Beautiful Sad Love Story (Part 11)

Tittle : Beautiful Sad Love Story

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi a.k.a Iclarrs Wood

Cast : Super Junior

Lee Dong Hae (Donghae) / Kim Ryeo Wook (Ryeowook) / Cho Kyu Hyun (Kyuhyun) / Kim Jong Woon (Yesung) / Park Jung Soo (Leeteuk) / Choi Si Won (Siwon) / Shin Dong Hae (Shindong) / Kim Hee Chul (Heechul) / Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

Kim Seo Yeon (Ichen) / Park Hyo So (Any) / Shin Chae Kyung (Bella) / Yoon Ji Byung (Dinda) / Yoon Ji Hye (Dheyka) / Song Hye Ra (Dea) / Son So Hye (Piluu) / Song Eun Ri (Dika) / Han Soo Hyun (Wiyan)

Hyoso melirik jam tangannya. Sudah sore namun ia tidak memiliki kegiatan lagi. Hyoso mempertimbangkan untuk mengajak Kyuhyun ke Namsan Tower sore itu.
“Ah sudahlah! Toh dia tadinya mengajak ku hari ini”
Hyoso menatap Iphonenya. Menelepon atau mengirimkan pesan singkat? Ah tidak perlu terlalu formal, pikirnya sejenak.

To : SJ Kyu
Subject : Namsan Tower
Oppa~ mianhe mengganggu mu. Bagaimana kalau sekarang saja kesana? Aku bosan diapartemen. Sudah tidak ada kegiatan yang bisa aku kerjakan lagi.

Tidak perlu waktu lama untuk menunggu balasan dari Kyuhyun.

From : SJ Kyu
Subject : Namsan Tower
Ok! Aku akan menjemput mu. Tunggu aku diapartemen mu 

