In My Heart [Super Junior Is One]

Judul : In My Heart (SuJu is One)
Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi
Genre : Family, Friendship
Rating : General
Cast : 13 + 2 Super Junior Member
Disclaimer : Jalan cerita sepenuhnya milik author berasal dari imajinasi author dan terinspirasi dari kehidupan nyata. 15 tokoh utama adalah milik Tuhan dan keluarganya kecuali Lee Donghae dan Hangeng, mereka nampyeon author! *peace
Sampai detik ini author gak nyangka bisa liat, getok kaca mobil + kelindes ban mobil Hangeng gege. ^^ Miss You Gege… Wo-men ai Han gege ^^
Buat para readers diharapkan punya mp3 Destiny by Super Junior M ya… 

Backsound : Strong Heart – Super Junior

Kita memulai semua ini dengan persahabatan dan kekeluargaan…
Kita membangun semua ini dengan susah payah…
Aku harap kita bisa mempertahankannya sampai akhir…

“Ya ampun! Aku sesak nafas! Jangan menindih ku dengan tubuh mu!”
Protes Heechul yang terganggu tidurnya akibat ada sesuatu berat menimpa tubuhnya.
“Kyaaaaa!! Kaki siapa ini?!” teriak Kyuhyun setengah murka.
*gubrak!*
“Wadow!”
Shindong bangun karena terjatuh dari tempat tidur. Rupanya Shindong telah melakukan wisata malam kekamar Heechul dan Kyuhyun. Shindong tidak sadar tidur memanjang diatas mereka. Dengan posisi pinggang ke atas dipunggung Heechul dan pinggang ke bawah dipunggung Kyuhyun.
“Ayo bangun hyungdeul!”
Ryeowook memasuki kamar itu dengan wajah yang masih mengantuk.
“Kau sudah selesai buat sarapan?” tanya Heechul tanpa memperdulikan Shindong yang meringis. Kyuhyun masih meregangkan tubuhnya ditempat tidur.
“Sudah selesai semua, Han hyung membantu ku bersama Sungmin hyung. Aku sangat mengantuk! Izinkan aku libur hari ini ya…”
Ryeowook menggantikan posisi Heechul ditempat tidur. Heechul mengangkat bahu lalu keluar kamar dan mendapati Kangin dan yang lainnya sedang berdebat.
“Kau harus ku ikat ditempat tidur!” ancam Kangin.
“Tapi kan aku tidak sengaja, tolong jelaskan padanya Leeteuk hyung” pinta Yesung.
Rupanya semalam terjadi insiden hantu raba, dimana bibir mu akan terasa diraba – raba oleh orang yang tak lain dan tak bukan adalah seorang Yesung.
“Tapi kau ini benar – benar bernafsu dengan bibir kami ya?” selidik Eunhyuk.
“Seenaknya saja! Aku masih normal Hyukjae babo!” Yesung ngambek, dia langsung masuk kekamarnya lagi. Leeteuk kebingungan sedangkan beberapa diantara mereka malah sudah mulai sarapan.
“Sebenarnya itu tadi kejadian lucu. Hanya saja aku tidak terima tidur ku diganggu”
Celetuk Kangin sambil melangkahkan kakinya ke meja makan. Leeteuk hanya bisa menghela nafas berat sambil menuju kamar Yesung, untuk membuat dongsaengnya itu keluar sarapan.
**
(Backsoung : GoodBye (A Short Journey) – Super Junior)

Backstage Music Bank
Ke tiga belas member Super Junior menangis bahagia dibackstage. Hari ini mereka kembali berada diposisi satu chart musik. Bahkan Leeteuk sampai tidak bisa menghentikan tangisannya. Donghae berusaha membuat Eunhyuk berhenti menangis, namun dia sendiri menangis. Bahkan Kangin pun ikut menangis.
“Aku sama hiks.. aku sama sekali tidak menyangka… hiks…” ucap Leeteuk disela – sela isak tangisnya. Ia dikelilingi semua membernya. Hanya Sungmin yang matanya tampak masih kering sejak tadi.
“Hyung aku… hiks…” akhirnya Sungmin menangis juga setelah susah payah ia menahan air matanya. Heechul mengusap kepalanya dan menepuk – nepuk punggungnya pelan. Sementara Yesung membantu Ryeowook yang tampaknya tidak akan berhenti menangis itu.
Kibum melihat semua hyungnya dengan tersenyum, sebutir air mata menetes di pipinya. Sementara sang magnae berdiri sendirian dipojok ruangan sambil menengadah keatas, menahan air matanya agar tidak jatuh.
“Aku harap aku bisa seterusnya bersama kalian” bisik Kibum pelan. Malam itu pun akhirnya berlalu dengan air mata kebahagiaan.
**
Dua minggu berikutnya…
“Apa?! Kau akan hiatus?” teriak Donghae tidak percaya.
Hari ini mereka dikejutkan oleh berita yang datang dari Kibum bahwa ia akan lebih fokus didunia actingnya. Leeteuk hanya diam, ia tidak bisa mengatakan apa – apa. Sementara ke sepuluh member yang lain menatapnya dengan tidak percaya.
“Kau tidak akan bersama kami lagi?” berita itu berhasil mengalihkan perhatian Kyuhyun dari PSPnya sedangkan yang lain menatap Kibum, menanti jawaban.
“Siapa bilang? Aku hanya tidak bisa tampil dipanggung bersama hyungdeul dan Kyuhyun. Aku masih tetap ikut dalam album selanjutnya.”
Namja itu menunjukkan senyuman khasnya untuk membuat hyungdeul dan saengnya percaya.
“Tapi waktu mu bersama kami hanya sebentar. Hanya saat keperluan rekaman dan pembuatan MV kan? Itu sama saja dengan tidak adanya kau disini” protes Shindong.
“Hyung… mengertilah… jebal…” kali ini Kibum bicara dengan nada memohon.
Leeteuk menarik nafas berat lalu mengangguk diiringi tatapan heran para member.
“Aku menyetujuinya. Aku akan mendukung jalan mu. Tapi kau harus ingat satu hal! Kau harus kembali sebagai member nomor 12 di Super Junior. Selamanya nomor 12 itu milik mu. Arraseo?”
Kibum mengangguk sambil tersenyum lalu memeluk hyungnya satu per satu. Semua member mengantarnya kedepan pintu asrama. Siwon mengusap kepala dongsaeng kesayangannya itu.
“Ingatlah! Jika terjadi sesuatu jangan pernah merasa sendiri. Karena disini ada kami, keluarga mu juga Tuhan dihati mu”
Kibum mengangguk lalu ia melambaikan tangan dan melemparkan senyuman khasnya kearah hyungdeul dan saengnya. Sementara itu Leeteuk tiba – tiba saja merasa terguncang, ia berbalik menahan air matanya lalu mengunci pintu kamarnya dari dalam. Semua member menatapnya dengan sedih.
“Semoga Leeteuk hyung baik – baik saja” bisik Ryeowook kecil.
**
(Backsound : Keep In Touch – Super Junior)

