[Part 6] Sent Your Wish In 1999

26 Januari…

“Surprise~”

Zhang Li Yin dan suaminya tercinta tiba didepan kediaman mereka tepat pukul 00.00. Jaejoong hampir tersungkur saking terkejutnya. Taeyeon langsung memeluk kedua orangtuanya dengan bahagia.

“Appa! Eomma!”

Mereka bertiga berpelukkan kecuali Jaejoong yang masih sedikit terkejut.

“Sini sayang!” Li Yin tersenyum pada Jaejoong dan memeluk putranya itu dengan penuh cinta. Mereka sekeluarga memasuki ruang keluarga. Appanya membuka sebuah kotak kue yang isinya kue ulangtahun. Disana sudah tertancap angka 20.

“Saengil Chukkae hamnida~”

Lelaki penuh wibawa itu memeluk Jaejoong dengan erat, meski ia tahu kalau namja didepannya itu bukan putra kandungnya sendiri.

“Appa… Kamsahamnida”

“Sengil chukka hamnida uri Jae”

Jaejoong menatap wanita paruh baya didepannya dengan sedikit ragu. Li Yin mengangguk kecil. Jaejoong mendekatinya lalu memeluknya.

“Kamsahamnida…eom…eomma”

Taeyeon berlari kekamarnya lalu kembali dengan membawa sebuah kotak kecil.

“Oppa, ini buat oppa”

“Apa ini Taeng?”

“Buka saja!”

Sebuah gantungan kunci berbentuk liontin dan didalamnya ada foto keluarga kecil itu. Jaejoong menatapnya sekilas lalu memeluknya dengan hangat. Ditengah malam hari ulangtahunnya ia mendapatkan sesuatu yang berharga dari keluarga kecilnya.

***

Yesung masih belum bisa tidur. Alarm HPnya berdering, ia meliriknya. Disana tertera sebuah catatan singkat ‘Jaejoong, saengil chukkae hamnida’. Ia menghela nafas berat setiap tanggal itu. Tahun ini ia tidak berniat mengintai keluarga yang seharusnya ada dia ditengah-tengah sana. Ia yakin benar malam ini pun keluarga itu sedang memberikan kejutan kecil yang hangat untuk Jaejoong. Sementara ia tidak pernah mendapatkan semua kejutan-kejutan itu dihari ulangtahunnya.

“Kau selalu beruntung” gumamnya pelan.

Ia ingat saat terlahir kali ia bertemu Zhang Li Yin, eomma-nya. Wanita itu meminta ia bekerja di Magic Corp dan berusaha untuk bisa jadi Astro King dilantai 13 seperti appa-nya dulu. Sedangkan Jaejoong? Semua kemampuan hebat dimilikinya dari appa-nya yang seorang Astro King Master lantai 14 dan wanita itu tidak pernah memintanya untuk bekerja di Magic Corp. Bahkan ia hanya 4 bulan sebagai seorang Hero si Astro King Master lantai 14.

Memang, semua itu terdengar seperti pilihkasih tapi itulah kenyataannya. Jaejoong selalu dijadikan anak emas dalam keluarga itu.

Yesung pun memutuskan untuk memejamkan matanya dan tidak terlalu memikirkan masalah itu. Sementara itu si ahli pembaca pikiran, Xander, tersenyum kecil melihat tingkah hyungnya. Ia berbisik pelan.

“Kalian saling menyayangi, kenapa harus salahpaham begini? Hyung, kau masih punya keluarga. Sedangkan aku? Aku sendiri tidak tahu”

***

Tiga bulan berlalu…

Kehidupan serba biasa saja. Tidak ada masalah yang berarti sampai…

“Xander oppa? Kenapa ada dirumah ku?”

Taeyeon heran melihat namja yang sedang bertengger manis didepan pintu rumahnya itu.

“Wae? Tidak boleh? Aku hanya ingin menjemput dongsaeng kecil ku”

Taeyeon mempersilahkannya masuk. Ia pergi kedapur lalu kembali membawakan minuman. Xander menyandarkan tubuhnya disofa, ia mengamati sekeliling mencari Jaejoong namun ia tidak menemukannya dimanapun.

“Kemana Jae hyung?”

“Keluar. Membeli beberapa persediaan makanan untuk di dorm TVXQ”

“Kau tinggal sendirian donk?”

“Anii, oppa selalu pulang kesini. Kecuali jika dalam keadaan mendesak baru ia tinggal didormnya itu”

Xander mengangguk.

*ting tong ting tong*

“Sebentar”

Taeyeon kembali membuka pintu depan dan mendapati teman sekelasnya, Lee Jin Ki sedang sibuk merapikan tasnya dan tataan rambutnya.

“Jin Ki?”

“Eh? Taeng~ aku pinjam buku catatan mu!!!”

