The One I Love [Part 1]

Title : The One I Love
Author : Shin Rae Na (Kansa Ahsani Maf’ula)
Main Cast :
Seohyun Kyuhyun
Other Cast :
SNSD à Jessica, Yoona, Sooyoung
Super Junior à Donghae, Kibum, Siwon

 

Happy reading..

 

 

*****

 

“Seohyun! Cepatlah kemari.”

 

Sooyoung berteriak dari kamarnya, dilantai atas. Seohyun tersentak dengan teriakan Sooyoung yang tiba-tiba. Segera ia meletakkan pensilnya dan beranjak pergi ke kamar Sooyoung.

 

“Ne onnie.”

 

Menaikki tangga dengan hati-hati. Cklek! Seohyun membuka pintu kamar Sooyoung. Terlihat seorang yeoja tinggi berbaring di sofa putihnya sambil membaca majalah. Perlahan Seohyun menghampirinya.

 

“Onnie, ada apa?”

 

“Tolong ambilkan camilan untukku. Juga buatkan lemon tea untukku.”

 

“Baiklah. Akan aku ambilkan onnie.”

 

Seohyun keluar dari kamar Sooyoung. Ia berjalan menuju dapur rumah mereka. Membuat lemon tea untuk Sooyoung. Meletakkan bebrapa camilan dan lemon tea yang telah siap di sebuah nampan kayu. Mengangkatnya, dan berjalan kembali ke kamar Sooyoung.

 

“SEOHYUN!!”

 

Belum saja ia sampai ke kamar Sooyoung, sudah ada seorang namja yang memanggilnya. Namja yang tinggi, berdiri di tangga bawah. Memutar bola matanya dengan malas saat Seohyun menghampirinya. Ia berdiri tegak stelah sebelumnya bersandar di tangga.

 

“Waeyo oppa?”

 

“Buatkan aku makanan dan didihkan air untukku mandi. Sekarang! Dan.. Tolong bungkam mulut si tua bangka dikamarnya. Suara itu membuat telingaku serasa buntu!”

 

“Baiklah oppa. Ada yang lain?”

 

“Ada. Kalau sampai suara si tua bangka itu keluar lagi, kau yang akan kubungkam. Arraseo?”

 

“Ne. Arraseo oppa..”

 

Seohyun mengangguk dan berjalan meninggalkan namja itu. Ia berjalan ke dapur unruk memasak air. Setelah itu, Seohyun masuk kedalam sebuah kamar. Disana, terbaring seorang pria yang sudah tua dan lemah.

 

“Appa, appa ingin apa? Akan aku ambilkan.”

 

“Ss..uu..uu..pp..”

 

“Sup? Appa ingin sup?”

 

Pria tua itu mengangguk. Seohyun tersenyum tipis. Mengelus tangan si pria tua dengan sayang. Sedikit miris hatinya melihat sang appa seperti ini. Lumpuh.

 

“Baiklah, appa tunggu. Jangan berteriak lagi, appa. Siwon oppa bisa mencelakakan appa nanti.”

 

 

-Seohyun POV-

 

Inilah rumahku.

 

Inilah hidupku.

 

Sengsara dengan berbagai siksaan dari kedua saudara angkatku.

 

Apakah seperti kehidupan di neraka dunia?

 

Pria tua ini adalah appa-ku. Appa angkat-ku. Walaupun aku bukan anak kandungnya, aku tetap menyayanginya. Beliau sudah seperti appa kandungku. Walaupun sekarang appa sudah tidak bisa apa-apa, sudah lumpuh tak bisa melakukan sesuatu sendiri, aku tetap menyayanginya. Dan aku berjanji, aku akan merawatnya sampai aku mati. Appa-ku mempunyai 2 orang anak. 1 namja dan 1 yeoja. Sooyoung onnie adalah anak keduanya. Dan Siwon oppa adalah anak pertamanya. Ya, Siwon oppa. Namja yang menyuruhku memasak air.

 

“Air? OMO!!”

Aku teringat sesuatu. Aigoo~ Aku lupa kalau sedang memasak air. Paboya! Aku segera berlari keluar kamar appa dan menuju dapur. Air-nya sudah mendidih. Dengan segera aku mengangkat air itu. Sampai-sampai aku lupa bahwa panci itu panas.

 

PRAANNKK!!

 

“Auch!”

 

Aku melenguh kepanasan. Panci tadi terjatuh, dan membuat air panasnya tumpah membasahi lantai. Siwon oppa dan Sooyoung onnie keluar dari kamar mereka berjalan ke arahku. Mereka menatapku geram. Aku tahu mereka akan memarahiku.