Tahun 2009

Zhoumi dan Henry baru saja tiba dari China. Mereka akan menginap di asrama Super Junior untuk waktu yang cukup lama. Mereka akan mempersiapkan tour SM bersama dengan talent – talent SM Entertainment yang lain. SM Town 2009. Jadwalnya sudah terpampang di gedung pusat SM Entertainment hanya tinggal menunggu waktu saja. Bahkan ruang latihan pun selalu penuh.
Hari ini pun mereka berbagi ruangan dengan SHINee, Girls Generation dan TVXQ. Namun sampai saat ini ke lima member TVXQ belum juga datang.
“Kemana ya kira – kira hyungdeul dari TVXQ?” tanya Henry penasaran.
“Molla. Sebaiknya kita latihan saja. Hangeng gege sudah datang!” sahut Zhoumi.
Donghae, Siwon, Kyuhyun dan Ryeowook saling pandang. Mereka menatap ke sisi pojok kanan ruang latihan dance. Disana masih kosong. Itu tempat biasa yang dipakai latihan oleh ke lima member TVXQ. Biasanya mereka berlima selalu datang lebih dulu ke ruang latihan sebelum group – group yang lain. Sementara Hangeng sendiri terlihat berkali – kali mengeluarkan nafas beratnya. Leeteuk datang keruangan itu dengan sangat tergesa – gesa. Ia masih berusaha mengatur nafasnya yang tersenggal – senggal, semua terdiam, sepertinya ada yang tidak beres disini.
“Mianhae mengganggu acara latihan kalian semua. Tapi Soo Man sonsaengnim meminta kita semua untuk berkumpul di hall utama gedung SM lantai 2”
Leeteuk kembali pergi. Talent – talent yang lain pun mengikuti jejaknya. Hanya tinggal Hangeng didalam ruangan itu. Ia menunduk menatap lantai ruang latihan. Sementara Zhoumi kembali, ia menatap gege-nya itu dengan heran.
“Ge? Ada apa? Lebih baik kita ke hall sekarang, siapa tahu ada pengumuman penting”
Hangeng mengangkat wajahnya lalu tersenyum dan mengangguk pelan. Ia pun pergi ke hall bersama Zhoumi.
**
Aku selalu berharap kita akan begini selamanya…
Terus bersama…
Saling menjaga dan berbagi…
Aku mencintai kalian…

