The One I Love [Part 2]

 

Title :

 

The One I Love [Part 2]

 

 

Author :

 

Kansa Ahsani Maf’ula (Shin Rae Na/Rae178_YSM)

 

 

Main Cast :

 

Seohyun ‘SNSD’

 

Kyuhyun ‘Super Junior’

 

 

Support Cast :

 

Super Junior >> Donghae, Kibum and Siwon

 

SNSD >> Jessica, Yoona and Sooyoung

 

Other~

 

 

***

 

Seohyun berjalan memasuki universitasnya sambil mengulas senyuman manisnya.Banyak murid mengelilingi madding di dekat ruang guru. Langkah kaki Seohyun terhenti. Dia tertarik untuk melihat apa yang menjadi pusat perhatian semuanya.

 

“Permisi.” Seohyun mendesak masuk. Sret! Setelah berhasil ia memandang sebuah kertas yang tertempel pada madding tersebut. “Karya tulis untuk anak tingkat 1? Namaku ada dalam daftar. Kenapa harus aku yang ikut?”

 

“Seohyun-ah, chukkae! Padahal, aku ingin mengikutinya, tapi ternyata namaku tidak masuk dalam daftar.” Ujar salah seorang yeoja disamping Seohyun.

 

“Ehm, gomawo. Tapi, kenapa harus aku? Namun, kuharap ini menyenangkan!” Seohyun tertawa kecil dan keluar dari gerombolan teman-temannya dan berjalan kearah kelasnya.

 

Seohyun berjalan melalui lorong tingkat 3. Dia membungkuk sembari tersenyum kepada beberapa kakak tingkatnya yang tersenyum dan menyapanya. Sret! Lengan Seohyun ditahan oleh seseorang. Itu membuatnya tersentak kaget. Seohyun menoleh kearah belakang.

 

“Kibum oppa? Waeyo?” Tanya Seohyun saat mendapati Kibum yang menghentikan langkahnya tadi. Dia menatap Kibum penuh Tanya.

 

Kibum melepaskan genggaman tangannya pada lengan Seohyun. “Nanti sepulang dari kuliah, aku akan kerumahmu bersama Donghae hyung dan Kyuhyun. Kau tidak sedang sibuk kan? Aku ingin bertemu dengan Appa-mu.” Jawab Kibum sambil tersernyum tipis. Seohyun berfikir sebentar.

 

“Aniya. Aku sedang luang hari ini oppa. Siwon oppa dan Sooyoung onnie sedang ada urusan diluar kota. Jadi aku dan Hyu Jin ahjumma yang menjaga rumah dan Appa.” Kata Seohyun. Kibum tersenyum tambah melebar.

 

“Baiklah. Nanti, kita pulang bersama. Arraseo?”

 

“Ne, oppa. Pasti!”

 

 

***

>> Seohyun’s Class

 

 

“Choi Seohyun, kau sudah melihat pengumuman di madding tadi?” Tanya songsaengnim yang mengajar di kelas Seohyun. Yeoja itu mengangguk. “Baiklah. Karya tulis itu akan diadakan 2 hari lagi. Kau bisa bersiap-siap mulai sekarang. Akan ada 2 kakak tingkat yang mendampingimu.”

 

“Ne songsaengnim. Tapi, siapa mereka songsaengnim?” Tanya Seohyun.

 

“Sungmin dari tingkat 3 dan Kyuhyun dari tingkat 2.”

 

DEG!

Kyuhyun? Cho Kyuhyun? Tunangannya?

 

Semua teman-teman Seohyun bersiul padanya. Semua orang pasti iri karena Seohyun akan bersama Kyuhyun. Namja itu adalah idol di universitas ini.

 

Seohyun tersentak. Bibirnya kelu untuk berbicara. Yeoja itu memandang tak percaya pada sang songsaengnim. “Be-benarkah itu, songsaengnim?”

 

“Ne. Mereka akan membimbingmu. Karena karya tulis ini diadakan outdoor. Kalian akan dikirim ke sebuah desa dan menuliskan tentang kehidupan masyarakat disana. Kalian akan 2 minggu berada disana. Karya kalian akan dilombakan. Pemenangnya akan mendapatkan piagam dan piala penghargaan. Jadi, siapkan dirimu Seohyun.” Jelas sang songsaengnim panjang lebar.

