Love From Heaven [Part 3]

Title : Love From Heaven
Author : Ichen Aoi (Kim Seoyeon)
Request from : Fara (leehyura) doLpon_Sic
Cast : Jung Sooyeon Jessica SNSD / Kim Jaejoong DBSK/JYJ
Lee Donghae Super Junior / Stephanie Hwang Tiffany SNSD
Genre : Mistery, Romantic, Angst
Supportcast : Kim JungHoon (prince manager), Super Junior, SNSD

==
Jessica semalaman ini tidak bisa tidur setelah mendengar penjelasan dari Lee ahjumma. Ia sudah beberapa kali merubah posisi tidurnya. Bagaimana pun juga ini merupakan kenyataan yang sedikit membuatnya merasa bersalah.
Ia sama sekali tidak bermaksud untuk mengingatkan Donghae pada masa lalunya. Ia menimbang – nimbang keputusannya besok, apakah ia akan mengajak Donghae pergi bersamanya atau memilih menyelesaikan semuanya sendiri?

Tidak ada pilihan yang tepat dan sesuai untuknya. Ia tidak mungkin melakukannya sendiri, ia butuh bantuan dan butuh tempat bersandar. Namun disisi lain, bersama dengannya hanya akan membuat Donghae semakin mengingat masa lalunya.

-flashback-

“Ahjumma ingin menceritakan apa?”

Jessica menatap wanita paruh baya dihadapannya dengan penuh kekhawatiran dan kecemasan. Mengingat wanita itu seharian ini menatapnya dengan tatapan yang terkesan sedih dan merindukan sesuatu.
“Kau sangat mirip seseorang dalam masalalu putra ku…”
Jessica tersentak mendengarnya. Namun Mrs. Lee masih melanjutkan ucapannya.
“… Dulu ia pernah punya yeoja yang sangat dicintainya dengan sepenuh hati. Dia sangat mirip dengan mu dan namanya pun sama dengan mu. Donghae sangat senang saat tahu yeoja itu akan kembali ke Korea dalam waktu dekat, sayangnya tiga hari setelah mendapatkan kabar bahagia itu… Sebuah kabar buruk terdengar sampai ke telinganya. Yeoja itu meninggal. Sejak itu Donghae jadi lebih pendiam”
Jessica menarik nafas dalam sebelum ia memutuskan untuk mengeluarkan pertanyaan yang kini mengganjal dihatinya.
“Lalu kenapa ahjumma mengizinkan ku tinggal disini?”
“Aku juga menyayangi yeoja itu seperti putri ku. Dari ceritanya, yeoja itu sangat baik dan manis mungkin tidak beda jauh dengan mu. Aku juga tidak ingin kau berkeliaran diluar sana tanpa tempat tinggal. Apa kau mau begitu?”
“Ne?”
“Diluar sana sendirian tanpa tempat tinggal?”
“Aniya!!”
Mrs. Lee tersenyum saat Jessica menjawab dengan pasti. Sedangkan Jessica sendiri membayangkan dirinya diluar sana ditemani cuaca buruk. Bagaimana kalau diluar sana hujan dan dia tidak punya tempat berteduh?
Itu akan jadi hal yang sangat mengerika, pikirnya dengan yakin.
Mrs. Lee beranjak dari duduknya lalu perhatiannya kembali kepada adonan kue dimeja dapur.
“Sica! Ayo kita buat kue lagi!”
“Ne!”
Jessica pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan kembali bergumul dengan tepung – tepung.