Hall Utama SM Entertainment Building

Semua berkeumpul disana. Terlihat dipojok kiri depan hall ada Changmin dengam matanya yang memerah seperti habis menangis. Banyak talent dan training yang bertanya – tanya akan hal ini. Sementara Yunho tampak memendam kekecewaan dan kesedihan. Dan yang lebih anehnya lagi, tidak ada Jaejong, Yoochun dan Junsu disana. Padahal semua juga tahu kalau mereka selalu terlihat bersama terutama Yunho dan Jaejoong.
“Hyung!” teriak Changmin saat melihat Jaejoong memasuki hall bersama Yoochun dan Junsu. Changmin langsung memeluknya dengan erat. Hangeng memperhatikan mereka, tatapannya seolah tidak lepas dan Zhoumi menyadarinya.
“Ge?”
“…”
“Gege?” sapa Zhoumi lagi.
“Eh? Shen me?” tanya Hangeng dengan terkejut.
Zhoumi ingin bertanya namun menurutnya saat itu tidak tepat karena Soo Man sonsaengnim telah menaiki mimbar kecil diatas panggung lengkap dengan beberapa petinggi SM Entertainment lainnya. Leeteuk menelusup diantara member Super Junior, wajahnya tampak sangat cemas, sedih dan kecewa.
“Hyung? Ada apa sebenarnya?” Donghae bertanya dengan penasaran.
“Hyung, suasananya begitu aneh. Tidak seperti biasanya” Kyuhyun memandang hyungnya satu per satu berharap ia bisa mendapatkan penjelasan. Tidak ada yang membuka mulut, mereka hanya menggeleng dan mengangkat bahu sementara Leeteuk malah memeluk semua membernya sambil menahan air mata. Sesudah itu ia menatap ke – 13 member dihadapannya dengan penuh rasa kasih sayang.
“Aku ingin kalian berjanji! Apapun masalah yang kalian hadapi, tolong beritahu aku! Beban yang kalian terima, berbagilah dengan ku! Demi Tuhan, aku ingin kalian berjanji untuk percaya pada ku dan jangan pernah pergi dari ku. Kalian adalah dongsaeng ku. Izinkan aku menjadi hyung yang baik untuk kalian dan menjaga kalian!”
Semua member saling berpandangan lalu mengangguk dan tersenyum. Mereka menunjukkan kepercayaan mereka terhadap Leeteuk. Bahkan Hangeng sampai memeluk hyungnya yang mulai menangis itu.
“Ehm! Ehm!”
Soo Man sonsaengnim mulai terbatuk kecil di microfon sebagai tanda agar semua diam dam memperhatikan apa yang akan dia sampaikan dengan seksama.
“Saya minta maaf karena menyita waktu kalian dan mengumpulkan kalian semua disini secara tiba – tiba. Tapi saya berdiri disini untuk mengumumkan hal yang sangat penting bahwa SM Town 2009 dibatalkan”
Dalam sekejab hall yang sepi berubah menjadi berisik karena terdengar dengungan – dengungan pembicaraan para talent dan training yang keheranan. Lee Soo Man kembali berbatuk kecil dan ruangan kembali sepi.
“Maafkan saya karena kalian sudah bersusah payah atas ini. SM Town ini dibatalkan karena ada sedikit masalah yang terjadi dan tidak bisa ditunda, jadi saya harap kalian semua memakluminya. Terimakasih!”
Lee Soo Man pergi bersama semua petinggi SM Entertainment. Hall langsung sepi hanya tinggal member Super Junior dan dua member TVXQ disana. Semua member Super Junior melihat penuh tanda tanya kearah Yunho dan Yoochun. Merasa ada yang memperhatikan mereka, Yunho langsung menoleh dan meninggalkan hall utama. Yoochun pun menoleh kearah member Super Junior tersenyum sekilas lalu pergi.
“Hyung, sebenarnya ada apa?” tanya Ryeowook penasaran.
“Akan ku ceritakan di dorm. Lebih baik kita semua kembali ke dorm” putus Leeteuk.
Semuanya menuruti perkataan Leeteuk sang leader. Hangeng pun berjalan disamping Henry.
“Ge, kau kurang sehat ya?” tanya Henry sambil memandangi wajah gege – nya itu.
“Aku baik – baik saja!” Hangeng mejawabnya sambil tersenyum lalu mengusap lembut kepala Henry dan membuat magnae Super Junior M itu tersenyum.
**
Super Junior’s Dormitory
Semua berkumpul diruang tengah sesuai permintaan Leeteuk. Leader itu duduk membelakangi televisi. Hangeng, Heechul, Yesung dan Kangin duduk diatas sofa menghadap Leeteuk, shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Ryeowook dan Henry duduk dilantai. Siwon, Kyuhyun dan Zhoumi berdiri sambil bersandar pada tembok.
“Mianhae menunda jam tidur kalian” ucap Leeteuk sambil tersenyum manis.
Semua mengangguk sebagai tanda mengerti.
“Begini, sebenarnya alasan SM Town dibatalkan dikarenakan SM Entertainment harus mengurus gugatan dari trio TVXQ. Dan aku harap kalian bisa merahasiakannya dari luar. Karena Soo Man sonsaengnim belum mengumumkan apapun”
Semua mengangguk sebagai tanda mengerti. Namun mereka masih penasaran.
“Sebenarnya siapa yang menggugat SM?” Sungmin angkat bicara.
“Yoochun, Junsu dan Jaejoong” jawab Hangeng pelan, semua menatapnya dengan heran.
“Bagaimana kau bisa tahu Han?” Heechul menatapnya dengan penasaran.
Hangeng mengulas senyuman kecil dibibirnya nafasnya kembali berat lalu ia memadang semuanya satu per satu, mengamati wajah saudara – saudaranya dengan seksama.
“Aku tidak bermaksud menguping, tapi aku mendengarnya saat aku berada didalam toilet. Aku mendengar Jaejoong terisak dan suara Yoochun yang terdengar emosi. Junsu berusaha menenangkan Yoochun namun tampaknya tidak berhasil. Setelah itu aku mendengar ada yang berlari masuk. Aku mengintipnya sedikit, rupanya itu Changmin. Ia langsung memeluk Jaejoong dan bertanya ini itu. Yunho pun datang menghampiri mereka semua, wajahnya memerah. Ia tampaknya marah sekaligus sedih. Ia membentak Yoochun, dia bilang ‘Apa maksud gugatan ini? Kalian ingin meninggalkan aku dan Changmin?’. Aku masih sempat mendengar Changmin memohon pada mereka bertiga untuk tidak pergi. Jaejoong hanya terisak, ia berkali – kali meminta maaf pada Yunho dan Changmin. Lalu mereka semua keluar dari kamar mandi dengan tissue masing – masing. Hanya itu!”
Semua mengangguk sebagai tanda mengerti. Leeteuk lagi – lagi memadangi dongsaengnya satu per satu. Kemudian tiba – tiba saja dia bersujud dihadapan semuanya.
“Aku mohon pada kalian, jangan pernah pergi meninggalkan Super Junior. Meski Kibum tidak ada disini, tapi dia telah berjanji akan kembali. Aku harap kalian pun begitu. Ku mohon demi aku! Jangan tinggalkan Super Junior!”
Semuanya langsung berdiri dan meminta Keeteuk untuk berdiri. Leader itu lagi – lagi menangis. Belakangan ini dia selalu menagis karena banyak hal. Ia juga selalu memikirkannya hingga larut malam. Satu yang pasti, dia tidak pernah menunjukkan ekspresi kelelahannya di depan para dongsaengnya.
“Hyung, berhenti menangis. Kalau kau menangis, kami semua bisa sedih dan tidak bersemangat. Jika hyung ingin jadi leader yang baik, aku mohon semangat dan tersenyumlah!”
Hangeng menyemangati Leeteuk. Leeteuk mengangguk lalu tersenyum dan memeluk Hangeng. Kemudian ia meminta semuanya kembali kekamar masing – masing untuk beristirahat. Sedangkan Hangeng tidak bisa tidur malam itu, ia masih memikirkan sesuatu.
**
Hangeng tidak bisa memejamkan matanya. Pikirannya masih berlarian kesana kemari. Ia melihat Heechul yang sudah tertidur ditempat tidur samping. Ia tersenyum kecil. Hangeng mengeluarkan HPnya, ia menatap foto – foto member Super Junior disana. Ada sebuah foto yang sengaja di ambil manager mereka, karena menurut manager berkumpul seperti itu adalah hal yang langka. Dan kenyataannya memang benar sampai saat ini mereka belum bisa benar – benar berkumpul karena banyak yang memiliki jadwal tersendiri.
“Kibum… Kami merindukan mu. Sangat merindukan mu” bisik Hangeng lirih. Air matanya mengalir tanpa ia sadari, ia menahan suara isakkannya.
“Hyungdeul… Saengdeul… Semoga aku masih kuat untuk menghadapi semuanya. Aku benar – benar ingin bersama kalian seumur hidup ku”
Kali ini Hangeng sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Butiran air mata itu mengalir semakin deras. Ia pun memutuskan untuk mendengarkan lagu groupnya sampai ia tertidur.