Hyoso langsung mengganti pakaiannya. Sesekali mengecek Iphone-nya. Ia tidak ingin membuat namja yang baik padanya itu menunggu lama untuknya.
***
“Tunggulah disini. Kau pasti lelah, aku akan mengambilkan mu minuman”
Ryeowook pergi untuk membeli minuman. Seoyeon hanya mengangguk sambil mengusap perutnya, menahan mual akibat roller coaster.
“Tahu jadi pusing dan mual begini, aku tidak akan naik wahana itu!” gerutunya pelan. Ia memasang headset berwarna biru yang diberikan oleh Ryeowook untuknya.
“Oeee… Oeee *maksudnya suara bayi*”
Seoyeon melepaskan headsetnya. Ia mencari sumber suara. Dan rupanya berasal dari troli bayi yang berada tidak jauh darinya. Bayi itu menangis cukup lama. Karena tidak tega, ia mendekati troli itu dan mengintip isinya, seorang bayi namja gemuk putih dan imut.
“Ini!”
Ryeowook datang membawa dua buah cola. Seoyeon mengambilnya.
“Ayo pulang!”
Seoyeon menahan tangan Ryeowook yang menggandengnya.
“Ada apa?”
“Oppa, sudah satu jam. Ibunya tak kunjung datang”
Kekhawatiran terlintas diwajahnya. Ryeowook memandang kearah yang sama. Sebuah troli bayi.
“Kau mau kita menunggunya?”
“Ne”
“Bagaimana kalau kita umumkan saja dipusat informasi?”
“Oppa benar!”
Ryeowook dan Seoyeon membawa troli itu menuju pusat informasi.
***
Genie Café …
Hyera memetik kelopak bunga merah ditangannya satu per satu. Sesekali ia menghapus air matanya yang menetes dengan perlahan. Kibum dan Yoona, kedekatan mereka kembali terlintas dalam benaknya.
“Oppa~” bisiknya pelan.
Disaat yang sama Jibyung duduk dimeja yang tidak jauh dari tempat Hyera duduk. Ia memesan vanilla latte, putih adalah warna favourit Leeteuk. Ia kembali tersenyum kecil.
“Kenapa begini?”
Suara isakan seseorang menganggu pikirannya. Jibyung menoleh kebelakang. Seorang yeoja yang tampak familiar dimatanya sedang terisak sambil sesekali menghapus air matanya. Namun rasa ibanya akan sesame yeoja membuatnya mencoba mendekati yeoja itu.
“Mianhe” sapa Jibyung pelan agar tidak terkesan ingin ikut campur.
“Ne?”
“Boleh aku duduk disini?”
“Eh?”
“Aku pikir kau butuh teman cerita” tawar Jibyung sambil tersenyum.
“Gomapta” Hyera jadi ikut tersenyum sambil menghapus air matanya dengan tissue.
“Gwaenchana. Kau bisa menceritakan masalah mu dengan orang asing seperti ku”
“Ah… mianhe~ aku belum bisa”
“Tidak masalah. Mungkin aku bisa sedikit menghiburmu”
Tawaran Jibyung disambut baik oleh Hyera. Hingga akhirnya mereka mengobrol seru satu sama lain. Jibyung mengintip jam tangannya.
“Omo! Aku harus pulang, yeodongsaeng ku akan pulang dan aku belum menyiapkan makanan”
“Ne. gomawo~”
Saat Jibyung pergi dan menyetop taksi. Siwon datang memasuki café itu. Ia baru saja menerima SMS dari Kyuhyun kalau ia melihat Hyera menangis disalah satu café dekat Namsan Tower.
“Hyera”
“Siwon oppa?”
Hyera terkejut atas kedatangan namja tak terduga itu. Siwon dapat melihat mata Hyera yang merah dan menunjukkan kalau yeoja didepannya itu baru saja menangis. Siwon langsung memeluknya dan diam untuk beberapa saat.
***
Sohye memutuskan untuk mengunjungi toko permen didekat rumahnya. Sohye memang sangat menyukai makanan manis. Karena semua itu mengingatkannya pada namjachingu – nya tersayang, Yesung.
“Sohye noona?”
Sohye menoleh saat seorang namja menyebut namanya. Ia mendapati si imut Taemin sedang berbelanja bersama si baby Sulli.
“Taeminie? Sedang apa disini?”
“Aku menemani Sulli membeli lollipop”
Jawab Taemin singkat dan ceria seperti biasanya. Sulli membungkukkan badannya sedikit sambil tersenyum. Sohye balas tersenyum sambil menganggukkan kepala.
“Noona sudah sehat ya?”
“Euhm… lumayanlah”
“Aku yakin, Yesung hyung sangat senang”
“Bagaimana kau bisa yakin?”
“Hyung selalu membicarakan noona dengan member yang lain. Noona harus lihat ekspresi hyung yang lain, mereka jadi bosan mendengarnya menceritakan soal kekhawatiran yang sama terus menerus”
“Jjinja?”
“Ne noona”
Sulli baru tiba dari kasir dengan banyak lollipop ditas belanjaannya.
“Sulli, itu banyak sekali” Sohye heran karena yeoja didepannya itu membeli sangat banyak lolly.
“Ini bukan untuk ku saja kok eonni. Untuk member f(x) dan SNSD”
Sohye mengangguk kecil.
“Noona, kami duluan ya”
Taemin dan Sulli pergi. Sohye tersenyum kecil mengingat ucapan Taemin barusan.
“Oppa sangat mengkhawatirkan ku”
Sohye melangkahkan kakinya untuk mencari sesuatu yang pas bagi Yesung, namjachingu nomor satu-nya.
***
Tepat seperti dugaan Yong Hwa. Soohyun kembali ke toko sepatu itu lagi. Belum sempat ia masuk ke toko itu ada seorang namja yang membungkam mulutnya dari belakang lalu membawanya ke gang yang sepi.
Soohyun menghirup udara banyak – banyak saat namja itu melepaskan tangannya.
“SIAPA KAU HUH?!”
Bentak Soohyuntanpa pandang bulu. Namja itu langsung menempelkan jari telunjuknya ke bibir Soohyun, berharap yeoja itu tidak melanjutkan aksi teriak – teriaknya lagi. Namja itu membuka topinya dan melepas kacamata hitamnya. Nampaklah wajah tampan Yong Hwa.
