobil Kibum.
“Oppa, kau tidak punya VCD yang lain?”
“Wae?”
“Lihatlah~ isinya Super Junior semua!!”
Kibum tertawa kecil. Ia melirik foto ke-13 member Super Junior dalam bingkai kecil yang dipajangnya didepan mobil. Kemudian menghela nafas sambil melirik Hyera.
“Kau kan tahu kalau aku Super Junior”
“Kau malah terlihat seperti salah satu dari ELF”
Hyera menghenyakkan tubuhnya dijok mobil sambil melirik foto terbaru ke-13 Super Junior dalam album Bonamana. Ia yakin ia tidak akan menjumpai Kibum, Hankyung dan Kangin. Namun ia menjumpai Siwon disana. Sesuatu kembali mengganjal hatinya.
“Hyera, album ke-5 nanti kau harus beli ya. Aku, Hankyung hyung dan Kangin hyung sekarangkan sudah kembali ke Super Junior. Kami tidak tega melihat Teukie hyung seperti itu”
“Lagipula oppa sudah berjanji padanya untuk kembali”
Hyera melirik Kibum untuk mengingatkan janji Kibum dulu saat ia memutuskan untuk belajar acting di Amerika sana. Kibum langsung tersenyum kecil.
“Kau tahu banyak tentang ku”
Ucapan Kibum membuat Hyera dapat merasakan wajahnya panas memerah karena malu.
“Oppa~”
“Ne, ne… aku akan mengantarkan mu pada ahjumma dengan selamat sentausa”
“Itu harus!”
Kibum mengacak rambut Hyera pelan. Yeoja itu mendelik sinis namun dalam hatinya ia senang dan ia yakin sudah tidak ada tempat lagi untuk Siwon disana.
***
Sohye menghirup wangi segar udara dipagi yang cerah itu. Ia mmelangkahkan kakinya dengan sangat perlahan seolah sudah sangat rindu dengan bumi. Sesekali ia tersenyum memandangi pemandangan kota Seoul. Rapi dan bersih.
“Huaaaa… Seoul terlihat dua kali lipat lebih indah!”
Sohye merentangkan tangannya seolah ingin memeluk udara pagi itu.
Ia memperhatikan seorang yeoja yang sedang mengayuh sepedanya dengan santai sambil bersenandung ria, mengikuti nada musik di headset pink – nya. Yeoja itu turun dari sepedanya lalu memarkirnya dan duduk dikursi taman. Sohye juga merasa lelah.
“Mianhe, boleh tidak aku duduk disini?”
Yeoja itu menatapnya sekilas, kemudian mengangguk sambil tersenyum. Yeoja itu membuka headsetnya dan mengalungkannya dileher.
“Aku baru melihat mu. Apa kau baru pindah ke Seoul?”
“Anhi, aku baru keluar dari rumah sakit”
Yeoja itu mengangguk saat mendengar penjelasan dari Sohye.
“Aku belum tahu nama mu, bolehkah aku tahu?” Sohye bertanya dengan hati-hati. Yeoja itu tersenyum sambil mengangguk. ‘Tampaknya dia orang baik’, pikir Sohye.
“Park Hyo So imnida. Bangapseumnida”
“Son So Hye”
Mereka saling pandang beberapa saat kemudian tertawa kecil.
“Kau tahu? Sohye, rasanya aku pernah mendengar nama itu”
“Geureyo?”
“Ne. tapi aku tidak tahu dimana”
Sohye tersenyum mendengar penjelasan Hyoso. Bagaimanapun juga mereka baru hari ini bertemu. Dan mungkin saja hal itu hanya untuk lebih mengakrabkan diri satu sama lain. Sedangkah Hyoso berusaha mengingat dimana ia pernah mendengar nama itu.
***
Rupanya Ryeowook mengajak Seoyeon ke Seoul Grand Park. Disana terdapat banyak pohon sakura tanpa perlu pergi ke Jepang, museum, taman bermain, kebun binatang dan taman bermain anak – anak. Kalau di Indonesia serupa dengan Dunia Fantasi a.k.a Dufan. *Mau lebih jelas? Liat So Nyu Shi Dae Hello Baby!*
“Oppa…”
Seoyeon takjub melihat puluhan pohon sakura yang tengah bersemi itu. Air matanya menetes dengan perlahan. Impiannya menggapai Tokyo harus ditunda karena kuliahnya yang belum selesai dan statusnya yang harus memikirkan keadaan suami kalau sampai ia tinggal bertahun-tahun. Statusnya kini terasa begitu berat.