Leeteuk melirik jam beker disamping tempat tidurnya. Sudah lewat tengah malam namun matanya masih belum terpejam. Ia memikirkan banyak hal belakangan ini. Ia menarik nafas dalam – dalam lalu menghembuskannya dengan berat.
“Kibum… Kapan kau kembali pada hyung? Kibum… Tepati janji mu, hyung percaya pada mu. Ya Tuhan… Aku tidak ingin dongsaeng ku pergi meninggalkan ku, aku tidak akan bisa bertahan tanpa mereka ya Tuhan”
Leeteuk membiarkan air matanya mengalir dikedua pipinya. Ia melirik kesamping dan disana ada Kyuhyun yang memang memilih untuk tidur sekamar dengan hyung tertuanya itu. Ia teringat kecelakaan yang nyaris membuat dia kehilangan dongsaeng kecilnya itu. Leeteuk pun memutuskan untuk tidur, mengingat pagi nanti aka nada jadwal yang lebih padat.
**
(Backsound : Blue Tomorrow mandarin ver. – Super Junior M)

Akhirnya kasus TVXQ mencuat kepermukaan. Bahkan sudah diputuskan kalau Jaejoong, Yoochun dan Junsu resmi keluar dari SM Entertainment. Dan TVXQ kini hanya tinggal dua member yaitu Yunho dan Changmin. Banyak gossip yang mengatakan HoMin tidak akan keluar management untuk menghindari ganti rugi dalam jumlah besar dan mereka juga diberitakan tidak keluar untuk tetap menjaga TVXQ sampai Jaejoong, Yoochun dan Junsu kembali nanti.
Hangeng sudah mendengar beritanya dimana – mana dan hal ini membuat dia kembali teringat kesulitan dan rasa tertekannya belakangan ini. Dan ia memutuskan untuk menyerahkan surat yang selama ini ia genggam dengan erat dan tersimpan rapi di laci kamarnya di asrama. Ia melangkan kakinya menuju ruang Lee Soo Man sonsaengnim.
*tok tok tok*
Ia menarik nafas lalu membuka pintu itu dengan perlahan. Tampaklah SooMan sonsaengnim yang sedang sibuk didepan laptopnya.
“Songsaenim…” panggil Hangeng ragu.
SooMan mengangkat wajahnya dan mempersilahkan Hangeng duduk dihadapannya. Hangeng menyerahkan surat didalam amplop itu. SooMan sonsaengnim menatapnya.
“Mianhae…”
SooMan sonsaengnim membuka perekat amplop itu lalu mengeluarkan sebuah kertas yang terlipat rapi disana dan membacanya dalam diam dan cukup lama. SooMan sonsaengnim menatap Hangeng dengan wajah penuh tanda tanya.
“Waeyo? Ada apa dengan isi surat ini?”
“Mianhae… Tapi aku harus mengundurkan diri”
“Kau… Kau serius Han?”
“Ne”
SooMan sonsaengnim mengangguk sebagai tanda mengerti.
“Setelah ketiga orang itu, sekarang diri mu. Kau yakin atas semua ini? Hal ini berarti kau akan meninggalkan Super Junior”
Hangeng merasa jantungnya tertusuk saat ia kembali diingatkan kembali kepada saudara – saudara tersayangnya itu yang sudah membantunya hidup di Korea semenjak kepindahannya dari China. Air matanya mengalir perlahan.
“Sonsaengnim… Jangan katakan hal ini pada siapa pun. Jebal…” ucapnya dengan bahasa Korea yang terpatah – patah. SooMan sonsaengnim mengangguk pelan.
“Baiklah, akan ku proses dengan segera. Jika kau berubah fikiran, silahkan datang kapan pun kau mau” ucap SooMan sonsaengnim.
Hangeng keluar dari ruangan lalu ia menghapus air matanya dengan telapak tangannya. Ia kembali berusaha mengukir sebuah senyuman dibibirnya.
**
Hari ini Super Junior M harus terbang ke China untuk mengadakan tour promosi mereka. Semuanya tampak tegang. Henry dan Zhoumi pun mulai diterima menjadi bagian dari Super Junior setelah sekian lama debut Super Junior M dan penjelasan – penjelasan dari member Super Junior itu sendiri.
Sama seperti masa – masa tour promosi sebelumnya, ke – enam personil Super Junior M (kecuali Hangeng) selalu membawa kamus catatan kecil yang dibuat Hangeng untuk mereka satu persatu. Meski catatan itu sedikit berantakan namun semua juga tahu kalau itu adalah hasil karya Hangeng. Tidak ada orang yang menulis dengan caranya, ukiran hangul yang rapi. Hangeng tidak pernah sekalipun mengakui itu buatan tangannya,
“Ge, ini bagaimana maksudnya?” Henry menunjuk deretan kamus khusunya yang berisi tiga bahasa. Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris dan Bahasa Korea.
“Ehm… kalau bahasa Inggris, nanti akan ku tanyakan pada Kibum dulu”
Hangeng langsung mengeluarkan HPnya lalu mencoba menghubungi Kibum yang sedang berada dilokasi shooting. Henry diam beberapa saat dan ia teringat ucapan Zhoumi.
“Ge, tidak perlu. Rasanya aku sudah mengerti. Duibuqi, Ge” Henry tersenyum.
Hangeng menantapnya sekilas penuh dengan tanda tanya lalu mengangguk dan tersenyum dengan sangat manis dan mengusap kepala Hnery, “Baguslah kalau begitu”