 

“KAU! SEBENARNYA KAU BISA ATAU TIDAK MEMASAK AIR DENGAN BENAR? HE?”

 

Siwon oppa membentakku dengan kasar. Aku hanya menunduk. Tak berani menatap Siwon oppa. Terlalu menyeramkan melihatnya marah. Aku merasa ada seseorag mendekatiku. Semoga aku tidak mendapat pukul dari Siwon oppa hari ini.

 

“BODOH! KAU BODOH SEOHYUN!”

 

Aku memejamkan mataku paksa saat tangan Siwon oppa sudah dilayangkan kehadapanku. Aku sudah siap dan terbiasa dengan hal ini. Walaupun rasanya sakit sekali. Tapi, aku harus terima kalau aku masih ingin hidup.

 

PLAKK!

Pipi kiriku terasa panas. Tamparan Siwon oppa memang sangat keras. Dia sudah biasa memukul orang ataupun menyiksanya. Dia adalah ketua mafia keluarga ‘Choi’. Berarti appa adalah mafia? Ya! Itu memang benar. Appa adalah seorang mafia. Tapi, appa berbeda dengan Siwon oppa. Appa lebih bijak dan tidak pernah bermain keras dengan orang lain, tak seperti Siwon oppa.

 

“Mianhamnida oppa.. Aku memang ceroboh. Maafkan aku oppa–”

 

“Shut up! SETIAP HARI KAU SELALU CEROBOH, SEOHYUN! Cepat bersihkan!”

 

“Ne onnie.”

 

Inilah hidupku. Walaupun kedua saudara angkatku kejam terhadapku, aku tetap tidak bisa meninggalkan mereka. Aku menyayangi mereka. Biarpun begitu, Siwon oppa dan Sooyoung onnie adalah kakakku. Mereka yang merawatku sampai sebesar ini. Mereka yang membiayai sekolahku, memberiku makan. Walupun mereka merawatku dengan cara kekerasan..

 

 

*****

-SM Arts University-

 

 

Ini adalah tempat ku belajar. Aku mengambil universitas kesenian karena aku suka dengan seni. Aku senang bernyanyi, bermain piano, bermain gitar, bahkan menari. Aku bercita-cita menjadi seorang penyanyi kelak. Hanya impianku saja. Kalau pun tak tercapai, aku tetap bahagia dengan semua yang aku milikki dan aku dapatkan.

 

Ting! Ting! Ting!

 

Aku mendengar ada seseorang menekan tuts piano dengan asal. Aku mencari sumber suara itu. Ternyata, asalnya dari ruang latihan bina vokal. Aku menengok kedalam ruangan. Tampak seorang namja yang sedang duduk di kursi piano sembari menundukkan kepalanya. Sepertinya, aku mengenal siapa namja itu. Aku masuk secara perlahan kedalam ruangan. Bermaksud untuk menyapanya.

 

“Annyeong..”

 

Sapaku perlahan. Dia masih menunduk.

 

“Hai.. Kau kenapa?”

 

“Diam. Pergi saja kau dari sini. Aku tidak butuh seseorang untuk membantuku.”

 

Dia mendongak dan menatapku. Sekarang, aku bisa melihat wajah tampannya. Benar dia. Cho Kyuhyun. Namja yang selalu ada di mimpiku. Dia terlihat sangat buruk hari ini. Aku tahu, dia pasti merindukan kedua orang tuanya.

 

“Kyuhyun oppa? Waeyo? Kau habis menangis?”

 

“Tidak ada urusannya denganmu.”

 

BRAKK!

 

Dia mendorong kursi yang ia dudukki tadi kebelakang. Dia berjalan meninggalkanku. Aku hanya diam ditempatku. Tak berani mencegah dirinya pergi.

 

BLAM!

 

Pintu itu tertutup dengan kasar. Aku tahu sifat dinginnya itu. Aku tahu dia tidak ingin urusan privasinya dicampuri oleh orang lain. Tapi, apakah dia masih beranggapan bahwa aku orang lain? Aku sudah mengenal keluarganya bertahun-tahun. Bahkan, aku adalah tunangannya. Tapi, dia tetap tidak pernah menganggap hal itu benar adanya.

 

“Kyuhyun oppa, sampai kapan kau akan memperlakukanku seperti ini? Kau tahu, hati ini sangat sakit. Kau terus mengacuhkanku.”

