This Heart [Part I]

Title     : This Heart [Part I]

Cast     : No Minwoo (Boyfriend)

            : Shin Ri Young

            : Gong Chan (B1A4)

            : Myung Soo (Infinite)

            : Kang Sohee

Genre  : Romance, Friendship.

Persahabatan? Benarkah itu yang saat ini sedang kita jalin? atau mungkin sebuah hubungan yang hanya untuk saling mengisi kekosongan sehingga tidak terlihat seperti orang yang kesepian dan tidak punya teman. Aku tahu aku bukan gadis sempurna yang tidak memiliki sifat buruk, aku sadar akan hal tersebut, tapi aku selalu berusaha untuk memperlakukan siapapun dengan pantas. Bisakah kamu seperti itu. Tidak usah perlakukan aku sebagai seorang sahabat. Cukup hargai keberadaanku. Hanya itu. Jika kau berpikir untuk selalu menjadi pusat perhatian, lupakanlah aku. Cari orang lain yang bisa diperlakukan seperti itu. Dan, untuk yang kesekian kalinya aku harus menderita karena perasaan ini.

***

*Shin Ri Young POV*

“Ri Young, kau dimana?!!!” teriak seseorang dari seberang.

“Wae?” jawabku dengan nada datar sambil menjauhkan sedikit ponselku dari daun telingaku.

“Aish, wae? Apa perlu kau bertanya seperti itu. Ayo, cepat ke sini. Kami semua sudah berada di kantin.

“Ayoo, kita duduk di sana. Cepat tutup teleponnya.” Tiba-tiba terdengar suara seorang gadis yang sangat aku kenal. Aku yakin, dia tidak akan pernah sekalipun membiarkan orang sekitarnya tidak berfokus pada dirinya. Tanpa menjawab perintah Minwoo aku langsung mematikan ponselku dan kembali menatap lurus ke depan. Kurentangkan tanganku, angin berhembus mengibarkan rambutku yang tergerai.

“Berhentilah menghindar.” Sebuah suara laki-laki yang cukup berat mengagetkanku.

“Myung Soo sunbae?” aku berkata pelan karena takut salah nama. Ya, aku adalah Shin Ri Young, mahasiswa baru di sebuah Universitas yang cukup terkenal di Seoul. Myung Soo sunbae adalah salah satu senior yang sejurusan denganku. Jujur, aku tidak suka berusaha mencari-cari perhatian senior untuk bisa dikenal. Jadi, aku tidak terlalu hapal nama-nama senior di kampusku.

“Masih belum bisa menghapal nama dan wajah seseorang dengan baik?” sambung Myung Soo sunbae lagi sambil tersenyum.

Aku hanya tersenyum simpul. Jujur, sebagai mahasiswi yang masih berumur dua minggu, tentu aku harus bersikap sopan pada seniorku meski dalam mood yang tidak baik seperti saat ini.

“Jangan berdiri di tepi atap seperti itu, nanti orang-orang bisa beranggapan kalau kau mau bunuh diri.” Sambung Myung Soo sunbae lagi.

Masih tanpa kata-kata aku melangkahkan kakiku berjalan mundur dan duduk di kursi yang ada di dekat tempat Myung Soo berdiri.

“Ada apa sunbae kemari?”

“Sepertinya sekarang bukan hanya masalah persahabatan saja ya. Cinta juga sudah terlibat.”

“Maksud sunbae?” tanyaku kaget.

“Ekspresimu saja sudah cukup menjawab pertanyaanku.”

Myung Soo sunbae duduk di sampingku. Dia duduk sangat rapat sekali denganku sehingga membuatku harus bergeser agar lengan kami tidak saling bersentuhan.

“Ternyata kau tipe orang yang akan selalu menjauh dan menghindar ya.” Kata Myung Soo sunbae sambil merenggangkan jarak kami dan menengadahkan kepalanya ke atas langit.

Aku diam, tidak tahu berkata apa-apa, aku sama sekali tidak mengerti maksud arah pembicaraannya.