“Waeyeo?”
“Anhi oppa”
“Kau senang?”
“Ne. Bagaimana oppa tahu kalau aku menyukai semua ini?”
Ya, impian ku selamanya milik ku. Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya bahkan Hyukie oppa dan Sica eonni sekalipun.
“Karena aku sangat mengenal mu. Ini!”
Ryeowook mengambil sekuntum sakura yang baru saja jatuh dari dahannya. Seoyeon terisak pelan, ia sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.
“Oppa!!”
Teriaknya pelan lalu memeluk namja itu. Ryeowook hanya tersenyum sambil mengusap kepalanya dengan lembut.
***
Jibyung hari ini memutuskan untuk tidak masuk kuliah. Jihye heran dengan eonninya yang selama dua minggu terakhir bersikap aneh itu.
“Eonni, gwaenchanayo?”
“Ne. kau pergilah! Ini sudah jam kuliah mu”
“Apa eonni tidak mau ku temani?”
“Tidak perlu”
Jihye pun berpamitan dengan enggan dan khawatir. Jibyung memberikannya senyum seolah ia baik-baik saja. Saat Jihye pergi, Jibyung kembali masuk kedalam pikiran dan kecemasannya.

-flashback-
Malam usai pernikahan Ryeong dan Seoyeon. Jibyung memaksa Leeteuk mengantarkannya kesebuah club malam. Semua itu benar-benar diluar alam sadarnya. Kecemburuannya akan sikap Siwon pada seorang yeoja tak dikenalnya yang membuatnya jadi begitu.
“Kau sudah terlalu mabuk. Berhentilah!”
Leeteuk sudah sangat putus asa dibuatnya. Jibyung tidak peduli. Pikirannya kacau.
“Oppaa…”
Kali ini ia meneteskan air mata. Leeteuk semakin bingung. Ia terpaksa menggendong Jibyung dengan paksa untuk pergi dari club itu. Dan memasukkannya kejok belakang mobil.
“Oppa, aku tidak mau pulang!”
“Lho?? Lalu aku harus membawa mu kemana?”
Leeteuk jadi kebingungan sendiri.
“Hotel. Bawa aku ke hotel saja”
Namja itu mengangguk pelan. Sesampainya di hotel, ia memesan satu buah kamar. Tentu saja Leeteuk sudah siap dengan penyamarannya. Ia tidak ingin pers mengetahui dijam dini hari begini ia berkeliaran bersama seorang yeoja. Leeteuk mengantarkan Jibyung kekamarnya. Karena yeoja itu dalam keadaan mabuk berat, ia langsung memeluk Leeteuk dengan tiba-tiba. Namja itu terkejut.
“Oppa, jangan pergi” bisiknya pelan.
Leeteuk tahu kalau yeoja itu sedang mabuk berat. Ia mendorongnya kekasur lalu menyelimutinya dan mematikan lampu kamar hotel itu.
“Istirahatlah! Aku akan pulang ke dorm”
Leeteuk pergi. Jibyung diam beberapa saat, kemudian ia tersadar dan menangis pelan.
-flashback end-

Jibyung memegangi kepalanya yang jadi pusing karena memikirkan masalah itu.
“Semua salah ku” bisiknya pelan.
***
Leeteuk, Eunhyuk, Kyuhyun dan Yesung bersiap untuk menjadi MC salah satu acara tv yaitu Super Junior Foresight. Mereka mengenakkan pakaian yang sesuai dengan bintang tamu senior hari ini.
“Hyung, bagaimana style ku? ok kan?” Kyuhyun pamer kepada Eunhyuk yang hanya balas mengangguk. Yesung sendiri membantu Leeteuk memakai aksesorisnya yang rumit.
“Gomawo”
“Ne. hyung, kenapa style mu keren begini sih?” Yesung protes sambil mengamati Leeteuk dari ujung kepala hingga ujung kaki. Yesung dan Kyuhyun ikutan.
“Aku iri!” gerutu si maknae evil.
Manager hyung masuk ruang ganti tersebut sambil membawa Chae Kyung.