Hari ini Leeteuk tampak berbeda. Wajahnya tampak selalu sendu dan kelelahan. Heechul mendekatinya lalu memeriksa kondisi badan Leeteuk dengan meletakkan tangannya didahi sang leader itu.
“Jungsoo, kau demam!” ucap Heechul panik. Ia hendak menghubungi Sungmin, Kangin, Eunhyuk dan yang lainnya yang sedang berada diluar. Namun tangan Leeteuk langsung memegang tangan Heechul, ia tersenyum.
“Jangan! Biarkan mereka beraktifitas seperti biasa, jangan pedulikan aku”
“Jungsoo kau harus segera dibawa kerumah sakit sebelum semua menjadi terlalu parah!”
“Aku baik – baiks aja. Aku hanya lelah dan terlalu merindukan dongsaeng – dongsaeng ku diluar sana. Aku berharap kehidupan mereka di China baik – baik saja. Aku benar – benar memikirkan bagaimana perasaan Zhoumi dan Henry juga kesehatan mereka semua. Aku sangat khawatir. Semoga saja tidak ada masa – masa sulit selama disana”
Leeteuk menghela nafas berat. Ia mencoba berdiri dan melangkahkan kakinya dengan perlahan. Heechul ingin membantunya berkali – kali saat badan Leeteuk nyaris kehilangan keseimbangannya. Namun Leeteuk hanya menghadiahinya senyuman kecil yang seolah menunjukkan kalau dia dalam keadaan baik – baik saja.
“Uhuk! Uhuk!”
Leeteuk terbatuk dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Heechul langsung berlari kearahnya dan menatap Leeteuk yang masih menutupi mulutnya.
“Jungsoo, kau baik – baik saja kan?”
“Ne” jawab Leeteuk datar.
Heechul melihat sesuatu merembes dari tangan Leeteuk. Cairan merah… darah.
“Jungsoo! Kau… aku akan membawa mu ke rumah sakit!”
“Tidak perlu, nanti yang lain cemas. Cukup rawat aku di dorm. Jebal…”
Leeteuk mengucapkannya dengan nada memohon. Heechul menarik nafas berat lalu mengangguk dan membantu Leeteuk beristirahat di kamarnya.
**
(Backsound : Destiny – Super Junior M)

Apa kau tidak percaya pada ku?
Kenapa kau sembunyikan semuanya dari ku?
Aku sekarang tersiksa karena kehilangan mu…
Selamanya kau akan selalu berada diantara kami…