“Kau menjauhi sahabat-sahabatmu karena kau merasa risih dengan sifat salah satu dari mereka dan kau menghindar dari mereka karena kau takut hatimu akan tertebak. Minwoo dan Sohee.”

“Sunbae tahu masalah yang sedang aku hadapi?” tanyaku kaget karena aku sama sekali tidak percaya dengan kata-katanya barusan sambil membekap mulutku.

“Aku ini tipe orang yang selalu memperhatikan.” Jawab Myung soo sunbae sambil tersenyum manis padaku dan beranjak berdiri sambil memasukkan kedua telapak tangannya di dalam saku celana jeansnya. “Dan, mulai saat ini, kau kuperintahkan untuk memanggilku oppa.” Sambungnya lagi sambil berjalan dan meninggalkanku kembali sendirian di atap.

Aku terus menatap punggungnya yang kian menjauh dan akhirnya tak terlihat lagi. Aku mulai berpikir apa kedatangan Myung Soo sunbae tadi hanya karena dia kebetulan kemari apa memang sengaja ingin bertemu denganku. Rasanya kalau dibilang ini adalah suatu kebetulan terlalu tidak mungkin. Tapi, setahuku Myung Soo sunbae sangat pendiam dan jarang sekali bersikap ramah kecuali pada teman-temannya. Tapi, dari awal mengobrol denganku dia tidak pernah sekalipun melepaskan senyum di bibirnya. Dan bagaimana mungkin dia bisa mengetahui masalah yang saat ini sedang aku hadapi. Apa jangan-jangan diam-diam dia menyukaiku. Hahaha, aku tersenyum sendiri. Tapi sedetik kemudian aku memukul kepalaku sendiri. “Aigoo, pikiran macam apa itu. Mana mungkin bisa seperti itu. Namaku saja mungkin dia tidak tahu. Mungkin dia hanya sering melihatku saat ospek kemarin. Kebetulan pasti kebetulan!!! Pasti dia hanya menebak-nebak saja.” Aku berlari kecil meningalkan atap karena pelajaran selanjutnya akan dimulai.

*END POV*

“Dari mana kau?” Gong Chan menjitak kepala Ri Young.

“Yaa!!! Apa yang kau lakukan!” kata Ri Young dengan sedikit membentak.

“Daritadi kami menunggumu di kantin.” Timpal Minwoo yang kini sudah duduk di samping Ri Young dan merapatkan kursinya.

“Apa kau baru saja menemui pacarmu?” Goda sohee sambil berdiri di hadapan Ri Young.

‘Ahh, ani, ani, ani. Tadi ada yang aku cari di perpustakaan.”

“Mana?” tanya Gongchan penasaran sambil merogoh isi tas Ri Young.

“Ahh, yang aku cari tidak ketemu.” Jawab Ri Young pelan sambil menepiskan tangan Gong Chan dari tasnya.

“Memangnya apa yang kau cari?” tiba-tiba nada bicara Minwoo jadi tidak bersahabat.

“Tentu saja buku.” Jawab Ri Young .

“Buku apa?” ekspresi Minwoo terlihat sangat gusar.

“Aaa…” belum sempat Ri Young menyelesaikan kata-katanya, Minwoo langsung memotongnya.

“Aku tahu kalau kau itu…” kata-kata minwoo terhenti ketika Sohee menggamit lengannya dan mengisyaratkan bahwa dosen telah masuk ke dalam kelas. Minwoo segera duduk di sebelah kiri Sohee tapi dia masih terus menatap Ri Young yang duduk di samping kanan Sohee dengan tajam. Ri Young yang sadar ditatap seperti itu hanya bisa memalingkan wajahnya ke samping kirinya.

“Apa lihat-lihat?” goda Gong Chan yang duduk di sebelah kiri Ri Young.

“Ani.” Jawab Ri Young cepat sambil melengos.

Ya, Gong Chan memang tidak pernah absen menjahili teman-temannya dan yang paling sering menjadi korbannya adalah Ri Young.

***

*Minwoo POV*

“Lepaskan tanganku!” bentak Ri Young sambil berusaha melepaskan genggamanku.