-flashback end-

Jessica kembali merubah posisi tidurnya. Ia menatap langit malam yang berhiaskan bintang – bintang.
“Aku memang pernah dengar sih kalau didunia ini ada 7 manusia dengan wajah yang sama. Apa mungkin yeoja itu salah satunya?”
Jessica membentuk kerucut pada bibirnya yang menandakan kalau dia sedang berfikir keras. Namun seperti biasa juga, ia memilih untuk tidur daripada menghabiskan waktunya untuk berfikir.
“Sudahlah! Aku ngantuk!” gerutunya pada diri sendiri.
Ia menarik selimutnya lalu pergi ke dunia mimpinya.
***
Jessica memutuskan untuk melanjutkan pencariannya sendirian. Ia berjalan mengendap – endap menuju pintu depan sambil menjinjing high heelsnya agar langkahnya tidak menimbulkan bunyi.
Sementara itu Donghae yang baru saja keluar dari dapur usai membuat susu hangat untuknya sarapan melihat kejadian ini. Ia bersender pada tiang pintu dapur. Dan Jessica masih belum menyadari kalau ada yang sedang memperhatikannya dari belakang.
Jessica pun telah sampai didepan pintu. Ia memegang kenop pintu itu.
“Ehem!”
“Kyaaa!”
Ia terkejut dan menjatuhkan high heelsnya. Sebenarnnya itu adalah high heels pemberian Mrs. Lee. Jessica datang kerumah itu tanpa membawa apa – apa. Hanya dirinya dan pakaian yang menempel ditubuhnya.
“Kau!” teriak Jessica kesal saat melihat Donghae tertawa karena melihat dirinya yang terkejut tadi. Donghae sampai memegangi perutnya.
“Jangan tertawa!” delik Jessica kesal, diam – diam ia menyesal karena telah mengkhawatirkan namja menyebalkan itu semalaman.
Mrs. Lee baru saja keluar dari kamarnya usai membereskan semua ruangan dirumah itu. Ia menatap kearah Donghae dan Jessica dengan heran. Sedetik kemudian ia tersenyum, menyadari kalau putranya kini sedang tertawa lepas dan bahagia. Tawa yang tidak pernah ditunjukkannya lagi sejak yeoja itu dikabarkan meninggal.
“Kau mau kemana huh?! Hhaaaa…”
“Diam kau ikan! Aku mau melanjutkan pencarian ku!”
Donghae langsung diam dan menatap Jessica dengan heran, terlihat dari alisnya yang berkerut dan menyatu.
“EH? Tumben tidak memaksa ku pergi”
“Karenaa… Karena aku kasihan pada mu. Dan kau selalu saja marah – marah!”
Jessica mengembungkan pipinya sebagai tanda kalau dia sedang kesal. Donghae pun ikutan mendelik sebal.
“Kebetulan, aku mau istirahat dirumah”
“Lee Donghae!”
Langkah kaki Donghae –yang menuju sofa- terhenti saat ia mendengar eommanya memanggilnya dari arah belakang. Ia menoleh dengan ekspresi bertanya.
“Temani Jessica keluar!”
“Heh?”
Donghae agak terkejut dengan perintah eommanya itu. Jessica langsung menggeleng kuat dan menolaknya dengan tegas.
“Aniya! Aku sendirian saja. Gwaenchana!”
“Donghae!”
Kali ini nada suara memperingatkan yang ditunjukkan oleh Mrs. Lee, membuat Donghae mau tidak mau langsung berbalik arah menuju pintu depan. Jessica masih menolak, namun ia langsung membawa yeoja itu keluar.
***
Hari ini mereka berdua sibuk mengeliling kampus tempat Donghae kuliah. Entah kenapa Jessica merasa yakin kalau ia mengenali kampus itu dengan baik. Donghae sejak tadi hanya mengikutinya dengan malas.
Langkah kaki Jessica berhenti didepan sebuah pintu berukiran dengan ukuran yang lumayan besar. Ia memperhatikannya dengan seksama. Yeoja itu berdiri cukup lama. Donghae yang lelah memutuskan untuk duduk di bangku yang tidak jauh dari sana sambil sesekali memperhatikan gerak – gerik Jessica.
Jessica kini menatap kenop pintu itu dengan bimbang. Entah kenapa ia ingin membukanya namun disisi lain ia juga tidak ingin membukanya. Ia belum siap untuk melihat sesuatu yang menarik langkahnya kesana.
“Kau mau masuk?”
Seseorang mengejutkannya. Ini bukan suara Donghae, dengan cepat ia menoleh dan menatap si pemilik suara.
Seorang namja yang sudah pasti lebih tinggi darinya dengan wajah tegas yang entah kenapa bisa terkesan manis itu menatapnya sambil tersenyum. Jessica memandanginya dengan heran.
“Ya! Changmin! Sudah ku bilang kan? Bawa makanan mu sendiri!!”
Seorang namja lain yang sama tampannya sedang melangkah mendekati Jessica dan seorang namja lain yang dipanggil Changmin itu.
“Yoochun hyeong~ aku kan hanya lupa~”
“Lupa?! Lupa kok setiap hari???”
Jessica memandangi kedua namja dihadapannya yang sedang berdebat heboh itu. Beberapa saat kemudian, Yoochun menyadari ada seseorang yang memperhatikan dia dan saengnya itu.
“Kau!” Yoochun tersentak lalu membulatkan matanya saat menyadari kehadiran Jessica. Changmin langsung menyikut lengan Yoochun dan kembali menatap Jessica.
“Kau mau masuk kan? Sejak tadi kau hanya berdiri disini. Silahkan saja, kami biasa berlatih vocal diruang seni ini”
Changmin membuka pintu itu. Entah kenapa jantung Jessica jadi terasa aneh. Ada rasa takut disana. Ia sendiri tidak tahu rasa takut semcam apa yang sedang dirasakannya saat ini.

