[Part 1] Snow Angel

Title                 : Snow Angel

Author             : Ichen Aoi

Request by      : Dinda Putri

Cast                 : Jung Jessica, Lee Donghae, Choi Siwon

Other cast        : Temukan sendiri dalam fanfiction ini.

 

Aku akan menunggu mu…

Jika kelak kau akan menjadi bintang, izinkan aku untuk meraih mu…

Jangan pernah pergi dan berpaling…

Karena aku akan selalu ada disini untuk mu…

Snow Angel

By Ichen Aoi

Matahari sudah mengintip dibalik tirai. Namun namja itu masih saja terlelap diatas tempat tidurnya, entah sudah berapa ‘pulau’ yang sudah ia buat malam ini. Suasana kamarnya sangat – sangat berantakan. Bantal guling tergeletak dilantai, selimut sudah menggulung asal dibawah kakinya. Namja itu tidur memakai kaos singlet putih dan celana boxer abu – abu, benar – benar penampilan seadanya.

[IRONASEYO~ INRONASEYOOOOO~]

Lengkingan yang berasal dari jam alarm iPhone putih metalik itu sukses membangunkan namja yang tengah berselancar didunia mimpinya.

*bruk!*

Ia jatuh kelantai dan sibuk mengusap pinggangnya yang kini terasa sakit. Ia meraih iPhone’nya lalu membantingnya di tempat tidur dan mengutuknya dengan sumpah serapah.

“Sial! Seharusnya aku tidak meminjamkannya pada Hyukjae! Apa jadinya?! Suara cemprengnya sukses membuat ku jungkir balik dari tempat tidur!”

Ia langsung melirik jam dinding dan membulatkan matanya dengan shock.

“Aigoo~ mata kuliah Heechul sonsaengnim!! Bisa mati aku!”

Secepat kilat ia menuju kamar mandi lalu mencuci mukanya, menggosok giginya, meraih jeansnya asal dan yang terakhir meraih kaos biru tua beserta mantel bulunya. Mengingat udara diluar sudah mulai mendingin yang berarti sebentar lagi musim dingin akan segera menjejakkan butiran saljunya di Seoul.

***

“Hei namja Mokpo!”

Seseorang menepuk bahunya dan menunjukkan senyumannya yang lebar. Disekelilingnya tampak banyak mahasiswa tengah lalu lalang dan bertindak sesuai dengan jadwal mereka masing – masing.

“Hyukjae! Siapa yang menyuruh mu mengganti nada alarm HP ku?!”

“hHaa… lagian mana ada seorang mahasiswa memasang alarm dengan lagu seperti itu? Tiga beruang! hHaa…”

*bruk!*

Sebuah buku mendarat dikepala Eunhyuk dan suskses membuat namja itu meringis kesakitan. Namun keduanya menoleh untuk melihat si pelaku kekerasan itu.

“Donghae, kau dikerjai oleh kunyuk ini lagi?”

“Kangin hyeong! Dia mengganti alarm ku dengan suara cemprengnya yang tidak karuan!”

Donghae langsung mengadu pada Kangin yang dengan segera menghadiahi Eunhyuk sebuah gendongan lalu Eunhyuk diangkatnya dan didudukan diatas pagar gerbang kampus kemudian meninggalkannya begitu saja.

“Andwaeee!! Kangin hyeong!!”

Donghae dan Kangin hanya tertawa melihat Eunhyuk yang turun dengan susah payah. Mereka kembali melangkah menuju pusat informasi kampus. Ada sebuah selebaran yang terpampang disana.

Daftar Majalah Bulanan Yang Siap Dipesan :

  1. Trendy Fashion
  2. Update Movie

“Kau mau pesan?” Kangin melirik ke arah Donghae yang sibuk membaca tata cara pemesanan. Kemudian ia menggeleng pelan, “Aku hanya heran kenapa mereka perlu membeli majalah semacam ini”

Kangin tertawa lalu melirik ke arah Donghae dengan tatapan seolah hoobaenya itu berasal dari dunia lain yang tidak terjangkau teknologi.

“Kau pasti tidak tahu kalau ada model pendatang baru yang sedang dibicarakan saat ini”

Donghae menggeleng lalu berfikir sejenak dan ia tersenyum.

“Seseorang pasti tahu akan hal ini!” ia tersenyum penuh arti.

