Chinnesse Prince… We’re Your Family

Title : Chinnese Prince… We’re Your Family
Author : Ichen Aoi
Cast : Tan Hangeng Super Junior
Other cast : you can found it by yourself
Backsond : Say No – Hangeng

==

“Miss you Han… Please comeback to us”
“Me too… Just stay in your heart…”

Chinnese Prince… We’re Your Family
By Ichen Aoi

*tick tick tick*

Jarum jam dinding itu terus berputar dan menimbulkan bunyi kecil yang dapat terdengar jelas di kesunyian yang menyelimuti suasana saat itu. Mereka melirik kearah namja cantik yang sudah begitu sejak kemarin, terus diam sambil mentap kosong kedepan. Bahkan ia sangat tidak focus dengan kegiatannya sebagai pelayan publik. Dan ia memutuskan untuk menginap di dorm Super Junior.

“Chuli –a~ jangan melamun terus”

Leeteuk mengambil posisi untuk duduk disamping namja cantik itu. Heechul menoleh dan melihat ternyata saengdeulnya sudah berkumpul semua diruang tengah dorm mereka dengan tatapan khawatir yang ditunjukkan padanya.

“Tidak. Aku tidak melamun.” Ia tersenyum tipis.

“Hikss…”

Tiba – tiba terdengar suara isak tangis dari belakang mereka semua. Disana berdiri Henry yang menghadap tembok dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Leeteuk pun beranjak dari duduknya dan mendekati Henry.

“Waeyo?” tanyanya lembut.

“Hyung… Hyung tahu sekarang tanggal berapa?” lirihnya pelan.

Zhoumi mengerti, ia langsung meraih dìdi (mean : adik laki – laki dalam bahasa mandarin) nya dengan lembut dan memeluknya.

“Mochi… tenanglah” ia berusaha menenangkannya.

“Han gēge hĕn hăo (Kakak Han sangat baik)… Aku merindukannya… sangat merindukannya” lirih Henry lagi.

Henry sangat canggung pada semua hyungnya saat pertama mereka bertemu. Namun Hangeng –lah yang terus – terusan mendekatinya dan memberikannya perhatian agar ia terbiasa bersama ke -13 member yang lainnya. Henry juga terbiasa berbagi cerita dengan Hangeng disela – sela kesibukan mereka.

Heechul kemudian berdiri lalu meraih Henry, Zhoumi melepaskan Henry dengan perlahan. Heechul mengusap pelan kepala Henry layaknya seorang ibu.

“Henry dengarlah kita semua merindukannya. Sangat merindukannya. Jadi jangan bersedih lagi, kita akan cari cara untuk bisa bertemu dengannya”

Heechul mengulas senyuman manisnya lalu memeluk Henry yang terisak cukup keras. Ini sama dengan kejadian saat pertama mereka semua memutuskan untuk mengirimi Hangeng surat. Mereka semua memang menangis namun berbeda dengan Henry, namja itu tidak bisa mengontrol emosinya. Ia tidak bisa menulis sepatah katapun. Yang ia lakukan hanya menangis dan membuat kertas – kertas dihadapannya basah

Bahkan membuat mereka ber -14 harus menemaninya menulis surat didalam kamar. Dan tentu saja dengan susah payah karena berkali – kali juga ia menyerah untuk menulis. Dan tampaknya hari itu akan datang lagi, pada saat ini.

***

Shanghai, China.

Hangeng membuka tirai apartemennya lalu membiarkan cahaya matahari masuk. Ia melirik kalender lalu beralih pada jam yang menggantung manis didinding apartemennya. Tinggal menghitung jam saja, maka usianya akan bertambah satu tahun.

Ia melangkahkan kakinya menuju ruang kamarnya yang ditata dengan elegan.