[Junsu] Jogeum deo gidarida
Kkum sokeul hemaeida (hemaeida~)
Gyeolguk ni aneseo nuneul gameulkkabwa

Alunan piano langsung terdengar begitu pintu itu terbuka.
“Silahkan saja!” Changmin mempersilahkan Jessica masuk lebih dulu.
Donghae menoleh dan mendapati Jessica tengah bersama sunbaenya. Ia sangat mengenal kelima namja itu. Mereka terkenal karena reputasi baik mereka. Mereka juga namja – namja yang akan bersikap lembut kepada siapapun. Namun ia tidak akan pernah bisa bergaul dengan sunbaenya itu. Karena sesuatu hal yang tidak ingin diingatnya saat ini.
“Hufh”
Donghae menghela nafas pasrah. Ia akan menunggu Jessica keluar dari ruangan yang merupakan ruangan seni itu. Ia memilih untuk tetap diam disana.

Sementara itu Jessica menatap kedepan dengan takjub. Ia muncul dari pintu atas. Ruang seni ini lebih mirip dengan ruangan pentas musical pada umumnya. Deretan kursi yang membentuk tangga dan sebuah panggung yang terletak dibawah sana. Sebuah stadion pertunjukkan musik.
Seseorang yang tidak begitu asing baginya sedang memainkan piano. Tampaknya ia menyadari ada yang baru saja masuk. Ia menatap lurus keatas, kearah pintu lalu tersenyum dan melambaikan tangannya. Yoochun dan Changmin membalas lambaian tangan namja bernama Junsu itu. Yoochun langsung menuruni tangga dengan riang. Changmin pun menarik tangan lembut Jessica untuk mengikuti Yoochun.
“Hyung! Mereka kembali!” teriak Junsu ke belakang.
Dan seseorang muncul dari balik tirai.
“Jaejoong! Kau coba menyanyi dibelakang sana dengan baik. Aku masih ingin mengecek sound system kita!” ucap namja itu sambil menoleh kebelakang tirai.
Kemudian ia menatap lurus kedepan. Ia tersenyum sambil menyapu pandangangannya kepada sahabat – sahabatnya itu. Namun senyumannya berubah jadi tatapan terkejut saat matanya sampai pada Jessica.
“Eh?”
Junsu mengamati arah pandangan Yunho. Ia mengerti, lalu ia tersenyum dan menarik Yunho berkumpul bersama mereka. Jessica tampak kaku ditengah – tengah namja itu.
“Kau, dengarkan suara namja yang sedang bernyanyi dibelakang sana”
“Untuk apa?” Jessica memandangi mereka berempat dengan bingung.
“Kami ini sedang butuh penilai vocal untuk pertunjukkan besok. Jadi kau bisa kan membantu kami?” lanjut Junsu dengan riang.
Jessica berfikir sejenak lalu mengangguk sebagai tanda kalau ia menyetujuinya.