Soohyun menutup mulutnya sendiri agar dia tidak teriak lebih kencang.
“Aku mau mengembalikan ini”
Yong Hwa mengeluarkan sebuah gelang perak dari saku jaket merahnya. Soohyun menatap gelang perak itu dengan seksama. Lalu mengambilnya dengan tatapan penuh kerinduan.
“Bagaimana bisa ada pada oppa?”
“Kau ingat saat aku menarik tangan mu? Yang ku dapatkan malah gelang mu itu”
“Kamsahamnida oppa”
“Anhi. Ini salah ku juga kok”
Soohyun memasangnya kembali dipergelangan tangan kirinya. Yong Hwa menatapnya dengan lekat untuk beberapa saat.
“Siapa nama mu?”
“Han Soo Hyun imnida”
“Kalau aku …”
“Jung Yong Hwa. Aku mengenal mu oppa”
“Oh iya ya… Hhaa… boleh minta nomor HP mu? Aku harus segera kembali ke kantor”
“Oh ne”
Soohyun memberikan nomor HPnya pada Hwa. Hwa pun pergi usai berpamitan. Soohyun menatap punggung namja itu sambil tersenyum. Apakah ia sudah melupakan Hyuk Jae?
***
Chae Kyung merasakan kebosanan dalam hari ini. Akhirnya ia menggerek kakak sepupu tercintanya, Kiseop.
“Oppa! Temani aku keluar!”
“Mwo???? Aku c – a – p – e – k!”
“Ya! Oppa!!”
Chae Kyung langsung menarik tangan Kiseop agar bangkit dari kegiatan tidur ayam – ayam alias tiruan dengan posisi santai yang wenak diatas sofa panjang diluar keluarga.
“Chae Kyung~ aku sibuk!”
“Sibuk apa?”
“Sibuk istirahat!”
“Oppa! Lebih baik kau kembali ke Amerika sana! Kuliah disana! daripada di Seoul! Sempit!”
Chae Kyung langsung ngambek sambil menggerutu tidak karuan.
“Gag ah! Enakkan di Seoul, pakai bahasa Korea”
“Bodo!! Oppa ppali!! Temani aku jalan – jalan!!”
“Ahhh… palingan Cuma ke tepian sungai Han!!”
Dari dapur, eomma Chae Kyung melihat tingak keduanya sambil geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Keduanya sudah masuk masa kuliah, kelakuan tetap sama. Seperti waktu TK dulu.
“Lalu mau kemana lagi?”
“Ke Kerajaan Chang Dog Kong saja. Aku mau lihat – lihat kebudayaan Korea”
“Sok Amerika!”
“Paling tidak aku sudah pernah menginjakkan kaki ku disana. Daripada kamu?”
“Yah oppa!!”
Dengan segera bantalan sofa berpindah tempat. Terlontar seperti peluru kearah Kiseop yang melarikan diri kelantai atas.
***
Akhirnya Ryeowook dan Seoyeon membawa bayi yang berumur 9 bulan *bayangin si imut Kyungsan (SNSD Hello Baby!)* ke dorm Super Junior. Semua mengamatinya dengan seksama.
“Imutnya~” Shindong dan Eunhyuk berseru sambil berpelukkan.
“Wah! Matanya mirip Ryeong!” Leeteuk ikutan mengamati dari dekat.
“Bibirnya kok kecil ya?” Hankyung pasang wajah innocent.
“Jari tangannya! Ya amppuunnn kayak boneka!” Kangin menyentuh jari – jari kecilnya.
“Emangnya hyung? badan sedege apaan tau!” gerutu Kibum asal.
*brak! Bruk! Brak! Prang!*
Kangin menepukkan kedua tangannya. “Sudah ku bereskan!” serunya dengan bangga. Kibum tergeletak diatas lantai sambil meringis.
“Oppa, kalau kalian bertiga belas bergabung lagi jadi ribut begini ya?” bisik Seoyeon pelan pada Donghae yang kebetulan berada paling dekat dengannya. Donghae mengangguk sambil tersenyum menatap Hankyung, Kibum dan Kangin yang baru satu bulan lalu bergabung kembali dengan Super Junior.
“Mrs. Kim, kau mau menamai anak mu ini siapa?” Heechul mengamati jari si kecil dan jarinya bergantian. Sambil sesekali mendelik iri.
“Wae? Lebih lembut dari mu ya hyung?” tanya Donghae iseng sambil mengamati sikap Heechul sejak tadi. Heechul mendelik sesaat, memancarkan tatapan sinar lasernya. Hankyung langsung memeluknya untuk menenangkannya.
Seoyeon menggendong bayi itu dan membawanya menjauh sambil menarik tangan Ryeowook.
“Yah! Kalian mau kemana?” teriak Sungmin.
“Kalau terlalu lama dekat kalian. Anak ini bisa sakit telinga”
Seoyeon menatap oppadeulnya sambil mendelik jutek.
“Lalu Wookie kami?” tanya Heechul sambil memandangi dongsaeng manisnya itu.
“Sekarang dia itu milik saeng ku!!” protes Eunhyuk.
Sebelum lagi – lagi perdebatan tidak penting terjadi. Ryeowook langsung menarik Seoyeon pergi.
***
Di puncak Namsan tower Hyoso dan Kyuhyun menatapi kota Seoul dengan tenang sambil menikmati setiap hembusan angin yang membelai kulit mereka.
“Oppa, kenapa tidak segera menuliskan permintaan oppa?”
“Sebentar lagi. Oh ya! Bagaimana kalau kita berpoto diphotobox itu?”
Kyuhyun menunjuk sebuah stand photobox. Hyoso berfikir sejenak lalu mengangguk.
“Kalau begitu, mari mengambil kunci”
Kyuhyun menggenggam tangan Hyoso. Yeoja itu sama sekali tidak melakukan apa – apa. Sekali lagi bayangan Yesung muncul dalam benaknya. ‘Kenapa Yesung oppa tidak pernah menemui ku selain dalam acara keluarga?’, Hyoso menghela nafas berat dan kecewa.
“Waeyo Hyo?”
“Anhi oppa”
Kyuhyun mengambil tiga buah gembok merah. Yang satu untuk Hyoso dan yang dua untuknya sendiri. Mereka mulai menuliskan permohonan mereka masing – masing.