Kai zhe che dou quan ming ming you jia bu hui

Fan zheng hui qu ye bu guo yi ge ren shui

Hu ran jue de jing ran you shi jian lang fei

Mei yi tian dou xiang tuo luo yi yang de zhui

Lagunya yang berjudul Say No mengalun lembut dari iPhone berwarna hitam yang tergeletak diatas meja dan tidak jauh dari jangkauannya. Sebuah nama tertera disana, ia langsung tersenyum kecil.

“Nĭ hăo! (hallo)” sapanya dengan riang kepada seseorang diseberang sana.

“Nĭ hăo ma, Ge? (Apa kabar kak?)”

Hangeng terkekeh pelan mendengar logat mandarin yang masih terdengar aneh ditelinganya karena ada aksen Korea disana. Jaejoong dan teman – teman segroupnya –lah yang meneleponnya saat ini.

“Wŏ hĕn hăo (Saya baik-baik saja). Xiè xie nĭ (Terimakasih). Ada apa?”

“Kami mengirimi mu kado ulang tahun, Ge” kali ini suara Junsu –lah yang terdengar dari seberang sana. Hangeng hapal benar kebiasaan mereka saling bertukar bicara saat meneleponnya. Mereka juga sangat sering berkomunikasi, mungkin karena persamaan nasib mereka yang berhubungan dengan agensi Korea yang dulu membesarkan namanya.

“Hhaa… Kalian ada – ada saja! Tidak perlu serepot itu kan?”

Sekarang Hangeng duduk dan sibuk menyalakan televisinya. Ia tersenyum saat melihat ada sebuah berita dari salah satu stasiun tv China yang menayangkan kesuksesan Super Show 4 di China kemarin itu.

Empat malam berturut – turut, ia tahu saudara – saudaranya itu tidak tidur. Mungkin hanya beberapa jam bahkan menit. Mengingat mereka harus latihan dan show secara berturut – turut.

“Ge, semoga kau menyukainya. Mungkin kadonya akan sampai malam ini, Yoochun memaksa pihak pengiriman paket untuk secepatnya mengirimkan ketempat mu. Coba saja Gege lihat wajahnya saat mengancam itu. Sungguh lucu sekali!” Junsu menjelaskan dengan panjang lebar.

Hangeng jadi tertawa sendiri saat membayangkan hal itu. Kemudian terdengar panggilang yang ditujukan untuk JYJ dari seberang sana.

“Kalian harus pergi lagi?” tanya Hangeng dengan heran.

“Ne Ge! Kami harus pergi kenegara – Negara yang berbeda untuk fan meeting. Sampai nanti Ge. Kami secepatnya akan menghubungi mu lagi. Zài jiān (sampai jumpa)”

“Zài jiān” balas Hangeng lalu tetepon itu pun terputus.

Hangeng menghela nafas berat lalu menghenyakkan dirinya pada punggung sofa dan melirik kearah sebuah foto dengan pigura besar yang sengaja dipajangnya disana. Tepat dalam jangkauan pandangnya.

Itu pesta kecil untuk merayakan SM Town mereka di Seoul. Ada member Super Junior & TVXQ lengkap, SHINee, SNSD bahkan Zhang Li Yin dan BoA. Ia ingat kalau SM family punya kebiasaan aneh kalau ada salah satu dari mereka yang berulangtahun. Mereka akan membuat pesta kecil di rooftop lengkap dengan segala macam makanan yang mereka ambil sembunyi – sembunyi dari kantor pusat.

Tanpa sadar air matanya menetes dengan perlahan. Ia tahu setiap mengingat hal ini akan terus menyakitkan dan terasa berat baginya. Ia akhirnya menyerah dan terisak pelan sambil menundukkan wajahnya.

***

Seoul, Korea Selatan.

Leeteuk meminta agar semua dongsaengnya berkumpul diruang tengah. Mereka akan mengirimkan video untuk Hangeng. Yang entah bagaimana caranya harus sampai hari ini ke China.

“Hyung, memangnya Han gege ada di Shanghai atau Beijing (read : pheicing)”

Ryeowook menatap kearah Leeteuk dengan penuh tanda tanya. Siwon merasa jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat daripada semestinya. Selama ini hanya ia yang rajin mengunjungi Hangeng bersama dengan Zhoumi.