 

Senyum Seohyun mulai terkembang. Ia mengangguk pada songsaengnim-nya. “Ne. Algaeseumnida songsaengnim. Saya akan mempersiapkan diri saya sebaik-baiknya.”

 

“Baiklah. Mari kita mulai kelasnya.”

 

 

***

“MWO? Songsaengnim, kenapa saya harus ikut? Sungmin-hyung kan bisa menjaga yeoja itu sendiri. Tak perlu saya pun pasti akan baik-baik saja.” Ujar Kyuhyun tidak terima. Kini dirinya dan Sungmin ada diruang pemilik universitas.

 

“Biarlah, Kyu. Lagipula, bila hanya aku berdua dengan Seohyun pasti akan menimbulkan masalah. Pasti namjachingu Seohyun akan marah padaku.” Ujar Sungmin. Kyuhyun terdiam sejenak. Mencerna perkataan Sungmin.

 

‘Namjachingu? Ah! Aku tunangannya. Tapi, aku tidak peduli. Aku tidak mencintainya.’ Batin Kyuhyun dalam hati. Sungmin mengibaskan tangannya didepan wajah Kyuhyun dan memanggil namanya.

 

“Cho Kyuhyun.” Panggil Sungmin. Kyuhyun sedikit tersentak. “Kau tidak mendengarkanku. Bagaimana? Kau mau kan?” Tanya Sungmin sekali lagi.

 

Kyuhyun mengangguk lemah. “Baiklah. Dengan rasa tak ikhlas aku mau. Tapi hyung saja yang mengajarinya. Aku melihat kalian dari jauh.”

 

“Aish! Kau selalu begitu. Terserah dirimu lah, yang penting kau tetap ikut. So, aku terbebas dari gossip yang akan tersebar.” Ujar Sungmin sambil tersenyum. Memperlihatkan gigi kelincinya. Kyuhyun berdecak.

 

“Kau sudah berfikiran seperti itu, hyung? Kau berlagak seperti artis saja.”

 

“Biarlah. Terserah diriku.”

 

 

***

“Silahkan masuk, oppadeul. Kalian bisa langsung ke kamar appa atau duduk di ruang tamu. Aku akan membuatkan minuman.” Seohyun mempersilahkan Donghae, Kibum dan Kyuhyun masuk kedalam rumahnya.

 

“Kami langsung ke kamar appa saja. Sudah lama kami tak bertemu.” Ujar Donghae sembari tersenyum pada Seohyun.

 

“Baiklah, aku kedapur dulu. Oppadeul masuk saja.”

 

Selepas kepergian Seohyun kedapur, ke-3 namja tadi masuk kedalam dan berjalan menuju sebuah kamar didekat tangga. Cklek! Donghae memutar knop pintu kamar itu, ia masuk kedalam beserta kedua adiknya -Kibum dan Kyuhyun- dengan bergantian. Ke-3 namja itu beranjak ke sebuah ranjang di ruangan itu. Dimana seorang namja paruh baya berbaring lemas.

 

“Annyeonghaseyo, ahjussi.” Ujar Kibum sambil membungkuk pada Mr. Choi dan diikuti oleh kedua namja disamping kiri dan kanannya. “Bagaimana kabar anda, ahjussi?”

 

Namja tua itu mengangguk lemah. Donghae dan Kibum duduk disisi kiri ranjang Mr. Choi. Sedangkan Kyuhyun duduk berlawanan arah. Tangan lemah Mr. Choi menangkap tangan kiri Kyuhyun. Mata sayu Mr. Choi menatap Kyuhyun.

 

“Ada apa, appa?” Tanya Kyuhyun dengan nada selembut mungkin. Sedangkan orang yang ditanya hanya tersenyum tipis. Kyuhyun mengerutkan dahinya, bingung.

 

Cklek!

 

“Oppadeul, minuman kalian sudah kuletakkan di meja makan.” Ujar Seohyun sambil masuk kedalam kamar appa-nya. Matanya melirik Kyuhyun sekilas. Sedangkan namja itu menatap kearah lain. “Oppadeul ingin makan apa? Akan kubuatkan.”

 

“Tidak usah repot, Seo. Kemarilah.” Pinta Donghae sembari tersenyum manis pada Seohyun.

“Seo..” Suara lemah Mr. Choi terdengar. Membuat semua mata menoleh kearah namja tua itu. Tangan Mr. Choi mengisyaratkan Seohyun untuk mendekat. Seohyun menurut.