Gembok 1 :
Semoga keluarga SM Town akan kembali seperti sedia kala. Hankyung hyung, Kangin hyung dan Kibum hyung selamanya bersama kami, SUPER JUNIOR. Dan semoga saja ada keajaiban yang membuat Jaejoong hyung, Yoochun hyung dan Junsu hyung kembali bersama kami. Keluarga SM Town akan selalu merindukan kalian. – Cho Kyuhyun –

Kyuhyun mengunci gembok itu ditelalis besi yang tersedia lalu menuliskan sesuatu di gembok kedua. sayangnya ia menghapusnya lagi dan menyimpannya disaku jaket.
“Mungkin lain kali saja ku tulis” gumamnya pelan. Hyoso masih sibuk dengan permohonannya.

Gembok Hyoso :
Semoga saja Yesung oppa berubah dan menyadari kalau aku ada, karena aku terlalu lelah menunggunya dengan segala ketidak pastian ini. – Park Hyo So –

Kyuhyun mencoba untuk mengintip permohonan Hyoso namun yeoja itu langsung menguncinya diteralis besi sambil mendelik kearah Kyuhyun.
“Rahasia! Jadi, jangan coba mengintip permohonan ku!”
Kyuhyun tertawa kecil lalu menggandeng Hyoso menuju photobox. Untuk sekedar membuat kenangan kecil di Namsan Tower.
***
Kiseop akhirnya menemani Chae Kyung dengan setengah hati. Dan Chae Kyung memaksa Kiseop untuk menemaninya ke Namsan Tower demi menuliskan permohonannya disana.
“Aku kan sudah bilang, lebih baik jalan – jalan ketempat bersejarah Korea”
“Jadi? Oppa pikir Namsan Tower berdiri begitu saja, tanpa sejarah?”
Chae Kyung bersikeras akan keinginannya itu. Kiseop melangkahkan kakinya separo – separo sambil sesekali berhenti ditengah jalan. Chae Kyung langsung menariknya dengan kuat.
“Chae Kyung – a! aku kan mau istirahat, kau ini kejam sekali terhadap kakak sepupu mu sendiri!” Kiseop menggerutu tidak jelas.
Chae Kyung hanya diam sambil sesekali menatap Kiseop dengan jutek.
“Sikeuro!”
Ucapnya kesal saat Kiseop terus mengoceh tiada henti.