Hangeng meminta agar mereka berdua merahasiakan akan hal ini mengingat pihak agensi mungkin akan mengambil tindakan serius karena takut Hangeng menghasut anak – anak yang lain. Ia sedang tidak ingin menambah masalahnya yang sudah bertumpuk itu.

“Aku yang akan mencari tahunya nanti. Itu mudah saja. Zhoumi akan membantu ku. Iya kan, Ge?” tanya Siwon, meminta dukungan pada Zhoumi untuk menutupi masalah ini.

Zhoumi langsung mengangguk dengan singkat dan memamerkan senyumnya.

“Tenang saja. Mimi si tampan dan Wonwon si tampan akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat” sahut Zhoumi dengan eprcaya diri.

Kyuhyun langsung mendelik dan mengeluarkan smirknya, “Tidak ada yang lebih tampan dari seorang Cho Kyuhyun!”

“Sudahlah… Aku dan Donghae yang laing tampan diantara kita semua” tengah Eunhyuk dengan tidak sabaran. Semua langsung pergi meninggalkannya sendirian diruang tengah. Eunhyuk memandang sekelilingnya dengan linglung.

Persiapan sudah selesai dan kini video itu siap dikirim kepada Hangeng. Mereka langsung berebut ke kamar mandi untuk mencuci wajah masing – masing yang memerah dan lembap karena terus – terusan menangis saat proses pembuatan video tadi.

Sedangkan Siwon dan Zhoumi pergi keluar untuk mengirim video itu. Mereka berdua berada didalam mobil dengan diam dan saling bergumul dalam pikiran masing – masing.

“Lebih baik kita telepon gege untuk mengabarkan hal baik ini kan?” usul Siwon dengan riang tanpa mengalihkan perhatiannya dari setir kemudi. Zhoumi mengangguk lalu segera mengabari hal ini pada Hangeng.

***

Tinggal beberapa menit lagi akan mendekati jam 00.00 dan saat itu juga ia mulai bersiap – siap untuk memutar video yang dikirim oleh Siwon dan Zhoumi. Ia mengambil kaset DVD itu dan ia mendapatkan sebuah tulisan singkat disana.

Tulisan tangan rapi dan halus yang sangat dikenalnya dengan baik. Ini tulisan tangan Ryeowook.

Dear, Hangeng Gege

Nĭ hăo ma, Ge?

Saat kami menulis surat ini sambil bermusyawarah, kami melakukannya diruang tengah asrama. Tempat dimana Gege dulu tinggal dan sampai saat ini asrama kami masih milik mu juga Ge. Ge, hari ini Henry terus – terusan menangis dan membuat matanya benar – benar sembap. Kami juga ingin menangis namun kami kan hyung yang harus menjaga mocha kesayangan mu itu kan, Ge? Jadi kami harus terus tersenyum kan?

Ge.

Berapa usia mu tahun ini? 28 tahun kan?

hHhaa… Ge sudah berumur dan perlu mencari calon pendamping hidup kan, Ge?

Fufufufufu undang kami Ge.

Ge.

Hari ini kami sepakat untuk merangkai kata bersama dengan susah payah semoga Gege senang menerimanya meski tidak tahu paket ini akan sampai pada mu atau tidak. Shanghai atau Beijing?

Kami sempat berdebat akan masalah ini. hHee…

Ge…

Wŏ men hĕn ai nĭ (kami sangat mencintai mu)…

Ge… meski saat ini kita telah berpisah, Gege tetap berada didalam hati kami sampai kapan pun dan tidak akan pernah berubah. Tidak peduli seburuk apapun orang membicarakan masalah ini, bagi kami Ge tetaplah yang terbaik.

Pangeran China kami yang selalu ramah pada siapapun dan selalu tersenyum bahagia meski tahu hatinya terluka. Ge, kami selalu bangga pada mu.