Benar saja, Eunhyuk, yang rupanya telah berhasil turun datang berlarian sambil memegang sesuatu ditangan kanannya.

“Hyeong! Ikan! Lihat ini!”

***

“Ya! Bagus! Bagus! Agak merapat! Ok!”

Suara produser terdengar begitu lantang ditengah kebisingan dan cahaya blitz kamera yang menyilaukan. Beberapa pengunjung mall malah sibuk mengambil gambar model yang tengah bergerak dibawah perintah produser. Beberapa crew kamera beserta crew pencahayaan sibuk mengambil angle yang tepat.

“Bagus! Istirahat!”

Lagi – lagi teriakannya begitu lantang dan tegas. Namun sebenarnya diluar itu semua Mr. Shin merupakan orang yang menyenangkan dan mudah berbagi.

“Ayo sini! Perbaiki make up mu”

Yeoja berpenampilan eksentrik ini adalah penata rias pribadi model wanita yang tengah naik daun itu dan kini melangkahkan kakinya dengan tatapan lelahnya. Sapaan fans merambah disekitarnya dan membuatnya terpaksa harus melemparkan senyumnya yang agak aneh karena lelah. Ia menghenyakkan tubuhnya diatas bangku yang sudah disediakan lalu menghela nafas berat dan meraih botol minuman mineral yang disediakan crew itu.

“Mana dia?” Tanya yeoja itu dengan nada yang agak malas.

Ini sudah beberapa kalinya ia harus datang sendirian ke tempat pembuatan iklan tanpa lawan mainnya dalam iklan itu. Semua karena namja itu sibuk membintangi sebuah drama.

“Siwon? Katanya hari ini dia datang kok”

“Eonnii~ dia membuat ku harus bekerja berulang kali. Tubuh ku rasanya mau remuk”

“Hhaaa… tenang saja, hari ini dia pasti datang. Kalau tidak, Mr. Shin akan menyeretnya langsung dari lokasi syuting”

Model itu hanya tersenyum lemah lalu kembali menatap dirinya dicermin kecil. Wajahnya tampak pucat. Yeoja ini diibaratkan seperti lukisan yang indah. Wajahnya yang kecil dan rambut lurusnya yang tergerai indah. Bulu matanya yang lentik, bola matanya yang agak kecoklatan dan bentuk tubuhnya yang ramping dengan kaki yang jenjang membuat kecantikannya begitu sempurna. Ia bahkan kerap mendapatkan tawaran – tawaran dari pihak televisi untuk membintangi sebuah drama bersama deretan artis papan atas, hanya saja dia selalu menolaknya dengan alasan belum siap acting.

“Annyeong yeorobeun~”

Namja tampan dengan tubuh sixpack ideal itu memang layak menjadi seorang artis multi talenta. Ia datang sambil menyapa semua crew lalu menghampiri Mr. Shin.

“Shindong hyeong, mianhaeyo~”

“Siwon Choi! Kau membuat semua menunggu ckckckck”

Mr. Shin memberikan kode dengan matanya. Siwon menoleh kebelakang dan mendapati Jessica, model cantik itu, sedang menatapnya dengan kesal.

“Hyeong, aku rasa aku harus minta maaf!”

Mr. Shin melambaikan tangannya pada Siwon, menyuruhnya pergi, kemudian ia kembali sibuk menempatkan para crewnya ke posisi yang seharusnya.

“Annyeong, jeongmal mianhamnida”

“Gwaenchanayo!”

Jessica sama sekali tidak menatap Siwon, ia hanya focus pada cermin dihadapannya. Siwon membalikkan tubuh yeoja itu dengan menarik bahunya.

“Jessica, kan? Jung Jessica?”

“Nde. Siwon Choi!”

Jessica menatap Siwon dengan malas. Ia sedang tidak mood hari ini. Yang dia butuhkan hanya istirahat mengingat jadwal yang terus menghujaninya tiada henti. Ia makin menghenyakkan tubuhnya ke kursi lembut itu.

“Ok! Kita baru sekali ini bertemu, sedangkan sebelum-sebelumnya foto-foto kita hanya diedit agar terlihat bersamaan kan? Tapi sekarang aku datang. Jadi maaf kan aku”

Siwon masih mempertahankan senyumannya. Jessica mendelik kearahnya lalu kembali menatap seisi mall yang tengah sibuk itu. Beberapa pengunjung menyapanya dan membuatnya harus tersenyum. Bahkan ada yang terang – terangan mengambil fotonya bersama Siwon.