Namja itu memasang wajah memelas. Maklum saja, belakangan ini Magic Corp kebanjiran pengunjung dan gaji disana cukup besar. Jin Ki jadi jarang masuk sekolah karena lebih memilih pekerjaannya itu.

“Masuk dulu. Biar aku ambilkan minuman”

Jin Ki melesat masuk lalu duduk disofa ruang tamu. Ia belum menyadari kehadiran Xander yang memandangnya dengan jengkel.

*tuk tuk*

Xander mencolek bahu Jin Ki yang sedang sibuk mengeluarkan isi tasnya. Daripada mem-fotocopy dan ia tidak akan sempat belajar, lebih baik ia menyalinnya dibuku catatan miliknya sendiri. Jin Ki menoleh dan psang wajah setengah shock.

“Hyung?!”

“Ne?”

“Sedang apa disini?”

“Main. Kau sendiri?”

“Tujuan ku lebih mulia hyung. B-e-l-a-j-a-r”

Belum sempat Xander menjitak Jin Ki. Sesuatu terjadi didapur.

*Prang!*

Kedua namja itu langsung menuju dapur. Mereka menemukan Taeyeon sedang terduduk dilantai, tangannya berdarah terkena pecahan gelas. Xander langsung membawanya ke depan sedangkan Jin Ki membersihkan pecahan kaca itu.

Ditempat lain…

Jaejoong memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya. Tatapan matanya semakin tajam dan lurus kedepan. Kilasan-kilasan bayangan dalam pikirannya kini sudah tidak bisa ia ragukan lagi setelah mendengar hasil diagnosa dokter.

Taeyeon sakit keras. Dongsaengnya itu terkena kanker otak yang sewaktu-waktu dapat melumpuhkan seluruh tubuhnya bahkan membunuhnya.

“Taeng, seharusnya aku menyadarinya lebih awal”

Bisik Jaejoong disela-sela isak tangisnya yang tertahan.

*ccccccccccccciiiiiiiitt*

Ia mengerem mobilnya secara mendadak. Ia nyaris menabrak seorang yeoja. Ia berhenti disana. Mencengkeram setir mobilnya semakin kuat. Yeoja itu menatap mobil yang serasa familiar dimatanya dan terbukti dengan plat mobil tersebut ‘TV 2 XQ’. Ya, TVXQ nomor 2 adalah Jaejoong. Sedangkan ‘TV 1 XQ’ berarti milik Yunho dan begitu seterusnya. Yeoja itu mengetuk kaca pengemudi.

“Oppa! Oppa!”

Jaejoong menoleh, “Lee Sun Kyu?”

Jaejoong menurunkan kaca mobilnya.

“Keluarlah” pinta Sunny.

Namja itu menurut. Ia menatap sekelilingnya takut-takut kalau ada netizen disekitar situ.

“Ada apa dengan oppa?” Sunny memulai pembicaraan, mereka berdiri disamping mobil Jaejoong. Namja itu langsung memakai kacamata hitamnya saat beberapa yeoja lewat didekat mereka.

“Aniy.. Gwaenchana”

“Oppaa~ terlihat sekali kalau oppa sedang banyak pikiran”

“Aniyaa~”

“Oppa!” Sunny menatap Jaejoong lebih dalam.

Jaejoong mengalihkan pandangannya. Ia tidak akan tega melihat yeoja mungil didepannya itu. Bukannya dia tidak tahu soal perasaan Sunny terhadapnya, justru ia tahu semuanya. Bukan karena ingin. Tapi kemampuannya yang memberitahunya.

“Sunny, aku ingin kau menjauhi ku”

Ucapan Jaejoong membuat Sunny heran. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa oppa meminta ku menjauhinya?, bisik Sunny heran.

“Sunny… Mianhe~ Jeongmal mianhaeyo~ ada yeoja lain yang ku sukai”

Semua serasa seperti sambaran petir ditelinga Sunny. Ia terkejut dan rasanya ingin menangis. Ia belum siap mendengar pengakuan itu.

“Aku tidak pernah memintamu untuk menyukai ku” ucap Jaejoong lagi.

Sunny mundur beberapa langkah.

“Oppa!! Aku tidak pernah menyukai oppa! Tidak pernah terlintas dipikiranku sedikit pun untuk hanya sekedar menyukai mu! Kenyataannya aku sangat mencintai mu! Benar-benar mencintai mu!”

Jaejoong mengerti. Ia dapat merasakan. Kemampuannya yang tinggi dapat mempatkan dia untuk dapat merasakan perasaan seseorang didekatnya. Jaejoong maju, ia meraih tubuh mungil Sunny dan memeluknya. yeoja itu menangis. Semua terlalu cepat dan membuatnya terkejut.

“Oppaaa~ lepaskan aku! Lepaskan!”