[Jaejoong] Jigeum waseo malhal sudo eobseo
Neoui gijeok geu modeun ge heosang gata
Majimak geu moseubdo seoseohi gieok sogeman
Jamgyeojyeo ganeun geotman gata

Ia terkejut. Ia langsung memandang kosong kearah tirai itu. Berharap seseorang dibalik sana menunjukkan dirinya. Tanpa ia sadari air matanya menetes dan lirik – lirik selanjutnya terdengar samar – samar dalam pikirannya. Ia pernah mendengar suara lembut ini. Entah kenapa hatinya seperti mengenal suara itu dengan sangat baik.
Yunho, Yoochun, Junsu dan Changmin hanya diam menatap Jessica yang kini tengah menangis dalam diam.
Mereka sebenarnya ingin memastikan jati diri yeoja yang saat ini sedang bersama mereka itu. Namun rupanya hal ini malah membuatnya menangis.

“JESSICA!!”
Semua langsung menoleh kebelakang. Donghae, dipintu atas sana tengah memandangi Jessica dengan cemas.
“Sica, eomma… Eomma bilang sesuatu terjadi dirumah!” suara Donghae terdengar sangat panik. Jessica menghapus air matanya lalu segera berlari menaiki tangga. Changmin ingin menahannya sebentar lagi, namun Yunho langsung menghalanginya dan menggeleng.
“Hyung… Jae hyung…”
Yunho menggeleng sambil tersenyum. Yoochun langsung berteriak kencang saat Jessica meraih tangan Donghae.
“HEI! DATANGLAH BESOK KE SINI. AKAN ADA PERTUNJUKKAN DRAMA MUSIKAL. DAN KAU HARUS DATANG!”
Jessica menoleh sebentar lalu mengangguk dan tersenyum. Kemudian pintu itu kembali tertutup bersama Donghae yang membawa Jessica pergi.
Jaejoong pun keluar dari balik tirai sambil membersihkan celana jeansnya dari debu yang menempel. Yoochun langsung mendorongnya pelan. Jaejoong hanya bisa menatapnya dengan kebingungan.
“Ku rasa memang tidak berjodoh” celetuk Junsu.
“Tapi kan itu karena Yunho hyung menyuruhnya nyanyi!” bela Changmin.
“Lho? Kenapa jadi aku yang salah?” Yunho pun protes.
Sedangkan Jaejoong memandangi keempatnya dengan keheranan. Ia benar – benar tidak mengerti atas apa yang sedang terjadi dihadapannya. Sedangkan keempatnya kembali melanjutkan aktifitas masing – masing.
***

Next part…

“Suaranya sangat lembut, apa dia orangnya?”
“Dia… bersama yeoja lain?”
“Kenapa kau terus mengikuti ku? Apa kau tidak lelah?”
“Rasanya kau mirip seseorang, mianhae”
“Aku hanya ingin bilang kalau aku mencintainya”

5 comments

  1. Lee Hyura · January 2, 2012

    udah di update. kya >.<
    argh! short update again -,-
    itu.. kenapa ga pernah jdoh? DX
    argh donghae mengganggu aja lagi. padahal bisa ketemu jg kalo ga diganggu😦 jadi gemes

  2. doLphin_siC ^^ · January 3, 2012

    Yah~ si doNge tibA” nOngGoL -,-
    .bukanya ga jodoh kQ jaesica tp jodohnya belakangan lol

  3. gorjess_spazzer · January 5, 2012

    uwaaaahhh~ JaeSica!!><
    gak ngertiiiiii*nangisdarah:'(
    sepertinya harus membaca 2 part sebelumnya dulu biar ngerti*bukannya harus, tapi wajib!! buahaha😄
    hallo~ saya reader baru disini*telat^^v
    ngoment yg bener pas udah baca 2 part sebelumnya..ehe

  4. gorjess_spazzer · January 5, 2012

    fine! saya sudah cukup sedikit mengerti*plaks
    cih! kenapa juga sama eomma donglee? mengganggu saja-,-v
    padahal tinggal sedikit lagi(?)
    jun-chiin0.0 knpa kau bicara seperti itu? Jae appa itu berjodoh tauk sama jess umma! tapi, disini belum keliatan aja..nanti juga keliatan(?) :s
    euhm~ ehem! ehem! tes 1,2*ngebacot
    next part’nya segera yah~ jgn lupa ceritanya panjang2*readerbarusokngatur*ditendang #D

  5. cassiopeiay · May 30, 2012

    yup yg dicari jessica emang jaejoong……. pake terjadi sesuatu di rumah segala ckckck….. jadi gak bisa full kan nangisnya wkwkwkwk

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s