I Miss You [7th Anniversary TVXQ]-One Shoot

I  Miss You [7th Anniversary TVXQ]

Author  : Ichen Aoi
Cast : U-Know Yunho / Hero Jaejoong / Max Changmin / Micky Yoochun / Xiah Junsu

NB : Yaoi-an lagi yah ^^

——————-
Asrama JYJ

-Jaejoong POV-

Aku menatap kalender diatas meja dekat vas bunga. Tanggal 26 Desember 2010. Ah.. hari yang seharusnya jadi hari paling special bagi ku. Bukan, bagi kami semua member DBSK tepatnya. Rasanya sepi sekali. Biasanya ada Yunho disamping ku. menyedihkan memang. Aku kini benar-benar merasa kehilangannya. Aku menatap HP ku yang memang kembaran dengannya, hanya beda warna saja. Nomor HPnya masih ku simpan. “Hyung? Apa hyung baik-baik saja?” Junsu mengganggu lamunan ku. “Ya, ku rasa aku baik-baik saja” sahut ku datar.  “Tidak! Hyung tidak baik-baik saja” kali ini Yochun mendekati ku dan Junsu. Pasangan itu langsung berpelukan didepan ku. “Hey kalian berhenti bermesraan didepan ku!” aku benar-benar kesal dengan kelakuan mereka. “Mianhe hyung” Junsu tampak merasa bersalah. Yochun masih memeluknya. “Ya sudahlah, jangan pikirkan aku. Kalian bisa menghabiskan waktu kalian diluar. Jangan pedulikan aku”. Hufh.. aku benar-benar butuh waktu untuk sendiri. “Tapi hyung…” Junsu tampak tidak tega untuk meninggalkan ku sendiri. Lalu aku tersenyum, “Hyung kalian ini baik-baik saja kok. Tidak masalah. Hyung hanya mau menyendiri saja”.

-Junsu POV-

Jae hyung tidak baik-baik saja. Bukannya aku lupa ini hari apa, tapi aku hanya tidak mau mengingatkan hyung padanya. Sudah cukup Jae hyung menangis hanya karna mengingatnya. “Kita harus bagaimana?” aku menatap Yochun ku tersayang. Dia langsung mengelus kepala ku dengan lembut “Tenang ya sayang, hyung hanya teringat kepada yang dikasihinya”. Sejujurnya aku jadi tidak tega pada hyung. Sejak mereka berpisah, hyung jadi terus-terusan mengurung diri dikamarnya usai perform. “Kalian bisa tinggalkan aku. Tidak masalah” Jae hyung tersenyum getir. “Baiklah hyung, kami akan tinggalkan hyung disini. Ingat hyung, jangan terlalu sedih dan berbuat yang aneh-aneh saat kami tinggal keluar nanti” aku berpesan dengan sedikit cemas. “Kami hanya keluar sebentar untuk membeli makanan kecil. Sampai jumpa hyung” Yochun langsung menarik ku pergi. Meski agak berat meninggalkan hyung sendiri, aku harus mematuhi apa yang dikatakan hyung.

***

Asrama SM Entertainment..

-Changmin POV-

Hari ini adalah peringatan ke 7 tahunnya TVXQ. Tapi hari ini benar-benar memilukan. Aku kehilangan umma ku. Umma terbaik yang pernah ku miliki. Biasanya ditanggal ini, umma dan appa akan saling bermesraan dibelakang. Kemudian aku dan pasangan aneh itu akan diam-diam mengintainya baik dibalik gorden putih itu atau dibawah meja disana. Aku benar-benar merindukan masa-masa indah itu. Aku akan menemui appa. “Annyeonghaseyo hyung” aku menegur appa yang tampak sedang memandangi sesuatu diHPnya. Dia langsung menoleh.

Dapat ku lihat kesediahan diraut wajahnya. “Boleh aku duduk disini hyung?” aku menunjuk tempat disampingnya. “Silahkan Changmin. Mau kah kau mengabulkan permintaan ku hanya untuk hari ini saja?”. Kali ini appa tampak rapuh sekali. “Apa itu hyung?”. Dia menarik nafasnya dalam-dalam lalu menatap mata ku dengan serius. “Hyung mau kau memanggil hyung seperti ditanggal-tanggal ini pada tahun sebelum-sebelumnya. Panggil hyung mu ini dengan ‘appa’”. Itu permintaan yang mudah bagi ku, tapi aku takut appa akan semakin sedih mengingat umma. Tampaknya appa dapat membaca fikiran ku, “Tidak apa Changmin. Bagaimana pun juga aku ini appa mu dan Jae adalah umma mu. Kamu tetap putra kami tercinta. Bolehkah appa memeluk mu?”. Aku tersenyum getir dan menerima pelukkannya.