“Aku tidak mau terlihat dekat dengan mu!”

“Alasannya??”

“Ini pertamakalinya kita bekerja dalam satu tempat yang sama. Dan aku tidak ingin dianggap kedekatan sementara ini untuk menaikkan popularitas ku”

Jessica menghela nafas aneh, ia sama sekali tidak meyakini setiap ucapannya sendiri. Ia tahu kalau Siwon sangat baik, namun entah kenapa seperti ada yang mengganggu pikirannya.

Tiba – tiba ia mendengar suara seseorang tertawa. Ternyata Mr. Shin mendengar percakapan mereka sejak tadi. Siwon dan Jessica menatap mereka dengan heran kemudian Mr. Shin menepuk bahu Siwon dengan senyuman lebar.

“Itu semua salah mu Mr. Choi! Nona ini jadi kesal pada mu. Tapi kelihatannya kalian sangat serasi dan sangat pas menjadi model fashion couple bulan ini. Salju… Itu kan romantis sekali. Dan kalian tampak seperti lukisan dan juga menarik perhatian pengunjung. Lihatlah!”

Mr. Shin menunjuk sekelilingnya. Siwon dan Jessica ikut menatap sekitarnya, ternyata sudah banyak fans yang mengambil gambar. Saat menyadari keduanya menoleh, para penggemar itu langsung melemparkan senyum dan menyapa keduanya. Mereka membalasnya dengan anggukan dan senyuman.

***

Kata – kata Eunhyuk masih terngiang didalam pikiran Donghae. Ia kembali mengingat wajah yang tergambar jelas dimajalah yang ditunjukkan oleh Eunhyuk tadi pagi. Dan itu sukses membuatnya tidak bisa tidur malam ini.

Ia sudah merubah posisi tidurnya beberapa kali. Sayangnya, matanya belum juga terpejam sampai saat ini.wajah itu sangat dikenalnya dengan sangat baik. Namun ia rasanya agak enggan mengakuinya. Bukan karena malu, tapi lebih kepada rasa rindu dan tidak percaya.

Ia yakin yeoja itu akan menjadi bintang, namun ia tidak percaya kalau yeoja itu sama sekali tidak mengabarinya apalagi sampai melupakannya seperti ini.

“Jung Jessica… Apa benar dia Jung Jessica yang dulu?”

Donghae benar – benar putus asa. Ia langsung beranjak dari tempat tidurnya dan meraih tas ransel yang dipakainya untuk kuliah tadi. Ia mengeluarkan majalah yang dipinjamnya dari Eunhyuk itu lalu kembali membuka halaman tengah.

Disana jelas sekali terpampang wajah nan cantik itu. Dan senyumannya yang masih ia ingat sama seperti dulu. Senyuman dengan penuh kehangatan.

“Jessica – a~” lirihnya tiba – tiba.

Ia membaca halaman itu dengan teliti dan ia menemukan hal yang cukup mengejutkan serta menarik perhatiannya. Sebuah konferensi pers dan jumpa fans.

Pers Conference and Fan Meet

Guest star        : Choi Siwon and Jung Jessica

Place                : 63 Building, 59th Floor at Walking To The Cloud International Restourant

Time                : 7 PM until 10 PM

Dresscode       : Blue and Black

Donghae memandanginya dengan serius lalu ia menemukan sebuah ide. Ia meraih iPhone putih metaliknya lalu segera menghubungi nomor Eunhyuk.

“Hei Hyuk!” / “Oh kau!”

“Kenapa nada mu terdengar malas begitu?” / “Aku ngantuk Hae, kau tidak lihat jam?”

Donghae melirik jam dimejanya. Sudah lewat tengah malam rupanya. Donghae langsung tersenyum miris menyadari kebodohannya. Sementara diseberang sana terdengar kalau Eunhyuk sedang menguap lebar – lebar.

“Aku mau kau menemani ku ketempat konferensi pers!” / “Selarut ini?”

“Bukan, tempat euhm.. Jessica mu itu” / “WOW! Kau mau datang?”