Ge…

Gege ingat tidak saat kami bertanya – tanya bagaimana bisa Ge dari China mencari pekerjaan sejauh ini sampai ke Korea. Bukankah sendirian di negeri orang itu sangat mengkhawatirkan?

Kenyataannya?

Gege sangat hebat! Benar – benar hebat dan tegar!

Kami sampai malu melihat Gege yang hebat sedangkan kami disini masih tergantung pada keluarga. Hhaa…

Gege…

Berjanjilah saat melihat video dari kami ini untuk terus tersenyum dan mengingat kami dihati mu. Kami bangga pernah bertemu dan menjadi saudara – saudara mu Ge.

Your brothers

Hangeng kembali melipat surat itu dengan rapi dan menghapus air matanya dengan tissue yang selalu ada diatas meja diruang tengah itu. Ia memasukkan kaset DVD itu kedalam playernya.

Ada banyak wajah yang dirindukannya terpampang dengan jelas dilayar tvnya yang besar itu. Ia tersenyum melihat saudara – saudara Super Juniornya tampak sangat antusias sekali. Namun seperti biasa, leader mereka selalu ada ditengah itu dan kerap menjadi juru bicara mereka.

Disampingnya berdiri Henry dengan mata yang merah dan mata yang tampaknya masih basah.

“Annyeonghaeyo~ Nĭ hăo~ Hangeeengg~ kami merindukan mu sangat merindukan mu. Bahkan Henry mu yang kecil ini. Ia tidak berhenti menangis dan sahabat mu ini, Kim Heechul tampaknya terpukul sekali. Kami ingin sekali bertemu dengan mu dan memeluk mu lagi seperti dulu lalu kita tertawa bersama – sama dan menangis bersama saat mendapatkan banyak perhargaan. Apa kau tidak merindukannya hei Hankyung?”

Tanpa ia sadari, ia mengangguk sambil tersenyum sendiri seolah Leeteuk dan yang lain benar – benar ada dihadapannya saat ini.

“Ge… kembalilah Ge… Atau bawa aku bersama Gege saja. Aku benar – benar merindukan mu, Ge” akhirnya Henry bersuara.

“Hankyung kami tercinta… Ingatlah satu hal. Meski sekarang kita berpisah dan berada dinegara yang berbeda tapi kita masih sama seperti dulu. Kau masih menjadi bagian dari kami. Tidak peduli berapa member yang terus berkurang setiap tahunnya. Karena pada dasarnya kita memang sudah ditakdirkan untuk ber -15 dan hidup bersama dalam sebuah ikatan kekeluargaan. Aku mungkin bukan leader yang baik untuk kalian. Tapi aku benar – benar menginginkan yang terbaik untuk kalian tidak peduli seberapa berat dan keras aku berusaha. Ingat, kita masih punya hati dan perasaan yang bisa menghubungkan kita satu sama lain kapan pun kita mau. Selamanya… nomor 3 kami… Hangeng tidak akan pernah terganti. Seseorang paling hebat yang pernah kami miliki. Xie xie ni”

“Saengil Chukkae hamnidaaaa Gegeee~!!!” teriak mereka semua bersamaan diakhir video itu.

Hangeng menarik nafasnya dalam lalu memejamkan matanya perlahan dan membiarkan butiran – butiran air mata mengalir dikedua pipi putihnya itu.

“Urineun… Super Junior…” bisiknya lemah dan lebih ditunjukkan pada dirinya sendiri.

Betapa ia merindukan masa – masa kebersamaan itu… Entah kapan bisa kembali dan dapat ia rengkuh kembali. Hanya Tuhan yang tahu akan hal ini.

END

3 comments

  1. park seul hyo · September 2, 2012

    . . nyesek thor baca.na and ijin share ke fb aq ne
    tnang bkal aq ksih link.na kog

  2. Kim · October 26, 2013

    ;;;;;;A:;;;;;;;

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s