 

“Duduklah disini, Seo. Aku akan pindah disebelah Kyuhyun.” Ujar Kibum. Seohyun tersenyum dan duduk dipinggiran ranjang, tepatnya disamping Donghae.

 

“Waeyo, appa? Apa ada yang sakit appa? Atau appa ingin makan sesuatu?” Tanya Seohyun beruntut. Appa-nya hanya menggeleng pelan. Tangannya menggenggam tangan Seohyun, seperti apa yang dilakukan pada Kyuhyun.

 

Appa Seohyun mendekatkan genggamannya ditangan Kyuhyun ke genggamannya ditangan Seohyun. Itu membuat punggung tangan Seohyun dan Kyuhyun bersentuhan. Seohyun sedikit membulatkan matanya kaget. Sedangkan reaksi Kyuhyun hanya biasa saja.

 

“Ap-appa..ingin..ka-kalian..me..nikah..” Ucap Appa Seohyun terbata dengan nada yang pelan. Namun, ke-4 orang yang mengelilinginya tersentak kaget. Terlebih Seohyun dan Kyuhyun. Sedangkan Appa Seohyun tersenyum lemah.

 

“Menikah? Appa.. Aku masih tingkat 1, lagipula Kyuhyun oppa sendiri belum lulus. Dia baru di tingkat 2, appa..” Seohyun mencoba mengelak. Matanya melirik kearah Kyuhyun. Namja itu diam, dia tidak berbicara sedikitpun. “Appa harus menunggu, ne?”

 

Mr. Choi menggeleng, “Je-jebal..”

 

“Baiklah, ahjussi. Saya dan Kibum akan mengaturnya. Ahjussi hanya butuh istirahat agar bisa melihat pernikahan Kyuhyun dan Seohyun.” Ujar Donghae sembari tersenyum. Sedangkan Kyuhyun dan Seohyun menatapnya tak percaya. “Baiklah, ahjussi istirahat saja. Kami akan keluar dulu.” Donghae berdiri. Membungkukkan kepalanya dan keluar dari ruangan diikuti oleh ke-3 dongsaengnya.

 

Blam. Pintu kamar itu tertutup.

 

 

***

 

“Hyung, aku tidur dulu. Kalian bisa makan malam berdua.”

 

Kyuhyun melangkahkan kakiku menuju kamarnya. Tak menghiraukan panggilan ke-2 hyungnya itu. Tersirat di wajah tampannya, dia sedang dalam suasana yang buruk.

 

Bruk!

 

Kyuhyun merebahkan tubuhku di ranjang king size yang ada di kamarnya. Menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. “Haruskah aku menikah di usia muda? Bahkan, aku melakukan ini hanya karena keluargau berhutang budi pada Mr. Choi. Aku.. tidak mencintainya!”

 

 

-Flashback-

 

“Kalian akan menikah 2 minggu lagi. Ini permintaan Choi ahjussi.” Ujar Donghae. Saat ini mereka sedang duduk di meja makan rumah Seohyun. Donghae menatap Kyuhyun dan Seohyun secara bergantian.

 

Mata Kyuhyun membelalak kaget. “Hyung!” Panggil Kyuhyun sedikit berteriak. “Aku bahkan belum lulus kuliah. Kau sudah menyuruhku menikah?”

 

“Cho Kyuhyun! Ingat janjimu pada Mr. Choi! Bukankah kau berjanji akan melakukan apapun yang beliau minta.” Balas Donghae dengan nada meninggi. Dia menatap Kyuhyun tajam. “Sebagai seorang laki-laki, tepatilah janji itu. Cho ahjussi pasti akan bangga denganmu.”

 

“Donghae oppa, kalau memang Kyuhyun oppa tidak mau melakukan ini, tidak apa-apa. Appa pasti mengerti.” Ujar Seohyun sembari tersenyum. Kyuhyun menatap yeoja itu dengan tatapan dingin. “Kyuhyun oppa pasti ingin meneruskan kuliahnya tanpa ada yang mengganggu pikirannya.”

 

“Seohyun-ah, gwenchana. Kyuhyun pasti akan menikahimu.” Ujar Kibum menenagkan. Seohyun hanya tersenyum kecil menanggapinya.