“Ya begitulah” / “Aku akan menemani mu dengan senang hati. Kalau begitu sekarang waktunya tidur. Annyeong!”

*klik!*

Donghae memandangi iPhonenya dengan kesal. Eunhyuk sudah memutus jaringan teleponnya padahal dia belum sempat bicara soal masalah dress code. Kadang anak itu bisa dua kali lipat lebih menyebalkan daripada sepuluh ekor monyet hutan sekalipun, gerutu Donghae sambil mendengus kesal.

***

Seperti yang direncanakan. Hari ini Eunhyuk mau tidak mau harus dan wajib menemani Donghae ke acara konferensi pers yang dilaksanakan oleh sebuah perusahaan majalah fashion besar untuk mengumumkan icon couple mereka di musim dingin yang sebentar lagi akan tiba itu.

Dan beruntungnya adalah, Eunhyuk sama sekali tidak menolak ketika Donghae dengan terpaksa harus membelikannya tiket untuk masuk kedalam acara itu.

“Aku seperti tertipu!” desis Donghae kesal sambil memandangi isi dompetnya yang kini hanya tinggal dua lembar won. Sementara itu Eunhyuk sibuk menyodorkan tiketnya pada sang penjaga sambil memamerkan senyumnya.

Mereka berdua pun diizinkan masuk kedalam sebuah hall besar yang sudah didekorasi sedemikian rupa. Para wartawan yang ingin mengambil sesi tanya jawab diperkenankan duduk dibarisan paling depan, sedangkan dibagian tengah diperuntukan untuk fans. Lalu di sisi belakang di peruntukkan bagi para cameramen yang ingin mengambil gambar. Selain itu ada satu deretan kursi paling depan untuk tamu khusus undangan. Dan ditengah sekumpulan kursi itu ada jalan setapak yang mengarah kearah panggung.

“Tampaknya acara ini sangat special” bisik Donghae.

“Tentu saja! Bahkan yeodongsaeng ku, meminta ku untuk mengambil gambar serta tanda tangan mereka. Aku sih tidak tahu dengan pasti, tapi yang jelas aku menyukai model cantik itu”

Donghae hanya mencibir saat mendengar ucapan Eunhyuk yang ternyata tidak tahu apa – apa itu.

Selang beberapa saat kemudian, ruangan itu sudah penuh dan beberapa orang usah menduduki kursi diatas panggung yang menghadap kearah audience.

“Terimakasih atas kedatangan para tamu undangan, media pers dan para fans. Saya sengaja membuat acara pers conference ini untuk mengumumkan new icon couple kami. Silahkan!”

Namja paruh baya itu menunjuk kearah tirai belakang para pengunjung yang ternyata adalah sebuah pintu yang bersatu kedalam ruangan lain.

Seorang namja berjas dengan warna biru tua beludru tampak menggandeng seorang yeoja cantik yang menggenakan warna gaun yang senada. Mereka benar – benar tampak sempurna malam itu.

Keduanya tersenyum dan melambaikan tangan, menyapa para tamu yang hadir. Blitz kamera sudah menghujani sejak tadi. Mereka melangkah dengan serasi menuju dua kursi kosong yang tersisa diatas panggung.

Kini keduanya tengah duduk dan melemparkan senyumnya. Sedangkan tatapan mata Donghae tidak pernah terlepas dari wajah yeoja itu.

“Tidak mungkin…” bisiknya parau.

Eunhyuk sama sekali tidak menyadari perubahan sahabatnya itu. Ia sibuk bertepuk tangan bersama puluhan fans lainnya.

“Ya, silahkan!” namja yang merupakan pemilik perusahaan fashion & majalan itu mempersilahkan pasangan tadi untuk memperkenalkan diri mereka masing – masing.

“Annyeonghaseyo, Choi Siwon imnida”

Siwon memamerkan senyuman manisnya yang membuat wajahnya dua kali lipat menjadi lebih tampan dari sebelumnya.

“Annyeonghaseyo, Jung Jessica imnida”

Jessica mengikuti apa yang dilakukan oleh Siwon, tersenyum kepada semua yang hadir disana. Lalu sang pemilik perusahaan itu kembali mengambil bagian dalam pembicaraan.