“Kenapa sekarang kau selalu menghidari kami?” aku menatapnya tajam dan tidak mempedulikan dirinya yang terus meronta-ronta.

“Aku? Menghindar? Mana pernah aku seperti itu!”

“Kau pikir aku bodoh. Aku tahu kau menghindar. Dan alasan kau mencari buku di perpustakaan itu hanya alasan yang kau buat-buat saja kan!” Aku semakin membentaknya. Aku tidak suka dia menghindari kami. Aku tidak suka saat melihatnya tidak ada di sampingku. Entah kenapa aku selalu merasa sedikit cemburu saat dia berbaur dengan teman laki-lakinya yang lain, meski itu temannya saat dibangku SMA dulu. Aku juga sedikit kecewa ketika dia tertawa karena lelucon teman laki-lakinya yang lain, bukan aku. Jangan tanyakan kenapa, karena aku pun tidak tahu jawabannya.

“Kau ini kenapa sih? Kenapa tiba-tiba kau jadi kasar seperti ini.”

“Kau yang memaksaku bertindak seperti ini!” bentakku sambil memepetkan tubuhnya ke dinding. Tiba-tiba cairan bening menetes dari sudut matanya. Aku kaget, sama sekali tidak menyangka bahwa dia akan menangis. Genggamanku melemah dan terlepas. Ri Young berjongkok dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Aku merasa sangat bersalah.Aku pun ikut berjongkok dan berniat untuk memeluknya. Namun, Ri Young malah mendorongku dengan kasar.

“Salahkan saja aku terus, aku memang tidak pernah berarti bagi kalian!” bentak Ri Young dan kemudian berlari sekencang mungkin.

“Astaga! Apa yang tadi aku lakukan padanya. Nomu Paboyaaa!!!” teriaku sambil meninju lantai gudang, tempat di mana sekarang aku sedang terduduk.

*END POV*

***

“Selamat sore ahjussi, saya Gong Chan teman satu kampus Ri Young. Bisakah saya bertemu dengannya?” tanya Gong Chan sopan yang sengaja mengunjungi Ri Young karena dia sedikit khawatir dengan Ri Young yang tadi di bawa paksa oleh Minwoo sepulang kuliah.

“Ooh, ada, ada. Tunggu sebentar ya biar ahjusssi panggilkan.”

“Nee.”

Beberapa saat kemudian…

“Gong Chan. Ada apa?” tanya Ri Young yang terlihat sangat kusut sambil menuruni tangga.

“Ada masalah apa kau dengan Minwoo?” Gong Chan langsung menarik tangan Ri Young dan mendudukkannya di sebelahnya.

“Molla.” Jawab Ri Young sambil menggeleng.

“Aish, nomu paboyaa!” Gong Chan menjewer telinga Ri Young.

“Kenapa sih kau ini!” Ri Young mencubit perut Gong Chan.

“Apa itu yang dia permasalahkan?”

“Itu apa?”

“Kau! Minwoo pasti marah karena kau yang beberapa hari ini terus menghindari kami.” Gong Chan mengacak-acak rambut Ri Young geram.

“Kenapa sih kau juga sama sepertinya. Memangnya kapan aku menghindari kalian?”

“Hey, Ri Young, kau sama sekali tidak punya bakat berbohong!”

“Aku tidak menghindar!”

“Kau menghindar!”

“Anii!”

“Stop lie to me baby.” Gong Chan memegang kedua pipi Ri Young.

“Mwoo? Kau bilang apa tadi?” Ri Young melotot.

Gong Chan langsung melepaskan tangannya. “Baby, bayi! Kelakuanmu itu seperti bayi, sangat polos dan mudah terbaca! Jadi jangan pernah coba-coba untuk berbohong!” tegas Gong Chan lagi yang sedikit gugup. Yang entah kenapa tanpa sadar bisa berkata seperti itu.

“Pokoknya aku tidak menghindari kalian!”

“Kalau begitu mulai besok aku akan mengantar jemputmu ke kampus.”

“Tidak usah, jarak rumah kita sangat jauh.”tolak Ri Young.

“Kalau kau menolak, berarti kau memang menghindar.”