“Shin… Chae Kyung?”
Suara seorang namja membuatnya menghentikan langkahnya dan menatap kedepan. Kyuhyun berdiri dihadapannya sambil membawa dua buah cola ukuran jumbo. Chae Kyung diam, berusaha menata detak jantungnya yang mulai tidak beraturan.
“Oppa…”
“Kau kesini sendirian?”
Kyuhyun bertanya dengan nada ragu sambil menatap Kiseop yang memandang kearah lain. Chae Kyung baru sadar kalau ia sedang jalan bersama dengan oppa babo – nya yang sayangnya sangat dekat dengannya itu.
“Anhi, bersama kakak sepupu ku”
Chae Kyung menyenggol Kiseop yang langsung menatap Kyuhyun.
“Kyuhyun imnida”
“Kiseop, Lee Kiseop imnida”
Kiseop melirik Chae Kyung dan Kyuhyun bergantian. Ia berfikir sejenak.
“Rasanya aku pernah melihat mu. Tapi aku tidak tahu dimana?”
Kyuhyun tersenyum kecil mendengar pertanyaan Kiseop. Chae Kyung menggeleng pelan.
“Tentu saja oppa!! Dia ini Cho Kyuhyun Super Junior!”
Kiseop langsung menjentikkan jarinya, “Ohhh… sekarang aku melihat langsung suami khayalan yeo-dongsaeng ku tercinta. Ah… akhirnya ter – realisai juga!”
Chae Kyung langsung memerah sambil bersembunyi dibelakang Kiseop dengan gugup. Kyuhyun tersenyum kecil melihat tingkah Chae Kyung yang menurutnya menarik itu.
“Gwaenchanayo Chae Kyung-a. Oh ya, aku sedang buru – buru, aku duluan ya”
Kiseop mengangguk. Chae Kyung masih bersembunyi dibelakang Kiseop.
“Oppa!!” protesnya dengan kesal. Kiseop langsung berlari menghindari Chae Kyung yang mengamuk.
***
Hyunjae memutuskan untuk pergi kesebuah café dekat kantornya. Sesekali ia memandangi HPnya, berharap akan ada kabar bahagia menantinya diujung sana.
*drrtt… drrtt…*
Iphone hitam itu bergetar diatas meja. Hyunjae memandanginya dengan enggan. ‘Toh itu hanya sebuah SMS. Aku bisa membacanya nanti’, pikirnya sebentar. Lalu kembali sibuk dengan coffee vanilla-nya. Namun sesuatu membuatnya sangat ingin membaca pesan singkat itu. Ia mengambil Iphone itu dengan sedikit ragu.

From : sarangeul_wookie
Subject : Apa kabar?
Annyeong Hyunjae. Rasanya lama tidak berjumpa dengan mu. Bagaimana kabar mu hari ini? Aku sedang bingung…

Hyunjae langsung mengangkat kepalanya agar tegap. Ia memandang berulang – ulang nama pengirim yang tertera dilayar touchscreen Iphonenya itu. Ia langsung membalasnya.

To : sarangeul_wookie
Subject : Apa kabar?
Aku baik – baik saja. Bingung? Ada apa memangnya?

Namun selang beberapa saat, balasan tidak kunjung datang. Hyunjae menatap hp-nya dengan nanar. “Bagaimana bisa kau mempermainkan perasaan ku seperti ini terus?”
*prak!*
Ia langsung melempar Iphone – nya itu kelantai café. Iphone itu langsung hancur berserakan. Seorang waitress menatapnya dengan heran. Bahkan beberapa pengunjung mencuri – curi untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi. Hyunjae berdiri lalu meninggalkan café itu tanpa megucapkan sepatah kata pun. Air matanya ia sembunyikan dengan susah payah.
***
“Aku harus menemuinya! Aku harus minta maaf padanya”
Jibyung sudah mengambil keputusan. Ia akan menemui Leeteuk sore ini. Ia langsung mengganti pakaiannya dengan cepat dan mengunci pintu apartemennya. Lalu menghubungi Jihye.
“Annyeong Jihye” / “Ne eonni?”
“Hari ini pulang kerumah eomma ya?” / “Waeyo?”
“Eonni ada urusan diluar” / “Arraseo. Eonni jangan lupa perbanyak istirahat”
“Gomawo Jihye”
*klik*
Jibyung menyetop taksi. Ia pergi menuju dorm Super Junior.

