Sent Your Wish In 1999 [Part 3]

Tittle : Sent Your Wish in 1999

Author: Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi

Cast :
Kim Taeyeon SNSD
Kim Jong Woon/Yesung Super Junior
Lee Jin Ki/Onew SHINee
Alexander Lee Eusebio/Xander U-Kiss
Kim Jaejoong DBSK/JYJ

Suport Cast :
Lee Sunkyu/Sunny SNSD
Kim Heechul Super Junior
Cheondung /Thunder MBLAQ
Super Junior, SNSD, U-Kiss and SHINee
==

(Song : Mirotic – DBSK)

“Jangan melibatkan dongsaeng ku!”

Jaejoong membuka pintu lantai 11 dengan paksa. Ia mendapati Lee Jong Woon alias Yesung yang sedang meramal seorang yeoja. Kliennya tampak terkejut sedangkan Yesung hanya diam dalam tatapan dinginnya.

“Mianhe~ silahkan keluar sebentar, aku kedatangan idola rupanya”

Sedetik kemudian yeoja itu menyadari kalau namja yang baru saja masuk adalah Kim Jae Joong, salah satu member boyband DBSK yang tengah naik daun.

“Mian, aku sedang ada perlu dengannya” ucapan Jaejoong membuat yeoja itu mengurungkan niatnya untuk minta tandatangan. Jaejoong mendekati Yesung dengan tatapan begisnya.

“Berhenti memperlakukan dongsaeng ku secara dingin Jong Woon!”

“Kau tahu hal ini juga ya Kim Jaejoong? Ku kira kau selama ini tertidur dan kehilangan semua kemampuan mu yang dulu hebat melebihi Heechul hyung. hHaa… Kim Jae Joong atau lebih tepatnya ku panggil Hero saja? Si Astro King Master nomor satu di Magic Corp yang menghilang sejak mengetahui hal menyakitkan yang melibatkan keluarganya tercinta”

Tatapan Yesung jelas sekali terpeta kebencian disana. Jaejoong pun menatapnya tak kalah dingin. Mereka seolah bicara dalam pikiran mereka satu sama lain.

*bruk!*

Pintu menjeblak terbuka, disana ada Onew yang tampak kelelahan.

“Hyung, Xander hyung menghilang lagi dan Astro King lantai 13 marah bukan main!”

“Suruh dia kesini!” Jaejoong buka mulut juga. Onew menatap heran namja didepannya itu lalu mulutnya ternganga, “Kau kan… Jaejoong hyung, kakaknya Taeyeon-ah!”

Yesung tahu kalau mulut Onew akan mengeluarkan kata-kata lebih panjang, “Sudahlah Onew, cepat suruh si babo itu kemari”. Onew mengatupkan mulutnya lagi lalu bergegas.

Selama beberapa menit mereka terdiam.

*bruk*

Lagi-lagi pintu menjeblak terbuka. Baru kali ini Astro lantai 13 berkeliaran tidak jelas digedung Magic Corp hanya karena kehilangan seorang Astro-nya yang mungkin sedang cari angin keluar itu.

“Kim Heechul, buka cadar mu. Aku tidak suka bicara dengan seseorang yang tidak menunjukkan wajahnya pada ku. Dan kalian juga!” Jaejoong menatap ketiga petinggi Astro itu satu per satu. Onew dan Yesung terkejut dibuatnya karena dengan mudahnya Astro King nomor satu di Magic Corp menuruti perintah orang asing.

“Hero, kau kembali?”

“Aniya!”

“Aku hanya tidak ingin kalian dan Magic Corp bodoh ini melibatkan dongsaeng ku!”

Yesung dan Onew terperangah melihat wajah tegas nan indah dibalik cadar penguasa lantai 13 itu. Aura yang aneh keluar dari dirinya. Namun dalam sekejab juga tampak meredup dihadapan seseorang bernama Hero itu.

“Kami tidak pernah melibatkan dongsaeng-mu” jawab Heechul tetap tenang.

