I’m Sorry [Part 1]

Title :
I’m Sorry [Part 1]

Author :
Kansa Ahsani Maf’ula (Shin Rae Na)

Cast :
Krystal f(x)
Minho SHINee
Yuri SNSD
Thunder MBLAQ
Yesung Super Junior

*****

“Yesung oppa, apa hari ini oppa ada jadwal melatih Krystal?” Tanya Yuri pada Yesung yang sedang memainkan piano-nya. Yuri sedang duduk disamping Yesung.

 

“Aniya. Hari ini oppa sedang free. Waeyo?” Yesung berhenti memainkan piano-nya. Kini ia memandang Yuri yang ada disamping kanannya.

 

“Oppa mau menemaniku ke rumah Jessica?” Ajak Yuri. Kini ia memandang Yesung dengan penuh harap. Detik kemudian Yesung tersenyum dan mengangguk pasti. “Aa~ oppa, jeongmal gomawo..” Ujar Yuri kemudian.

 

“Ne. apapun untukmu.” Yesung tersenyum kembali. Dan Yuri

 

“Oppa, bernyanyilah untukku. Aku ingin mendengarkan suaramu yang indah itu.”

 

Yesung mengangguk, tanda ia setuju. Yesung mulai memainkan piano dihadapannya. Yuri masih betah memandangi Yesung. Tangan Yesung mulai menari ria di atas tuts piano.

 

 

Jamshi kkumku uhdduhn haengbokhaedduhn sungan

Ggaejinhangil wonhaesuh

Wutgoidduhn naega babogatasuh jageun hansumman swilppoonieyo

Arayo motnalppoonin na nomu jaraljyo

Hajiman mollayo na uhjjuhmyuhn joheunji

Dan hanboman nareul saranghaejwoyo

Geudaeneun irheulge hanado objjyo

Geujuh hansoonganman nareul saenggakhaebwayo

Geugotpoonieyo

Gyuhwoo geu juhngdojyo

 

“Wah, suaramu memang bagus oppa. Aku semakin senang mendengarkanmu bernyanyi.”

 

“Oh ya? Kalau begitu, aku akan terus bernyanyi  untukmu.”

 

“Jinjja? Gomawo oppa.”

 

 

*****

“Minho sunbae, ini hadiah untukmu.”

 

“Minho sunbae, aku punya coklat. Ini untukmu.”

 

“Minho-ah, kenapa kau tampan sekali?”

 

Seorang yeoja duduk di bangku kanti sendiri. Matanya terus memandangi seorang namja yang sedang berada di tengah-tengah yeoja. ‘Krystal Jung’, nama yang tertera pada rompi almamaternya. Ia mendengus lelah.

 

“Minho sunbae, lihatlah ke arahku. Kau selalu berada diantara yeoja-yeoja itu. Entah itu saeng, chingumu ataupun seorang noona bagimu. Kapan kau melihat ke arahku sunbae? Kau tahu, aku sangat mengagumimu.” Krystal bergumam pelan. Walaupun matanya selalu menangkap sosok itu, ia tak pernah berani untuk mendekati Minho sekalipun.

 

 

-Krystal POV-

 

Dia adalah Choi Minho. Namja tampan yang selalu menjadi bahan pembicaraan di sekolah. Dia pun juga baik hati. Ketua tim sepak bola di sekolah ini. Dan, dia juga yang mencuri hatiku.

 

Aku menyukainya, bukan.. Aku sudah tidak menyukainya lagi. Namun, aku sudah mencintainya. Aku pun tak tahu kapan aku mulai merasakannya. Walaupun dia tak mengenaliku, aku berusaha terus menunggunya untuk memandangku. Walaupun aku tahu itu pasti sulit dan akan lama. Tapi, rasa sukaku padanya yang membuatku setia menantinya. Entah itu kapan..

 

“Soo Jung-ah, kapan kau akan latihan vokal lagi?” Tanya seorang yeoja imut disampingku. Sejak kapan dia ada disini? Choi Jinri, ya namanya adalah Choi Jinri. Biasa di panggil Sulli. Dia adalah adik kandung seorang Choi Minho yang biasanya aku perhatikan. Dan dia adalah sahabatku.