“Teukie Teukie hyung!! Ada yang mencari mu!!”
Hankyung menggeliat dengam malas – malasan disofa panjang. Heechul sedang memijati bahunya. Eunhyuk hanya melirik sekilas lalu kembali menatap tv yang sedang memutarkan film spongebob squarepants, DVDnya ia pinjam dari Key SHINee. Shindong kembali dari dapur sambil membawa semangkuk besar cemilan. Sedangkan Kibum sibuk mengajari Kyuhyun bahasa Inggris, disamping Kyu ada Sungmin yang tiada henti memberikan semangatnya yang berlebihan itu.
Leeteuk turun dari lantai 2 sambil berteriak, “Kangin, sisakan pudingnya untuk ku!”. Leeteuk melirik kearah Hankyung, “Siapa yang mencari ku?”.
Hankyung menunjuk kearah Jibyung yang masih mematung didepan pintu. Leeteuk menutup pintu depan itu. Ia mempersilahkan Jibyung duduk diteras.
“Ada apa?” Leeteuk membuka pembicaraan sambil menatap kedepan.
Dianjungan taman tampak sangat ramai, rupanya beberapa member SNSD sedang berkumpul bersama Trax, DBSK dan f(x). sedangkan SHINee belum pulang, hal itu terlihat dari dorm mereka yang masih gelap.
“Aku… Aku mau minta maaf”
“Mwo?”
“Ne. aku salah”
Leeteuk terseyum kecil lalu mengusap kepala Jibyung, sama sperti apa yang ia lakukan dengan dongsaeng dan hoobae – nya yang lainnya.
“Aku mengerti. Kau mabuk saat itu”
“Oppa…”
“Gwaenchana. Tidak perlu dipusingkan”
“Geureyo?”
“Ne. Kau mau ikut makan malam didalam?”
“Tidak perlu”
“Sudahlah… Kami ini orang baik kok”
Jibyung didorong masuk oleh Leeteuk. Akhirnya Jibyung pun menjadi tamu makam malam saat itu didorm Super Junior, tentu saja dengan makanan siap saji. Karena malam ini Ryeowook tidak menginap di dorm.
***
Siwon mengantarkan Hyera pulang. Mereka baru saja selesai menonton di bioskop.
“Kau mau makan dulu?” tawar Siwon.
“Anhi oppa”
Siwon menatap yeoja yang sedang berjalan disampingnya itu dengan heran. Hyera sejak tadi hanya diam tanpa menunjukkan ekspresi yang berarti bahkan saat Siwon sedang bercerita padanya. Hyera hanya tersenyum datar.
“Ada apa? Kau tampak kurang sehat”
“Aku baik-baik saja”
“Ada masalah?”
“Anhi”
Siwon semakin heran. Ia menggenggam tangan Hyera dengan perlahan. Yeoja itu hanya diam. Siwon kini tahu kalau Hyera sedang memiliki masalah yang berat. Ini bukan Hyera yang biasanya, Hyera yang selalu tidak suka Siwon mendekatinya apalagi menyentuhnya seperti itu.
“Apa semua ini karena… Kim Kibum?”
Mendengar nama oppa tersayangnya disebut, Hyera langsung bereaksi. Ia menatap Siwon sekilas, menarik nafasnya dalam lalu mencoba tersenyum.
“Anhi. Aku kan sudah bilang kalau aku baik-baik saja”
“Tapi kau tidak seperti sedang baik-baik saja”
“Oppa terlalu mengkhawatirkan ku”
Siwon mengangguk sambil tertawa kecil.
“Kau berubah. Bukankah kau selalu menghindari ku?”
Pikiran Hyera sedang tidak ada dalam raganya sekarang ini. Ia hanya diam karena memang ia tidak menyadari kalau Siwon sedang bicara padanya.
*ddrrttt drrrttt*
Pesan singkat masuk. Hyera membuka kotak masuknya.