 

“Aish!” Kyuhyun segera meninggalkan ke-3 orang itu. Berjalan keluar rumah Seohyun.

 

-End of Flashback-

 

 

“Umma.. Appa.. Apakah ini yang kalian inginkan dariku? Akankah kalian tersenyum disana bila aku melakukan ini semua?” Mata Kyuhyun beralih ke meja yang ada di sampingnya. Ia menatap sebuah kotak cincin berwarna putih dengan tatapan malas. “Apakah aku benar-benar harus mencintainya?”

 

Pikirannya berkecamuk. Brak! Bahkan ia menendang meja yang ada dihadapannya sembari mengacak rambutnya frustasi. “Aish!”

 

 

***

>> The Next Day

 

“Oppa, kau tahu bahwa Seohyun akan segera menikah dengan Kyuhyun oppa?” Tanya seorang yeoja cantik nan tinggi pada namja tampan yang duduk disebelahnya.

 

Namja itu menggangguk. “Ya, aku tahu. Kemarin malam, Donghae menghunbungiku. Dia mengatakan akan segera menggelar pernikahan bodoh itu. Lebih tepatnya 2 minggu lagi.” Ujarnya dengan nada santai. Siwon –namja itu- menatap kearah Sooyoung, sang adik. “Darimana kau tahu tentang hal ini?”

 

Tok! Tok! Tok!

 

Belum sempat Sooyoung menjawab, terdengar ketukan pintu yang cukup keras. Membuat Sooyoung maupun Siwon menoleh kearah pintu.

 

“Masuklah.” Sahut Siwon dari dalam.

 

Cklek!

 

Pintu itu terbuka. Tampaklah seorang yeoja cantik masuk kedalam ruangan Siwon. Yeoja itu berdiri dihadapan Siwon dan Sooyoung.

 

“Yoona-shi? Ada apa kau kemari? Apa ada masalah?” Tanya Sooyoung sembari membolak-balik buku yang ada di tangannya. “Apa ada orang yang mau menidurimu lagi?”

 

“Bukan seperti itu, Sooyoung-shi. Ad-”

 

“Lalu? Ada seorang namja yang ingin membel-”

 

“Choi Sooyoung! Hentikan itu. Biarkan Yoona mengatakan untuk apa dia datang kemari.” Ujar Siwon menginterupsi perkaatan atau lebih tepatnya celaan Sooyoung pada Yoona. Sooyoung diam, matanya kembali fokus pada buku ditangannya. “Silahkan bicara, Yoona-shi.”

 

“Lee Donghae-shi dan Kim Kibum-shi mencari anda, Siwon-shi.” Ujar Yoona dengan tenang. Walaupun begitu, tersirat rasa kesal pada tuduhan Sooyoung atas dirinya.

 

“Baiklah. Biarkan mereka masuk.” Ujar Siwon. Yoona mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan Siwon. Blam! Pintu ruangan itu tertutup.

 

Yoona melangkahkan kakinya menghampiri dua orang namja yang sedang duduk di kursi lobby.

 

“Yoo.. Yoona?”

 

“Donghae-shi, Kibum-shi.. Silahkan masuk kedalam ruangan Siwon-shi. Dia sudah menunggu kalian.” Yoona beranjak meninggalkan Kibum dan Donghae yang menatapnya tak percaya. Kibum dan Donghae saling melempar pandangan.

 

‘Benarkah dia Im Yoona? Im Yoona yang beberapa hari lalu bersamaku? Im Yoona.. Yang kucintai?’ Batin Kibum. Matanya masih menatap punggung yeoja cantik yang semakin menjauh itu.

 

“Pasti ada alasan tertentu dia seperti itu, Kibum-ah. Jangan terlalu dipikirkan. Kajja!” Ujar Donghae sembari tersenyum. Ia menarik tangan Kibum menuju ruangan Siwon. Cklek! Pintu ruangan itu dibuka oleh Donghae. “Siwon-shi.. Sooyoung-shi..”

 

“Masuklah Kibum-shi, Donghae-shi..” Ujar Siwon memerintahkan Kibum dan Donghae masuk. Donghae mengangguk. Ia berjalan kedalam dan diikuti Kibum dibelakangnya. “Duduklah disini.”

 

Kibum mengangguk, begitu juga dengan Donghae. Mereka berdua duduk di depan Siwon dan Sooyoung.