Super Junior M sudah selesai dengan tour – tournya. Hari ini adalah jadwal kepulangan mereka ke Seoul dan kembali ke dorm. Henry dan Zhoumi ikut serta bersama mereka. Karena ada banyak urusan yang harus diselesaikan di Seoul. Dan mereka ber – 7 kini sudah sampai didepan dorm Super Junior.
Hangeng menekan belnya, namun tidak ada satupun yang membukakan pintu dorm. Kyuhyun sudah berkali – kali menghela nafas kesalnya. Mereka sangat lelah.
“Hyuuunggg~ woooyy hyuunngg~” teriak Kyuhyun putus asa.
“Apa ada yang bawa cardlock dorm?” tanya Hangeng penuh harap.
“Aha! Aku punya cardlock! Sampai lupa Hhee…” Donghae tersenyum disambut tatapan kesal yang lain, bagaimanapun juga mereka sudah nyaris satu jam berdiri didepan dorm itu.
“Dasar pikun! Kenapa tidak bilang dari tadi coba??” runtuk Kyuhyun kesal.
“Sudahlah” Zhoumi tersenyum sambil menepuk bahu Kyuhyun.
Mereka masuk dan menjumpai dorm dalam keadaan sepi sama sekali.
“Kemana ya yang lain?” Siwon meluruskan kaki panjangnya. Otot kakinya terasa sangat pegal. Lalu terdengar teriakan memilukan dari dapur.
“Kyaaa!!! Hyung~!! Gege!! Kulkas kosong!! Kita makan apaaaaa??”
Hangeng langsung kedapur untuk menenangkan Henry. Kyuhyun, Donghae dan Ryeowook berlari kedapur untuk memastikan hal itu sedangkan Zhoumi mengikuti jejak Siwon, meluruskan kaki panjangnya itu. Hampir saja Kyuhyun mengeluarkan tanduk dan aura merahnya, namun tiba – tiba saja pintu kamar terbuka.
“Welcome to our home~”
Ucap Leeteuk sambil memegang kue tart besar. Semua member Super Junior menyambut kedatangan mereka ber – 7. Bahkan Eunhyuk, Kangin dan Sungmin membantu untuk mengeluarkan makanan dari dalam kamar.
“Hyung!! Aku pikir aku akan mati!” Henry langsung duduk saat makanan berdatangan.
Mereka pun tertawa dan berbagi cerita untuk melepas kerinduan. Hangeng tersenyum menatap saudaranya itu satu per satu. Kemudian ia berdiri, semua member menatapnya heran.
“Ada apa?”
“Aku tiba – tiba saja merasa sangat merindukan kalian. Aku ingin memeluk kalian satu per satu. Boleh kan?” tanya Hangeng dengan matanya yang sendu.
Semua member saling padang lalu berdiri dan mengangguk tersenyum. Hangeng memeluk mereka satu per satu dengan air mata mengalir dikedua pipinya dengan deras. Ia tahu ini adalah hal terberat dalam hidupnya. Ia sangat tidak ingin meninggalkan saudara – saudaranya namun dia juga sudah tidak sanggup lagi berada terus disana. Tubuhnya semakin hari semakin tersiksa. Ia tidak bisa terus begini.
“Ge, jangan menangis begitu!” Henry menatap Hangeng dengan senyuman manisnya.
“Hyung, aku sangaaat menyayangi mu hyung” Kyuhyun tersenyum tulus, bukan senyum evilnya yang biasa dan hal ini membuat semua member terkejut melihatnya.
“Ge, terimakasih ya kamus dan dukungannya. Kalau tidak ada Han gege, mungkin aku sudah menyerah sejak lama” Ryeowook tersenyum. Hangeng semakin meneteskan air matanya.
“Han, jangan cengeng begitu didepan yang lain! Kau ini!” Heechul pura – pura memarahinya lalu dihadiahi pelukan hangat dari Hangeng.
“Hyung, terimakasih mengajari ku menjadi seorang leader yang baik” kali ini Hangeng menatap Leeteuk yang tersenyum simpul sambil memeluk Hangeng.
“Kau tahu? Nasi goreng mu itu lho! Tidak ada tandingannya!” Kangin tertawa bahagia.
“Betul hyung! Kau baik sekali, untuk ku selalu dua porsi” Shindong tertawa bahagia.
“Hanya hyung yang tidak menganggap ku aneh” sahut Yesung.
“Hyung, aku juga sangat menyayangi mu. Aku senang karena setiap pagi ada yang menemani ku untuk latihan material art *semacam beladiri*” Sungmin memeluk Hangeng dengan tulus.
“Hangeng gege! Aku berterimakasih atas semua dukungan dan nasehat gege saat aku rapuh” Donghae ikut meneteskan air matanya. Dan kini memang terlihat jelas kalau mata mereka mulai berkaca – kaca dan merah.
“Hyung~ aku senang berdiskusi soal dance dengan hyung. Ide hyung selalu ok!” Eunhyuk pun memeluk Hangeng dengan air matanya. Kemudian pintu dorm terbuka, tampaklah Kibum yang rupanya sedang berkunjung usai shooting dramanya.
“Ada apa ya?” tanyanya bingung.
“Kibum – ssi!” teriak Hangeng lalu memeluknya erat.
“Ge? Waeyo?” Kibum masih kebingungan.
“Sudahlah, mungkin ini efek karena dia terlalu lama di China sana! Akhirnya dia merindukan kita juga Hhaaa…” Heechul membuat suasana mencair dengan sendirinya.
Semua hanya mengangguk dan tersenyum sambil kembali menikmati makanan dihadapan mereka semua.
**
Hari yang tidak diinginkan itu pun tiba. Air mata kepedihan mengalir deras dari mata namja – namja itu. Bahkan beberapa diantara mereka sampai tidak bisa berhenti menangis.
“Gege… Ada apa sebenarnya?” tanya Donghae disela – sela isak tangisnya.
“Ge…” Henry terlihat sangat rapuh.
Hangeng hanya mengukir senyuman ditengah deras air matanya yang terus jatuh tiada henti. Ke – 14 namja itu menatap Hangeng dengan mata yang merah, sembab dan penuh dengan air mata. Hangeng sendiri tidak berkata apa – apa, dia hanya menyeret kopernya dari dorm Super Junior. Leeteuk menatapnya seolah kehilangan energy.
“Han… bisakah…”
“Hyung, duibuqi (maaf)” sahut Hangeng dengan lirih.
Leeteuk menahan air matanya. Ia berusaha mengukir senyuman diwajah lelahnya.
“Tidak bisakah kau pikirkan ulang Han?”