From : super snow white
Subject : Hi!
Hyera – a! kau tahu? Sulit sekali mengajari evil maknae bahasa Inggris. Ia melirik PSPnya terus yang sedang dipegang Yesung hyung dan Sungmin hyung bergantian. Kau sedang apa? Rasanya aku merindukan mu Hhaa… aku serius lho!

Hyera tersenyum kecil. Kibum – nya masih sama seperti dulu. Hanya saja, saat ini ia sudah menjadi seorang idola. Kibum tak lagi miliknya sendiri, tapi ratusan juta yeoja diluar sana pun mengakui seorang Kibum Super Junior. Dan yang penting, dia satu management dengan girlsband idola papan atas Korea. Ada si cantik Yoona disana. jutaan gossip dan couple – couple yang sengaja dibuat membuatnya semakin tertekan. Air matanya mengalir lagi, membentuk Han river kecil dipipinya. Siwon menyadarinya. Ia mencoba memeluknya, sayangnya Hyera sudah kembali. Ia mundur beberapa langkah.
“Oppa, aku pulang dengan taksi saja”
“Hyera… ini kan sudah malam!”
“Mianhe oppa, tapi aku ingin sendiri”
Siwon tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya menatapi punggung Hyera. Yeoja itu semakin jauh. Terlihat jelas kalau ia sedang menangis, karena terlihat sekali tubuhnya gemetar. Siwon hanya menatap yeoja itu dengan nanar.
***
Keesokkan harinya…

Sohye menelepon Yesung untuk menjemputnya dirumah jika ia sedang tidak ada kerjaan. Kebetulan sekali kegiatan Yesung hari ini digantikan Eunhyuk. Maka ia menyempatkan diri untuk kerumah Sohye.
“Oppa!”
“Sohye, wae?”
“Aku ingin ke minimarket. Aku mau membeli beberapa kebutuhan bulanan”
“Oh… baiklah, aku temani”
Yesung pun menemani Sohye membeli beberapa kebutuhan yang diperlukan. Yesung membantunya mendorong troli belanjaan. Tentu saja saat itu Yesung menyamar dengan sangat baik. Usai berbelanja, mereka pergi ke toko es krim didekat situ.
“Aku mau rasa vanilla”
Sohye memesan dengan semangat. Ia sangat bahagia karena sekarang dia sudah bisa menikmai udara luar seperti pasangan sewajarnya dengan Yesung.
“Kau ini, selalu saja bersemangat seperti itu”
“Oppa sendiri kan yang mengajarkannya pada ku?”
Yesung tersenyum lalu mencubit kedua pipi Sohye dengan gemas.
“Ya! Oppa!”
Sohye dengen refleks langsung memukul bahu Yesung, pelan. Mereka pun memilih tempat duduk dekat jendela agar bisa memandangi kendaraan yang lalu lalang.
“Kau ini kalau sudah sehat ternyata merepotkan ya?
“Ya! Oppa tidak ikhlas mengantar ku atau tidak suka melihat ku bebas seperti ini?”
Sohye langsung pasang wajah cemberut. Yesung mencolek ujung hidung Sohye sambil tertawa pelan.
“Aku tidak suka melihat mu cemberut. tersenyumlah untuk ku!”
Sohye langsung tersenyum. Namun tidak dengan Yesung. Ia menatap Sohye dengan ekspresi ketakutan. Sohye bingung.
“Ada yang salah?”
“Sohye, hidung mu…”
Sohye mengelap hidungnya dengan punggung tangannya. Ada darah disana. Yesung langsung berdiri melepas jaketnya dan menutupi tubuh mungil Sohye. Beberapa dari pengunjung toko itu mulai menyadari kalau namja didekat merka itu adalah Yesung Super Junior. Yesung tidak peduli dengan suara panggilan fansnya. Ia membawa Sohye kedalam mobilnya lalu pergi menuju rumah sakit.
***
Soohyun memandangi Iphone putih metaliknya sejak tadi. Berharap seseorang akan menghubunginya, kalau tidak menelepon ya paling tidak SMS juga boleh.
*ddrrtt drrrtt*
Soohyun langsung mengambil Hpnya itu dengan semangat pejuang ’45.