 

“Besok mungkin. Yesung oppa mengatakan hari ini libur. Waeyo, Sulli-ah?”

 

“Ayo belajar bersama nanti sepulang sekolah.”

 

“Arraseo. Belajar dimana?”

 

“Di rumahku. Minho oppa akan pulang telat nanti. Bagaimana?”

 

“Baiklah.”

 

Selalu seperti itu. Minho sunbae tidak pernah ada di rumah saat aku akan berkunjung ke rumahnya dan Sulli. Dia selalu sibuk dengan klub sepak bolanya. Walaupun aku dan adiknya adalah teman baik, dia tidak mengenaliku. Karena aku dan Minho sunbae tidak pernah bertemu.

 

-End POV-

 

 

Kriinnnnggg~

 

“Ayo kembali ke kelas Krystal!” Sulli menarik tangan Krystal untuk berdiri. Mereka berjalan menuju kelasnya. Namun, pandangan mata Krystal belum lepas dari Minho. Seperti ia tak rela meninggalkan Minho bersama yeoja-yeoja yang masih sibuk mengelilingi Minho.

 

“Sampai bertemu, Minho sunbae.” Gumam Krystal dalam hati. Dan ia berlalu pergi bersama Sulli.

 

 

*****

>> Hari Selanjutnya..

 

“Yesung oppa!” Teriak Krystal ketika Yesung mengacak rambutnya gemas. Yesung hanya tertawa melihat tingkah laku Krystal yang masih seperti anak kecil itu.

 

“Arra, arra~ cepat latihan. Kau tahu kan, kau akan tampil 2 minggu lagi?” Ujar Yesung mengingatkan. Krystal masih menggembungkan pipinya dengan kesal. “Kau ini, manja sekali. Akan ku adukan kau pada Jessica. Kau nakal sekali tak mau latihan.”

 

“Kau tukang mengadu domba oppa. Ahh, aku membencimu.” Krystal memalingkan wajahnya dari Yesung. Posisinya kini membelakangi Yesung.

 

“Ya! Krystal Jung, ayolah..” Yesung melemas, dia berkata dengan nada sangat memohon pada Krystal. Sedangkan Krystal masih tak ingin menatapnya.

 

“Shireo!”

 

Cklek!

 

“Annyeong..”

 

Pintu itu terbuka. Terlihat 2 orang yeoja yang cantik sedang berjalan menuju Krystal dan Yesung. Jessica dan Yuri. Mereka menghampiri Krystal dan Yesung yang masih sibuk bertengkar.

 

“Ada apa dengan Krystal oppa?” Tanya Yuri. Ia memandang Yesung penuh Tanya.

 

“Biasa. Dia ngambek padaku. Anak ini selalu begitu. Dia mogok latihan.” Jelas Yesung. Krystal masih tetap memunggungi Yesung.

 

“Krystal..” Jessica kini bersuara. Membuat Krystal langsung membalikkan badannya menghadap Yesung. Takut membuat onnie-nya marah.

 

“Sica, jangan terlalu menakuti adikmu. Dia pasti akan tertekan kalau kau seperti itu.” Ujar Yuri. Dia berjalan kea rah Krystal. “Krystal, kau kan sudah kelas 1 SMA, jangan terlalu manja seperti itu. Ne?”

 

“Ne, Yuri onnie. Sica onnie memang menyeramkan.”

 

“Mwo?!!”

 

 

-Yesung POV-

 

Yuri..

 

Dia selalu menebarkan senyumnya kepada siapapun. Dia selalu sabar dengan kelakuan orang lain yang sedikit keterlaluan. Krystal memang manja, tapi dia tahu apa yang terbaik. Yuri, dia selalu seperti ini.

 

My black pearl.. Kwon Yuri.

 

Kapan aku bisa menghentikan detakan jantung ini? Dia selalu membuatku tersenyum. Inilah yang membuatku jatuh cinta padanya. Dia selalu saja berbuat yang terbaik untuk semua orang. Itulah juga yang membuatku kagum padanya. Dia memang yang terbaik.