“Tapi salah satu Astro mendekatinya, aku dapat merasakan aura itu”

“Huh! Kau masih sama seperti dulu. Mengawasi orang yang kau cintai dengan sangat baik. Tapi aku berani bersumpah, tak satu pun dari Astro-ku mendekati dongsaeng mu itu dengan tujuan merasukinya dengan hal-hal semacam ini”

“Kau salah. Seseorang dilantai 12-lah yang mulai meminta dongsaeng ku menjadi adiknya”

Sahut Jaejoong lagi membuat Heechul terperangah.

“Kau bahkan tidak bisa mengawasi 12 orang sekaligus hingga satu orang dilantai atas bisa diluar jangkauan mu. Ku dengar dia ahli membaca pikiran orang. Bukankah itu adalah hal yang sangat berbahaya?” Jaejoong melanjutkan kata-katanya.

Onew dibuatnya terkejut bukan main, “Siapa kau?” hanya itu yang keluar dari mulutnya. Rupanya baik Jaejoong ataupun Heechul tidak menjawabnya sama sekali. Maka Yesunglah yang menjawabnya.

“Dia Astro King Master nomor satu di Magic Corp. Dia keluar dua tahun yang lalu karena masalah keluarga dan ruangannya ada dilantai 14 yang kini dijadikan tempat penyimpanan barang-barang berharga yang sangat terawat”

“Bukankah gedung ini hanya sampai lantai 13?” Onew semakin bingung dibuatnya.

“Memang lift digedung ini hanya sampai lantai 13, untuk mencapai lantai 14 para klien harus bertemu dengan penghuni lantai 13 Astro King yang sebenarnya bertugas menjaga seorang petinggi dilantai 14”

Penjelasan Yesung dipaksakan masuk kedalam otak Onew dengan susah payah. Meski namja ini pintar bukan main, tapi dia selau berfikir menggunakan logikanya.

“Satu hal yang ku minta dari kalian, jauhi adik ku atau jaga dia dari semua ini. Aku tidak ingin semua ini membunuhnya sama seperti kedua orangtua ku pergi”

Jaejoong menatap mereka satu per satu lalu pergi begitu saja. Heechul menatap Onew dan Yesung dengan tatapan tegas, “Ku minta kalian cari Xander. Sekarang juga!”.

Ia berbalik dan pergi meninggalkan lantai 11. Yesung dan Onew saling pandang heran.

***

“Aiihh~ aku tidak mendengar apa-apa lagi!! Apa kau menutupnya?”

Xander menatap Taeyeon yang duduk disampingnya dengan santai. Yeoja itu menoleh lalu tersenyum dengan manis.

“Aku cerita pada oppa-ku kalau ada seseorang yang bisa membaca pikiran orang lain, lalu dia mengajari ku cara menutup pikiran ku” Taeyeon melemparkan kerikil ke Sungai Han.

Mendengar hal itu Xander jadi menaruh minat. “Siapa kakak mu?”

“Taeyeon!”

Suara Jaejoong langsung sampai ketelinga Taeyeon. Ia berdiri menyambut kakaknya itu.

“Oppa~ kau bilang sedang sibuk dan meminta ku menunggu mu sampai sore nanti”

“Aku bisa menghandle jadwal ku” Jaejoong mengelus kepala Taeyeon dengan tatapan kesedihan. Ada sesuatu yang ia rahasiakan dari adiknya itu. Ia beralih pada Xander.

“Alexander Lee Eubisio? Dilantai 12? Senang bertemu dengan mu dan satu lagi…” Jaejoong merendahkan suaranya agar Taeyeon tidak mendengarnya. “Jauhkan Taeyeon dari Magic Corp”.

Jantung Xander langsung tersentak. Ada sesuatu dalam diri namja dihadapannya itu.

“Kau… Aura mu melebihi Astro 13” jawab Xander dengan tatapan penuh selidik. Namun Jaejoong tidak menjawabnya, ia hanya tersenyum samar lalu pergi sambil membawa Taeyeon bersamanya.