 

“Apa yang ingin kalian bicarakan? Sehingga kalian memutuskan untuk kemari?” Tanya Sooyoung dengan wajah datarnya. Tanpa menatap kearah Donghae dan Kibum, setia membaca majalah ditangannya.

 

“Aku dan Donghae-hyung ingin konfirmasi soal pernikahan Kyuhyun dan Seohyun. Apa kalian akan datang? Yahh.. Untuk menjadi wakil dari keluarga Seohyun.” Ujar Kibum sedikit pelan. Sembari melirik Donghae yang menatap Siwon tajam. “Siwon-hyung, apa kau akan datang?”

 

“Tidak. Aku tidak akan pernah datang kesana. Untuk apa? Bahkan..” Siwon memutuskan perkataannya. Ia balas menatap Donghae tajam. “..bahkan dia bukan adik kandungku. Dia hanya anak angkat di keluarga Choi. Tak ada hubungan darah diantara kami.”

 

“Lalu, siapa yang akan mendampingi Seohyun? Choi Ahjussi tidak mungkin melakukannya. Hyung, apa kau tega?” Kibum menatap Siwon dengan tatapan memohon. Siwon hanya membuang muka kearah Kibum. Sret! Siwon menarik kerah kemeja Kibum. Menatap namja itu dengan tatapan kesalnya.

 

“Sejak kapan aku kasihan pada yeoja itu, heh?” Mata Siwon membulat tajam. Ia masih mencengkram lengan kerah Kibum. “Bahkan, aku membenci kehadirannya! Dia.. Tidak pernah PANTAS untuk ada di keluarga Choi!”

 

“CHOI SIWON! SINGKIRKAN TANGAN LAKNATMU ITU!” Bentak Donghae marah. Sret! Tangannya menepis tangan Siwon yang masih mencengkram Kibum. Mata menatap kearah Siwon yang tampak biasa saja. “Kau memang sudah gila harta, Choi Siwon!”

 

“Hyung.” Kibum menarik bagian bawah kaos Donghae, mengisyaratkan pada Donghae untuk kembali duduk. “Jangan terbawa emosi. Kita bicara dengan baik-baik.”

 

“Heh! Kau bahkan tak tahu sopan santun, Donghae-oppa. Apa orang tuamu tak pernah mengajarkannya?” Sahut Sooyoung dengan senyum dan nada meremehkan. Srak! Sooyoung menutup majalahnya dan bangkit dari tempat duduknya. “Orang tuamu bukan dari keluarga baik-baik, Oppa. Appa-mu adalah seorang penjudi, Umma-mu adalah seorang.. Pelacur? Heh! Tahu diri sedikit-lah oppa..”

 

“Lalu, apa urusannya denganmu? Justru, aku kasihan pada Choi ahjussi..” Donghae menggantungkan kalimatnya. Ia tersenyum sinis pada Sooyoung yang berdiri disampingnya. “..beliau memilikki anak yang brengsek dan bodoh seperti kalian!”

 

Plak!

 

Tamparan keras dari Sooyoung mendarat dengan baik di pipi kiri Donghae. “KAU! JAGA UCAPANMU, OPPA!”

 

BRAK!

 

Tangan Siwon menggebrak meja dengan keras. Menatap Donghae dan Sooyoung bergantian. “DIAM! DIAM KALIAN BERDUA!” Bentak Siwon. Donghae memutar bola matanya malas begitu juga dengan Sooyoung. “Bila kalian berdua tidak diam, lebih baik keluar dari ruanganku sekarang! Dan, aku tidak akan datang dipernikahan laknat itu!”

 

“Kami akan pergi dengan senang hati, Choi Siwon yang terhormat.” Ujar Donghae. Ia mulai beranjak dari duduknya untuk keluar dari ruangan itu. “Dan.. Sebelum kalian mengucapkan kalimat tak pantas itu, lihatlah diri kalian dulu.”

 

BLAM!!

 

“Hyung! Donghae Hyung! Ahh~ Siwon-hyung, Sooyoung-ah.. Mianhae.. Annyeong!” Kibum membungkukkan badannya singkat dan berjalan keluar mengikuti Donghae yang mungkin sudah ada di mobil. Kibum mempercepat langkahnya saat ia mendapati Donghae hanya berdiri diam di depan pintu utama markas Siwon.