“Lho? Kau?” Kyuhyun menatapnya dengan heran.
“Aku ada jadwal meliput disini. Lalu aku bertemu dengan manager oppa. Dan ia menawarkan untuk mengantarkan ku ke sini, menemui mu”
Leeteuk, Yesung dan Eunhyuk saling pandang lalu menyikur Kyuhyun.
“Kau-kan biasnya, urus yeoja imut itu ya” goda Eunhyuk.
Kyuhyun mendelik kesal kearah hyungnya itu. “Hyung!!!”
Sebenarnya Kyu ingin melempar Eunhyuk dengan benda – benda terdekat, sayangnya benda terdekat adalah benda kesayangannya PSP yang baru saja ia beli seminggu lalu. Maka Kyu mengurungkan niatnya itu.
“Kau mau meliput apa?”
“Acara musik. Hari ini CN Blue yang jadi bintang tamunya”
Kyuhyun hanya mengangguk kaku mendengar penjelasan dari Chae Kyung.
“Ayo! SJ waktunya tampil!”
Seruan salah satu crew menyadarkan mereka. Kyuhyun pun pamit pergi. Chae Kyung tersenyum kecil lalu menuju tempat tujuannya. Mewawancarai ke-4 member CN Blue.
***
Soohyun menggeledah seisi kamarnya dengan panic ’45.
“Ommooo!! Dimana gelang ku?!”
Gelang perak yang sengaja dipesannya agar kembaran dengan teman-teman kampusnya itu hilang begitu saja. Soohyun mencoba mengingat-ingat kejadian belakangan ini yang berpotensi menghilangkan gelangnya itu. Nihil. Ia tidak bisa menemukannya.
“Aku harus bilang apa pada yang lain kalau mereka tahu gelang khusus itu hilang?!”
Ia menghempaskan tubuhnya disofa. Eommanya heran melihat putri kesayangannya itu kebingungan dan seolah sedang mencari sesuatu sejak tadi.
“Soohyun, ada apa?”
“Eomma! Gelang perak ku hilang!”
Soohyun langsung merajuk pada eomma-nya itu. Wanita paruh baya itu tersenyum kecil.
“Nanti eomma belikan yang baru. arraseo?”
“Anhi eomma! Gelang itu berbeda”
“Coba kau cari dengan teliti dulu”
“Sudah. Aku lelah”
Soohyun cemberut. Eomma-nya menunjuk kearah tv.
“Tuh! Hwa-mu akan perform. Lihatlah untuk menghilangkan rasa lelah mu”
Soohyun hanya balas tersenyum miris.

Sementara itu…
Yong Hwa masih mengamati gelang perak yang tidak sengaja didapatnya saat menarik paksa tangan yeoja yang ia jumpai ditoko sepatu.
“Kenapa aku jadi seperti penjambret begini?”
Keluhnya. Ia mengingat – ingat wajah yeoja yang ia mintai tolong itu untuk mengembalikan gelang tersebut. Ia jadi teringat Seohyun.
“Agak mirip sih” senyuman berkembang di mulutnya.
“Aku akan ke toko itu lagi, siapa tahu aku bisa menemukannya”
***
Hyunjae pergi kesebuah toko buku. *Anggap aja kayak Gramedia ya readers Hhee…*
Ia melirik kanan – kiri mencari majalan terbitan terbaru. Dan ada sebuah majalah pictorial book yang menariknya. Ia melihat covernya. Ada judul yang ditulis capital dengan tinta emas disana.

Pictorial Book Wedding Party Ethernal Maknae Super Junior

“Ya ampun sampai dibuat pictorial book segala!”
“Iya ya! Super Junior memang beda!”
Ada dua orang yeoja berseragam SMA sedang mengamati hal yang sama. Namun mereka menadangnya sambil tersenyum, berbeda dengan Hyunjae.
“Aku mau beli satu. Ada banyak foto oppadeul”
“Aku tidak keberatan Wookie oppa menikah, jadi kan aku tahu kalau dia normal”
Temannya itu balas tersenyum sambil mengangguk pelan.
“Kita kan ELF sejati. Apapun yang oppadeul lakukan, akan ku dukung!”
“Kau benar. Ke kasir yuk!”