“Hyung… ku harap kalian semua mengerti. Aku tidak bisa terus begini. Aku menyayangi kalian dan tidak ingin berpisah dengan kalian. Sangat berat untuk ku. Namun keadaan memaksa ku” jelas Hangeng dengan air matanya.
Heechul menatapnya dengan marah, kesal, kecewa dan sedih. Hangeng mendekatinya lalu memeluknya dengan erat.
“Berhenti menangis Chulie. Aku akan selalu ada dihati kalian selama kalian masih menganggap ku berarti”
“Han… selamanya kau adalah si no. 3… Hankyung Super Junior no. 3” bisik Leeteuk lirih.
“Ge… Kau sangat tega… setelah nomor 12 kosong, sekarang nomor 3 juga hilang. Aku memang seorang magnae evil yang seenaknya! Tapi aku juga punya perasaan! Aku sudah terbiasa dengan formasi 13 ini! Aku sudah terbiasa dengan Super Junior M dengan 7 member! Aku sudah terbiasa bersama Hankyung sang leader Super Junior M dan salah satu dari empat dancer utama! Aku selamanya ingin menjadi Kyuhyun si nomor 13!”
“CHO KYUHYUN!” semua terkejut karena Leeteuk tiba – tiba saja membentak Kyuhyun.
“Hyung aku…”
“Diamlah!”
Kyuhyun diam. Ia tidak berani membantah Leeteuk yang tampak sedang tertekan itu.
“Hangeng. Ingatlah satu hal. Selamanya kau adalah bagian dari kami. Jika aku bisa memutar ulang waktu, aku ingin berada disisi mu menopang semua masalah mu dibahu ku. Aku memang leader yang tidak berguna. Aku bahkan tidak tahu kalau kau sangat menderita”
“Hyung… Ini bukan salah siapa – siapa. Ku mohon… Jangan buat aku lebih berat dari ini”
Leeteuk mengangguk sebagai tanda mengerti. Akhirnya mereka melepaskan kepergian Hangeng dengan berat dan air mata. Itulah hari dimana sebuah kehilangan besar dalam sejarah perjalanan Super Junior. Dimana seorang Hangeng atau Hankyung resmi keluar dari group dan mungkin tidak akan kembali.
**
Sudah dua minggu berlalu sejak hari dimana Hangeng pergi. Donghae dan Kyuhyun demam tinggi. Henry tidak pernah berhenti menangis setiap ia melihat sesuatu yang berhubungan dengan Hangeng. Keadaan semua member saat itu benar – benar tertekan.
“Apa kalian marah dengan Han gege?” tanya Kibum dalam sebuah kesempatan berkumpul mereka di drom. Meski Kibum sudah tidak bersama untuk mengurus album dan semacamnya, ia rutin mengunjuingi dorm Super Junior begitu juga dengan Kangin ditengah kesibukannya dalam masa wamil. Tidak ada yang menjawab satu pun.
“Sebenarnya kamus mandarin itu Gege yang buat. Ia mendatangi ku ditempat shooting untuk menanyakan soal bahasa Inggris dalam proses pembuatan kamus itu untuk Henry yang tidak begitu fasih bahasa Korea dan Mandarin” Kibum menjelaskan dengan pelan.
“Ge juga membuatnya satu malam penuh untuk kalian. Aku memintanya untuk istirahat, ia hanya tersenyum sambil menjawab dengan lembut bahwa ia tidak mengantuk dan ingin menyelesaikan yang terbaik untuk kalian. Padahal aku melihatnya berkali – kali menguap. Bahkan matanya berair saat ia menahan kantuknya” Zhoumi melanjutkan sambil menghela nafas berat, matanya mulai berkaca – kaca.
“Hankyung hyung~” lirih Donghae dalam tidurnya. Ia masih demam tinggi. Disamping tempat tidurnya terbaring Kyuhyun. Mereka berdua ditempatkan dalam satu kamar dengan empat tempat tidur. Hal ini dikarenakan Leeteuk bersikeras untuk mengawasi kesehatan mereka dibantu dengan Ryeowook dan yang lainnya.
“Ge… Jangan pergi… hikss…” Kyuhyun pun mengigau dan menagis. Air mata mengalir dikedua ujung matanya. Leeteuk tidak bisa melihat hal ini, ia benar – benar merasa bersalah. Ia memukulkan tangannya ke tembok dan membuat bunyi yang keras. Tangannya memerah.
“Aku tidak pantas menjadi seorang leader sekaligus hyung kalian! Aku tidak berguna! Aku tidak bisa menjaga kalian dengan benar! Aku sama sekali tidak bisa memperhatikan kalian sekaligus. Aku bahkan tidak tahu Han memiliki masalah seperti itu. Aku bahkan pernah membuat Kyuhyun nyaris mati! Aku tidak pantas menjadi seorang leader. Ku mohon! Hukum aku! Aku terlalu bodoh! Aku benar – benar tidak pantas!”
Leeteuk benar – benar putus asa. Eunhyuk dan Ryeowook menangis, mereka berdua berusaha menenangkan Leeteuk dan memeluk hyungnya itu.
“Hyung… hikss… sudahlah hyung…” ucap Eunhyuk disela isak tangisnya.
“Kau tidak sepenuhnya bersalah Jungsoo. Aku juga bukan hyung yang baik. Padahal aku ini seharusnya bisa membantu mu. Jeongmal mianhamnida” Heechul menahan air matanya dengan tissue. Sementara yang lain tidak bisa mengatakan apapun karena mereka menahan air matanya. Mereka tidak ingin menambah beban Leeteuk.
“Tuhan selalu memiliki jalan yang baik. Mungkin kedepannya kita bisa berkumpul bersama lagi sambil tersenyum dan tertawa satu sama lain. Mungkin saat ini bukan masa yang tepat hyung” ucap Siwon dengan lembut.
“Aku harus bagaimana untuk menebus dosa ku??” Leeteuk kembali bicara dengan nada yang lirih dan tertekan. Tampaknya ia sudah mulai rapuh kali ini.
“Hyung, kau pernah bilang kalau Super Junior itu satu. Super Junior itu abadi. Super Junior itu akan selalu ada. Super Junior akan selalu bersama. Percayalah hyung kalau setiap perkataan malaikat seperti mu adalah doa” Shindong akhirnya bicara meski ia harus susah payah menahan air matanya agar tidak jatuh.
Mereka pun memutuskan untuk menjaga satu sama lain dan tidak terlalu membabankan Leeteuk. Mereka berjanji akan saling menopang satu sama lain. Mereka akan berjuang untuk menjadi Super Junior yang kuat. Super Junior yang bisa dicontoh oleh E.L.F.
–END–