 

“Yesung oppa, kita latihan lagi.”

Suara Krystal membuyarkan lamunanku. Aku megalihkan pandanganku yang semula pada Yuri, kini berganti pada Krystal.

 

“Waeyo?”

 

“Kita latihan lagi, Yesung oppa. Kau terlal fokus dengan Yu–”

 

Segera kubekap mulut Krystal yang akan mengatakan kata kunci. Dia tahu bahwa aku menyukai Yuri. Dan aku tahu dia menyukai namja bernama Choi Minho. Sungguh, dia hampir mengatakannya pada Jessica dan Yuri. Untung aku sigap dengan semua itu. Hal ini membuat Jessica dan Yuri sedikit bingung dengan hal yang kulakukan pada Krystal.

 

“Langsung latihan saja. Jangan banyak bicara.”

 

Aku menatap Krystal dengan tatapan membunuh. Ku lepaskan tanganku dari mulutnya. Dia menggembungkan pipinya. Kalau sudah begitu, aku tahu dia pasti sedang marah dan kesal padaku.

 

“Yesung oppa, aku dan Jessica pulang dulu.”

 

“Ne. Kami pulang dulu oppa. Annyeong..”

 

“Annyeong..”

 

Mereka berdua sudah pergi meninggalkanku dengan setan kecil bernama Krystal ini. Dia menatapku dengan geram.

 

“Oppa! Kenapa membekap mulutku?!”

 

“Kau hampir mengatakan sesuatu tentang Yuri.”

 

“Aish! Tapi tak perlu membekap mulutku! Aku hampir kehabisan nafas.”

 

“Dasar anak manja!”

 

“YAA!!”

Mungkin aku akan berakhir karena dipukuli oleh setan kecil bernama Krystal ini.

 

-End POV-

 

 

*****

“Krystal!”

 

Krystal menoleh kebelakangnya. Ia mendapati Sulli dan Minho yang sedang menuju kearahanya. Krystal terpaku. Matanya tak berhenti memandang sosok tampan yang berjalan disamping Sulli. Ia tak bisa lari. Sekarang jarak mereka semakin dekat.

 

“Soo Jung-ah, kau kenal dengan namja ini bukan? Dia Minho oppa. Kakak laki-lakiku. Kakakku satu-satunya.” Ujar Sulli sambil tersenyum. Dan Krystal mengangguk seraya tersenyum tipis pada Sulli.

 

“Annyeonghaseyo sunbaenim. Jung Soo Jung imnida. Atau biasa dipanggil Krystal. Teman dekat Sulli. Bangapseumnida.” Krystal membungkuk sekilas. Minho tersenyum dan meraih tangan Krystal.

 

“Tak perlu sopan seperti itu. Choi Minho imnida. Kakak Sulli. Nado bangapseumnida.” Ujar Minho sambil tersenyum. Ia menjabat tangan Krystal. Sedangkan Krystal membelalakkan matanya dengan rasa tak percaya pada hatinya. Tangannya dijabat Minho? Benarkan?

 

“Eum.. Ne sunbae.” Ucap Krystal seraya melepaskan tangan mereka. “Sulli-ah, sebentar lagi bel akan berbunyi. Kita harus masuk kelas.”

 

“Ohh.. Ne. Oppa, aku dan Krystal pergi ke kelas dulu. Bye~”

 

“Annyeonghaseyo sunbae..”

 

“Belajarlah dengan baik.”

 

 

Minho melangkahkan kakinya masuk kedalam kelasnya di lantai dua. Tak dipungkiri banyak yeoja yang memberi salam pada Minho. Namun, hanya tersenyum tipis yang dilakukan Minho untuk menanggapi salam-salam itu. Minho duduk dibangku paling depan dekat dengan jendela.

 

“Minho, ini data yang perlu kau isi untuk olimpiade di Incheon nanti.” Seorang namja tinggi, putih dan sedikit chubby menghampiri Minho. Menyodorkan beberapa kertas kepada Minho.

 

“Ohh.. Kau sudah mengisinya, Cheun Deong?” Tanya Minho. Namja itu berdecak.