“Oppa, ada apa sebenarnya?”

“Aniya~ tenang saja” Jaejoong tersenyum seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

***

15 tahun yang lalu…

“Jong Woon? Bisakah kau ajari aku meramal?”

“Ne, Jaejoong. Tapi bisakah berjanji satu hal pada ku?”

“Mwo?”

“Kau harus serius dan mendengar penjelasan ku dengan baik”

“Arasseo!”

*pluk!*

“Jong Woon! Jaejoong! Waktunya makan siang~!”

Suara lembut itu memanggil kedua anak kecil yang sedang ayik bermain tersebut. Mereka berlari menuju ruang makan.

“Apa Jong Woon senang tinggal disini bersama ahjumma dan ahjussi?”

Wanita itu menyendok nasi kepiring suaminya sambil menatap si kecil Jong Woon. Anak kecil itu mengangguk dengan semangat ’45 sambil nyengir lebar menikmati ayam tepung ditangannya.

“Ne! aku senang main dengan Jaejoong”

“Aku juga senang karena eomma dan appa mengizinkan Jong Woon tinggal disini”

Kedua namja kecil itu saling melempar pandang dan senyum, satu sama lain.

Yesung tersentak. Ia bangun dari mimpinya. Pagi ini kediamannya masih sepi. Tidak, kalau Onew dan Xander sudah bangun dari tidur indahnya. Yesung menuruni tangga rumah mewah itu. Rumah hasil jerih payah ke-tiganya selama bekerja di Magic Corp.

“Rasanya sudah lama sekali tidak seakrab itu dengan Jaejoong” bisiknya pelan, lebih kepada dirinya sendiri. Ia melangkah menuju dapur dan menyiapkan sarapan untuknya dan yang lain.

Yesung menghangatkan makanan siap saji yang dibelinya kemarin sepulang dari Magic Corp. lalu menatanya satu per satu dimeja makan.

“HYYYUUUUUUUUUUUUUNNNGGGGG~!!!” teriak Onew dari lantai atas. Sudah jelas sekali kalau itu adalah teriakan request-an sarapan nasi dengan ayam favouritenya.

“Ne, sudah ku siapkan satu badan ayam penuh dipiring mu” ucap Yesung singkat.

“GGOMAWWOOYOOO~”

“Cheonmanayo” jawab Yesung singkat dan pelan.

“HYYUUUNGGG!! Dessertnya pudding susu ya~” kali ini teriakan dari Xander.

“Ne” lagi-lagi Yesung menjawab dengan singkat.

(Oh ya, sedikit informasi. Yesung lahir ditahun 1984, Xander ditahun 1988 sedangkan Onew ditahun 1989). Yesung masih bermain dalam pikirannya sendiri. Disana terpeta jelas kalau Jaejoong sudah seperti adiknya sendiri. Semuanya berubah sejak kejadian itu. Kejadian yang membuat Jaejoong marah besar padanya dan tidak mempedulikannya lagi juga menjauh darinya. Yesung menghela nafas berat.

Xander dan Onew sudah siap dengan style santai mereka yaitu, kaos oblong dan celana jeans yang kelihatan lemes dan lusuh karena keseringan dipakai.

“Kalian ini bisa gak sih nyiapin sarapan sendiri. Masa hyung kalian ini disuruh-suruh terus? Jangan manja begitu napa!” akhirnya Yesung protes juga dengan sikap kedua dongsaengnya yang minta-minta ampun itu.

“Hyung kan tahu kalau aku tidak bisa bangun cepat” Xander menikmati sarapannya sambil mengambil pudding susu agar mendekat dengannya.

“Hyung kan tahu kalau sering sekali bermimpi indah, jadi aku tidak akan menyia-nyiakannya” seperti biasa, alasan tidak logis keluar dari mulut Onew.

“Nyalakan alarm diHP kalian donk!” Yesung pasang wajah lelah dan kesal.