Mian ya kalau ceritanya gag nyambung + jelek…
Aku juga gag tau kenapa tiba – tiba kepikiran cerita kayak gini… Mianhae…
Dont bashing me, please!

-Kim Seoyeon-

18 comments

  1. NurulJ2R · December 4, 2011

    bagusss…
    jadi meneteskan air mata nih…

  2. kyuwon · December 4, 2011

    ceritanya bagus banget thor..,,,
    menyentuh banget,,. sampe air mata aq keluar ne,…T_T

    tapi kebanyakan sedih’a,,.. klo boleh ada yg ceria+ketawa’a..,,pasti lebih seru..
    leeteuk oppa gak boleh ky gitu,,.. selamanya oppa adalah leader yang baik buat para donsaeng’a….,,,

  3. sparkyu_mutmut · December 7, 2011

    author tanggung jawab!!! ak nangis deres (?) nihh..
    Han gege and Bum oppa, miss you so much,, KangIn oppa and Heenim oppa cepetan balik ya!!! kmi sayang dan sangat merindukan kalian br4.. :’)
    sumpah gara” baca FF ni ak jd galau mikirin ap yg bakal trjdi setelah SS4 brakhir..

  4. Sparkyu22 · December 14, 2011

    hikz…hikz…hikz
    sedih banget,,
    aku udh baca 3 kali dan selalu nangis,,
    hikz…hikz…hikz

  5. Viechubby love hyukie · December 23, 2011

    Tersentuh bgt pas kyuhyun manggil gege, brsa low aku da diantar mereka… Nangis nie author, tanggung jawab loh… Author daebak…!

  6. WuLan_LoveGameKyu · February 24, 2012

    Han oppa kembalilah k super junior…
    Entah itu mungkin/tdk q berharap suatu saat q bs mlht kalian ber13 dan ber15 berdiri d panggung yang sama sebagai SUPERR JUNIOR!!

  7. Eunji Choi · March 2, 2012

    Han Gege oppaaaaaaT.T miss yo oppaaaa~T.T
    Huweeeeee~~~~~ TT_TT
    yang Mau baca ni FF musti sdiain tissueT.T

  8. fariya azzuri rahman · June 18, 2012

    AUTHOR DAEBAK!!!

    Aq sampe nangis nih! Meskipun aq bru bca…

  9. yenibabykyu · July 2, 2012

    author harus tanggung jawab!
    nangis deh bacanya T.T

  10. F.A · November 17, 2012

    Yaampun thor T_T banjir nih.. Jadi inget leeteuk, heechul & kang in yg lagi wamil nih T.T aaaaa *nangisdipelukankyu*

  11. Fitri Angelself · December 9, 2012

    Terharu.. T.T
    Jd kangen teukie oppa yg lg wamil..
    Ff.a daebak thor,, skses bwt saya nangis..

  12. Ananda · December 21, 2012

    Gila nie cerita!!
    Sedih banget.. Jujur aja aku nangis waktu baca’a!! ;-(;-(
    kapan2 bikin cerita sedih tentang suju KRY ya..😉

  13. han_miiu · January 5, 2013

    Keren bgd nih ff,
    feel nya dapet, smpe nangis gini
    hiks.,hiks.,hiks..

  14. Lee Hyerin · January 9, 2013

    daebak bngt thor !!
    aku nangis bacanya😦
    tai ceritanya keren abis

    • Lee Hyerin · January 9, 2013

      mianhae maksud aku , Tapi ceritanya keren abis
      mianhae ya salah nulis

  15. YeonAh Park · June 17, 2013

    banjir air mata. Kangen liat masa-masa mereka bersama. Han gege, kibum oppa, pengen deh liat kalian berdiri lg dipanggung yg sama dg member lain.

  16. hanwulchi · August 10, 2013

    super junior akan selamanya 15 tidak akan pernah kurang dan tidak akan pernah lebih

  17. Dini Agustin · May 27, 2014

    Hiks hiks admin sukses bikin air mata jatuh nih hiks hiks Leeteuk oppa adalah Leader yang terbaik dan malaikat bagi member super junior dan ELF jangan ngomong kayak gitu Leeteuk oppa hiks hiks sedih waktu hangeng pergi hiks

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s