 

Aku tahu sebenarnya dia tidak menginginkan pertunangan ini. Pertunangan ini terjadi karena hutang appa-nya. Iya, hanya karena hutang, dia mau dipertunangkan denganku.

 

Dahulu, appa angkat-ku adalah seorang ketua mafia terkenal di Seoul. Appa Kyuhyun oppa, Mr. Cho adalah salah satu kerabatnya. Appa-ku sering sekali membantu Mr. Cho dalam hal apapun. Appa sudah menganggap Mr. Cho sebagai saudaranya. Suatu ketika, Mr. Cho beserta istrinya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Keesokan harinya, Kyuhyun oppa datang menghadap appa. Kyuhyun oppa berkata bahwa dia akan menepati janjinya pada sang appa, bahwa dia akan menikahi-ku untuk menebus kebaikan appa-ku.

 

Dan mulai saat itu, aku dipertunangkan dengan Kyuhyun oppa. Kami akan menikah setelah lulus dari kuliah. Namun, mulai saat itu juga Kyuhyun oppa bertindak dingin terhadapku. Walupun seperti itu, aku mencintainya. Aku pun tak tahu kapan aku mulai merasakan cinta padanya.

 

Apakah ini sebuah kesalahan?

 

[End POV]

 

 

*****

>> Rumah Kyuhyun

 

 

“Ya! Kyuhyun-ah, kenapa kau begitu dingin pada Seohyun?” Teriak Donghae ketika mereka baru sampai dari tempat kuliah. Kyuhyun hanya membuang muka.

 

“Bukan urusanmu, hyung. Ini urusanku juga yeoja itu.” Ujar Kyuhyun masih dengan nada dinginnya. Ia merebahkan tubuhnya di sofa.

 

“Kyuhyun! Dia punya nama. Namanya Seohyun, Choi Seohyun. Arra?!” Bentak Donghae. Ia tahu, dia terlalu ikut campur urusan Kyuhyun. Tapi, dia kasihan pada Seohyun yang terus ia acuhkan. “Aku melihatmu di ruang bina vocal bersama Seohyun tadi. Setelah kau pergi, aku tahu dia sedang menangis. Kau harus mengerti itu.”

 

“Hyung, kami bertunangan karena aku hanya ingin menebus hutang appa-ku pada appa-nya. Dan dia setuju walaupun aku tidak akan mencintainya. Dia tahu itu hyung.”

 

“Tapi tidak dengan berlaku dingin padanya. Setidaknya, kau harus berterima kasih padanya. Masih untung dia mau bertunangan denganmu. Walaupun kau hanya sepupuku, aku sangat tahu bagaimana dirimu Cho Kyuhyun. Kita sudah hidup bersama mulai dari orang tuamu pergi. Dan itu tepat 2 tahun lalu, bersamaan dengan kau bertunangan.”

 

“Sudahlah hyung, aku lelah. Aku ingin tidur.”

 

Kyuhyun mulai beranjak dari tempat duduknya. Donghae berdecak kesal dengan kelakuan Kyuhyun. Walaupun dia bukan kakak Kyuhyun, hanya seorang sepupu, tapi dia tahu bagaimana sifat Kyuhyun itu. Mereka sudah satu rumah selama hampir 2 tahun.

 

BRAKK!

 

Kyuhyun menutup keras pintu kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya ke sofa kamarnya. Menutup wajahnya dengan lengannya. Tes! Air matanya perlahan menetes. Menangis dalam diam. Tak ingin mengeluarkan isakannya. Gengsi memenuhi pikirannya.

 

“Umma.. Appa..”

 

Ia lelah untuk menangis. Perlahan air matanya tak mengucur keluar. Perlahan, Kyuhyun akhirnya berhenti menangis dan tertidur.

 

Cklek!

 

Pintu kamar Kyuhyun terbuka. Tampak seorang yeoja cantik masuk kedalam kamar Kyuhyun. Ia memandang Kyuhyun. Mendudukkan dirinya tepat di depan wajah Kyuhyun. Ia tersenyum tipis. Tampak bekas air mata di pipi kirinya. Seohyun -yeoja itu-, mengarahkan tangannya untuk menghapus bekas air mata itu.

 

“Wajahmu tampanmu tak pantas untuk air mata yang pedih itu, oppa. Aku tahu perasaanmu. Aku juga tak punya orang tua kandung.  Sama sepertimu oppa. Aku tahu persis rasanya seperti apa.” Seohyun mengelus wajah Kyuhyun dengan lembut. Ia menyandarkan wajahnya tepat di depan wajah Kyuhyun.