 

“Ya! Sudah berapa lama kita berteman? Kau masih memanggilku dengan nama itu. Minho, apa perlu aku memanggilmu kodok?” Sahut namja itu kesal. Minho hanya tertawa kecil atas ulah temannya itu. “Jangan tertawa, pabo!”

 

“Ne.. Ne.. Ne. Kita sudah berteman selama 8 tahun. Dan kau lebih suka dipanggil Thunder. Baiklah, kau sudah mengisinya?” Tanya Minho sekali lagi. Thunder mengangguk. “Ya! Kenapa aku selalu yang paling akhir mengisi data-data seperti ini?”

 

“Kau kan ketua tim dan ketua kelas yang baik, jadi mengalah-lah untuk bawahanmu.” Thunder tersenyum tipis. Sedangkan Minho memberi death glare pada Thunder.

 

“Kau kan ketua OSIS dan ketua dancer yang baik, kau juga harus mengalah Thunder-gun..” Kini Thunder berganti memukul kepala Minho. “Ya! Kenapa memukul kepalaku?” Ujar Minho kesal.

 

“Cepat isi. Aku harus kembali belajar. Cepatlah..”

 

“Dasar!”

 

Thunder menhempaskan dirinya duduk disamping Minho. Sedangkan Minho sudah sibuk menulis data pada kertas yang diberikan oleh Thunder. Thunder memandang keluar jendela. Ia tersenyum tipis melihat seorang yeoja yang sedang bermain basket di lapangan.

 

“Krystal Jung..” Gumamnya pelan. “Aku menyukaimu.”

 

 

*****

“Thunder oppa!” Krystal berlari kecil menghampiri Thunder yang sudah bersiap keluar dari area sekolah. Thunder membalikkan badannya. Tersenyum saat Krystal sudah berjalan disampingnya.

 

“Waeyo?” Tanya Thunder. Ia memandang kearah Krystal.

 

“Sunbae, bolehkah aku pulang bersamamu? Jessica onnie sedang ada urusan dengan Donghae oppa. Aku ditinggal sendiri.” Ujar Krystal dengan nada sedikit kesal. Thunder yang gemas hanya mengacak rambut Krytsal dengan lembut.

 

“Tentu boleh. Rumahmu dan rumahku bersebelahan. Aku menjadi tak kesepian saat berjalan menuju rumah.” Ujar Thunder. Ucapannya itu membuat Krystal tersenyum kecil. “Kau mau mampir dulu di kedai es krim? Aku yang traktir.” Tawar Thunder.

 

“Ehm..bagaimana yah sunb–”

 

“Tak apa. Tak usah sungkan padaku.”

 

“Baiklah sunbae. Aku mau.”

 

“Ok!”

 

 

>> Kedai Es Krim

 

“Bagaimana? Es krim-nya enak?” Tanya Thunder disela-sela menikmati es krim-nya. Krystal mengangguk lucu. Itu membuat Thunder terkekeh.

 

“Sunbae, jeongmal gamsahamnida..” Ujar Krytsal sambil tersenyum lebar. Krystal masih terus menikmati es krimnya. Sedangkan mata Thunder tak bisa lepas dari sosok Krystal. Ia terus memandang Krystal. “Sunbae, aku selesai!” Pekik Krystal riang.

 

“Eoh? Baiklah, aku membayar es krim-nya di kasir dulu. Kau bisa menungguku diluar.”  Ujar Thunder beranjak meninggalkan Krystal. Krystal hanya mengangguk tanda ia setuju. Ia melangkahkan kakinya keluar dari kedai es krim.

 

“Thunder sunbaenim ternyata baik hati. Hihihi..” Ia terkekeh kecil. Menatap kedalam kedai es krim. Tatapannya tertuju pada namja yang sedang menghampirinya.

 

“Ayo pulang.” Ajak Thunder.

 

“Ne sunbae.”

 

 

*****

-Thunder POV-

 

Ahh..