Xander dan Onew langsung nyengir. “Hyung kan tahu kalau kami ini butuh dijaga” seru mereka berdua bersamaan dan sukses membuat Yesung pasang wajah pasrah sepasrahnya.

***

Sunny dan Taeyeon menyusuri koridor. Sunny masih bersikeras kalau ia mengenal suara peramal itu. Taeyeon tidak yakin kalau peramal itu salah satu dari pelajar di Jaeju High School.

“Mana mungkin sih?”

“Aku benar-benar pernah mendengarnya! Ahh~ andai saja kau ikut Taeyeon-ah!”

*bruk!*

Lagi-lagi Sunny menabrak Jong Woon. Entah kenapa yeoja itu selalu saja sukses menabrak namja beraura mistis itu.

“Ya ampun! Jong Woon oppa!” Sunny menutup mulutnya dengan shock.

“Kau ini kenapa sih? Selalu saja berjalan tanpa menggunakan matamu. Ingat! Jalan memang sewajarnya memakai kaki, tapi kau juga harus melihat arah depan mu. Bagaimana kalau yang kau tabrak itu adalah orang cacat huh?!”

“Tapi kan aku menabrak mu! Bukan orang cacat!” Sunny kesal bukan main mendengar ucapan Jong Woon yang selalu saja menyalahkannya atas apapun yang menimpanya. Seolah didunia ini hanya dialah orang yang paling bersalah dan berhak bertanggung jawab akan semua kecelakaan-kecelakaan kecil itu, meski memang semuanya salah Sunny sendiri.

“Ck! Aku sedang tidak mood berdebat dengan mu” Jong Woon meninggalkan Sunny yang shock dan membuka mulutnya dengat tatapan yakin dan tidak percaya. Ia menatap namja itu, kemudian mengguncang tubuh Taeyeon dengan kuat.

“Aku tahu! Itu suara dia!! Suara Jong Woon oppa!!”

“Jjinja?! Kau pasti mengigau”

“Aku serius Taeyeonn~ sumpah!”

Sunny mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya untuk meyakinkan Taeyeon. Hal ini semakin membuat Taeyeon penasaran.

***

Seperti biasa, sudah menjadi kegiatan rutin baginya untuk mampir ke Miracle Park. Dan Xander sudah menunggunya. Mulai hari ini mereka menjadi sahabat sekaligus kakak-adik angkat.

“Annyeonghaseyo~”

“Ah! Taeyeon-ah! Ku pikir kau tidak datang”

“Eh? Mana mungkin. Aku kan menunggu jemputan oppa ku”

Xander tersenyum sekilas lalu menatap langit biru.

“Aku jadi ingin tahu seperti apa wajah oppa mu itu”

“Kau tahu DBSK? Dia salah satu membernya”

“Sayang sekali, aku tidak begitu update soal idola seperti itu”

Mereka diam untuk beberapa saat.

“Taeyeon, aku sudah tidak bisa membaca apa yang kau pikirkan”

Xander manatap Taeyeon dengan heran. Taeyeon tersenyum kecil.

“Kan aku sudah bilang, kalau Jae-oppa yang mengajarkannya. Lalu, kenapa kau bisa punya kemampuan membaca pikiran orang?”

“Aku sendiri tidak tahu”

*tin tin tin*

Klakson mobil yang tidak asing lagi terdengar dihadapan mereka. Namun Taeyeon tidak langsung mengindahkannya. Ia masih penasaran dengan Xander. Jaejoong keluar dari mobilnya. Ia mendekati mereka.

“Taeyeon, kau tidak mau pulang?”

Xander menatap namja didepannya, ada sesuatu yang berbeda. Auranya.

“Oppa! Tentu saja aku mau pulang!”

Jaejoong melirik Xander sekilas dengan tatapan tajamnya. Dalam sekejab Xander merasa ada tekanan disana. Satu kesimpulan yang bisa ia ambil, namja didepannya ini bukan manusia biasa. Auranya terasa begitu kuat dan menakutkan. Xander mencoba membaca pikiran Jaejoong, namun ia langsung tersentak hingga nyaris terjungkal dari kursinya.