-Yunho POV-

Aku benar-benar merindukan Jaejoong. Aku benar-benar tidak bisa melupakkannya. Namun, apakah dia melupakan ku? dia sudah jauh sukses dengan JYJnya. Sulit bagi ku membayangkan kalau dia melupakan ku begitu saja. Aku benar-benar belum siap menerima kenyataan itu. Lagi-lagi aku memandangi foto kami diHP ku. “Appa, itu foto appa bersama umma?”. Ah.. biarkan saja Changmin tahu apa yang sedang ku lihat sejak tadi. Sesuatu yang membuat hati ku terasa disayat-sayat tiap kali mengenangnya.

“Iya, ini foto umma mu. Appa ingin sekali mendengar suara umma mu”

“Appa bisa menelepon umma kan?”

“Umma mu tak akan mengangkatnya”

“Memangnya appa sudah mencoba? Belumkan? Coba saja”

Apa aku harus menuruti nasehat Changmin atau sebaliknya. Mempertahankan pendapat ku kalau Jae sudah melupakan ku dan kenangan indah kami.

“Appa harus melepas ego appa. Aku yakin kalau umma juga merindukan appa”

Senyum Changmin membuat ku percaya akan tiap kata-kata yang keluar dari mulutnya.

***

-Jaejoong POV-

Ya Tuhan aku harus bagaimana lagi?? Haruskah aku melupakan Yunho agar rasa sakit ini usai. Namun aku sangat tidak ingin melupakannya. Bagaimana pun dia pernah menjadi hal yang indah dalam kehidupan ku. Aku ingin sekali mendengar suaranya. Apa aku akan harus mengirimkan pesan dan meminta dia untuk melepon ku? tapi bagaimana kalau dia tidak mau? Bagaimana kalau dia kini sudah membenci ku. Semua ini kesalahan ku yang meninggalkannya. Jadi, ini semua pantas aku terima. “Yunho, apa kau sama sekali tidak ingin menelepon ku meski hanya sebentar saja?”. Aku memandangi HP ku penuh harap.

Beberapa saat kemudian Yunho dan Jaejoong memutuskan untuk menelepon satu sama lain. Karna timing mereka bersamaan sehingga yang terdengar hanyalah nada sibuk dari operator.

-Yunho POV-

Sibuk. Dia menelepon atau ditelepon oleh orang lain selain aku. Tampaknya dia benar-benar sibuk. Pasti dia kini melupakan ku.

-Jaejoong POV-

HPnya sibuk. Apa dia sedang bicara dengan member lain ditelepon? Sekarang aku benar-benar merasa seperti ditinggalkan.

***

Buku Diary Jaejoong…

26 Desember 2010

Hari ini adalah hari paling menyedihkan bagi ku. Aku benar-benar berfikir kalau dia melupakan ku. aku ingin menghubunginya tapi tidak bisa. Sudah ku coba berkali-kali. Tetap tidak bisa.

Andai Yunho tahu kalau aku tidak akan pernah bisa berhenti untuk mencintainya.

Andai Yunho tahu kalau aku benar-benar mencintainya sepanjang waktu ku.

Andai Yunho tahu kalau saat ini aku benar-benar merindukan dan membutuhkannya.

Andai Yunho tahu tidak ada yang bisa ku pikirkan selain dia.

Andai Yunho tahu kalau tiap malam ku, hanya ku habiskan untuk menangisi perpisahan dengannya.

Appa.. umma begitu merindukan masa-masa kita bersama bersama Changmin dan pasangan Yochun-Junsu. Umma kini merasa ditinggalkan sendiri olah kalian. Appa bisakah appa menyebutkan nama umma walau hanya sekali saja?

♥ YunJae forever♥

_Hero Jaejoong U-Know Yunho_

***

Note pribadi Yunho dilaptopnya…

Date : 26 Desember 2010

Jae umma…

Appa merindukan umma disini. Apa umma juga merindukan kehadiran appa bersama umma? Appa juga yakin kalau Changmin merindukan kita bersama.

Kenapa umma tidak kembali kerumah bersama kami lagi?

Apa umma sudah melupakan appa dan Changmin?

Atau umma sudah tidak peduli lagi pada kami?

Appa ingin umma kembali.

Appa tidak bisa melupakan umma. Disetiap hembusan nafas ini, appa selalu mengingat umma. Apakah umma disana bahagia dan baik-baik saja?

Appa ingin sekali mendengar suara umma… Sangaaat ingin sekali.

Appa ingin bernyanyi dan bermesraan bersama umma lagi.

Umma harus tau…

Meski seribu tahun akan berlalu, appa akan tetap mencintai umma sepenuh hati appa.

Saranghae~

♥YunJae forever♥

_U-Know Yunho  Hero Jaejoong = Max Changmin_

—END—

2 comments

  1. Park Ri Mi · December 11, 2011

    Aaaaargh~
    sumpah 100 % bikin GALAU..
    thor tanggung jawab!
    YUNJAE forever :*

  2. nana1114 · October 30, 2014

    Aaaahh, jadi ikutan sedih nih thor..
    Hahaha..
    Anw, kata-katanya keren..
    Sukses terus yaa..

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s