 

“Eungh~”

 

Kyuhyun menggerakkan badannya. Ia merasa ada yang megusik tidurnya kali ini. Seohyun tersentak. Segera ia bangkit dan melangkah mundur. Mata Kyuhyun perlahan terbuka. Ia menyipitkan matanya. Ia menangkap Seohyun sedang berdiri di depannya.

 

“Mau apa kemari?” Tanya Kyuhyun dengan nada sedikit serak. “Kau mengganggu tidurku. Aku lelah. Keluarlah dari kamarku.” Tidak membentak. Namun nadanya sangat dingin. Seohyun hanya menundukkan kepalanya dan mengangguk. Mulai berjalan keluar dari kamar Kyuhyun.

 

“Eum.. Aku kamari, karena khawatir padamu oppa. Mianhae..” Ujar Seohyun sebelum ia benar-benar meninggalkan Kyuhyun sendiri. “Hiks..” Isak Seohyun kecil. Ia berlari keluar dari rumah Kyuhyun.

 

“Seohyun-ah! Kenapa berlari?” Teriak Donghae dari dapur. Ia melihat setitik air mata dari Seohyun. Walaupun tak begitu jelas dimatanya. “Ini pasti ulah Kyuhyun.” Gumam Donghae pelan.

 

 

*****

“Kibum sunbae!” Teriak seorang yeoja cantik. Melambai pada namja yang ia dipanggil Kibum. Kibum menoleh kearah suara itu.

 

“Yoona?” Kibum tersenyum kearah Yoona. Yoona menghampiri Kibum yang berdiri di dekat gerbang kampus mereka.

 

“Aku ingin pulang bersamamu sunbae. Rumah kita searah bukan?” Tanya Yoona. Kibum mengangguk. Mereka mulai berjalam keluar dari area kampus. “Ternyata berakting itu menyenangkan sekali sunbae!” Pekik Yoona senang.” Apalagi ada sunbae sebaik dirimu. Sabar meladeni anak-anak yang bandel.”

 

“Kau ini bisa saja. Aniya.. Itu bukan apa-apa. Aku tidak bisa marah dengan mereka.”

 

Kibum tersenyum sangat manis. Mata Yoona tak berkedip memandangi Kibum. Manis, tampan.. Akh! Tak bisa dipungkiri kalau dia memang salah satu dari 3 namja paling popular di sekolah. Sama seperti Donghae dan Kyuhyun. Mereka satu keluarga.

 

“Sunbae, bagaimana dengan Kyuhyun dan Donghae sunbae? Mereka masih aktif di bidang mereka sendiri-sendiri?” Tanya Yoona memulai percakapan. Mereka sedang berjalan di dekat area kota Seoul yang sangat ramai.

 

“Kyuhyun masih sering latihan vocal dengan Yesung hyung. Tapi, belakangan ini dia masih ingin libur. Donghae juga masih menangani kelompok dance. Bahkan dia sering keluar untuk latihan dengan dance grup-nya bila sedang luang.” Jelas Kibum. Yoona hanya mengangguk tanda ia mengerti akan hal itu. “Sampai!” Ujar Kibum.

 

“Eoh?”

 

“Sudah sampai rumahmu, Yoona. Lihatlah.” Kibum menunjuk rumah yang ada disamping mereka. Kibum terkekeh kecil melihat tingkah Yoona.

 

“Terlalu asyik mengobrol dengan sunbae. Jadi tak terasa sudah sampai dirumah.”

 

“Ne. Annyeong, Yoona..”

 

“Hati-hati di jalan sunbae!”

 

 

*****

Donghae mengangkat keranjang sampah keluar dari rumahnya. Ia membuang sampah itu ketempat penimbunan sampah didepan rumah. Pasti petugas sampah akan membersihkan sampah itu besuk.

 

“Oppa!”

 

Donghae membalikkan badannya saat ia akan kembali kedalam rumah. Ia melihat seorang yeoja yang sedang berdiri di rumah berwarna hijau tepat di depan rumahnya. Yeoja itu tersenyum kearah Donghae. Donghae berjalan menghampiri yeoja itu setelah sebelumnya ia meletakkan keranjang sampah di depan pintu rumah.

 

“Waeyo?” Donghae bertanya masih dengan senyuman yang melekat pada bibirnya. Yeoja itu menggeleng pelan. “Ya! Jessica Jung, ada apa? Kenapa kau memanggilku?”