“Xander oppa!”

Taeyeon menatapnya dengan sedikit khawatir. Jaejoong masih diam.

“Kau… siapa kau?” tanya Xander dengan balas menatap tajam.

“Aku? Bukan siapa-siapa. Taeyeon, aku masih banyak pekerjaan”

“Oppa tidak pernah sedingin ini. Ada apa?” Taeyeon memandang Jaejoong dan Xander bergantian. Namun ia masih belum menemukan jawaban.

“Sudahlah! Ayo kita segera pulang” Jaejoong melangkah menuju mobilnya disusul Taeyeon. Mobil hitam itu melaju dan hilang. Xander memegangi kepalanya yang sakit.

“Siapa dia? Kenapa auranya lebih kuat dari Astro King?”

***

Magic Corp…

“KAU BERTEMU DIA?!” seru Yesung dan Onew bersamaan. Hal ini membuat Xander melongo melihat reaksi mereka berdua.

“Hyung, Onew. Sebanarnya dia itu siapa sih?”

“Dia itu….”

Ucapan Yesung terpotong saat seorang pertugas delivery makanan datang membawakan makan siang untuk mereka bertiga. Soalnya ini jam makan siang mereka. Onew langsung melompat dari sofa menyambut tumbukan box ayam goreng itu.

“Omo! Chicken! Chicken! Saranghaeyo chicken-yah!”

*plak!*

Xander melemparkan bantal sofa tepat kekepalanya.

“Dasar dongsaeng babo!”

“Dia tidak babo!” bela Yesung yang langsung membuat Onew nyengir bahagia. “Ya, dia hanys sedikit gila!” lanjut Yesung kemudian yang langsung memusnahkan senyum si Mr. Chicken itu. Xander yang merasa puas dan menang langsung tertawa terbahak-bahak.

*zlep!*

Onew menekan botol sambal ayam goreng yang langsung masuk kekerongkongan Xander.

*glek!*

Xander diam beberapa saat. Yesung dan Onew menanti reaksi namja didepan mereka itu.

“Arrrrrrrrrrrrrrrrggghhhhh!! Neraka!! Arrgghhh!! Panasnya tenggorokkan ku!!”

Teriak Xander histeris yang sukses menghantarkannya kedepan pintu dan menubruk Heechul, Astro lantai 13.

*bruk! Bletak!*

Tidak lupa sebuah bola kasti yang entah berasal darimana mendarat tepat diatas kepala Xander, membuatnya pusing seketika.

“Apa yang sedang kalian lakukan sih?” gerutu Heechul.

“Hanya sedang memberi Xander hyung pelajaran” jawab Onew singkat dan padat.

Yesung entah sejak kapan sudah focus pada makanan didepannya bahkan sudah menghabiskan dua potong paha ayam goreng tersebut, membuat onew mengamankan kotak jatah miliknya.

“Don’t touch my baby!” ancam Onew pada hyungnya itu.

“Never” jawab Yesung singkat.

Memang ia tidak menyentuh jatah Onew, tapi tangannya mulai memeriksa ayam goreng dikotak jatah Xander. Dalam sekejab Xander sadar dari pusingnya.

“Aih hyung! jangan sentuh! Makanan adalah hal yang sakral dan harus dihabiskan yang empunya!!” gerutunya sambil meraih jatah makan siangnya.

Heechul hanya geleng-geleng sambil mengambil jatah makan siangnya sebelum kembali kelantai-13. Dia menatap Yesung, Xander dan Onew bergantian.

“Kalian bisa tertib sedikit tidak sih?” gerutunya.

“Mianhe hyung” sahut mereka bertiga serentak.

Kemudian Heechul kembali kelantai 13 dan pertarungan memperebutkan ayam goreng masih berlangsung cukup lama. Sampai Yesung menyerah dan membiarkan kedua dongsaengnya menikmati jatah makan siang mereka.

***

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s