“Ya, ya baiklah. Asal kau tidak memungut biaya saja dariku.” Sungut Ri Young yang terpaksa menuruti permintaan Gong Chan.

“Baboo!” Gong Chan lagi-lagi menjewer Ri Young dengan gemas.

***

From    : Minwoo

To        : Ri Young

“Mianhee, jeongmal mianhee atas kejadian tadi sore. Aku sama sekali tidak bermaksud kasar padamu.”

Ri Young menghempaskan ponselnya di atas sofa, sama sekali tidak berniat untuk membalas sms dari Minwoo.

“Bukan kekasaranmu yang aku permasalahkan, tapi pertanyaanmu yang membuatku terpojok.” Gumam Ri Young.

Tiba-tiba ponsel Ri Young berdering, ternyata Minwoo yang menelepon. Lagi-lagi Ri Young mengabaikan panggilan tersebut.

From    : Minwoo

To        : Ri Young

“Kalau kau tidak mau mengangkat teleponku maka 5 menit lagi aku akan segera sampai di rumahmu.”

Dengan terpaksa Ri Young mengangkat telepon dari Minwoo.

“Yobboseoyo.”

“Jeongmal mianhee.” Jawab Minwoo dengan sangat menyesal.

“Hahaha, lupakanlah. Aku tidak marah sama sekali padamu.” Ri Young berusaha bersikap ceria.

“Jinjaa?”

“Ne, kita lupakan saja masalah tadi. Arrasso?”

“Gomawoo Ri Young ahh, kau memang temanku yang paling baik.”

“hehehe, sudah dulu ya. Umma sudah menyuruhku untuk tidur.”bohong Ri Young.

“Arrasso. Niteee.” Minwoo pun memutuskan telepon.

*Ri Young POV*

Bukankah lebih baik kalau aku terus berbohong. Bersikap seperti tidak terjadi apa-apa padahal hatiku selalu berontak. Sadarkah kau kata “teman” yang kau tujukan padaku sangat menusuk jantungku. Aku tidak suka kau hanya menganggapku seperti itu. Aku sadar aku salah telah berharap lebih. Tapi jika sudah seperti ini, siapa yang harus dipersalahkan? Perasaan ini bukanlah objek yang seharusnya dipersalahkan. Melihat kau lebih dekat dengannya membuatku seolah tak dianggap.

*END POV*

***

 

 

Keesokan harinya di Kampus…

Minwoo mempercepat langkah kakinya menuju kelas. Tak sabar rasanya ingin bertemu dengan Ri Young. Tapi betapa kecewanya Minwoo melihat Ri Young yang datang bersama Gong Chan sedang di parkiran.

“Bukankah rumah Gong Chan sangat jauh dengan rumah Ri Young?” gumam Minwoo sambil memperlambat langkahnya sengaja agar Ri Young dan Gong Chan yang sampai terlebih dahulu ke dalam kelas dan tidak menyadari keberadaannya.

“Ada apa dengan perasaan ini? Kenapa aku tidak suka Gong Chan mau menjemput Ri Young, bukankah justru itu bagus? Arrgh, perasaan macam apa ini!” Minwoo menjambak-jambak rambutnya frustasi. “Jikalau pun ini adalah cinta, kenapa aku harus jatuh cinta pada sahabatku sendiri.” Kata Minwoo lirih.

***

TBC…

4 comments

  1. Shira_Lucifer · November 26, 2011

    😄 omo…Minwoo~~
    sahabat jadi cintaa nih~~ haha….!!😄
    waaa!~ lanjutt lanjutt adminn.. >w<)o
    *thumbs up*

  2. Yeni Andreas · November 27, 2011

    Huahhh , keren author , lanjut ya , ditunggu , hehe
    Asikkk , cast’a Minwoo hehe my bias ..

  3. cindy · December 15, 2011

    critanya bagus…..
    Jadi g’ sbr lht lanjutannya….
    tolong dong secepatnyaa diterusin ..!!!! ^ ^

    • idolfanfiction · December 15, 2011

      Part II nya udah ada kok chingu. Silakan dicheck blognya. Gomawo😀

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s