 

“Aniya. Hanya sedang menggodamu.”

 

“Mwo?!”

 

“Bukan itu. Aku ingin bertemu dengan Kyuhyun. Aku sangat rindu padanya.” Ujar Jessica sedikit malu. Donghae terdiam. Ada rasa nyeri di dalam hatinya mendengar Jessica menyebut nama Kyuhyun. Bahkan, ia berkata merindukannya?

 

“Dia sedang ada di rumah. Tapi, dia sedang tidur.” Donghae menjawab dengan nada yang datar. Ia tahu kalau yeoja yang ia cintai –Jessica- ini menyukai Kyuhyun. Dia bahkan sudah sering mendengarkan Jessica memuji Kyuhyun.

 

“Ahh.. Oppa, tadi di kampus, aku dan Kyuhyun satu kelompok. Aku senang sekali. Dari dekat dia tampak tampan sekali.” Puji Jessica. Donghae hanya tersenyum tipis.

 

 

[Donghae POV]

 

Kau tahu, Jessica..

 

Hati ini lebih sakit saat kau menyebut nama Kyuhyun berulang kali dihadapanku. Bisakah kau melihat katiku yang sakit ini? Hati ini serasa teriris, sakit sekali..

 

Kau tahu, betapa mirisnya posisiku sekarang? Aku hanya seorang oppa, tapi.. Kau adalah orang yang paling berharga di dalam hati ini. Kyuhyun, dia adalah saudraku. Walaupun hanya saudara sepupuku. Sica.. Kenapa kau tidak pernah merasakannya? Kenapa kau tidak pernah menoleh kemari? Kearahku, ditempatku berada sekarang. Aku mencintaimu, Jessica.. Kenapa kau tak pernah bisa mengerti? Tapi.. Sudahlah! Aku mencintaimu, tidak harus memilikkimu. Aku bahagia disisimu walaupun kau tak pernah tahu rasa ini. Aku coba bertahan, karena aku akan terus mencintaimu. Namun.. Kalau aku nanti sudah merasa lelah, bolehkah mundur dan menyerah? Bolehkah aku berhenti mengharapkanmu? Bolehkah..

 

“Oppa, kau menangis? Ada masalah?” Jessica menatapku bingung. Dan.. Apa benar aku menangis? Aish! Benar. Butiran kristal itu jatuh tanpa kuperintah. Aku malu sekali. Kenapa aku secengeng ini? Aku menggeleng keras pada Jessica yang semakin menatapku bingung. Aku tersenyum kecil. “Kalau ada masalah, ceritalah padaku”

 

“Ani.. Mataku terkena debu. Biasa, angin sudah mulai kencang sekali. Hahaha..” Mencoba mencari alasan logis. Jessica hanya membulatkan bibirnya dan mengangguk. “Aku kembali dulu. Bye~” Aku mulai beranjak.

 

“Bye oppa~ Sampaikan salamku pada Kyuhyun!”

 

Akan kusampaikan. Itu karena ku mencintaimu.

 

 

[End POV]

 

*****

 

“Seohyun-ah!”

 

Seohyun membalikkan badannya. Ia mendapati Kibum dan Donghae berjalan kerahnya. Seohyun tersenyum kecil.

 

“Waeyo oppa?” Tanya Seohyun lembut.

 

“Kyuhyun sakit. Dia tidak masuk kuliah hari ini. Bisa kau katakana pada Jessica? Dia ada di ruang vocal mungkin. Aku dan Donghae sedang ada urusan mendadak. Bagaimana?” Tawar Kibum. Seohyun mengangguk setuju.

 

“Kau memang calon istri yang baik!” Bisik Donghae menggoda Seohyun. Wajah Seohyun kini terasa panas. Ia tahu, pasti wajahnya sudah memerah saat ini. Donghae dan Kibum segera meninggalkan Seohyun yang tersenyum tipis.

 

Seohyun berjalan menuju ruang latihan vokal yang berada di dekat kelasnya. Saat ia sudah berdiri di depan pintu latihan vokal, Seohyun masih ragu untuk mengetuk pintu itu.

 

Cklek!

 

“Nuguseyo? Kau mencari siapa?” Tanya seorang yeoja. ‘Jung Jessica’, nama itu terpampang pada rompi almamaternya.

 

“Aniya, aku hanya ingin mengatakan bahwa Kyuhyun sunbae tidak bisa masuk hari ini. Dia sedang butuh istirahat di rumah.” Ucap Seohyun.