 

Hari ini menyenangkan sekali. Aku bisa bersama dengan orang yang kusuka selama 2 jam lebih. Bahkan, saat berjalan pulang pun tak terasa lelah. Malahan terasa sangat cepat. Aku merebahkan tubuhku di sofa kamarku. Menyalakan televisi yang ada di kamarku.

 

“Krystal..”

 

Aku bergumam kecil sambil memejamkan mataku. Masih terekam jelas saat kami pulang bersama tadi. Dia selalu menunjukkan senyum indahnya padaku. Senyum yang selalu membuat hatiku terasa digelitikki sesuatu. Detak jantungku pun memacu dengan cepat dan semakin cepat.

 

“I LOVE YOU, KRYSTAL JUNG!!”

 

Aku berteriak dengan keras. Hari ini rumah sedang kosong. Noona-ku sedang keluar ke Jepang. Dan orang tua-ku sedang ada bisinis di New York. Sedikit kesepian memang, tapi entah hari ini aku merasa baik-baik saja.

 

Duk!

 

Aku menoleh ke arah jendela. Sepertinya sumber suara itu dari sana. AKu berjalan menghampiri jendela dan membuka kordennya. Ternyata Krystal-lah yang melempar batu kerikil ke rah jendelaku. Kamar ku dan ruang tamunya memang bersebelahan. Hanya terbentang sebuah pohon yang besar. Di seberang sana dia tersenyum melihatku.

 

“OPPA! KITA BERTEMU DILUAR! ADA SESUATU YANG INGIN KUKATAKAN!”

 

Dia berteriak padaku. Aku hanya tersenyum lalu mengangguk.

 

“BAIKLAH.”

Apa yang akan di katakannya?

 

-End POV-

 

Thunder melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya. Terlihat, Krystal sudah menunggunya di bangku taman depan rumah Krystal. Thunder duduk di sebelah Krystal.

 

“Ada apa?” Tanya Thunder memulai pembicaraan.

 

“Oppa.. Aku ingin bercerita sesuatu. Bolehkah?” Krystal kembali bertanya. Thunder hanya mengangguk. “Oppa, aku suka dengan seseorang.”

 

“Mwo?”

 

“Ne, aku suka dengan seseorang. Dia termasuk anak yang berharga di sekolah.” Ujar Krystal. Ia menundukkan wajahnya malu. Ia tahu, seharusnya tak menceritakan ini semua pada Thunder.

 

“Nuguseyo?” Tanya Thunder penuh selidik.

 

“Minho sunbae.”

 

DEG!

Thunder terdiam. Entah, hatinya terasa sangat sakit. Ada rasa nyeri yang begitu hebat dan menusuk-nya dengan sangat dalam.

 

“Minho? Teman sekelasku?” Ujar Thunder sedikit ragu. Ia harus menahan rasa sakit itu. Ia tahu, Minho memang sempurna.

 

“Ne.” Angguk Krystal mantap.

 

 

-TBC-

Gimana FF-nya?

Aneh ya?

Mau lanjut gak?

Kalau mau, komen yah..

Gomawo. >o<

 

10 comments

  1. bbyggod · November 3, 2011

    SUKA! JATUH CINTA!
    story linenya somewhat enak Aja, lanjutin ya author yang cakep

  2. yumebhy07 · November 6, 2011

    lanjut thor…..!!!!seru abizz.. mantap.hehehe

    • ahzania · November 9, 2011

      kekekeke..
      gomawo^^ tnggu lnjutanny yahh..

  3. Vanies · November 13, 2011

    Lanjutttt!!!

    Minstal ya🙂

    • ahzania · November 14, 2011

      kita lhat lnjutannya nnti ching~
      gomawo dh bca~

  4. RatihKusuma · April 6, 2012

    Seru banget ceritanya author bagus banget deh FF nya😀

  5. YesYul Shipper · August 7, 2012

    Thor Yesyul di banyakin doong…………..

    bagus thor ceritanya

    Hwaiting !!!

  6. nkafirossi82 · April 11, 2013

    ini endingnya minyul, minstal, yesyul, ato apa sih?? aku penasaran bgt

  7. nanakim · April 17, 2014

    bagus, lanjut ya…

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s