Kedua siswi itu pergi. Hyunjae mengambil pictorial book yang sudah terlepas dari plastiknya. Ia melihat-lihat isinya. Banyak yang berpasangan dipesta itu, bahkan beberapa yeoja tampak sedang berpasangan dengan Siwon dan Kyuhyun. Dan ada satu couple yang dikenalnya dnegan baik, Yesung dan Sohye. Air matanya mengalir lagi.
“Kenapa semuanya jadi terasa tidak adil bagi ku?”
Tatapannya berhenti pada sebuah foto full Ryeowook yang tengah tersenyum disamping Eunhyuk dan Yesung. Ia ingat sekali setelah foto itu, semua talent SM Town memintanya memeluk istri barunya itu. Lagi-lagi hal yang tidak ingin diingatnya malah balik terpeta jelas dipikirannya. Ia menaruh pictorial book itu lalu keluar toko buku dan pergi menuju basement mencari mobilnya.
***
Hyera mempersiapkan dirinya untuk menemui Kibum ditempat namja itu shooting drama terbarunya. Hyera tersenyum menatap dirinya dicermin.
“Right! Perfect!”
Beberapa menit kemudian ia sampai dilokasi sambil mengembangkan senyumnya. Ia bisa melihat Kibum sedang dirias oleh beberapa ahli make up artis khusus yang disewa Lee Soo Man untuk talent-talentnya.
“Kibum oppa!”
Suara seorang yeoja langsung mengalihkan perhatian Kibum. Namun suara itu bukan berasal dari Hyera melainkan Im Yoon Ah a.k.a Yoona SNSD yang belakangan ini sedang digosipkan menjalin hubungan dengan Kibum Super Junior.
“Yoona?? Kebetulan sekali!”
“Ne. aku ada pemotretan dan shooting untuk CF kosmetik Dior”
Yoona duduk disamping Kibum sambil mengambil softdrink yang tergeletak diatas meja Kibum.
“Kau kehausan?”
“Ne. musim semi terlalu hangat untuk ku!”
Kibum mengusap kepala Yoona dengan lembut sambil tertawa pelan.
“Bukankah yang seharusnya meleleh itu si Ice Queen Sica. Kenapa kau jadi ikutan begini?”
“Oppa~!!”
Yoona menggembungkan pipinya. Kibum langsung mencubit kedua pipi Yoona sambil tertawa. Hyera melihatnya sejak tadi. Ia masih diam ditempatnya. Tidak bergeming sama sekali. Sesuatu membuat hatinya sakit. Ia memegangi dadanya, ada sesuatu yang seolah menusuk jantungnya.
Hyera tidak bisa karena tidak ingin melanjutkan langkahnya lagi. Ia mundur dengan perlahan, berbalik lalu melangkah dengan gontai. Kibum menatap lurus kearah sana, namun ia tidak menyadari kalau yeoja itu adalah Hyera.
“Rasanya seperti seseorang. Hyera? Tapi kalau ia datang, seharusnya ia menghampiri ku kan?”
“Ada apa oppa?”
“Anhi”
Kibum menggeleng sambil tersenyum. Yoona pamitan untuk melanjutkan pembuatan CF nya.
***
Hyoso mengangkat teleponenya dengan tangan kiri, karena tangan kanannya sedang sibuk membolak – balik buku kalkulus akuntansi besarnya.
“Annyeong” / “Annyeong Hyoso-a”
“Kyu-oppa?” / “Ne. senang kau mengenali suara ku!”
Hyoso menatap Iphonenya dengan heran. ‘Bukankah nama dan fotonya tertera disini?’, pikir Hyoso heran. Ia semakin tidak mengerti kenapa King of Game itu jadi aneh begini.
“Nama oppa tertera dilayar Iphone ku” / “Oh ne! arra! Aku lupa. Mianhe~”
“Gwaenchana. Ada apa?” / “Besok bisa temani aku ke Namsan Tower?”
“Mau apa?” / “Ada sebuah permintaan yang ingin ku tulis disana”
“Baiklah” / “Ehmmm… bagaimana kalau hari ini saja?”
“Tidak bisa! Aku sedang sibuk dengan kuliah ku” / “Ok! Sampai jumpa besok”
*klik!*
Hyoso menatap Iphonenya dengan semakin heran, “Makin hari makin aneh saja si maknae itu”
***

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s