 

“Mwo? Kyuhyun sakit?” Ucap Jessica meyakinkan. Matanya sedikit membulat terkejut. Seohyun mengangguk pelan. “Ehm.. Gomawo. Kalau boleh tahu kau siapa-nya Kyuhyun?”

 

“Aku bukan siapa-siapanya. Tapi, kami sering berteu saat latihan vokal bersama di tempat kursus.” Jawab Seohyun sambil tersenyum. Jessica membalas senyuman itu. “Ehm, kalau begitu, saya harus kembali ke kelas,  sunbae.”

 

“Ne. Hati-hati..”

 

 

*****

[Kyuhyun POV]

 

Ahh!

 

Kepalaku sakit. Pusing rasanya.

 

“Eunghh..”

 

Aku mengangkat kepalaku. Menatap sekitar kamarku. Sepi. Kemana Kibum hyung dan Donghae hyung?

 

Donghae hyung dan Kibum hyung adalah saudara sepupuku. Mereka yang merawatku setelah umma dan appa meninggal dunia. Dan, well.. Mereka sudah kuanggap hyung-ku kandung. Tapi, aku tak mau mengakui hal itu. Gengsi.

 

“Hyung..”

 

Aku bangkit dari ranjang tidur-ku. Mencari keseluruh ruangan di rumah. Namun, kedua hyung-ku tak ada disini. Ah, aku baru ingat. Mereka masih ada di sekolah.

 

Cklek!

 

Aku mendengar pintu rumah terbuka. Ternyata Kibum hyung. Dia memakai baju seragam dengan lengkap. Dia berjalan kearahku.

 

“Kau sudah bangun? Apa kepalamu masih pusing seperti kemarin malam?” Tanyanya. Ia memandangku sambil tersenyum.

 

“Aku sudah merasa lebih baik.” Jawabku datar. Lidahku sedikit kelu. “Aku kemarin kenapa, hyung?”

 

“Kau pingsan. Setelah Seohyun meninggalkanmu.” Ujarnya kembali. Seohyun? Oh, aku ingat. Dia kemarin datang kemari.

 

“Eum.”

 

Selera-ku untuk bicara menjadi hilang setelah Kibum hyung mengucapkan nama Seohyun. Bukannya aku tak suka dengan anak itu, tapi.. Aku sedang malas membahas yeoja itu. Walaupun dia adalah tunanganku.

 

“Aku ingin makan.”

 

“Baiklah, aku akan membuatkanmu ramen, Kyu.”

 

[End POV]

 

*T*B*C*

15 comments

  1. bella · November 4, 2011

    Bagus chingu ffnya
    Seo kasian hidupnya kesiksa gitu, kyu dingin bgt sama seo😦
    Donghae oppa sabar yah
    Lanjut chingu^^

  2. haesicahyunin · November 9, 2011

    Hae Musti ama Sicca ya.. Kyu ama Seo aja… Seo Fighthing… Kau Pasti Bisa…

    • Evahyun · January 1, 2012

      Yuuhuuu.. Beneer banget..

  3. ahzania · November 9, 2011

    thankss..
    pasti lnjut kok..

  4. jusyafrimel · November 9, 2011

    lanjutan nya yaa authorrrrrrrr

  5. sparkyu_mutmut · November 13, 2011

    ya ampun Seo unnie kasian banget..

    • ahzania · November 14, 2011

      kekekeke..😀
      emng aku bkin ksihan gtu chingu. sesuai sma wjahnya..
      #plakk!

      gomawo dh mw bca^^

  6. dewkyusonelf · November 25, 2011

    SEOKYU ,,

  7. dewkyusonelf · November 25, 2011

    Ya lanjt cpet chingu ,,
    penasaran nich ,,
    kapand Kyuppa cinta ma Seo ??
    SeoKyu Jjang ,,

  8. yeny · February 20, 2012

    hooo… Saya tobat =D
    bagus ff nya…

    • ahzania · February 22, 2012

      Akhirnyaaaa…😀
      tmenku tobat juga niihh~
      #peace!

      Rae178_YSM

  9. yeonta · August 6, 2012

    kereeeeeeeeen

  10. ndhut · January 3, 2013

    kyyyaaaa,.. hdpnya seo miris bgt,.. hwaiting buat seo n donghae,..🙂

  11. Aan's L-hope · November 1, 2014

    Kasihan seohyun… menderita gtu😦 Kyu jngn dngin” n’ Jutek gtu sma seohyun Kasihan kn seo:-(

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s