“Sunny~ ku harap kau tidak membenci ku”

“Oppa…”

Sunny menatap wajah Jaejoong yang tampak sangat kelelahan dan dipenuhi beban. Ingin rasanya ia menjadi penyemangat namja itu, namun semuanya tidak akan bisa sesuai dengan harapannya lagi. Semuanya telah sirna dan hilang. Berharap lebih pun ia enggan.

“Siapa yeoja itu?”

Kata-kata itu keluar dari mulut Sunny begitu saja. Bahkan ia sama sekali tidak menyangka kalau bibirnya akan mengucapkan hal yang jawabannya paling tidak ingin ia dengar.

“Kau mengenalnya. Bahkan kau mungkin sangat mengenalnya dibanding aku”

Sunny dia sesaat. Pikirannya berlarian mencari sebuah jawaban. Kenyataannya hanya ada satu orang teman terdekatnya, Kim Taeyeon. Ia menatap Jaejoong sesaat lalu menggelengkan kepalanya, air matanya masih mengalir deras dikedua pipinya. Ia tidak mempercayai jawabannya sendiri.

“Oppaa… Taengg?”

Tidak ada jawaban. Jaejoong hanya menunduk dengan wajahnya yang semakin suram *tetap tampan #plak!# author ganggu aja!*. sunny langsung berlari pergi. Berharap semua jawabannya salan dan kejadian hari ini hanya mimpi belaka.

***

“Arrrrrrrrgghhhh….!!”

Sesuatu memasuki pikiran Onew tanpa diminta saat ia menyentuh pergelangan yeoja itu. Kepala Onew sakit luar biasa. Kilasan-kilasan masa depan masuk begitu saja. Ia terengah. Taeyeon masih pingsan. Xander menatap kedua dongsaengnya dengan bingung.

“Hyuuuungggg aaaarrgghhhh kepalaaa kuuuuu!!”

Jerit Onew semakin kencang. Xander membaringkan Taeyeon disofa panjang. Ia langsung mendekati Onew dan memeriksanya, namun tidak ada tanda-tanda kalau namja didepannya itu sakit secara fisik.

“Kau kenapa?”

“Hyung, kepala… hhhh… ingatan… hhh… kilasan…” Onew berusaha mengatur nafasnya yang tidak teratur akibat menahan sakit kepala yang luar bisa menyerangnya itu.

“Ceritakan!”

“Taeyeon… darah… dia sakit… waktunya… hidupnya… Taenggg~”

Onew langsung roboh sambil menangis pelan. Xander tahu kalau sudah begini Onew tidak akan bicara apa-apa padanya. Makanya ia memutuskan untuk menggunakan kemampuannya. Ia menyemtuh bahu Onew dan semua pikrian namja itu terbaca jelas. Xander diam, ia menatap Taeyeon yang memucat.
Tittle : Sent Your Wish in 1999
Author: Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi

Cast :
Kim Taeyeon SNSD
Kim Jong Woon/Yesung Super Junior
Lee Jin Ki/Onew SHINee
Alexander Lee Eusebio/Xander U-Kiss
Kim Jaejoong DBSK/JYJ

Suport Cast :
Lee Sunkyu/Sunny SNSD
Kim Heechul Super Junior
Cheondung /Thunder MBLAQ
Super Junior, SNSD, U-Kiss and SHINee

==

“Saeng…” bisiknya pelan.

“Aku harus menghubungi Jae hyung!”

Onew langsung bergerak cepat, ia mengambil HP Taeyeon yang tergeletak diatas meja. Cukup mudah menemukannya, ‘Nae oppa’.

“Annyeong” / “Yoboseyo?”

“Hyung, aku Jin Ki” / “Kau? Bagaimana kau…”

“Hyung, Taeyeon pingsan dirumah” / “Mwo?!”

“Hyung, Taeyeon pingsan dan aku tidak sengaja melihat ke masa depan” / “Maksud mu?”

“Taeyeon kritis” / “Aku kesana!”

Xander mamandang Onew, menanti kabar.

“Jae hyung segera kesini”

Xander mendesah nafas lega. Ia menatap yeoja disampingnya yang semakin memucat. Onew menelungkupkan wajahnya kedalam tangannya. Xander menepuk bahunya pelan.

“Waeyo?”

“Hyung, aku bahkan belum bilang kalau aku menyukainya”

Xander tersenyum kecil.

“Aku yakin semuanya akan baik-baik saja”

***

2 comments

  1. ClarenceHillary · December 7, 2012

    Lho lho? Kok tiba2 taeyeon sakit??
    Maksud jaejeong menyukai taeyeon apa? Diakan saudaranya? Setidaknya ada hub darah dari ibunya,..

    Trus ternyata onew yg menyukai taeyeon? Aku pikirnya bakalan yesung yg suka..😦

    Baiklah.. Aku berharap chingu lanjutin ffnya.. Penasaran chingu, jebal.. !

  2. DorkyDuizzhang · February 11, 2013

    ceritanya seru^^ onew nya ngakak masa xD next part di tunggu thor🙂

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s