 

“Hyung.” Panggil Kibum pelan. Pluk! Tangan Kibum menepuk pelan bahu Donghae. Membuat Donghae menatapnya. “Jangan dipikirkan. Arra?”

 

“Kibum-ah, mereka menghina orang tuaku. Mereka menyakiti Seohyun juga. Sejak Kyuhyun bertunangan dengan Seohyun, aku sudah menganggap Seohyun sebagai adikku.” Ujar Donghae dengan tatapan yang sudah melembut itu. Berbeda dengan beberapa menit yang lalu, saat ia berhadapan dengan Choi bersaudara. “Aku sungguh kasihan pada Seohyun.”

 

“Aku juga, hyung. Seohyun juga bagaikan adik untukku. Dia sungguh baik hati, aku menyukai sifat itu.” Kibum tersenyum dengan killer smile andalannya. Donghae mau tak mau ikut terkekeh kecil melihatnya. “Hyung, ayo kit-”

 

“Pst! Oppa!”

 

“Yoona?”

 

Yoona mengisyaratkan Kibum dan Donghae untuk mendekat kearahnya. Dua namja itu pun mendekat. Yoona menatap sekelilingnya. Sepi. Tak ada orang.

 

“Oppadeul, aku akan kerumah kalian 2 jam lagi. Aku akan mengatakan sesuatu pada kalian.” Ujar Yoona dengan nada pelan. Kibum dan Donghae saling melempar pandangan. Mereka berdua menatap Yoona yang balas menatap dengan tatapan memohon. Dua namja itu mengangguk setuju.

 

“Silahkan.” Kibum tersenyum.

 

 

>> Skip time, 2 hours later

 

 

Ting! Tong!

 

“Ne, tunggu sebentar.” Sahut Kibum dari dalam. Cklek! Pintu itu dibuka oleh Kibum. Tampaklah seorang yeoja cantik yang tersenyum begitu manis. “Yoona-yah, kau sudah datang. Masukklah.”

 

“Ne.” Yoona melangkahkan kakinya masuk setelah dipersilahkan oleh Kibum. Kibum menyuruh Yoona untuk duduk di sofa ruang tamu. Yoona menatap Kyuhyun yang sedang bermain PSP dengan tenangnya. “Annyeonghaseyo..”

 

Kyuhyun menoleh pada Yoona. Memandang gadis itu dengan tatapan datarnya. Sedetik kemudian Kyuhyun mengangguk. “Annyeong.” Sahutnya dingin.

 

“Yoona? Ahh! Kau sudah datang? Sejak kapan?” Tanya Donghae yang baru saja turun dari lantai atas. Ia berjalan menuju sofa ruang tamu dan duduk disamping Kyuhyun yang kembali fokus pada PSP-nya. “Kyu, kau sudah menyapanya?”

 

“Ahh~ kami sudah saling sapa, oppa. Kyuhyun oppa sudah menyapa.” Ujar Yoona sambil tersenyum. Donghae membulatkan bibirnya dan mengangguk mengerti.

 

Tak lama kemudia datang Kibum yang membawa minuman dan camilan dari dapur. Kibum meletakkannya pada meja yang ada di depan mereka. Setelah itu ia duduk di single sofa diantara Donghae dan Yoona.

 

“Yoona-yah, kau ingin berbicara apa pada kami?” Tanya Kibum memulai pembicaraan. Ia mengambil cangkir teh-nya dan meminumnya dengan hati-hati.

 

“Masalah tadi. Pasti oppa bertanya, mengapa aku memanggil oppadeul dengan sebutan ‘shi’ bkan ‘oppa’ tadi.” Sergah Yoona. Tentu saja, dengan semangat Donghae juga Kibum mengangguk. Yoona tersenyum tipis. “Karena aku takut, Siwon-shi tahu. Dia tidak suka anak buahnya berhubungan dengan kalian oppa.”

 

“Ah! Sudah kuduga. Pasti ada hubungannya denganku. Mereka memang sudah menganggapku musuh.” Ujar Donghae. Yoona menatapnya. Seolah meminta keterangan, sedangkan Donghae tersenyum singkat. “Masalah sejak kecil. Siwon tidak suka bergaul dengan kaluarga miskin. Dan dulu aku pernah disukai oleh yeoja yang Siwon sukai. Dia mengira aku yang merebutnya. Yahh~ seperti itulah!”