Donghae masih sibuk melamun sambil memandangi Jessica dengan tidak percaya. Semua ucapan – ucapan yang disampaikan selanjutnya dalam konferensi pers situ seolah menghilang dari pendengarannya. Hanya satu kalimat yang sempat ditangkapnya.

“… Mereka adalah icon couple kami yang baru. Sangat serasi, tampan dan cantik seperti lukisan…”

Donghae bisa merasakan hatinya terasa berdenyut sakit. Ia menarik nafasnya dalam – dalam lalu kembali mencoba fokus pada acara itu. Namun ia tetap tidak bisa. Semuanya terasa begitu gelap baginya.

***

Mobil hitam yang tampak mahal itu berhenti disebuah apartemen. Seorang yeoja keluar dari dalam mobil itu lalu menutup pintunya dengan perlahan.

“Gomawo” ucapnya pelan sebelum berbalik untuk masuk kedalam mobilnya.

“Jangan sungkan begitu Jessica – a”

Siwon tertawa kecil dan ramah mendengar ada nada kecanggungan dalam suara Jessica. Jessica hanya diam sambil menatapnya datar lalu mengangguk dan berbalik pergi memasuki apartemennya. Siwon pun meng-gas mobilnya untuk segera pergi meninggalkan area itu.

*cklek*

Pintu apartemennya terbuka usai Jessica memasukkan serangkaian angka numblock disana. Ia melepas high heelsnya lalu langsung berjalan menuju dapurnya. Ia membuka kulkas dan mengambil satu botol mini minuman dingin. Ia menatap lurus kedepan, mencari apa yang sebenarnya sedang ia pikirkan.

Tanpa sadar ia sudah menghabiskan satu botol air itu. Lalu ia kembali melangkahkan kakinya menuju tempat tidurnya. Apartemennya bisa dibilang sangatlah sederhana. Hanya sebuah ruangan lumayan besar yang lengkap dengan tempat tidur beserta televisi dan perlengkapan lainnya. Juga lemari dan meja rias. Tempat tidurnya sengaja ia letakkan di sisi paling pojok tepat disamping jendela besar. Bahkan ketika ia berbaring, ia bisa melihat langit.

Dan beberapa meter dari pintu masuk, ia tempatkan sofa disana. Pembatasnya hanyalah sebuah lemari pakaian. Ruangan itu dilengkapi dengan kamar mandi dan sebuah dapur. Namun semuanya tetap terlihat nyaman mengingat semua dekorasi tata letak barang – barang ini didesign langsung oleh Mrs. Jung yang dulunya merupakan ahli dekorasi. Sesekali ia menghela nafas berat.

“Ada sesuatu yang salah…” bisiknya pelan.

Ia mencoba memejamkan matanya dengan perlahan. Dan berharap hari esok akan lebih baik, meski ia tahu kalau hal itu masih akan sangat membuatnya kelelahan.

***

11 comments

  1. putput dinda · December 25, 2011

    Wwaaah .. Gomawo oennie FFnya , ini ff part ya ? Di tunggu looh part selanjut nya ..

  2. sarahae · December 30, 2011

    HaeSica jjang !!!

  3. Liah gorjess · January 14, 2012

    Haesica Vs. Wonsica bukan ya?
    Ada apakah dg haesica?kkk~
    Meskipun bnyak yg menanti haesica, harapanku semoga ada wonsica moment nya aja dah..
    ^0^/
    next part ditunggu chingu😀

  4. Jung ryemi · April 1, 2012

    Aaaaaaa kerennya …..
    Si ikan mokpo kenapa tuh??
    Ahhh jadi penasaran
    Di tunggu Next chapt. Nya
    Oiia salam kenal aq readers baru di sini

  5. Chara · May 6, 2012

    I Like this very much!

  6. HaeSica Shipper · June 18, 2012

    ikan jangan marah dooonk.. ama mr.choi… rebut terus ikan ice princessmu! GO IKAN MOKPO :p

  7. Chingu ga ad lanjutaannya nih?atau msh blm ada😦

  8. Swarani Mustika · April 4, 2013

    author ini masih dilanjut kan ?😦

  9. Adel Gameli · May 29, 2013

    lanjuT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!pleaseeee

  10. rytazza · January 24, 2015

    keren ff nya.. aku suka…
    kayaknya donghae beneran patah hati. emang jessica siapanya donghae sih? terus apa siwon tau donghae juga?

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s