From : Unyuk Hyukie
Subject : Yuhuuuuu…
Soohyun-a! sudah lama aku tidak bertemu dengan mu. Apa kau tidak kangen aku? Hhaa…
*gubrak!*
Soohyun langsung jatuh dari kursi yang tertata didepan meja belajarnya.
“Yah! Baboya~!! Ku pikir Hwa!!”
Dengan segera Soohyun membalasnya tak mau kalah.

To : Unyuk Hyukie
Subject : Mworago?
Hyukie oppa!! Seenaknya saja. Mungkin oppa yang kangen dengan ku. Karena kau duluan yang menghubungi ku!

Soohyun mendecak kesal. Lalu melipat kedua tangannya dengan kekesalah yang memuncak.

♫ Neol alkkamalkka alkamalkka neomu yeppeun miinah. Nal michyeoddago marhaedo nan niga johda miinah ♫

Tanpa melihat nomor siapa yang menghubungi. Soohyun langsung menerima telepon itu dengan kesal.
“Ya?! Waeyo? Aku sama sekali tidak merindukan mu! Arraseo?!” / “Mwo?”
“Jangan sok lugu! Hyukie oppa! Tarik ucapan mu!” / “Hyukie? Aku Hwa”
“…” / “Annyeong?”
“Hwa?” / “Ne. Jung Yong Hwa”
“WHAT?! Mianhe oppa~” / “Ne. gwaenchana. Ada apa sebenarnya?”
“Anhiya~ ada orang iseng menghubungi ku” / “Oh… Hhaa… baiklah tak masalah”
“Ada apa?” / “Apa nanti sore kita bisa bertemu?”
“Dimana?” / “Kastil Chang Dog Kong”
“Ok!” / “Sampai jumpa nanti sore. Annyeong!”
*klik!*
Soohyun tersenyum. Hari ini Hwa memintanya untuk bertemu. Bukankah itu hal bagus?
***
Hari ini adalah jadwal Yesung menemui Hyoso. Orangtua mereka sudah mengatur semua itu. Sayangnya orangtua mereka memilih untuk tidak mengganggu pasangan itu.
“Apa eomma yakin kalau Yesung oppa akan datang?”
Hyoso tampak sangsi. Namun eommanya tersenyum, berusaha meyakinkannya.
“Pasti datang! Kau tunggu saja. Kami pergi dulu ya, kalian berdua baik-baik ya”
Semuanya pergi. Hyoso masih diam. Ia bingung akan apa yang harus ia lakukan.
“Aku harus bagaimana?”
Sesuatu terpikirkan dalam benaknya. Ia mencoba untuk menyiapkan makanan sendiri. Ya, Park Hyo So memasak. Ia menyiapkan semuanya untuk pertemuannya dengan Yesung.
“Semoga oppa menyukainya”
Hyoso memperhatikan setiap detail masakannya. Ia tidak ingin mengecewakan Yesung.

Sudah satu jam berlalu dari waktu yang seharusnya. Yesung belum juga datang. Ia mencoba menghubungi namja itu namun HPnya tidak aktif. Hyoso duduk lemas dikursi ruang makannya. Ia bingung. Semuanya sudah ia siapkan dengan susah payah namun Yesung tidak datang. Lalu untuk apa semua usahanya ini?
Hyoso mencoba lagi. Dan kali ini Yesung mengangkat teleponnya.
“Annyeong oppa” / “Mwo? Hyoso, wae?”
“Apa kau lupa sesuatu?” / “Molla. Wae?”
“Aku menunggu mu sejak sejam yang lalu” / “Untuk apa?”
“Bukankah orangtua kita…” / “Oh aku ingat! Lupakan! Ada urusan penting”
“Apa itu?” / “Kau tidak perlu tahu, ini tidak ada hubungannya dengan mu”
“Oppa… aku…” / “Ini urusan ku dan yeojachingu ku”
*klik!*
Telepon terputus. Bahkan hyoso belum mengatakan apapun. Hatinya sakit. Namun Hyoso hanya diam meratapi dinginnya malam itu.
***

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s