 

“Siwon-shi memang keterlaluan. Itu adalah drama pasaran!”

 

Ting! Tong!

 

“Itu pasti Seohyun.” Tebak Kibum. Mata Kyuhyun menatap Kibum menyiratkan sebuah pertanyaan. Sedangkan Kibum sudah berjalan menuju pintu.

 

“Kenapa yeoja itu kemari?” Tanya Kyuhyun dingin. Khas dengan wajah datarnya. Ia meletakkan PSP hitamnya disamping kanannya. “Merusak mood-ku saja.”

 

Kyuhyun bangkit dari duduknya bertujuan untuk pergi dari ruang tamu. Sret! Sebelum dia bisa berjalan menjauh, tangan kirinya sudah di pegang oleh Donghae. Diam. Kyuhyun diam. Ia memandang lurus kedepan, tak menatap kearah Donghae yang kesal padanya.

 

“Jangan coba mencegahku, hyung.” Ujar Kyuhyun dengan nada datarnya. Ia menatap Donghae dengan tajam. Donghae balas memandang Kyuhyun remeh.

 

“Apa? Cobalah kau diam disini, cobalah kau menerimanya Kyu. Sebentar lagi kau akan menjadi suaminya.” Ujar Donghae dengan nada yang dibuat selembut mungkin. Bruk! Dia menarik Kyuhyun untuk duduk kembali. Dengan terpaksa, Kyuhyun hanya diam sembari memainkan PSP-nya kembali. “Turuti perintahku kali ini saja.”

 

“Annyeonghaseyo oppadeul.” Sapa Seohyun ramah ketika ia memasukki ruang tamu rumah megah itu. Matanya berganti menatap kearah Yoona yang tersenyum padanya. “Yoona onnie ada disini? Annyeong onnie-yah~”

 

“Ehm. Annyeong Seohyun-ah.” Balas Yoona sambil tersenyum manis. Ia mempersilahkan Seohyun duduk disebelahnya. Yeoja itu mengangguk dan berjalan kearah samping Yoona. Menghempaskan tubuhnya di sofa dengan pelan. Sedikit melirik ke arah Kyuhyun yang masih berkutat dengan PSP-nya.

 

“Baiklah. Terima kasih sudah datang, Seohyun-ah. Sekarang, kita langsung saja ke perbincangan mengenai pernikahan Kyuhyun dan Seohyun. 2 ming-“

 

“Stop it, hyung! Aku tak mau MENIKAH!!”

 

-TBC-

 

Yeay!!

Finnaly update!

Mianhae yang udh nunggu FF ini sampai jamuran.. -,-”

tau sendiri kan sya lgii sibuk ulangan?

hehehe..😀

gomawo udh mw nunggu~

LOVE YOU ALL~~!!

 

11 comments

  1. Zara · April 16, 2012

    Seo kasian banget, btw ibunya seo kemana?
    Ayo lanjutin terus ceritanya🙂

  2. saferpink · May 10, 2012

    keren chingu
    mian baru coment di part ini
    hehehhhe

  3. uchijefry90 · July 22, 2012

    Kirain ad pairing yoonwon. #ngarep…

  4. caseypetals · July 28, 2012

    Eonni, gak sabar liat part selanjutnya. pasti tambah seru. aku tunggu part selanjutnya…
    Daebakkkk….Hwaiting…:D

  5. putri · July 29, 2012

    lanjutannya cepetan yaaaa!!!!!

    HEHEHEHE
    ALWAYS WAITING NIH!
    faithing!!!!!!

  6. yeonta · August 6, 2012

    lanjut

  7. kimjoohyun6 · November 15, 2012

    cepet lanjut ya. dak sbar pengen bca ending ny….

  8. ndhut · January 3, 2013

    huuuaaaaa,.. deg”an bacanya kyu terlu dingin, jd takut saya,..😀 ayoooo lanjut thoorrrr

  9. dewiqitinkk · March 17, 2013

    next chingu

  10. lita · December 23, 2013

    Authornim…. Kelanjutannya mana?

  11. Aan's L-hope · November 2, 2014

    Jadi sedih liat seohyun d’Kasarin mulu sma Kyu n’ choi bersaudara😦
    Harus nya kyu jngn kasar gtu sna seohyun… toh ia juga udah menderita dngn ulah choi bersaudara,,

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s